- Advertisement -
Beranda blog Halaman 5

ILDI Badung Gaungkan Semangat Kartini Lewat Gathering dan Aksi Sosial

ILDI Badung Gaungkan Semangat Kartini Lewat Gathering dan Aksi Sosial

MANGUPURA, PANTAUBALI.COM – Semangat emansipasi perempuan dalam peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026 diwujudkan dalam balutan seni dan olahraga melalui kegiatan Gathering Jamming Performance Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) DPW Kabupaten Badung, yang digelar di Gedung Balai Budaya Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Minggu (19/4/2026).

Ketua DPW ILDI Kabupaten Badung, Ni Made Mutriah Astuti, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta memperkuat semangat kebersamaan melalui moto organisasi. “Samakan langkah, Bersama ILDI, ILDI semakin jaya!” serunya, yang disambut antusias peserta.

Ia menegaskan, kegiatan ini tidak sekadar perayaan seremonial Hari Kartini, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi perempuan melalui aktivitas positif yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Menurutnya, langkah dansa memiliki berbagai manfaat, mulai dari meningkatkan kesehatan, mengurangi stres, hingga memperkuat daya ingat dan kepercayaan diri.

“Selain itu, ini menjadi sarana interaksi sosial yang menyenangkan sekaligus membangun komunitas yang solid,” ujarnya.

Mutriah juga menyebut kegiatan ini sebagai tonggak awal perjalanan ILDI Kabupaten Badung sejak terbentuk pada 6 Agustus 2025 dengan 20 personel pengurus. Ia berharap, ke depan ILDI semakin dikenal luas dan mampu berkembang hingga menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Badung.

Sementara itu, Penasehat ILDI Kabupaten Badung, Ni Putu Rasniati Adi Arnawa, menekankan makna Hari Kartini sebagai momentum penghormatan terhadap perempuan-perempuan tangguh. Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu memadukan unsur seni, olahraga, dan solidaritas sosial.

“Ini bukan sekadar acara, tetapi perayaan nilai-nilai Kartini. Kita melihat perempuan-perempuan hebat berkumpul, berkreasi, dan saling menguatkan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kehadiran sejumlah tokoh perempuan, termasuk sejumlah mantan Ketua Dharma Wanita Persatuan dari Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan, yang menambah kekuatan simbolik acara tersebut.

Tak hanya menampilkan kemeriahan melalui 21 grup penampil dari berbagai kabupaten, kegiatan ini juga diwarnai aksi sosial berupa penyerahan bantuan kepada enam ibu tunggal di Kecamatan Kuta Utara. Mereka disebut sebagai “Kartini masa kini” yang tetap berjuang dan berkontribusi bagi keluarga dan masyarakat.

Di sisi lain, Ketua DPW ILDI Provinsi Bali, Putu Wirati, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta dukungan berbagai pihak, termasuk penasehat ILDI Kabupaten Badung.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelorakan di seluruh kabupaten/kota di Bali sebagai upaya memasyarakatkan olahraga langkah dansa.

“Melalui gathering ini, kita ingin membangun semangat kebersamaan, kesehatan, dan kecintaan terhadap langkah dansa Indonesia,” ujarnya.

Dengan penuh semangat dan kebersamaan, kegiatan gathering tersebut secara resmi dibuka, ditandai dengan ajakan untuk terus bergerak, bergembira, dan menjaga kebugaran, sejalan dengan semangat Kartini yang terus hidup dalam langkah perempuan masa kini. (*)

Ledakan Hancurkan Trotoar di Darmasaba, Retakan Memanjang Hingga 25 Meter

Polisi melakukan olah TKP di trotoar depan SPBU Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung.
Polisi melakukan olah TKP di trotoar depan SPBU Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Sebuah peristiwa ledakan terjadi di trotoar depan SPBU Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (17/4) pagi sekitar pukul 08.50 Wita. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah pada struktur trotoar dengan retakan yang memanjang hingga sekitar 25 meter.

