- Advertisement -
Beranda blog Halaman 28

Dikukuhkan sebagai Bunda Literasi, Bunda Rai Wahyuni Sanjaya Dorong Generasi Tabanan Gemar Membaca

Pengukuhan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Festival Literasi di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Senin (20/4/2026).

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Ny. Rai Wahyuni Sanjaya atau yang akrab disapa Bunda Rai resmi mengemban tugas sebagai Bunda Literasi Kabupaten Tabanan periode 2026–2029. Pengukuhan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Festival Literasi di Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Senin (20/4/2026), yang dipadati ratusan siswa dan guru. Prosesi pengukuhan dilakukan oleh Bupati Tabanan yang diwakili Wakil Bupati I Made Dirga, sekaligus menjadi penegasan komitmen daerah dalam membangun kualitas sumber daya manusia berbasis literasi.

 

Acara tersebut turut dihadiri langsung jajaran Forkopimda atau yang mewakili, para Asisten Setda, Kepala perangkat Daerah terkait serta perwakilan instansi vertikal, Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Tabanan Ny. Santi Susila, dan pemangku kepentingan lainnya. Kehadiran lintas sektor ini menunjukkan kuatnya sinergi dalam mendukung gerakan literasi di Tabanan. Siang itu pengukuhan dilaksanakan terhadap Bunda Rai Wahyuni Sanjaya selaku Bunda Literasi, Gede Paramartha Daisuke Matsuzawa selaku Duta Baca dan Yohanes Elsandy Banawas selalu Duta Demokrasi.

 

Usai pengukuhan sebagai Bunda Literasi, Bunda Rai tampil sebagai narasumber dalam talk show bertajuk “Literasi Cerdas, Membangun Generasi Hebat Menuju Tabanan Era Baru (Aman, Unggul Madani)”. Dalam paparannya, ia menyoroti fenomena menurunnya minat baca anak akibat pengaruh perkembangan teknologi digital yang semakin masif. Menurut Bunda Rai, anak-anak saat ini cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibandingkan membaca buku.

 

“Menurut pandangan saya, di era digital sekarang ini, saya melihat anak-anak kita lebih banyak memegang gadget. Fenomena yang saya lihat itu mereka menjadi malas membaca dan menjadi tidak peka terhadap lingkungan,” ungkapnya. Sekaligus ia menegaskan bahwa kondisi tersebut menjadi perhatian serius baginya sebagai Bunda Literasi Tabanan.

 

Secara deskriptif, ia berkomitmen menjadikan momentum ini sebagai langkah awal untuk memberikan perhatian lebih terhadap persoalan literasi anak di tengah arus digitalisasi. Bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Bunda Rai juga mengajak para orang tua, khususnya ibu, untuk lebih aktif dalam mendampingi anak.

 

“Saya ingin mengajak ibu-ibu agar lebih membatasi akses digital anak. Peran keluarga sangat penting,” ujarnya, seraya menekankan pentingnya kontrol dan pendampingan dalam penggunaan teknologi. Literasi juga dikatakannya merupakan dasar dari seluruh proses pembelajaran. Kemampuan literasi yang baik dinilai mampu membantu anak berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, serta menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga peran orang tua dalam menyediakan bahan bacaan dan mengenalkan lingkungan literasi menjadi sangat penting.

 

Sementara itu, dalam arahan Bupati Tabanan yang dibacakan Wakil Bupati I Made Dirga, disampaikan bahwa pengukuhan ini adalah penegasan arah kita bersama bahwa Kabupaten Tabanan tidak hanya membangun infrastruktur fisik semata, tetapi juga membangun peradaban yang dimulai dari literasi dan pengetahuan serta kesadaran berdemokrasi. “Para duta yang dikukuhkan hari ini adalah jembatan antara pengetahuan dan kesadaran publik, mereka adalah agen perubahan. Di tangan Bunda Literasi, mari kita titipkan gerakan keluarga gemar membaca.”

