- Advertisement -
Beranda blog Halaman 27

Niat Benahi Helm Berujung Maut, Pemotor Tewas Tertabrak Fuso di Tabanan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut korban jiwa di jalur nasional Denpasar–Gilimanuk. Insiden yang terjadi di Banjar Koripan Kelod, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Senin (16/3/2026) pagi itu menewaskan seorang pengendara sepeda motor di lokasi kejadian.

Korban diketahui berinisial IPDR (33), warga Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Ia meninggal dunia setelah sepeda motor yang dikendarainya bertabrakan dengan sebuah truk fuso dari arah berlawanan.

Kapolsek Kediri, Kompol I Putu Budiawan, menjelaskan peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 07.45 Wita. Saat itu korban mengendarai sepeda motor Yamaha Nmax dengan nomor polisi DK 4674 FBN melaju dari arah Denpasar menuju Gilimanuk.

Berdasarkan keterangan saksi, korban diduga kehilangan konsentrasi saat berkendara. Ia disebut sempat hendak memperbaiki helm yang dikenakan, sehingga laju kendaraan tidak terkendali dan melewati garis tengah jalan.

“Diduga korban kurang konsentrasi saat berkendara karena memperbaiki helm, sehingga kendaraannya keluar jalur,” jelasnya.

Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk Mitsubishi Fuso bernomor polisi P 9420 VB yang dikemudikan Nuriyanto (58), warga Banyuwangi yang berdomisili di Denpasar. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tidak dapat dihindari.

Benturan keras terjadi di jalur sebelah utara garis tengah jalan atau di jalur truk. Akibatnya, korban mengalami luka berat di bagian kepala dan tubuh, termasuk robek pada kepala dan dahi, patah tulang kaki kanan, serta sejumlah luka serius lainnya.

Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian, sementara pengemudi truk selamat tanpa luka berarti.

Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga sempat menyebabkan arus lalu lintas tersendat di lokasi kejadian. Kerugian materiil diperkirakan mencapai sekitar Rp4 juta.

Saat ini, kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan pihak kepolisian untuk penyelidikan lebih lanjut. (pmc)

Nuanu Creative City Jadi Magnet Fotografer Dunia, 693 Karya dari 80 Negara Masuk FOTO Bali Festival 2026

Pameran FOTO Bali Festival 2025 di Nuanu Creative City. Kredit Foto: Nuanu Creative City

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Festival fotografi internasional FOTO Bali Festival kembali digelar untuk edisi kedua pada 3 Juni hingga 12 Juli 2026 di kawasan kreatif Nuanu Creative City, Bali. Ajang ini menunjukkan peningkatan minat yang signifikan dari komunitas fotografi dunia dengan masuknya ratusan karya dari berbagai negara.

Penyelenggara mencatat sebanyak 693 karya fotografi dari 80 negara dan wilayah dikirim melalui program open call. Jumlah tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibandingkan penyelenggaraan perdana pada 2025 yang hanya menerima 247 karya dari 29 negara.

Partisipasi datang dari berbagai kawasan dunia, mulai dari Asia, Eropa, Amerika, Afrika hingga Oseania. Indonesia, India, dan Italia menjadi negara dengan jumlah pengirim karya terbanyak, disusul fotografer dari Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, serta sejumlah negara di Eropa dan Asia Tenggara.

Festival Director Kelsang Dolma mengatakan meningkatnya partisipasi internasional menunjukkan bahwa festival ini mulai dikenal luas di kalangan fotografer dunia.

“Penerimaan karya dari 80 negara pada edisi kedua merupakan sinyal kuat bahwa festival ini mulai beresonansi melampaui Bali dan Indonesia. Yang terpenting bagi kami bukan sekadar jumlah, tetapi kualitas serta keragaman praktik fotografi yang hadir melalui proses seleksi ini,” ujarnya.

Pada edisi 2026, festival mengangkat tema “Afterimage”, yang mengajak fotografer mengeksplorasi jejak yang tertinggal setelah sebuah peristiwa, perubahan, atau momen berlalu. Tema ini menempatkan fotografi sebagai medium untuk menelusuri memori, waktu, dan transformasi yang terus berlanjut.

Kurator festival Kurniadi Widodo menilai karya yang masuk menunjukkan beragam pendekatan visual, mulai dari refleksi personal tentang sejarah dan identitas hingga isu global seperti perubahan lingkungan dan dinamika sosial masyarakat.

