- Advertisement -
Beranda blog Halaman 26

Polda Bali Bongkar Sindikat Judi Online Internasional, 35 WNA India Jadi Tersangka

Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya saat konferensi pers pengungkapan jaringan judi online internasional di Mapolda Bali.
Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya saat konferensi pers pengungkapan jaringan judi online internasional di Mapolda Bali.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kepolisian Daerah Bali berhasil membongkar jaringan judi online berskala internasional yang beroperasi di wilayah Bali. Dalam pengungkapan kasus ini, sebanyak 35 warga negara asing (WNA) asal India ditetapkan sebagai tersangka.

Pengungkapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya, saat memimpin konferensi pers di Mapolda Bali, Sabtu (7/2/2026).

Kasus ini merupakan hasil penyelidikan intensif Direktorat Reserse Siber Polda Bali terhadap aktivitas judi online yang dijalankan secara terselubung di dua lokasi berbeda. Penyelidikan bermula dari Laporan Polisi Nomor LP/A/01/II/2026/SPKT.Ditressiber/Polda Bali tertanggal 4 Februari 2026.

Sejak 15 Januari 2026, petugas melakukan patroli siber dan menemukan akun Instagram @Rambetexchange yang mempromosikan situs judi online bernama Ram Betting Exchange. Dari hasil analisis digital forensik, polisi menemukan tautan situs yang menyediakan layanan deposit, penarikan dana, hingga dukungan operasional perjudian online.

Hasil pendalaman mengarah pada dua lokasi yang dijadikan pusat operasional, yakni sebuah villa di Jalan Subak Daksina No. 1, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Badung, serta villa lain di Jalan Raya Munggu No. 75, Desa Cepaka, Kediri, Tabanan.

Pada Selasa, 3 Februari 2026, tim Ditressiber Polda Bali melakukan penggerebekan di kedua lokasi tersebut dan mengamankan 39 WNA asal India. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, 35 orang ditetapkan sebagai tersangka, sementara empat orang lainnya berstatus saksi dan diserahkan kepada pihak imigrasi untuk diproses sesuai Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

Dari hasil penyidikan, para tersangka diketahui masuk ke Indonesia menggunakan visa wisata, namun menjalankan aktivitas judi online sebagai sumber penghasilan. Situs tersebut diperkirakan menghasilkan omzet rata-rata INR 22.980.373 atau sekitar Rp4,3 miliar per bulan di setiap lokasi, sehingga total perputaran uang dari dua tempat mencapai Rp7–8 miliar per bulan.

Dalam menjalankan aksinya, para pelaku memanfaatkan media sosial Instagram untuk mempromosikan situs judi dengan menyertakan tautan akses langsung. Mereka bertugas mengelola transaksi keuangan, layanan pelanggan, serta operasional situs menggunakan berbagai perangkat elektronik.

Barang bukti yang diamankan dari lokasi penggerebekan meliputi 3 unit monitor, 42 unit telepon genggam, 15 unit laptop, 3 unit komputer, serta 2 unit router.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 27 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan/atau Pasal 426 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara maksimal 9 tahun dan denda hingga Rp200 juta.

Kapolda Bali menegaskan, pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberantas kejahatan siber yang berdampak luas bagi masyarakat.

“Judi online bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius bagi ekonomi keluarga dan masa depan generasi muda. Bali tidak akan kami biarkan menjadi tempat berkembangnya praktik perjudian dalam bentuk apa pun,” tegas Irjen Pol. Daniel Adityajaya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjauhi praktik judi online serta meningkatkan pengawasan terhadap penggunaan internet di lingkungan keluarga. Kapolda mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan jika mengetahui adanya aktivitas perjudian.

Saat ini, penyidik masih terus mengembangkan perkara dengan berkoordinasi bersama instansi terkait guna mengungkap kemungkinan jaringan yang lebih luas. Polda Bali menegaskan akan terus menindak tegas seluruh bentuk kejahatan siber demi menjaga Bali tetap aman, tertib, dan bermartabat. (*)

Mobil Alphard Raib di Bengkel, Dua Pelaku Dibekuk di Jateng

dua pelaku pencurian mobil Toyota Alphard beserta barang bukti saat pengungkapan kasus dalam Operasi Sikat 2026 di Mapolsek Dentim, Denpasar.
dua pelaku pencurian mobil Toyota Alphard beserta barang bukti saat pengungkapan kasus dalam Operasi Sikat 2026 di Mapolsek Dentim, Denpasar.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Jajaran Polsek Denpasar Timur (Dentim), Polresta Denpasar, berhasil mengungkap kasus pencurian mobil mewah Toyota Alphard yang terjadi di sebuah bengkel kawasan Denpasar Timur. Pengungkapan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Operasi Sikat 2026 yang menyasar kejahatan konvensional.

