- Advertisement -
Beranda blog Halaman 4

Wisatawan Mancanegara Membanjiri Badung, Dinkes Perkuat Layanan Kesehatan 24 Jam

Wisatawan Mancanegara Membanjiri Badung, Dinkes Perkuat Layanan Kesehatan 24 Jam

MANGUPURA, PANTAUBALI.COM – Tingginya kunjungan wisatawan mancanegara ke Kabupaten Badung mendorong Dinas Kesehatan (Dinkes) Badung meningkatkan kesiapsiagaan pelayanan kesehatan. Selain memastikan layanan kegawatdaruratan tersedia selama 24 jam, pengawasan terhadap fasilitas kesehatan dan praktik medis ilegal di kawasan pariwisata juga diperketat.

Hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 3.307.775 wisatawan mancanegara masuk melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pemerintah daerah untuk memastikan masyarakat dan wisatawan memperoleh layanan kesehatan yang cepat, aman, profesional, serta sesuai standar.

Kepala Dinkes Badung, Dr. dr. Bagus Padma Puspita, Sp.PD., MARS., FINASIM., mengatakan penguatan layanan kesehatan menjadi bagian penting dalam mendukung pariwisata berkualitas di Badung.

“Kesehatan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas utama kami. Sesuai visi Bapak Bupati mewujudkan pariwisata berkualitas, jadi tidak hanya bicara soal keindahan alam dan budaya, tetapi juga layanan kesehatan yang berstandar mutu baik,” ujar Bagus Padma saat ditemui di Puspem Mangupraja Mandala, Mengwi, Jumat (21/8/2026).

Menurutnya, layanan kesehatan bagi wisatawan harus didukung perlindungan medis yang andal, respons cepat dalam kondisi darurat, serta tenaga kesehatan yang bekerja secara profesional dan memiliki izin sesuai regulasi.

Pemkab Badung mengandalkan sistem Badung Sehat untuk mempercepat akses layanan kesehatan. Sistem tersebut terintegrasi dengan armada ambulans yang tersedia di 13 puskesmas serta tenaga medis dan petugas ambulans.

Dengan sistem terintegrasi, petugas dapat mengerahkan ambulans terdekat menuju lokasi kejadian. Waktu tanggap yang sebelumnya dapat mencapai lebih dari 30 menit kini rata-rata dapat ditekan menjadi sekitar 10 hingga 14 menit.

Selain penanganan kegawatdaruratan, Badung Sehat juga menyediakan layanan telemedicine, ambulans non-darurat, home care, informasi ketersediaan vaksin dan donor darah, kanal pengaduan masyarakat, hingga pemantauan penyakit seperti demam berdarah dengue (DBD) dan rabies.

Seiring penguatan layanan, Dinkes Badung juga meningkatkan pengawasan terhadap fasilitas pelayanan kesehatan. Pengawasan dilakukan terhadap klinik yang belum mengantongi izin maupun praktik medis yang tidak sesuai ketentuan.

Perhatian khusus diberikan terhadap layanan IV drip atau infus vitamin dan terapi sejenis yang dilakukan secara terselubung di luar fasilitas kesehatan berizin. Praktik pelayanan medis oleh warga negara asing (WNA) tanpa izin juga menjadi bagian dari pengawasan.

“Kami tidak menoleransi praktik medis ilegal yang berisiko membahayakan keselamatan pasien dan tentunya juga tenaga medis tersebut,” tegas Bagus Padma.

Dinkes Badung mengingatkan seluruh penyedia layanan kesehatan agar memenuhi persyaratan dan perizinan sebelum memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun wisatawan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjamin keselamatan pasien sekaligus memberikan kepastian hukum bagi penyelenggara layanan.

Di bidang pengendalian penyakit, Dinkes Badung juga memperkuat pencegahan rabies. Cakupan vaksinasi terhadap populasi anjing telah mencapai lebih dari 80 persen. Rabies center juga telah tersedia di seluruh puskesmas dan RS Daerah.

Untuk kawasan wisata yang memiliki potensi interaksi dengan satwa, seperti Sangeh dan Uluwatu, telah disiapkan prosedur penanganan apabila terjadi kasus gigitan. Korban diarahkan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan, termasuk Vaksin Antirabies (VAR) maupun Serum Antirabies (SAR) sesuai indikasi.

Surveilans epidemiologi turut diperkuat guna mengantisipasi penyakit menular, termasuk Legionella dan DBD, khususnya di kawasan dengan aktivitas pariwisata tinggi.