Sementara itu, kurator lainnya, Putu Sridiniari, menambahkan bahwa banyak fotografer memanfaatkan fotografi tidak hanya sebagai alat dokumentasi, tetapi juga sebagai medium untuk membangun makna dari perjalanan waktu dan pengalaman manusia.

Festival ini merupakan bagian dari ekosistem budaya yang dikembangkan oleh Nuanu Creative City, yang mempertemukan seniman, kurator, pemikir, dan komunitas kreatif melalui berbagai program lintas disiplin.

Selama pelaksanaannya, FOTO Bali Festival 2026 akan menghadirkan berbagai agenda seperti pameran fotografi, program seniman, diskusi publik, serta kegiatan edukatif yang melibatkan fotografer, kurator, dan pengunjung dari dalam maupun luar negeri.

Melalui partisipasi dari puluhan negara tersebut, festival ini sekaligus mempertegas posisi Bali sebagai salah satu pusat pertukaran gagasan dan kreativitas visual di tingkat internasional. (rls)

Komisi IV DPRD Tabanan Dalami Polemik RSUD, Dewas Provinsi Akan Dipanggil

0-0x0-0-0#

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Komisi IV DPRD Tabanan terus menindaklanjuti polemik yang terjadi di RSUD Tabanan, terutama terkait persoalan kekosongan obat yang sempat mencuat ke publik. Sebagai langkah lanjutan, DPRD berencana memanggil Dewan Pengawas (Dewas) Rumah Sakit Provinsi Bali untuk meminta penjelasan terkait fungsi pengawasan terhadap rumah sakit tipe B tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana mengatakan pemanggilan Dewas Provinsi diperlukan karena lembaga tersebut memiliki kewenangan dalam melakukan pengawasan terhadap operasional rumah sakit daerah seperti RSUD Tabanan.

Hal tersebut disampaikan Wastana usai Komisi IV melakukan kunjungan lapangan ke RSUD Tabanan, Senin (16/3/2026).

“Setelah kunjungan ini, kami akan memanggil Dewan Pengawas Provinsi. Kami ingin mengetahui bagaimana pengawasan yang dilakukan sehingga persoalan di RSUD Tabanan bisa sampai terjadi seperti ini,” ujarnya.

Menurut Wastana, sesuai aturan yang berlaku, Dewan Pengawas dan manajemen rumah sakit seharusnya secara rutin menggelar rapat evaluasi untuk membahas berbagai hal terkait tata kelola rumah sakit, termasuk laporan manajemen serta kondisi anggaran.

Karena itu, DPRD ingin memastikan apakah mekanisme pengawasan tersebut telah berjalan sebagaimana mestinya.

Selain memanggil Dewas, Komisi IV DPRD Tabanan juga berencana menggelar rapat bersama sejumlah pihak terkait seperti Inspektorat, Bappeda, dan Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) guna membahas persoalan yang terjadi di tubuh RSUD Tabanan.

Dalam kesempatan itu, Wastana juga meminta manajemen RSUD Tabanan meningkatkan kualitas pengelolaan rumah sakit, terutama dalam menghadapi penerapan sistem administrasi berbasis digital yang saat ini sedang berlangsung.

Ia menilai proses digitalisasi, termasuk dalam pengelolaan data dan klaim BPJS, membutuhkan kesiapan sumber daya manusia yang memadai agar tidak menghambat pelayanan rumah sakit.

“Kami meminta penempatan SDM di RSUD harus benar-benar sesuai kompetensi. Rumah sakit tidak boleh menerima titipan orang, karena kualitas pelayanan harus dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Terkait persoalan keuangan yang juga dihadapi RSUD Tabanan, DPRD Tabanan berencana berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Tabanan guna mencari solusi. Salah satunya melalui dukungan anggaran daerah.

Wastana menyebut pemerintah daerah berpeluang memberikan bantuan subsidi kepada RSUD Tabanan yang rencananya akan dibahas dalam perubahan anggaran mendatang.

