- Advertisement -
Beranda blog Halaman 15

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Dampingi TP Pembina Posyandu Prov. Bali Lakukan Aksi Nyata dari Desa untuk Masyarakat

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Energi kolaborasi kembali digaungkan dari pelosok desa. Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai, mengawal langsung pelaksanaan Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” ke-9 tahun 2026 Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang digelar secara roadshow di dua desa di Kabupaten Tabanan, Senin (11/5/2026).

 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Tim Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali beserta jajaran, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali dan Perangkat Daerah terkait, Kepala Perangkat Daerah terkait 6 SPM Kabupaten Tabanan, jajaran TP Posyandu Kabupaten Tabanan, Camat Selemadeg Timur dan Selemadeg beserta jajaran, hingga para Perbekel, pengurus TP Posyandu Desa, dan kader di Desa Mambang dan Serampingan.

 

Aksi sosial ini dipusatkan di dua lokasi, yakni di Balai Serbaguna Desa Mambang, Kecamatan Selemadeg Timur, dan di Balai Serbaguna Desa Serampingan, Kecamatan Selemadeg. Di Desa Mambang terdapat 11 posyandu dengan 66 kader penerima bantuan, sementara di Desa Serampingan terdapat 6 posyandu dengan 72 kader yang turut menerima perhatian serupa.

 

Mewakili Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar berbagi bantuan, namun juga memperkuat pembinaan kader di lapangan. “Bingkisan yang diberikan merupakan bentuk perhatian dari Bapak Gubernur dan Ibu Ketua TP Posyandu Provinsi Bali. Setiap kader menerima 30 kilogram beras, tiga krat telur, dan dua kotak susu, dengan total mencapai 1,98 ton beras, 5.140 butir telur, dan 132 kotak susu,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, pihaknya menegaskan bahwa program “Membina dan Berbagi” dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh kabupaten di Bali. “Dalam satu tahun, kegiatan ini ditargetkan berlangsung sebanyak 18 kali, dengan masing-masing kunjungan menyasar dua desa. Selain bantuan, pembinaan juga menjadi fokus utama, termasuk melalui program bina posyandu yang dilakukan dalam dua angkatan, yakni untuk tim pembina dan kader,” imbuh Dwi Dewata.

 

Tim Pengarah TP Posyandu Provinsi Bali, Anom Agustina, dalam kesempatan yang sama menekankan pentingnya transformasi posyandu sebagai pusat layanan dasar terintegrasi. “Transformasi ini bertujuan menjadikan posyandu sebagai pusat layanan yang tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi mencakup enam bidang pelayanan dasar demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkapnya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada peran kelembagaan dan kader. “Kader memiliki dua peran utama, baik saat posyandu buka maupun tidak. Saat buka, fokus pada pelayanan enam bidang, sementara di luar itu kader tetap berperan aktif dalam pemantauan dan edukasi masyarakat,” tegas Agustina.

 

Sementara itu, Bunda Rai dalam sambutannya tampil penuh semangat, menegaskan pentingnya kesiapan kader dalam menghadapi tugas baru posyandu yang semakin luas. “Kita harus semangat dalam melaksanakan tugas baru yang luar biasa ini, karena pada akhirnya kita ingin memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

 

Menurutnya, perhatian dari pemerintah Provinsi menjadi suntikan motivasi besar bagi para kader. “Kader posyandu adalah garda terdepan dalam menyukseskan program, terutama dalam implementasi posyandu berbasis enam Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dukungan seperti ini tentu menjadi penyemangat bagi mereka dalam menjalankan tugas mulia,” imbuh Bunda Rai.

 

Bunda Rai juga menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi yang terjalin dengan Pemprov Bali. Lebih jauh, ia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program serupa di tingkat Kabupaten. “Kami di Kabupaten juga mengemas aksi sosial ini dengan pendekatan yang selaras, karena kita satu kesatuan. Maka, program Provinsi kami lanjutkan di daerah, termasuk melalui kegiatan yang sudah berjalan di enam kecamatan dan akan terus berlanjut hingga seluruh wilayah terjangkau,” jelasnya.

