Tabanan Genjot Sinergi Lintas Sektor, Optimistis Capai Eliminasi TBC 2030

Rapat koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Kabupaten Tabanan di Ruang Pertemuan Yudistira Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Senin (2/3/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan memperkuat komitmen percepatan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan mengintensifkan kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut ditegaskan dalam rapat koordinasi Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TBC) yang digelar di Ruang Pertemuan Yudistira Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Senin (2/3/2026).

Rapat ini menjadi bagian dari strategi daerah untuk mendukung target eliminasi TBC tahun 2030. Upaya tersebut tidak hanya bertumpu pada sektor kesehatan, tetapi melibatkan seluruh perangkat daerah, camat se-Kabupaten Tabanan, fasilitas pelayanan kesehatan, organisasi profesi, hingga elemen masyarakat di tingkat desa.

Dalam pertemuan itu dipaparkan, capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) kesehatan bagi masyarakat terduga TBC di Tabanan pada 2025 mencapai 123 persen, melampaui rata-rata Provinsi Bali sebesar 121 persen. Capaian tersebut menunjukkan tingginya persentase masyarakat bergejala yang telah memperoleh layanan sesuai standar, mulai dari pemeriksaan hingga diagnosis. Meski demikian, peningkatan kasus sekitar 7 persen pada tahun yang sama menjadi perhatian serius, sehingga strategi “temukan dan obati” perlu diperkuat secara konsisten.

Baca Juga:  Nuanu Cultural Week Semarakkan Lebaran dengan Ragam Budaya Nusantara

TP2TBC Kabupaten Tabanan dibentuk berdasarkan Keputusan Bupati Tabanan Nomor 180/922/03/HK/2024, dengan pembina I Komang Gede Sanjaya. Tim ini melibatkan lintas sektor guna memastikan upaya penanggulangan berjalan terkoordinasi dan terintegrasi.

Pemkab Tabanan juga menyiapkan Rencana Aksi Daerah Penanggulangan TBC yang mencakup penguatan kepemimpinan program, peningkatan akses layanan TOSS TBC yang bermutu, intensifikasi upaya kesehatan, pemanfaatan hasil monitoring dan riset, peningkatan peran komunitas dan multisektor, serta penguatan manajemen program melalui sistem kesehatan yang lebih responsif.

Seluruh perangkat daerah menyatakan komitmennya untuk mengintegrasikan dukungan program ke dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) Tahun Anggaran 2026. Sinergi ini sejalan dengan visi pembangunan daerah yang diusung Bupati I Komang Gede Sanjaya bersama Wakil Bupati I Made Dirga.

Dikonfirmasi terpisah, Bupati Sanjaya menegaskan percepatan eliminasi TBC merupakan tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan. Koordinasi dilakukan mulai dari tahap perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan kegiatan melalui wadah TP2TBC.

Baca Juga:  Musrenbang RKPD 2027, Bupati Sanjaya Dorong Hilirisasi dan Ekosistem Produk Unggulan

Kerja sama juga diperluas dengan berbagai institusi seperti lembaga pemasyarakatan, asrama, sekolah, dan tempat kerja untuk pelaksanaan skrining serta investigasi kontak. Bahkan, skrining menggunakan X-Ray direncanakan bagi kelompok berisiko, seperti kontak serumah pasien TBC, penderita diabetes melitus, ODHIV, kader kesehatan, dan tenaga kesehatan. Bagi terduga TBC dengan hasil MTB negatif, tetap dilakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan tidak ada kasus terlewat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, selaku Ketua Pelaksana TP2TBC, menambahkan bahwa penguatan kolaborasi difokuskan pada skrining dan edukasi di sekolah serta tempat kerja, dukungan sosial bagi pasien kurang mampu, intervensi lingkungan, penguatan anggaran lintas sektor, serta strategi komunikasi publik yang berkelanjutan.

Baca Juga:  Musrenbang RKPD 2027, Bupati Sanjaya Dorong Hilirisasi dan Ekosistem Produk Unggulan

Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Winiantara, menegaskan dukungan komunikasi publik melalui optimalisasi kanal resmi pemerintah, termasuk website, media sosial, dan Tabanan Media Center. Upaya ini bertujuan meningkatkan literasi kesehatan sekaligus menghapus stigma terhadap pasien TBC.

Melalui sinergi yang terstruktur dan partisipatif, Pemkab Tabanan optimistis target eliminasi TBC pada 2030 dapat tercapai, sekaligus membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan. (pmc)