- Advertisement -
Beranda blog Halaman 14

Koster Targetkan 120 Koperasi Merah Putih Beroperasi di Bali Akhir Juli 2026

Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Peresmian Operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari KDKMP Desa Sembung.
Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Peresmian Operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari KDKMP Desa Sembung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menghadiri Peresmian Operasional 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari KDKMP Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung pada Sabtu (16/5).

Peresmian secara langsung dipusatkan di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur dan diresmikan Presiden RI Prabowo Subianto serta diikuti seluruh provinsi secara daring.

Didampingi jajaran Forkopimda, Koster menyampaikan dukungannya terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang dinilai memiliki dampak signifikan dalam membangun ekonomi berbasis kerakyatan di Bali.

“Kita di Bali yang sudah siap sebanyak 38 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan sedang berproses lagi sampai akhir bulan juli itu akan mencapai secanyak 120 KDKMP,” jelas Koster.

Jumlah 38 KDKMP yang sudah siap tersebut disebut baru mencapai 5,3 persen dari total 716 desa dan kelurahan di Bali. Namun, angka itu ditargetkan terus meningkat hingga mencapai 120 KDKMP atau sekitar 17 persen dari total kebutuhan pada akhir Juli 2026.

“Nanti Bulan Juli akan disiapkan barang-barang yang akan dijual di koperasi dan di targetkan di awal Agustus sudah full bisa beroperasi dalam memberikan layanan usaha,” imbuhnya.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menyampaikan bahwa koperasi merupakan instrumen kemandirian ekonomi kerakyatan sekaligus fondasi pemerataan pembangunan nasional.

“Pangan adalah hidup dan mati suatu bangsa. Menjamin pangan untuk 280 juta orang bukan pekerjaan ringan, namun kita berhasil,” jelas Prabowo.

Ia menekankan bahwa Indonesia harus mampu mandiri pangan dengan memenuhi kebutuhan pangan dari dalam negeri tanpa bergantung pada impor. Menurutnya, swasembada pangan akan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat dan petani Indonesia.

Prabowo juga menyebut keberadaan Koperasi Merah Putih akan mendukung pertumbuhan ekonomi di desa dan kelurahan dengan proyeksi perputaran uang mencapai Rp10,8 miliar per tahun di setiap desa.

“Melalui koperasi merah putih nanti kita salurkan juga kredit-kredit murah untuk rakyat. Dengan koperasi ini pertumbuhan ekonomi kita akan nyata dan maju, setiap desa tidak akan bergantung kemana-mana lagi,” jelasnya.

Adapun layanan usaha yang disiapkan dalam KDKMP meliputi penjualan sembako subsidi, penyalur LPG subsidi, penyalur pupuk subsidi, kredit murah, layanan logistik, penyaluran bantuan pemerintah, penyerapan gabah petani hingga layanan obat murah bagi masyarakat. RAN

Sempat Dikira Bangkai Tikus, Pria Ditemukan Tak Bernyawa di Jimbaran

penemuan jasad pria asal Grobogan di bekas kantor konstruksi kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.
penemuan jasad pria asal Grobogan di bekas kantor konstruksi kawasan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Warga Lingkungan Cengiling, Kelurahan Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam sebuah bekas kantor konstruksi di Jalan Blong Keker, Gang Nakula, Minggu (17/5/2026) pagi.

Korban diketahui bernama Ngatono (45), pria asal Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah. Saat ditemukan, kondisi korban sudah membusuk dan tergeletak di lantai sebuah ruangan di bekas Kantor CV Soma Lentera Oetama General Contractor.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, penemuan mayat tersebut berawal dari kecurigaan warga yang mencium bau busuk menyengat dari area kantor kosong tersebut.

“Awalnya saksi mencium bau tidak sedap sejak Sabtu sore dan mengira berasal dari bangkai tikus. Namun pada Minggu pagi bau semakin menyengat sehingga saksi berinisiatif mencari sumber bau tersebut,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Menurut keterangannya, saksi kemudian menuju bagian belakang samping kantor dan mendapati banyak lalat beterbangan di sekitar lokasi. Karena curiga, saksi mengintip melalui jendela dan melihat seorang pria tergeletak di dalam ruangan.