 

Di kesempatan itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Tabanan I Nyoman Putra menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat budaya literasi masyarakat. “Pengukuhan ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk mendorong dan menguatkan gerakan pembudayaan membaca serta peningkatan kecakapan literasi masyarakat secara berkelanjutan di Kabupaten Tabanan,” ujarnya. Ia berharap Bunda Literasi bersama para duta yang telah dikukuhkan mampu menjadi motivator dan inspirator dalam meningkatkan minat baca serta memperkuat kolaborasi lintas sektor demi kemajuan Tabanan. (rls/hmstbn)

Mayat Pria Tanpa Identitas Ditemukan di Pantai Gau Kuta Selatan

Petugas bersama Tim Basarnas mengevakuasi jenazah pria tanpa identitas (Mr. X) dari kawasan batu karang Pantai Gau, Kuta Selatan, Badung, Minggu (19/4/2026).
Petugas bersama Tim Basarnas mengevakuasi jenazah pria tanpa identitas (Mr. X) dari kawasan batu karang Pantai Gau, Kuta Selatan, Badung, Minggu (19/4/2026).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Warga di kawasan Pantai Gau, Kuta Selatan, Badung, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa identitas (Mr. X) yang tergeletak di atas batu karang pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 15.00 Wita.

Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan, korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang mencari ikan di kawasan pantai.

“Saat ditemukan korban dalam posisi tertelungkup dan tubuhnya sudah membiru,” ujar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya.

Kejadian bermula saat saksi, Ketut Sumiasa (55), bersama rekannya tengah mencari ikan di sekitar lokasi. Saat berada di bibir pantai, ia melihat sosok tubuh manusia tergeletak di atas batu karang dalam kondisi tidak bergerak.

Merasa curiga, saksi mendekat untuk memastikan kondisi korban. Namun setelah melihat korban tidak merespons dan diduga sudah meninggal dunia, ia panik dan segera berlari mencari bantuan.

“Karena takut, saksi kemudian berlari mencari bantuan dan di tengah jalan bertemu saudaranya untuk melaporkan penemuan tersebut,” jelasnya.

Setelah menerima laporan, petugas dari Satpolairud Polresta Denpasar bersama Polsek Kuta Selatan dan unsur terkait segera menuju lokasi kejadian. Namun proses evakuasi tidak berjalan mudah karena posisi jenazah berada di area batu karang dengan medan tebing yang cukup curam.

Usai dievakuasi, jenazah korban kemudian dibawa ke RS Prof. dr. I.G.N.G Ngoerah Denpasar untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga saat ini, korban masih berstatus Mr. X karena belum ditemukan identitas maupun dokumen pendukung di lokasi kejadian.

Pihak kepolisian juga telah melakukan langkah awal penyelidikan, termasuk meminta visum et repertum (VER) untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Selain itu, koordinasi dengan pihak rumah sakit dan instansi terkait terus dilakukan guna mengungkap identitas korban. RAN

Pria Tampar Pegawai Spa Gara-Gara Tarif, Berujung Viral di Medsos

Pelaku berinisial AWH (43) diamankan polisi.
Pelaku berinisial AWH (43) diamankan polisi.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Aksi kekerasan di sebuah tempat spa di kawasan Jalan Letda Kajeng, Denpasar Timur, viral di media sosial setelah seorang pria nekat memukul karyawan wanita gara-gara perbedaan tarif layanan. Insiden tersebut terjadi pada Jumat (17/4/2026) malam di Banjar Yangbatu Kangin, Desa Dangin Puri Kelod.

Pelaku berinisial AWH (43) diduga melakukan pemukulan terhadap korban PRD (30), seorang terapis spa. Korban dipukul di bagian pipi kanan setelah pelaku tiba-tiba emosi usai menjalani perawatan pijat.

Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut laporan korban langsung ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

“Pelaku memukul korban menggunakan tangan kosong yang mengenai pipi kanan. Selain itu, pelaku juga sempat mengeluarkan ancaman akan membakar tempat tersebut,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi, peristiwa bermula saat pelaku datang sekitar pukul 21.10 Wita sebagai pelanggan dan meminta layanan pijat. Setelah dijelaskan mengenai tarif, pelaku menyetujui dan menjalani treatment selama kurang lebih satu jam.

