- Advertisement -
Beranda blog Halaman 356

Bawaslu Tabanan Hentikan Penanganan Laporan Intimidasi Mangku Pura Melanting dan Warga Kesiut

Ketua Bawaslu Tabanan I Ketut Narta.
Ketua Bawaslu Tabanan I Ketut Narta.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Tabanan menghentikan penanganan dua laporan kasus dugaan intimidasi akibat beda pilihan politik yang dialami oleh Mangku Pura Melanting Pasar Tabanan dan salah seorang warga Banjar Kesiut Tengah Kaja, Desa Kesiut, Kerambitan.

Penghentian penanganan ini telah diputuskan melalui rapat pleno Bawaslu Tabanan pada Sabtu (12/10/2024) lalu.

“Status laporan kedua pelapor yang kami terima Minggu lalu dihentikan karena dugaan pelanggaran tidak terpenuhi,” ujar Ketua Bawaslu Tabanan I Ketut Narta, Minggu (13/ 10/2024).

Ia menjelasakan, alasan penghentian proses laporan ialah karena laporan yang dibuat Mangku Ketut Widiana terhadap terlapor atas nama I Made Indra Bayu yang merupakan Kepala Pasar Umum Tabanan, dinyatakan tidak terbukti sebagai pelanggaran Pemilihan.

Begitu juga dengan laporan I Nengah Heri Putra, terhadap pelapor I Nengah Suardana dinyatakan tidak sesuai degan ketentuan yang tertuang dalam pasal  182A ata Pasal 187 ayat (2) jo pasal 69 huruf d Undang-Undang no 10 tahuun 2016 tentang Pilkada.

“Kedua laporan yang kami terima statusnya dihentikan karena tidak ditemukan adanya unsur pelanggaran dan tidak terpenuhinya bukti sebagai sebuah pelanggaran pemilihan,” tambahnya.

Sebelumnya, kedua laporan tersebut ditindaklanjuti Bawaslu Tabanan karena memenuhi syarat formil dan materiil, sebagaimana ketentuan Peraturan Bawaslu Nomor 8 Tahun 2020 tentang Penanganan Pelanggaran Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Syarat formil itu meliputi identitas pelapor, nama dan domisili terlapor, waktu penyampaian pelaporan tidak melebihi ketentuan paling lama tujuh hari terhitung sejak diketahuinya atau ditemukannya dugaan pelanggaran, kesesuaian tanda tangan dalam formulir laporan dengan kartu identitas.

Kemudian, syarat materiil meliputi waktu dan tempat kejadian dugaan pelanggaran, uraian kejadian dugaan pelanggaran, dan bukti.

“Berdasarkan syarat itu, kami bersama unsur Kepolisian dan Kejaksaan yang tergabung dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) melakukan pembahasan pertama untuk menentukan pasal yang diterapkan,” tambah Narta.

Karena laporan sudah dihentikan, maka kelanjutan dari kasus tersebut berhenti sampai di Bawaslu saja dan tidak ada tindak lanjut sampai ke ranah kepolisian. (ana)

Istirahat Kampanye, Sengap Pilih Jalan Santai hingga Bagi-Bagi Sayuran di Kerambitan bersama Relawan Semut

Sengap bersama Relawan Semut menggelar jalan santai di Kecamatan Kerambitan pada Minggu (13/10/2024).
Sengap bersama Relawan Semut menggelar jalan santai di Kecamatan Kerambitan pada Minggu (13/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Calon wakil bupati (cawabup) Tabanan nomor urut 1, I Nyoman Ardika alias Sengap, menggelar jalan santai di Kecamatan Kerambitan pada Minggu (13/10/2024).

Ratusan masyarakat tampak antusias dan semangat mengikuti kegiatan jalan santai yang mengambil start dan finish di depan Puri Anyar Kerambitan tersebut.

Kegiatan jalan santai ini dipilih meskipun wilayah Kerambitan menjadi zona kampanye pasangan calon bupati dan wakil bupati Tabanan nomor urut 1, I Nyoman Mulyadi dan I Nyoman Ardika (paket MS Glowing).

