- Advertisement -
Beranda blog Halaman 5

Gong Kebyar Wanita Badung Tampil Gemilang, Usung Pesan Jiwa dan Keharmonisan di PKB 2026

Gong Kebyar Wanita Badung Tampil Gemilang, Usung Pesan Jiwa dan Keharmonisan di PKB 2026

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Duta Kabupaten Badung kembali menunjukkan kekuatan seni tradisinya dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Melalui Utsawa (Parade) Gong Kebyar Wanita, Sanggar Seni Guntur Madu, Banjar Pundung, Desa Pangsan, Kecamatan Petang, berhasil memukau penonton di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Centre Denpasar, Minggu (28/6/2026) malam.

Sebanyak 75 seniman tampil membawakan tiga garapan utama, yakni Tabuh Kreasi “Panga Sani”, Tari Kreasi “Wana Pering”, serta Sandya Gita “Jiwa Anubhawa”. Ketiga karya tersebut tidak hanya mengedepankan keindahan musikal dan visual, tetapi juga membawa pesan filosofis yang selaras dengan tema besar PKB 2026, Atma Kerthi.

Pembina sekaligus Komposer Tabuh Kreasi, I Putu Sofiarta, S.S.N., mengatakan persiapan pementasan dilakukan selama hampir lima bulan. Meskipun sebagian besar personel masih menjalani aktivitas sebagai mahasiswa dan pekerja, seluruh anggota mampu menjaga komitmen latihan hingga menghasilkan penampilan terbaik.

“Target kami adalah memberikan penampilan maksimal sebagai Duta Kabupaten Badung. Semoga karya yang kami bawakan dapat diterima dan menjadi kebanggaan masyarakat Badung maupun Bali,” ujarnya.

Garapan pembuka “Panga Sani” mengangkat kisah tentang perjalanan batin seorang perempuan yang terjebak dalam godaan duniawi hingga kehilangan arah dalam kehidupannya. Melalui dinamika tabuh Gong Kebyar, karya tersebut mengajak penonton untuk melakukan refleksi diri, mengendalikan ego, serta menemukan kembali ketenangan batin.

Selanjutnya, Tari Kreasi “Wana Pering” menghadirkan filosofi hutan bambu sebagai simbol keteguhan, kelenturan, ketulusan, dan keseimbangan kehidupan masyarakat Bali. Karya ini menggambarkan perjalanan manusia dalam menyucikan diri serta menjaga hubungan harmonis antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Sementara itu, Sandya Gita “Jiwa Anubhawa” menjadi penutup pementasan dengan mengangkat perjalanan atma berdasarkan nilai yang terkandung dalam Lontar Atma Prasangsa. Perpaduan unsur tari, tabuh, vokal, dramatika, dan tata visual membawa penonton menyelami perjalanan spiritual manusia dalam memahami jati diri menuju kesadaran sejati.

Penampilan Duta Kabupaten Badung tersebut turut disaksikan langsung Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Badung. Ia memberikan apresiasi atas kreativitas dan kekompakan para seniman yang tampil membawa nama daerah.

Menurutnya, penampilan tersebut tidak hanya menunjukkan kualitas artistik, tetapi juga memperlihatkan semangat kolaborasi antarseniman Bali. Hal itu terlihat ketika Duta Kabupaten Badung mampu membangun kebersamaan dengan Duta Kabupaten Gianyar dalam satu panggung tanpa menghilangkan karakter masing-masing.

“Ini menunjukkan bahwa seni dibangun melalui kebersamaan dan kerja sama. Mereka mampu membangun chemistry yang luar biasa tanpa kehilangan ciri khas masing-masing,” ujar Adi Arnawa.

Ia juga mengungkapkan, kolaborasi antara kedua duta kabupaten tersebut mendapat apresiasi dari Gubernur Bali I Wayan Koster karena mencerminkan semangat persatuan dalam menjaga seni budaya Bali.

Saat menilai penampilan kedua daerah, Adi Arnawa menyebut baik Badung maupun Gianyar sama-sama menampilkan kualitas terbaik. Namun, ia menilai garapan Badung memiliki kekuatan tersendiri dari sisi pesan dan narasi yang diangkat.

“Kalau ditanya mana yang lebih baik, tentu saya bangga dengan Badung. Keduanya tampil bagus, tetapi dari sisi substansi cerita, Badung memiliki kekuatan tersendiri,” katanya.