Namun, setelah perawatan selesai, pelaku tiba-tiba marah di area depan spa karena merasa tarif yang dikenakan tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Situasi yang memanas berujung pada aksi kekerasan terhadap korban.

“Setelah setuju, karyawan inisial N melakukan treatment pijat kepada pelaku. Tetapi setelah selesai, pelaku komplain dan akhirnya memukul korban,” jelas IPTU I Gede Adi Saputra Jaya.

Tak hanya melakukan pemukulan, pelaku juga sempat melontarkan ancaman yang membuat korban ketakutan dan mengalami trauma.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Denpasar Timur pada Sabtu (18/4/2026) dini hari sekitar pukul 01.45 Wita.

Menindaklanjuti laporan itu, tim opsnal Polsek Denpasar Timur yang dipimpin Kanit Reskrim IPTU I Nyoman Agus Putra Ardiana bergerak cepat melakukan penyelidikan. Pelaku berhasil diamankan di kawasan Jalan Waturenggong, Denpasar tanpa perlawanan.

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Ia mengaku emosi karena merasa tarif yang disepakati sebelumnya tidak sesuai, serta dalam kondisi terpengaruh minuman beralkohol saat kejadian.

“Pelaku mengakui melakukan pemukulan seorang diri dan dipengaruhi minuman beralkohol,” tambahnya.

Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Denpasar Timur untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk hasil visum korban, pakaian, serta rekaman CCTV yang menguatkan kejadian tersebut. RAN

ILDI Badung Gaungkan Semangat Kartini Lewat Gathering dan Aksi Sosial

ILDI Badung Gaungkan Semangat Kartini Lewat Gathering dan Aksi Sosial

MANGUPURA, PANTAUBALI.COM – Semangat emansipasi perempuan dalam peringatan Hari Kartini ke-147 tahun 2026 diwujudkan dalam balutan seni dan olahraga melalui kegiatan Gathering Jamming Performance Ikatan Langkah Dansa Indonesia (ILDI) DPW Kabupaten Badung, yang digelar di Gedung Balai Budaya Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung, Minggu (19/4/2026).

Ketua DPW ILDI Kabupaten Badung, Ni Made Mutriah Astuti, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta memperkuat semangat kebersamaan melalui moto organisasi. “Samakan langkah, Bersama ILDI, ILDI semakin jaya!” serunya, yang disambut antusias peserta.

Ia menegaskan, kegiatan ini tidak sekadar perayaan seremonial Hari Kartini, tetapi juga menjadi ruang aktualisasi perempuan melalui aktivitas positif yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental. Menurutnya, langkah dansa memiliki berbagai manfaat, mulai dari meningkatkan kesehatan, mengurangi stres, hingga memperkuat daya ingat dan kepercayaan diri.

“Selain itu, ini menjadi sarana interaksi sosial yang menyenangkan sekaligus membangun komunitas yang solid,” ujarnya.

Mutriah juga menyebut kegiatan ini sebagai tonggak awal perjalanan ILDI Kabupaten Badung sejak terbentuk pada 6 Agustus 2025 dengan 20 personel pengurus. Ia berharap, ke depan ILDI semakin dikenal luas dan mampu berkembang hingga menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Badung.

Sementara itu, Penasehat ILDI Kabupaten Badung, Ni Putu Rasniati Adi Arnawa, menekankan makna Hari Kartini sebagai momentum penghormatan terhadap perempuan-perempuan tangguh. Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai mampu memadukan unsur seni, olahraga, dan solidaritas sosial.

“Ini bukan sekadar acara, tetapi perayaan nilai-nilai Kartini. Kita melihat perempuan-perempuan hebat berkumpul, berkreasi, dan saling menguatkan,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti kehadiran sejumlah tokoh perempuan, termasuk sejumlah mantan Ketua Dharma Wanita Persatuan dari Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan, yang menambah kekuatan simbolik acara tersebut.

Tak hanya menampilkan kemeriahan melalui 21 grup penampil dari berbagai kabupaten, kegiatan ini juga diwarnai aksi sosial berupa penyerahan bantuan kepada enam ibu tunggal di Kecamatan Kuta Utara. Mereka disebut sebagai “Kartini masa kini” yang tetap berjuang dan berkontribusi bagi keluarga dan masyarakat.

