- Advertisement -
Beranda blog Halaman 17

Bahlil Ungkap Stok BBM Nasional Masih Aman 20 Hari Ditengah Konflik Timur Tengah

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Istimewa)
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia. (Istimewa)

NASIONAL, PANTAUBALI.COM – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dalam kondisi aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan selama 20 hari ke depan.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat tiba di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (2/3/2026), sebelum mengikuti rapat bersama Presiden RI Prabowo Subianto guna membahas dampak situasi memanas di Timur Tengah.

“Masih cukup, 20 hari,” ujar Bahlil singkat kepada awak media.

Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada persoalan terkait subsidi BBM dalam negeri meskipun tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah meningkat. Namun demikian, Bahlil mengakui harga minyak dunia berpotensi mengalami koreksi seiring eskalasi konflik yang melibatkan sejumlah negara.

“Sampai hari ini enggak ada masalah, tapi harga dunia pasti akan terjadi koreksi ketika kondisi geopolitik terus memanas di Timur Tengah,” jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, Kementerian ESDM dijadwalkan menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN) untuk membahas analisis dan proyeksi dampak lanjutan terhadap ketahanan energi nasional. Hasil kajian tersebut, menurut Bahlil, akan disampaikan setelah pembahasan rampung.

Situasi global memanas setelah Iran dilaporkan menutup Selat Hormuz sebagai respons atas serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat.

Pemerintah Iran menjadi sasaran serangan militer yang pertama kali dikonfirmasi oleh Israel, kemudian disusul pernyataan resmi dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan keterlibatan negaranya dalam operasi tersebut.

Serangan tersebut memicu balasan dari Iran yang menargetkan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Beberapa pangkalan yang dilaporkan terdampak antara lain Al Udeid di Qatar, Al-Salem di Kuwait, Al-Dhafra di Uni Emirat Arab, serta Markas Armada Kelima AS di Bahrain.

Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global, termasuk potensi gangguan distribusi minyak mentah melalui jalur strategis Selat Hormuz yang selama ini menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia.

Pemerintah Indonesia pun terus memantau perkembangan situasi dan memastikan ketahanan energi nasional tetap terjaga di tengah dinamika geopolitik global. RAN

Komisi IV DPRD Tabanan Tinjau Dapur MBG di Penebel, Soroti Kebersihan dan Kelengkapan Menu

Sidak di Kecamatan Penebel dengan menyasar SD Negeri 2 Jegu, SD Negeri 3 Jegu, serta dapur pusat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Jegu, Rabu (4/3/2026).

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan kembali melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Kali ini, inspeksi difokuskan di Kecamatan Penebel dengan menyasar SD Negeri 2 Jegu, SD Negeri 3 Jegu, serta dapur pusat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Jegu, Rabu (4/3/2026).

Kunjungan yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Komang Wastana, tidak hanya memantau distribusi makanan di sekolah, tetapi juga meninjau langsung proses pengolahan di dapur pusat.

Menurut Wastana, aspek kebersihan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program MBG. Ia menegaskan, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh nilai gizi makanan, tetapi juga standar kebersihan dan kesehatan dalam proses pengolahan.

“Kami ingin memastikan dapur dalam kondisi bersih dan higienis, karena ini berkaitan langsung dengan kesehatan siswa yang mengonsumsi makanan tersebut,” ujarnya.

Selain kebersihan dapur, Komisi IV juga menyoroti pentingnya kepemilikan Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS) bagi pengelola. Sertifikat tersebut dinilai sebagai jaminan bahwa makanan yang disajikan aman untuk dikonsumsi.

Kondisi kesehatan tenaga pengolah makanan juga menjadi perhatian. DPRD menilai pengawasan terhadap pekerja perlu diperketat guna mencegah potensi penularan penyakit yang dapat berdampak pada peserta didik.

“Tenaga kerja harus dipastikan bebas dari penyakit menular. Ini penting agar tidak terjadi kasus keracunan atau gangguan kesehatan,” tegasnya.