“Setelah melihat ada seorang laki-laki terbaring di dalam kamar, saksi langsung melapor kepada kepala lingkungan yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian,” jelasnya.

Polisi yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara bersama tim Inafis Polresta Denpasar. Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang di atas lantai keramik beralaskan perlak bermotif bunga. Korban tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana jeans pendek warna biru. Bagian wajah korban juga sudah mengalami pembusukan.

“Iya benar, korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk dan dari hasil pemeriksaan sementara tidak ditemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban,” kata Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.

Diketahui, korban sudah sekitar satu bulan tinggal sementara di bekas kantor konstruksi tersebut. Pemilik kantor terakhir kali bertemu korban pada Kamis (14/5/2026) dan saat itu korban disebut dalam kondisi sehat.

Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke RS Udayana menggunakan ambulans Banser Kabupaten Badung untuk penanganan lebih lanjut. RAN

Bansos ke Peternak Sapi, Polda Bali Ajak Jaga Bali Tetap Aman Jelang Idul Adha

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Polda Bali melalui Subdit II Ditintelkam memperkuat sinergi dengan para peternak dan pelaku usaha pengiriman sapi Bali guna menjaga stabilitas keamanan serta kesehatan ternak, Jumat (15/5/2026).

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada peternak dan pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengiriman Sapi Bali (APSB). Kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat komunikasi antara kepolisian dan masyarakat sektor peternakan di tengah meningkatnya permintaan pengiriman sapi keluar daerah menjelang Idul Adha. (BALIPOST.com)

Panit V Subdit 2 Ditintelkam Polda Bali Ipda Dwi Amir menyampaikan, kegiatan tersebut tidak hanya sebagai bentuk kepedulian sosial, namun juga bagian dari upaya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap kondusif.

“Kami mengajak seluruh peternak dan pelaku usaha pengiriman sapi agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas tetap aman menjelang Hari Raya Idul Adha,” ujarnya.

Selain menjaga keamanan, Polda Bali juga mengingatkan pentingnya pengawasan kesehatan ternak untuk mengantisipasi penyebaran penyakit hewan seperti Lumpy Skin Disease (LSD) dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang sebelumnya sempat menjadi perhatian para peternak. Pengawasan kesehatan ternak dinilai penting karena lalu lintas pengiriman sapi biasanya meningkat signifikan menjelang Idul Adha. (BALIPOST.com)

Dalam kegiatan tersebut, para peternak juga diimbau tetap tertib administrasi sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk dalam proses pengiriman sapi keluar daerah.

Polda Bali turut mengapresiasi sikap para peternak yang dinilai mampu menyikapi berbagai persoalan secara bijaksana sehingga tidak menimbulkan gangguan keamanan di masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan koordinasi antara aparat kepolisian dan pelaku usaha peternakan semakin kuat, sehingga distribusi sapi Bali menjelang Idul Adha dapat berjalan lancar, aman, serta tetap memperhatikan kesehatan ternak dan ketertiban administrasi. (rls)

Bunda Rai Hidupkan Makna Bergerak dan Berbagi di Pupuan dan Selemadeg Barat

Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, turun langsung menyapa dan membantu masyarakat di Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Barat, yakni di Desa Pujungan, Pajahan, Pupuan dan Desa Tiyinggading, Selemadeg Barat, Rabu (13/5/2026).

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Bukan sekadar program rutin, aksi sosial “Bergerak dan Berbagi” kembali hadir dengan sentuhan lebih dalam dan menyeluruh. Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, turun langsung menyapa dan membantu masyarakat di Kecamatan Pupuan dan Selemadeg Barat, yakni di Desa Pujungan, Pajahan, Pupuan dan Desa Tiyinggading, Selemadeg Barat, Rabu (13/5/2026), dengan rangkaian kegiatan yang menyasar hampir seluruh lapisan masyarakat.