Kapolsek Abiansemal, Kompol Nyoman Karang Adiputra, mengatakan titik ledakan berada tepat di atas saluran got yang melintasi area trotoar di depan SPBU tersebut.

“Ledakan terjadi di atas saluran got dan mengakibatkan kerusakan berupa retakan memanjang kurang lebih 25 meter,” jelasnya.

Dari keterangan awal di lokasi kejadian, warga sempat melihat munculnya semburan api sesaat setelah ledakan terjadi. Api juga dilaporkan terlihat di sekitar area fasilitas pengolahan limbah yang berada tidak jauh dari titik kejadian.

Di sekitar lokasi, terdapat sejumlah fasilitas yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, di antaranya area SPBU yang sempat mengeluarkan semburan api kecil serta deretan kios di seberang lokasi yang memiliki instalasi septic tank di sekitar area terdampak.

Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan masih belum dapat dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian bersama instansi terkait.

Kompol Karang Adiputra menambahkan, pihak pengelola SPBU juga akan melibatkan teknisi untuk memeriksa kemungkinan adanya kebocoran pada instalasi bahan bakar di lokasi.

Sementara itu, hasil pengecekan awal dari PLN menyatakan tidak ditemukan adanya jaringan kabel listrik di titik kejadian, sehingga mempersempit dugaan sumber ledakan.

“Penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti peristiwa ini,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti tambahan. RAN

Sampah Organik Diizinkan Masuk TPA Suwung Dua Kali Seminggu Hingga 31 Juli 2026

Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima perwakilan Forkom Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB) di Kantor Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar, Kamis (16/4/2026).
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima perwakilan Forkom Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB) di Kantor Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar, Kamis (16/4/2026).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menerima 10 perwakilan Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB) di Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar, Kamis (16/4) pagi.

Pertemuan ini berlangsung setelah aksi damai Forkom SSB yang membawa ratusan truk sampah terkait kebijakan pembatasan pembuangan di TPA Suwung sejak 1 April 2026.

Dalam kebijakan tersebut, TPA Suwung sebelumnya hanya menerima sampah anorganik dan residu. Kondisi ini menjadi salah satu alasan utama Forkom SSB menyampaikan aspirasi dan tiga tuntutan kepada pemerintah daerah.

Ketua Forkom SSB, I Wayan Suarta, dalam pertemuan itu menyampaikan permintaan agar operasional TPA Suwung kembali dibuka tanpa pembatasan sembari menunggu pengoperasian fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Ia juga meminta perhatian pemerintah pusat untuk turun tangan menyelesaikan persoalan persampahan di Bali. Selain itu, Forkom SSB menegaskan akan melakukan aksi mogok pengangkutan sampah apabila tidak ada solusi yang diberikan.

Sementara itu, Sekretaris Forkom SSB, I Wayan Tedi Brahmanca, menegaskan bahwa aksi yang dilakukan sejak 23 Desember 2025 merupakan bentuk kepedulian terhadap Bali. Ia menilai peran swakelola sangat membantu pemerintah dalam pengangkutan sampah, namun di sisi lain para pengangkut masih menghadapi kendala pembuangan meski telah melakukan pemilahan di lapangan.

“Kami mendukung pemilahan sampah, tetapi setelah dipilah tetap tidak bisa dibuang ke TPA maupun TPS3R. Semua ditolak karena alasan overload. Lalu kami harus buang ke mana, padahal sampah di atas truk sudah dipilah,” ujarnya.

Forkom SSB kemudian mengusulkan agar sampah organik, baik basah maupun kering, dapat kembali dibuang ke TPA Suwung dengan frekuensi hingga tiga kali seminggu untuk menyesuaikan kebutuhan operasional di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa pengelolaan sampah harus tetap memperhatikan kualitas lingkungan Bali sebagai daerah wisata dunia. Ia menegaskan pentingnya menjaga ekosistem agar tetap bersih dan berkelanjutan.