Melalui tiga karya yang memadukan kreativitas, teknik seni, serta nilai spiritual, Sanggar Seni Guntur Madu kembali mempertegas peran seni tradisi sebagai media penyampaian pesan kehidupan sekaligus memperkuat komitmen Kabupaten Badung dalam menjaga warisan budaya Bali.(rls/kjs/bdg)

Mayat Misterius Ditemukan Membusuk di Hutan Jatiluwih, Polisi Selidiki Identitasnya

Mayat Misterius yang Ditemukan Membusuk di Hutan Jatiluwih

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Aparat Kepolisian Resor (Polres) Tabanan masih menyelidiki identitas sesosok mayat tanpa identitas (Mr X) yang ditemukan dalam kondisi membusuk di kawasan Hutan Sangyang, Banjar Dinas Gunung Sari Umakayu, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Minggu (28/6/2026).

Jenazah pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.30 Wita oleh seorang warga yang hendak menghaturkan upakara di Pura Kak Resi. Saat itu, saksi mencium aroma menyengat dari dalam kawasan hutan. Rasa penasaran mendorongnya menelusuri sumber bau hingga menemukan sesosok tubuh manusia di dalam cekungan tanah dengan posisi bersimpuh dan sudah tidak bergerak.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Kepala Wilayah Banjar Dinas Gunung Sari Umakayu sebelum diteruskan kepada aparat kepolisian.

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Menurutnya, kondisi jenazah yang telah membusuk menyulitkan proses identifikasi di lokasi.

“Benar telah ditemukan sesosok mayat tanpa identitas di kawasan Hutan Sangyang, Desa Jatiluwih. Saat ditemukan kondisinya sudah dalam keadaan membusuk sehingga identitas korban maupun penyebab kematiannya belum dapat dipastikan. Kasus ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, Tim Identifikasi Polres Tabanan bersama personel Polsek Penebel telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Dari lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban, di antaranya sebuah telepon seluler iPhone dengan pelindung berwarna merah, tas tenteng, jaket, dua pasang kacamata, jas hujan, vape, obat-obatan, vitamin, air minum, headset, serta sejumlah barang pribadi lainnya.

Seluruh barang bukti tersebut kini diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan guna membantu mengungkap identitas korban maupun kronologi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

“Jenazah telah dievakuasi ke RSUP Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk menjalani autopsi. Hasil autopsi nantinya diharapkan dapat membantu mengungkap penyebab kematian sekaligus mendukung proses identifikasi korban,” kata Wiwik.

Hingga berita ini diturunkan, polisi belum dapat menyimpulkan penyebab kematian maupun ada tidaknya unsur tindak pidana. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan menunggu hasil pemeriksaan medis forensik.

Polres Tabanan juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi terkait identitas korban agar segera melapor ke kantor kepolisian terdekat sehingga proses identifikasi dapat segera dilakukan. (pmc)

Regenerasi Seniman Badung Bersinar Lewat Lakon “Angkus Prana” di PKB 2026

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Semangat regenerasi seni tradisi kembali ditunjukkan Duta Kabupaten Badung pada ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Sanggar Tari dan Tabuh Prabha Semara Jaya dari Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, sukses memukau penonton melalui garapan bertajuk “Angkus Prana” dalam Rekasadana (Pergelaran) Kesenian Tradisional di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar, Sabtu (27/6/2026).

Pementasan tersebut mengangkat kisah perjalanan Bima yang berjuang membebaskan roh kedua orang tuanya, Pandu dan Dewi Madri, dari kawah Candradimuka. Di tengah berbagai rintangan dan pertarungan melawan para cikrabala, Bima tetap teguh menjalankan dharma hingga akhirnya berhasil membawa pulang roh kedua orang tuanya berkat restu Dewa Siwa. Kisah tersebut menjadi simbol ketulusan pengabdian dan pelaksanaan nilai-nilai Atma Kerthi.

Ketua Sanggar sekaligus Koordinator Seni, I Gusti Ngurah Gede Karma Saputra, S.Pd., mengatakan penampilan di PKB tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga wadah pembinaan generasi muda agar tetap mencintai seni budaya Bali.

