- Advertisement -
Beranda blog Halaman 16

Terbongkar! Pabrik Narkoba Mephedrone di Villa Gianyar, Dua WN Rusia Ditangkap

barang bukti bahan kimia dan peralatan laboratorium pembuatan narkotika mephedrone di villa kawasan Gianyar.
barang bukti bahan kimia dan peralatan laboratorium pembuatan narkotika mephedrone di villa kawasan Gianyar.

GIANYAR, PANTAUBALI.COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Bea Cukai dan Imigrasi membongkar laboratorium narkoba rahasia atau clandestine laboratory di sebuah villa di wilayah Desa Saba, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Bali. Dari pengungkapan tersebut, dua warga negara Rusia berhasil diamankan karena diduga memproduksi narkotika jenis mephedrone.

Penggerebekan dilakukan dalam operasi gabungan pada Kamis (5/3/2026) hingga Jumat (6/3/2026). Dua tersangka yang ditangkap masing-masing berinisial ST (34) dan NT (29). ST diketahui merupakan mantan tentara Rusia dengan latar belakang intelijen, sementara NT merupakan lulusan Fakultas Biologi.

Kepala BNN RI Komjen Pol Suyudi Aryanto Seto menjelaskan pengungkapan kasus ini berawal dari temuan paket mencurigakan berisi bahan kimia yang dikirim dari Tiongkok menuju Bali pada Januari 2026. Paket tersebut menggunakan identitas palsu sehingga memicu penyelidikan lebih lanjut oleh aparat.

“Pengiriman dilakukan menggunakan data palsu sehingga menimbulkan kecurigaan petugas dan kami melakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Suyudi saat memberikan keterangan di lokasi, Sabtu (7/3/2026).

Dari hasil pengembangan, tim gabungan kemudian mengamankan NT di sebuah villa di kawasan Sukawati, Gianyar, pada Kamis (5/3) sekitar pukul 23.45 WITA. Dari lokasi tersebut petugas menemukan kunci kendaraan serta kunci villa lain yang kemudian mengarah pada lokasi utama produksi narkoba.

Petugas selanjutnya menggeledah kendaraan yang digunakan tersangka dan menemukan sejumlah bahan kimia serta peralatan yang diduga digunakan untuk memproduksi mephedrone. Sementara tersangka ST diamankan di villa berbeda sebelum aparat melakukan penggerebekan di laboratorium utama pada Jumat (6/3) sekitar pukul 01.00 WITA.

Saat penggeledahan di lokasi tersebut, aparat menemukan berbagai bahan kimia, peralatan laboratorium, serta kristal putih yang diduga merupakan mephedrone. Barang bukti yang diamankan antara lain jerigen berisi cairan kimia, botol methylamine, hydrobromic acid, dichloromethane, citric acid, alat penyaring, timbangan digital, hingga peralatan laboratorium seperti erlenmeyer, masker respirator, dan fruit dryer.

Hasil pemeriksaan Laboratorium Narkotika BNN memastikan zat yang diproduksi di lokasi tersebut merupakan mephedrone yang masuk dalam kategori narkotika golongan I.

Plt Deputi Pemberantasan BNN RI Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan menjelaskan kedua tersangka telah berada di Bali sejak Januari 2026 dan diduga mempersiapkan operasional laboratorium selama beberapa bulan terakhir. Bahan kimia dipesan secara daring dari berbagai tempat sebelum diproses di lokasi.

“Produksi dilakukan pada malam hari, mulai pukul 00.00 WITA hingga sekitar pukul 04.00 WITA,” jelas Roy.

Dalam pengungkapan ini, aparat menyita total 7,3 kilogram mephedrone yang belum sempat diedarkan. Dengan harga pasar sekitar Rp6 juta per gram, nilai narkotika yang diproduksi diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah.

Roy menyebut kasus ini menjadi salah satu pengungkapan produksi mephedrone terbesar yang pernah ditemukan di Indonesia. “Untuk BNN sendiri ini pertama kali menemukan produksi mephedrone dalam jumlah sebesar ini,” ujarnya.

Dalam penyelidikan lebih lanjut, BNN juga menemukan fakta bahwa kedua tersangka ternyata tidak saling mengenal sebelumnya. Mereka dipertemukan dan dikendalikan oleh seorang perempuan berinisial KS yang kini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“ST dan NT bukan suami istri dan bukan pula teman. Mereka tidak saling mengenal, tetapi bekerja sama karena dikendalikan oleh seseorang berinisial KS,” kata Roy.

KS diduga berada di Dubai, Uni Emirat Arab. Ia berperan mengatur pengiriman bahan kimia, menyediakan tempat tinggal bagi kedua tersangka, serta memberikan upah sekitar Rp20 juta hingga Rp30 juta kepada masing-masing pelaku.

Selain itu, villa yang digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus laboratorium juga diketahui disewa oleh KS. Di bawah kendali perempuan tersebut, ST dan NT memproduksi mephedrone menggunakan bahan prekursor yang telah disiapkan sebelumnya.

