TABANAN, PANTAUBALI.COM – Piodalan atau pujawali di Pura Luhur Batu Panes, Banjar Adat Belulang, Desa Mangesta, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, akan digelar pada Rabu, Buda Kliwon Gumbreg, 13 Mei 2026. Pura yang diyakini berada tepat di tengah Pulau Bali tersebut menjadi salah satu pura sakral yang memiliki keterkaitan sejarah dengan Pura Luhur Batukaru.
Rangkaian pujawali tahun ini akan dirangkaikan dengan upacara Pemelaspasan Pura Taman Beji Agung usai rampung dilakukan perbaikan. Prosesi upacara rencananya dipuput oleh Ida Pandita Mpu Nabe Rsi Siwa Putra Sanatana Daksa Manuaba dari Griya Agung Wana Indra Gni Manuaba, Banjar Utu, Pesiapan.
Tokoh masyarakat Desa Adat Belulang yang juga Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, mengatakan seluruh krama adat kini tengah mempersiapkan rangkaian pujawali agar berjalan lancar dan penuh kerahayuan.
“Puncak pujawali jatuh pada Rabu Buda Keliwon Gumbreg dan akan nyejer hingga Sabtu, 16 Mei 2026. Kami berharap seluruh rangkaian upacara berjalan lancar, rahayu, dan memberikan kerahayuan bagi umat,” ujarnya.
Pura Luhur Batu Panes dikenal memiliki posisi unik karena berada di kawasan yang dipercaya sebagai titik tengah Pulau Bali. Letaknya sekitar 16 kilometer dari pusat Kota Tabanan, di kawasan berhawa sejuk lereng pegunungan Penebel.
Keberadaan pura tersebut juga menjadi bagian penting dari spiritualitas masyarakat setempat dan kerap dikunjungi umat dari berbagai daerah di Bali saat piodalan berlangsung.
Selain sebagai tempat persembahyangan, Pura Luhur Batu Panes juga menjadi simbol kuatnya warisan adat, budaya, dan religius masyarakat Bali yang tetap terjaga hingga kini di tengah perkembangan zaman. (tim)

































