- Advertisement -
Beranda blog Halaman 358

Komisi II DPRD Tabanan Nilai Kinerja Dinas Lingkungan Hidup Belum Optimal

Raker Komisi II DPRD Tabanan dengan OPD, Rabu (9/10/2024).
Raker Komisi II DPRD Tabanan dengan OPD, Rabu (9/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi II DPRD Kabupaten Tabanan menyoroti kinerja sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam rapat kerja yang berlangsung pada Rabu (9/10/2024).

Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) yang dinilai belum optimal dalam menjalankan tugasnya.

Ketua Komisi II DPRD Tabanan I Wayan Lara mengkritik operasional mobil pengangkut sampah yang beroperasi di pagi hari. Menurutnya, aktivitas ini sering menyebabkan kemacetan lalu lintas, terutama di jam sibuk saat masyarakat berangkat kerja dan anak-anak menuju sekolah.

“Operasional pengangkut sampah di pagi hari membuat jalan menjadi krodit. Ini sangat mengganggu,” ucap Lara.

Ia membandingkan kondisi ini dengan Kota Surabaya, yang dinilainya berhasil mengelola aktivitas kebersihan tanpa mengganggu arus lalu lintas pagi.

“Di Surabaya, petugas kebersihan mulai bekerja sejak pukul 4 pagi. Jam 6 pagi, kota sudah bersih tanpa ada aktivitas pengangkutan sampah yang menghambat lalu lintas. Kenapa Tabanan tidak bisa mencontoh hal tersebut,” tanyanya.

Lara menjelaskan kritik yang disampaikan bertujuan untuk memacu OPD meningkatkan kinerja agar lebih selaras dengan visi dan misi Bupati Tabanan. Ia menekankan bahwa perbaikan kinerja OPD sangat penting demi mendukung pembangunan daerah yang lebih baik.

Melalui evaluasi tersebut, diharapkan setiap OPD dapat lebih responsif terhadap masukan dan kritik guna meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (ana)

Pilih Bedak Padat atau Bedak Tabur? Kenali Perbedaannya

Perbedaan bedak tabur dan padat
Perbedaan bedak tabur dan padat

PANTAUBALI.COM – Bagi para penggemar makeup, mungkin Anda sering bertanya-tanya, apa perbedaan antara bedak padat dan bedak tabur? Keduanya merupakan produk penting dalam riasan wajah yang berfungsi untuk mengunci foundation, mengontrol minyak berlebih, serta memberikan hasil akhir yang halus dan flawless.

Namun, meskipun memiliki fungsi serupa, kedua jenis bedak ini berbeda dalam hal tekstur, formula, dan cara pengaplikasiannya. Dalam artikel ini, kita akan membahas perbandingan antara bedak padat dan bedak tabur, serta keunggulan masing-masing untuk berbagai jenis kulit dan situasi.

Mengenal Bedak Padat

Bedak padat, sering disebut juga compact powder, adalah bedak wajah yang berbentuk padat dan biasanya dikemas dalam wadah kompak dengan cermin serta spons aplikator. Teksturnya lembut dan halus, membuatnya mudah diaplikasikan serta dibaurkan pada wajah. Bedak ini sangat cocok untuk touch-up di sepanjang hari karena dapat menyerap minyak berlebih dan menyegarkan tampilan makeup. Selain itu, bedak padat juga dapat memberikan daya tutup yang sedang hingga penuh, tergantung pada formula serta jumlah yang diaplikasikan.

Mengenal Bedak Tabur

Bedak tabur atau loose powder adalah bedak wajah dalam bentuk bubuk halus yang umumnya disimpan dalam wadah khusus dengan saringan. Bedak ini memiliki tekstur ringan dan sering diaplikasikan menggunakan kuas besar atau puff bedak. Bedak tabur ideal untuk mengunci foundation dan concealer, serta mencegah riasan menggumpal atau masuk ke garis-garis halus pada wajah. Hasil akhirnya biasanya lebih tipis hingga sedang, sesuai dengan formula yang digunakan dan jumlah produk yang diaplikasikan.