“Nantinya kami akan menghadap Bupati untuk membicarakan dukungan dari pemerintah daerah. Dalam anggaran perubahan, rencana subsidi sekitar Rp60 miliar akan dipertimbangkan,” tandasnya. (pmc) 

Ribuan Umat Padati Pantai Padanggalak, Aparat Bersinergi Amankan Prosesi Melasti

Iring-iringan Melasti umat Hindu menjelang perayaan Nyepi.
Iring-iringan Melasti umat Hindu menjelang perayaan Nyepi.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Ribuan umat Hindu memadati kawasan Pantai Padanggalak, Desa Kesiman Petilan, Denpasar Timur, Senin (16/3/2026), untuk melaksanakan Upacara Melasti sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Caka 1948.

Sejak pagi sekitar pukul 06.00 Wita, umat dari berbagai desa adat di Kota Denpasar datang secara bergelombang menuju pesisir pantai dengan membawa pratima serta berbagai sarana upacara. Prosesi sakral ini merupakan ritual penyucian diri secara lahir dan batin sekaligus penyucian benda-benda sakral milik pura sebelum Hari Raya Nyepi.

Suasana Pantai Padanggalak tampak dipenuhi iring-iringan umat yang mengenakan pakaian adat Bali. Mereka berjalan tertib menuju bibir pantai untuk melaksanakan prosesi penyucian di laut, yang menjadi bagian penting dalam tradisi Melasti.

Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan lancar, jajaran Polsek Denpasar Timur (Dentim) bersinergi dengan TNI serta pecalang dari masing-masing desa adat melakukan pengamanan di sekitar lokasi kegiatan. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk pengaturan arus lalu lintas dan pengawasan area pantai guna mengantisipasi kepadatan umat.

Kapolsek Dentim, Kompol I Ketut Tomiyasa, yang memimpin langsung pengamanan tersebut mengatakan bahwa kehadiran aparat merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat agar umat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan khidmat.

“Kami dari Polsek Dentim bersinergi dengan TNI dan pecalang untuk memastikan seluruh rangkaian Upacara Melasti berjalan aman, tertib, dan lancar. Kami juga mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban serta mengikuti arahan petugas di lapangan,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi kerja sama yang baik antara aparat keamanan, pecalang, serta masyarakat yang bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif selama pelaksanaan prosesi keagamaan tersebut.

Diketahui, pelaksanaan Upacara Melasti di Pantai Padanggalak telah berlangsung sejak Minggu (15/3/2026) oleh sejumlah desa adat. Pada Senin ini, prosesi diikuti lebih banyak desa adat dari berbagai wilayah di Kota Denpasar dan diperkirakan berlangsung hingga malam hari seiring kedatangan umat yang akan melakukan ritual penyucian menjelang Hari Raya Nyepi. RAN

WNA Asal Inggris Ditemukan Tewas Mengapung di Pantai Nyang-Nyang Pecatu

Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah WNA yang ditemukan terapung di perairan Pantai Nyang-Nyang, Pecatu, Kuta Selatan.
Petugas SAR gabungan mengevakuasi jenazah WNA yang ditemukan terapung di perairan Pantai Nyang-Nyang, Pecatu, Kuta Selatan.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Penemuan sesosok jenazah warga negara asing (WNA) menghebohkan kawasan Pantai Nyang-Nyang, Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (15/3/2026) pagi.

Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.45 Wita oleh seorang wisatawan yang tengah berada di kawasan pantai tersebut. Saat itu, tubuh korban terlihat terapung di perairan pantai sehingga saksi langsung melaporkan kejadian tersebut kepada aparat setempat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, jenazah tersebut mengenakan baju lengan panjang berwarna hitam dan celana pendek hitam.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar menerima laporan terkait penemuan jenazah itu sekitar pukul 08.20 Wita dari Babinsa Desa Pecatu yang meminta bantuan proses evakuasi.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan pihaknya segera mengerahkan tim setelah menerima laporan dari aparat desa.

“Petugas siaga SAR menerima informasi dari Babinsa Pecatu yang meminta bantuan evakuasi terkait penemuan sesosok jenazah di tengah laut,” ujarnya.

Sebanyak empat personel SAR kemudian diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Sekitar satu jam kemudian tim tiba di lokasi dan korban saat itu telah berhasil dievakuasi ke pinggir pantai oleh pihak yang berada di lokasi.

Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke area parkiran atas Pantai Nyang-Nyang sebelum akhirnya dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans milik AL Mandiri Pecatu untuk penanganan lebih lanjut.

Dari hasil identifikasi awal, korban diketahui bernama Jonathan Joel Kennedy (39), seorang warga negara asing asal Inggris.