Koster juga mengungkapkan bahwa ia telah berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Dari hasil komunikasi tersebut, pemerintah pusat memberikan kelonggaran pembuangan sampah organik ke TPA Suwung sebanyak dua kali dalam seminggu hingga 31 Juli 2026.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Pak Menteri, dan diizinkan dua kali seminggu untuk sampah organik ke TPA Suwung. Nanti teknisnya diatur oleh Dinas LHK di lapangan. Ini menurut saya solusi terbaik saat ini,” kata Koster.

Selain itu, disepakati pula perpanjangan jam operasional truk swakelola sampah ke TPA Suwung dari pukul 08.00 WITA hingga 20.00 WITA untuk mengurangi antrean dan meningkatkan kelancaran di lapangan, dengan tetap memperhatikan kondisi teknis.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Danrem 163/Wirasatya, Wali Kota Denpasar, Bupati Badung, Kepala Dinas LHK Provinsi Bali, serta Kasatpol PP Provinsi Bali. RAN

Pemuda Tewas Terjatuh ke Bendungan Saat Hendak Buang Air Kecil

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pemuda yang ditemukan di aliran bendungan Mengwi.
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pemuda yang ditemukan di aliran bendungan Mengwi.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Seorang pemuda bernama Sugeng, asal Malang, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terpeleset dan terjatuh ke bendungan di wilayah Banjar, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Jumat (17/4/2026) dini hari. Korban diduga dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol saat insiden terjadi.

Peristiwa nahas tersebut pertama kali dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar pada pukul 04.00 Wita oleh pihak Polsek Mengwi melalui Gede Artawan. Berdasarkan keterangan awal dari saksi di lokasi, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 02.00 Wita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, delapan personel Basarnas Denpasar langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan. Setibanya di lokasi, tim segera menyiapkan peralatan selam dan melakukan upaya penyisiran di area bendungan.

Pada pukul 06.00 Wita, proses pencarian mulai dilakukan dengan menerjunkan satu penyelam untuk menyisir area sekitar pintu air dengan kedalaman air berkisar 3–4 meter. Namun, upaya awal tersebut belum membuahkan hasil.

Pencarian kemudian dilanjutkan dengan metode penyisiran di aliran hilir hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Diperkirakan lokasi penemuan berjarak sekitar 10 hingga 15 meter dari titik awal korban terjatuh,” ujar Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Gede Suastra.

Saat ditemukan, korban berada di kedalaman sekitar setinggi paha orang dewasa dan masih mengenakan pakaian lengkap.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Mangusada Badung menggunakan ambulans PMI Kabupaten Badung untuk penanganan lebih lanjut.

Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan, yakni 8 personel Basarnas Denpasar, 3 personel Polres Badung, 6 personel Polsek Mengwi, 2 personel Polair Polres Badung, 3 personel PMI Badung, serta bantuan masyarakat setempat. RAN

Kondisi Kian Kritis, Jembatan Peken Belayu-Kukuh Terancam Ambruk Akibat Longsor

Jalur penghubung penting antara Desa Peken Belayu dan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, terancam terputus akibat longsor yang menggerus tebing di sisi jembatan.

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Jalur penghubung penting antara Desa Peken Belayu dan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, terancam terputus akibat longsor yang menggerus tebing di sisi jembatan. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena jembatan tersebut merupakan akses strategis penghubung wilayah Tabanan dengan Kabupaten Badung.

Longsor terjadi pada Rabu (15/4/2026) siang setelah warga melaporkan adanya pergerakan tanah di sekitar jembatan. Situasi kian memburuk setiap kali kendaraan bertonase besar melintas di atasnya.

Camat Marga, I Gede Nengah Sudiarta, menjelaskan bahwa struktur jembatan tergolong rawan karena dibangun di atas terowongan tanpa fondasi kuat maupun pengaman di sisi jalan.