 

Dalam pelaksanaannya, Bunda Rai menekankan, kegiatan tidak hanya berfokus pada bantuan, tetapi juga edukasi berkelanjutan. “Semua saling berkaitan, begitu juga dengan di PKK, kami terus melakukan sosialisasi, terutama terkait pengelolaan sampah dan transformasi posyandu enam SPM. Ini penting agar masyarakat memahami bahwa posyandu kini tidak hanya menimbang bayi, tetapi juga menjadi wadah aspirasi, layanan, dan solusi bagi masyarakat,” ungkapnya.

 

Di sisi lain, program Posyandu Kabupaten Tabanan telah diselaraskan dengan kebijakan provinsi, mulai dari sosialisasi berkelanjutan, peningkatan kapasitas kelembagaan di semua tingkatan, hingga pelaksanaan enam bidang pelayanan dasar yang terintegrasi dengan perangkat daerah terkait. Melalui sinergi yang kuat antara Provinsi dan Kabupaten, serta peran aktif kader di lapangan. “Pemahaman masyarakat harus dibangun terus-menerus, sehingga mereka benar-benar merasakan manfaat Posyandu sebagai pusat layanan terintegrasi,” imbuh Bunda Rai. (rls/kmftb)

Pura Sakral di Titik Tengah Pulau Bali, Pujawali Pura Luhur Batu Panes Digelar Rabu Ini

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Piodalan atau pujawali di Pura Luhur Batu Panes, Banjar Adat Belulang, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, akan digelar pada Rabu, Buda Kliwon Gumbreg, 13 Mei 2026. Pura yang diyakini berada tepat di tengah Pulau Bali tersebut menjadi salah satu pura sakral yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Pura Luhur Batukaru.

Rangkaian pujawali tahun ini akan dirangkaikan dengan upacara Pemelaspasan Pura Taman Beji Agung usai rampung dilakukan perbaikan. Prosesi upacara rencananya dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Rsi Siwa Putra Sanatana Daksa Manuaba dari Griya Agung Wana Indra Gni Manuaba, Banjar Utu, Pesiapan.

Tokoh masyarakat Desa Adat Belulang yang juga Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, mengatakan seluruh krama adat kini tengah mempersiapkan rangkaian pujawali agar berjalan lancar dan penuh kerahayuan.

“Puncak pujawali jatuh pada Rabu Buda Keliwon Gumbreg dan akan nyejer hingga Sabtu, 16 Mei 2026. Kami berharap seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, rahayu, dan memberikan kerahayuan bagi umat,” ujarnya.

Pura Luhur Batu Panes dikenal memiliki posisi unik karena berada di kawasan yang dipercaya sebagai titik tengah Pulau Bali. Letaknya sekitar 16 kilometer dari pusat Kota Tabanan, di kawasan berhawa sejuk lereng pegunungan Penebel.

Keberadaan pura tersebut juga menjadi bagian penting dari spiritualitas masyarakat setempat dan kerap dikunjungi umat dari berbagai daerah di Bali saat piodalan berlangsung.

Selain sebagai tempat persembahyangan, Pura Luhur Batu Panes juga menjadi simbol kuatnya warisan adat, budaya, dan religius masyarakat Bali yang tetap terjaga hingga kini di tengah perkembangan zaman. (tim)

Pemkab Tabanan Perkuat Sinergi P4GN Bersama BNNK Badung

audiensi antara Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dengan jajaran BNNK Badung di Kantor Bupati Tabanan, Senin (11/5/2026).

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Tabanan memperkuat komitmen dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika melalui rencana kerja sama Program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) bersama Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Badung.

Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi antara Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dengan jajaran BNNK Badung di Kantor Bupati Tabanan, Senin (11/5/2026).

Audiensi dipimpin Kepala BNNK Badung, Dewa Ketut Darma Aryawan bersama jajaran dan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan serta perangkat daerah terkait.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh semangat sinergi antarlembaga dalam memperkuat koordinasi penanganan persoalan narkotika di wilayah Kabupaten Tabanan.

Dalam pembahasan tersebut, kedua pihak membicarakan Memorandum of Understanding (MoU) pelaksanaan Program P4GN sebagai langkah strategis memperkuat edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkotika di tengah masyarakat.