 

Sejak pagi, Bunda Rai bersama jajaran TP PKK Kabupaten Tabanan, Perangkat Daerah terkait, serta kader PKK setempat tampak aktif menyapa warga. Kehadirannya tak hanya membawa bantuan, tetapi juga energi positif yang menguatkan hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

 

Mengawali kegiatan, Bunda Rai mengunjungi TK Dharma Bakti Kecamatan Pupuan sebagai Bunda PAUD dengan penuh kehangatan. Ia menyerahkan PMT kepada 100 siswa PAUD serta bantuan APE luar ruangan berupa menara terowongan dan tangga titian kepada lima PAUD swasta. Bunda Rai berinteraksi langsung dengan anak-anak, memastikan mereka merasa diperhatikan dan nyaman.

 

Bunda Rai juga menyampaikan, bahwa perhatian terhadap anak usia dini menjadi prioritas penting dalam membangun generasi masa depan. “Kehadiran saya di sini adalah bentuk kerinduan saya kepada anak-anak. Saya merasa sangat bahagia bisa berbagi dan memberikan perhatian melalui PMT dan APE. Ini adalah salah satu upaya kita bersama dalam mencegah stunting sejak dini. Saya berharap orang tua dan guru terus mengarahkan anak-anak untuk mengonsumsi makanan sehat dan bergizi, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan ceria,” ungkapnya.

 

Ia juga menegaskan, program PMT terus digulirkan secara rutin di seluruh kecamatan di Tabanan, sebagai bentuk komitmen berkelanjutan. Sementara bantuan APE diharapkan mampu menciptakan ruang bermain yang lebih variatif dan menyenangkan bagi anak-anak. Bunda Rai juga turut menekankan pentingnya penerapan “7 kebiasaan anak Indonesia hebat” sebagai fondasi karakter sejak dini.

 

Setelah itu, kegiatan berlanjut ke Wantilan Desa Pupuan sebagai pusat penyaluran bantuan utama. Di lokasi ini, bantuan disalurkan kepada 10 ibu hamil dengan KEK, 15 penyandang disabilitas, 20 lansia, 15 balita dengan gizi kurang, 6 penderita kanker, serta 70 kader PKK kurang mampu. Tak hanya simbolis, Bunda Rai memastikan seluruh bantuan tersalurkan langsung kepada penerima. Ia juga menyerahkan bantuan tambahan berupa 9 alat bantu dengar dan 2 tripod, serta meresmikan bedah kamar ODGJ milik I Komang Arsana di Desa Pajahan melalui pemotongan pita, penyerahan kunci, dan pemberian sembako.

 

Memasuki siang hari, kegiatan dilanjutkan ke Desa Tiyinggading, Selemadeg Barat. Bantuan kembali disalurkan kepada 10 ibu hamil KEK, 15 penyandang disabilitas, 20 lansia, 15 balita gizi kurang, 5 penderita kanker, 55 kader PKK kurang mampu, serta 100 anak TK penerima PMT. Diserahkan juga bantuan tambahan berupa 1 tripod, 2 kursi roda, dan 2 walker. Adapun paket bantuan yang diterima masing-masing penerima meliputi 20 kg beras, 3 kotak susu kalsium, 3 kotak susu balita, 3 kotak susu ibu hamil, 3 kg kacang hijau, 5 kg telur, serta minyak goreng.

 

Tak berhenti pada bantuan sosial, Bunda Rai juga menguatkan edukasi lingkungan dengan menyerahkan 150 alat dan pelubang biopori sekaligus mempraktikkan langsung penggunaannya di rumah warga. Ia mengajak masyarakat untuk mengelola sampah dari sumbernya, yakni rumah tangga.

 

Saat itu Bunda Rai menegaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan TP PKK dalam menjangkau seluruh wilayah di Tabanan. Ia menekankan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah membangun semangat kebersamaan. “Kegiatan ini rutin kami lakukan secara roadshow ke seluruh kecamatan. Jangan dilihat dari besar kecilnya bantuan, tetapi ini adalah bentuk kepedulian kami untuk memberikan motivasi dan semangat kepada masyarakat. Kami ingin hadir langsung, menyapa, dan mengajak masyarakat bersama-sama membangun Tabanan,” tegasnya.