Di sisi lain, Ketua DPW ILDI Provinsi Bali, Putu Wirati, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut serta dukungan berbagai pihak, termasuk penasehat ILDI Kabupaten Badung.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelorakan di seluruh kabupaten/kota di Bali sebagai upaya memasyarakatkan olahraga langkah dansa.

“Melalui gathering ini, kita ingin membangun semangat kebersamaan, kesehatan, dan kecintaan terhadap langkah dansa Indonesia,” ujarnya.

Dengan penuh semangat dan kebersamaan, kegiatan gathering tersebut secara resmi dibuka, ditandai dengan ajakan untuk terus bergerak, bergembira, dan menjaga kebugaran, sejalan dengan semangat Kartini yang terus hidup dalam langkah perempuan masa kini. (*)

Ledakan Hancurkan Trotoar di Darmasaba, Retakan Memanjang Hingga 25 Meter

Polisi melakukan olah TKP di trotoar depan SPBU Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung.
Polisi melakukan olah TKP di trotoar depan SPBU Desa Darmasaba, Abiansemal, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Sebuah peristiwa ledakan terjadi di trotoar depan SPBU Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (17/4) pagi sekitar pukul 08.50 Wita. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah pada struktur trotoar dengan retakan yang memanjang hingga sekitar 25 meter.

Kapolsek Abiansemal, Kompol Nyoman Karang Adiputra, mengatakan titik ledakan berada tepat di atas saluran got yang melintasi area trotoar di depan SPBU tersebut.

“Ledakan terjadi di atas saluran got dan mengakibatkan kerusakan berupa retakan memanjang kurang lebih 25 meter,” jelasnya.

Dari keterangan awal di lokasi kejadian, warga sempat melihat munculnya semburan api sesaat setelah ledakan terjadi. Api juga dilaporkan terlihat di sekitar area fasilitas pengolahan limbah yang berada tidak jauh dari titik kejadian.

Di sekitar lokasi, terdapat sejumlah fasilitas yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, di antaranya area SPBU yang sempat mengeluarkan semburan api kecil serta deretan kios di seberang lokasi yang memiliki instalasi septic tank di sekitar area terdampak.

Hingga saat ini, penyebab pasti ledakan masih belum dapat dipastikan dan masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian bersama instansi terkait.

Kompol Karang Adiputra menambahkan, pihak pengelola SPBU juga akan melibatkan teknisi untuk memeriksa kemungkinan adanya kebocoran pada instalasi bahan bakar di lokasi.

Sementara itu, hasil pengecekan awal dari PLN menyatakan tidak ditemukan adanya jaringan kabel listrik di titik kejadian, sehingga mempersempit dugaan sumber ledakan.

“Penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan penyebab pasti peristiwa ini,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, aparat kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengumpulkan bukti tambahan. RAN

Sampah Organik Diizinkan Masuk TPA Suwung Dua Kali Seminggu Hingga 31 Juli 2026

Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima perwakilan Forkom Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB) di Kantor Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar, Kamis (16/4/2026).
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima perwakilan Forkom Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB) di Kantor Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar, Kamis (16/4/2026).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster menerima 10 perwakilan Forum Komunikasi Swakelola Sampah Bali (Forkom SSB) di Kantor Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Bali dan Nusa Tenggara, Denpasar, Kamis (16/4) pagi.

Pertemuan ini berlangsung setelah aksi damai Forkom SSB yang membawa ratusan truk sampah terkait kebijakan pembatasan pembuangan di TPA Suwung sejak 1 April 2026.

Dalam kebijakan tersebut, TPA Suwung sebelumnya hanya menerima sampah anorganik dan residu. Kondisi ini menjadi salah satu alasan utama Forkom SSB menyampaikan aspirasi dan tiga tuntutan kepada pemerintah daerah.

