- Advertisement -
Beranda blog Halaman 357

Jasad Mr X yang Ditemukan Bersimbah Darah di Taman Pancing Diduga Korban Pembunuhan

Penemuan Jasad di Taman Pancing, Denpasar, Kamis (7/11).
Penemuan Jasad di Taman Pancing, Denpasar, Kamis (7/11).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR –  Masyarakat digemparkan oleh penemuan jasad pria tak dikenal di pinggiran Sungai Taman Pancing, Jalan Tukad Baru Timur, Desa Pemogan, Denpasar Selatan, pada Kamis pagi (7/11). Korban yang ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dan penuh luka di sekujur tubuhnya diduga menjadi korban pembunuhan.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menyampaikan bahwa jasad tersebut pertama diketahui oleh saksi bernama Agung Ketut Sudira (69), yang sedang berolahraga di sekitar lokasi sekitar pukul 06.00 wita.

“awalnya mengira orang sedang tertidur, tetapi saat saksi mendekat terlihat bercak darah dan luka-luka pada tubuh korban. Hal itu langsung dilaporkan ke pos polisi terdekat,” terang Sukadi.

Saat menerima laporan, tim kepolisian langsung menuju lokasi untuk melakukan olah TKP. Petugas menemukan beberapa barang bukti di sekitar jasad korban, termasuk sepasang sandal jepit hitam yang berlumuran darah serta dua botol minuman plastik dalam keadaan tertutup.

“Juga ditemukan adanya bercak darah di sekitar tubuh korban,” terang AKP Sukadi.

Kendati demikian, identitas korban belum bisa diketahui lantaran tidak ditemukan kartu identitas, dompet, atau ponsel di lokasi.

Saat ini, Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap identitas korban dan memastikan penyebab kematiannya. (sm)

Polisi Usut Video Wanita yang Klaim Keluarganya Disekap di Vila Daerah Badung

Tangkapan layar Video Wanita yang Klaim Keluarganya Disekap di Vila Daerah Badung.
Tangkapan layar Video Wanita yang Klaim Keluarganya Disekap di Vila Daerah Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG  – Masyarakat sempat dikejutkan oleh video yang diunggah oleh seorang wanita bernama Anne Yulia di media sosial X (dahulu Twitter), yang mengklaim dirinya dan keluarganya disekap selama lima hari di sebuah vila di Kuta Utara, Badung. Video yang viral pada Rabu (6/11) ini memicu respons cepat dari pihak kepolisian yang segera turun tangan untuk menyelidiki insiden tersebut.

Menurut penjelasan dari Kabid Humas Polda Bali, Kombes Jansen Avitus Panjaitan, Polres Badung langsung bergerak untuk memverifikasi laporan terkait klaim penyekapan tersebut. Setelah melakukan investigasi, Jansen menyatakan bahwa tidak ada peristiwa penyekapan di lokasi yang dimaksud.

“Kami sudah mengecek dan mendapatkan keterangan dari berbagai pihak terkait. Tidak ditemukan adanya indikasi penyekapan seperti yang diutarakan dalam video tersebut,” jelas Jansen.

Anne kemudian diundang ke Polres Badung untuk memberikan klarifikasi. Di hadapan polisi, ia mengakui bahwa dirinya adalah pihak yang membuat dan mengunggah video itu. Hasil pengecekan di lokasi menunjukkan bahwa vila tersebut sedang dalam pengamanan oleh petugas keamanan, yang terkait dengan sengketa kepemilikan vila antara Anne dan seseorang bernama Lyt.

Jansen menambahkan bahwa dugaan utama penyebab video tersebut adalah kekecewaan Anne terhadap proses penyelesaian sengketa vila yang belum tuntas. Permasalahan ini bermula pada April 2024, ketika Anne dan Lyt menyepakati transaksi jual beli vila dengan Perjanjian Jual Beli (PJB). Dalam proses ini, Anne telah menyetorkan dana sebesar Rp 2,5 miliar. Namun, pada Juni 2024, Lyt secara sepihak membatalkan transaksi tersebut, dengan alasan masalah kepemilikan vila yang masih diproses di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN).