Kasus pencurian tersebut terjadi di sebuah bengkel di Jalan Sekar Jepun, Desa Kesiman Kertalangu. Aksi pencurian baru diketahui pada Minggu (25/1/2026) sekitar pukul 07.00 Wita, saat karyawan bengkel menyadari mobil yang sebelumnya dititipkan untuk servis sudah tidak berada di lokasi.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pemilik kendaraan, Yoko Suryanto (40), yang mengalami kerugian ditaksir mencapai Rp500 juta.

Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan mobil tersebut sebelumnya ditinggal bersama kunci kontak yang diletakkan di rak kunci bengkel. Namun keesokan harinya, kendaraan beserta kunci sudah raib tanpa jejak.

“Begitu menerima laporan, Tim Opsnal Polsek Dentim langsung melakukan olah TKP, mengumpulkan keterangan saksi, serta melakukan penelusuran pergerakan kendaraan,” ujar IPTU Adi Saputra Jaya, Selasa (6/2/2026).

Hasil koordinasi dengan pihak ASDP Pelabuhan Gilimanuk mengungkap bahwa mobil Alphard tersebut telah menyeberang ke Pelabuhan Ketapang, Jawa Timur.

Berbekal data manifes penyeberangan, polisi melakukan pengejaran hingga ke wilayah Jawa Tengah dan berhasil mengamankan dua pelaku bersama barang bukti kendaraan.

Kedua pelaku diketahui berinisial Govin Tio Vanno (25), asal Madiun, Jawa Timur, dan Achmad Sajoko (30), asal Jepara, Jawa Tengah. Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengakui mencuri mobil dengan memanfaatkan kelengahan pihak bengkel, yakni mengambil kunci kendaraan yang disimpan di rak terbuka.

“Pelaku mengaku berniat menguasai mobil tersebut dan berencana menggadaikannya untuk mendapatkan uang,” jelas IPTU Adi Saputra Jaya.

Saat ini, kedua tersangka telah diamankan di Polsek Denpasar Timur untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi menjerat keduanya dengan Pasal 477 KUHP tentang pencurian kendaraan bermotor, serta mengamankan barang bukti berupa satu unit Toyota Alphard warna hitam bernomor polisi B 1821 ADH. (*)

Tumpek Uye, Komitmen Pemkab Tabanan Jaga Kearifan Lokal dan Harmoni Alam

PANTAUBALI.COM, SINGASANA — Pemerintah Kabupaten Tabanan terus meneguhkan komitmennya dalam melestarikan kearifan lokal Bali sebagai bagian dari pelaksanaan Visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. Upaya tersebut salah satunya tercermin melalui pemaknaan dan perayaan Hari Suci Tumpek Uye, yang mengandung nilai spiritual, ekologis, dan kemanusiaan.

Tumpek Uye menjadi pengingat akan eratnya keterkaitan kehidupan manusia dengan makhluk hidup lainnya, khususnya hewan. Nilai luhur ini tidak hanya dipahami sebagai ajaran filosofi, namun diwujudkan dalam praktik keagamaan yang menumbuhkan sikap hormat, rasa syukur, serta kepedulian terhadap seluruh ciptaan Tuhan.

Hari suci Tumpek Uye yang jatuh setiap Saniscara Kliwon Wuku Uye, atau dikenal juga dengan sebutan Tumpek Kandang, dimaknai sebagai hari pemuliaan terhadap hewan. Kata “kandang” merujuk pada tempat hidup hewan peliharaan dan ternak, yang memiliki peran penting dalam menopang kehidupan manusia sehari-hari.