Ketua Forkom SSB, I Wayan Suarta, dalam pertemuan itu menyampaikan permintaan agar operasional TPA Suwung kembali dibuka tanpa pembatasan sembari menunggu pengoperasian fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Ia juga meminta perhatian pemerintah pusat untuk turun tangan menyelesaikan persoalan persampahan di Bali. Selain itu, Forkom SSB menegaskan akan melakukan aksi mogok pengangkutan sampah apabila tidak ada solusi yang diberikan.

Sementara itu, Sekretaris Forkom SSB, I Wayan Tedi Brahmanca, menegaskan bahwa aksi yang dilakukan sejak 23 Desember 2025 merupakan bentuk kepedulian terhadap Bali. Ia menilai peran swakelola sangat membantu pemerintah dalam pengangkutan sampah, namun di sisi lain para pengangkut masih menghadapi kendala pembuangan meski telah melakukan pemilahan di lapangan.

“Kami mendukung pemilahan sampah, tetapi setelah dipilah tetap tidak bisa dibuang ke TPA maupun TPS3R. Semua ditolak karena alasan overload. Lalu kami harus buang ke mana, padahal sampah di atas truk sudah dipilah,” ujarnya.

Forkom SSB kemudian mengusulkan agar sampah organik, baik basah maupun kering, dapat kembali dibuang ke TPA Suwung dengan frekuensi hingga tiga kali seminggu untuk menyesuaikan kebutuhan operasional di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan bahwa pengelolaan sampah harus tetap memperhatikan kualitas lingkungan Bali sebagai daerah wisata dunia. Ia menegaskan pentingnya menjaga ekosistem agar tetap bersih dan berkelanjutan.

Koster juga mengungkapkan bahwa ia telah berkomunikasi dengan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Dari hasil komunikasi tersebut, pemerintah pusat memberikan kelonggaran pembuangan sampah organik ke TPA Suwung sebanyak dua kali dalam seminggu hingga 31 Juli 2026.

“Saya sudah berkomunikasi dengan Pak Menteri, dan diizinkan dua kali seminggu untuk sampah organik ke TPA Suwung. Nanti teknisnya diatur oleh Dinas LHK di lapangan. Ini menurut saya solusi terbaik saat ini,” kata Koster.

Selain itu, disepakati pula perpanjangan jam operasional truk swakelola sampah ke TPA Suwung dari pukul 08.00 WITA hingga 20.00 WITA untuk mengurangi antrean dan meningkatkan kelancaran di lapangan, dengan tetap memperhatikan kondisi teknis.

Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara, Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, Danrem 163/Wirasatya, Wali Kota Denpasar, Bupati Badung, Kepala Dinas LHK Provinsi Bali, serta Kasatpol PP Provinsi Bali. RAN

Pemuda Tewas Terjatuh ke Bendungan Saat Hendak Buang Air Kecil

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pemuda yang ditemukan di aliran bendungan Mengwi.
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah pemuda yang ditemukan di aliran bendungan Mengwi.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Seorang pemuda bernama Sugeng, asal Malang, ditemukan meninggal dunia setelah diduga terpeleset dan terjatuh ke bendungan di wilayah Banjar, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Jumat (17/4/2026) dini hari. Korban diduga dalam kondisi dipengaruhi minuman beralkohol saat insiden terjadi.

Peristiwa nahas tersebut pertama kali dilaporkan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar pada pukul 04.00 Wita oleh pihak Polsek Mengwi melalui Gede Artawan. Berdasarkan keterangan awal dari saksi di lokasi, kejadian diperkirakan berlangsung sekitar pukul 02.00 Wita.

Menindaklanjuti laporan tersebut, delapan personel Basarnas Denpasar langsung dikerahkan menuju lokasi kejadian untuk melakukan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan. Setibanya di lokasi, tim segera menyiapkan peralatan selam dan melakukan upaya penyisiran di area bendungan.

Pada pukul 06.00 Wita, proses pencarian mulai dilakukan dengan menerjunkan satu penyelam untuk menyisir area sekitar pintu air dengan kedalaman air berkisar 3–4 meter. Namun, upaya awal tersebut belum membuahkan hasil.