Rencananya, narkotika tersebut akan dipasarkan kepada warga asing yang tergabung dalam komunitas Rusia di Bali. Penjualannya dilakukan melalui anonymous marketplace di jaringan darkweb dengan sistem pembayaran menggunakan mata uang kripto seperti bitcoin.

Wakapolda Bali Brigjen Pol Made Astawa mengatakan jaringan pelaku memanfaatkan teknologi digital untuk memasarkan narkotika secara tersembunyi.

“Transaksi dilakukan melalui anonymous marketplace di darkweb dan menggunakan cryptocurrency. Untuk bisa masuk ke jaringan itu, penyidik harus menyamar sebagai member,” ujarnya.

Sementara itu, pihak Imigrasi juga menemukan fakta bahwa tersangka perempuan NT memiliki tiga paspor berbeda yang diterbitkan oleh Rusia dengan foto yang sama namun menggunakan nama berbeda. Temuan tersebut masih didalami lebih lanjut oleh pihak Imigrasi.

Direktur Interdiksi Narkotika Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Syarif Hidayat menambahkan kasus ini awalnya terdeteksi dari pemeriksaan barang kiriman bahan kimia di Kantor Pelayanan Bea Cukai Cengkareng.

“Hasil uji laboratorium Bea Cukai menunjukkan bahan tersebut merupakan prekursor untuk pembuatan mephedrone,” jelasnya.

Temuan itu kemudian dikembangkan bersama BNN dan instansi terkait hingga akhirnya berhasil mengungkap laboratorium narkoba di Gianyar tersebut. Aparat saat ini masih melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan internasional yang terlibat dalam kasus tersebut. RAN

Banjir Bandang di Buleleng: 1 Warga Tewas, 3 Hilang

Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban banjir bandang di Desa Banjar, Buleleng.
Tim SAR gabungan melakukan pencarian korban banjir bandang di Desa Banjar, Buleleng.

BULELENG, PANTAUBALI.COM – Banjir bandang menerjang wilayah Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Jumat (6/3/2026) sore. Bencana alam ini menyapu Dusun Santal dan Dusun Ambengan, menyebabkan empat warga menjadi korban.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan terkait kejadian tersebut pada pukul 22.10 WITA dari Camat Banjar. Informasi awal menyebutkan sungai meluap hingga memicu banjir bandang yang menerjang permukiman warga.

Menindaklanjuti laporan tersebut, sebanyak tujuh personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng segera diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan unsur SAR lainnya.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng, Kadek Donny Indrawan, menjelaskan bahwa satu korban ditemukan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Dewa Ketut Adi Suarjana (55), warga Dusun Santal.

Menurut keterangan saksi, Suarjana saat itu berupaya menyelamatkan mobil miliknya ketika banjir bandang tiba-tiba datang. Ia sempat keluar dari kendaraan dan mencoba berpegangan pada pohon kopi, namun nahas, korban tertimpa pohon besar yang terseret derasnya arus banjir.

“Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 23.00 WITA setelah debit air mulai surut, kemudian dievakuasi ke RSU Pratama Tanguwisia,” ujar Donny.

Sementara itu, tiga korban lainnya yang berasal dari Dusun Ambengan hingga kini masih dinyatakan hilang. Mereka adalah Komang Suci (44) bersama dua anaknya, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12). Ketiganya diduga terseret arus setelah rumah mereka jebol diterjang luapan Sungai Mendaum.

Upaya pencarian sempat dilakukan pada malam hari, namun terkendala kondisi gelap serta jarak pandang yang terbatas sehingga operasi dinilai tidak efektif. Tim SAR gabungan akhirnya menghentikan sementara pencarian pada pukul 00.20 WITA sesuai arahan Wakil Bupati Buleleng yang turut berada di lokasi.

Pada Sabtu pagi, tim SAR gabungan kembali melanjutkan pencarian dengan melakukan penyisiran di sekitar rumah korban hingga area muara dan sepanjang bibir pantai.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Pos SAR Buleleng, Polres Buleleng, BPBD Buleleng, Polsek Banjar, Brimob Gilimanuk, Polairud, Satpol PP, Dinas PUPR, Pemadam Kebakaran, PMI, aparat desa, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian korban. RAN

Pembukaan “Badung Çaka Fest 2026”, Bupati Siapkan Tambahan Hibah Bagi Pemenang

Bupati Adi Arnawa bersama Ketua DPRD I Gusti Anom Gumanti, secara resmi membuka Lomba Ogoh-Ogoh "Badung Çaka Fest 2026" di Puspem Badung, Jumat (6/3).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, secara resmi membuka Lomba Ogoh-Ogoh “Badung Çaka Fest 2026”, ditandai pemukulan kulkul sebagai simbol dimulainya festival di Area Balai Budaya Giri Nata Mandala, Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Jumat (6/3/2026). Festival yang mengusung tema “Sakti Nugraha Loka” tersebut, menekankan harmoni antara kekuatan spiritual, kreativitas generasi muda serta nilai-nilai kearifan lokal yang tumbuh dan berkembang dalam kehidupan masyarakat Bali. Kegiatan ini menjadi upaya konkret pemerintah daerah dalam melestarikan warisan seni tradisi yang telah mengakar kuat dalam kehidupan sosial masyarakat.