Menurutnya, seluruh penampil telah mempersiapkan diri secara maksimal sehingga optimistis mampu memberikan sajian terbaik bagi masyarakat dan pecinta seni yang hadir di panggung PKB.

“Astungkara kami berharap penampilan malam ini dapat memberikan yang terbaik sekaligus menjadi motivasi bagi seniman muda untuk terus berkarya dan melestarikan seni budaya Bali,” ujarnya.

Sebanyak 27 seniman dilibatkan dalam garapan tersebut, terdiri atas 11 penari dan 16 penabuh. Persiapan dilakukan sejak Februari melalui tahapan rapat konsep, nuasen, hingga latihan rutin yang berlangsung secara intensif.

Di tengah proses persiapan, sanggar sempat menghadapi tantangan karena jadwal latihan bertepatan dengan Hari Raya Galungan, Kuningan, serta berbagai kegiatan adat di desa. Namun, berkat komunikasi dan koordinasi yang baik, seluruh personel tetap mampu menjalankan latihan sesuai jadwal hingga tampil optimal di panggung PKB.

Karma Saputra berharap PKB terus menjadi ruang kreatif bagi para seniman muda untuk menampilkan karya-karya terbaik sekaligus memperkuat komitmen menjaga warisan seni budaya Bali agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. (rls)

Bima Jadi Simbol Pengabdian, Duta Badung Tampil Memukau di Panggung PKB 2026

Bima Jadi Simbol Pengabdian, Duta Badung Tampil Memukau di Panggung PKB 2026

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Duta Kabupaten Badung dari Sanggar Tari dan Tabuh Prabha Semara Jaya, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, berhasil memukau penonton dalam Rekasadana (Pergelaran) Kesenian Tradisional Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar, Sabtu (27/6/2026).

Mengusung garapan berjudul “Angkus Prana”, pementasan tersebut menghadirkan kisah kepahlawanan tokoh Bima yang berjuang membebaskan roh kedua orang tuanya, Pandu dan Dewi Madri, dari kawah Candradimuka. Perjalanan yang sarat ujian itu menggambarkan nilai pengabdian, keteguhan hati, serta pengorbanan dalam mewujudkan konsep Atma Kerthi.

Ketua Sanggar sekaligus Koordinator Seni, I Gusti Ngurah Gede Karma Saputra, S.Pd., mengatakan seluruh personel telah mempersiapkan diri secara maksimal sehingga mampu memberikan penampilan terbaik di ajang seni budaya terbesar di Bali tersebut.

Menurutnya, kisah Bima dipilih karena mengandung pesan moral yang kuat tentang tanggung jawab seorang anak dalam menjalankan tugas suci demi kelancaran yadnya yang dilaksanakan di Puri Astinapura. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus mencintai dan melestarikan seni budaya Bali.

“Kami berharap PKB tidak hanya menjadi ajang pementasan, tetapi juga mampu memotivasi lahirnya seniman-seniman muda yang terus berkarya dan menjaga warisan budaya Bali,” ujarnya.

Sebanyak 27 seniman terlibat dalam garapan ini, terdiri atas 11 penari dan 16 penabuh. Persiapan telah dimulai sejak Februari 2026 melalui tahapan rapat, prosesi nuasen, hingga latihan rutin yang berlangsung secara intensif.

Proses latihan sempat menghadapi tantangan karena bertepatan dengan Hari Raya Galungan dan Kuningan serta sejumlah kegiatan adat di desa. Namun, melalui komunikasi dan koordinasi yang baik, seluruh personel tetap dapat menjalankan latihan sesuai jadwal hingga akhirnya tampil optimal di panggung PKB 2026.

Penampilan “Angkus Prana” mendapat apresiasi dari penonton yang memenuhi Kalangan Ayodya. Garapan tersebut tidak hanya menyuguhkan teknik tari dan tabuh yang matang, tetapi juga mampu menghadirkan pesan filosofis mengenai bakti, perjuangan, dan kesucian pengabdian yang menjadi ruh dalam tradisi seni pertunjukan Bali. (rls/kjs/bdg)

Topeng Suluh Duta Badung Angkat Jejak Maestro Carangsari di Panggung PKB 2026

Topeng Suluh Duta Badung Angkat Jejak Maestro Carangsari di Panggung PKB 2026

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Duta Kabupaten Badung menghadirkan pertunjukan sarat nilai sejarah dan pelestarian budaya melalui pementasan Topeng Suluh pada Rekasadana (Pergelaran) Kesenian Khas Kabupaten dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Garapan Sanggar Seni Waduk, Banjar Umakepuh, Desa Buduk, Kecamatan Mengwi, tersebut dipentaskan di Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Provinsi Bali, Art Center Denpasar, Jumat (26/6/2026).