Sementara untuk mengantisipasi gangguan pencernaan yang kerap dialami wisatawan dan populer disebut “Bali Belly”, pengawasan dilakukan dari hulu hingga hilir. Dinkes menyasar aspek higiene, air bersih, sanitasi, serta keamanan pangan.

Pemeriksaan dilakukan terhadap tempat pengolahan makanan, restoran, hotel hingga usaha kuliner skala mikro di kawasan wisata. Pengelola vila, homestay, dan hostel juga diimbau mengarahkan wisatawan yang mengalami gangguan kesehatan ke puskesmas, klinik, atau rumah sakit resmi dan berizin.

Masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan, kritik, maupun saran terkait pelayanan melalui Kontak Bupati Badung di WhatsApp 081-558-200-200.

Sedangkan untuk kebutuhan kegawatdaruratan kesehatan, masyarakat dan wisatawan dapat menghubungi Safety Center Kesehatan Badung di nomor 081139919119. (kjs/bdg)

Gemarikan Badung Serap Produk Lokal, 6.200 Paket Olahan Ikan Disalurkan

Gemarikan Badung Serap Produk Lokal, 6.200 Paket Olahan Ikan Disalurkan

MANGUPURA, PANTAUBALI.COM – Program Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Badung tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan konsumsi ikan dan memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Program tersebut juga memberikan dampak ekonomi dengan membuka pasar bagi pembudidaya serta pengolah ikan lokal.

Sepanjang 2026, Dinas Perikanan Kabupaten Badung menargetkan penyaluran sebanyak 6.200 paket olahan ikan kepada masyarakat. Bahan baku paket tersebut berasal dari hasil budidaya dan produk olahan pelaku usaha perikanan lokal Badung.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, S.Sos., M.M., mengatakan penyediaan bahan baku program Gemarikan melibatkan Kelompok Ikan Tunjung Putih yang berkolaborasi dengan sejumlah kelompok pembudidaya ikan di Kabupaten Badung.

Menurutnya, keterlibatan pembudidaya dan pengolah lokal menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut karena hasil produksi masyarakat dapat terserap sekaligus mendukung keberlanjutan sektor perikanan daerah.

“Sehingga program ini juga turut mendukung sektor perikanan lokal,” ujar Suardana, Kamis (20/8/2026).

Paket Gemarikan berisi beragam produk perikanan, mulai dari ikan nila, ikan lele hingga abon tuna siap konsumsi. Produk tersebut kemudian disalurkan kepada kelompok masyarakat sasaran sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi, khususnya dalam mendukung pencegahan stunting.

Tahun ini, Pemkab Badung menargetkan penyaluran 2.000 paket olahan ikan khusus untuk program pencegahan stunting. Distribusi dilakukan dalam 10 tahap di 10 desa sasaran dengan alokasi masing-masing sebanyak 200 paket.

Paket tersebut diprioritaskan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita sebagai kelompok yang membutuhkan perhatian terhadap pemenuhan asupan gizi.

Selain program tersebut, Dinas Perikanan Badung juga secara rutin menyalurkan 350 paket olahan ikan setiap bulan. Bantuan menyasar balita yang membutuhkan peningkatan status gizi maupun kelompok yang berpotensi mengalami stunting.

“Jika digabung dengan berbagai kegiatan distribusi lainnya sepanjang 2026, total paket olahan ikan yang akan disalurkan kepada masyarakat Badung mencapai 6.200 paket,” jelas Suardana.

Melalui pola tersebut, program Gemarikan diharapkan memberikan manfaat berlapis. Di satu sisi, masyarakat memperoleh tambahan asupan protein dan gizi dari produk perikanan. Di sisi lain, hasil budidaya serta produk olahan ikan dari pelaku usaha lokal mendapat ruang pasar yang lebih luas.

Dengan terserapnya produk pembudidaya dan pengolah ikan dalam program pemerintah, sektor perikanan lokal Badung diharapkan terus tumbuh dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi dan menekan risiko stunting. (kjs/bdg)

Badung Perluas Budidaya Cabai, 42 Hektare Lahan Ditargetkan Hasilkan 420 Ton

Badung Perluas Budidaya Cabai, 42 Hektare Lahan Ditargetkan Hasilkan 420 Ton

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) terus memperkuat produksi hortikultura, khususnya cabai, guna menjaga ketersediaan pasokan dan mengantisipasi potensi kekurangan komoditas tersebut pada musim hujan. Tahun ini, pengembangan cabai menyasar lahan seluas 42 hektare dengan target produksi mencapai 420 ton.

Kepala Diperpa Badung, A.A. Ngurah Raka Sukadana, SP., M.Si., mengatakan program penanaman cabai dilaksanakan secara bertahap mulai Agustus hingga Desember 2026. Pengembangan tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Mengwi, Abiansemal, dan Petang.