“Hari ini kami dengan tim (Relawan Semut) jalan-jalan saja. Kalau jalan santai kan melibatkan seluruh masyarakat dan pendukung,” kata Sengap.

Tidak hanya jalan-jalan, Sengap bersama tim Relawan Semut juga menyapa masyarakat sambil bagi-bagi sayur di Banjar Pekandelan, Banjar Wani, Baturiti, Pasar Kerambitan.

“Kami bawa satu pick up. Mungkin sekitar empat ratus sampai lima ratus bungkus,” terangnya.

Sengap juga menegaskan, dalam momen tersebut pihaknya tidak menyampaikan pesan politik apapun. Sebab sejak awal sudah sepakat memanfaatkan momen itu untuk istirahat dari padatnya jadwal politik.

Disamping itu, ia juga berpendapat bahwa masyarakat juga pastinya bosan dengan padatnya agenda kampanye.

“Yang ikut juga keluarga Relawan Semut di Kerambitan ini. Mungkin (yang ikut) sekitar lima ratusan orang. Ya ‘masliahan’ dari aktivitas kampanye. Kebetulan ini juga zona kami untuk berkampanye,” sebutnya.

Usai jalan-jalan di Kerambitan, Sengap juga mengaku akan menghadiri pembukaan kejuaraan futsal di tempat lainnya. (ana) 

Sengap: Media dan Masyarakat Berhak Protes, Pemimpin Harus Siap Dikritik

Sengap saat Simakrama di Banjar Dalem, Desa Pejaten, Kediri, Tabanan Sabtu (12/10/2024).
Sengap saat Simakrama di Banjar Dalem, Desa Pejaten, Kediri, Tabanan Sabtu (12/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Calon Wakil Bupati Tabanan nomor urut 1, I Nyoman Ardika alias Sengap mengingatkan masyarakat dan media berhak memberikan protes jika dirinya terpilih sebagai wakil pimpinan Tabanan mendampingi I Nyoman Mulyadi.

Menurutnya, media bisa menjadi salah satu lembaga yang hadir memberikan aspirasi bagi masyarakat ke pimpinan yang terpilih.

“Media berhak memprotes. Kalau pemimpin tidak siap diprotes, tidak usah jadi pemimpin,” ungkap Sengap saat Simakrama di Banjar Dalem, Desa Pejaten, Kediri, Tabanan Sabtu (12/10/2024) malam.

Ia yang juga pernah berkecimpung di kesenian Bondres itu bahkan mengakui pernah menerima protes dari pihak-pihak maupun masyarakat.

“Saya jadi Bondres 15 tahun, saya dapat ejekan, hujatan. Tetapi itu sebagai suatu pelajaran,” lanjutnya.

Sebagai calon pemimpin baru yang mendampingi Mulyadi, ia mengaku hal tersebut bisa jadi pembelajaran. Tidak hanya di kesenian tapi jadi wakil pimpinan untuk masyarakat Tabanan.

Ia juga berjanji akan memberikan yang terbaik bagi masyarakat walaupun nantinya tidak cukup terpuaskan dalam mengemban tugas sebagai calon wakil Bupati Tabanan.

“Kita tidak bisa memberikan yang selalu positif bagi orang lain. Menurut kita sudah positif, tapi belum tentu orang lain. Jadi kita harus terima juga sebagai bentuk pelajaran,” katanya. (ana)

Generasi Z dan Millennial Terancam Miskin karena Doom Spending

Ilustrasi Doom Spending. (Istimewa)
Ilustrasi Doom Spending. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM –  Belakangan ini, istilah Doom Spending menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, terutama di media sosial. Aktivitas ini dianggap berbahaya karena dikaitkan dengan gaya hidup boros yang dapat memperburuk kondisi keuangan generasi Z dan millennial. Lantas, apa sebenarnya Doom Spending, dan bagaimana cara kedua generasi ini menjaga keuangan agar tetap stabil di masa depan?