Pemkab Tabanan menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan program P4GN melalui kolaborasi lintas sektor, peningkatan sosialisasi, serta penguatan upaya preventif guna menciptakan lingkungan masyarakat yang sehat, aman, dan bebas dari peredaran gelap narkotika.

Melalui kerja sama itu, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah dan BNNK semakin optimal dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya narkoba. (rls/tbn)

DPRD Tabanan Tambah Dua Ranperda Prioritas dalam Propemperda 2026

TABANAN, PANTAUBALI.COM – DPRD Kabupaten Tabanan melalui Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) menambah dua rancangan peraturan daerah (Ranperda) ke dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026. Dengan penambahan tersebut, jumlah ranperda yang akan dibahas sepanjang tahun depan menjadi sembilan rancangan.

Ketua Bapemperda DPRD Tabanan, I Wayan Eddy Nugraha Giri, mengatakan dua ranperda tambahan tersebut telah memperoleh persetujuan Ketua DPRD Tabanan untuk masuk dalam agenda pembahasan.

Adapun dua ranperda yang menjadi usulan baru yakni Ranperda tentang Penanggulangan Bencana Daerah dan Ranperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

“Kedua ranperda tersebut telah disetujui untuk dimasukkan dalam Propemperda Tahun 2026 sehingga total ada sembilan ranperda yang akan dibahas,” ujarnya.

Menurut Eddy Nugraha, meskipun merupakan usulan tambahan, kedua rancangan regulasi tersebut justru menjadi prioritas karena dinilai mendesak dan dibutuhkan untuk menjawab berbagai persoalan yang berkembang di Kabupaten Tabanan.

Ia menjelaskan, Ranperda Penanggulangan Bencana Daerah menjadi perhatian utama mengingat hingga kini Tabanan belum memiliki regulasi khusus di tingkat kabupaten yang mengatur sistem penanggulangan bencana secara komprehensif.

Keberadaan perda tersebut diharapkan menjadi landasan hukum yang kuat bagi pemerintah daerah dalam membangun sistem penanggulangan bencana yang terintegrasi, mulai dari tahap pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan saat terjadi bencana hingga proses pemulihan pascabencana.

“Peraturan daerah ini diharapkan mampu menjadi payung hukum agar penanganan bencana dapat dilakukan secara terpadu, terkoordinasi, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Bapemperda juga memprioritaskan pembahasan Ranperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Regulasi tersebut disiapkan sebagai langkah penyempurnaan terhadap ketentuan yang telah berlaku agar lebih sesuai dengan perkembangan kebutuhan daerah maupun dinamika regulasi di tingkat nasional.

Menurut Eddy, materi muatan ranperda tersebut masih akan dibahas lebih lanjut bersama pihak terkait dalam tahapan pembahasan berikutnya.

“Prinsipnya, ranperda ini disiapkan untuk menyempurnakan regulasi yang sudah ada. Detail substansinya nanti akan dibahas bersama sesuai mekanisme pembentukan peraturan daerah,” katanya.

Melalui pembahasan sembilan ranperda pada tahun 2026, DPRD Tabanan berharap produk hukum yang dihasilkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta memperkuat penyelenggaraan pemerintahan daerah di berbagai sektor strategis, khususnya penanggulangan bencana dan perlindungan lingkungan hidup. (pmc/kjs/dt)

Pendaki Lansia Ditemukan Meninggal di Jurang Gunung Batukaru, Evakuasi Berlangsung Dramatis

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi jenazah seorang pendaki lansia yang ditemukan di jurang kawasan Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Minggu (10/5/2026). Korban ditemukan di kedalaman sekitar 90 meter pada ketinggian 1.808 meter di atas permukaan laut (Mdpl).

Jenazah tersebut diduga merupakan Made Dibya (84), warga yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melakukan pendakian di Gunung Batukaru. Sebelumnya, operasi pencarian sempat dihentikan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar setelah berlangsung selama tujuh hari.

Penemuan jenazah pada Sabtu sore (9/5/2026) sekitar pukul 16.20 Wita membuat operasi SAR kembali dibuka. Basarnas Bali kemudian berkoordinasi dengan SAR Samapta Polda Bali dan pemandu lokal untuk memastikan proses evakuasi dapat dilakukan secepatnya.