 

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mengatakan, tradisi ogoh-ogoh tidak hanya dimaknai sebagai bagian dari ritual keagamaan menjelang Hari Raya Nyepi, tetapi juga sebagai ruang ekspresi kreatif bagi generasi muda untuk menampilkan inovasi seni berbasis nilai budaya lokal. “Tradisi ogoh-ogoh tidak sekadar kegiatan ritual, namun sebagai momentum penting memberikan ruang kepada generasi muda dalam menunjukkan kreativitas dan inovasinya melalui karya seni,” ujar Adi Arnawa.

 

Sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas generasi muda, pada momentum tersebut Bupati Adi Arnawa memberikan tambahan hadiah hibah secara spontan kepada para peserta. “Selain menerima hadiah yang sudah disiapkan, saya selaku Bupati Badung akan memberikan tambahan Hibah untuk Pemenang Pertama memperoleh Rp. 500 juta, Pemenang Kedua Rp. 450 juta, Pemenang Ketiga Rp. 400 juta dan Pemenang Keempat (Harapan I) Rp. 350 juta. Sementara peserta lainnya tetap memperoleh apresiasi masing-masing sebesar Rp. 200 juta,” paparnya.

 

Menurut Adi Arnawa, dukungan tersebut merupakan bentuk penghargaan atas dedikasi dan semangat gotong-royong generasi muda Badung yang telah bekerja keras menciptakan hasil karya ogoh-ogoh berkualitas. “Saya melihat sendiri perjuangan para peserta sangat luar biasa. Ada yang bekerja sejak pagi hingga dini hari, bahkan harus melindungi ogoh-ogoh mereka dari hujan. Dibalik karya seni ini terdapat semangat kebersamaan dan gotong-royong yang sangat kuat,” ungkapnya.

 

Selanjutnya Adi Arnawa menyampaikan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penyelenggaraan festival. “Kedepan, pada tahun-tahun mendatang, saya akan tambahkan anggaran untuk event ini agar lebih semarak, melihat antusias penonton tinggi saya akan tambahkan untuk penyediaan layar LED di area panggung agar masyarakat dapat menyaksikan penampilan peserta secara lebih optimal dan profesional,” jelasnya.

 

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan Badung Made Widiana melaporkan, kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan potensi lokal serta memberikan ruang ekspresi bagi generasi muda dalam berkarya melalui seni ogoh-ogoh. Para Sekaa Teruna dan Yowana diharapkan mampu menampilkan potensi lokal Badung melalui karya seni yang kreatif sekaligus memperkuat semangat kebersamaan, gotong-royong dan tanggungjawab terhadap pelestarian budaya.

 

Ia menambahkan, dalam proses pembuatan ogoh-ogoh para peserta juga dianjurkan menggunakan bahan ramah lingkungan serta menghindari unsur politik, pornografi maupun SARA dalam konsep karya yang ditampilkan. Badung Çaka Fest 2026 berlangsung selama tiga hari, 6-8 Maret 2026, dengan menampilkan 21 ogoh-ogoh terbaik yang telah diseleksi dari 597 ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna Teruni se-Kabupaten Badung yang terbagi dalam tujuh zona penilaian dari enam Kecamatan. Selain menjadi ajang kompetisi seni, Badung Çaka Fest juga dicanangkan sebagai ruang ekspresi seni dan budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis komunitas. Dengan menghadirkan berbagai kegiatan seni, hiburan serta aktivitas ekonomi yang melibatkan komunitas lokal dan pelaku UMKM, sehingga memberi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

 

Kegiatan ini juga selaras dengan implementasi visi pembangunan Kabupaten Badung melalui konsep Sapta Kriya Adi Cipta, yang menekankan pembangunan daerah berbasis kreativitas, inovasi, pelestarian budaya, penguatan ekonomi masyarakat serta peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam kerangka pembangunan berkelanjutan. “Dengan semangat tersebut, Badung Çaka Fest kami harapkan tidak hanya menjadi agenda budaya tahunan, namun dapat menjadi ruang strategis bagi generasi muda untuk menjaga identitas budaya sekaligus berkontribusi dalam mewujudkan Badung yang maju, kreatif, dan berbudaya,” harapnya.

 

Turut hadir pada acara pembukaan, anggota Komisi IV DPRD Badung, Forkopimda Badung, Pimpinan OPD lingkup Pemkab. Badung, Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Ketua Gatriwara Badung Ny. Gusti Ayu Trisna Dewi Anom Gumanti, serta tokoh masyarakat. (rls)

Kemenpar Ungkap Kondisi Terkini Pariwisata Bali di Tengah Gejolak Global

Kemenpar Ungkap Kondisi Terkini Pariwisata Bali di Tengah Gejolak Global
Kemenpar Ungkap Kondisi Terkini Pariwisata Bali di Tengah Gejolak Global

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kementerian Pariwisata memastikan kondisi sektor pariwisata di Bali masih berada pada level yang stabil meskipun situasi geopolitik global, termasuk dinamika di kawasan Timur Tengah, menjadi perhatian internasional.