Mengusung garapan Topeng Melampahan, pertunjukan ini menjadi penghormatan terhadap maestro seni topeng asal Desa Carangsari, I Gusti Ngurah Windia, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam pelestarian seni topeng Bali. Melalui perpaduan tari, tabuh gamelan, dialog, dan karakter topeng, penonton diajak menelusuri perjalanan lahirnya Topeng Carangsari sekaligus memahami nilai pengabdian seorang seniman terhadap warisan budaya.

Pementasan turut menghadirkan tokoh legendaris Ni Luh Manik atau Tugek Carangsari, yang dikenal sebagai figur perempuan bijaksana penyampai ajaran tattwa dan satua melalui humor khas Bondres. Kehadiran karakter Topeng Keras, Topeng Tua, dan Bondres memperkuat alur cerita sekaligus menyampaikan pesan moral yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Koordinator pementasan, Ida Andita Empu Putra Maha Agung Parama Nirvana Biru Daksa, mengatakan garapan tersebut lahir sebagai bentuk penghormatan kepada para maestro yang telah meletakkan dasar perkembangan seni tradisi di Kabupaten Badung.

Menurutnya, generasi muda perlu mengenal sejarah lahirnya kesenian daerah sebagai pijakan untuk terus berkarya tanpa meninggalkan identitas budaya yang diwariskan para pendahulu.

“Kami ingin generasi muda tetap menjadikan para maestro sebagai teladan. Berkembang mengikuti zaman itu penting, namun akar budaya dan sejarah jangan sampai dilupakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan proses penggarapan berlangsung selama kurang lebih empat bulan, mulai dari penyusunan konsep dramatik, koreografi, hingga penyelarasan karakter setiap tokoh dalam pertunjukan. Keseluruhan proses dilakukan untuk menghadirkan sajian yang tidak hanya menarik secara artistik, tetapi juga kaya akan nilai edukatif.

Mengusung tema Atma Kerthi, Topeng Suluh merefleksikan pentingnya memuliakan jiwa melalui pengabdian, ketulusan, dan kecintaan terhadap seni budaya. Pementasan ini sekaligus menjadi ajakan kepada generasi muda agar terus melanjutkan estafet pelestarian seni tradisi Bali dengan rasa bangga dan penuh tanggung jawab.

Selain menampilkan Topeng Suluh, Duta Kabupaten Badung juga mempersembahkan Tabuh Kreasi Pepanggulan “Arutala” karya I Made Pande Yoga Pranata, S.Sn. Komposisi tabuh tersebut menggambarkan sosok yang menjadi sumber cahaya bagi lingkungan sekitarnya, penuh empati, serta tetap tegar menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Karya “Arutala” dipersembahkan sebagai bentuk penghormatan kepada para guru yang telah berperan membentuk karakter dan jati diri generasi muda. Melalui garapan tersebut, Duta Kabupaten Badung menyampaikan pesan bahwa manusia tidak hanya dituntut menjadi pribadi yang baik, tetapi juga mampu memberikan manfaat dan menjadi penerang bagi sesama. (rls/kjs/bdg)

Fraksi PDIP DPRD Tabanan Setujui Empat Ranperda Strategis, Soroti WTP hingga Mitigasi Bencana

Ketua Fraksi PDIP DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi
Ketua Fraksi PDIP DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nurcahyadi

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Fraksi PDI Perjuangan DPRD Tabanan menyatakan dukungan penuh terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) strategis yang diajukan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Sikap tersebut disampaikan dalam pemandangan umum fraksi pada Rapat Paripurna Ke-4 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026 yang digelar di Gedung DPRD Tabanan, Kamis (26/6/2026).

Ketua Fraksi PDIP DPRD Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, mengatakan keempat Ranperda tersebut dinilai penting sebagai landasan pembangunan daerah sehingga fraksinya sepakat untuk melanjutkannya ke tahap pembahasan berikutnya.