 

Ia juga menyoroti perannya sebagai Duta PADAS (Palemahan Kedas) dalam mengedukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah. Menurutnya, penanganan sampah harus dimulai dari rumah tangga, terutama oleh ibu-ibu sebagai penggerak utama keluarga. “Pengelolaan sampah ini penting, tidak hanya untuk kebersihan, tetapi juga sebagai langkah preventif mencegah bencana seperti banjir. Bahkan hasil olahan sampah bisa dimanfaatkan untuk mendukung program Aku Hatinya PKK,” tambah Bunda Rai.

 

Selain itu, sebagai Ketua Tim Pembina Posyandu, Bunda Rai turut mensosialisasikan Posyandu 6 SPM yang kini mencakup layanan lebih luas, mulai dari kesehatan, pendidikan, sosial, hingga perlindungan masyarakat. Ia berharap masyarakat semakin mudah mengakses layanan dasar secara terpadu. Melalui keterlibatan langsung di setiap titik kegiatan, Bunda Rai kembali menegaskan bahwa “Bergerak dan Berbagi” bukan hanya tentang bantuan, tetapi tentang kehadiran, kepedulian, dan komitmen nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tabanan secara berkelanjutan

 

Di sela-kegiatan di Pupuan, Kepala TK Dharma Bakti, Anak Agung Ayu Wiwik Sagita Ningrum, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan. “Kehadiran Bunda PAUD merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap tumbuh kembang anak usia dini. Bantuan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan yang sehat dan menyenangkan bagi anak-anak,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua TP PKK Kecamatan Pupuan, Ny. Ni Ketut Astutiyani, menilai kegiatan ini sebagai wujud nyata perhatian dan semangat gotong royong. “Kami yakin kegiatan ini membawa manfaat besar dan menjadi penyemangat bagi masyarakat. Ini adalah bentuk cinta kasih yang mempererat kebersamaan,” ujarnya.

 

Hal serupa disampaikan Ketua TP PKK Kecamatan Selemadeg Barat, Ny. Dwi Wahani. Ia mengaku bangga dan berterima kasih atas perhatian yang diberikan. “Kehadiran ibu menjadi semangat bagi kami dan para kader PKK. Kegiatan ini memperkuat empati, solidaritas, dan kebersamaan di tengah masyarakat,” tuturnya. (rls/tbn)

 

Dishub Badung Siapkan Skema Baru Urai Macet Menuju Uluwatu

MANGUPURA, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mengupayakan solusi untuk mengatasi kemacetan di kawasan Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penerapan rekayasa lalu lintas pada sejumlah titik strategis yang selama ini menjadi simpul kepadatan kendaraan menuju kawasan wisata Uluwatu.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Rabu (13/5/2026). Selain membahas penanganan kemacetan, rapat juga menindaklanjuti permohonan dari Universitas Udayana terkait pengalihan arus lalu lintas sementara guna mendukung pembangunan catus pata di Jalan Raya Kampus UNUD, Jimbaran.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, Anak Agung Gede Rahmadi, menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas akan difokuskan pada enam titik yang selama ini kerap mengalami kemacetan, terutama di kawasan Pecatu dan sekitarnya.

Menurutnya, titik-titik tersebut mencakup jalur dari kawasan Nirmala menuju selatan, kawasan Blimbing, Blimbing Sari, hingga sejumlah persimpangan di wilayah Toyaning yang menjadi titik temu arus kendaraan menuju objek wisata di kawasan selatan Badung.

“Rekayasa ini dirancang untuk mengurangi titik perpotongan arus kendaraan yang selama ini menjadi penyebab antrean panjang di sejumlah persimpangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pola yang diterapkan nantinya akan mengarahkan kendaraan bergerak lebih lancar melalui sistem sirkulasi tertentu sehingga dapat meminimalkan hambatan akibat kendaraan yang saling memotong jalur.