Menurut Raka, produktivitas cabai ditargetkan mencapai rata-rata 10 ton per hektare. Dengan luasan 42 hektare, produksi keseluruhan diproyeksikan mencapai 420 ton.

“Targetnya 10 ton per hektare. Kalau dikalikan 42 hektare, total produksi yang diharapkan mencapai 420 ton,” ujar Raka, Rabu (19/8/2026).

Di Kecamatan Mengwi, pengembangan cabai meliputi Kelompok Manik Pertiwi, Subak Perang, Subak Guming, dan Kelompok Bina Mandiri masing-masing dua hektare. Kemudian Subak Lepud empat hektare, Subak Babakan dua hektare, Babakan Sorangan dua hektare, Tinjak Menjangan satu hektare, serta Kelompok Tani Merta Nadi satu hektare.

Sementara di Kecamatan Abiansemal, penanaman mencakup Subak Blahkiuh, Citra, Tanah Putih, dan Umasangiang yang masing-masing mendapat alokasi dua hektare. Adapun di Kecamatan Petang, lokasi pengembangan berada di Subak Wana Sari, Semanik Sari, dan Sedana Winangun masing-masing lima hektare serta Munduk Samuan satu hektare.

Salah satu lokasi yang segera melaksanakan gerakan tanam berada di Subak Lepud, Desa Baha, Kecamatan Mengwi, dengan luas empat hektare. Di lokasi tersebut, penanaman dilakukan pada delapan munduk dengan luasan masing-masing 50 are.

Program tersebut melibatkan sekitar 80 petani. Diperpa Badung juga telah menyalurkan sarana produksi sejak akhir Juli. Saat ini, proses pembibitan masih berlangsung dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 20 hingga 25 hari.

“Kalau benih sudah siap, rencananya 26 Agustus dilakukan gerakan tanam cabai,” katanya.

Persiapan lahan di Subak Lepud juga telah berjalan, mulai dari pengolahan tanah, pemasangan mulsa hingga pemupukan. Varietas cabai yang digunakan adalah Caliber. Dengan luas empat hektare dan target produktivitas 10 ton per hektare, produksi dari kawasan tersebut diperkirakan mencapai 40 ton.

Panen cabai di Subak Lepud diproyeksikan berlangsung pada Oktober hingga November 2026. Untuk memastikan hasil produksi terserap pasar, Diperpa Badung juga menyiapkan pola kerja sama dengan Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana.

Kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif pemasaran hasil panen petani. Selain melalui Perumda, petani tetap memiliki pilihan menjual hasil produksinya kepada pengepul maupun memasarkannya secara langsung ke pasar.

“Strategi kami menggandeng Perumda Pasar dan Pangan Giri Mangu Sedana untuk membeli hasil panen petani. Di samping itu, petani juga bisa menjual kepada pengepul atau langsung ke pasar,” pungkas Raka.

Program pengembangan cabai ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi lokal, tetapi juga membantu menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai di Badung, terutama ketika produksi berpotensi terganggu akibat kondisi cuaca pada musim hujan. (rls/kmfbd)

Bupati Sanjaya Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Tabanan

Bupati Sanjaya Pimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 RI di Tabanan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Tabanan di bawah kepemimpinan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., melaksanakan Upacara Bendera Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026 di Lapangan Alit Saputra, Tabanan, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme, sekaligus menjadi momentum untuk mengenang kembali nilai-nilai perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

 

Mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, puncak peringatan HUT ke-81 RI ditandai dengan upacara pengibaran Bendera Merah Putih yang dipimpin langsung oleh Bupati Sanjaya bersama Ny. Rai Wahyuni Sanjaya. Keduanya tampil mengenakan busana adat Bali, demikian pula para peserta upacara, yang mencerminkan perpaduan semangat nasionalisme dengan kekayaan budaya daerah.

 

Upacara turut dihadiri Tjokorda Anglurah Tabanan, Wakil Bupati Tabanan, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan beserta jajaran, Forkopimda, Sekretaris Daerah bersama para asisten, para kepala perangkat daerah, veteran, serta perwakilan instansi vertikal. Kehadiran seluruh unsur tersebut semakin memperkuat makna peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk mempererat persatuan dan kebersamaan dalam membangun Tabanan dan Indonesia.

 

Prosesi pengibaran Bendera Merah Putih berlangsung penuh semangat oleh Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Tabanan, diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dinyanyikan serentak oleh seluruh peserta upacara. Suasana semakin khidmat saat Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, membacakan teks Proklamasi sebagai pengingat atas tonggak sejarah lahirnya bangsa Indonesia.