Empat Ranperda yang dimaksud meliputi Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Ranperda Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman Tahun 2026–2046, Ranperda tentang Penanggulangan Bencana Daerah, serta Ranperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam pandangannya terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025, Fraksi PDIP memberikan apresiasi kepada Bupati Tabanan atas penyampaian laporan keuangan yang tepat waktu sesuai ketentuan perundang-undangan. Fraksi juga menilai keberhasilan Pemerintah Kabupaten Tabanan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI selama 12 tahun berturut-turut merupakan capaian yang patut dipertahankan.

Meski demikian, Eka Putra mengingatkan agar raihan tersebut tidak menjadi alasan untuk berpuas diri. Menurutnya, evaluasi dan perbaikan tata kelola keuangan daerah harus terus dilakukan guna meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran di masa mendatang.

Pada Ranperda tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman 2026–2046, Fraksi PDIP menilai regulasi tersebut sangat dibutuhkan mengingat posisi Kabupaten Tabanan sebagai daerah penyangga kawasan Sarbagita sekaligus berada di jalur nasional. Perencanaan jangka panjang dinilai penting untuk mengendalikan pembangunan kawasan permukiman agar tetap selaras dengan tata ruang dan berkelanjutan.

Sementara itu, dukungan juga diberikan terhadap Ranperda Penanggulangan Bencana Daerah. Fraksi PDIP menilai keberadaan regulasi tersebut semakin mendesak mengingat Kabupaten Tabanan memiliki potensi ancaman bencana seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi hingga tsunami. Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) 2024, Tabanan berada pada kategori risiko bencana sedang sehingga diperlukan sistem penanggulangan bencana yang terencana, kolaboratif, dan akuntabel.

Fraksi PDIP juga menaruh perhatian terhadap Ranperda Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Menurut fraksi, kekayaan sumber daya alam serta keanekaragaman hayati yang dimiliki Tabanan merupakan aset penting yang harus dijaga melalui regulasi yang kuat agar tetap memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan berkelanjutan.

Mengakhiri penyampaian pemandangan umum, Fraksi PDIP menegaskan komitmennya untuk mengawal pembahasan seluruh Ranperda tersebut hingga menjadi produk hukum daerah. Regulasi-regulasi itu dinilai menjadi bagian dari upaya mewujudkan pembangunan yang selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM). (kjs/dt)

Semara Pagulingan Duta Badung Hadirkan Pesan Spiritual Lewat “Wang Amuha” di PKB 2026

Semara Pagulingan Duta Badung Hadirkan Pesan Spiritual Lewat "Wang Amuha" di PKB 2026

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kearifan lokal Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, berhasil dihadirkan dalam panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 melalui pementasan Semara Pagulingan oleh Komunitas Seni Nyenit-Nyenir. Mengangkat filosofi Wong Samar, garapan tersebut menyampaikan pesan tentang penghormatan terhadap seluruh ciptaan Tuhan, baik yang terlihat maupun yang tidak kasat mata.

Pementasan yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Art Center Denpasar, Kamis (25/6/2026), menjadi bagian dari Rekasadana (Pergelaran) Semara Pagulingan. Sebagai Duta Kabupaten Badung, Komunitas Seni Nyenit-Nyenir menyajikan empat karya, yakni Tabuh Klasik Sekar Taman, Tabuh Kreasi, Tari Legong Kreasi “Wang Amuha”, serta Tari Jauk Longor.

Puluhan seniman yang terlibat mampu menghadirkan perpaduan harmonisasi antara tabuh dan tari. Penampilan tersebut tidak hanya mengedepankan keindahan artistik, tetapi juga membawa nilai spiritual yang selaras dengan tema PKB tahun ini, Atma Kerthi: Jiwa Sidha Parisudha yang bermakna memuliakan jiwa paripurna.

Ketua Komunitas Seni Nyenit-Nyenir, I Made Yudiarta, mengatakan konsep Wong Samar dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan nilai kehidupan masyarakat Desa Sulangai. Melalui karya tersebut, pihaknya ingin menyampaikan bahwa setiap ciptaan Ida Sang Hyang Widhi Wasa memiliki nilai dan keberadaan yang harus dihormati.