Dengan berkurangnya titik konflik lalu lintas, arus kendaraan diharapkan tetap mengalir tanpa menimbulkan penundaan yang signifikan, khususnya pada jam-jam sibuk maupun saat kunjungan wisatawan meningkat.

Dishub Badung menargetkan penerapan rekayasa lalu lintas tersebut mulai diberlakukan pada awal Juni 2026. Sebelum pelaksanaan, pemerintah akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui pemerintah kecamatan, perangkat lingkungan, surat pemberitahuan, serta berbagai platform media sosial.

Rahmadi menegaskan, kelancaran akses menuju kawasan wisata menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kualitas pariwisata Badung. Selain menawarkan destinasi unggulan, kenyamanan perjalanan wisatawan juga harus menjadi perhatian agar pengalaman berwisata semakin baik.

“Pariwisata yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh daya tarik destinasi, tetapi juga kemudahan akses dan kelancaran mobilitas. Karena itu, upaya mengurangi kemacetan menjadi salah satu prioritas yang terus kami lakukan,” katanya.

Setelah kawasan Pecatu, program rekayasa lalu lintas serupa juga direncanakan diterapkan di kawasan Canggu yang saat ini menghadapi persoalan kepadatan kendaraan cukup tinggi. Langkah tersebut menjadi bagian dari solusi jangka pendek sembari menunggu realisasi pembangunan infrastruktur jalan baru sebagai penanganan jangka panjang.

Melalui penerapan rekayasa lalu lintas ini, Pemerintah Kabupaten Badung berharap mobilitas masyarakat dan wisatawan menuju kawasan selatan dapat berlangsung lebih lancar, aman, dan nyaman, sekaligus mendukung keberlanjutan sektor pariwisata sebagai penggerak utama perekonomian daerah. (rls/kmf)

Jasad Pria Misterius Ditemukan Terkubur di Sawah Darmasaba

Petugas kepolisian mengevakuasi jasad pria misterius yang ditemukan terkubur di area persawahan Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung.
Petugas kepolisian mengevakuasi jasad pria misterius yang ditemukan terkubur di area persawahan Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Warga Banjar Cabe, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung dibuat geger dengan penemuan mayat pria misterius yang terkubur di area persawahan, Selasa (12/5/2026) sore. Penemuan jasad itu bermula dari munculnya bagian lutut manusia di atas permukaan tanah.

Sebelum mayat ditemukan, warga lebih dulu mencium bau busuk menyengat dari sekitar areal persawahan Laba Pura Mukti. Aroma tak sedap tersebut pertama kali dikeluhkan seorang perempuan kepada suaminya, I Nyoman Purnama (50), sekitar pukul 09.00 WITA.

Penasaran dengan sumber bau, saksi kemudian mendatangi lokasi sekitar pukul 16.00 WITA. Saat menyusuri area sawah, ia terkejut melihat sesuatu menyerupai lutut manusia mencuat dari dalam tanah di sisi barat persawahan.

Temuan mengerikan itu langsung dilaporkan kepada Kelian Dinas Banjar Cabe, I Ketut Wita (52). Keduanya kembali mengecek lokasi sebelum akhirnya menghubungi aparat kepolisian dan Bhabinkamtibmas Desa Darmasaba.

Kapolsek Abiansemal, Kompol I Nyoman Karang Adiputra mengatakan, petugas bersama Unit Identifikasi Polres Badung langsung turun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal, korban ditemukan dalam posisi meringkuk menghadap ke selatan dengan kondisi tubuh terkubur sekitar 50 sentimeter di dalam tanah. Kepala korban berada di sisi timur, sedangkan kaki mengarah ke barat.

“Korban diperkirakan sudah meninggal cukup lama karena kondisi tubuh sudah mengalami pembusukan sekitar 70 persen,” ungkapnya.

Polisi juga menemukan luka robek pada bagian lutut kiri korban. Saat ditemukan, pria tanpa identitas itu mengenakan jaket hoodie hitam bertuliskan “Starter”, celana pendek abu-abu, serta membawa tas selempang hitam.

Tak jauh dari lokasi penemuan jasad, petugas turut menemukan sebuah cangkul yang tergeletak sekitar lima meter dari tubuh korban.