Sebanyak lima personel Basarnas diberangkatkan dari Kantor Basarnas Bali di Jimbaran menuju Posko Pendakian Gunung Batukaru. Namun karena kondisi gelap dan minim penerangan, proses evakuasi diputuskan dilanjutkan pada Minggu pagi.

Tim SAR mulai bergerak pukul 08.00 Wita dari titik ketinggian 1.197 Mdpl menuju lokasi korban. Setelah melewati medan terjal dan licin, tim akhirnya berhasil mencapai titik penemuan jenazah pada pukul 10.20 Wita.

Evakuasi berlangsung cukup sulit karena medan jurang yang curam, bebatuan labil, cuaca berkabut, serta kondisi tanah yang lembab. Selain itu, kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan turut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

Sekitar pukul 11.45 Wita, jenazah berhasil diangkat dari dasar jurang dan kemudian ditandu secara estafet menuruni Gunung Batukaru menuju Posko SAR Gabungan di Jatiluwih. Seluruh proses evakuasi selesai pada pukul 13.40 Wita.

Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa menuju rumah duka menggunakan ambulans Bhuana Bali Rescue.

Operasi SAR gabungan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tim Rescue Basarnas Denpasar, Ditsamapta Polda Bali, Polres Tabanan, Polsek Selemadeg, BPBD Tabanan, PMI Tabanan, ORARI Bali, IOF Bali, komunitas pendaki gunung, relawan, hingga masyarakat setempat. RAN

Bupati Sanjaya Hadiri HUT ke-25 RSU Wisma Prasanthi, Apresiasi Dedikasi Tenaga Kesehatan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menghadiri perayaan Hari Ulang Tahun ke-25 RSU Wisma Prasanthi yang digelar di Garuda Wisnu Singasana, Minggu (10/5/2026). Perayaan tersebut mengusung tema “A Silver Journey: 25 Years of Trust and Care: Growing with Care, Serving with Heart”.

Dalam kegiatan itu, Bupati Sanjaya didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan beserta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan. Turut hadir Direktur Utama RSU Wisma Prasanthi bersama jajaran tenaga medis dan staf rumah sakit.

Pada kesempatan tersebut, Sanjaya menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan 25 tahun RSU Wisma Prasanthi dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Ia berharap rumah sakit tersebut terus meningkatkan kualitas layanan serta mempertahankan komitmen pengabdian kepada masyarakat.

Menurutnya, keberadaan rumah sakit memiliki peran penting dalam mendukung pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat Tabanan. Karena itu, ia mengapresiasi seluruh tenaga kesehatan yang selama ini bekerja dengan penuh dedikasi dan tanggung jawab.

Sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian tenaga medis, Bupati Sanjaya juga menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada sejumlah dokter yang dinilai berdedikasi dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan.

Momentum peringatan HUT ke-25 tersebut berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, sekaligus menjadi ajang refleksi perjalanan RSU Wisma Prasanthi dalam membangun kepercayaan masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang humanis dan profesional. (rls/tbn)

Propemperda Tabanan Bertambah, Bapemperda Prioritaskan Ranperda Penanggulangan Bencana dan Lingkungan

Propemperda Tabanan Bertambah, Bapemperda Prioritaskan Ranperda Bencana dan Lingkungan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kabupaten Tabanan menambah dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) ke dalam Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Tahun 2026. Dengan penambahan tersebut, jumlah Ranperda yang akan dibahas DPRD Tabanan sepanjang tahun ini meningkat dari tujuh menjadi sembilan.

Ketua Bapemperda DPRD Tabanan, I Wayan Eddy Nugraha Giri, mengatakan dua Ranperda yang masuk dalam Propemperda yakni Ranperda tentang Penanggulangan Bencana Daerah serta Ranperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Menurutnya, penambahan dua Ranperda tersebut telah memperoleh persetujuan Ketua DPRD Tabanan dan selanjutnya ditetapkan melalui rapat Bapemperda sebagai dasar untuk memulai proses pembahasan.

“Setelah mendapat persetujuan Ketua DPRD, kami menindaklanjutinya melalui rapat Bapemperda sehingga kedua Ranperda tersebut dapat diproses sesuai mekanisme yang berlaku,” ujar Eddy Nugraha, (9/5/2026).

