- Advertisement -
Beranda blog Halaman 480

Pj. Gubernur Mahendra Jaya Hadiri Entry Meeting BPK RI untuk Pemerintah Daerah tahun 2023

 

PANTAUBALI.COM, Jakarta – Penjabat (Pj.) Gubernur Bali, S.M. Mahendra Jaya menghadiri Entry Meeting pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah, dan sekaligus koordinasi pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dan Laporan Keuangan Kementerian/Lembaga Tahun 2023 di lingkungan Auditorat Utama Keuangan Negara (AKN) VI bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang diselenggarakan pada Jumat (8/3) siang di Auditorium Gedung Tower BPK RI Pusat, Jakarta.

Seperti dijelaskan Pimpinan Pemeriksaan KN VI BPK RI Pius Lustrilanang, acara ini merupakan proses awal dalam memulai pemeriksaan atas pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan, serta kesiapan pemerintah daerah bersangkutan.

Entry meeting merupakan bentuk komunikasi awal antara BPK selaku pemeriksa dengan kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah yang akan diperiksa dengan tujuan untuk mewujudkan kesamaan persepsi terhadap proses serta pelaksanaan pemeriksaan. “LKPD merupakan perwujudan akuntabilitas dan keterbukaan dalam penggunaan anggaran negara sekaligus menunjukkan prestasi kerja dalam penggunaan anggaran,” tukasnya.

Terlebih menurutnya, ada Rp 873,75 triliun dana pusat yang diberikan ke daerah-daerah dalam berbagai bentuk mulai dari dana bagi hasil, alokasi umum hingga dana desa. “Agar pengelolaan dana ini benar-benar digunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia pun berharap pimpinan lembaga dan daerah bisa bersinergi maksimal dan berkomunikasi efektif serta menyediakan database atau aplikasi pendukung pelaksanaan pemeriksaan nantinya.

Pemprov Bali sendiri telah memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sepuluh kali berturut-turut dari BPK.

Menurut Pj. Gubernur Bali SM Mahendra Jaya, opini WTP bukan tujuan akhir. Namun, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah menjadi tujuan utama.“Kami bertekad, berupaya dan berharap agar opini WTP tersebut tetap berlanjut dan dapat dipertahankan,” kata Mahendra Jaya saat memberikan sambutan pada acara Entry Meeting Pemeriksaan Interim atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun anggaran 2023 di Denpasar belum lama ini.

Pj Gubernur Mahendra Jaya dalam kesempatan tersebut, hadir bersama sejumlah Kepala Daerah se-Indonesia Tengah dan Timur yakni Provinsi Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, NTT, NTB, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan dan Papua Tengah.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Suharti, Plt. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan, Rizka Andalusia, Direktur Utama BPJS Kesehatan Bapak Ali Ghufron Mukti dan Direktur Keuangan dan Investasi BPJS Kesehatan, Arief Witjaksono Juwono Putro.

Hadir pula mendampingi Pj Gubernur Bali, Kepala Inspektorat Provinsi Bali I Wayan Sugiada.

Ogoh-Ogoh ST Kembang Sari Desa Banyubiru Juara Masikian Festival 2024

Penyerahan hadiah kepada ST. Kembang Sari Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, pemenang lomba dalam Masikian Festival 2024.
Penyerahan hadiah kepada ST. Kembang Sari Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru, pemenang lomba dalam Masikian Festival 2024.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Gelaran Masikian Festival Tahun 2024 yang mengangkat tema ‘Abhitah Yowana Catha’ telah berlangsung sukses dengan menghadirkan lomba ogoh-ogoh dewasa, ogoh-ogoh mini dan sketsa ogoh-ogoh selama tiga hari dari tanggal 5-7 Maret di Gedung Kesenian Ir. Soekarno.

Pada malam terakhir, Kamis (7/3/2024) gelaran Masikian Festival secara resmi ditutup oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba ditandai dengan penyerahan penghargaan bagi para ST (Seka Truna) pemenang lomba pada tiga kategori tersebut.

Tidak hanya penyerahan hadiah lomba semata, pada malam terakhir Masikian Festival juga diisi hiburan oleh band-band lokal Jembrana seperti Roxx Kids, Bocah Tua Nakal, Senar Putus dan +62 Reborn. Dan yang menjadi guest starnya yakni Bagus Wirata.