Sekitar pukul 17.30 WITA, jenazah dievakuasi oleh petugas PMI Kabupaten Badung menggunakan ambulans menuju RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga kini, polisi masih menyelidiki identitas korban serta penyebab pasti kematiannya. RAN

Curi Dinamo Pemotong Batu di Abiansemal, Pemulung ini Berujung Ditangkap

Tersangka pencurian dinamo pemotong batu cadas di Abiansemal, Badung.
Tersangka pencurian dinamo pemotong batu cadas di Abiansemal, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Jajaran Polsek Abiansemal berhasil mengungkap kasus pencurian dinamo pemotong batu cadas milik warga di Banjar Keraman, Desa Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Badung. Seorang pria berinisial SN (58), asal Situbondo, Jawa Timur, diamankan polisi setelah diduga mencuri dinamo milik korban dan menjualnya sebagai rongsokan.

Korban diketahui bernama I Gusti Nyoman Sunarya (49). Ia baru menyadari dinamo pemotong batu cadas berwarna abu-abu dengan kekuatan 5,5 HP miliknya hilang saat pulang dari kegiatan ngayah di Desa Punggul pada Selasa (27/4).

Sesampainya di rumah, korban mendapati barang yang sebelumnya disimpan di garase sudah tidak berada di tempat semula. Korban kemudian berusaha mencari di sekitar rumah, namun hasilnya nihil.

PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengungkapkan korban sempat mendapat informasi dari ibunya yang melihat seorang pemulung berdiri di depan garase rumah sebelum dinamo tersebut hilang.

“Korban sempat mencari di sekitar rumah namun tidak ditemukan. Setelah ditanyakan kepada ibunya, sebelumnya sempat terlihat seorang pemulung berdiri di depan garase rumah,” ujar Aiptu Inastuti, Senin (11/5).

Merasa menjadi korban pencurian, korban kemudian melapor ke Polsek Abiansemal. Petugas langsung melakukan penyelidikan dengan mendatangi lokasi kejadian, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), serta memeriksa sejumlah saksi.

Dari hasil penyelidikan, polisi akhirnya mengarah kepada pelaku SN. Tersangka berhasil diamankan pada Kamis (7/5) sekitar pukul 20.40 WITA di kawasan Jalan Raya Darmasaba-Ahmad Yani tanpa perlawanan.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Dinamo hasil curian itu bahkan telah dibongkar untuk diambil kawat tembaga dan aluminium di bagian dalamnya sebelum dijual ke pengepul barang bekas di kawasan Jalan Kusuma Bangsa IV, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

Uang hasil penjualan dinamo tersebut diakui pelaku telah habis dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Selain mengamankan tersangka, polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai Rp900 ribu hasil penjualan dinamo, pakaian yang digunakan saat beraksi, sebuah helm, serta sepeda motor Honda Supra warna hitam milik pelaku.

Akibat kejadian tersebut, korban ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp7 juta. Kini SN harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijerat Pasal 476 KUHP tentang tindak pidana pencurian biasa dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. RAN

Pimpinan MPR Minta Maaf Terkait Kelalaian Juri Lomba Cerdas Cermat 4 Pilar

Suasana final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat
Suasana final LCC Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat

NASIONAL, PANTAUBALI.COM – Polemik penilaian dalam Final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Kalimantan Barat menuai perhatian publik usai videonya viral di media sosial. Wakil Ketua MPR RI, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem perlombaan dan kinerja dewan juri.

Final LCC yang digelar di Pontianak pada Sabtu (9/5/2026) itu diikuti sembilan SMA dari berbagai daerah di Kalimantan Barat. Tiga sekolah yang berhasil melaju ke babak puncak yakni SMAN 1 Pontianak, SMAN 1 Sambas, dan SMAN 1 Sanggau.

Polemik bermula saat sesi rebutan jawaban mengenai pertanyaan terkait lembaga yang pertimbangannya wajib diperhatikan DPR dalam memilih anggota BPK. Regu C dari SMAN 1 Pontianak menjadi peserta pertama yang memberikan jawaban.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” ujar salah satu peserta.