 

Rangkaian upacara juga diisi dengan pembacaan remisi umum secara simbolis kepada dua warga binaan pemasyarakatan Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tabanan oleh Bupati Sanjaya selaku inspektur upacara. Pemberian remisi tersebut menjadi bagian dari peringatan kemerdekaan yang turut mencerminkan penghargaan terhadap proses pembinaan dan kesempatan untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat.

 

Memasuki sore hari, semangat peringatan HUT ke-81 RI kembali diwujudkan melalui Upacara Penurunan Bendera. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada 18 penerima pensiun TMT 1 Agustus 2026 serta pengumuman pemenang berbagai lomba dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI sebanyak 27 peserta.

 

Beragam perlombaan tersebut meliputi lomba baca puisi tingkat SD, lomba bertutur tingkat SD, lomba video konten literasi tingkat Kabupaten Tabanan, lomba karaoke tingkat OPD dan Perumda, lomba karaoke antar pedagang pasar dan UMKM, lomba kebangsaan baris-berbaris, lomba menghias kantor, lomba tarik tambang, serta lomba lari karung. Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat dan jajaran pemerintah untuk merayakan kemerdekaan dengan penuh kreativitas, kebersamaan, dan semangat gotong royong.

 

Dalam momentum tersebut, Bupati Sanjaya menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 sekaligus mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan bersama-sama melangkah maju. “Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 Tahun 2026. Mari kita tingkatkan persatuan dan melangkah maju untuk Indonesia. Semoga di usia ke-81 ini, Indonesia senantiasa damai dan sejahtera,” ujar Bupati Sanjaya. (rls/tbn)

Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong Royong Kreativitas Warga Banjar Pande Semarakkan HUT ke-81 RI

Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Gotong Royong Kreativitas Warga Banjar Pande Semarakkan HUT ke-81 RI

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Kreativitas dan semangat gotong royong warga Banjar Pande, Desa Dajan Peken, Kabupaten Tabanan, tampil unik dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia. Keunikan tersebut diwujudkan melalui parade babi guling yang digelar di Balai Banjar Pande, Minggu (16/8/2026), dan turut mendapat apresiasi langsung dari Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M.

 

Bupati Sanjaya hadir dalam kegiatan tersebut bersama salah satu anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Tabanan, para kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Tabanan, Jero Bendesa Adat Kota Tabanan, Direktur BLUD, serta Sekaa Teruna Eka Adnyana.

 

Parade babi guling diikuti oleh empat regu, dengan masing-masing regu menampilkan satu ekor babi guling. Kegiatan yang digagas secara spontanitas oleh masyarakat tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan sekaligus menunjukkan kreativitas warga dalam memeriahkan momentum kemerdekaan.

 

Dalam wawancara singkat usai acara, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas kreativitas dan kekompakan masyarakat Banjar Pande. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk perayaan HUT RI yang unik di Kabupaten Tabanan, terlebih karena seluruh prosesnya dilandasi semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat.

 

“Ini merupakan sebuah kejutan. Ternyata ada acara yang memang digagas, membuat parade spontanitas tentang babi guling, ini menarik. Karena setelah saya kunjungi, di Kabupaten Tabanan ini satu-satunya perayaan HUT Republik Indonesia yang paling unik,” ujar orang nomor satu di Tabanan, malam itu.

 

Ia juga mengapresiasi semangat warga yang telah mempersiapkan kegiatan sejak dini hari. Bupati Sanjaya menilai proses tersebut mencerminkan kuatnya nilai gotong royong masyarakat dalam membangun kebersamaan, terlebih masing-masing regu secara swadaya menyiapkan babi guling yang mereka tampilkan.

 

“Ini filosofinya adalah semangat gotong royong membangun kebersamaan di hari ulang tahun. Saya berikan apresiasi atas kekompakannya, saya kagum,” ungkapnya, seraya menyebut seluruh sajian yang dicicipinya memiliki cita rasa yang baik dan sulit untuk dibedakan.

 

Sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas tersebut, Bupati Sanjaya turut memberikan tali kasih sekaligus hadiah kepada keempat regu. Hadiah diberikan dengan nominal beragam, mulai dari Rp1 juta hingga Rp1,5 juta untuk regu pertama sebagai juara utama. Selain itu, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya juga memberikan uang tunai kepada Sekaa Teruna sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas dalam menyelenggarakan kegiatan.