Perbedaan Bedak Padat dan Bedak Tabur

1.Tekstur dan Konsistensi
Bedak padat memiliki tekstur yang lebih padat dan solid, sementara bedak tabur lebih ringan dan halus. Perbedaan ini memengaruhi cara pengaplikasian serta hasil akhir yang dihasilkan.

2.Pengemasan
Bedak padat hadir dalam kemasan yang lebih praktis dan kompak, sering kali dilengkapi dengan cermin serta spons aplikator. Sebaliknya, bedak tabur biasanya disimpan dalam wadah dengan saringan untuk mengatur jumlah bedak yang keluar, membuatnya sedikit kurang praktis untuk dibawa bepergian.

3. Daya Tutup
Bedak padat umumnya menawarkan daya tutup yang lebih tinggi, sehingga mampu menutupi ketidaksempurnaan pada wajah dengan baik. Di sisi lain, bedak tabur memberikan hasil yang lebih ringan dan natural, memungkinkan kulit asli tetap terlihat.

4. Portabilitas
Karena kemasannya yang ringkas, bedak padat lebih mudah dibawa kemana-mana, ideal untuk touch-up di perjalanan. Bedak tabur, karena bentuknya yang bubuk, cenderung lebih sulit dibawa dan berisiko tumpah atau berantakan.

5. Jenis Kulit
Bedak padat sangat cocok untuk kulit berminyak hingga normal, karena mampu mengontrol kilap dan memberikan tampilan matte. Sementara itu, bedak tabur lebih fleksibel dan dapat digunakan oleh semua jenis kulit, termasuk kulit kering dan sensitif, karena sering kali mengandung bahan-bahan yang dapat membantu menjaga kelembapan kulit.

Baik bedak padat maupun bedak tabur memiliki kelebihan masing-masing, tergantung pada kebutuhan kulit dan kesempatan. Bedak padat ideal untuk sentuhan cepat dan daya tutup yang lebih tinggi, sementara bedak tabur cocok untuk mengunci riasan dengan hasil akhir yang lebih halus dan natural. Pilihlah jenis bedak yang sesuai dengan jenis kulit dan kebutuhan Anda untuk hasil riasan yang optimal. (sm)

Pasutri Colong Iphone Milik WNA di Toko Sepatu

Pasutri Colong Iphone Milik WNA di Toko Sepatu

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Sepasang suami istri, Zaenap (59) dan Herry Prawiro (54) kedapatan mencuri sebuah iPhone 13 Pro Max milik seorang warga negara asing (WNA) di sebuah toko sepatu Jalan Pantai Kuta, Badung. Keduanya pun mengakui perbuatannya setelah ditangkap oleh Polsek Kuta.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi menerangkan bahwa kejadian berawal pada Sabtu, 21 September 2024, sekitar pukul 21.14 WITA. Saat itu, korban yang merupakan warga negara Rusia bernama Aiaz Abdrakhmanov (24), sedang mencoba sepatu di toko tersebut.

“Korban meletakkan ponselnya di atas sofa dekatnya, namun saat selesai mencoba, ia terkejut mendapati iPhone 13 Pro Max miliknya sudah hilang,” terang Sukadi.

Setelah meminta bantuan karyawan toko untuk melihat rekaman CCTV, terlihat seorang wanita yang mengenakan masker mengambil ponsel tersebut. Korban langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Denpasar Timur, dan setelah penyelidikan lebih lanjut, polisi mendapatkan informasi keberadaan kedua pelaku.

Keduanya pun dibekuk pada Minggu, 22 September 2024, sekitar pukul 17.00 WITA di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana. Polisi berhasil mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa iPhone 13 Pro Max berwarna biru yang mereka curi. Dalam interogasi, keduanya mengakui bahwa mereka berniat menjual ponsel tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dalam menjalankan aksinya, mereka menggunakan mobil Daihatsu Ayla berwarna kuning dengan nomor polisi L 1140 DAJ saat beraksi. Korban mengalami kerugian mencapai belasan juta rupiah atas pencurian ini,” pungkasnya. (sm)

Mulyadi Sentil Pemda Tabanan Tak Optimal Kelola PAD

Kampanye tatap muka di Balai Banjar Jagasatru, Desa Kediri pada Kamis (10/10/2024) malam.
Kampanye tatap muka di Balai Banjar Jagasatru, Desa Kediri pada Kamis (10/10/2024) malam.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – I Nyoman Mulyadi, calon bupati Tabanan nomor urut 1, menyentil optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) yang dinilainya belum maksimal.