Dalam sidak tersebut, dewan juga menemukan kekurangan pada paket makanan yang dibagikan kepada siswa, yakni tidak adanya susu dan makanan kering. Pihak pengelola SPPG berdalih hal itu disebabkan kendala distribusi.

Namun, alasan tersebut dinilai tidak dapat dibenarkan. DPRD meminta pengelola segera mencari solusi, termasuk mengganti distributor atau menghadirkan alternatif bahan pengganti.

“Susu merupakan bagian penting dari pemenuhan gizi. Jika tidak tersedia susu sapi, harus ada alternatif seperti susu nabati,” katanya.

Sebagai tindak lanjut, Komisi IV DPRD Tabanan berencana memanggil seluruh pengelola SPPG di Kabupaten Tabanan untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan membangun komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas program.

“Kami ingin memastikan sistem berjalan baik sehingga tidak terjadi masalah seperti makanan basi atau keracunan,” pungkasnya. (pmc)

Bupati Sanjaya Hadiri Perayaan Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh di Tabanan

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Menutup rangkaian perayaan Imlek 2026 dengan suasana penuh kebersamaan dan keharmonisan, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri undangan Perayaan Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh di Vihara Dharma Cattra/Kong Co Bio, Jl. Melati No. 18, Tabanan, Selasa, (3/3/2026). Kegiatan ini turut dihadiri Anggota DPD RI, Anggota DPRD Provinsi Bali, beberapa Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Sekda dan Kepala Perangkat Daerah terkait serta umat dan masyarakat yang memadati area vihara.

Kehadiran Bupati Sanjaya disambut meriah dengan penampilan Barongsai Pusaka Cattra yang menambah semarak suasana. Kegiatan diawali dengan persembahyangan di altar vihara yang dipandu oleh Biokong sebagai wujud bhakti dan ungkapan syukur atas limpahan berkah serta doa bagi kedamaian bersama. Nuansa merah dan gemerlap lampion yang menghiasi kawasan vihara menjadi simbol harapan, keberuntungan, dan optimisme menyongsong tahun yang baru.

Dalam sambutannya, Sanjaya menegaskan bahwa Kabupaten Tabanan yang telah dianugerahi Harmony Award memiliki tanggung jawab moral untuk terus menjaga kerukunan di tengah keberagaman agama, suku, dan budaya. “Baik Pemerintah maupun Forkopimda selalu menekankan pentingnya menjaga kerukunan. Sehebat apa pun sebuah bangsa, tanpa kerukunan tidak akan pernah bisa menciptakan keberhasilan. Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani tidak akan bisa kita capai jika kita tidak rukun dan tidak harmonis,” ucapnya.

Perayaan Cap Go Meh yang sarat makna sebagai bentuk pemujaan kepada Dewa Langit dan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa juga membawa nostalgia tersendiri bagi Sanjaya. Ia mengenang masa kecilnya di Kota Tabanan yang kerap menyaksikan kemeriahan Cap Go Meh dalam suasana akrab, lengkap dengan ragam kuliner khas yang mempererat silaturahmi. “Ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum silaturahmi dan rasa syukur yang harus terus kita jaga,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sanjaya menyampaikan perayaan Imlek di Tabanan yang kini memasuki tahun ketiga dengan penyelenggaraan yang semakin terbuka dan semarak, menjadi bukti nyata kemajuan pembauran budaya. Ornamen lampion yang menghiasi sudut-sudut kota merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memfasilitasi ekspresi budaya masyarakat Tionghoa. “Dulu saya katakan, ayo tampilkan budayanya. Kita pasang lampion, kita fasilitasi agar menjadi semarak. Pembauran ini penting supaya kita benar-benar menjadi satu keluarga besar. Harmony Award bukan hanya ditempel di dinding, tetapi harus diimplementasikan dalam pembauran yang nyata,” tegasnya.