Doom Spending mengacu pada kebiasaan berbelanja impulsif yang dilakukan sebagai upaya untuk meredakan kecemasan atau stres yang disebabkan oleh ketidakpastian ekonomi dan kekhawatiran akan masa depan. Kebiasaan ini sering kali dipicu oleh perasaan pesimis terhadap kondisi keuangan pribadi dan lingkungan sosial yang penuh tekanan.

Menurut Daivik Goel, pendiri startup asal Silicon Valley, kebiasaan boros yang sering ia lakukan seperti membeli pakaian mewah, gadget terbaru, hingga menghabiskan uang untuk kegiatan berfoya-foya, sebenarnya berakar dari ketidakpuasan terhadap pekerjaannya dan tekanan dari teman-temannya.

Goel menjelaskan dalam wawancaranya dengan CNBC Make It, bahwa banyak anak muda terjebak dalam pola perilaku serupa akibat pengaruh lingkungan dan media sosial.

Sementara itu, Ylva Baeckstrom, dosen senior keuangan di King’s Business School sekaligus mantan bankir, mengungkapkan bahwa paparan media sosial yang terus-menerus dapat memicu kebiasaan doom spending. Ia memperingatkan bahwa fenomena ini bisa berdampak fatal bagi keuangan generasi Z dan millennial, yang berpotensi membuat mereka menjadi lebih miskin dibandingkan generasi sebelumnya.

Hasil pengamatan yang dilakukan oleh Survey Monkey mengungkapkan bahwa hanya 36,5% orang dewasa di dunia merasa kondisi finansial mereka lebih baik dibandingkan orang tua mereka. Sebaliknya, 42,8% responden justru merasa keuangan mereka lebih buruk daripada generasi sebelumnya. Survei ini melibatkan 4.342 orang dewasa dari berbagai negara.

Lebih lanjut, Baeckstrom menekankan bahwa sikap dan kebiasaan keuangan seseorang sering kali diwariskan dari keluarganya. Pola pengelolaan uang, bagaimana keluarga mengatur keuangan, serta siapa yang memegang kendali finansial dalam keluarga, semuanya berperan penting dalam membentuk pandangan seseorang terhadap uang dan kebiasaan berbelanjanya.

Fenomena doom spending yang semakin marak di era digital ini mengingatkan generasi muda akan pentingnya kesadaran finansial dan kemampuan mengendalikan pengeluaran. Alih-alih terjebak dalam kebiasaan konsumtif, penting bagi generasi Z dan millennial untuk mulai merencanakan keuangan jangka panjang agar tetap kaya di masa depan. (sm)

Jangan Diabaikan, Kenali Gejala-Gejala Kamu Alergi Telur!

Ciri-ciri alergi makanan yang timbul di kulit. (Foto: Halodoc)
Ciri-ciri alergi makanan yang timbul di kulit. (Foto: Halodoc)

PANTAUBALI.COM – Telur dikenal sebagai salah satu sumber protein yang sangat penting dalam menu harian. Kaya akan nutrisi, telur sering kali menjadi pilihan utama dalam berbagai hidangan. Namun, di balik manfaat kesehatannya, tidak semua orang dapat menikmati telur tanpa risiko.

Bagi sebagian orang, telur justru dapat memicu reaksi alergi yang serius. Alergi telur terjadi ketika sistem kekebalan tubuh secara keliru mengidentifikasi protein yang terkandung dalam telur sebagai ancaman, sehingga tubuh bereaksi dengan berlebihan. Reaksi ini dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, mulai dari ringan hingga yang dapat mengancam nyawa.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengenali tanda-tanda alergi telur agar dapat memberikan penanganan yang tepat saat gejala muncul. Lalu, apa saja gejala alergi telur yang perlu diwaspadai?

Menurut Cleveland Clinic, reaksi alergi terhadap telur dapat muncul dalam beberapa bentuk. Pada kasus ringan, gejala yang muncul bisa berupa sakit perut, diare, batuk, gatal-gatal, mual, muntah, ruam di kulit, hingga kesemutan atau pembengkakan pada bibir, lidah, dan tenggorokan.