Ketua Pasikian Yowana Jembrana, Putu Ferry  menyampaikan, hasil dari penilaian juri telah menetapkan dari 15 Ogoh-ogoh yang telah tampil dalam Masikian Festival tahun ini, berhasil meraih Juara I, ST. Kembang Sari Banjar Banyubiru, Desa Banyubiru dengan tema ogoh-ogoh ‘Mebarung Gelung’.

Sementara itu, untuk juara II, ST. Satya Dharma Kerti Banjar Adat Cempaka, Desa Pahyangan, dengan tema ogoh-ogoh ‘Nyapa Kadi Aku’, dan juara III ST. Eka Jaya Sari Banjar Adat Bunut Bolong Desa Manggissari dengan tema ogoh-ogoh ‘Kumbakarna Lina’.

Untuk Juara Harapan I diraih, ST. Satya Dharma Banjar Adat Dana Sari Desa Adat Ekasari, dengan tema ogoh-ogoh ” Kawah Candra Gowuka”, dan Juara Harapan II, ST. Yuwana Dharma Kanthi Banjar Adat Peh, Desa Adat Kaliakah dengan tema ogoh-ogoh “Kaliakan”.

Disampaikan pula, untuk para pemenang berhak mendapatkan piala dan uang tunai. Untuk Juara I mendapatkan uang tunai sebesar Rp15 juta, Juara II, Rp12 juta, dan Juara III, uang tunai sebesar Rp10 juta. Sementara Juara Harapan I dan II, masing-masing  uang tunai Rp7 juta.

“Kami ucapkan selamat kepada para pemenang Lomba Ogoh-Ogoh dewasa dari para yowana Jembrana, serta tetap semangat dan terus berkreativitas,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Tamba disela-sela kegiatan mengungkapkan, apresiasi kepada hasil karya ogoh-ogoh baik itu dari ogoh-ogoh dewasa, ogoh-ogoh mini, sketsa ogoh-ogoh dari para sekehe teruna.

Masikian Festival telah memberi ruang yang sangat luar biasa bagi para sekehe teruna dalam berkreativitas khususnya dalam menciptakan seni ogoh-ogoh, yang merupakan bagian dari tradisi Bali dalam menyambut Hari Raya Nyepi.

Ditambahnya, hasil karya ogoh-ogoh dengan tema yang beragam mengangkat isu-isu sosial atau lingkungan, hingga kisah pewayangan yang tidak lepas pada aspek estetika dan keindahan desainnya.

“Untuk itu, astungkara ditahun depan kita akan menaikan dana kreativitas ogoh-ogoh yang sebelumnya per- ST memperoleh Rp2,5 juta menjadi Rp3 juta.  Ini juga sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap kreativitas yowana-yowana yang ada di Jembrana,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Tamba yang didampingi Ny. Candrawati Tamba juga turut mengajak para yowana untuk “Masikian” bersatu padu bersama-sama mewujudkan Jembrana Emas 2026.

“Tentu untuk mewujudkan cita-cita besar, Jembrana Emas 2026 butuh dukungan dan komitmen semua lapisan masyarakat dan para yowana itu ada didalamnya. Selamat menyambut hari raya Kuningan dan Nyepi dan khusus untuk Nyepi lakukan Catur Brata Penyepian dengan sungguh-sungguh,” ucapnya.

Hasil penjurian dari lomba ogoh-ogoh mini, yang menjadi juara I yakni ST. Yowana Dharma Cakra Desa Adat BB Agung, juara II ST. Satya Werdhi Desa Adat Sangkaragung, dan juara III yakni ST. Guna Widya Desa Adat Kertha Jaya Pendem.

Kemudian untuk sketsa ogoh-ogoh yang menjadi juara I yakni ST. Satya Dharma Kerti Desa Pahyangan, juara II ST. Susila Karya Desa Adat Berangbang, dan juara III yakni ST. Yowana Dharma Kanti Banjar Peh Desa Adat Dharma Laksana.