Pada perayaan Tumpek Uye, umat Hindu di Bali melaksanakan berbagai ritual, seperti memandikan dan menghias hewan, mempersembahkan banten, serta memanjatkan doa keselamatan. Hewan-hewan seperti sapi, kerbau, ayam, anjing, kucing, burung, hingga ikan peliharaan diperlakukan dengan penuh kasih sebagai wujud penghormatan secara lahir dan batin.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, saat dikonfirmasi Jumat (6/2), menyampaikan bahwa perayaan Tumpek Uye selaras dengan ajaran Tat Twam Asi yang mengandung makna kesatuan antara manusia dan seluruh makhluk hidup. Ia menegaskan bahwa semua ciptaan merupakan manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang patut dihargai.

“Hewan adalah bagian dari kehidupan yang memiliki peran penting bagi manusia. Karena itu, sudah seharusnya diperlakukan dengan kasih sayang dan penuh tanggung jawab,” ujar Sanjaya.

Selain itu, Tumpek Uye juga mencerminkan nilai Ahimsa atau prinsip tanpa kekerasan, yang mengajarkan manusia untuk hidup berdampingan secara harmonis dengan hewan dan alam. Nilai tersebut sejalan dengan konsep Tri Hita Karana yang menekankan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama, dan lingkungan.

Dalam konteks pembentukan karakter, perayaan Tumpek Uye memiliki nilai edukatif, khususnya bagi generasi muda. Keterlibatan anak-anak dalam ritual ini diharapkan mampu menanamkan empati dan kepedulian sejak dini terhadap makhluk hidup di sekitarnya.

Di tengah tantangan global berupa krisis lingkungan, kerusakan ekosistem, dan ancaman kepunahan satwa, nilai-nilai yang terkandung dalam Tumpek Uye dinilai semakin relevan. Melalui pelestarian tradisi ini, Pemkab Tabanan berharap masyarakat terus menjaga keharmonisan dengan alam demi terwujudnya Tabanan Era Baru yang berkelanjutan. (rls) 

Peringati HPSN 2026, Bupati Sanjaya Pimpin Aksi Bersih Pantai Yeh Gangga

PANTAUBALI.COM, SINGASANA — Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Yeh Gangga, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Jumat (6/2/2026), dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., dan diikuti ratusan peserta dari berbagai unsur.

Bupati Sanjaya turun langsung memungut sampah bersama Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Tabanan, Sekretaris Daerah, para asisten, perangkat daerah, instansi vertikal, desa adat, komunitas pemerhati lingkungan, serta pelajar tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Tabanan.

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa kegiatan bersih pantai ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kepedulian nyata terhadap persoalan sampah, khususnya di kawasan pesisir. Menurutnya, upaya menjaga kebersihan lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Ia menekankan bahwa kawasan pantai memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai destinasi wisata, tetapi juga sebagai wajah daerah dan bagian penting dari ekosistem yang harus dijaga kelestariannya. Oleh karena itu, penanganan sampah di wilayah pesisir harus menjadi perhatian bersama.

Bupati Sanjaya juga mengungkapkan bahwa sebagian sampah yang menumpuk di Pantai Yeh Gangga merupakan sampah kiriman dari wilayah lain akibat pergerakan arus laut dan alam. Namun demikian, kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk mengabaikan upaya penanganan sampah.

Menurutnya, pengendalian sampah membutuhkan komitmen bersama mulai dari pemerintah, desa adat, banjar, pelaku usaha, hingga generasi muda. Ia pun mendorong penerapan pengelolaan sampah berbasis sumber sebagai langkah konkret mengurangi timbulan sampah.

Selain kawasan pantai, Bupati Sanjaya menyampaikan bahwa gerakan kebersihan akan terus diperluas hingga ke sungai, desa, banjar, dan pasar tradisional yang menjadi salah satu sumber utama timbulan sampah di Kabupaten Tabanan. Upaya tersebut dilakukan dengan prinsip menjaga kebersihan lingkungan dari hulu hingga ke hilir.

Bupati berharap, gerakan kebersihan yang dilakukan secara konsisten dapat membentuk budaya bersih di tengah masyarakat serta menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani. (rls) 

Badung Promo Tani, Strategi Pemkab Badung Bangkitkan Ekonomi Lokal Berbasis Pertanian

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi lokal melalui sektor pertanian. Salah satu upaya nyata tersebut diwujudkan lewat kegiatan Badung Promo Tani, yang kembali digelar di kawasan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.