 

“Semangat kebersamaan ini saya kagumi dan apresiasi, saya bangga sekali bisa membuat acara yang kreatif seperti ini. Mudah-mudahan ini bisa terus dilakukan, walaupun sederhana tapi maknanya luar biasa,” imbuh Bupati Sanjaya.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara yang mewakili Sekaa Teruna dan masyarakat Banjar Pande menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kehadiran Bupati Sanjaya, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, serta seluruh undangan yang telah hadir. “Saya mewakili masyarakat Banjar Pande dan Sekaa Teruna, juga mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Bupati dan Ibu Rai Wahyuni juga undangan semua, atas dukungan, perhatian dan kehadirannya untuk banjar kami,” ungkapnya. (rls/tbn)

Bupati Sanjaya Hormati Penggeledahan Dinkes Tabanan, Minta Publik Tak Berspekulasi

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menegaskan Pemerintah Kabupaten Tabanan menghormati proses hukum yang dilakukan Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan terkait penggeledahan Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Tabanan, Senin (10/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan Sanjaya seusai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Tabanan, Jumat (14/8/2026). Ia mengatakan, Pemkab Tabanan sejak awal telah meminta Sekretaris Daerah (Sekda) melakukan klarifikasi terkait langkah penyidik Kejari Tabanan tersebut.

“Sebelumnya lewat Pak Sekda sudah melakukan klarifikasi. Saya di kesempatan yang baik ini juga melakukan klarifikasi terkait penggeledahan di Dinas Kesehatan oleh Kejaksaan Tabanan,” kata Sanjaya.

Sanjaya mengaku sempat terkejut mengetahui adanya penggeledahan di lingkungan perangkat daerah yang dipimpinnya. Namun, ia menilai langkah aparat penegak hukum tersebut merupakan bagian dari proses hukum yang harus dihormati.

“Saya juga agak kaget melihat seperti itu. Saya sangat setuju dengan pernyataan Pak Sekda sebelumnya untuk menghormati proses hukum, karena negara kita adalah negara hukum,” tegasnya.

Menurut Sanjaya, Pemkab Tabanan tidak akan menghalangi proses penyidikan yang sedang berlangsung. Sebaliknya, pemerintah daerah membuka ruang keterbukaan apabila diperlukan untuk mendukung proses penegakan hukum.

“Saya sebagai bupati sangat membuka ruang keterbukaan. Dengan demikian tidak ada asumsi-asumsi,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat maupun pihak lainnya tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait penggeledahan tersebut. Sanjaya menanggapi pemberitaan yang menurutnya cenderung membesar-besarkan kegiatan penyidik, termasuk penggunaan istilah tertentu dalam pemberitaan.

“Terkait dengan berita yang dibesar-besarkan karena ada buser, itu biasa sajalah. Padahal belum tentu seperti itu,” katanya.

Sanjaya berharap seluruh pihak memberikan kesempatan kepada aparat penegak hukum untuk menuntaskan proses penyidikan berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan. Ia juga mengajak semua pihak tetap menjaga sikap saling menghormati selama proses hukum berlangsung.

“Mari kita hormati aparat penegak hukum. Harapan saya saling menghormati proses hukum,” tandasnya.

Sebelumnya, Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejari Tabanan melakukan penggeledahan di Kantor Dinkes Tabanan pada Senin (10/8/2026) sekitar pukul 11.45 WITA. Penggeledahan tersebut berkaitan dengan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan bahan bakar minyak (BBM), pelumas, serta belanja makanan dan minuman pada Dinkes Tabanan tahun anggaran 2023-2025.

Dalam kegiatan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah dokumen yang dinilai berkaitan dengan perkara. Hingga kini, Kejari Tabanan belum menetapkan tersangka. Penyidikan masih berlangsung dengan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap dugaan penyimpangan sekaligus menghitung potensi kerugian negara. (tim)

Penggeledahan Diskes Tabanan, Ketua DPRD Tabanan Minta OPD Kooperatif

Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Penggeledahan Kantor Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Tabanan oleh Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan pada Senin (10/8/2026) mendapat perhatian dari jajaran legislatif dan eksekutif Kabupaten Tabanan.

Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa meminta seluruh pihak menghormati proses penegakan hukum yang sedang berlangsung. Ia juga mengingatkan jajaran Diskes maupun organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya agar bersikap terbuka dan kooperatif terhadap proses penyidikan.

Pernyataan tersebut disampaikan Arnawa seusai memimpin rapat paripurna DPRD Tabanan, Jumat (14/8/2026). Menurutnya, setiap pihak yang berkaitan dengan proses hukum harus mengikuti tahapan yang sedang berjalan dan memberikan keterangan sesuai ketentuan.

“Dari pihak pemerintah yang terkait, khususnya Dinas Kesehatan, supaya mengikuti proses ini dengan kooperatif. Ikuti proses hukum dan harus mempertanggungjawabkan kelakuan masing-masing kalau memang itu ada,” kata Arnawa.