Turut hadir dalam acara tersebut, Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto, Sekda Made Budiasa, Kepala Kemenag Jembrana, I Gede Sumarawan, Perwakilan Forkopimda, Kepala OPD terkait, MDA Kabupaten Jembrana, Pasikan Yowana Jembrana serta Seka Truna (ST). (rls)

Bupati Jembrana Salurkan Beras CPP Tahap II Menjelang Kuningan dan Nyepi

Penyerahan bantuan beras CPP tahap II tahun 2024 ke masing-masing desa/kelurahan di Jembrana, Kamis (7/3/2024).
Penyerahan bantuan beras CPP tahap II tahun 2024 ke masing-masing desa/kelurahan di Jembrana, Kamis (7/3/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Dalam rangka menyambut hari raya Kuningan dan hari suci Nyepi serta memasuki bulan Ramadhan, Pemkab Jembrana kembali melanjutkan distribusi beras cadangan pangan pemerintah (CPP) tahap II tahun 2024 ke masing-masing desa/kelurahan, Kamis (7/3/2024).

Bantuan beras CPP tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba didampingi istri Ny Candrawati Tamba serta Plt Kepala Dinas (Kadis) Pertanian dan Pangan Jembrana I Made Yasa.

Total sebanyak 17.006 keluarga penerima manfaat (KPM) di masing-masing  desa/kelurahan se kabupaten Jembrana. Masing-masing KPM menerima bantuan 10 kilogram (kg) beras.

Selain menyambut hari raya, pembagian beras ini dimaksudkan untuk membantu masyarakat ditengah melonjaknya harga kebutuhan pokok khususnya beras.

“Adanya bantuan CPP tahap kedua ini sangat membantu masyarakat Jembrana. Saya sebagai Bupati mengucapkan terimakasih, semoga apa yang telah disalurkan hari ini dapat bermanfaat,” kata Bupati Tamba.

Ia juga berharap kepada masyarakat yang masuk dalam kategori keluarga kurang mampu,  bilamana memiliki anak yang masih sekolah di SMA/SMK yang ingin melanjutkan sekolah akan diberikan beasiswa.

“Dalam hal ini bagaimana orang tua yang sekarang ini tercatat sebagai keluarga kurang mampu kalau punya anak SMA, mari kita berikan beasiswa kemudian juga ada balai latihan kerja gratis 3 bulan ajaklah kesini kita akan berangkatkan keluar negeri agar dapat merubah kondisi keluarga,“ tegasnya. (rls)

MDA Tabanan Imbau Umat Muslim Sholat Taraweh Tanpa Pengeras Suara

Ketua MDA Tabanan I Wayan Tontra.
Ketua MDA Tabanan I Wayan Tontra.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Majelis Desa Adat (MDA) Tabanan menghimbau agar umat muslim yang melaksanakan sholat taraweh untuk tidak menggunakan pengeras suara.

Aturan itu ditetapkan sebagai bentuk toleransi umat beragama. Salah satunya saat umat muslim melaksanakan pelaksanaan sholat taraweh yang bertepatan dengan Perayaan Hari Suci Nyepi baru saka 1946 pada Senin, 11 Maret 2024 mendatang.

Ketua MDA Tabanan I Wayan Tontra mengatakan, aturan tersebut merupakan hasil dari rapat koordinasi PHDI Bali, MDA Provinsi, Kementerian Agama, Pemerintah Daerah, Polda Bali bersama lembaga terkait masing-masing umat agama.

“Kami di Tabanan sudah menindaklanjuti hasil pertemuan itu dan tetap memegang teguh toleransi,” ujarnya, Jumat (8/2/2024).

Selain tidak menggunakan pengeras suara, dikatakan Tontra, umat muslim yang akan melaksanakan ibadah taraweh juga diimbau agar beribadah di mesjid terdekat. Tujuannya agar bisa dijangkau dengan berjalan kaki dan tidak menggunakan kendaraan.

Selain itu, pelaksanaan sholat nanti juga akan melibatkan pecalang dan polisi untuk melakukan pengawalan secara interen umat muslim di Kabupaten Tabanan.

“Tanggung jawab keamanan memerlukan kerjasama antara pecalang, Bhabinkamtibmas dan aparat keamanan lain di desa masing-masing,” ucapnya.

Ia menambahkan, dengan wujud toleransi tersebut diharapkan jalannya perayaan hari suci nyepi dan bulan ramadhan bisa berjalan tentram dan damai.