Meskipun gejala ini mungkin tampak tidak terlalu mengkhawatirkan, mereka tetap membutuhkan perhatian, terutama jika sering terjadi setelah mengonsumsi telur. Namun, pada kasus yang lebih parah, reaksi alergi ini dapat memicu kondisi serius yang disebut anafilaksis.

Anafilaksis adalah reaksi alergi yang sangat berbahaya dan memerlukan tindakan medis darurat. Kondisi ini ditandai dengan kesulitan bernapas, kesulitan menelan, pusing, tekanan darah yang menurun drastis, sesak napas, serta rasa sesak di dada atau tenggorokan.

Memahami dan mengenali gejala sejak dini dapat membantu mencegah kondisi memburuk dan memastikan penanganan yang tepat. (sm)

Kapal Tenggelam di Nusa Penida, 5 Penumpang Selamat

Seluruh penumpang dan ABK kapal selamat.
Seluruh penumpang dan ABK kapal selamat.

PANTAUBALI.COM – Lima orang nyaris kehilangan nyawa saat kapal mereka, KM Nyaman Catamaran, tenggelam di perairan timur Pulau Nusa Penida, Klungkung, pada Sabtu (12/10/2024). Insiden ini terjadi saat kapal yang berlayar dari Serangan menuju Gili Gede, Lombok, mengalami masalah di tengah laut.

“Kapal tersebut berangkat pada Kamis (10/10/2024) pukul 05.00 WITA. Namun, dua hari kemudian, pada Sabtu sore, kapal tersebut tenggelam di sekitar 10 mil laut dari Nusa Penida,” terang Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya.

Kepanikan terjadi saat air mulai memasuki kapal, dan mereka terpaksa mengapung di laut menunggu bantuan. Kelima korban yang berada di atas kapal, termasuk nahkoda dan kru, terombang-ambing di lautan tanpa pertolongan.

Racmad Faisal (37), nahkoda kapal, bersama Taufiq Urrohman (27) selaku KKM, Muhamad Albar (27) yang merupakan ABK, serta dua penumpang Faul Stefen (30) dan Wahyudi (27) hanya bisa berharap akan ada kapal yang lewat.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar segera mengirimkan tim penyelamat dari Unit Siaga Pencarian dan Pertolongan Nusa Penida. Mereka bergerak cepat menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) dari Pelabuhan Sampalan, Nusa Penida.

Namun, sebelum tim SAR tiba di lokasi, KMP Rama Giri Nusa lebih dulu menemukan dan menyelamatkan kelima korban yang terapung di laut. Evakuasi berlangsung sekitar pukul 17.30 WITA, dan seluruh korban langsung dibawa ke Pelabuhan Padang Bai. (sm)

Kenali 5 Manfaat Air Rebusan Kunyit Untuk Kesehatan

Manfaat air rebusan kunyit.
Manfaat air rebusan kunyit.

PANTAUBALI.COM – Kunyit adalah salah satu rempah yang sering digunakan sebagai bumbu masakan, ternyata menyimpan banyak manfaat kesehatan. Penggunaannya dalam pengobatan tradisional sudah berlangsung lama, terutama karena kandungan kurkumin, senyawa aktif yang dikenal memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang kuat.

Salah satu cara paling mudah untuk mendapatkan manfaat dari kunyit adalah dengan mengonsumsi air rebusannya. Minuman ini selain menyegarkan, juga kaya manfaat untuk kesehatan.

Berikut beberapa manfaat kesehatan dari air rebusan kunyit:

1. Menjaga Kesehatan Jantung
Kunyit dipercaya mampu melindungi jantung dari berbagai penyakit. Kandungan kurkumin di dalamnya berfungsi sebagai antioksidan yang kuat, membantu melawan radikal bebas yang dapat merusak sel-sel tubuh. Sebuah tinjauan pada 2019 menemukan bahwa kurkumin mampu mengurangi stres oksidatif yang berpotensi memicu penyakit kardiovaskular.