Penggeledahan tersebut berkaitan dengan penyelidikan dugaan penyimpangan pengelolaan anggaran bahan bakar minyak (BBM), pelumas, serta belanja makanan dan minuman pada Dinas Kesehatan Tabanan untuk tahun anggaran 2023 hingga 2025.

Arnawa juga mengingatkan seluruh jajaran birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, termasuk Sekretariat DPRD (Setwan), agar lebih berhati-hati dalam mengelola anggaran. Ia menekankan pentingnya pengendalian internal agar setiap penggunaan anggaran berjalan sesuai aturan.

“Saya mengajak semua jajaran, khususnya di Setwan dan seluruh OPD Pemerintah Kabupaten Tabanan, supaya kontrol diri. Jangan sampai melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan dan melanggar hukum. Kasihan nama baik Tabanan ini ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengaku terkejut dengan adanya tindakan penggeledahan di kantor salah satu OPD di lingkungan Pemkab Tabanan. Kendati demikian, ia menegaskan pemerintah daerah menghormati proses hukum yang dilakukan aparat penegak hukum.

“Saya juga agak kaget melihat seperti itu. Tapi seperti yang disampaikan Pak Sekda, saya sangat setuju dengan Pak Wakil untuk menghormati proses hukum. Negara kita adalah negara hukum, kita sangat menghormati,” ujar Sanjaya.

Sanjaya memastikan Pemkab Tabanan membuka ruang keterbukaan bagi aparat penegak hukum dalam menjalankan proses penyidikan. Menurutnya, keterbukaan tersebut diperlukan agar proses penegakan hukum dapat berjalan sesuai ketentuan sekaligus memberikan kejelasan mengenai persoalan yang tengah ditangani.

Bupati juga mengajak masyarakat tidak terburu-buru menyimpulkan persoalan sebelum proses hukum memberikan gambaran yang jelas mengenai perkara tersebut.

“Saya sebagai bupati sangat membuka ruang keterbukaan agar tidak ada asumsi. Kalau ada berita-berita yang dibesar-besarkan kemarin, ya biasa sajalah, padahal belum tentu seperti itu duduk perkaranya. Mari kita hormati APH, dan harapan saya kita saling menghormati,” pungkasnya.

Baik DPRD maupun Pemkab Tabanan menegaskan pentingnya penghormatan terhadap proses hukum serta sikap kooperatif seluruh jajaran pemerintah daerah selama proses penanganan perkara berlangsung. (kjs/dt)

Inovasi Kopi Robusta Pupuan Raih Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026

Inovasi Kopi Robusta Pupuan Raih Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Kreativitas mengembangkan potensi kopi lokal membawa I Nyoman Mika Adiputra, pelaku usaha asal Desa Pajahan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, meraih Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026. Penghargaan kategori Inovasi Teknologi Bidang IKM, UMKM, dan Koperasi tersebut diberikan atas inovasinya mengolah Kopi Robusta petik merah dengan metode Honey Process yang dipadukan dengan konsep ekowisata pertanian.

Penghargaan diserahkan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Jumat (14/8/2026).

Mika yang merupakan wiraswasta asal Banjar Dinas Tanah Sari, Desa Pajahan, melihat potensi besar Kopi Robusta Pupuan yang selama ini belum sepenuhnya memberikan nilai ekonomi maksimal bagi petani. Salah satu persoalan yang dihadapi adalah proses panen yang belum seragam, terutama masih bercampurnya buah kopi merah dan hijau.

Kondisi tersebut mendorong Mika mengembangkan sistem panen dengan memilih buah kopi yang telah matang atau petik merah. Biji kopi kemudian diproses menggunakan metode Honey Process, yakni mempertahankan sebagian lapisan lendir manis (mucilage) pada biji selama proses pengeringan. Teknik ini menghasilkan karakter cita rasa dan aroma kopi yang lebih kuat.

“Kopi Robusta Pupuan itu punya cita rasa yang khas dan bernilai tinggi jika diproses dengan benar. Kegelisahan saya berawal dari melihat hasil jerih payah petani yang dihargai kurang sepadan karena proses panen belum standar,” ujar Mika saat dikonfirmasi, Selasa (18/8).

Untuk menjaga mutu, pengolahan dilakukan melalui prosedur operasional standar. Kopi dari petani yang memenuhi ketentuan kemudian diserap melalui kemitraan dengan Koperasi Produsen Dharma Asasta Pertiwi Desa Pajahan.

Menurut Mika, pola kemitraan tersebut memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus membuka peluang memperoleh harga jual yang lebih baik dan relatif stabil.