Sanjaya juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh warga Tionghoa di Kabupaten Tabanan atas kontribusi dan komitmen dalam menjaga kebersamaan lintas agama. Menurutnya, harmoni antara umat Hindu, Tionghoa, Kristen, dan Muslim di Tabanan merupakan implementasi nyata visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali dalam menjaga keharmonisan jagat Bali secara sekala dan niskala. Dengan terpeliharanya harmoni secara sekala dan niskala, Tabanan diharapkan terus menjadi contoh nyata kerukunan dan persaudaraan bagi daerah lain di Bali maupun Indonesia.

Di kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Kertayasa Tabanan, Liem Surya Adinata, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Tabanan beserta jajaran atas dukungan yang senantiasa diberikan. Ia juga menyampaikan harapan agar di Tahun Kuda ini, Bupati Sanjaya senantiasa diberikan kesehatan dan kekuatan dalam memimpin Tabanan sebagai kabupaten yang harmonis, toleran, serta mampu mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.

Menutup rangkaian acara dalam suasana penuh kekeluargaan, Bupati Sanjaya bersama jajaran dan para umat menikmati sajian lontong Cap Go Meh yang menjadi ciri khas perayaan, sembari menyaksikan hiburan musik angklung dan berbagai penampilan seni lainnya. Sajian tersebut bukan sekadar kuliner, tetapi juga mengandung simbol doa dan harapan agar tahun ini menjadi lebih baik dari tahun sebelumnya, selaras dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga di Tabanan. (rls)

Polisi Kantongi DNA Ibu WN Ukraina Korban Penculikan, Tunggu Hasil Autopsi RSUP Prof Ngoerah

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy.
Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Penyidikan kasus penculikan warga negara Ukraina berinisial IK (28) yang disertai penemuan potongan tubuh bertato di wilayah Gianyar terus bergulir. Polda Bali kini telah mengantongi DNA pembanding dari ibu kandung korban yang didatangkan langsung dari Ukraina.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy, S.I.K mengungkapkan, DNA ibu korban sudah berada di Bali dalam bentuk dokumen resmi dan siap digunakan untuk proses pencocokan.

“DNA pembanding yakni DNA ibu kandung korban IK sudah ada di Bali dalam bentuk dokumen,” ujarnya di Mapolda Bali, Senin (2/3/2026).

Sementara itu, proses pencocokan DNA dilakukan bersama tim medis di RSUP Prof Ngoerah (Sanglah). Hasil sementara menunjukkan bahwa percikan darah yang ditemukan di sebuah vila di Tabanan memiliki kecocokan dengan DNA ibu korban. Namun, kepolisian menegaskan temuan tersebut belum dapat dijadikan kesimpulan akhir.

Ariasandy menjelaskan, sebagian besar jaringan dari potongan tubuh yang ditemukan sudah dalam kondisi rusak sehingga tidak valid untuk pemeriksaan DNA. Meski demikian, pihak rumah sakit masih berupaya mengambil sampel dari bagian tubuh tertentu untuk kemudian diuji di laboratorium forensik.

“Kami masih menunggu hasil otopsi RSUP Prof Ngoerah. Jaringan tubuh yang lain sudah invalid untuk diambil tes DNA. Hari ini saya mendapat informasi ada upaya pengambilan sampel lagi dari bagian tubuh tertentu untuk kemudian diserahkan ke Labfor untuk diuji DNA,” jelasnya.

Potongan tubuh yang ditemukan disebut hampir lengkap, mulai dari kepala, bagian dada kanan dan kiri, telapak kaki, hingga organ dalam tertentu. Pihak rumah sakit dijadwalkan akan merilis hasil pemeriksaan DNA dalam waktu dekat.

Meski hasil awal pencocokan DNA dari percikan darah di vila Tabanan cocok dengan DNA ibu korban, polisi menegaskan identitas potongan tubuh belum bisa dipastikan sebagai IK sebelum hasil resmi dari pemeriksaan forensik keluar.

Vila di Tabanan tersebut diketahui menjadi lokasi menginap para tersangka berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi. Diduga korban sempat dibawa, disekap, dan mengalami penganiayaan di lokasi itu.