2. Mendukung Fungsi Hati
Kurkumin dalam kunyit juga diketahui mampu membantu fungsi hati, khususnya pada penderita penyakit hati berlemak non-alkoholik. Studi yang dilakukan pada 2021 menunjukkan bahwa konsumsi rutin kunyit membantu menurunkan kadar enzim hati, trigliserida, dan kolesterol, yang dapat memperbaiki kondisi hati.

3. Meningkatkan Proses Pencernaan
Air rebusan kunyit juga bermanfaat untuk sistem pencernaan. Dilansir dari Health Shots, kunyit membantu memperlancar produksi empedu dan enzim pencernaan, sehingga mampu mengurangi gejala kembung dan memperlancar buang air besar. Selain itu, kunyit juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh dan membantu dalam proses penurunan berat badan.

4. Mengurangi Masalah Sindrom Metabolik
Kurkumin terbukti membantu mengurangi indeks massa tubuh dan lingkar pinggang pada orang yang menderita sindrom metabolik. Penelitian dari meta-analisis 2019 menunjukkan bahwa kurkumin dapat menurunkan kadar leptin, hormon yang mengatur nafsu makan dan penyimpanan lemak, sehingga bermanfaat bagi mereka yang berusaha menurunkan berat badan.

5. Meningkatkan Sistem Imun
Kandungan antioksidan dalam kunyit tak hanya melindungi jantung, tetapi juga membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh. Dengan konsumsi air rebusan kunyit secara rutin, tubuh akan lebih tahan terhadap infeksi dan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri.

Dengan segala khasiatnya, air rebusan kunyit bisa menjadi solusi sederhana untuk menjaga kesehatan. Namun, tetap disarankan untuk mengonsumsinya dalam takaran yang wajar dan berkonsultasi dengan tenaga medis jika memiliki kondisi kesehatan tertentu. (sm)

Bagaimana Generasi Sandwich Bisa Mencapai Kebebasan Finansial?

Tips mencapai financial freedom bagi para sandwich generation.
Tips mencapai financial freedom bagi para sandwich generation.

PANTAUBALI.COM – Generasi sandwich, sebuah istilah yang menggambarkan individu yang terjepit di antara tanggung jawab finansial untuk orang tua, diri sendiri, dan anak-anak, seringkali dihadapkan pada tekanan ekonomi dan psikologis yang besar. Impian merdeka secara finansial pun menjadi tantangan berat bagi mereka. Namun, benarkah generasi sandwich masih memiliki peluang untuk mencapai kebebasan finansial?

Mengapa Generasi Sandwich Menghadapi Beban Berat?
Generasi sandwich sering kali harus mengatur keuangan dengan hati-hati, karena mereka tidak hanya memikul beban tanggungan diri sendiri, tetapi juga orang tua yang sudah tidak produktif serta anak-anak yang masih memerlukan dukungan pendidikan. Tekanan ini sering membuat mereka rentan secara ekonomi dan mental.

1. Kunci Kebebasan Finansial: Edukasi dan Kemandirian
Menurut Aidil Akbar Madjid, seorang perencana keuangan dan Co-Founder Purwantara, generasi sandwich tetap bisa mencapai kebebasan finansial, dengan syarat keluarga di atas dan di bawah mereka juga mandiri.

Salah satu langkah awal yang bisa diambil adalah mendidik anak sejak dini mengenai pentingnya mengelola keuangan. “Banyak orang tua zaman dulu enggan mengajarkan anak cara mengelola uang karena takut dianggap materialistis. Akibatnya, anak-anak justru tumbuh menjadi generasi stroberi yang mudah rapuh,” ujar Aidil kepada Kompas.com.

Aidil menambahkan, jika memungkinkan, generasi sandwich juga bisa membantu orang tua memulai usaha kecil agar mereka menjadi lebih mandiri secara finansial, meskipun awalnya mungkin terasa sulit.