Tak berhenti pada peningkatan kualitas produk, inovasi yang dikembangkan Mika juga memperhatikan aspek lingkungan. Limbah dari proses pascapanen dan produksi kopi diolah kembali menjadi kompos organik. Upaya ini mendorong penerapan sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Pengembangan kopi tersebut juga melibatkan generasi muda Desa Pajahan. Mereka dilibatkan dalam proses pengolahan hingga pengembangan ekowisata pertanian berbasis Kopi Robusta. Konsep ini diarahkan menjadi sarana wisata edukasi sekaligus membuka sumber ekonomi baru bagi masyarakat setempat.

“Kami ingin generasi muda bangga menjadi bagian dari pertanian. Desa Pajahan bukan hanya tempat menanam kopi, tetapi tempat di mana ilmu, inovasi, dan pariwisata berbasis pertanian menyatu,” katanya.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Tabanan, I Gusti Made Darma Ariantha, turut mengapresiasi inovasi tersebut. BRIDA Tabanan sebelumnya merekomendasikan Mika sebagai calon penerima Anugerah Bali Swacitta Nugraha 2026.

Darma menilai inovasi pengolahan Kopi Robusta tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui kemitraan antara petani dan koperasi. Pola tersebut dinilai mampu meningkatkan kualitas hasil panen sekaligus mendongkrak nilai jual kopi.

“Yang tidak kalah penting, inovasi ini merangkul generasi muda untuk menjaga potensi pertanian daerah secara berkelanjutan,” ujar Darma.

Mika berharap penghargaan yang diterimanya dapat menjadi motivasi untuk terus melakukan pengembangan inovasi, sekaligus memperluas kemitraan dengan pemerintah maupun pihak swasta. Ia ingin Kopi Robusta Pupuan semakin dikenal sebagai produk unggulan yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mampu menggerakkan pertanian, lingkungan dan pariwisata berbasis masyarakat. (tim)

DPRD Tabanan dan Eksekutif Sepakati Arah Anggaran 2027 dan Perubahan APBD 2026

DPRD Tabanan dan Eksekutif Sepakati Arah Anggaran 2027 dan Perubahan APBD 2026

TABANAN, PANTAUBALI.COM – DPRD Kabupaten Tabanan bersama Pemerintah Kabupaten Tabanan menegaskan komitmen memperkuat sinergi dalam penyusunan kebijakan anggaran daerah. Hal itu mengemuka dalam Rapat Paripurna ke-7 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026 yang membahas penandatanganan Nota Kesepakatan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027, dilanjutkan Rapat Paripurna ke-8 terkait Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026, di Ruang Rapat DPRD Tabanan, Jumat (14/8/2026).

Rapat paripurna dipimpin jajaran Pimpinan DPRD Tabanan dan dihadiri seluruh anggota dewan. Hadir pula Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati I Made Dirga, Forkopimda, Sekda, jajaran kepala perangkat daerah, para camat, pimpinan RSUD Tabanan dan RSUD Singasana, serta undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya menegaskan DPRD memiliki peran strategis bersama eksekutif dalam memastikan kebijakan anggaran daerah benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, KUA-PPAS menjadi instrumen penting yang menjembatani visi pembangunan daerah dengan pelaksanaan APBD.

“Kemitraan yang kuat ini bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi krusial untuk melahirkan kebijakan anggaran yang tajam, adaptif, responsif, dan akuntabel untuk mewujudkan Tabanan Era Baru, Aman, Unggul, Madani (AUM),” tegas Sanjaya.

Memasuki tahun anggaran 2027, Tabanan menghadapi tantangan fiskal, termasuk penyesuaian kebijakan dana transfer dari pemerintah pusat. Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah bersama DPRD harus semakin selektif dalam menentukan prioritas belanja.

Sanjaya mengatakan anggaran akan diarahkan pada belanja yang efektif, efisien dan tepat sasaran. Di sisi lain, pemerintah juga akan memperkuat inovasi dalam pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta menciptakan iklim investasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kita memfokuskan alokasi anggaran pada belanja yang efektif, efisien, dan tepat sasaran, sekaligus memperkuat inovasi pengelolaan PAD serta iklim investasi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, melalui Rapat Paripurna ke-8, DPRD Tabanan dan Pemkab Tabanan juga menyepakati Perubahan KUA dan Perubahan PPAS Tahun Anggaran 2026. Kesepakatan tersebut menjadi pijakan awal dalam penyusunan Rancangan APBD Perubahan 2026 agar dapat menyesuaikan program pembangunan dengan kondisi fiskal dan dinamika perekonomian terkini.