Anne melaporkan kasus ini sebagai dugaan penipuan dan penggelapan ke Polres Badung pada Oktober 2024, karena hingga saat ini uang yang telah disetorkannya belum dikembalikan oleh Lyt. Polisi menyarankan Anne untuk mengirimkan somasi kepada Lyt sebagai langkah pertama untuk menuntut pengembalian dana.

“Jika somasi tidak direspons, Anne bisa menempuh langkah hukum berikutnya dengan landasan yang jelas,” ungkap Jansen.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, agar tidak mudah terpengaruh tanpa verifikasi yang mendalam. Saat ini, kasus sengketa vila tersebut tengah ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku. (sm)

Gebyar Sambungan Air Minum Murah Perumda TAB Tabanan Lampaui Target

Petugas Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan (TAB) mengecek pipa saluran air.
Petugas Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan (TAB) mengecek pipa saluran air.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Program Gebyar Sambungan Air Minum Murah yang digelar Perumda Tirta Amertha Buana Tabanan (TAB) sejak 1 Agustus hingga 31 September 2024 telah ditutup.

Program gebyar yang digelar untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 79 dan HUT Perumda TAB Tabanan ke 38 ini disambut antusias oleh masyarakat.

Hal itu terlihat dari capaian pendaftar yang masuk selama pelaksanaan gebyar mencapai 1.913 orang. Jumlah tersebut melampaui target yang ditentukan yakni sebanyak 1.500 orang.

Ptl Kepala Bagian (Kabag) Langganan I Putu Agus Sanjaya mengatakan, dari jumlah total pendaftar 1.913 itu, sebanyak 1.720 orang telah melakukan pembayaran RAB sambungan baru.

Sedangkan sisanya yang belum melakukan pembayaran dianggap mengundurkan diri. “Yang batal ini karena berbagai macam alasan dan kami juga sudah dihubungi tetapi tidak ada tanggapan,” ucapnya, Rabu (6/11/2024).

Ia menyebut, meskipun gebyar telah ditutup, Perumda TAB tetap membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin menjadi pelanggan Perumda TAB.

“Tentunya kami senantiasa meningkatkan pelayanan dan mengoptimalkan sumber-sumber yang dimiliki,” ucapnya.

Pihaknya juga mengingatkan, untuk para pelanggan agar menampung air untuk menghindari terjadinya gangguan sewaktu-waktu, khususnya saat musim hujan yang sedang berlangsung sekarang.

“Apabila terjadi gangguan pelayanan dapat menghubungi call center Perumda TAB atau media sosial Perumda TAB di Instagram maupun Facebook atau aplikasi SimpelTAB agar petugas teknis bisa cepat melakukan perbaikan,” ucapnya. (ana)

Terungkap, Modus Perbekel Bongkasa Minta Uang ke Kontraktor Sebelum Kena OTT

I Ketut Luki (59) dihadirkan saat pers rilis di Ditreskrimsus Polda Bali, Rabu (6/11).
I Ketut Luki (59) dihadirkan saat pers rilis di Ditreskrimsus Polda Bali, Rabu (6/11).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Perbekel Desa Bongkasa, Badung, I Ketut Luki (59), ditangkap atas dugaan korupsi berupa pungutan liar terhadap kontraktor proyek pembangunan pura yang dibiayai oleh APBDesa Bongkasa 2024 dan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Kabupaten Badung. Penangkapan ini dilakukan oleh Ditreskrimsus Polda Bali saat Luki menghadiri acara penilaian antikorupsi KPK di Badung pada Selasa (5/11).

Kepala Subdirektorat Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Bali, AKBP M. Arif Batubara, menjelaskan bahwa Luki diduga meminta uang sebagai syarat pencairan dana proyek. Modusnya adalah menghambat proses administrasi dan menunda penandatanganan Surat Perintah Pembayaran (SPP) yang penting untuk pencairan dana proyek.

“Pihak kontraktor menyerahkan uang agar pencairan dana termin proyek dapat segera diproses,” ujar AKBP Arif, Rabu (6/11).

Berdasarkan pemeriksaan empat saksi, Ketut Luki meminta uang dengan menunda penandatanganan dokumen SPP. Luki diduga memanfaatkan posisinya untuk memperoleh sejumlah uang dari kontraktor agar dana proyek pembangunan pura tersebut bisa segera cair.