Padahal potensi PAD Tabanan cukup besar jika dikelola dengan baik oleh pemerintah daerah.

Hal itu diungkapkannya saat kampanye tatap muka di Balai Banjar Jagasatru, Desa Kediri pada Kamis (10/10/2024) malam.

Menurutnya, selama ini banyak terjadi kebocoran dalam pengelolaan aset daerah, seperti pajak restoran di kawasan wisata Tanah Lot, Bedugul, dan Jatiluwih. Ia menegaskan akan menindak tegas hal tersebut.

“Tabanan memiliki banyak aset, namun banyak yang hanya tercatat di atas kertas,” ujarnya.

Dengan didampingi pasangannya, calon wakil bupati I Nyoman Ardika, ia berjanji mengoptimalkan PAD untuk kesejahteraan masyarakat Tabanan bila terpilih di Pilkada 2024.

“Astungkara, bila Saya sebagai bupati, ini yang akan kami kejar karena aset-aset ini adalah milik masyarakat Tabanan,” ujarnya.

Dengan upaya optimalisasi itulah, Mulyadi bersama Ardika akan berusaha merealisasikan 21 program unggulan yang dijanjikan. (ana)

Program Satu Miliar Satu Desa Disambut Antusias Warga Banjar Jagasatru Kediri

Paslon Mulyadi-Ardika saat kampanye tatap muka di Balai Banjar Jagasatru, Kamis (10/10/2024).
Paslon Mulyadi-Ardika saat kampanye tatap muka di Balai Banjar Jagasatru, Kamis (10/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Calon Bupati Tabanan nomor urut 1, I Nyoman Mulyadi dan pasangannya, I Nyoman Ardika, memperkenalkan program unggulan Satu Miliar Satu Desa yang mendapat sambutan antusias dari warga Banjar Jagasatru, Desa Kediri.

Program ini dirancang untuk mengalokasikan dana sebesar Rp 1 miliar untuk setiap desa di luar Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD).

Selain itu, pasangan yang dikenal dengan Paket MS Glowing ini juga menjanjikan Rp500 juta bagi desa adat dan subak.

“Program unggulan saya adalah satu miliar satu desa diluar ADD, serta tambahan Rp500 juta untuk banjar dan subak. Anggaran ini diharapkan bisa dikelola dengan baik dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Nyoman Mulyadi saat kampanye tatap muka di Balai Banjar Jagasatru, Kamis (10/10/2024).

Mulyadi menegaskan komitmennya untuk merealisasikan program-program tersebut melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan pengelolaan aset yang lebih baik.

“Kami yakin, jika PAD dan aset dikelola dengan maksimal, program ini bisa dijalankan untuk kesejahteraan masyarakat,” ujar Mulyadi.

Selain program desa, pasangan Mulyadi-Ardika juga berencana meningkatkan pelayanan kesehatan melalui program Satu Kamar Rumah Sakit untuk Satu Pasien, yang diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat.

Program unggulan MS Glowing itu pun mendapat dukungan Banjar Jagasatru, seperti yang diungkapkan oleh salah satu tokoh masyarakat setempat bernama I Wayan Sugita alias Wayan Doye.

Dirinya menyatakan dukungan penuh kepada Mulyadi – Ardika karena percaya pasangan ini akan membawa perubahan yang signifikan untuk Kabupaten Tabanan.

“Saya berharap, jika Pak Nyoman Mulyadi dan Ardika terpilih maka semua program benar-benar terealisasi,” harapnya. (ana)

Style “Old Money” Kembali Trending, Kunci Tampak Anggun dan Klasik

Tips berpakaian ala Old Money Fashion
Tips berpakaian ala Old Money Fashion

PANTAUBALI.COM – Dalam dunia mode yang selalu berubah, ada satu gaya yang tetap bertahan dan kini kembali mencuri perhatian yakni old money fashion. Gaya ini mengusung kesan elegan, berkelas, namun tanpa mencolok, dan mulai digandrungi lagi oleh para pencinta mode di berbagai kalangan, baik pria maupun wanita. Tapi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Old money fashion?