Proses evakuasi melibatkan sejumlah unsur SAR gabungan, di antaranya Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, Polair Polresta Denpasar, Polsek Kuta Selatan, Babinsa Desa Pecatu, aparat desa setempat, Balawista Kuta Selatan, serta masyarakat sekitar.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penanganan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. RAN

Puncak Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tampilkan Kreativitas Terbaik Sekaa Teruna

TABANAN, PANTAUBALI.COM — Semarak Puncak Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026 menjadi magnet bagi masyarakat dari seluruh Kecamatan se-Kabupaten Tabanan, bahkan masyarakat dari luar daerah. Kegiatan yang berlangsung di seputaran Gedung Kesenian I Ketut Marya Tabanan, Minggu, (15/3/2026), menghadirkan penampilan 10 ogoh-ogoh karya terbaik Sekaa Teruna (ST) Pemenang tingkat Kecamatan yang tampil memukau di hadapan ribuan penonton yang hadir.

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., didampingi Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, langsung membuka acara. Turut hadir Ida Tjokorda Anglurah Tabanan atau yang mewakili, Anggota DPRD Provinsi Bali, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Sekda, Para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah terkait, serta para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan undangan terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Sanjaya menegaskan kegiatan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan juga menjadi wadah pembinaan seni, pelestarian budaya, serta sarana mempererat kebersamaan antar Sekaa Teruna se-Kabupaten Tabanan. Festival ini lahir dari inisiatif serta diskusi bersama para yowana yang mendapat sambutan luar biasa dari generasi muda di Tabanan. Pada tahun ini, festival diikuti oleh 64 ogoh-ogoh dari seluruh Kecamatan yang sebelumnya telah melalui proses seleksi secara berjenjang mulai dari tingkat kecamatan hingga Kabupaten.

“Maka dari itu pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat dalam rangka pelestarian adat agama dan dan seni budaya yang sesuai dengan visi misi kita. Astungkara hari ini kita bisa menyelenggarakan Festival Ogoh-Ogoh Singasana yang ketiga ini betul-betul penuh dengan semangat serta antusiasme yang hadir dari 10 Kecamatan di Kabupaten Tabanan,” ujar Sanjaya.

Berdasarkan hasil penilaian dewan juri sebelumnya, ogoh-ogoh Adhikara Grahana karya ST Dharma Bhakti, Banjar Tampak Karang, Desa Apuan, Kecamatan Baturiti, berhasil meraih peringkat pertama. Juara kedua diraih ST. Tri Wikrama dari Banjar Kamasan, Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan dengan ogoh-ogoh Ngerejeg Bhoma Palatra. Sementara peringkat ketiga diraih ST. Permata dari Banjar Tanah Bang, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri dengan ogoh-ogoh berjudul Kunti Seraya.

Sanjaya juga mengapresiasi karya ogoh-ogoh seluruh pemuda yang dinilainya semakin berkembang dari tahun ke tahun. Menurutnya, festival ini tidak hanya menjadi bagian dari perayaan menjelang Hari Raya Nyepi, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas serta memperkuat nilai kebersamaan.

“Dulu mungkin hanya sekadar membuat ogoh-ogoh untuk diarak. Tapi tahun ini festival Ogoh-Ogoh Singasana III sudah bisa menunjukkan kualitas ogoh-ogoh yang sangat bagus dan keren di Kabupaten Tabanan. Berkat festival inilah tumbuh kreatifitas bukan hanya mengarak ogoh-ogoh, tapi bagaimana menumbuhkan konsep kebersamaan dan bahkan sudah masuk teknologi di dalam pembuatan ogoh-ogoh ini hingga bisa bergerak. Dengan adanya teknologi di situ artinya kecerdasan anak-anak muda yowana di Kabupaten Tabanan sudah tidak main-main lagi,” imbuh Sanjaya. (rls) 

Polresta Denpasar Tangkap 124 Pelaku Pencurian Dalam 3 Bulan

Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti hasil pengungkapan 100 kasus pencurian yang berhasil diungkap Polresta Denpasar selama periode Januari hingga pertengahan Maret 2026.
Polisi menunjukkan sejumlah barang bukti hasil pengungkapan 100 kasus pencurian yang berhasil diungkap Polresta Denpasar selama periode Januari hingga pertengahan Maret 2026.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Jajaran Polresta Denpasar berhasil mengungkap 100 kasus tindak pidana pencurian selama periode Januari hingga pertengahan Maret 2026. Kasus tersebut meliputi pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor), serta pencurian biasa (cusa).