Saat penangkapan, petugas mendapati uang tunai Rp 20,6 juta di saku celana Luki, yang diduga hasil dari praktik pungli. Usai penangkapan, petugas juga melakukan penggeledahan di rumah tersangka di Banjar Tanggayuda, Bongkasa, dan mengamankan sejumlah barang bukti seperti dokumen proyek, perangkat elektronik, buku tabungan, serta sertifikat dan BPKB kendaraan yang disinyalir berkaitan dengan kasus ini.

“Kami turut menyita beberapa kartu bank milik tersangka untuk mendalami aliran dana yang mungkin terhubung dengan praktik ini,” tambahnya.

AKBP Arif menjelaskan, Luki terancam Pasal 12 huruf e dan a dari UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, yang melarang penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi. Pasal ini mengancam hukuman minimal empat tahun hingga seumur hidup, serta denda maksimal Rp 1 miliar.

“Saat ini, penyelidikan terus berjalan untuk mencari kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan korupsi ini,” ujar AKBP Arif. (sm)

Kebakaran di Pasar Sri Bantas Hanguskan 169 Lapak, Kerugian Capai Rp8 Miliar

Kondisi Pasar Sri Bantas, Banjar Batan Duren, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada usai terbakar pada Rabu (6/11/2024) siang.
Kondisi Pasar Sri Bantas, Banjar Batan Duren, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada usai terbakar pada Rabu (6/11/2024) siang.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kebakaran yang melanda Pasar Tradisional Sri Bantas, yang terletak Banjar Batan Duren, Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Rabu (6/11/2024) siang, menyebabkan ratusan lapak pedagang hangus.

Total ada 169 lapak pedagang yang ludes terbakar akibat dilalap si jago merah, dengan kerugian ditaksir mencapai Rp8 miliar.

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana mengungkapkan, lapak yang terbakar ada di sebelah utara sebanyak 14 unit, sebelah selatan 11 unit dan di bagian tengah (bangunan utama) ada 144 unit lapak.

“Seluruhnya habis terbakar dengan kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp8 miliar,” ucapnya.

Adapun kebakaran terjadi sekitar pukul 12.30 WITA. Api diduga muncul akibat korsleting listrik di dalam gedung utama pasar. Api dengan cepat melalap seluruh lapak pedagang.

Pedagang yang sedang berada di pasar pun tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka.

“Para pedagang sempat berusaha memadamkan api, tetapi api dengan cepat membesar hingga sulit dikendalikan,” ungkap Sukadana.

Kobaran api baru berhasil dipadamkan dengan bantuan empat mobil Pemadam Kebakaran Kabupaten Tabanan dan lima unit dari Kabupaten Badung.

“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.00 WITA. Untungnya, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun hampir seluruh area pasar, terutama bangunan utama, hangus terbakar,” tambah Sukadana.  (ana)

Presiden Prabowo Tandatangani PP Penghapusan Piutang Macet UMKM di Tiga Bidang

Presiden Prabowo tandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 tentang Penghapusan Piutang Macet kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Selasa (5/11/2024).
Presiden Prabowo tandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 tentang Penghapusan Piutang Macet kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Selasa (5/11/2024).

PANTAUBALI.COM – Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto resmi menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2024 tentang Penghapusan Piutang Macet kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Selasa (5/11/2024).

Kebijakan tersebut mencakup penghapusan tagihan piutang macet kepada UMKM di tiga bidang yaitu pertanian, perkebunan, dan peternakan; perikanan dan kelautan; serta UMKM lainnya seperti mode atau busana, kuliner, industri kreatif dan lain-lain.

Presiden Prabowo menjelaskan, kebijakan tersebut dilatarbelakangi oleh masukan dari berbagai pihak, khususnya kelompok tani dan nelayan di seluruh Indonesia.

Sebab selama ini pelaku UMKM menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan keberlanjutan usaha mereka.

“Setelah mendengar saran dan aspirasi banyak pihak, terutama dari kelompok-kelompok tani dan nelayan di seluruh Indonesia,” ujar Presiden Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta.

Menurut Prabowo, produsen di bidang pertanian, UMKM, dan nelayan merupakan penopang pangan bangsa yang sangat penting. Sehingga, kebijakan ini diharapkan mampu memberikan dukungan untuk sektor-sektor yang berperan penting dalam ketahanan pangan dan perekonomian nasional.