Dalam perkembangan penyidikan, Polda Bali telah menetapkan enam orang warga negara asing sebagai tersangka. Empat di antaranya terdeteksi telah keluar negeri, sementara dua lainnya diduga masih berada di Indonesia berdasarkan data perlintasan Imigrasi.

“Kami deteksi empat tersangka sudah kabur keluar negeri dan dua orang masih di Indonesia. Sudah diterbitkan DPO dan berkoordinasi dengan Interpol untuk mencari para pelaku. Tim masih bekerja di lapangan,” tegas Ariasandy.

Penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik mengantongi minimal dua alat bukti, termasuk petunjuk CCTV dan keterangan lebih dari 10 saksi. Seluruh bukti mengarah pada enam tersangka yang kini diburu aparat.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum memastikan proses hukum terus berjalan untuk mengungkap secara tuntas kasus penculikan, perampasan kemerdekaan, dan penganiayaan berat tersebut. RAN

Lewat Perda Baru, Bali Perketat Perlindungan Pantai dan Sempadan Pantai

Gubernur Bali, Wayan Koster.
Gubernur Bali, Wayan Koster.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Provinsi Bali resmi memberlakukan Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Bali Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai untuk Kegiatan Upacara Adat, Sosial, dan Ekonomi Masyarakat Lokal. Perda tersebut ditandatangani Gubernur Bali, Wayan Koster, pada Selasa (Anggara Paing, Bala), 24 Februari 2026.

Dalam keterangannya, Wayan Koster menyatakan bahwa regulasi ini merupakan implementasi visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

Perda ini juga menjadi bagian dari pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan, 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125 yang berlandaskan nilai kearifan lokal Sad Kerthi, khususnya Segara Kerthi sebagai upaya menjaga kelestarian laut beserta pantainya.

“Perda ini dibentuk untuk memberikan landasan hukum dalam menjaga kelestarian Pantai dan Sempadan Pantai yang memiliki fungsi niskala dan sakala, utamanya untuk kepentingan upacara adat, sosial, dan ekonomi masyarakat lokal,” ujar Wayan Koster.

Ia menegaskan, pantai dan sempadan pantai merupakan wilayah strategis yang tidak hanya memiliki nilai ekologis, tetapi juga nilai spiritual dan sosial yang sangat penting bagi masyarakat Bali. Karena itu, pengaturan ini bertujuan mencegah degradasi, alih fungsi, maupun aktivitas yang dapat merugikan masyarakat adat dan kepentingan publik.

Melalui Perda tersebut, pemerintah menjamin perlindungan kawasan pantai sebagai kawasan suci dan/atau lokasi pelaksanaan upacara adat dan kegiatan spiritual, seperti melasti, nyegara gunung, hingga ritual nyepi pantai atau nyepi segara sesuai dresta desa adat setempat. Perlindungan juga mencakup akses dan jalur menuju lokasi upacara, tempat pelaksanaan ritual, penempatan sarana upacara, hingga jarak tertentu di sekitar tempat suci.

“Penjaminan atas pelindungan Pantai dan Sempadan Pantai ini akan memberikan kepastian hukum terhadap fungsi pantai secara niskala dan sakala, sehingga sangat bermanfaat dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal Bali,” tegasnya.

Selain mengatur fungsi dan pemanfaatan ruang, Perda ini juga memuat ketentuan larangan bagi setiap orang untuk menghalangi akses upacara adat, merusak atau memindahkan sarana ritual tanpa persetujuan, mencemarkan kesucian kawasan, maupun mengganggu kekhidmatan pelaksanaan kegiatan spiritual.

Sebagai bentuk penegakan aturan, pemerintah menetapkan sanksi administratif berupa peringatan tertulis, penghentian sementara kegiatan, penutupan lokasi, pencabutan atau pembatalan izin, pembongkaran bangunan, hingga pemulihan fungsi ruang. Tak hanya itu, sanksi juga dapat diberlakukan terhadap pelanggaran yang menyebabkan pencemaran, kerusakan, atau penodaan kawasan pantai dan sempadan pantai.