Ia menjelaskan, kedua Ranperda tersebut menjadi prioritas pembahasan karena dinilai memiliki urgensi tinggi bagi penyelenggaraan pemerintahan daerah dan kepentingan masyarakat.

Ranperda Penanggulangan Bencana Daerah dinilai penting karena hingga kini Kabupaten Tabanan belum memiliki regulasi daerah yang mengatur penanganan bencana secara komprehensif. Kehadiran aturan tersebut diharapkan menjadi pedoman yang jelas mengenai pembagian tugas, kewenangan, serta koordinasi antarinstansi dalam penanganan bencana.

Selain memperkuat sistem mitigasi dan penanganan keadaan darurat, regulasi itu juga diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan daerah melalui pelibatan masyarakat dan relawan dalam upaya pengurangan risiko bencana.

Sementara itu, Ranperda tentang Penyelenggaraan Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup disiapkan sebagai penyempurnaan terhadap regulasi yang telah ada. Aturan tersebut nantinya diharapkan mampu memperkuat kebijakan pelestarian lingkungan seiring meningkatnya tantangan pembangunan di Kabupaten Tabanan.

Meski demikian, Eddy menyebut substansi kedua Ranperda masih akan dibahas lebih lanjut setelah seluruh tahapan administrasi, termasuk penyusunan naskah akademik, selesai dilakukan.

Dengan bertambahnya jumlah Ranperda dalam Propemperda 2026, DPRD Tabanan berharap seluruh pembahasan dapat berjalan sesuai target sehingga menghasilkan produk hukum yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat, sekaligus memperkuat tata kelola pemerintahan, mitigasi bencana, dan perlindungan lingkungan hidup di Kabupaten Tabanan. (kjsdt)

Serahkan Penghargaan Ogoh-Ogoh, Pemprov Minta Generasi Muda Terus Jaga Budaya Bali

Momen Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Giri Prasta menyerahkan hadiah ogoh-ogoh.
Momen Gubernur Bali, Wayan Koster dan Wakil Gubernur Giri Prasta menyerahkan hadiah ogoh-ogoh.

DENPASAR, PANTUABALI.COM – Wayan Koster bersama Nyoman Giri Prasta menyerahkan piagam penghargaan dan hadiah kepada para pemenang Ogoh-Ogoh Terfavorit Tahun Baru Saka 1948 di Jayasabha, Denpasar, Jumat (8/5/2026).

Momentum tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemerintah Provinsi Bali terhadap kreativitas generasi muda dalam menjaga tradisi dan budaya Bali melalui karya ogoh-ogoh.

Dalam kesempatan itu, Koster menegaskan bahwa semangat Hari Raya Nyepi tidak boleh berhenti hanya pada perayaan seremonial. Menurutnya, tradisi pembuatan ogoh-ogoh telah menjadi ruang penting bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

“Hari Raya Nyepi memang sudah lewat, tetapi semangatnya jangan sampai luntur. Ini menjadi wahana bagi generasi muda Bali untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menguatkan jati diri sebagai generasi yang memiliki bakat seni luar biasa yang telah diwariskan oleh para leluhur kita,” ujar Koster.

Ia menilai, ogoh-ogoh kini bukan sekadar tradisi tahunan menjelang Nyepi, melainkan simbol solidaritas, kekompakan, dan kecintaan anak muda Bali terhadap warisan leluhur. Hal senada juga disampaikan Wagub Giri Prasta yang mengapresiasi dedikasi para Sekaa Teruna Teruni (STT) dalam menghasilkan karya-karya artistik bernilai filosofi tinggi.

Dalam dialog bersama para penerima penghargaan, Koster dan Giri Prasta juga mengaku kagum setelah mengetahui proses pembuatan ogoh-ogoh membutuhkan waktu hingga empat sampai lima bulan. Bahkan, biaya produksi yang dihabiskan beberapa kelompok disebut mencapai lebih dari Rp50 juta.