Melalui siaran pers resmi pada 5 Maret 2026, Kementerian Pariwisata menyampaikan bahwa aktivitas wisata di Pulau Dewata tetap berjalan normal dengan tingkat hunian hotel yang masih terjaga dalam kategori sehat.

Menteri Pariwisata menyatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global secara cermat, khususnya yang berpotensi memengaruhi mobilitas wisatawan dunia. Namun berdasarkan data yang dihimpun dari pelaku industri hingga awal tahun 2026, sektor pariwisata Bali masih menunjukkan performa yang cukup kuat.

Di Kabupaten Badung yang merupakan pusat utama pariwisata Bali, sekitar 52 persen hotel tercatat memiliki tingkat hunian pada kisaran 41–69 persen. Sementara itu, sekitar 36 persen hotel lainnya sudah mencapai tingkat hunian antara 70–80 persen.

Kondisi serupa juga terlihat di Kabupaten Gianyar. Sekitar 53,8 persen hotel berada pada tingkat hunian 41–69 persen, kemudian 23,1 persen hotel berada pada kisaran 70–80 persen, dan sebagian kecil bahkan mencatat tingkat hunian hingga 81–100 persen.

Menurut Menteri Pariwisata, data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar properti akomodasi masih berada pada kategori hunian menengah hingga tinggi.

“Situasi global tentu kami pantau dengan sangat serius. Namun data di lapangan menunjukkan bahwa kinerja pariwisata Bali dalam beberapa minggu terakhir masih berada pada kondisi yang stabil, dengan tingkat hunian hotel yang tetap terjaga,” ujarnya.

Ia menegaskan, kondisi tersebut menjadi indikator bahwa Bali masih dipercaya dan diminati wisatawan mancanegara sebagai salah satu destinasi unggulan dunia.

Pemerintah juga terus memperkuat koordinasi dengan pelaku industri pariwisata serta mengintensifkan strategi promosi di berbagai pasar utama guna menjaga momentum pertumbuhan sektor pariwisata nasional.

Kementerian Pariwisata optimistis daya tarik destinasi, kualitas pengalaman wisata, serta sinergi antara pemerintah dan pelaku industri akan terus menjaga posisi Indonesia sebagai destinasi favorit wisatawan global di tengah dinamika global yang terus berkembang. RAN

Terungkap! Tes DNA Pastikan Korban Mutilasi di Gianyar WNA Ukraina yang Diculik

Hasil tes DNA mengungkap korban mutilasi adalah WNA Ukraina Ihor Komarav.
Hasil tes DNA mengungkap korban mutilasi adalah WNA Ukraina Ihor Komarav.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Misteri identitas korban mutilasi yang ditemukan di wilayah Ketewel, Kabupaten Gianyar, akhirnya terungkap. Kepolisian Daerah (Polda) Bali memastikan korban merupakan warga negara Ukraina bernama Ihor Komarav alias Igor Komarov (28), yang sebelumnya dilaporkan menjadi korban penculikan di Bali.

Kepastian tersebut diperoleh setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan forensik, termasuk uji DNA yang menunjukkan kecocokan hingga 99,99 persen. Hasil tersebut diperoleh dari proses pemeriksaan yang melibatkan tim medis di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah serta laboratorium forensik Bareskrim Polri.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy menjelaskan, pencocokan DNA dilakukan antara sampel milik ibu korban dengan darah yang ditemukan di mobil para pelaku serta potongan tubuh korban yang ditemukan di lokasi berbeda.

“Perbandingan profil DNA menunjukkan kecocokan alel maternal antara ibu korban dengan sampel yang ditemukan pada mobil Avanza hitam dan di vila di Tabanan. Probabilitas kecocokan mencapai 99,99 persen,” ujar Ariasandy, Jumat (6/3).

Sampel DNA yang dianalisis berasal dari enam bagian tubuh korban, di antaranya tulang geraham, tulang selangka, tulang paha, tulang iga, tulang jari kaki, serta tulang kering.

Hasil analisis menyimpulkan seluruh sampel berasal dari individu laki-laki yang sama dengan profil darah yang ditemukan di kendaraan dan vila yang diduga menjadi lokasi penyekapan korban.

Dalam pengembangan kasus ini, polisi telah menetapkan satu tersangka berinisial CH, seorang warga negara asing yang diduga menyewa mobil yang digunakan dalam aksi penculikan. Sementara itu, enam orang lainnya yang juga merupakan WNA telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), yakni RM, BK, AS, VN, SM, dan DH.

Pihak kepolisian juga telah mengajukan penerbitan red notice melalui Interpol guna memburu para tersangka yang diduga telah melarikan diri ke luar negeri.