Dengan diberlakukannya Perda ini, Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, pelindungan kegiatan adat dan spiritual, fungsi sosial, serta penguatan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan. RAN

Polda Bali dan Pelaku Pariwisata Nusa Penida Bersinergi: Perizinan Tertib, Pantai Bersih Menyambut Wisatawan

PANTAUBALI.COM, KLUNGKUNG – Polda Bali melalui Direktorat Intelijen dan Keamanan (Ditintelkam) memperkuat kerja sama dengan pelaku usaha pariwisata di Nusa Penida untuk mendukung ketertiban perizinan, kepatuhan pajak daerah, dan stabilitas keamanan menjelang musim kunjungan wisatawan (high season) 2026.

Kegiatan ini digelar pada Sabtu (28/2/2026) di Caspla Beach Club, Desa Kutampi Kaler, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung. Hadir dalam kegiatan sekitar 70 pelaku usaha akomodasi wisata, bersama aparat keamanan, pemerintah daerah, dan asosiasi pariwisata.

Kasubdit II Ditintelkam Polda Bali AKBP I Komang Reka Sanjaya, S.H., M.H. menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan menekankan pentingnya pengawasan, kepatuhan administrasi, serta jaminan keamanan seiring pesatnya pertumbuhan Nusa Penida sebagai destinasi unggulan Bali.

Dalam kesempatan yang sama, Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung memaparkan lonjakan kunjungan wisatawan sekaligus potensi risiko yang harus diantisipasi. Pemerintah daerah juga mensosialisasikan program CAKRAWASI dan inovasi digital One Gate One Destination (OGOD) untuk pengendalian wisatawan secara efektif.

DPMPTSP Kabupaten Klungkung menambahkan, realisasi investasi di Nusa Penida meningkat pada periode 2023–2025. Namun, masih ditemukan pelaku usaha yang belum melengkapi izin lanjutan meskipun telah memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Pemerintah daerah mendorong penerapan Perizinan Berbasis Risiko dan kemudahan pengajuan PB UMKU agar proses perizinan lebih cepat dan legal.

Kepala BKPD Kabupaten Klungkung menegaskan sektor pariwisata Nusa Penida menjadi penyumbang pajak terbesar daerah, yang selanjutnya digunakan untuk pembangunan infrastruktur. Pelaku usaha diimbau memanfaatkan sistem pembayaran pajak online untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Ketua PHRI Kabupaten Klungkung menyambut baik program CAKRAWASI, namun menyoroti kendala regulasi yang masih dihadapi pelaku usaha. Pendampingan berkelanjutan dinilai penting agar proses perizinan tidak menimbulkan masalah hukum di masa depan.

Selain sosialisasi perizinan, kegiatan diisi teknis penggunaan aplikasi CAKRAWASI bersama PT Paiza Indonesia Maju untuk meningkatkan pengawasan dan pendataan aktivitas usaha pariwisata di Nusa Penida.

Sebagai bentuk implementasi sinergi, Ditintelkam Polda Bali bersama pelaku usaha pariwisata melaksanakan aksi bersih-bersih Pantai Crystal Bay pada Minggu (1/3/2026). Kegiatan ini dipimpin Kasubdit II Ditintelkam, dan melibatkan sekitar 200 peserta dari aparat keamanan, pelaku usaha, dan masyarakat setempat. Kegiatan juga menyertakan penyerahan dana punia untuk pura terdampak longsor serta bantuan alat kebersihan.

Melalui serangkaian kegiatan ini, Polda Bali berharap tercipta kolaborasi yang kuat antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan pelaku usaha pariwisata, sehingga Nusa Penida tetap bersih, aman, dan berkualitas bagi wisatawan. (pmc)

Tabanan Genjot Sinergi Lintas Sektor, Optimistis Capai Eliminasi TBC 2030

Rapat koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Tabanan di Ruang Pertemuan Yudistira Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Senin (2/3/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan memperkuat komitmen percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan mengintensifkan kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TBC) yang digelar di Ruang Pertemuan Yudistira Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Senin (2/3/2026).