“Setiap kendaraan besar lewat, tebing di sisi jembatan terus longsor. Jika tidak segera ditangani, jembatan sangat berpotensi putus,” ujarnya.

Jembatan sepanjang sekitar 200 meter dengan ketinggian kurang lebih 15 meter ini membentang di atas aliran Sungai Yeh Gangga. Kondisi tersebut memperbesar risiko apabila kerusakan terus berlanjut.

Sebagai langkah awal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan telah melakukan pemotongan pohon di sekitar lokasi, khususnya di sisi timur jembatan, guna mengurangi tekanan pada tanah yang sudah labil.

Di sisi lain, keberadaan Pura Anyar dan Pura Agung di bawah jembatan turut menjadi perhatian karena berpotensi terdampak jika longsor semakin meluas.

Pemerintah Kecamatan Marga telah melaporkan kondisi ini kepada Pemerintah Provinsi Bali, mengingat status jalan berada di bawah kewenangan provinsi. Hingga kini, keputusan terkait penanganan lanjutan maupun kemungkinan penutupan sementara akses masih menunggu arahan dari provinsi.

Anggota DPRD Tabanan, I Putu Eka Nurcahyadi, memastikan pihaknya telah menyampaikan laporan kepada Gubernur Bali dan Bupati Tabanan. Tim Bina Marga Provinsi Bali juga telah melakukan peninjauan lapangan.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami dorong agar penanganan segera dilakukan, baik sementara maupun permanen,” tegasnya. (tim)

Bupati Badung Nodya Karya Maligia Punggel di Griya Agung Banjar Aseman

Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadiri Karya Maligia Punggel yang dirangkaikan dengan nyekah massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal. Rabu (15/4).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam meringankan beban masyarakat kembali ditunjukkan melalui dukungan nyata terhadap pelaksanaan Karya Maligia Punggel yang dirangkaikan dengan nyekah massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal. Rabu (15/4/2026).

 

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendukung kegiatan adat dan keagamaan masyarakat guna memastikan pelaksanaannya berjalan lancar. Bupati juga menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kelancaran pelaksanaan karya. Ia berharap seluruh rangkaian yadnya dapat berjalan dengan lancar hingga mencapai sida purna. “Pemerintah akan terus hadir untuk membantu masyarakat, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam pelestarian adat dan budaya. Kegiatan seperti ini sangat penting karena mampu meringankan beban sekaligus memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar bantuan yang diberikan dimanfaatkan secara tepat sasaran serta diawasi bersama. “Pelaksanaan nyekah massal ini tidak hanya memberikan keringanan biaya bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai solidaritas dan gotong royong, sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya Bali, tiyang selaku murdaning jagat Badung akan terus mendukung kegiatan  secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan yang berpihak pada masyarakat dan berakar pada budaya lokal,” pungkasnya sembari mengajak dan menghimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

 

Kegiatan yang dipusatkan di Bale Peyadnyan Tegal Suci ini berlangsung secara bertahap sejak 3 Maret 2026, diawali dengan matur piuning, hingga mencapai puncak karya pada 16 April 2026, dan ditutup pada 17 April 2026 dengan rangkaian pralina puja, nganyut, sangkud, serta nilapati. Seluruh rangkaian upacara dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan sekitar 63 pengiring serta dukungan swadaya krama.

 

Sementara itu, Perbekel Abiansemal sekaligus panitia, Ida Bagus Bisma Wiratma, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah serta kekompakan krama Banjar Aseman. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan biaya upacara mencapai ratusan juta rupiah, sehingga pelaksanaan secara massal menjadi solusi yang efektif. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bapak Bupati dan seluruh pihak. Bantuan ini sangat membantu krama sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar sesuai rencana,” ungkapnya.