Biaya besar tersebut, menurut para pemuda, berasal dari semangat gotong royong dan pengorbanan bersama demi menciptakan karya terbaik yang nantinya diarak saat malam pengerupukan. Mereka mengaku rela begadang berbulan-bulan untuk menyelesaikan detail ogoh-ogoh agar tampil maksimal.

Sebagai bentuk dukungan dan motivasi, Pemerintah Provinsi Bali memberikan dana pembinaan masing-masing sebesar Rp5 juta kepada sepuluh STT favorit pilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.

Sepuluh penerima penghargaan tersebut yakni STT Anom Darsana dari Karangasem, ST Asti Dharma Kerti dari Bangli, YDA Purbawisesa dari Jembrana, ST Sukarela dari Denpasar, ST Siladharma Silakarang dari Gianyar, ST Swadharmita dari Klungkung, STT Ananta Genta Laksana dan STT Munca Sari dari Tabanan, ST Samagama Triwarga dari Buleleng, serta ST Bhuana Kusuma dari Badung.

Menjelang akhir acara, suasana haru mewarnai Jayasabha saat para penerima penghargaan bergantian menyampaikan ucapan terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Bali.

“Matur suksema Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur atas dukungannya kepada generasi muda Bali,” ujar para perwakilan STT.

Momen tersebut menjadi gambaran bahwa di tengah modernisasi, generasi muda Bali masih memiliki semangat kuat untuk menjaga, merawat, dan mewariskan budaya leluhur agar tetap hidup dan berkembang di masa depan. RAN

Hilang Semalaman, Nenek 75 Tahun Ditemukan Selamat dalam Kondisi Linglung

Ni Wayan Gayatri (75) ditemukan dalam keadaan selamat.
Ni Wayan Gayatri (75) ditemukan dalam keadaan selamat.

KLUNGKUNG, PANTAUBALI.COM – Seorang lansia asal Banjar Kaja, Desa Sakti, Nusa Penida, akhirnya ditemukan selamat setelah dilaporkan hilang semalaman saat mencari pakan ternak, Jumat (8/5/2026). Korban diketahui bernama Ni Wayan Gayatri (75).

Sebelumnya, korban meninggalkan rumah pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 16.00 Wita untuk mencari pakan ternak di area ladang yang berada sekitar satu kilometer di sebelah barat rumahnya. Namun hingga malam hari, korban tak kunjung kembali sehingga membuat keluarga panik.

Pihak keluarga bersama warga setempat sempat melakukan pencarian hingga pukul 23.00 Wita, namun upaya tersebut belum membuahkan hasil lantaran kondisi gelap dan jarak pandang terbatas.

“Karena jarak pandang terbatas maka pencarian dilanjutkan pagi hari,” ujar Koordinator Unit Siaga SAR Nusa Penida, Cakra Negara.

Operasi pencarian kembali dilanjutkan pada Jumat pagi sekitar pukul 07.00 Wita dengan melibatkan tim gabungan dari Unit Siaga SAR Nusa Penida, Polsek Nusa Penida, Babinsa, Bhabinkamtibmas, keluarga korban, serta masyarakat setempat.

Tim SAR memulai penyisiran dari lokasi yang biasa digunakan korban mencari pakan ternak, lalu bergerak masuk ke area hutan. Petunjuk awal ditemukan berupa tumpukan dedaunan yang tersusun rapi serta batang pengait yang diduga milik korban.

“Pencarian dimulai dari tempat biasa korban mencari makan sapi, kemudian kami menyisir memasuki hutan,” jelasnya.

Upaya pencarian akhirnya membuahkan hasil sekitar pukul 08.20 Wita. Anak korban melihat seorang perempuan berjalan keluar dari arah hutan dalam kondisi linglung. Setelah didekati, perempuan tersebut dipastikan merupakan Ni Wayan Gayatri yang sebelumnya dilaporkan hilang.

Korban ditemukan sekitar satu kilometer di sebelah selatan lokasi ditemukannya pakan ternak miliknya. Setelah ditemukan selamat, korban langsung dibawa pulang ke rumah oleh keluarga dan tim gabungan. RAN

Bunda Rai Perkuat Sinergi Dengan PKK Provinsi Bali Lewat Program Berbelanja dan Berbagi di Klungkung

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya yang akrab disapa Bunda Rai, kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program TP PKK Provinsi Bali melalui kegiatan Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi ke-3 Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Ida Dewa Agung Jambe, Kabupaten Klungkung, Jumat (8/5/2026). Kehadiran Bunda Rai bersama Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali menjadi bentuk nyata sinergi antardaerah dalam mendukung pemberdayaan UMKM, pelestarian budaya, dan kepedulian sosial kepada masyarakat.