“Semoga umat bisa menjaga toleransi, meskipun di tengah masyarakat majemuk,” harapnya. (ana)

Anggaran Pilkada 2024 di Tabanan Capai Rp41,2 Miliar

Ilustrasi anggaran pilkada. (Foto: RRI)
Ilustrasi anggaran pilkada. (Foto: RRI)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tabanan mendapatkan anggaran Pilkada 2024 sebesar Rp41,2 miliar lebih.

Seluruh anggaran ini akan digunakan untuk membiayai kebutuhan selama perhelatan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Tabanan pada November 2024 mendatang.

Sekretaris KPU Tabanan I Nyoman Swandika menjelaskan, rincian penggunaan anggaran tersebut yakni mencakup biaya honorarium pokja dan penyelenggara Pilkada sebesar Rp10,2 miliar atau sekitar 24,85 persen. Kemudian, untuk kebutuhan barang dan jasa Rp31 miliar atau sekitar 75,15 persen.

“Secara garis besar, penggunaan anggaran ini untuk belanja dan honor. Namun, untuk detail rinciannya saya tidak hapal,” ujarnya, Jumat (8/3/2024).

Ia menyebut, untuk pencairan anggaran ini akan dilakukan dalam dua tahap. Pencairan pertama sudah dilakukan pada 27 November 2023 lalu sebesar 40 persen dari anggaran.

“Sedangkan sisanya lagi 60 persen akan dicairkan paling lambat 5 bulan sebelum Pilkada berlangsung,” sambungnya.

Swandika menambahkan, jika dibandingkan anggaran Pilkada tahun sebelumnya pada 2020 lalu hanya mencapai Rp32 miliar, maka anggaran tahun ini mengalami peningkatan.

“Anggaran Pilkada sebelumnya bersumber dari APBD Tabanan sebesar Rp26,8 miliar dan ditambah dana dari APBN. Kalau tahun ini semuanya bersumber dari APBD,” tambahnya. (ana)

Mengidap Sakit Jantung, Pria 68 Tahun Ditemukan Tewas di Kamarnya

I Nyoman Sujana (68), ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya di Jalan Waturenggong, Banjar Tegal Sari, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kamis (7/3/2024).
I Nyoman Sujana (68) ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya di Jalan Waturenggong, Banjar Tegal Sari, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kamis (7/3/2024).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Seorang pria bernama I Nyoman Sujana (68) ditemukan meninggal dunia di kamar rumahnya di Jalan Waturenggong, Banjar Tegal Sari, Kelurahan Panjer, Kecamatan Denpasar Selatan, Kamis (7/3/2024).

Ia diperkirakan meninggal karena memiliki riwayat penyakit jantung. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi menhitam dan mengeluarkan bau menyengat.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi menerangkan, korban pertama kali ditemukan oleh Ketut Puriarta (61). Saat saksi selesai sembahyang di Pura Merajan Keluarga sekitar pukul 18.00 WITA, saksi mengetuk pintu rumah korban, tetapi tidak ada respon.

Selanjutnya saksi menghubungi anak korban yakni Kadek Muliawan untuk mengecek bersama-sama. Saat diintip dari samping pintu tercium bau yang sangat menyengat dari dalam kamar. Selanjutnya saksi bersama anak korban membuka pintu dan mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

“Dari sepengetahuan saksi, korban memiliki riwayat sakit hernia, jantung, ginjal serta pengapuran tulang dan sebelumnya dirawat di RS Surya Husada,” terangnya dikonfirmasi Jumat (8/3/2024).

Kemudian sekitar pukul 23.20 WITA tim Identifikasi Sat Reskrim Polresta Denpasar tiba di TKP untuk mengecek dan melakukan olah TKP.  Hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan korban diduga telah meninggal dunia lebih dari 24 jam hingga mengalami pembusukan.