 

Hadir pada acara tersebut Anggota DPRD Badung Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, Kadisdukcapil I Nyoman Rudiarta, Sekcam Abiansemal beserta Tripika Abiansemal. (rls/hmsbd)

Pura Dalem Buahan Jadi Sasaran, Pintu Gedong Dicongkel Pelaku Misterius

Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi peristiwa.

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Aksi percobaan pencurian kembali menyasar tempat suci di Kabupaten Tabanan. Kali ini terjadi di Pura Dalem Desa Adat Buahan, Banjar Buahan Kelod, Kecamatan Tabanan, Rabu (15/4/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 01.00 Wita. Kapolsek Tabanan, Kompol I Gusti Putu Dharmanatha, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian percobaan pencurian di areal pura tersebut.

Menurutnya, pelaku diduga berupaya membobol Gedong Simpen Tapakan dengan cara mencongkel pintu. “Percobaan pencurian dilakukan dengan merusak pintu gedong yang ada di Pura Dalem Buahan,” jelasnya.

Kasus ini terungkap setelah seorang warga, Kadek Arta, melihat sosok mencurigakan keluar dari area pura dan melarikan diri ke arah selatan menuju Kota Tabanan. Pelaku disebut kabur menggunakan sepeda motor jenis Vario berwarna hitam dengan knalpot brong.

Menyadari hal tersebut, saksi segera memanggil warga lain serta pengurus adat setempat untuk melakukan pengecekan di lokasi. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan pintu Gedong Simpen Tapakan dalam kondisi rusak akibat dicongkel.

Meski demikian, seluruh pratima dan barang-barang sakral yang tersimpan di dalam gedong dilaporkan masih utuh dan tidak ada yang hilang.

“Kerugian yang dialami berupa kerusakan pada pintu gedong serta biaya upacara yang akan dilaksanakan pascakejadian,” ujar Kompol Dharmanatha.

Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku percobaan pencurian tersebut. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap keamanan tempat-tempat suci di wilayah setempat. (tim)

WNA Prancis Diduga Aniaya Pengunjung Gym di Denpasar Hingga Sebabkan Korban Luka

Pelaku WNA Prancis berinisial RK saat diamankan di Polsek Denpasar Barat usai diduga melakukan penganiayaan terhadap pengunjung gym
Pelaku WNA Prancis berinisial RK saat diamankan di Polsek Denpasar Barat usai diduga melakukan penganiayaan terhadap pengunjung gym.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Seorang pengunjung gym menjadi korban penganiayaan yang diduga dilakukan oleh warga negara asing (WNA) asal Prancis di sebuah pusat kebugaran kawasan Jalan Pura Demak 1, Denpasar Barat, Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 08.00 WITA.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menerangkan bahwa pelaku berinisial RK (25) asal Prancis, sementara korban adalah pria berinisial I GUSTI AIG (34), warga Denpasar Utara.

Awalnya, korban datang ke gym sekitar pukul 07.30 WITA dan melakukan aktivitas lari di treadmill di lantai dua. Beberapa saat kemudian, pelaku yang berada di lokasi tiba-tiba mendekati korban dan melakukan kontak fisik yang berujung pemukulan.

“Beberapa menit kemudian, pelaku yang berada di lokasi tiba-tiba mendekati korban dan memegang pundaknya, lalu diduga melakukan pemukulan,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Akibat serangan tersebut, korban sempat mencoba menangkis. Usai kejadian, pelaku langsung meninggalkan lokasi. Korban kemudian sempat mengejar pelaku hingga kawasan Jalan Batanta, Denpasar, namun tidak berhasil mengejarnya karena kelelahan.

“namun, karena kehabisan tenaga, korban kembali ke Gym dengan dibonceng oleh temannya,” tambahnya.

Korban kemudian mendapat pertolongan dan dibawa ke RS Bali Med Denpasar sebelum dirujuk ke RS Prof. Ngurah (RS Sanglah) untuk penanganan lebih lanjut. Ia mengalami luka lecet di bagian kepala kiri sepanjang sekitar 1,5 cm serta nyeri di sekujur tubuh.