Rapat ini menjadi bagian dari strategi daerah untuk mendukung target eliminasi TBC tahun 2030. Upaya tersebut tidak hanya bertumpu pada sektor kesehatan, tetapi melibatkan seluruh perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tabanan, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, hingga elemen masyarakat di tingkat desa.

Dalam pertemuan itu dipaparkan, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan bagi masyarakat terduga TBC di Tabanan pada 2025 mencapai 123 persen, melampaui rata-rata Provinsi Bali sebesar 121 persen. Capaian tersebut menunjukkan tingginya persentase masyarakat bergejala yang telah memperoleh layanan sesuai standar, mulai dari pemeriksaan hingga diagnosis. Meski demikian, peningkatan kasus sekitar 7 persen pada tahun yang sama menjadi perhatian serius, sehingga strategi “temukan dan obati” perlu diperkuat secara konsisten.

TP2TBC Kabupaten Tabanan dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Tabanan Nomor 180/922/03/HK/2024, dengan pembina I Komang Gede Sanjaya. Tim ini melibatkan lintas sektor guna memastikan upaya penanggulangan berjalan terkoordinasi dan terintegrasi.

Pemkab Tabanan juga menyiapkan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC yang mencakup penguatan kepemimpinan program, peningkatan akses layanan TOSS TBC yang bermutu, intensifikasi upaya kesehatan, pemanfaatan hasil monitoring dan riset, peningkatan peran komunitas dan multisektor, serta penguatan manajemen program melalui sistem kesehatan yang lebih responsif.

Seluruh perangkat daerah menyatakan komitmennya untuk mengintegrasikan dukungan program ke dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2026. Sinergi ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang diusung Bupati I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati I Made Dirga.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Sanjaya menegaskan percepatan eliminasi TBC merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Koordinasi dilakukan mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan kegiatan melalui wadah TP2TBC.

Kerja sama juga diperluas dengan berbagai institusi seperti lembaga pemasyarakatan, asrama, sekolah, dan tempat kerja untuk pelaksanaan skrining serta investigasi kontak. Bahkan, skrining menggunakan X-Ray direncanakan bagi kelompok berisiko, seperti kontak serumah pasien TBC, penderita diabetes melitus, ODHIV, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan. Bagi terduga TBC dengan hasil MTB negatif, tetap dilakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan tidak ada kasus terlewat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, selaku Ketua Pelaksana TP2TBC, menambahkan bahwa penguatan kolaborasi difokuskan pada skrining dan edukasi di sekolah serta tempat kerja, dukungan sosial bagi pasien kurang mampu, intervensi lingkungan, penguatan anggaran lintas sektor, serta strategi komunikasi publik yang berkelanjutan.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Winiantara, menegaskan dukungan komunikasi publik melalui optimalisasi kanal resmi pemerintah, termasuk website, media sosial, dan Tabanan Media Center. Upaya ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan sekaligus menghapus stigma terhadap pasien TBC.

Melalui sinergi yang terstruktur dan partisipatif, Pemkab Tabanan optimistis target eliminasi TBC pada 2030 dapat tercapai, sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan. (pmc)

Ribuan Digembleng, 314 Pelajar Tabanan Tembus Seleksi Awal Paskibraka 2026

Suasana seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026 yang berlangsung pada 23–26 Februari 2026 di Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, SINGASANA – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tabanan menuntaskan tahapan awal seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tahun 2026. Dari 4.424 siswa kelas X yang mengikuti penjaringan di 22 SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Tabanan, sebanyak 314 peserta dinyatakan lolos standar tinggi dan berat badan untuk melaju ke tahap berikutnya.