Pencarian kemudian dilanjutkan dengan metode penyisiran di aliran hilir hingga akhirnya korban berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

“Diperkirakan lokasi penemuan berjarak sekitar 10 hingga 15 meter dari titik awal korban terjatuh,” ujar Koordinator Lapangan Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Gede Suastra.

Saat ditemukan, korban berada di kedalaman sekitar setinggi paha orang dewasa dan masih mengenakan pakaian lengkap.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RSUD Mangusada Badung menggunakan ambulans PMI Kabupaten Badung untuk penanganan lebih lanjut.

Operasi SAR ini melibatkan unsur gabungan, yakni 8 personel Basarnas Denpasar, 3 personel Polres Badung, 6 personel Polsek Mengwi, 2 personel Polair Polres Badung, 3 personel PMI Badung, serta bantuan masyarakat setempat. RAN

Kondisi Kian Kritis, Jembatan Peken Belayu-Kukuh Terancam Ambruk Akibat Longsor

Jalur penghubung penting antara Desa Peken Belayu dan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, terancam terputus akibat longsor yang menggerus tebing di sisi jembatan.

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Jalur penghubung penting antara Desa Peken Belayu dan Desa Kukuh, Kecamatan Marga, terancam terputus akibat longsor yang menggerus tebing di sisi jembatan. Kondisi ini memicu kekhawatiran karena jembatan tersebut merupakan akses strategis penghubung wilayah Tabanan dengan Kabupaten Badung.

Longsor terjadi pada Rabu (15/4/2026) siang setelah warga melaporkan adanya pergerakan tanah di sekitar jembatan. Situasi kian memburuk setiap kali kendaraan bertonase besar melintas di atasnya.

Camat Marga, I Gede Nengah Sudiarta, menjelaskan bahwa struktur jembatan tergolong rawan karena dibangun di atas terowongan tanpa fondasi kuat maupun pengaman di sisi jalan.

“Setiap kendaraan besar lewat, tebing di sisi jembatan terus longsor. Jika tidak segera ditangani, jembatan sangat berpotensi putus,” ujarnya.

Jembatan sepanjang sekitar 200 meter dengan ketinggian kurang lebih 15 meter ini membentang di atas aliran Sungai Yeh Gangga. Kondisi tersebut memperbesar risiko apabila kerusakan terus berlanjut.

Sebagai langkah awal, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan telah melakukan pemotongan pohon di sekitar lokasi, khususnya di sisi timur jembatan, guna mengurangi tekanan pada tanah yang sudah labil.

Di sisi lain, keberadaan Pura Anyar dan Pura Agung di bawah jembatan turut menjadi perhatian karena berpotensi terdampak jika longsor semakin meluas.

Pemerintah Kecamatan Marga telah melaporkan kondisi ini kepada Pemerintah Provinsi Bali, mengingat status jalan berada di bawah kewenangan provinsi. Hingga kini, keputusan terkait penanganan lanjutan maupun kemungkinan penutupan sementara akses masih menunggu arahan dari provinsi.

Anggota DPRD Tabanan, I Putu Eka Nurcahyadi, memastikan pihaknya telah menyampaikan laporan kepada Gubernur Bali dan Bupati Tabanan. Tim Bina Marga Provinsi Bali juga telah melakukan peninjauan lapangan.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami dorong agar penanganan segera dilakukan, baik sementara maupun permanen,” tegasnya. (tim)

Bupati Badung Nodya Karya Maligia Punggel di Griya Agung Banjar Aseman

Bupati Wayan Adi Arnawa saat hadiri Karya Maligia Punggel yang dirangkaikan dengan nyekah massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal. Rabu (15/4).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam meringankan beban masyarakat kembali ditunjukkan melalui dukungan nyata terhadap pelaksanaan Karya Maligia Punggel yang dirangkaikan dengan nyekah massal di Griya Agung Banjar Aseman, Desa Abiansemal. Rabu (15/4/2026).

