DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Sebuah dapur semi permanen atau dapur tradisional di Gang IV Jalan Hayam Wuruk, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur, hangus terbakar pada Selasa (19/5/2026) pagi sekitar pukul 06.00 Wita.
Kebakaran diduga berasal dari percikan api tungku kayu bakar yang menyambar tumpukan kayu di sekitar area dapur hingga api cepat membesar.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan, peristiwa itu terjadi saat pemilik dapur, I Ketut Lipog (78), sedang memasak menggunakan kayu bakar di dapur tradisional miliknya.
“Percikan api dari tungku diduga jatuh mengenai tumpukan kayu bakar yang berada di sebelah tungku sehingga api dengan cepat membesar dan membakar area dapur,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Korban sempat berusaha memadamkan kobaran api menggunakan air keran. Namun api terus membesar dan sulit dikendalikan. Dalam kondisi panik, korban kemudian menghubungi anaknya, I Ketut Sukrata (42), yang saat itu sedang bekerja.
Sekitar pukul 06.30 Wita, anak korban tiba di lokasi dan langsung meminta bantuan warga sekitar untuk menghubungi petugas pemadam kebakaran guna mencegah api merembet ke bangunan lain di kawasan permukiman padat penduduk tersebut.
Menurut Kasi Humas, sebanyak tiga unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi. Namun proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit sehingga kendaraan damkar tidak bisa masuk langsung ke titik kebakaran.
Petugas akhirnya menyambungkan sejumlah selang dari jalan utama untuk memadamkan api dari jarak tertentu hingga kobaran berhasil dijinakkan.
Akibat insiden itu, satu unit dapur semi permanen berbahan kayu beserta tumpukan kayu bakar ludes terbakar. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Korban tidak melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah,” tutup Iptu I Gede Adi Saputra Jaya. RAN





