Kegiatan ini menjadi ruang temu antara petani, pelaku UMKM pangan, dan konsumen, sekaligus bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Dr. I Wayan Wijana, S.Sos., M.Si., mengatakan bahwa Badung Promo Tani dirancang untuk mengintegrasikan sektor pertanian dengan pariwisata serta meningkatkan daya saing produk lokal.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menunjukkan bahwa produk pertanian lokal Badung memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing, baik dari sisi mutu maupun harga,” ujarnya.
Selain memperkenalkan produk segar dan olahan pangan, Badung Promo Tani juga menjadi rangkaian kegiatan dalam menyambut Hari Raya Imlek.

Sasaran utama kegiatan ini adalah kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat sekitar Puspem Badung, agar semakin terbiasa mengonsumsi produk hasil petani lokal.
Dr. Wayan Wijana menegaskan, sektor pertanian terbukti menjadi penopang ekonomi yang tangguh, khususnya saat pandemi COVID-19 melanda. Di tengah melemahnya berbagai sektor, pertanian justru mampu bertahan dan tumbuh positif.

“Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bahwa pertanian harus terus didorong, termasuk dengan melibatkan generasi muda agar mau menekuni sektor ini secara serius, tentu dengan memanfaatkan teknologi yang ada,” jelasnya.

Pada pelaksanaan kali ini, 30 kelompok tani dan UMKM pangan turut ambil bagian memamerkan berbagai produk unggulan, mulai dari hasil pertanian segar hingga olahan pangan bernilai tambah. Produk-produk tersebut dipasarkan langsung dari petani, sehingga kualitas terjaga dan harga lebih terjangkau.
Ke depan, Badung Promo Tani direncanakan akan dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai wadah promosi sekaligus distribusi hasil pertanian lokal.

Melalui program ini, Pemkab Badung berharap sektor pertanian tidak hanya tumbuh, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Badung secara luas. (rls)

Badung Promo Tani Jadi Motor Penggerak Ekonomi Lokal Berbasis Pertanian

Aktivitas petani dan pelaku UMKM pangan saat meramaikan Badung Promo Tani di Puspem Badung Kamis (6/2/2026).
Aktivitas petani dan pelaku UMKM pangan saat meramaikan Badung Promo Tani di Puspem Badung Kamis (6/2/2026).

MANGUPURA, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung terus menguatkan fondasi ekonomi lokal dengan menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama pembangunan. Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan Badung Promo Tani yang digelar di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, Kamis (6/2/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang temu strategis antara petani, pelaku UMKM pangan, dan konsumen, sekaligus upaya pemerintah daerah menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis potensi lokal. Beragam produk pertanian segar dan olahan pangan ditampilkan dan dipasarkan langsung oleh petani kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung, Dr. I Wayan Wijana, S.Sos., M.Si., mengatakan Badung Promo Tani dirancang untuk mengintegrasikan sektor pertanian dengan pariwisata serta meningkatkan daya saing produk lokal Badung di pasar.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa produk pertanian lokal Badung memiliki kualitas yang baik dan mampu bersaing, baik dari sisi mutu maupun harga,” ujar Wayan Wijana.

Selain sebagai ajang promosi produk pertanian, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyambutan Hari Raya Imlek, sehingga turut menarik minat masyarakat dan ASN yang beraktivitas di lingkungan Puspem Badung. Sasaran utamanya adalah membiasakan konsumsi produk hasil petani lokal di kalangan ASN dan masyarakat sekitar.

Wayan Wijana menegaskan, sektor pertanian terbukti menjadi penopang ekonomi yang tangguh, khususnya saat pandemi COVID-19 melanda. Ketika banyak sektor melemah, pertanian justru mampu bertahan dan mencatatkan pertumbuhan positif.

“Pengalaman itu menjadi pelajaran penting bahwa sektor pertanian harus terus didorong, termasuk dengan melibatkan generasi muda agar mau menekuni pertanian secara serius dengan memanfaatkan teknologi,” jelasnya.

Pada pelaksanaan kali ini, sebanyak 30 kelompok tani dan UMKM pangan turut ambil bagian dengan memamerkan berbagai produk unggulan, mulai dari hasil pertanian segar hingga olahan pangan bernilai tambah. Produk dipasarkan langsung oleh produsen, sehingga kualitas tetap terjaga dan harga lebih terjangkau bagi konsumen.