Secara sederhana, gaya old money menggambarkan penampilan klasik yang sering diasosiasikan dengan kaum bangsawan atau mereka yang telah mewarisi kekayaan dari generasi ke generasi. Profesor hukum Stanford, Richard Thompson Ford, dalam bukunya Dress Code: How the Laws of Fashion Made History, menjelaskan bahwa gaya ini merujuk pada mode yang berkembang di kalangan elite East Coast Amerika Serikat pada era 1950-an.

Contohnya adalah busana yang dikenakan di lingkungan akademi seperti Ivy League, yang mencerminkan penampilan simpel, berkualitas tinggi, dan tanpa tren berlebihan.

Menurut Ford, kunci utama gaya old money adalah penggunaan busana klasik yang dibuat untuk tahan lama, bukan hanya trendi sesaat.

“Item fesyen ini tidak akan pernah terlihat aneh, apakah dikenakan hari ini atau 100 tahun yang lalu,” ujarnya dikutip GQ.

Gaya old money sangat berbeda dari new money, yang kerap dianggap lebih mencolok dan gemerlap. Mereka yang mengadopsi gaya old money memilih pakaian yang tidak menonjolkan merek, tetapi tetap terlihat berkelas dan elegan. Kesan elegan ini hadir dari bahan berkualitas seperti katun, kasmir, dan wol, serta potongan busana yang pas di tubuh dengan warna-warna netral.

Penulis dan penganut gaya old money, Zach Weiss, menyebutkan bahwa ada banyak “ilmu” di balik kesederhanaan tampilan ini. “Bahkan ada versi gaya kasual seperti sweter rajut yang disampirkan di bahu tanpa terlalu memikirkan keformalitasan,” ujarnya.

Contoh paling jelas dari gaya ini dapat dilihat pada sosok Carolyn Bessette-Kennedy, istri mendiang John F Kennedy Jr., yang dikenal dengan gaya minimalis nan elegan. Untuk pria, Pangeran William sering menjadi inspirasi dengan setelan jas yang selalu rapi dan klasik.

Untuk mengadopsi gaya old money, ada beberapa hal yang bisa diperhatikan. Pertama, pilih pakaian dengan potongan klasik dan berkualitas tinggi seperti blazer navy, kemeja putih, dan celana chino.

Pastikan bahan yang digunakan nyaman dan tahan lama. Kedua, utamakan warna-warna netral seperti putih, krem, cokelat, dan navy, yang tidak hanya mudah dipadukan tetapi juga menciptakan kesan elegan tanpa berlebihan. Ketiga, perhatikan detail kecil seperti kancing berkualitas dan jahitan rapi, yang akan membuat perbedaan besar dalam penampilan.

Pada akhirnya, old money fashion bukan sekadar gaya, melainkan sebuah filosofi dalam berpakaian. Fokusnya bukan pada tren terbaru, tetapi pada merawat item klasik yang dapat bertahan lama dan tetap relevan kapan saja. (sm)

Kenali Gejala Baby Blues Syndrome dan Cara Mengatasinya

Kenali Gejala Baby Blues Syndrome.
Kenali Gejala Baby Blues Syndrome

PANTAUBALI.COM  Melahirkan adalah salah satu momen yang penuh tantangan bagi seorang ibu. Tidak hanya fisik, tetapi juga mental seorang ibu diuji selama proses ini. Salah satu gangguan mental yang kerap dialami oleh ibu pasca melahirkan adalah baby blues syndrome, kondisi yang memengaruhi suasana hati ibu baru.

Baby blues syndrome merupakan gangguan kesehatan mental yang dialami oleh wanita setelah melahirkan. Kondisi ini ditandai dengan perubahan suasana hati yang tiba-tiba dan perasaan sedih berlebihan.

Gejala baby blues biasanya muncul pada hari ke-3 hingga ke-4 setelah persalinan dan dapat berlangsung hingga dua minggu. Meskipun umumnya hilang dengan sendirinya, kondisi ini tidak boleh diabaikan, karena jika terus berlanjut, bisa berkembang menjadi depresi pasca melahirkan (postpartum depression), yang lebih serius dan berisiko bagi kesehatan ibu serta bayinya.