“Pada Jumat (8/3/2024) pukul 00.05 WITA, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah oleh Ambulance BPBD Kota Denpasar untuk ditindak lanjuti,” tambah Sukadi.  (jas)

Badung Jadi Kabupaten Percontohan Antikorupsi oleh KPK

Bupati Nyoman Giri Prasta didampingi Sekda Adi Arnawa dan Kepala OPD di Lingkungan Kabupaten Badung menghadiri acara Observasi Program Percontohan Kabupaten Antikorupsi di Kabupaten Badung di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung, Kamis (7/3/2024).
Bupati Nyoman Giri Prasta didampingi Sekda Adi Arnawa dan Kepala OPD di Lingkungan Kabupaten Badung menghadiri acara Observasi Program Percontohan Kabupaten Antikorupsi di Kabupaten Badung di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung, Kamis (7/3).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Kabupaten Badung dipilih oleh KPK RI menjadi salah satu dari tiga daerah di Provinsi Bali yang masuk Program Percontohan Kabupaten Antikorupsi.

Hal itu membuktikan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dalam membangun integritas anti korupsi telah diwujudkan dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh jajaran OPD. Mulai dari sisi perencanaan, penatausahaan, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan SDM, aset, pendapatan, pelayanan publik, dana desa hingga kepengawasannya.

Hal-hal tersebut diatas menjadi konsern KPK melalui Monitoring Center for Prevention (MCP) setiap tahunnya, dimana Pemkab Badung telah beberapa kali mendapatkan penghargaan atas capaian MCP tahunannya.

“Capaian MCP Kabupaten Badung dari tahun ke tahun selalu optimal, dimana beberapa kali mendapatkan penghargaan atas capaian MCP oleh KPK RI. Kami juga telah memperkuat inspektorat untuk dapat melaksanakan pengawasan yang optimal, pengembangan badung whistle blowing system, pengendalian gratifikasi, kepatuhan LHKPN,” demikian dikatakan Bupati Nyoman Giri Prasta pada acara Observasi Program Percontohan Kabupaten Antikorupsi di Kabupaten Badung bertempat di Ruang Kriya Gosana Puspem Badung, Kamis (7/3/2024)

Acara ini dihadiri langsung oleh Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK Budi Waluya beserta jajarannya, Plh. Direktorat Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat KPK Firlana Ismayadin beserta jajaran, Inspektorat Provinsi Bali, Sekretaris Daerah Kabupaten Badung Wayan Adi Arnawa bersama Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkab Badung

Sejalan dengan itu, lanjut Bupati Giri Prasta, Pemkab Badung juga selalu konsisten melakukan peningkatan pelayanan publik melalui digitalisasi, melaksanakan survey kepuasan, membuka akses informasi publik, mengimplementasikan standar pelayanan minimal serta membangun budaya antikorupsi yang dilaksanakan melalui internalisasi nilai-nilai antikorupsi tidak saja pada lingkungan ASN tapi juga di lingkungan masyarakat.

“Kami juga melibatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan korupsi melalui berbagai kegiatan penyuluhan dan pengelolaan pengaduan yang terpercaya. Disamping itu kami juga menjaga kearifan lokal terkait anti korupsi melalui berbagai komunitas dan pelestarian budaya Bali,” terangnya.

Sementara itu, Plh. Direktorat Pembinaan dan Peran Serta Masyarakat KPK Firlana Ismayadin mengatakan bahwa korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa oleh karenanya upaya penanggulangan dan pencegahan korupsi memerlukan langkah yang luar biasa juga.

Salah satunya adalah dengan melahirkan program Kabupaten/Kota anti korupsi yang dilaksanakan mulai tahun 2024 sebagai tahun awal pelaksanaan program ini.

“Mengawali kegiatan observasi program percontohan Kabupaten/Kota antikorupsi 2024 ini, dipilih 4 Provinsi dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan prinsip terbaik sebagai tahun awal pijakan, dengan memperhatikan 6 komponen dan 19 indikator,” ucapnya.

Adapun empat Provinsi tersebut antara lain Provinsi Sumatera Barat, Jawa Tengah, Bali dan Kalimantan Barat. Sementara khusus untuk Provinsi Bali, Firlana mengungkapkan bahwa KPK minta kepada Pemprov untuk mengirimkan 2 Kabupaten dan 1 Kota usulan untuk masuk ke dalam program percontohan Kabupaten/Kota antikorupsi 2024.