“Konsep yang kami angkat merupakan bentuk pemuliaan terhadap percikan kecil Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang juga ada pada makhluk-makhluk yang tidak kasat mata. Hal ini sangat berkaitan dengan tema Atma Kerthi dalam PKB tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, karya utama “Wang Amuha” menjadi media penyampaian pesan tentang pentingnya menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan seluruh ciptaan Tuhan. Tidak hanya hubungan antarmanusia, tetapi juga hubungan dengan alam dan makhluk lainnya.

“Intinya adalah bagaimana kita menghargai dan menghormati seluruh ciptaan Tuhan agar tercipta keharmonisan dalam kehidupan,” jelasnya.

Dalam mempersiapkan pementasan tersebut, Komunitas Seni Nyenit-Nyenir melibatkan sekitar 50 orang yang terdiri dari penari, penabuh, pembina, kru panggung, hingga tim pendukung lainnya. Persiapan dilakukan selama kurang lebih lima bulan sejak Februari 2026.

Proses penggarapan melibatkan I Wayan Sumayasa sebagai pembina tabuh iringan tari dan I Wayan Kartika sebagai pembina Tabuh Klasik serta Kreasi. Keduanya berperan dalam menyatukan konsep musik dan gerak sehingga mampu memperkuat karakter setiap karya yang ditampilkan.

I Wayan Sumayasa mengungkapkan, salah satu tantangan dalam proses kreatif adalah menerjemahkan konsep spiritual yang bersifat abstrak menjadi bahasa seni berupa gerak dan iringan tabuh.

“Kami mencoba menuangkan sesuatu yang tidak terlihat menjadi bentuk pertunjukan yang bisa dirasakan penonton. Proses penyelarasan antara gerak tari dan iringan tabuh juga membutuhkan latihan serta penyempurnaan secara berulang,” katanya.

Selain memberikan hiburan, pementasan tersebut diharapkan mampu menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu menjaga sikap saling menghormati dan menciptakan hubungan harmonis dengan seluruh ciptaan Tuhan.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, Made Adi Adnyana, mengapresiasi kreativitas para seniman Badung yang terus berupaya menjaga keberlangsungan seni budaya melalui ajang PKB.

Menurutnya, PKB menjadi ruang penting bagi seniman untuk berekspresi sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tradisi Bali kepada masyarakat luas.

“Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung terus memberikan dukungan dan motivasi terhadap perkembangan seni budaya. PKB menjadi salah satu wadah terbesar bagi para seniman untuk menunjukkan kreativitasnya,” pungkasnya. (rls/kjs/bdg)

DPRD Tabanan Kawal Empat Ranperda Strategis, Dorong Penguatan Tata Kelola hingga Perlindungan Lingkungan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan kembali menggelar Rapat Paripurna Ke-5 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2026 dengan agenda penyampaian jawaban dan tanggapan Bupati Tabanan terhadap pandangan umum fraksi-fraksi atas empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda).

Rapat yang berlangsung di ruang rapat DPRD Kabupaten Tabanan, Kamis (25/6/2026), dipimpin langsung Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa dan dihadiri Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, unsur Forkopimda, serta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Tabanan.

Dalam penyampaiannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh fraksi DPRD Tabanan yang telah memberikan dukungan terhadap pengajuan empat Ranperda tersebut. Menurutnya, kesamaan pandangan antara eksekutif dan legislatif menjadi modal penting dalam memperkuat penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.

Empat Ranperda yang akan dibahas tersebut yakni Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Ranperda tentang Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman (RP3KP) Kabupaten Tabanan Tahun 2026-2046, Ranperda tentang Penanggulangan Bencana Daerah, serta Ranperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Bupati Sanjaya menyampaikan, dukungan seluruh fraksi DPRD untuk melanjutkan pembahasan empat Ranperda tersebut menunjukkan adanya sinergi antara pemerintah daerah dan DPRD dalam mewujudkan pembangunan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

Terkait apresiasi DPRD atas keberhasilan Pemkab Tabanan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) sebanyak 12 kali berturut-turut, Sanjaya menegaskan capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak.

“Opini WTP merupakan hasil kerja keras bersama seluruh OPD dan komponen yang terlibat dalam pengelolaan keuangan daerah, termasuk dukungan dan dorongan dari seluruh anggota DPRD Tabanan,” ujarnya.