Namun, jawaban tersebut justru dinilai salah oleh dewan juri sehingga Regu C mendapat pengurangan lima poin. Kesempatan kemudian diberikan kepada Regu B dari SMAN 1 Sambas yang menyampaikan jawaban dengan redaksi serupa.

“Anggota Badan Pemeriksa Keuangan dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Daerah dan diresmikan oleh Presiden,” jawab peserta Regu B.

Juri kemudian menyatakan jawaban Regu B benar dan memberikan nilai penuh.

“Inti jawaban sudah benar. Nilai sepuluh,” ujar juri.

Keputusan tersebut langsung diprotes Regu C karena merasa telah menyampaikan jawaban yang sama. Bahkan peserta meminta audiens memberikan kesaksian terkait jawaban yang sebelumnya mereka ucapkan.

Meski sempat menuai perdebatan, hasil akhir perlombaan tidak berubah. SMAN 1 Sambas tetap ditetapkan sebagai juara dan berhak mewakili Kalimantan Barat ke tingkat selanjutnya setelah unggul dalam perolehan poin keseluruhan.

Menanggapi polemik itu, Akbar Supratman menilai insiden tersebut menjadi bahan evaluasi penting agar pelaksanaan LCC ke depan berlangsung lebih profesional, objektif, dan transparan.

“Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini,” kata Akbar dalam keterangan tertulis, Senin (11/5/2026).

Ia juga menekankan perlunya pembenahan pada aspek teknis perlombaan, termasuk sistem tata suara hingga mekanisme pengajuan keberatan peserta.

“Saya melihat, Lomba Cerdas Cermat ini perlu dievaluasi supaya lebih baik. Jangan ada lagi kejadian seperti ini,” tegasnya. RAN

Jasad Lansia Ditemukan di Pantai Biaung, Sempat Pamit Beli Sate

Petugas kepolisian bersama warga saat mengevakuasi jasad lansia yang ditemukan meninggal dunia di pesisir Pantai Biaung, Denpasar Timur, Minggu (10/5/2026) malam.
Petugas kepolisian bersama warga saat mengevakuasi jasad lansia yang ditemukan meninggal dunia di pesisir Pantai Biaung, Denpasar Timur, Minggu (10/5/2026) malam.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Warga pesisir Pantai Biaung, Kelurahan Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang perempuan lanjut usia di bibir pantai pada Minggu (10/5/2026) malam.

Korban diketahui bernama Ni Made Sengkrig (85), warga Banjar Biaung, Denpasar Timur. Jasad korban ditemukan sekitar pukul 20.08 WITA dalam posisi melintang di tepi pantai dengan kepala mengarah ke timur.

Saat ditemukan, korban hanya mengenakan rok berwarna biru tanpa memakai baju. Dari mulut korban juga terlihat mengeluarkan busa yang diduga akibat tenggelam.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Timur, I Nyoman Agus Putra Ardiana, menjelaskan jasad korban pertama kali ditemukan oleh dua orang pemancing yang sedang berada di sekitar lokasi kejadian.

Menurutnya, salah satu pemancing awalnya melihat benda mencurigakan mengambang di laut saat menarik kail pancing. Setelah disorot menggunakan senter, benda tersebut ternyata tubuh manusia yang sudah terdampar di pesisir pantai.

“Setelah disenter ternyata tubuh manusia dalam kondisi terdampar di pesisir pantai,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Mengetahui hal tersebut, warga bersama para pemancing langsung mengevakuasi tubuh korban ke pinggir pantai agar tidak kembali terseret ombak. Kejadian itu kemudian dilaporkan ke aparat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian.

Petugas Polsek Denpasar Timur bersama Tim Identifikasi Polresta Denpasar selanjutnya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Tidak ditemukan luka maupun tanda penganiayaan. Dugaan sementara korban meninggal dunia akibat tenggelam,” kata Agus.

Sementara itu, anak korban, Wayan Rendi (59), mengaku terakhir kali melihat ibunya sekitar pukul 18.00 WITA. Saat itu korban pamit keluar rumah untuk membeli sate di kawasan timur Bale Banjar Biaung.