Ke depan, Badung Promo Tani direncanakan akan digelar secara berkelanjutan sebagai wadah promosi sekaligus distribusi hasil pertanian lokal. Melalui program ini, Pemkab Badung berharap sektor pertanian tidak hanya tumbuh secara berkelanjutan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi kesejahteraan masyarakat Badung secara luas. RAN

Gelar Aksi Bersih Sampah Laut, Bali Gerak Cepat Bentuk Satgas Bersihkan Sampah Pesisir

Aksi bersih-bersih sampah pesisir dilakukan secara serentak oleh Pemprov Bali bersama TNI, Polri, dan masyarakat di kawasan pantai Kabupaten Badung sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI.
Aksi bersih-bersih sampah pesisir dilakukan secara serentak oleh Pemprov Bali bersama TNI, Polri, dan masyarakat di kawasan pantai Kabupaten Badung sebagai tindak lanjut arahan Presiden RI.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Persoalan sampah di pesisir Bali kembali menyita perhatian nasional setelah Presiden RI Prabowo Subianto secara terbuka menyinggung kinerja pemerintah daerah dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) seluruh kepala daerah di Sentul, Bogor, belum lama ini. Teguran tersebut langsung direspons cepat oleh jajaran Pemerintah Provinsi Bali.

Hanya sehari pasca-Rakornas, Pemprov Bali bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI, Polri, pelajar, dan masyarakat langsung turun ke lapangan melakukan aksi bersih-bersih di sejumlah pantai, dengan fokus utama di wilayah Kabupaten Badung yang selama ini kerap terdampak kiriman sampah laut.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa langkah cepat tersebut merupakan tindak lanjut langsung atas arahan Presiden. Ia menyebut penanganan sampah di Bali kini menjadi perhatian serius pemerintah pusat.

“Ini perintah langsung Bapak Presiden. Penanganan sampah di Bali harus dituntaskan. Semua unsur, termasuk TNI dan Polri, wajib turun tangan,” tegas Hanif.

Gubernur Bali Wayan Koster mengakui, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pembersihan Pantai baru diputuskan setelah Rakornas pada 3 Februari 2026. Usai kegiatan nasional tersebut, Pemprov Bali langsung menggelar rapat koordinasi lanjutan yang melibatkan bupati dan wali kota se-Bali, Pangdam, Kapolda, serta instansi terkait lainnya.

“Dari hasil rapat, kami sepakat membentuk Satgas Pembersihan Pantai yang mulai bekerja hari ini,” ujar Koster.

Satgas ini akan dibentuk di seluruh kabupaten dan kota yang memiliki wilayah pesisir, kecuali Kabupaten Bangli. Pola kerja akan dilakukan secara rutin setiap hari dengan dukungan armada truk, alat berat, serta personel gabungan, guna memastikan sampah tidak menumpuk terlalu lama di sepanjang pantai.

“Begitu sampah datang, harus langsung diangkut ke TPA Suwung. Tidak perlu menunggu,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Badung I Nyoman Adi Arnawa menyampaikan bahwa pembersihan pantai sejatinya telah dilakukan secara rutin. Namun, sorotan langsung dari Presiden mendorong perubahan sistem kerja agar lebih intensif dan berkelanjutan.

“Selama ini pembersihan dilakukan pada pagi hari. Ke depan akan diterapkan sistem shift, pagi dan sore,” kata Adi Arnawa.

Pemkab Badung juga memastikan penambahan sarana dan prasarana pendukung, serta menjamin tidak ada lagi sampah yang tertahan di kawasan pantai. Seluruh sampah yang terkumpul akan langsung diangkut menuju TPA Suwung sesuai arahan pemerintah pusat. ran

Koster Ingatkan Ancaman Narkoba di Bali, Desa Adat Didorong Terapkan Pararem Pencegahan

Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pararem anti narkoba di desa adat menjadi kunci pencegahan untuk melindungi generasi muda Bali dari ancaman narkotika.
Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pararem anti narkoba di desa adat menjadi kunci pencegahan untuk melindungi generasi muda Bali dari ancaman narkotika.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak lengah terhadap ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika yang kian mengintai Bali. Sebagai destinasi pariwisata dunia dengan mobilitas tinggi, Bali dinilai memiliki risiko besar jika tidak memperkuat sistem pencegahan secara serius dan terpadu.

Hal tersebut disampaikan Koster saat membuka Rapat Koordinasi Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) Wilayah Provinsi Bali Tahun 2026 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (5/2/2026).