Meski demikian, Sanjaya mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Menurutnya, penghargaan tersebut harus menjadi motivasi untuk terus memperbaiki tata kelola pemerintahan, khususnya dalam pengelolaan belanja modal agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.

Menanggapi masukan Fraksi Gerindra terkait efektivitas belanja daerah dan optimalisasi aset daerah, Bupati menyampaikan bahwa pemerintah terus berupaya memastikan penggunaan anggaran berjalan secara efektif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Optimalisasi belanja daerah terus dilakukan agar mampu mendukung pembangunan infrastruktur dan penyediaan fasilitas publik yang berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Dalam pembahasan Ranperda RP3KP Kabupaten Tabanan Tahun 2026-2046, Pemkab Tabanan menyatakan sependapat dengan pandangan DPRD agar pembangunan kawasan permukiman tetap memperhatikan keberadaan kawasan pertanian yang dilindungi.

Sanjaya menegaskan, pembangunan perumahan ke depan akan diselaraskan dengan kebijakan perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD).

“Sinkronisasi dilakukan melalui integrasi kebijakan tata ruang serta penyelarasan perencanaan kawasan permukiman dengan kawasan pertanian yang harus dilindungi,” jelasnya.

Menurutnya, pembangunan kawasan permukiman selama 20 tahun mendatang tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan hunian, tetapi juga harus mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

Sementara terkait Ranperda Penanggulangan Bencana Daerah, Bupati Sanjaya menegaskan arah kebijakan pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan setelah bencana terjadi. Namun, aspek pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan edukasi masyarakat akan menjadi perhatian utama.

Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkab Tabanan telah menyiapkan sejumlah program, termasuk pembentukan Desa Tangguh Bencana serta pelatihan mitigasi kebencanaan bagi masyarakat.

Pada sektor lingkungan hidup, Bupati juga menyoroti persoalan sampah sebagai salah satu tantangan yang harus segera ditangani. Ia menyebut diperlukan perubahan pola pengelolaan sampah dari tingkat hulu hingga hilir dengan mengutamakan pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

“Pengelolaan sampah harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari sumbernya hingga proses akhir, sehingga mampu menciptakan sistem lingkungan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa menyambut positif jawaban yang disampaikan Bupati Tabanan. Menurutnya, penjelasan dari pihak eksekutif menjadi dasar penting bagi DPRD dalam melakukan pembahasan lebih mendalam terhadap masing-masing Ranperda.

“Jawaban Bupati menjadi bahan yang sangat berharga untuk melandasi pembahasan berikutnya, terutama dalam menyamakan persepsi antara DPRD dan eksekutif melalui rapat kerja komisi sesuai mekanisme yang berlaku,” tegas Arnawa.

Dengan penyampaian jawaban tersebut, pembahasan empat Ranperda selanjutnya akan dilanjutkan melalui tahapan rapat kerja komisi DPRD Tabanan bersama pihak eksekutif. (kjsdt)

Fraksi Golkar DPRD Tabanan Dukung Empat Ranperda, Apresiasi Penataan Terminal Pesiapan

Fraksi Golkar DPRD Tabanan Dukung Empat Ranperda, Apresiasi Penataan Terminal Pesiapan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tabanan menyatakan dukungan terhadap empat Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) yang diajukan Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk dilanjutkan ke tahap pembahasan. Sikap tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Tabanan, I Ketut Budi Adnyana, dalam pemandangan umum fraksi pada Rapat Paripurna DPRD Tabanan menjelang agenda penyampaian jawaban Bupati atas pandangan umum fraksi-fraksi, di Gedung DPRD Tabanan, Kamis (25/6/2026).

Empat Ranperda yang mendapat persetujuan Fraksi Golkar meliputi Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Ranperda Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman Tahun 2026–2046, Ranperda tentang Penanggulangan Bencana Daerah, serta Ranperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Dalam pandangannya, Fraksi Golkar mengapresiasi capaian Pemerintah Kabupaten Tabanan yang kembali mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut. Menurut Budi Adnyana, prestasi tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel.

Meski demikian, Fraksi Golkar mengingatkan agar capaian tersebut dibarengi dengan evaluasi dan penyempurnaan pengelolaan keuangan daerah secara berkelanjutan sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.