“Usulan itu dilakukan berdasarkan variabel objektif seperti skor SPI, MCP, SAKIP kepatuhan pelayanan publik, maturitas SPIP, indeks SPBE, opini BPK dan tidak terdapat proses penyelidikan kasus korupsi yg dilakukan oleh kepala daerah,” papar Firlana.  (rls)

Perhutanan Sosial Konsep Yang Bagus, Menjaga Kelestarian Hutan Sekaligus Mensejahterakan Masyarakat

 

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra mewakili Pj. Gubernur Bali menyampaikan terimakasih dan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan penanaman pohon di daerah Bali. Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan Penanaman Pohon Serempak Provinsi Bali Tahun 2024 serangkaian Hari Bhakti Rimbawan ke 41 yang dipusatkan di Hutan Wisata Pinus Glagalinggah, Desa Kintamani, Bangli, Kamis (Wraspati Pon Kuningan) 7 Maret 2024.

Sekda Dewa Made Indra lebih jauh menyampaikan, giat penanaman yang telah dilaksanakan kesekian kalinya tersebut bisa menjadi momentum guna memompa semangat dan dedikasi seluruh pihak di Bali, dalam menjaga hutan dan lingkungan sebaik – baiknya.

Melalui kesempatan itu, Birokrat asal bumi Panji Sakti ini pun menyatakan ketegasan dalam mendukung konsep Perhutanan Sosial. Karena pengelolaan hutan sosial yang melibatkan peran serta masyarakat sekitarnya, dan tidak lagi dikelola secara konvensional, selain dapat menjaga penurunan fungsi hutan, gangguan pihak luar terhadap hutan namun juga dapat memberikan manfaat ekonomi.

“Kita terus membangun kolaborasi bersama masyarakat dengan memperluas cakupan perhutanan sosial, karena ini konsep yang sangat bagus untuk menjaga keberadaan hutan kita. Kalau kita kembali ke masa lalu, hutan ini hanya dijaga oleh pemerintah lalu masyarakat tidak mendapatkan manfaat maka disanalah sering terjadi gangguan terhadap hutan. Sekarang, dengan konsep ini masyarakat pun dapat manfaat ikut mengelola hutan dan secara tidak langsung akan ikut menjaga keberadaan hutan. Seperti di Glagalinggah ini sudah diterapkan perhutanan sosial, bilamana terjadi gangguan terhadap hutan maka masyarakatnya lah yang hadir pertama melakukan pencegahan. Yang terpenting bisa memberikan manfaat kesejahteraan bagi mereka,” urai Sekda Dewa Indra.

Menurut Dewa Indra, untuk mendukung konsep tersebut bisa berjalan Pemprov Bali terus melakukan upaya-upaya meningkatkan luas tutupan hutan di Bali yang saat ini baru mencapai 28% dari titik ideal sebesar 30% dari total luasan wilayah Bali, melalui penanaman pohon secara terus menerus. Pemprov Bali pun menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak dalam mewujudkan komitmen tersebut baik bersama jajaran pemerintah vertikal horizontal, swasta, maupun perorangan. Karena dengan bertambahnya luas cakupan hutan, akan dapat memperluas pengembangan perhutanan sosial.

Tak hanya hutan di wilayah dataran, hutan bakau pun tetap menjadi perhatian serius Pemprov Bali baik dari sisi luasan maupun kebersihannya. Karena saat ini kondisi hutan bakau di Bali sudah baik dan memiliki spesies yang cukup beranekaragam, sehingga perlu terus dijaga dan dilestarikan.

“Kita terus menganjurkan kepada semua pihak untuk terus turut serta menambah luasan hutan kita baik di dataran maupun bakau, maka bagi instansi/organisasi yang melaksanakan kegiatan peringatan HUT kami sarankan agar diisi kegiatan menanam pohon,” pungkasnya.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Plt. Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kemen LHK RI Bambang Supriyanto menyampaikan bahwa kegiatan Penanaman Pohon Serentak sebagai bagian dari inisiatif yang dicanangkan oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo. Acara ini merupakan yang keempat kalinya, setelah sebelumnya dilaksanakan serangkaian penanaman serupa yang melibatkan unsur Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pusat dan Daerah, staf Unit Pelaksana Teknis Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, serta diikuti oleh masyarakat umum di seluruh provinsi se-Indonesia.

