5 Penumpang Masih Dicari, Tim SAR Perluas Penyisiran Kapal Terbakar di Perairan Lombok

Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran di perairan Selat Lombok untuk mencari lima penumpang kapal yang masih belum ditemukan.
Tim SAR Gabungan memperluas penyisiran di perairan Selat Lombok untuk mencari lima penumpang kapal yang masih belum ditemukan.

MATARAM, PANTAUBALI.COM – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban kapal penumpang yang terbakar di perairan Selat Lombok masih berlanjut hingga Kamis (13/8/2026). Tim SAR Gabungan memperluas wilayah pencarian untuk menemukan lima penumpang yang hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Kantor SAR Mataram bersama Kantor SAR Denpasar mengerahkan sejumlah armada dalam operasi tersebut, di antaranya KN SAR Arjuna dan RIB 02 Mataram. Penyisiran dilakukan dari lokasi kejadian menuju wilayah barat daya.

Selain menyisir permukaan laut, petugas juga melakukan pemapelan dengan menyebarkan informasi kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar Selat Lombok. Kapal-kapal tersebut diminta turut membantu memantau kondisi di sekitar jalur pelayaran dan segera melaporkan apabila menemukan korban.

Hingga Kamis (13/8/2026), sebanyak 212 orang telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 211 orang dinyatakan selamat, sementara satu orang meninggal dunia. Adapun lima penumpang lainnya masih dalam proses pencarian.

Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur, di antaranya Basarnas melalui Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar, Lanal Mataram, Polda NTB, KSOP Lembar, KKP Lembar, KP3 Lembar, RS Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Lombok Barat, Jasa Raharja, SGi Air Bali, serta unsur SAR gabungan lainnya.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan pencarian dilakukan secara paralel dengan mengoptimalkan penyisiran menggunakan armada di permukaan laut dan memperkuat koordinasi dengan kapal-kapal yang melintas.

“Selain penyisiran langsung, kami juga menginstruksikan pemapelan kepada kapal-kapal yang melintas di Selat Lombok agar dapat memberikan bantuan awal atau segera menginformasikan kepada posko apabila menemukan korban,” tegas Muhamad Hariyadi.

Menurutnya, pemapelan menjadi bagian penting dalam memperluas cakupan pencarian, mengingat kapal-kapal yang berlayar di sekitar Selat Lombok dapat membantu memantau wilayah yang berada di luar jangkauan penyisiran utama tim SAR.

Tim SAR Gabungan memastikan pencarian terhadap lima korban yang masih belum ditemukan akan terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia.

Koordinasi dengan unsur pelayaran di sekitar Selat Lombok juga terus diperkuat guna memperluas area pencarian sekaligus meningkatkan peluang ditemukannya para korban.RAN