2. Strategi Mengelola Keuangan untuk Generasi Sandwich
Aidil menekankan pentingnya memahami perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Generasi sandwich, menurutnya, cenderung mudah terjebak dalam pengeluaran untuk hal-hal yang sebenarnya tidak diperlukan. Langkah pertama adalah membuat prioritas keuangan yang jelas. Setelah itu, menabung dan investasi juga menjadi bagian penting dalam rencana keuangan mereka.

Aidil merekomendasikan agar generasi sandwich menabung minimal 15-20 persen dari total penghasilan. Selain itu, mereka juga bisa mempertimbangkan untuk berinvestasi, dimulai dengan produk-produk investasi berisiko rendah seperti emas, atau jika lebih berani, obligasi pemerintah, reksa dana saham, hingga cryptocurrency.

3.  Alokasi Keuangan Ideal untuk Generasi Sandwich
Sementara itu, Pripta Hapsari Ghozie, seorang perencana keuangan lainnya, menyarankan alokasi keuangan ideal bagi generasi sandwich sebagai berikut:
– Biaya hidup dan tanggungan keluarga: maksimal 70 persen dari gaji.
– Kesenangan pribadi: 10 persen dari gaji.
– Dana darurat dan investasi: 20 persen dari gaji.

Ia juga mengingatkan untuk selalu menghindari pinjaman online ilegal, disiplin menambah penghasilan, serta menjaga pola hidup hemat.

Dengan strategi yang tepat, generasi sandwich masih memiliki harapan untuk meraih kebebasan finansial di tengah segala tantangan yang dihadapi. Kuncinya adalah disiplin, perencanaan yang matang, serta keberanian untuk mengambil langkah-langkah finansial yang bijaksana. (sm)

Sekda Dewa Indra Ingin Bahasa Bali Tetap Eksis dan Fungsional

Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra mengharapkan Bahasa Bali tetap eksis dan berfungsi dengan baik dalam kehidupan masyarakat Pulau Dewata.

Harapan tersebut disampaikannya dalam sambutan saat menutup Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tahun 2024 di Prime Plaza Sanur, Sabtu (12/10/2024).

Sekda Dewa Indra memberi gambaran tentang makin terkikisnya bahasa daerah.

“Keberadaan bahasa daerah, khususnya dalam hal ini Bahasa Bali, semakin terkikis. Banyak keluarga yang tidak lagi menggunakan Bahasa Bali dalam komunikasi di lingkungan keluarga. Gejala ini bisa kita rasakan dan amati,” ujarnya.

Menurut Dewa Indra, situasi ini harus disikapi karena Bali adalah daerah yang bertumpu pada kekuatan budaya, dan bahasa menjadi salah satu instrumen penting di dalamnya.

“Bahasa, yang menjadi salah satu unsur penting dari budaya ini, semakin terkikis, maka kekuatan budaya akan semakin rapuh,” ucapnya.

Jika budaya semakin rapuh, Bali sebagai destinasi wisata dunia lambat laun dikhawatirkan akan ditinggalkan.

“Selama ini orang mengenal Bali karena keunikan budayanya. Nah, kalau budayanya hilang, tidak ada bedanya dengan destinasi lain,” ungkapnya sembari menekankan pentingnya upaya pelestarian budaya dengan segenap unsurnya.

Lebih lanjut, Dewa Indra mengungkapkan, gejala menurunnya penggunaan bahasa daerah mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat hingga daerah.

“Pemerintah pusat berupaya melakukan langkah-langkah untuk melindungi dan merevitalisasi bahasa ibu di seluruh daerah, termasuk Bali,” sebutnya.

Sejalan dengan itu, Pemprov Bali juga menempuh langkah strategis dalam upaya pelestarian Bahasa Bali. Upaya tersebut antara lain diimplementasikan dengan mengeluarkan Perda Nomor 1 Tahun 2018 Tentang Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali yang diturunkan dalam Pergub Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Aksara, Bahasa, dan Sastra Bali, serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali.