Proses seleksi awal berlangsung pada 23–26 Februari 2026. Kegiatan ini melibatkan tim pelatih dari Rindam IX/Udayana, unsur Kodim 1619/Tabanan, Polres Tabanan, Dinas Kesehatan, Bagian Tata Pemerintahan, serta Bakesbangpol Kabupaten Tabanan. Pada tahap awal ini, fokus penilaian mencakup verifikasi administrasi dan pemeriksaan standar fisik sesuai ketentuan nasional pembentukan Paskibraka.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Tabanan, I Putu Dian Setiawan, Jumat (27/2/2026), menjelaskan bahwa dari total peserta, 314 siswa memenuhi persyaratan fisik, terdiri atas 241 siswa putra dan 73 siswa putri.

Menurutnya, seleksi dilakukan secara ketat dan objektif sejak tahap awal. Pasalnya, Paskibraka tidak sekadar menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga menuntut kesiapan fisik, kedisiplinan, serta ketangguhan mental generasi muda.

Ia menambahkan, seluruh peserta yang lolos tahap awal wajib melanjutkan pendaftaran melalui Aplikasi Transparansi Paskibraka yang dibuka mulai 27 Februari hingga 28 Maret 2026. Sistem berbasis aplikasi ini diterapkan guna memastikan proses seleksi berlangsung terbuka, akuntabel, dan dapat dipantau secara sistematis.

Tahapan lanjutan dijadwalkan pada 6–9 April 2026. Pada fase tersebut, peserta akan menjalani tes kesehatan lanjutan, uji kemampuan baris-berbaris, serta penilaian kepribadian dan wawasan kebangsaan.

Melalui seleksi berjenjang yang melibatkan lintas instansi ini, Pemkab Tabanan berharap mampu menjaring putra-putri terbaik daerah yang siap mengemban tugas kehormatan sebagai Paskibraka Tahun 2026, sekaligus menjadi teladan karakter dan semangat nasionalisme di kalangan pelajar. (pmc)

Lepaskan Panah, Wabup dan Ketua DPRD Badung Resmi Buka Porsenijar Badung 2026

Wabup Bagus Alit Sucipta bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti membuka Porsenijar Kabupaten Badung Tahun 2026 yang ditandai dengan pelepasan panah di Lapangan Puspem Badung, Senin (2/3).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti secara resmi membuka Pekan Olahraga dan Seni Pelajar (Porsenijar) Kabupaten Badung Tahun 2026. Pembukaan ditandai dengan prosesi pelepasan panah di Lapangan Mangupraja Mandala, Puspem Badung, Senin (2/3/2026).

 

Porsenijar tahun ini mengusung tema “Melalui Porsenijar Badung, Kita Tingkatkan Semangat dan Sportivitas Untuk Meraih Prestasi, ‘Viryam Silam Ca Pratibha”. Gelaran bergengsi tingkat pelajar ini dijadwalkan berlangsung selama sepekan, mulai tanggal 2-9 Maret 2026.

 

Acara diawali dengan penyerahan piala bergilir dari juara umum Porsenijar 2025 tingkat SD, SMP, dan SMA kepada pimpinan daerah. Piala tersebut kemudian diserahkan kembali kepada Ketua Panitia sekaligus Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Badung, I Gusti Made Dwipayana, untuk diperebutkan kembali tahun ini.

 

Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta menjelaskan bahwa Porsenijar merupakan ajang strategis untuk menjaring bibit unggul atlet dan artis berprestasi yang akan mewakili Badung di level yang lebih tinggi. Ia menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap pembinaan bakat generasi muda.

 

“Kami Pemkab. Badung bersama DPRD Badung tetap berkomitmen dalam mendukung dan mendorong para atlet/artis di Kabupaten Badung mulai dari kesejahteraanya hingga sarana dan prasarana yang dibutuhkan oleh para atlet/artis ini. Kegiatan ini juga untuk meningkatkan rasa persatuan dan kesatuan untuk para pelajar di Kabupaten Badung. Selamat bertanding para atlet/artis, selalu junjung sportivitas selama kegiatan ini berlangsung,” ujarnya.

 

Sementara dalam laporannya, Kadisdikpora Badung, I Gusti Made Dwipayana menyampaikan bahwa hasil dari Porsenijar ini akan menjadi bahan evaluasi untuk menerjunkan kontingen pada Porjar Tingkat Provinsi Bali yang rencananya digelar di Denpasar pada 5-10 Juni 2026 mendatang.