Dari pengungkapan tersebut, polisi mengamankan sebanyak 124 tersangka yang diduga terlibat dalam berbagai aksi kriminal di wilayah Kota Denpasar dan sekitarnya.

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Leonardo D. Simatupang mengatakan, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja keras jajaran kepolisian melalui penyelidikan intensif, peningkatan patroli, serta respons cepat terhadap laporan masyarakat.

“Pengungkapan ini merupakan komitmen Polresta Denpasar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami akan terus melakukan tindakan tegas terhadap pelaku kejahatan yang meresahkan masyarakat, khususnya kejahatan jalanan dan pencurian kendaraan bermotor,” ujarnya saat konferensi pers di Mapolresta Denpasar, Jumat (13/3/2026).

Berdasarkan data kepolisian, pada Januari 2026 terdapat 34 kasus yang berhasil diungkap dengan rincian 15 kasus curanmor, 8 kasus curat, 1 kasus curas, dan 10 kasus cusa dengan total 40 tersangka.

Kemudian pada Februari 2026, Satreskrim Polresta Denpasar bersama Polsek jajaran mengungkap 45 kasus, terdiri dari 16 kasus curanmor, 9 kasus curat, 3 kasus curas, serta 17 kasus cusa. Dari jumlah tersebut, polisi mengamankan 43 tersangka yang terdiri dari 37 laki-laki dan 6 perempuan.

Sementara hingga pertengahan Maret 2026, polisi kembali mengungkap 21 kasus dengan rincian 6 kasus curanmor, 5 kasus curat, dan 10 kasus cusa, dengan total 23 tersangka yang berhasil diamankan.

Secara keseluruhan dalam kurun waktu tiga bulan tersebut, jumlah pengungkapan mencapai 100 kasus yang terdiri dari 37 kasus curanmor, 22 kasus curat, 4 kasus curas, serta 37 kasus pencurian biasa.

Kapolresta juga mengungkapkan bahwa dari total 124 tersangka yang diamankan, sebanyak 107 orang merupakan laki-laki, 17 perempuan, serta terdapat 5 anak yang turut terlibat dalam beberapa kasus.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi juga menangkap sejumlah pelaku residivis yang kembali melakukan tindak kejahatan. Salah satunya tersangka berinisial DDS (26) yang terlibat dalam kasus pencurian dengan kekerasan di kawasan Jalan Pulau Batanta, Denpasar Barat.

Tersangka diketahui merupakan residivis kasus narkotika pada tahun 2017. Modus yang digunakan yakni melakukan pemerasan dan pengancaman terhadap korban dengan dalih menyelesaikan perkara narkoba agar korban menyerahkan sejumlah uang.

Kasus serupa juga melibatkan tersangka PPD (30) yang melakukan aksi kekerasan dan pemerasan di kawasan Jalan Mahendradata, Denpasar Barat. Pelaku diketahui merupakan residivis kasus narkotika yang pernah ditangani Polda Bali pada tahun 2016 serta Polres Bangli pada tahun 2022.

Dalam aksinya, pelaku menuduh korban sebagai pengedar narkoba lalu meminta sejumlah uang tebusan disertai tindakan kekerasan. Polisi akhirnya berhasil mengamankan pelaku setelah menerima laporan dari korban dan melakukan penyelidikan lebih lanjut.

Para tersangka dijerat dengan sejumlah pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), di antaranya Pasal 476 dengan ancaman pidana lima tahun penjara, Pasal 477 dengan ancaman tujuh tahun penjara, serta Pasal 479 dengan ancaman pidana hingga sembilan tahun penjara sesuai dengan peran dan perbuatannya masing-masing.

Selain melakukan penindakan, kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tindak kriminal di lingkungan sekitar.

Masyarakat diminta menggunakan kunci tambahan pada kendaraan, memastikan rumah dalam keadaan terkunci saat ditinggalkan, serta tidak menggunakan barang berharga secara mencolok saat bepergian.

Polresta Denpasar juga menegaskan akan terus meningkatkan patroli dan penegakan hukum guna menekan angka kriminalitas serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.