“Kami terus berkoordinasi dengan imigrasi, Hubinter, dan Interpol untuk melacak keberadaan para pelaku. Seluruhnya diketahui memiliki lebih dari satu paspor,” jelas Ariasandy.

Kasus ini bermula ketika Ihor dilaporkan hilang pada Minggu (15/2) saat bersama sejumlah rekannya berlatih mengendarai sepeda motor di kawasan tanjakan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. Saat itu korban berada di posisi paling belakang dan tiba-tiba diserang oleh orang tak dikenal.

Salah satu rekannya berhasil melarikan diri dan memberi tahu rombongan lainnya bahwa Ihor telah diculik. Laporan kemudian dibuat ke Polsek Kuta Selatan.

Tak lama setelah kejadian, beredar video siaran langsung yang memperlihatkan korban berada di sebuah vila dan meminta uang tebusan kepada keluarganya. Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi sebuah mobil Toyota Avanza dan dua sepeda motor yang diduga digunakan dalam aksi penculikan tersebut.

Pelacakan GPS kendaraan kemudian mengarah ke sebuah vila di wilayah Tabanan. Di lokasi itu, polisi menemukan bercak darah yang kemudian diamankan untuk diuji secara forensik. Jejak serupa juga ditemukan di dalam mobil yang digunakan para pelaku.

Hingga kini, penyidik masih mendalami kemungkinan adanya keterkaitan kasus ini dengan jaringan kriminal internasional. Polisi juga terus memburu para tersangka yang diduga terlibat dalam penculikan hingga pembunuhan korban. RAN

Imigrasi Denpasar Terbitkan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa bagi WNA Terdampak Konflik Timur Tengah

Petugas Imigrasi Denpasar melayani pengajuan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa bagi WNA terdampak penutupan jalur udara Timur Tengah.
Petugas Imigrasi Denpasar melayani pengajuan Izin Tinggal Keadaan Terpaksa bagi WNA terdampak penutupan jalur udara Timur Tengah.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Penutupan jalur udara di sejumlah wilayah Timur Tengah akibat eskalasi konflik geopolitik berdampak pada penerbangan internasional, termasuk rute menuju dan dari Indonesia. Menyikapi kondisi tersebut, Direktorat Jenderal Imigrasi meningkatkan status kesiapsiagaan di seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) udara, termasuk di Bali.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah melalui Ditjen Imigrasi memberikan fasilitas Izin Tinggal Keadaan Terpaksa (ITKT) bagi warga negara asing (WNA) yang terdampak pembatalan atau penundaan penerbangan. Izin ini berlaku hingga 30 hari dan dapat diperpanjang menyesuaikan perkembangan situasi penerbangan internasional.

Kebijakan tersebut bertujuan memberikan kepastian hukum bagi WNA yang tidak dapat meninggalkan Indonesia tepat waktu karena gangguan jalur penerbangan. Selain itu, pemerintah juga memberikan keringanan bagi WNA yang mengalami kelebihan masa tinggal (overstay) akibat pembatalan penerbangan.

WNA yang mengalami overstay karena situasi tersebut tidak akan dikenakan denda selama dapat menunjukkan bukti resmi dari maskapai atau otoritas bandara yang menyatakan pembatalan penerbangan disebabkan oleh penutupan wilayah udara.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Denpasar, R. Haryo Sakti, mengatakan hingga Kamis (5/3) pihaknya telah menerima sedikitnya 58 permohonan ITKT dari WNA yang terdampak kondisi tersebut. Jumlah ini diperkirakan masih dapat bertambah jika situasi penerbangan internasional belum kembali normal.

Ia mengimbau para WNA yang terdampak untuk segera mengurus administrasi izin tinggal secara langsung di Kantor Imigrasi. Pemohon diminta membawa dokumen persyaratan berupa paspor asli, surat pembatalan penerbangan dari maskapai, serta bukti tiket penerbangan yang dibatalkan.

“Dengan melengkapi dokumen tersebut, proses pengajuan ITKT dapat berjalan lebih cepat sehingga para WNA tetap memiliki kepastian hukum selama berada di Indonesia,” ujarnya. RAN

Daftar 39 Sekaa Teruna Lolos Nominasi Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tabanan 2026

Tim juri melakukan penilaian terhadap ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna dalam rangka Festival Ogoh-Ogoh Singasana III di Kabupaten Tabanan.
Tim juri melakukan penilaian terhadap ogoh-ogoh karya Sekaa Teruna dalam rangka Festival Ogoh-Ogoh Singasana III di Kabupaten Tabanan.

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Semangat kreativitas generasi muda di Kabupaten Tabanan kembali terlihat menjelang perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Caka 1948. Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan menetapkan sebanyak 39 Sekaa Teruna sebagai nominasi dari total 64 peserta yang mendaftar dalam Lomba Ogoh-Ogoh Sekaa Teruna di 10 kecamatan se-Kabupaten Tabanan.