Penyebab Baby Blues Syndrome

Meski belum ada penyebab pasti, beberapa faktor dapat memicu terjadinya baby blues, antara lain:

1. Kesulitan Beradaptasi
Setelah melahirkan, kehidupan seorang ibu mengalami perubahan drastis. Adaptasi dari sebelum menjadi ibu ke tanggung jawab merawat bayi sering kali membuat ibu kewalahan, terutama jika baru pertama kali melahirkan. Kelelahan ini dapat memperburuk kondisi baby blues.

2. Perubahan Hormon
Setelah melahirkan, kadar hormon progesteron dan estrogen dalam tubuh ibu menurun secara signifikan, yang berkontribusi pada perubahan suasana hati serta perasaan lelah dan stres.

3. Kurang Istirahat
Pola tidur bayi yang tidak teratur membuat ibu sering terbangun di malam hari, mengurangi waktu istirahat. Kurangnya tidur dan kelelahan dalam merawat bayi meningkatkan risiko baby blues.

4. Riwayat Gangguan Mental
Ibu dengan riwayat depresi, gangguan kecemasan, atau gangguan mental lainnya lebih rentan mengalami baby blues.

Gejala Baby Blues Syndrome

Beberapa gejala umum yang menandai baby blues antara lain:

1. Mudah Marah dan Tersinggung
Ibu yang mengalami baby blues sering kali mudah tersinggung, bahkan terhadap hal kecil yang mungkin tidak dimaksudkan untuk menyakiti. Selain itu, ibu juga bisa merasa kesal atau marah saat bayinya menangis atau rewel.

2. Mood Swings dan Ketidaksabaran
Perubahan suasana hati yang mendadak, atau mood swings, kerap terjadi pada minggu pertama setelah melahirkan. Ibu mungkin juga merasa tidak sabar terhadap tindakan orang lain yang dirasa tidak sesuai dengan keinginannya.

3. Menangis Tanpa Sebab
Ibu yang terkena baby blues sering kali menangis secara tiba-tiba, bahkan tanpa alasan yang jelas. Rasa cemas berlebihan terhadap hal-hal sepele juga sering muncul.

4. Mudah Lelah
Proses melahirkan menguras energi, ditambah lagi dengan jam tidur yang tidak teratur setelah memiliki bayi. Ini membuat ibu mudah merasa lelah dan kehilangan energi.

5. Penurunan Nafsu Makan
Sementara ibu yang menyusui biasanya mengalami peningkatan nafsu makan, pengidap baby blues sering kali justru kehilangan selera makan. (sm)

Mangku Pura Melanting Kembali Berikan Kesaksian di Bawaslu Tabanan

I Ketut Widiana, Mangku Pura Melanting di Pasar Umum Tabanan, bersama tim kuasa Legal Advokat Gadjah Agus Suradnyana (LAGAS),di kantor Bawaslu Tabanan pada Kamis (10/10/2024).
I Ketut Widiana, Mangku Pura Melanting di Pasar Umum Tabanan, bersama tim kuasa Legal Advokat Gadjah Agus Suradnyana (LAGAS),di kantor Bawaslu Tabanan pada Kamis (10/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – I Ketut Widiana, Mangku Pura Melanting di Pasar Umum Tabanan, bersama tim kuasa Legal Advokat Gadjah Agus Suradnyana (LAGAS), kembali mendatangi kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tabanan pada Kamis (10/10/2024).

Kedatangan mereka untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan intimidasi yang dilakukan oleh oknum pendukung salah satu pasangan calon bupati di Kabupaten Tabanan.

Ketut Widiana sebelumnya melaporkan adanya dugaan intimidasi yang menimpanya serta I Nengah Heri Putra, warga Banjar Kesiut Tengah Kaja, Desa Kesiut, Kecamatan Kerambitan saat masa kampanye berlangsung.

Kasus ini pun menjadi perhatian tim hukum pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Bali nomor urut 1, I Made Muliawan Arya alias De Gadjah dan Putu Agus Suradnyana, yang tergabung dalam LAGAS.

Tim Kuasa Hukum LAGAS I Gede Putu Sudarma mengatakan, pihak yang dipanggil hari ini ke Bawaslu ialah Mangku Pura Melanting sebagai pelapor, tiga saksi pelapor dan terlapor.