Tak lama berselang, keluarga mendapat informasi bahwa korban sempat terlihat di sekitar traffic light Biaung, Jalan Bypass Ida Bagus Mantra. Keluarga pun langsung melakukan pencarian ke sejumlah lokasi.

Pencarian dilakukan hingga menyisir kawasan pesisir mulai dari Pantai Lembeng di Gianyar hingga Pantai Padanggalak. Namun korban tak kunjung ditemukan hingga akhirnya keluarga menerima kabar bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Pantai Biaung. RAN

PKK Badung Buka Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran Rumah Tangga

Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa didampingi Ketua WHDI Nyonya Yunita Alit Sucipta membuka Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran Rumah Tangga di Ruang Aula Kantor Camat Kuta Selatan, Senin (11/5/2026).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana kebakaran di lingkungan masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Kuta Selatan, Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Keluarga Tanggap Kebakaran Rumah Tangga. Acara pembukaan kegiatan berlangsung, Senin (11/5/2026) di Ruang Aula Kantor Camat Kuta Selatan, dan secara resmi dibuka langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa didampingi Ketua WHDI Nyonya Yunita Alit Sucipta, Ketua DWP Nyonya Oliviana Surya Suamba, Kepala Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung I Wayan Wirya, Plt. Camat Kuta Selatan, PLN Badung, PMI Badung dan seluruh peserta pelatihan.

 

Rangkaian kegiatan akan dilaksanakan selama tiga hari dari tanggal 11-13 Mei dan diikuti oleh 55 peserta. Pelatihan meliputi penyuluhan tentang penyebab kebakaran, cara pencegahan, penggunaan alat pemadam api ringan, simulasi pemadaman api, hingga tata cara evakuasi diri dan keluarga dengan aman dan tertib.

 

Dalam sambutannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Dinas Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Badung yang telah menginisiasi kegiatan yang sangat bermanfaat dan relevan ini, khususnya dengan menyasar ibu rumah tangga sebagai peserta utama di Kecamatan Kuta Selatan. Menurutnya, kehadiran pelatihan ini menjawab kebutuhan nyata masyarakat akan pengetahuan dasar keselamatan yang selama ini sering terabaikan.

 

“Saya sangat mengapresiasi langkah Dinas Kebakaran yang telah menyusun program edukasi ini. Ibu-ibu di rumah adalah pengelola utama segala urusan rumah tangga, mulai dari penggunaan alat elektronik, kompor, instalasi listrik, hingga penyimpanan barang-barang. Oleh karena itu, ibu rumah tangga adalah garda terdepan keselamatan keluarga. Jika ibu paham cara mencegah dan menanggulangi bahaya api, maka keselamatan seluruh anggota keluarga dan aset di dalam rumah akan jauh lebih terjamin,” ujarnya.

 

Lebih lanjut pihaknya berharap, pelatihan ini tidak hanya berhenti di Kecamatan Kuta Selatan, melainkan dapat segera digelar dan menyasar seluruh kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Badung. Selain itu, materi serupa juga diharapkan dapat disebarluaskan dan melibatkan berbagai organisasi kewanitaan lainnya, seperti Dharma Wanita Persatuan, WHDI, organisasi wanita desa, dan kelompok perempuan lainnya, agar pemahaman keselamatan merata sampai ke setiap pelosok desa dan banjar.

 

“Selain itu kepada seluruh Ibu-ibu yang hadir hari ini, Rasniathi berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian materi dan praktek dengan sungguh-sungguh, serius, dan penuh perhatian. Ilmu yang didapatkan di sini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi nantinya Ibu-ibu sekalian akan menjadi agen penyebar informasi. Sosialisasikanlah kembali apa yang dipelajari kepada tetangga, kerabat, dan lingkungan sekitar tempat tinggal. Jadilah pelopor keselamatan, agar semangat tanggap bencana ini tumbuh dan hidup di setiap keluarga Badung,” tegasnya. (rls/hmsbd)