Pihak kepolisian menyebut, korban dan pelaku tidak saling mengenal. Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Denpasar Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. RAN

Kebakaran Hanguskan Tiga Bedeng Rongsokan di Dekat TPA Suwung

Api melalap tiga bedeng penampungan rongsokan di kawasan TPA Suwung, Denpasar Selatan, Selasa (14/4/2026).
Api melalap tiga bedeng penampungan rongsokan di kawasan TPA Suwung, Denpasar Selatan, Selasa (14/4/2026).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kebakaran hebat melanda tiga bangunan bedeng yang dijadikan tempat penampungan barang rongsokan di Jalan TPA Suwung, Banjar Pesanggaran, Kelurahan Pedungan, Kecamatan Denpasar Selatan, Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 13.30 WITA.

Tiga bedeng yang terbakar diketahui milik Suminto (56), Andi Sumarno (55), dan Warnoto (44). Api dengan cepat membesar lantaran banyaknya material mudah terbakar di lokasi, sehingga kobaran dengan cepat merembet ke bangunan lainnya.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar akibat hangusnya bangunan beserta isi di dalamnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi Nanang Susilo (50), kebakaran pertama kali diketahui saat terdengar suara menyerupai petasan dari arah bedeng rongsokan.

“Saksi mendengar suara seperti petasan, kemudian keluar dan melihat api sudah membesar membakar bedeng rongsokan,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Warga sekitar sempat berupaya memadamkan api secara manual. Namun, besarnya kobaran membuat api sulit dikendalikan hingga terus meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

Tak lama berselang, delapan unit mobil pemadam kebakaran Kota Denpasar tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman. Setelah berjibaku selama kurang lebih dua jam, api akhirnya berhasil dikendalikan sekitar pukul 15.30 WITA.

“Dugaan sementara kebakaran dipicu cuaca panas serta adanya tumpukan sampah yang mengandung benda seperti korek gas sehingga menimbulkan percikan api,” jelasnya.

Akibat kejadian tersebut, tiga unit bedeng beserta berbagai barang rongsokan seperti botol kaca, plastik, ember bekas, kertas, hingga limbah hotel ludes terbakar. RAN

Kolaborasi Bali Bangun PSEL Denpasar Raya, Solusi Jangka Panjang Atasi Sampah

Bupati I Wayan Adi Arnawa menandatangani perjanjian kerjasama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (13/4).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa dan Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menandatangani perjanjian kerjasama pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Denpasar Raya. Penandatanganan tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Bali, Renon, Denpasar, Senin (13/4/2026).

 

Usai acara, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa kesepakatan ini menjadi langkah konkret dalam menjawab persoalan lingkungan, khususnya penanganan sampah yang hingga kini masih menjadi polemik di masyarakat. Ia menjelaskan, melalui PSEL, sampah tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai sumber energi yang dapat diolah menjadi listrik.

 

“Sebagai daerah destinasi pariwisata internasional, persoalan sampah menjadi perhatian serius kami. Bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kota Denpasar, kami membangun kolaborasi antarwilayah untuk menyiapkan sarana dan prasarana pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan. PSEL ini kami dorong sebagai solusi jangka panjang bagi permasalahan sampah di Bali,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa kerja sama ini menunjukkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menangani isu lingkungan secara terintegrasi, bukan sekadar langkah sementara.Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan fisik proyek ini ditargetkan segera dimulai.

 

“Groundbreaking direncanakan berlangsung pada pertengahan tahun 2026. Ini menjadi bukti bahwa pemerintah tidak tinggal diam, dan berupaya menghadirkan solusi berkelanjutan yang berdampak nyata bagi masyarakat dan lingkungan di Bali,  mudah-mudahan PSEL Denpasar Raya ini tidak hanya mampu mengurangi volume sampah secara signifikan, tetapi juga mendukung ketahanan energi daerah” jelasnya. (rls/hmsbd