 

“Cabang olahraga yang dipertandingkan sebanyak 34 Cabang dan 4 Cabang Eksebisi. Sedangkan cabang seni akan dipertandingkan sebanyak 14 Cabang. Yang diikuti oleh Kontingen SD dari 6 Kecamatan se-Kabupaten Badung, seluruh SMP Negeri dan Swasta serta seluruh SMA/SMK Negeri dan Swasta se-Kabupaten Badung dengan jumlah atlet 7.968 orang dan artis 387 orang, jumlah peserta keseluruhan 8.355 orang,” jelasnya.

 

Upacara pembukaan ini turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Badung, Kepala OPD di lingkup Pemkab Badung, Organisasi Kewanitaan, Ketua KONI Badung I Made Sutama, para Kepala Sekolah Tingkat SD, SMP, SMA/SMK Negeri maupun Swasta se-Kabupaten Badung, dan ribuan peserta kontingen Porsenijar se-Kabupaten Badung. (rls)

 

 

Aktivitas Pembuangan di TPA Suwung Kembali Dibuka, Polisi Awasi Ketat

Aktivitas pembuangan sampah di TPA Suwung, Denpasar Selatan, kembali beroperasi dengan pengawasan aparat kepolisian pada Senin (2/3/2026) pagi.
Aktivitas pembuangan sampah di TPA Suwung, Denpasar Selatan, kembali beroperasi dengan pengawasan aparat kepolisian pada Senin (2/3/2026) pagi.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Aktivitas pembuangan sampah di TPA Suwung, Denpasar Selatan, kembali beroperasi pada Senin (2/3/2026) pagi setelah sebelumnya sempat dihentikan sementara.

Penghentian operasional dilakukan sejak 1 Maret 2026 sebagai tindak lanjut kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup terkait penghentian praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) di Bali.

Pembukaan kembali TPA dilakukan setelah koordinasi antara pengelola sampah Provinsi Bali, Pemerintah Kabupaten Badung, dan Pemerintah Kota Denpasar.

Rapat koordinasi berlangsung sejak pukul 08.00 Wita di Kantor UPT Pengelolaan Sampah Provinsi Bali, Jalan TPA Suwung, Sesetan. Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, operasional TPA dibuka kembali mulai pukul 09.00 Wita.

Perwakilan UPT Pengelolaan Sampah Pemkab Badung, I Gede Sucipta, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan alat operasional untuk mendukung aktivitas di lokasi. Sementara Koordinator Shift Pagi UPT Pengelolaan Sampah Provinsi Bali, I Ketut Widana, menjelaskan sebelumnya terdapat kendala teknis berupa kerusakan alat berat (excavator) milik provinsi yang masih dalam proses perbaikan.

Dari hasil pemantauan di lapangan, sekitar pukul 08.30 Wita alat berat milik UPT Pengelolaan Sampah Pemkab Badung mulai beroperasi di area TPA. Selanjutnya, alat berat milik UPT Pengelolaan Sampah Kota Denpasar turut bergabung setelah melakukan pengisian bahan bakar. Pada pukul 08.56 Wita, truk-truk pengangkut sampah mulai memasuki area TPA secara bertahap.

Kapolsek Denpasar Selatan, AKP Agus Adi Apriyoga, S.I.K., M.H., mengatakan pihaknya melakukan pemantauan dan pengamanan untuk memastikan kegiatan berjalan tertib.

“Kami dari Polsek Denpasar Selatan melakukan pemantauan dan pengamanan untuk memastikan aktivitas pembuangan sampah dapat kembali berjalan dengan tertib. Dari hasil koordinasi dan pemantauan di lapangan, operasional TPA sudah kembali normal dan tidak terdapat aksi penyampaian pendapat dari para sopir truk sampah,” ujarnya.

Ia menambahkan, kepolisian akan terus melakukan monitoring guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan lancar. (*)