Menurutnya, peredaran narkoba berpotensi mengganggu stabilitas sosial dan mencoreng citra Bali di mata internasional. Dengan jumlah penduduk sekitar 4,4 juta jiwa dan ketergantungan ekonomi hingga 66 persen pada sektor pariwisata, Bali harus memiliki sistem perlindungan sosial yang kuat hingga ke tingkat paling bawah.

“Narkoba ini persoalan serius. Bali wilayahnya kecil, tetapi daya tariknya mendunia. Kalau tidak ditangani dengan sungguh-sungguh, dampaknya akan sangat luas,” tegas Koster.

Ia menekankan, upaya penanganan narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja kolaboratif yang melibatkan pemerintah, aparat penegak hukum, BNN, serta masyarakat di tingkat desa dan adat.

Pararem Desa Adat Jadi Garda Terdepan

Dalam rakor tersebut, Gubernur Koster secara khusus mendorong desa adat di Bali untuk menyusun dan menerapkan pararem anti narkoba. Pararem dinilai sebagai instrumen penting berbasis kearifan lokal dalam memperkuat pencegahan, pengawasan, dan kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkotika.

“Desa adat punya peran strategis. Pararem anti narkoba harus menjadi benteng agar masyarakat memiliki aturan jelas dan komitmen bersama dalam melindungi generasi muda,” ujarnya.

Rakor P4GN 2026 ini diharapkan mampu merumuskan rencana aksi daerah yang konkret dan terintegrasi, mulai dari deteksi dini, pencegahan, rehabilitasi, hingga pemberantasan jaringan peredaran narkotika di Bali.

Upaya tersebut sejalan dengan visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menekankan keseimbangan dan keharmonisan kehidupan masyarakat secara sekala dan niskala.

Koster juga mengajak seluruh komponen masyarakat untuk memperkuat sinergi dan gotong royong demi menjaga Bali tetap aman, bermartabat, dan berdaya saing global.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali Brigjen Pol Drs. Budi Sajidin mengungkapkan bahwa ancaman narkotika di Bali terus berkembang dengan pola yang semakin kompleks.

Ia menyebutkan, sepanjang 2025 kasus narkoba banyak terungkap di wilayah perkotaan dan kawasan wisata, seperti Denpasar, Badung, dan Buleleng. Bali sebagai tujuan wisata internasional dinilai rawan menjadi target peredaran narkoba.

Selain maraknya narkoba jenis baru, perubahan modus kejahatan seperti penyelundupan zat adiktif melalui cairan vape hingga praktik clandestine laboratory juga menjadi tantangan serius yang membutuhkan kebijakan adaptif.

“Keterbatasan fasilitas rehabilitasi dan belum masifnya regulasi berbasis kearifan lokal, termasuk pararem desa adat, menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan bersama,” jelasnya.

BNN Bali mendorong pembentukan pusat rehabilitasi terpadu milik daerah, penguatan tim terpadu lintas instansi, serta penerapan kebijakan dekriminalisasi dan depenalisasi bagi penyalahguna murni melalui asesmen terpadu.

Melalui pendekatan collaborative governance, penanganan narkoba diharapkan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan pemerintah, aparat hukum, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan.

Dengan semangat War on Drugs for Humanity, Bali berkomitmen menegakkan hukum secara tegas sekaligus mengedepankan nilai kemanusiaan demi melindungi generasi muda dan menjaga ketahanan sosial masyarakat.

Masyarakat pun diimbau aktif berpartisipasi dalam upaya pencegahan dengan melaporkan atau berkonsultasi terkait permasalahan narkotika melalui Call Center 184 atau layanan pengaduan resmi lainnya. Kolaborasi bersama menjadi kunci membentengi Bali dari ancaman narkoba. RAN

Pemkab Tabanan Pastikan Harga Bahan Pokok Terkendali di Pasar Tradisional

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan, Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti

TABANAN, BALINEWS.ID – Pemerintah Kabupaten Tabanan terus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. Awal Februari 2026, melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pemkab Tabanan melakukan pemantauan harga komoditas pangan di sembilan pasar tradisional yang dikelola pemerintah daerah, Kamis (5/2/2026).

Dari hasil survei lapangan, mayoritas harga komoditas pangan strategis terpantau stabil dan tidak mengalami lonjakan berarti. Harga beras medium masih berada di kisaran Rp15.000 per kilogram, sementara beras premium tercatat Rp16.000 per kilogram. Minyak goreng juga relatif stabil dengan harga rata-rata Rp20.778 per liter.