“Sebagian barang bukti yang berhasil diamankan juga telah dikembalikan kepada para korban setelah melalui proses penyidikan sesuai prosedur yang berlaku,” tutup Kapolresta. RAN

Viral, Aksi Drift WNA Rusia di Simpang Nusa Dua, Berujung Ditilang Polisi

Satlantas Polresta Denpasar memberi teguran sekaligus menilang WNA asal Rusia yang viral usai drift mobil Porsche.
Satlantas Polresta Denpasar memberi teguran sekaligus menilang WNA asal Rusia yang viral usai drift mobil Porsche.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Aksi berbahaya seorang warga negara asing (WNA) yang melakukan drift menggunakan mobil sport di kawasan Nusa Dua, Kabupaten Badung, mendadak viral di media sosial.

Video yang memperlihatkan mobil mewah berputar di tengah persimpangan jalan itu pun langsung menjadi perhatian aparat kepolisian.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 13 Maret 2026 sekitar pukul 01.00 WITA di simpang Jalan Pratama, Nusa Dua. Mobil yang digunakan diketahui merupakan Porsche Boxster berwarna biru yang dikemudikan oleh WNA asal Rusia berinisial DR (29).

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan setelah rekaman aksi tersebut beredar luas di media sosial.

Dari hasil penelusuran, diketahui pengemudi menyewa mobil tersebut pada Kamis, 12 Maret 2026 sekitar pukul 13.00 WITA. Setelah menerima kendaraan, DR sempat berkeliling di kawasan Canggu bersama pihak penyedia jasa rental yang duduk di kursi penumpang.

Namun pada malam harinya sekitar pukul 23.00 WITA, DR kembali berkendara seorang diri menuju kawasan Nusa Dua. Saat melintas di simpang Jalan Pratama dan melihat kondisi jalan relatif sepi, ia kemudian melakukan aksi drift di tengah persimpangan sebanyak dua kali.

Aksi tersebut direkam oleh seseorang dan kemudian menyebar luas di media sosial hingga menuai beragam reaksi dari masyarakat. Menindaklanjuti viralnya video itu, Satlantas Polresta Denpasar langsung melakukan penelusuran untuk mengidentifikasi pengemudi serta kendaraan yang digunakan.

Petugas kemudian mendatangi alamat penyedia jasa rental mobil dan memanggil pengemudi WNA tersebut ke Kantor Satlantas Polresta Denpasar guna dimintai keterangan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pengemudi dikenakan sanksi tilang dengan penerapan Pasal 283 juncto Pasal 107 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Selain dikenai tilang, DR juga diminta membuat video klarifikasi berisi permohonan maaf kepada masyarakat atas tindakannya yang dinilai membahayakan pengguna jalan lainnya.

Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap setiap pelanggaran lalu lintas yang berpotensi mengancam keselamatan di jalan, termasuk yang dilakukan oleh warga negara asing.

“Polresta Denpasar melalui Satlantas akan menindak tegas setiap pelanggaran lalu lintas, termasuk yang dilakukan oleh warga negara asing. Ini merupakan komitmen kami untuk menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polresta Denpasar,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat, termasuk wisatawan yang berada di Bali, agar selalu mematuhi aturan lalu lintas serta mengutamakan keselamatan saat berkendara di jalan raya. RAN

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya Hadiri Pasar Rakyat TP PKK Provinsi Bali “Berbelanja dan Berbagi”

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tabanan menghadiri kegiatan Pasar Rakyat bertema “Berbelanja dan Berbagi” yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Bali, Jumat, (13/3/2026).

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Ny. Rai Wahyuni Sanjaya selaku Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Tabanan menghadiri kegiatan Pasar Rakyat bertema “Berbelanja dan Berbagi” yang diselenggarakan oleh Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali di Lapangan Puputan Margarana, Renon, Denpasar, Bali, Jumat, (13/3/2026). Dimana kegiatan ini menjadi wadah pemberdayaan UMKM, Petani, serta sektor terkait melalui konsep pasar yang mengedepankan kebersamaan dan kepedulian sosial.

 

Pasar Rakyat yang bertujuan untuk mendorong masyarakat untuk berbelanja produk lokal, guna meningkatkan perekonomian daerah ini dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster. Turut hadir Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali beserta jajaran pengurus, Kepala Perangkat Daerah terkait dan undangan terkait lainnya. Saat itu, Bunda Rai didampingi Ny. Budiasih Dirga, serta seluruh Pengurus dan Ketua TP PKK Kecamatan se-Kabupaten Tabanan bersama anggota.