“Regulasi tersebut telah kami aktualisasikan dengan penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali setiap awal tahun dan program lain seperti penggunaan Aksara Bali pada papan nama kantor dan usaha,” urainya.

Dewa Indra juga menilai, sinergi pemerintah pusat dan daerah akan memperkuat upaya menjamin kesinambungan bahasa ibu di setiap daerah.

“Kita berharap, bahasa ibu tetap survive, fungsional, dan menjadi instrumen budaya di setiap daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra Kemendikbudristek RI, Imam Budi Utomo, dalam sambutannya memuji Pemprov Bali yang telah menempuh sejumlah upaya untuk melestarikan Bahasa Bali.

Ia juga mengajak masyarakat agar bangga dan tidak malu menggunakan bahasa daerah dalam interaksi sehari-hari. Harapan senada diungkapkan oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali, Valentina Lovina Tanate.

“Cintai bahasa daerah, gunakan dalam berkomunikasi sehari-hari di lingkungan rumah dan sekolah,” ajaknya.

Penutupan FTBI 2024 juga diisi dengan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba berbagai kategori tingkat Provinsi Bali. Sejumlah lomba yang digelar pada FTBI 2024, yaitu masatua Bali, matembang sekar alit, bebanyolan, nyurat Aksara Bali, ngripta lan ngwacen puisi anyar, ngripta Cerpen Bali, dan pidarta. (rls)

Jangan Buang Pakaian Bekas, Ini Cara Memanfaatkannya 

Tips Mengolah Pakaian Bekas. (Foto: MNC Media)
Tips Mengolah Pakaian Bekas. (Foto: MNC Media)

PANTAUBALI.COM – Pakaian bekas sering kali berakhir di tempat sampah begitu tidak terpakai lagi, padahal hal ini bisa memperburuk masalah limbah tekstil yang terus meningkat. Menurut Christina, Co-Founder EcoTouch, limbah tekstil merupakan salah satu jenis sampah terbesar di dunia, dan sebagian besar berasal dari rumah tangga.

Untuk mengurangi limbah ini, lebih baik jika kita mulai mendaur ulang pakaian bekas menjadi barang-barang yang berguna dan ramah lingkungan. Berikut beberapa ide kreatif yang bisa kamu coba:

1. Selimut

Pakaian bekas berbahan lembut seperti kaos katun bisa diubah menjadi selimut yang hangat. Kamu dapat menggabungkan berbagai potongan kain dengan motif dan warna berbeda untuk menciptakan selimut yang unik dan personal. Proyek ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga memberikan selimut nyaman yang bisa digunakan sehari-hari.

2. Tas Kain

Daripada membuang pakaian bekas, coba ubah mereka menjadi tas kain yang multifungsi. Bahan kuat seperti denim bisa dijahit ulang menjadi tote bag atau tas belanja yang tahan lama. Tas ini bisa dibawa ke mana-mana dan sangat ramah lingkungan dibandingkan dengan penggunaan tas plastik sekali pakai.

3. Lanyard

Kamu juga bisa membuat lanyard unik dari pakaian bekas. Potongan kain berwarna-warni bisa diiris tipis lalu dikepang menjadi lanyard yang kuat dan tahan lama. Christina sendiri telah memamerkan hasil lanyard buatannya yang dibuat dari kain bekas. Ini adalah cara yang kreatif dan hemat untuk membuat gantungan kartu identitas.

4. Boneka Kain

Pakaian bekas dengan motif menarik atau warna cerah bisa dijadikan boneka kain untuk anak-anak. Kamu dapat membuat berbagai bentuk dan karakter boneka yang lucu sesuai kreativitasmu. Boneka kain ini ramah lingkungan dan bisa menjadi hadiah spesial yang unik untuk si kecil.

Dengan mendaur ulang pakaian bekas menjadi barang-barang bermanfaat, kita dapat mengurangi limbah tekstil sekaligus menciptakan sesuatu yang bernilai. Selain ramah lingkungan, barang-barang daur ulang ini juga memiliki sentuhan personal yang membuatnya semakin istimewa. (sm)