Pada kelompok protein hewani, harga daging babi tercatat Rp83.889 per kilogram, daging ayam ras Rp42.444 per kilogram, dan telur ayam ras Rp27.667 per kilogram. Sementara itu, harga daging sapi has luar dilaporkan mengalami penurunan cukup tajam hingga berada di angka Rp12.000 per kilogram.

Untuk komoditas hortikultura, harga cabai merah besar masih di kisaran Rp26.667 per kilogram dan cabai rawit merah Rp67.778 per kilogram. Harga bawang merah tercatat Rp30.222 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp34.778 per kilogram. Seluruhnya terpantau relatif stabil tanpa perubahan signifikan.

Komoditas perikanan seperti ikan tongkol dijual dengan harga rata-rata Rp29.667 per kilogram, mengalami penurunan tipis sekitar 0,16 persen. Sementara harga gula pasir konsumsi, termasuk merek Gulaku atau sejenisnya, tetap stabil di kisaran Rp17.556 per kilogram.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan, Ni Dewa Ayu Putu Sri Widyanti, menyampaikan bahwa hasil pemantauan tersebut menunjukkan kondisi pasokan dan distribusi pangan di Tabanan masih berjalan normal.

“Secara umum, harga kebutuhan pokok di pasar tradisional Kabupaten Tabanan dalam kondisi stabil. Hal ini menunjukkan pasokan mencukupi dan distribusi berjalan dengan baik,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemantauan harga akan terus dilakukan secara rutin sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gejolak harga, khususnya menjelang hari besar keagamaan dan periode meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Data hasil survei ini menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan agar stabilitas harga tetap terjaga dan daya beli masyarakat terlindungi,” pungkasnya. (rls)

Rumah Warga di Gunaksa Terbakar, Kerugian Capai Rp150 Juta

Petugas pemadam kebakaran dibantu warga berjibaku memadamkan api yang melalap rumah warga di Dusun Buayang, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Rabu (4/2/2026) sore.
Petugas pemadam kebakaran dibantu warga berjibaku memadamkan api yang melalap rumah warga di Dusun Buayang, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Klungkung, Rabu (4/2/2026) sore.

KLUNGKUNG, PANTAUBALI.COM – Musibah kebakaran menimpa sebuah rumah milik warga di Dusun Buayang, Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Rabu (4/2/2026) sore. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa ini menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 18.20 Wita di rumah milik I Ketut Swastika (55), yang sehari-hari bekerja sebagai sopir. Saat api mulai berkobar, rumah dalam keadaan kosong. Pemilik sedang bekerja, anaknya berada di luar rumah untuk memancing, sementara sang istri berjualan di depan gang rumah.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh dua remaja setempat, I Putu Sudiartawan (18) dan I Putu Sumiarta (18). Keduanya melihat asap putih mengepul dari arah rumah korban saat berada di Balai Banjar Buayang untuk mengerjakan ogoh-ogoh sekitar pukul 18.19 Wita. Ketika mendekat, mereka mendapati asap tebal keluar dari dalam rumah yang masih terkunci.

Mengetahui situasi tersebut, para saksi segera memberi tahu warga sekitar dan pihak keluarga korban. Kepala Dusun Buayang, I Wayan Nati, yang menerima laporan langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Gunaksa serta Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung.

Sebanyak empat unit armada pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi dan tiba sekitar pukul 18.35 Wita. Proses pemadaman berlangsung hampir satu jam hingga api berhasil dijinakkan sekitar pukul 19.30 Wita.

Wakil Bupati Klungkung turut meninjau langsung lokasi kejadian sebagai bentuk perhatian terhadap warga yang terdampak musibah. Sementara itu, aparat Polsek Dawan melakukan pengamanan dengan memasang garis polisi dan dilanjutkan olah TKP oleh Tim Identifikasi Polres Klungkung.

Kasi Humas Polres Klungkung, IPTU I Dewa Nyoman Alit Purna Wibawa, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran itu.

“Rumah dalam kondisi kosong saat kejadian, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Dugaan awal kebakaran dipicu korsleting listrik,” jelasnya.

Akibat kebakaran tersebut, satu unit rumah dengan empat kamar mengalami kerusakan cukup parah. Pihak keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah. Polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti kebakaran sekaligus mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi instalasi listrik di rumah masing-masing. RAN