“Pemerintah berharap dapat membantu saudara-saudara kita para produsen yang bekerja di bidang pertanian, UMKM, dan sebagai nelayan yang merupakan produsen pangan yang sangat penting. Mereka dapat meneruskan usaha-usaha mereka dan mereka bisa lebih berdaya guna untuk bangsa dan negara,” ungkap Presiden.

Ia juga menyampaikan harapan agar kebijakan ini memberikan rasa tenang dan keyakinan bagi para pelaku UMKM, terutama petani dan nelayan.

Hal itu penting agar mereka dapat bekerja dengan semangat dan kepercayaan bahwa negara mendukung dan menghargai peran mereka.

“Kita tentunya berdoa bahwa seluruh petani, nelayan, UMKM seluruh Indonesia dapat bekerja dengan ketenangan, dengan semangat, dan dengan keyakinan bahwa rakyat Indonesia menghormati dan menghargai para produsen pangan yang sangat penting bagi kehidupan bangsa dan negara,” ujar Presiden. (*)

Pasar Sri Bantas di Kediri Tabanan Terbakar

Tangkapan layar video kebakaran Pasar Sri Bantas, Jalan Raya Munggu, termasuk Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan pada Rabu (6/11/2024) siang.
Tangkapan layar video kebakaran Pasar Sri Bantas, Jalan Raya Munggu, termasuk Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan pada Rabu (6/11/2024) siang.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kebakaran terjadi di Pasar Sri Bantas, Jalan Raya Munggu, termasuk Desa Cepaka, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan pada Rabu (6/11/2024) siang.

Tampak kobaran api melalap seluruh lapak milik pedagang. Masyarakat sekitar dan juga pedagang pun berjibaku memadamkan kobaran api.

Belum diketahui penyebab terjadinya kebakaran serta kerugian diakibatkan oleh kebakaran tersebut.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Tabanan Wayan Suakta membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Tim pemadam kebakaran masih di lokasi untuk memadamkan kobaran api.

“Kami masih berupa memadamkan api. Sementara, penyebab kebakaran belum diketahui,” ujar singkat melalui sambungan telepon. (ana)

Overload, 8 Orang Warga Binaan Lapas Tabanan Dipindah

Pemindahan warga binaan Lapas Kelas IIB Tabanan dipindahkan, pada Rabu (6/11/2024).
Pemindahan warga binaan Lapas Kelas IIB Tabanan dipindahkan, pada Rabu (6/11/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak delapan orang warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan dipindahkan, pada Rabu (6/11/2024). Rinciannya, tiga orang ke Lapas Narkotika Bali dan lima orang ke Lapas Karangasem.

Pemindahan bertujuan untuk mengatasi kelebihan kapasitas atau overload dan pembinaan berkelanjutan.

Kepala Lapas Kelas IIB Tabanan, Muhamad Kameily mengatakan, pemindahan ini merupakan tindak lanjut dari hasil asesmen yang telah dilakukan pada Warga Binaan Lapas Tabanan.

Delapan orang Warga Binaan yang dipindahkan adalah narapidana yang sudah inkracht atau berkekuatan hukum tetap. Terdiri dari tujuh orang warga negara Indonesia (WNI) dan satu orang warga negara asing (WNA).

“Warga Binaan yang kami layar tidak serta merta dipindahkan secara acak tetapi memang sudah kami lakukan asesmen terlebih dahulu. Kami juga berharap nanti di Lapas tujuan mereka tetap dapat mengikuti kegiatan pembinaan sehingga siap kembali bermasyarakat setelah bebas,” ucapnya.

Kameily menambahkan, pemindahan warga binaan ini juga merupakan salah satu bentuk deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban (kamtib).

Sebab, Lapas Tabanan terlah overload hingga 400 persen. Dari kapasitas normal 47 orang sekarang sudah terisi 200 orang lebih.

“Jadi dengan pertimbangan itu pula beberapa orang warga binaan kami pindahkan untuk mengurangi over kapasitas serta untuk pembinaan berkelanjutan di Lapas lain,” imbuhnya.

Sebelum dipindahkan kedelapan orang warga binaan tersebut digeledah mulai dari badan hingga barang bawaannya oleh petugas. Tujuannya untuk memastikan warga binaan tidak membawa barang-barang terlarang.