Terkait Ranperda Rencana Pembangunan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman Tahun 2026–2046, Fraksi Golkar menilai regulasi tersebut memiliki peran strategis sebagai pedoman pembangunan kawasan hunian dalam jangka panjang. Keberadaan aturan itu dinilai penting mengingat Tabanan merupakan daerah penyangga kawasan Sarbagita sekaligus berada di jalur nasional, sehingga perkembangan kawasan permukiman perlu dikendalikan agar tetap sesuai dengan rencana tata ruang.

Fraksi Golkar juga mendukung Ranperda tentang Penanggulangan Bencana Daerah. Menurut fraksi tersebut, regulasi ini dibutuhkan untuk memperkuat sistem mitigasi dan penanganan bencana mengingat Kabupaten Tabanan memiliki potensi ancaman bencana alam dan masuk kategori risiko sedang berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI).

Sementara itu, terhadap Ranperda Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Fraksi Golkar menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan daerah dengan regulasi nasional agar pembangunan dapat berjalan seimbang dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.

Selain menyampaikan dukungan terhadap empat Ranperda, Fraksi Golkar juga memberikan apresiasi kepada Bupati Tabanan atas pelaksanaan sejumlah program pembangunan yang dinilai sejalan dengan aspirasi masyarakat. Di antaranya penataan Terminal Pesiapan dan revitalisasi kawasan wajah kota yang sebelumnya turut diusulkan Fraksi Golkar.

Fraksi Golkar menyatakan siap mengawal pembahasan keempat Ranperda bersama pemerintah daerah pada tahapan selanjutnya, sehingga regulasi yang dihasilkan mampu memberikan kepastian hukum sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat Tabanan. (rkjsdt)

Salip Truk dari Sisi Kiri di Denpasar, Pengendara Motor Tewas Terlindas Fuso

Petugas Unit Laka Satlantas Polresta Denpasar melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan maut yang melibatkan sepeda motor dan truk Fuso di Simpang Buagan, Denpasar Barat, Rabu (24/6/2026).
Petugas Unit Laka Satlantas Polresta Denpasar melakukan olah TKP di lokasi kecelakaan maut yang melibatkan sepeda motor dan truk Fuso di Simpang Buagan, Denpasar Barat, Rabu (24/6/2026).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa kembali terjadi di Kota Denpasar. Seorang pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah terlibat tabrakan dengan truk Mitsubishi Fuso di Simpang Empat Jalan Imam Bonjol–Jalan Teuku Umar Barat atau Traffic Light Buagan, Denpasar Barat, Rabu (24/6/2026) sore.

Korban diketahui berinisial IGW (51), warga Desa Sukadana, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi DK 5471 ADF. Sementara truk Mitsubishi Fuso DK 8246 BT dikemudikan oleh FEN (20), warga Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 14.41 Wita. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, kedua kendaraan sama-sama melaju dari arah selatan menuju utara ketika lampu lalu lintas sedang menyala hijau.

“Sepeda motor berada di sisi kiri truk saat keduanya melintas di persimpangan,” ujar Iptu Adi, Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, saat mendekati lokasi kejadian, pengemudi truk Fuso hendak berbelok ke kiri dan telah menyalakan lampu sein sebagai tanda akan melakukan manuver. Namun, pengendara motor diduga mencoba mendahului truk dari sisi kiri.

Upaya mendahului tersebut berujung fatal. Sepeda motor korban bersenggolan dengan truk hingga korban terjatuh ke kolong kendaraan dan terlindas roda truk.

“Korban terseret ke bawah kendaraan truk dan terlindas,” ungkap Iptu Adi.

Akibat kejadian itu, korban mengalami sejumlah luka serius berupa luka lecet pada tangan kiri, luka robek di tangan kanan, serta luka lecet pada bagian dada dan perut. Korban sempat dilarikan ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun nahas, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia setelah menjalani perawatan.

Sementara itu, pengemudi truk Fuso tidak mengalami luka dalam insiden tersebut. Kerugian material akibat kecelakaan diperkirakan mencapai sekitar Rp3 juta.

Petugas Unit Laka Satlantas Polresta Denpasar yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Polisi mengimbau para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, agar tidak mendahului kendaraan besar dari sisi kiri karena memiliki titik buta yang dapat membahayakan keselamatan. Hingga kini, kasus kecelakaan maut tersebut masih dalam penyelidikan Unit Laka Satlantas Polresta Denpasar. RAN