“Rangkaian penanaman serentak ini dimulai pada bulan November 2023 lalu, yang pertama dipimpin langsung oleh Bapak Presiden RI dari Jakarta. Berikutnya yang kedua oleh Bapak Wakil Presiden RI di Banten, dan ketiga dipimpin oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Cianjur, Jawa Barat. Hari ini dilaksanakan yang keempat, kegiatan penanaman serentak juga menjadi salah satu peringatan dari Hari Bakti Rimbawan tahun 2024 yang ke-41, yang secara resmi diperingati setiap tanggal 16 Maret,” ujar Menteri LHK RI dalam sambutan tersebut.

Lebih jauh, Siti Nurbaya Bakar mengungkapkan bahwa dalam upaya mitigasi perubahan iklim dan pemulihan kualitas lingkungan hidup, dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan dilakukan penanaman serentak sebagai langkah untuk memperbanyak tegakan pohon/tanaman. Upaya ini pun bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pemahaman masyarakat umum atas program pembangunan lingkungan dan kehutanan, memperkuat peran penting pohon dalam menyediakan oksigen, menyimpan karbon, serta mendukung kelangsungan hidup manusia dan alam semesta dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Keberadaan pohon juga dianggap solusi dalam mengatasi perubahan iklim, melindungi keanekaragaman hayati dan mengurangi dampak dari berbagai persoalan polusi udara.

“Dengan demikian, penanaman pohon tidak hanya menjadi solusi mitigasi untuk perubahan iklim yang tampak nyata di hadapan kita sehingga memberikan manfaat bagi bumi, tetapi juga menciptakan warisan penting bagi generasi mendatang,” imbuh Menteri LHK.

Sementara itu, Kepala Balai BPDAS Unda Anyar Tri Adi Wibisono melaporkan rencana kegiatan penanaman hari ini dilaksanakan pada areal perhutanan sosial yang dikelola oleh KTH Glagalinggah di Desa Kintamani, Kintamani, Bangli. Penanaman dilakukan secara merata diatas lahan seluas 1 hektar dengan jumlah bibit yang akan ditanam 500 batang yang terdiri dari 300 jenis bibit pohon pinus dan 200 bibit pohon salam.

Acara turut dirangkaikan dengan penyerahan bantuan 1.000 bibit pohon kopi dari Bank Indonesia Perwakilan Bali. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Deputi Direktur KPw BI Provinsi Bali, Andy Setyo Biwado kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bali Made Teja, untuk selanjutnya diserahkan kembali kepada perwakilan Kelompok Tani Glagalinggah.

Pj. Gubernur Mahendra Jaya Hadiri Business Matching 2024 “Belanja Produk Dalam Negeri”

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Penjabat (Pj) Gubernur Bali S.M Mahendra Jaya menghadiri acara Business Matching 2024 “Belanja Produk Dalam Negeri, sebagai Kemandirian Produk Dalam Negeri Menuju Indonesia Emas” di The Meru Ballroom Bali Beach Hotel Sanur, Denpasar pada Kamis (7/3) pagi.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan pelaku industri selaku produsen dengan penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) khususnya yang menggunakan anggaran pemerintah melalui pengadaan barang dan jasa.

Menteri Perindustrian Republik Indonesia Agus Gumiwang Kartasasmita dalam laporannya menyampaikan Business Matching dilaksanakan dari tanggal 4 Maret hingga 7 Maret 2024. Total komitmen penggunaan produk dalam negeri dalam Business Matching tahun ini mencapai Rp. 1.428,25 Triliun.

“Dalam pelaksanaan Business Matching 2024 belanja produk dalam negeri juga telah tercapai realisasi penyerapan produk dalam negeri sebesar Rp. 213,68 Triliun. Selain itu juga terdapat penandatanganan kontrak penggunaan produk dalam negeri yang dilakukan oleh Kementerian Pertahanan dan Kementerian PUPR,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Agus Gumiwang, dalam rangka percepatan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) telah dilakukan langkah Digitalisasi Sertifikasi TKDN dan Fasilitasi Sertifikasi TKDN.

“Pemerintah terus berupaya untuk mempermudah produk-produk dalam negeri bisa diserap di dalam pengadaan Kementerian Lembaga BUMN, Pemda dan lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Nasional Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) yang juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan dalam arahannya menyampaikan program penggunaan produk dalam negeri menjadi salah satu success story dari pemerintah saat ini karena telah membuat efisiensi sehingga membuat Indonesia menjadi lebih baik.