Dalam proses pemindahan ini, Lapas Tabanan bersinergi dengan Kepolisian Resor (Polres) Tabanan untuk memastikan keamanan dan kelancaran selama kegiatan. (ana)

Akademisi Undiksha Dukung Rencana Prabowo Terkait Bandara Bali Utara Jadi ‘The New Singapore’

Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, ST., MTI,
Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, ST., MTI,

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Akademisi Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Prof. Dr. Gede Rasben Dantes, ST., MTI, menanggapi positif rencana Presiden Prabowo Subianto yang ingin menjadikan kawasan Bandara Bali Utara sebagai ‘Singapura Baru’ atau The New Singapore.

Hal itu disampaikannya saat menjadi panelis Uji Publik Calon Pemimpin Bali Tahun 2024, di Undiksha Singaraja, Buleleng, pada Selasa (5/11/2024).

Menurut Dantes, banyak aspek dari Singapura yang dapat dijadikan contoh untuk kemajuan Pulau Dewata di masa depan, tanpa harus mengorbankan budaya dan seni yang menjadi kekayaan daerah.

“Singapura awalnya adalah daerah yang sangat kumuh, tetapi dengan berbagai kebijakan dan transformasi yang dilakukan, kini kita bisa melihat Singapura sebagai negara yang sangat maju dan modern, seperti saat ini,” ujarnya.

Dantes menilai upaya untuk mengangkat Bali ke level yang lebih tinggi, seperti yang diusung Prabowo merupakan langkah yang positif dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai budaya lokal. Konsep competitive advantage yang diterapkan oleh Singapura bisa diterapkan di Bali.

“Singapura berhasil menciptakan kompetisi dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia, melakukan transformasi digital, dan menciptakan lingkungan yang nyaman bagi investor. Hal ini bisa menjadi inspirasi bagi Bali untuk terus berkembang, sambil tetap menjaga identitas budayanya,” tambahnya. (ana)

Lansia Kediri Dukung Penuh Mulyadi-Ardika di Pilkada Tabanan

Lansia Kediri nyatakan dukungan untuk Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan I Nyoman Mulyadi – I Nyoman Ardika.
Lansia Kediri nyatakan dukungan untuk Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan I Nyoman Mulyadi – I Nyoman Ardika.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Tabanan I Nyoman Mulyadi – I Nyoman Ardika alias Sengap mendapat dukungan dari persatuan lanjut usia (lansia) Kediri.

Dukungan tersebut disampaikan para lansia saat acara senam pagi di Kediri pada Selasa (5/11/2024). Tak hanya itu, usai senam para lansia membuat video yel-yel dukungan kemenangan untuk Mulyadi-Sengap.

Mereka juga menegaskan dukungannya kepada pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bali nomor urut 1, I Made Mulyawan Arya-Putu Agus Suradnyana (Mulia-PAS).

Koordinator Lansia Kediri Ni Wayan Murniati mengatakan, dukungan yang diberikan lansia Kediri ialah murni dari hati nurani mereka, tanpa ada paksaan ataupun intervensi dari pihak manapun.

“Kami pasangan Mulyadi – Ardika karena menghendaki adanya suatu perubahan yang lebih baik untuk Tabanan, selaku warga Kediri kami siap memilih dan mencoblos pasangan calon Bupati dan wakil Bupati nomor urut 1,” ujar perempuan asal Banjar Pande, Desa Kediri tersebut.

Menurut Murniati, Nyoman Mulyadi adalah tokoh masyarakat kediri yang betul-betul merakyat. Selain itu, Mulyadi juga telah banyak memberikan kontribusi dalam kegiatan sosial masyarakat di Kabupaten Tabanan.

“Bahkan tidak tanggung-tanggung menyumbang berbagai pembangunan di masyarakat, termasuk pembangunan Pura,” ungkap Murniati yang pensiunan guru paud ini.

Sementara itu, Nyoman Mulyadi menyampaikan ucapan terima kasih kepada para lansia Kediri atas dukungan yang diberikan.

“Pesan saya jaga kekompakan, soliditas dan kebersamaan, jangan sampai beda pilihan kita bermusuhan, ingat tidak ada intimidasi dan tidak intervensi, pilih sesuai dengan hati nurani,” ujar Mulyadi. (ana)