“Hal yang ditanyakan yakni terkait dengan kebenaran keterangan yang diberikan waktu pelaporan awal. Apakah benar keterangan yang disampaikan oleh pelapor,” ucapnya.

Pihaknya pun berharap, Bawaslu Tabanan serius menangani kasus dugaan intimidasi yang dialami oleh kedua korban.

“Kami ingin permasalahan ini segera diproses, karena ada indikasi pelanggaran intimidasi yang cukup jelas. Besok, kami juga akan mendampingi pelapor lainnya, yaitu warga Desa Kesiut,” tambah Sudarma.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Tabanan I Ketut Narta menjelaskan, penanganan kasus dugaan intimidasi yang dialami kedua korban masih berporoses.

Keputusan akhir terkait laporan ini akan ditentukan dalam rapat pleno pada Jumat (11/10/2024). Namun, jika pihaknya masih memerlukan keterangan tambahan dari pelapor, terlapor, atau saksi, waktu klasifikasi bisa diperpanjang hingga dua hari.

“Jika diperlukan, kami bisa memperpanjang proses klarifikasi hingga dua hari lagi untuk melengkapi keterangan yang dibutuhkan, dan pleno akan dilakukan pada hari Minggu,” jelas Narta.

Dijelaskannya, proses pelaporan kasus ini dilakukan pada 6 Oktober 2024 dan Bawaslu telah melakukan kajian awal dalam waktu 2×24 jam.

Setelah dinyatakan memenuhi syarat formal dan materiil, laporan tersebut masuk ke tahap registrasi.

Pemeriksaan terhadap pelapor, saksi, dan terlapor dijadwalkan berlangsung selama tiga hari yakni Rabu kemarin hingga Jumat besok.

“Hari ini, kami fokus pada klarifikasi terkait laporan Mangku Ketut Widiana. Besok, kami akan melanjutkan pemeriksaan terhadap laporan kedua,” ungkapnya.

Jika ditemukan adanya unsur pelanggaran, kasus ini akan dilanjutkan ke tahap sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu). Nanti Sentra Gakkumdu juga akan melakukan kajian kembali untuk memastikan pelanggaran dan Pasal yang akan dikenakan.

“Namun, apabila tidak ditemukan unsur pelanggaran, kasus akan dihentikan,” pungkasnya. (ana)

Apa itu Yellow Flag Dalam Hubungan Pernikahan? Kenali Tanda-Tandanya

Kenali Tanda-tanda Yellow Flag dalam hubungan pernikahan
Kenali Tanda-tanda Yellow Flag dalam hubungan pernikahan

PANTAUBALI.COM – Dalam kehidupan sehari-hari, warna sering dijadikan simbol peringatan. Bendera merah melambangkan bahaya, sedangkan bendera hijau berarti aman. Lalu bagaimana dengan bendera kuning?

Dalam konteks hubungan pernikahan, bendera kuning atau yellow flag menunjukkan sinyal awal yang memerlukan perhatian lebih sebelum masalah menjadi besar. Ini bukanlah tanda bahaya yang langsung mengancam, tetapi lebih sebagai peringatan untuk berhati-hati dan segera bertindak.

Berikut adalah beberapa yellow flag yang kerap muncul dalam hubungan pernikahan dan patut diwaspadai:

1. Menghindari Percakapan Penting
Tanda pertama yang harus diperhatikan adalah ketika salah satu atau kedua pasangan mulai menghindari percakapan yang dianggap sulit. Menurut dating coach Erika Jordan, menghindari diskusi penting atau bahkan membuang muka saat terjadi ketegangan merupakan bentuk penghindaran konflik yang tidak sehat. Hal ini dapat memperparah masalah jika dibiarkan, karena menunjukkan kurangnya keinginan untuk menyelesaikan konflik secara terbuka.

2. Satu Pihak Menguasai Keuangan
Pengelolaan keuangan yang tidak merata juga menjadi salah satu tanda peringatan. Penelitian dari Universitas Guelph menyebutkan bahwa dominasi satu pihak dalam pengaturan keuangan dapat memicu ketidakadilan dan pelecehan finansial dalam hubungan. Christina Young, seorang Pelatih Pemulihan Hati, menegaskan bahwa kedua belah pihak seharusnya terlibat aktif dalam pengambilan keputusan finansial, sehingga tidak ada yang merasa dimanipulasi atau tidak diberdayakan.

