- Advertisement -
Beranda blog Halaman 29

Nilai ITKP 95,24, Tata Kelola Pengadaan Pemkab Tabanan Berpredikat Sangat Baik

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali mencatatkan capaian positif dalam tata kelola pengadaan barang dan jasa. Berdasarkan penilaian final Indeks Tata Kelola Pengadaan (ITKP) Tahun 2025 yang dilaksanakan oleh Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Pemkab Tabanan meraih nilai 95,24 dan masuk dalam kategori sangat baik.

Capaian tersebut diraih melalui kinerja Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Sekretariat Daerah Kabupaten Tabanan, yang dinilai berhasil menerapkan prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas secara konsisten dalam proses pengadaan pemerintah.

Indeks Tata Kelola Pengadaan merupakan salah satu instrumen penting dalam reformasi birokrasi nasional yang digunakan untuk mengukur kualitas penyelenggaraan pengadaan barang dan jasa di instansi pemerintah. Penilaian dilakukan secara komprehensif berdasarkan standar yang telah ditetapkan LKPP.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyambut baik capaian tersebut dan menegaskan bahwa hasil ini menjadi indikator meningkatnya kualitas tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemkab Tabanan. Ia menilai, prestasi ini merupakan buah dari komitmen bersama seluruh perangkat daerah dalam menjaga integritas dan meningkatkan kinerja pelayanan publik.

“Capaian ini harus menjadi pemicu semangat untuk terus berinovasi, meningkatkan profesionalisme aparatur, serta memastikan setiap proses pengadaan berjalan efektif, efisien, dan akuntabel,” ujarnya.

Ke depan, Pemkab Tabanan berkomitmen untuk mempertahankan bahkan meningkatkan capaian ITKP melalui penguatan sistem pengadaan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta optimalisasi pemanfaatan teknologi digital. Dengan langkah tersebut, tata kelola pengadaan diharapkan semakin modern dan mampu mendukung percepatan pembangunan daerah secara berkelanjutan. (rls)

Badung Tegaskan Kesiapan Dukung Program Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali 2026

PANTAUBALI.COM, DENPASAR — Pemerintah Kabupaten Badung menyatakan kesiapan penuh untuk menyukseskan seluruh program Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali Tahun 2026. Komitmen tersebut disampaikan Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, saat menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Kegiatan Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali yang digelar di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Jumat (23/1/2026).

Rapat koordinasi dipimpin langsung Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, dan diikuti oleh para ketua serta pengurus Tim Pembina Posyandu kabupaten/kota se-Bali. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai agenda kerja tahun 2026, di antaranya program aksi sosial Membina dan Berbagi, pembinaan Posyandu, Lomba Posyandu PSP PSBS, Lomba Tim Pembina Posyandu Kabupaten/Kota, lomba pemanfaatan telajakan, serta kegiatan monitoring dan evaluasi Program PSBS.

Usai rapat, Rasniathi Adi Arnawa menegaskan bahwa Kabupaten Badung siap mengimplementasikan seluruh program yang telah dirancang di tingkat provinsi. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas layanan Posyandu menjadi prioritas utama, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya anak-anak, ibu hamil, dan keluarga.

“Posyandu memiliki peran strategis dalam mendukung kesehatan masyarakat. Karena itu, kami berkomitmen memastikan seluruh program dapat berjalan optimal dan berdampak nyata di lapangan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar daerah dalam memperkuat peran Posyandu. Menurutnya, Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat yang harus terus diperkuat untuk menjawab berbagai tantangan, terutama perlindungan bagi kelompok rentan.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan seluruh kabupaten/kota di Bali dapat menyelaraskan langkah dan program kerja, sehingga peran Posyandu semakin optimal dalam mewujudkan masyarakat Bali yang sehat dan sejahtera. (rls)

Pansel Resmi Tetapkan Direksi Perumda Pasar dan Pangan MGS Badung

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Panitia Seleksi (Pansel) Direksi Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar dan Pangan Mangu Giri Sedana (MGS) Kabupaten Badung secara resmi menetapkan jajaran direksi baru. Dalam penetapan tersebut, Kompiang Gede Pasek Wedha dipercaya menduduki jabatan Direktur Utama, sementara posisi Direktur Umum diemban oleh I Made Anjol Wiguna.

Penetapan direksi dilakukan setelah seluruh tahapan seleksi rampung dan diumumkan langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, saat menerima Panitia Seleksi sekaligus melaksanakan wawancara akhir calon direksi di Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Kamis (22/1/2026).

Bupati Adi Arnawa menegaskan, proses seleksi direksi telah dilaksanakan secara profesional, objektif, dan transparan guna menjaring figur-figur terbaik yang memiliki integritas, kapasitas manajerial, serta visi yang kuat dalam mengelola badan usaha milik daerah.