 

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendukung kegiatan adat dan keagamaan masyarakat guna memastikan pelaksanaannya berjalan lancar. Bupati juga menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kelancaran pelaksanaan karya. Ia berharap seluruh rangkaian yadnya dapat berjalan dengan lancar hingga mencapai sida purna. “Pemerintah akan terus hadir untuk membantu masyarakat, tidak hanya dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam pelestarian adat dan budaya. Kegiatan seperti ini sangat penting karena mampu meringankan beban sekaligus memperkuat kebersamaan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Bupati mengingatkan agar bantuan yang diberikan dimanfaatkan secara tepat sasaran serta diawasi bersama. “Pelaksanaan nyekah massal ini tidak hanya memberikan keringanan biaya bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat nilai solidaritas dan gotong royong, sekaligus menjaga kelestarian adat dan budaya Bali, tiyang selaku murdaning jagat Badung akan terus mendukung kegiatan  secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan yang berpihak pada masyarakat dan berakar pada budaya lokal,” pungkasnya sembari mengajak dan menghimbau masyarakat untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama.

 

Kegiatan yang dipusatkan di Bale Peyadnyan Tegal Suci ini berlangsung secara bertahap sejak 3 Maret 2026, diawali dengan matur piuning, hingga mencapai puncak karya pada 16 April 2026, dan ditutup pada 17 April 2026 dengan rangkaian pralina puja, nganyut, sangkud, serta nilapati. Seluruh rangkaian upacara dilaksanakan secara gotong royong dengan melibatkan sekitar 63 pengiring serta dukungan swadaya krama.

 

Sementara itu, Perbekel Abiansemal sekaligus panitia, Ida Bagus Bisma Wiratma, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah serta kekompakan krama Banjar Aseman. Ia menjelaskan bahwa kebutuhan biaya upacara mencapai ratusan juta rupiah, sehingga pelaksanaan secara massal menjadi solusi yang efektif. “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan Bapak Bupati dan seluruh pihak. Bantuan ini sangat membantu krama sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berjalan lancar sesuai rencana,” ungkapnya.

 

Hadir pada acara tersebut Anggota DPRD Badung Ni Luh Putu Gede Rara Hita Sukma Dewi, Kadisdukcapil I Nyoman Rudiarta, Sekcam Abiansemal beserta Tripika Abiansemal. (rls/hmsbd)

Pura Dalem Buahan Jadi Sasaran, Pintu Gedong Dicongkel Pelaku Misterius

Polisi saat melakukan olah TKP di lokasi peristiwa.

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Aksi percobaan pencurian kembali menyasar tempat suci di Kabupaten Tabanan. Kali ini terjadi di Pura Dalem Desa Adat Buahan, Banjar Buahan Kelod, Kecamatan Tabanan, Rabu (15/4/2026) dini hari.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui warga sekitar pukul 01.00 Wita. Kapolsek Tabanan, Kompol I Gusti Putu Dharmanatha, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian percobaan pencurian di areal pura tersebut.

Menurutnya, pelaku diduga berupaya membobol Gedong Simpen Tapakan dengan cara mencongkel pintu. “Percobaan pencurian dilakukan dengan merusak pintu gedong yang ada di Pura Dalem Buahan,” jelasnya.

Kasus ini terungkap setelah seorang warga, Kadek Arta, melihat sosok mencurigakan keluar dari area pura dan melarikan diri ke arah selatan menuju Kota Tabanan. Pelaku disebut kabur menggunakan sepeda motor jenis Vario berwarna hitam dengan knalpot brong.

Menyadari hal tersebut, saksi segera memanggil warga lain serta pengurus adat setempat untuk melakukan pengecekan di lokasi. Saat dilakukan pemeriksaan, ditemukan pintu Gedong Simpen Tapakan dalam kondisi rusak akibat dicongkel.

Meski demikian, seluruh pratima dan barang-barang sakral yang tersimpan di dalam gedong dilaporkan masih utuh dan tidak ada yang hilang.

“Kerugian yang dialami berupa kerusakan pada pintu gedong serta biaya upacara yang akan dilaksanakan pascakejadian,” ujar Kompol Dharmanatha.

Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan guna mengungkap pelaku percobaan pencurian tersebut. Warga diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap keamanan tempat-tempat suci di wilayah setempat. (tim)