3. Saling Menyalahkan
Mediator Keluarga, Scott Levin, menekankan bahwa perilaku saling menyalahkan adalah sinyal bahaya dalam pernikahan. Ketika pasangan mulai melemparkan kesalahan satu sama lain tanpa melakukan introspeksi, ini dapat menciptakan ketegangan yang semakin merusak hubungan. Penting untuk menjaga komunikasi yang sehat dan berusaha memahami perspektif pasangan untuk mencegah keretakan yang lebih dalam.

4. Tidak Ada Ketertarikan Serupa
Perbedaan minat yang tajam juga bisa menjadi tanda peringatan dalam pernikahan. Penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of Contemporary Family Therapy menunjukkan bahwa dukungan terhadap minat pasangan adalah elemen penting dalam hubungan. Namun, jika pasangan tidak menunjukkan ketertarikan pada minat masing-masing, bahkan cenderung meremehkan hobi pasangannya, ini bisa mengarah pada konflik yang berkelanjutan dan keterasingan emosional.

5. Tidak Nyaman dengan Diri Sendiri
Merasa tidak nyaman saat bersama pasangan adalah sinyal lain yang menunjukkan adanya masalah dalam hubungan. Janet Ong Zimmerman, seorang mentor hubungan, menyatakan bahwa ketidaknyamanan ini bisa merusak kesejahteraan emosional dan mental, yang pada akhirnya berdampak buruk pada kebahagiaan dalam pernikahan. Perasaan ini perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan masalah lebih besar di kemudian hari. (sm)

Infrastruktur Sekolah dan Irigasi Subak Jatiluwih Disoroti Komisi II DPRD Tabanan

Raker Komisi II DPRD Tabanan dengan OPD, Rabu (9/10/2024).
Raker Komisi II DPRD Tabanan dengan OPD, Rabu (9/10/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi II DPRD Kabupaten Tabanan menyoroti permasalahan infrastruktur sekolah dan kondisi irigasi di wilayah Subak Jatiluwih.

Hal itu disampaikan saat rapat kerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pada Rabu (9/10/2024). Adapun OPD yang hadir yakni Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Kepala Dinas PUPRPKP, Kepala Dinas Pertanian, serta beberapa OPD lainnya,

Rapat ini digelar untuk membahas beberapa keluhan masyarakat mengenai infrastruktur yang kurang memadai, terutama di sektor pertanian.

Anggota Komisi II DPRD Tabanan I Gede Made Suarjana menyampaikan, pentingnya perhatian pemerintah terhadap Subak yang ada di Kecamatan Penebel.

Sebab, wilayah ini dikenal sebagai salah satu sektor penghasil pertanian terbesar di Kabupaten Tabanan. Namun, selama ini belum mendapatkan alokasi anggaran yang memadai dari pemerintah kabupaten maupun provinsi.

“Jika dibiarkan maka akan berdampak pada terancamnya ketahanan pangan Tabanan karena Penebel merupakan salah satu penopang pangan utama di daerah ini,” ucapnya.

Selain itu, kondisi infrastruktur Subak Jatiluwih juga menjadi sorotan. Banyak saluran irigasi yang rusak dan perlu perbaikan segera. Tak hanya itu, sejumlah bangunan yang ada di kawasan Jatiluwih ditemukan tidak sesuai dengan peruntukannya, yang berpotensi membahayakan status Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Tabanan I Made Subagia menjelaskan bahwa jaringan irigasi di Subak Jatiluwih memang memerlukan perbaikan. Masalah utama ialah bocornya aliran air dari Bendungan Jatiluwih, yang seharusnya mengairi sekitar 20 subak di sekitarnya, terapi meluber ke pemukiman warga.

“Setelah dilakukan pengecekan oleh Dinas PU dan Balai Wilayah Sungai Bali Penida, ditemukan beberapa masalah di jaringan irigasi yang merupakan tanggung jawab pemerintah pusat,” kata Subagia. (ana)