“Kita jangan hanya bisa menghabiskan anggaran saja, tapi harus berkualitas dan juga efisien. Hal ini juga sesuai dengan perintah dari Bapak Presiden Jokowi,” terangnya.

Luhut juga mengatakan jika penggunaan E-katalog telah mampu mengurangi terjadinya korupsi di dalam negeri. Program penggunaan produk dalam negeri diharapkan mampu dinikmati langsung oleh para pelaku UMKM.

“UMKM harus benar-benar menikmati dari program pemerintah ini. Kita ingin ke depan negara ini menjadi lebih transparan. Ayo kita lanjutkan success story ini,” ajaknya.

Pada kesempatan ini juga dilaksanakan penyerahan Penghargaan Penggunaan Produk Dalam Negeri kepada Produsen, Kementerian/Lembaga, Badan Usaha Milik Negara, Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten.

Kategori penghargaan Lembaga Negara/Kementerian/Lembaga Anggaran Belanja Terbesar yakni Kementerian Pertahanan, Kementerian Keuangan, Kepolisian Negara Republik Indonesia. Kategori penghargaan Lembaga Negara/Kementerian/Lembaga Anggaran Belanja Menengah yakni Kementerian Perindustrian, Badan Pusat Statistik, Kementerian Dalam Negeri.

Kategori penghargaan Lembaga Negara/Kementerian/Lembaga Anggaran Belanja Kecil yakni Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Lembaga Administrasi Negara, Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

Kategori Pemerintah Provinsi yakni Provinsi Jawa Barat, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Lampung. Sementara kategori Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota yakni Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Takalar, Kabupaten Lembata.

Kategori Badan Usaha Milik Negara yakni PT. Semen Indonesia (Persero) Tbk, PT. Pertamina (Persero), PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Sementara itu, kategori Produsen Industri Kecil yakni PT. Presisi Mandiri Industri, PT. Inter Kreasi Adhitama, CV. Banyumas Aji Wisesa. Kategori Produsen Industri Menengah yakni PT. Furni Karya Mandiri, PT. Anugrah Yaden Utama, PT. Multidaya Putra Sejahtera. Serta kategori Produsen Industri Besar yakni PT. Jaya Beton Indonesia, PT. Kalimed Manufaktur Indonesia, PT. Motive Mulia.

Acara yang dihadiri juga oleh Menparekraf Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno ini diakhiri dengan peninjauan stand pameran.

Spesialis Pencuri Aki Diamankan Polsek Denut, Sempet Kepergok dan Diikat Warga

Odiandi Seran Natel (23), spesialis pencurian aki.
Odiandi Seran Natel (23), spesialis pencurian aki.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Spesialis pencurian aki kendaraan bernama Odiandi Seran Natel (23) diamankan oleh Polsek Denpasar Utara pada Kamis (7/3/2024).

Remaja yang bekerja sebagai tukang cuci motor di daerah Denpasar ini diamankan di Jalan Fujiyama, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

Saat itu, ia terpergok oleh warga melakukan pencurian aki truk. Saat anggota Reskrim Polsek Denut tiba di lokasi pelaku sudah dalam keadaan diikat.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Ketut Sukadi mengungkapkan, setelah diintrograsi pelaku mengakui telah melakukan pencurian aki truk di lokasi kejadian.

“Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Denpasar Utara untuk proses lebih lanjut,” ujarnya, Kamis (7/3/2024).

Sukadi menjelaskan, sehari sebelumnya pada Rabu (6/3/2024), pelaku telah melakukan pencurian aki truk di Jalan Fujiyama III, di depan Wihara Paramita Bali, Pemecutan Kaja, Denpasar Utara.

Ia mencuri aki truk milik Umar Fauzi (41) sekitar pukul 06.00 WITA. Atas kejadian itu korban mengalami kerugian Rp2,6 juta. Korban lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Denpasar Utara.

Kemudian dari hasil interogasi, diketahui pelaku sudah melancarkan aksi pencurian di wilayah Denpasar Utara, Denpasar Barat, dan Gianyar dengan delapan TKP berbeda.

“Pelaku dengan mudah mencuri mencuri aki dengan melepasnya menggunakan kunci pas 14 dan memotong tali pengikat aki dengan korek api. Selanjutnya, aki tersebut dijual dan uangnya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Sukadi. (jas)