Lomba ini menjadi bagian utama dari rangkaian Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026 yang mengusung tema “Nyomya Butha Kala Nyanggra Nawa Warsa I Caka 1948 Nyujur Paduraksa Jayaning Singasana”. Festival ini merupakan inisiasi Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, sejak tahun 2024 sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas generasi muda dalam melestarikan adat, agama, seni, dan budaya Bali melalui karya ogoh-ogoh.

Puluhan nominasi tersebut berasal dari berbagai kecamatan di Tabanan. Kecamatan Baturiti meloloskan empat peserta yakni STT Darma Bakti, STT Sekar Yowana, STT Tunggal Panji Laksana, dan STT Giri Merta. Kecamatan Pupuan diwakili STT Pratisentana Ardhani Nararya. Kecamatan Selemadeg meloloskan STT Kemoning Sari, STT Graha Shantika Putra, serta ST Yowana Bhakti Kecana. Sementara Selemadeg Barat diwakili Sekaa Teruna Santhi Dharma Yowana.

Kecamatan Selemadeg Timur meloloskan lima peserta, yaitu Sekaa Teruna Widya Santhi, Sekaa Teruna Kepet, Sekaa Teruna Yowana Sanjiwani, Sekaa Teruna Jangga Werdhi Yowana, dan Sekaa Teruna Watu Galuh. Kecamatan Penebel diwakili Sekaa Teruna Satya Sentana, Sekaa Teruna Tri Tunggal Jaya, Sekaa Teruna Yowana Eka Murti, Sekaa Teruna Widya Yowana Bhakti, serta Sekaa Teruna Dharma Canthi.

Selanjutnya Kecamatan Kerambitan diwakili Sekaa Teruna Taruna Bhakti, Sekaa Teruna Eka Dharma, Sekaa Teruna Panji Semirang, Sekaa Teruna Tri Puspajati, dan Sekaa Teruna Silabhakti. Kecamatan Marga meloloskan Sekaa Teruna Bhuana Dharma Putra, Sekaa Teruna Tunas Mekar, Sekaa Teruna Marga Putra, Sekaa Teruna Sesana Putra, dan Sekaa Teruna Bhina Satrya.

Kecamatan Kediri juga mengirim lima peserta yakni Sekaa Teruna Sadhu Mertha Sanggulan, Sekaa Teruna Sasadara, Sekaa Teruna Widya Saguna, Sekaa Teruna Widya Guna Dharma, dan Sekaa Teruna Permata. Sementara Kecamatan Tabanan diwakili Sekaa Teruna Murti Sentana, Sekaa Teruna Eka Adnyana, Sekaa Teruna Tri Wikrama, Sekaa Teruna Kocala Taruna, serta Sekaa Teruna Eka Karya Dharma Canthi.

Seluruh nominasi selanjutnya akan berkompetisi di tingkat kecamatan untuk memperebutkan Juara I, II, dan III. Khusus Juara I di setiap kecamatan berhak mewakili wilayahnya pada Festival Singasana III tingkat Kabupaten Tabanan Tahun 2026.

Para juara tingkat kecamatan juga akan memperoleh hadiah uang tunai. Sementara Juara I akan mendapatkan biaya kepesertaan sebesar Rp35 juta serta kesempatan memajang ogoh-ogoh selama tiga hari, mulai 13 hingga 15 Maret 2026 di Area Garuda Wisnu Singasana (GWS) Kota Tabanan. Penilaian tingkat kabupaten dijadwalkan berlangsung pada 14 Maret 2026.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, menjelaskan bahwa panitia hanya memfasilitasi kebutuhan dasar saat pemajangan ogoh-ogoh di tingkat kabupaten.

“Panitia hanya menyediakan area penempatan ogoh-ogoh, satu tenda untuk istirahat peserta, dan perangkat gambelan. Sementara rigging stage atau display ogoh-ogoh menjadi tanggung jawab masing-masing peserta,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh ogoh-ogoh yang akan mengikuti penilaian tingkat kabupaten harus sudah berada di lokasi sekitar GWS pada 11 hingga 12 Maret 2026.

Sementara itu, pawai ogoh-ogoh dewasa dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 15 Maret 2026 mulai pukul 16.00 WITA. Pawai akan dimulai dari depan GWS menuju Jalan Gunung Agung ke arah selatan hingga Patung Sagung Wah, kemudian berbelok menuju Jalan Parkit di depan panggung kehormatan di selatan Gedung Kesenian I Ketut Marya untuk melakukan atraksi.

Setiap peserta diberikan waktu maksimal 10 menit untuk menampilkan atraksi di depan panggung kehormatan sebelum melanjutkan rute hingga finis kembali di Lapangan GWS. Tim juri nantinya akan menetapkan Juara Terbaik I, II, dan III, serta Juara Harapan I, II, dan III yang ditentukan oleh juri kehormatan. RAN

Komisi I DPRD Tabanan Sidak Tiga Desa di Kediri, Temukan Sejumlah Vila Tanpa Izin

Komisi I DPRD Tabanan saat melakukan sidak pada sejumlah pembangunan di tiga desa di Kecamatan Kediri.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi I DPRD Tabanan melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi pembangunan vila di Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan. Dari sidak tersebut, dewan menemukan beberapa bangunan vila yang diduga berdiri tanpa izin resmi serta melanggar aturan tata ruang.