Bupati Sanjaya menekankan keterbatasan fiskal tidak boleh mengurangi komitmen pemerintah dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kondisi pendapatan yang dinamis dan masih adanya ketergantungan terhadap dana transfer menuntut perencanaan anggaran yang lebih cermat dan realistis.

“Keterbatasan anggaran tidak menyurutkan komitmen kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Tabanan,” tegasnya.

Di sisi lain, Sanjaya memberikan apresiasi kepada Pimpinan dan seluruh anggota DPRD Tabanan atas proses pembahasan yang dinilainya berlangsung kritis, konstruktif dan kolaboratif.

Ia menegaskan tantangan fiskal harus dijawab melalui efisiensi, keterbukaan dan kerja sama antara eksekutif, legislatif serta masyarakat. Kesepakatan KUA-PPAS 2027 dan Perubahan KUA-PPAS 2026 diharapkan semakin memperkuat arah pembangunan Tabanan, termasuk dalam pemberdayaan masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan dan peningkatan kualitas pelayanan publik menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani. (kjs)

Bupati Sanjaya Pimpin Upacara Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Tekankan Ketulusan dan Semangat Bersama Wujudkan Bali Era Baru

Bupati Sanjaya Pimpin Upacara Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Tekankan Ketulusan dan Semangat Bersama Wujudkan Bali Era Baru

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Memperingati Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M. bertindak sebagai Inspektur Upacara yang berlangsung di Halaman Depan Kantor Bupati Tabanan, Jumat (14/8/2026). Mengusung tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” yang bermakna Tulus Ikhlas untuk Kejayaan Bali, upacara tersebut juga dirangkaikan dengan Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Tabanan Tahun 2026.

 

Upacara diikuti Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Nyoman Arnawa beserta Wakil Ketua I DPRD Tabanan, Danridam IX/Udayana atau yang mewakili, jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda Kabupaten Tabanan beserta Ketua DWP Tabanan, para Asisten Setda Tabanan, para Kepala Perangkat Daerah dan Kepala Bagian di lingkungan Setda Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan, serta Direktur instansi vertikal terkait di Tabanan.

 

Dalam amanat Gubernur Bali Wayan Koster yang dibacakan Bupati Sanjaya, disampaikan bahwa peringatan Hari Jadi Provinsi Bali tidak sekadar menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah berdirinya Provinsi Bali, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi atas berbagai capaian pembangunan sekaligus memperkuat tekad dan komitmen dalam membangun Bali ke depan.

 

Berpegang teguh pada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui pola pembangunan semesta berencana dalam Bali Era Baru, berbagai capaian pembangunan Bali pada periode pertama tahun 2018-2023 telah dituangkan dalam 44 tonggak peradaban penanda Bali Era Baru. Keseluruhan pembangunan tersebut pada intinya diarahkan untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia, serta kebudayaan Bali.

 

Bupati Sanjaya menyampaikan, tema “Suci Lascarya, Nusa Wijaya” mengandung pesan luhur agar setiap karya, pengabdian, dan pelayanan dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, serta mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Semangat tersebut juga diperkuat dengan nilai gotong royong dan rasa tanggung jawab dalam mewujudkan Bali Era Baru yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan secara sekala maupun niskala. “Tulus ikhlas untuk kejayaan Bali,” menjadi semangat yang ditekankan dalam peringatan tersebut.

 

Lebih lanjut, dalam amanat tersebut juga disampaikan mengenai Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025-2125. Pembangunan Bali 100 tahun ke depan diselenggarakan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang diarahkan untuk menjaga kekuatan alam, manusia, dan kebudayaan Bali berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sad Kerthi sebagai upaya penyucian dan pemuliaan enam sumber kesejahteraan serta kebahagiaan kehidupan manusia.

 

Pembangunan Bali juga dilaksanakan melalui pola pembangunan semesta berencana, yakni pembangunan yang terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah dengan semangat satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan Bali sekaligus memperkuat arah Bali Era Baru.

 

Pada kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya melalui amanat Gubernur Bali juga mengajak seluruh masyarakat Bali, khususnya generasi muda, untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam menghadapi masa depan. “Tetap kompak, guyub, bersatu, solid bergerak mewujudkan harapan dan optimisme masa depan Bali Era Baru,” pesannya.

 

Usai pelaksanaan upacara Hari Jadi ke-68 Provinsi Bali, kegiatan dilanjutkan dengan Pengukuhan Paskibraka Kabupaten Tabanan Tahun 2026. Para anggota Paskibraka sejumlah 55 anggota, yang dikukuhkan akan mengemban tugas pada Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026 mendatang. (kjs)