 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, didampingi Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali Ny. Seniasih Giri Prasta beserta jajaran pengurus TP PKK Provinsi Bali dan para Kepala Perangkat Daerah terkait. Turut hadir pula Bupati dan Wakil Bupati serta Sekda dan Kepala Perangkat Daerah terkait Pemkab Klungkung, serta undangan terkait lainnya.

 

Dalam kegiatan pasar rakyat tersebut, TP PKK Kabupaten Klungkung menghadirkan 99 produsen pedagang UMKM yang terdiri atas 22 produsen IKM, 9 produsen pangan segar, 12 produsen olahan, dan 56 produsen kuliner. Beragam produk unggulan khas Klungkung dipamerkan sekaligus dipasarkan kepada masyarakat dan para tamu yang hadir.

 

Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, menjelaskan bahwa program Berbelanja dan Berbagi, lahir sebagai upaya memperkuat silaturahmi sekaligus membangun sinergi antara TP PKK Provinsi dengan kabupaten/kota di Bali. “Awal mula program berbelanja dan berbagi ini agar para pengurus bisa sering bertemu dan bersilaturahmi sambil berkeliling Bali. Kami ingin menyapa para petani, perajin dan UMKM, sekaligus menghubungkan mereka dengan para pembeli dari kabupaten/kota masing-masing,” ujarnya.

 

Ia juga menegaskan, program tersebut tidak hanya mendorong perputaran ekonomi rakyat, tetapi juga menghadirkan kepedulian sosial melalui pembagian paket bantuan kepada masyarakat kurang mampu. Dalam kegiatan itu, masing-masing kabupaten/kota membeli 10 tas belanja untuk dibagikan, sementara Kabupaten Klungkung menyediakan 20 tas belanja bagi penerima manfaat.

 

Selain itu, TP PKK Provinsi Bali turut menyalurkan bantuan berupa 100 paket bantuan berisi beras, 2 krat telur, dan 1 liter minyak tandusan khas Klungkung. Bantuan tambahan juga diberikan melalui dukungan Gubernur Bali berupa 2 ton beras, 6.000 butir telur, dan 100 botol minyak tandusan guna mendukung potensi lokal daerah. Di mana masing-masing penerima manfaat akan menerima 3 tas bantuan.

 

Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Kabupaten Klungkung sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif dan produk unggulan daerah. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua TP PKK Provinsi Bali atas kesempatan dan ruang yang diberikan kepada para produsen untuk menampilkan produk mereka. Kehadiran seluruh Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali juga menjadi kebanggaan bagi kami,” ungkapnya.

 

Melalui kegiatan Pasar Rakyat Berbelanja dan Berbagi ini, sinergi antara TP PKK Provinsi Bali dan TP PKK Kabupaten/Kota diharapkan semakin kuat dalam mendorong pemberdayaan ekonomi kerakyatan, menjaga warisan budaya lokal, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat Bali.

 

Kehadiran Bunda Rai dalam kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata TP PKK Kabupaten Tabanan terhadap program-program strategis TP PKK Provinsi Bali. Bersama jajaran, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya turut berpartisipasi dalam kegiatan berbelanja produk UMKM lokal sekaligus berbagi bantuan kepada 100 orang masyarakat penerima manfaat yang dihadirkan saat itu.

 

Bunda Rai menyampaikan apresiasi atas konsistensi TP PKK Provinsi Bali dalam menghadirkan program yang menyentuh langsung masyarakat dan pelaku UMKM di daerah. “Program ini sangat baik dan positif, karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat rasa kebersamaan, sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami di Kabupaten Tabanan tentu mendukung penuh dan siap terus bersinergi dalam setiap program unggulan yang dilaksanakan TP PKK Provinsi Bali,” ujar Srikandi Tabanan pagi itu. (rls/hmstb)