Sidak yang dilakukan pada Rabu (4/3/2026) itu menyasar tiga desa, yakni Desa Buwit, Desa Kaba-Kaba, dan Desa Cepaka. Ketua Komisi I DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Omardani, mengatakan dari hasil peninjauan di lapangan ditemukan sejumlah pelanggaran serius.

Menurutnya, beberapa bangunan didirikan di atas lahan yang masuk kategori Lahan Sawah Dilindungi (LSD), kawasan sempadan irigasi tersier, hingga area sempadan sungai. Selain itu, bangunan tersebut juga diketahui tidak memiliki izin mendirikan bangunan.

“Dari tiga lokasi yang kami sidak, ditemukan pelanggaran berat. Bangunan tersebut berdiri tanpa izin dan sebagian berada di kawasan yang seharusnya dilindungi,” ujar Omardani.

Di Desa Kaba-Kaba, pembangunan vila bahkan sempat memicu ketegangan dengan Pekaseh Subak Kumkum III. Hal ini terjadi karena pemilik bangunan menutup akses jalur irigasi dengan tembok permanen, sehingga mengganggu aliran air menuju lahan persawahan di wilayah subak tersebut.

Sementara itu di Desa Buwit, Komisi I menemukan dua bangunan vila yang berdiri di tengah areal persawahan produktif. Selain tidak memiliki izin, bangunan tersebut juga berada di kawasan yang termasuk dalam Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B).

“Pelanggaran ini sangat serius karena menyangkut perlindungan lahan pertanian yang menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan daerah,” tegasnya.

Temuan lainnya berada di Desa Cepaka. Di lokasi ini, rombongan dewan mendapati pembangunan vila yang melanggar batas sempadan sungai yang merupakan kewenangan Balai Wilayah Sungai (BWS). Selain itu, bangunan tersebut juga belum mengantongi izin lengkap.

Omardani menjelaskan, terhadap bangunan tersebut Satuan Polisi Pamong Praja bersama Dinas Pekerjaan Umum Pemkab Tabanan telah melayangkan surat peringatan kedua kepada pihak pengembang.

Saat ini Komisi I DPRD Tabanan masih menunggu proses administrasi hingga terbitnya surat peringatan ketiga sebelum mengambil langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penertiban atau pembongkaran bangunan. Sementara itu aktivitas pembangunan di lokasi tersebut telah dihentikan.

“Kami masih menunggu rekomendasi teknis dari Balai Wilayah Sungai terkait batas sempadan sungai sebelum mengambil langkah lebih lanjut,” jelasnya.

Di sisi lain, Perbekel Desa Kaba-Kaba, I Gusti Made Darmawan, mengungkapkan pihak desa selama ini telah melakukan pendataan ulang terhadap vila dan akomodasi wisata yang beroperasi di wilayahnya.

Ia menegaskan, pemerintah desa tidak pernah mengeluarkan izin resmi bagi warga maupun investor untuk mendirikan bangunan permanen tanpa melalui prosedur yang berlaku.

“Sebagai pemerintah desa, kami tidak pernah memberikan izin pembangunan jika tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya. (pmc)

Nuanu Satukan Pelaku Industri Kuliner, Perkenalkan Distrik Gastronomi Sutala

PANTAUBALI.COM, TABANAN  – Industri kuliner Bali terus menunjukkan perkembangan pesat seiring meningkatnya pengakuan internasional terhadap Pulau Dewata sebagai destinasi wisata kelas dunia. Untuk merespons dinamika tersebut, Nuanu Creative City menggelar forum Nuanu Future Talks: Gastronomy Leaders pada 4 Maret 2026 di kawasan Nuanu Creative City, Bali.

Forum yang berlangsung selama satu hari ini mempertemukan para chef, pemilik restoran, operator hospitality, investor, hingga pemangku kepentingan industri kuliner. Kegiatan ini menjadi wadah diskusi untuk membahas arah perkembangan gastronomi Bali, termasuk penguatan regulasi, model bisnis berkelanjutan, serta peningkatan standar profesional di sektor kuliner.

Acara ini juga didukung sejumlah mitra industri, antara lain Putra Surya Internusa, Chalista Mandiri Energy, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk, PT Gagas Energi Indonesia, PT Hatten Bali Tbk, serta RIEDEL The Wine Glass Company.

Dalam kesempatan tersebut, Nuanu Creative City sekaligus memperkenalkan Sutala, distrik kuliner yang akan dikembangkan di dalam kawasan Nuanu Creative City seluas 44 hektare. Distrik ini dirancang tidak hanya sebagai pusat kuliner, tetapi juga sebagai ekosistem yang mendorong kolaborasi, inovasi, dan pengembangan jangka panjang dunia gastronomi di Bali.

CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, menegaskan pentingnya membangun dialog sebelum memulai pembangunan fisik. Menurutnya, pertemuan para pelaku industri ini bertujuan untuk menciptakan ruang diskusi terbuka mengenai perkembangan industri kuliner di Bali.

“Yang terpenting adalah mempertemukan orang-orang yang benar-benar membangun lanskap kuliner Bali dan Indonesia dalam satu ruang. Dari sana kita dapat berbicara terbuka tentang apa yang sudah berjalan baik dan apa yang masih perlu diperbaiki,” ujarnya.

Sepanjang forum, berbagai isu strategis turut dibahas, mulai dari kejelasan regulasi, ketahanan operasional, model investasi jangka panjang, hingga upaya memperkuat posisi kuliner Indonesia di panggung internasional. Diskusi tersebut mendapat dukungan dari Bali Tourism & Investment Chamber (BTIC), Bali Restaurant & Café Association (BRCA), dan Bali HoreCa Club (BHC).

Salah satu topik utama yang mengemuka adalah pentingnya menjaga identitas kuliner lokal Bali di tengah pesatnya perkembangan konsep internasional. Para pembicara menilai kekuatan utama Bali terletak pada bahan baku lokal, teknik memasak tradisional, serta budaya kuliner yang telah mengakar kuat.

Chef Wayan Kresna Yasa, pemilik HOME by Chef Wayan sekaligus Chef Patron KAUM, menyatakan bahwa inovasi tetap harus berjalan seiring dengan pelestarian tradisi kuliner Bali.

“Masa depan gastronomi Bali bergantung pada kemampuan kita berinovasi tanpa kehilangan akar budaya. Investasi tidak hanya pada konsep baru, tetapi juga pada pengetahuan, bahan, dan tradisi yang menjadi identitas kita,” ujarnya.

Forum ini menghadirkan sejumlah tokoh kuliner dan pelaku industri hospitality, di antaranya Hans Christian, Syrco Bakker, Chris Smith, Nic Vanderbeeken, Vinny Lauria, Will Goldfarb, hingga Ayu Sudana dan Daniel Natali.

Dukungan juga datang dari para mitra industri. CEO PT Putra Surya Internusa, Faye Louise, menyampaikan bahwa inisiatif ini menunjukkan bahwa masa depan pariwisata Bali tidak hanya berfokus pada hiburan, tetapi juga pembangunan ekosistem industri yang kuat.

Sementara itu, Director of Operations and Commercial PGN-Gagas Energi, Maisalina, menilai forum ini mencerminkan pendekatan pembangunan jangka panjang yang memperkuat fondasi industri kuliner Bali secara terstruktur dan berkelanjutan.

Melalui forum ini serta pengenalan distrik kuliner Sutala, Nuanu Creative City menegaskan komitmennya untuk turut mendorong perkembangan Bali tidak hanya sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga sebagai pusat gastronomi yang diperhitungkan secara global. (pmc)

Polda Bali Musnahkan Barang Bukti Narkoba Senilai Puluhan Miliar

Kapolda Bali Daniel Adityajaya memimpin pemusnahan barang bukti narkotika senilai Rp23,5 miliar di Mapolda Bali, Rabu (4/3/2026).
Kapolda Bali Daniel Adityajaya memimpin pemusnahan barang bukti narkotika senilai Rp23,5 miliar di Mapolda Bali, Rabu (4/3/2026).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Pemusnahan ribuan gram narkotika oleh Polda Bali di Mapolda Bali, Rabu (4/3/2026), bukan sekadar agenda seremonial.

Di balik total nilai Rp23,5 miliar, tersimpan potensi ancaman besar terhadap puluhan ribu jiwa, khususnya generasi muda di Pulau Dewata.

Kapolda Bali, Daniel Adityajaya, menyebut barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil pengungkapan sejumlah kasus peredaran narkotika sepanjang awal 2026 oleh Direktorat Reserse Narkoba.

Rinciannya meliputi sabu 5.661,86 gram, ekstasi 4.932 butir atau setara 2.453,92 gram, kokain 1.186,75 gram, ganja 10,58 gram, hasish 2,32 gram, THC 35,96 gram, serta psilosina 2 gram.

“Jika dikonversikan nilainya mencapai Rp23,5 miliar. Dari jumlah tersebut, diperkirakan kita berhasil menyelamatkan 39.256 orang dari bahaya penyalahgunaan narkotika,” ujar Daniel.

Menurutnya, angka tersebut menggambarkan betapa seriusnya ancaman narkoba terhadap struktur sosial masyarakat Bali. Sebagai destinasi wisata internasional, Bali memiliki kerentanan tersendiri terhadap masuknya jaringan narkotika lintas daerah maupun lintas negara.

Ia menegaskan, pemusnahan barang bukti bukan hanya bagian dari prosedur hukum, tetapi juga pernyataan tegas bahwa Bali tidak boleh menjadi ruang aman bagi sindikat narkoba.

“Kami pastikan negara selalu hadir. Aparat tidak pernah lengah, dan Bali bukan tempat yang nyaman bagi peredaran narkoba,” tandasnya. RAN