 

Kehadiran jajaran TP PKK Tabanan menegaskan dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat yang digagas oleh TP PKK Provinsi Bali. Sejak pagi hari, suasana pasar rakyat telah dipenuhi berbagai stan yang tertata rapi. Para pedagang menghadirkan beragam produk, mulai dari kuliner, hasil bumi, hingga kerajinan khas daerah. Rai Wahyuni Sanjaya tidak hanya meninjau stan yang digelar, namun juga turut berbelanja langsung di sejumlah tenant sebagai bentuk dukungan nyata kepada para pelaku UMKM dan petani lokal.

 

Ny. Putri Suastini Koster dalam sambutannya saat membuka acara menjelaskan, bahwa Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” merupakan program berkelanjutan yang telah berjalan sejak periode pertama kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster. “Program ini merupakan salah satu cara kami untuk berkumpul setiap bulan. PKK selalu menggandeng UMKM, para petani dan masyarakat. Melalui pasar rakyat yang dilaksanakan bergiliran di setiap Kabupaten/Kota, kami bisa saling bertegur sapa sekaligus menggerakkan potensi masyarakat,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, pihaknya menuturkan, bahwa kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya PKK dalam mendorong ekonomi kerakyatan. Ia juga menekankan, bahwa para pedagang yang terlibat berasal dari daerah setempat, tidak dipungut biaya, dan menjual produk dengan harga terjangkau. “Para pedagang di sini berjualan gratis dan harga yang ditawarkan minimal satu tingkat di bawah harga pasar. Kami juga mengajak seluruh pengurus PKK untuk terus bergerak menggerakkan potensi masyarakat, karena PKK adalah tim penggerak yang harus mampu mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan,” imbuhnya.

 

Menanggapi hal tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya program Pasar Rakyat “Berbelanja dan Berbagi” yang dinilainya sangat bermanfaat bagi masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena tidak hanya menjadi ruang silaturahmi antar pengurus PKK, tetapi juga membantu para pedagang, petani dan UMKM untuk memasarkan produk mereka. Kami di Tabanan tentu siap mendukung dan bersinergi dengan program Provinsi, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ungkapnya. (rls)

Jatuh ke Dalam Sumur, Pria Lansia di Denpasar Meninggal Dunia

Petugas gabungan mengevakuasi jenazah pria lansia yang ditemukan di dalam sumur rumahnya di Peguyangan Kangin, Denpasar Utara.
Petugas gabungan mengevakuasi jenazah pria lansia yang ditemukan di dalam sumur rumahnya di Peguyangan Kangin, Denpasar Utara.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia setelah diduga terjatuh ke dalam sumur air di halaman rumahnya di Jalan Antasura Gang Teratai, Desa Peguyangan Kangin, Kecamatan Denpasar Utara, Kamis (12/3/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan korban berinisial IMW (65) ditemukan di dalam sumur yang berada di halaman rumahnya.

“Korban ditemukan di dalam sumur di halaman rumahnya dan telah dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujarnya.

Peristiwa ini pertama kali diketahui pihak keluarga setelah korban tidak ditemukan di rumah. Salah seorang saksi, I Putu Sunerta (41), mengaku mendapat kabar dari anaknya yang baru pulang sekolah bahwa sang kakek tidak berada di rumah.

Mendengar hal itu, saksi kemudian pulang untuk mengecek kondisi rumah. Sesampainya di lokasi, ia melihat penutup sumur yang terbuat dari triplek dan ditutupi spanduk sudah dalam kondisi hancur, sehingga diduga korban terjatuh ke dalam sumur tersebut.

Diketahui, korban memiliki riwayat penyakit diabetes dan salah satu kakinya telah diamputasi sebagian. Meski demikian, korban masih bisa beraktivitas hingga ke halaman rumah.

Atas kejadian itu, pihak keluarga kemudian melaporkan peristiwa tersebut kepada Bhabinkamtibmas Desa Peguyangan Kangin.

Tim SAR Polda Bali bersama Basarnas Provinsi Bali kemudian melakukan proses evakuasi. Korban ditemukan mengenakan kaos lengan panjang berwarna biru dongker dan celana pendek cokelat.

Sekitar pukul 13.50 Wita, jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUP Prof. IGNG Ngoerah Sanglah Denpasar menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. (*)