Ia berharap jajaran direksi terpilih mampu bekerja secara akuntabel dan berorientasi pada pelayanan publik. Menurutnya, Perumda Pasar dan Pangan MGS memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal di Kabupaten Badung.

Lebih lanjut, Adi Arnawa menekankan pentingnya keberpihakan Perumda terhadap petani. Ia mengingatkan agar pengelolaan Perumda tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi kehidupan petani dan keluarganya. Salah satu bentuk perhatian pemerintah, kata dia, adalah dukungan terhadap petani melalui berbagai program insentif dan pendidikan.

“Kita ingin petani di Badung benar-benar bangga menjadi petani. Pemerintah akan hadir untuk meringankan beban mereka, termasuk melalui pemberian beasiswa bagi anak-anak petani yang memenuhi syarat,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi kinerja direksi secara berkala. Evaluasi tersebut dilakukan setiap tahun sebagai bentuk pengawasan dan tanggung jawab kepada masyarakat. Ia menekankan bahwa kinerja direksi harus dibuktikan melalui kerja nyata, bukan sekadar janji.

Dengan ditetapkannya direksi baru, Pemerintah Kabupaten Badung berharap Perumda Pasar dan Pangan MGS dapat bertransformasi menjadi BUMD yang adaptif dan inovatif. Ke depan, Perumda diharapkan mampu berkontribusi dalam menjaga stabilitas harga pangan, memperlancar distribusi, serta memperkuat pemberdayaan petani lokal secara berkelanjutan. (rls)

Angin Kencang Hantam Desa Senganan, Bale Gong Pura Puseh Ambruk

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bangunan Bale Gong di Pura Puseh Dasar, Banjar Dinas Senganan Kangin, Desa Senganan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, roboh akibat diterjang angin kencang, Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 13.30 Wita.

Peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa, namun menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp600 juta.

Bendesa Adat Senganan, I Nyoman Nasta (65), mengatakan peristiwa robohnya Bale Gong pertama kali diketahui oleh salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi pura. Saat kejadian, saksi mendengar suara gemuruh dari arah pura, kemudian mengecek ke dalam area pura dan mendapati bangunan Bale Gong telah roboh.

“Setelah mendapat informasi tersebut, saya langsung melaporkan kejadian ini kepada Bhabinkamtibmas Desa Senganan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Saksi mata dalam kejadian tersebut, I Putu Wina Adi Saputra (20), mengaku saat itu sedang duduk di warung di depan Pura Puseh Dasar. Ia mendengar suara keras menyerupai gemuruh sebelum akhirnya mengetahui bangunan Bale Gong roboh. Saksi lainnya, I Gusti Putu Agung Sukayasa (32), juga membenarkan kejadian tersebut.

Menindaklanjuti laporan warga, personel Polsek Penebel bersama Bhabinkamtibmas Desa Senganan segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pengecekan. Petugas melakukan pendataan, mengumpulkan keterangan saksi-saksi, serta mendokumentasikan kondisi bangunan yang roboh.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, robohnya Bale Gong diduga kuat disebabkan oleh angin kencang yang melanda wilayah tersebut. “Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp600 juta,” ujar Kapolsek Penebel AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa.

Saat ini, pihak desa adat bersama aparat terkait masih melakukan koordinasi untuk langkah penanganan selanjutnya, termasuk pengamanan area pura dan rencana perbaikan bangunan yang mengalami kerusakan. Pemerintah desa juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi dalam beberapa waktu ke depan. (pmc)

Nuanu Creative City Rilis Laporan Dampak 2025, Tandai Setahun Operasi Terbuka untuk Publik

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Nuanu Creative City merilis Laporan Dampak 2025 sebagai penanda satu tahun penuh kawasan tersebut beroperasi secara terbuka untuk publik di Bali. Tahun 2025 menjadi fase penting bagi Nuanu setelah sebelumnya melalui tahap pengembangan dan pengujian, sekaligus menjadi periode pertama penerapan aktivitas publik berkelanjutan dengan tanggung jawab operasional yang nyata.

Laporan tersebut memuat capaian awal Nuanu dalam pengelolaan lingkungan, investasi sosial, serta pengembangan aktivitas budaya sepanjang tahun fondasi operasionalnya. CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll, mengatakan laporan dampak disusun sebagai alat evaluasi yang transparan, bukan sekadar dokumentasi keberhasilan.

Menurutnya, Nuanu berupaya menerapkan pendekatan berbasis sistem dan kerangka kerja teknologi pada inisiatif yang lebih tradisional. Laporan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk menilai praktik yang telah berjalan, sekaligus mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan agar memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi komunitas internal maupun masyarakat sekitar.

Sepanjang 2025, Nuanu menerapkan pengelolaan kinerja lingkungan secara terintegrasi, mencakup mobilitas, energi, limbah, dan tata guna lahan. Kawasan ini menerapkan mobilitas rendah emisi dengan penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi internal, yang menghasilkan penghematan bahan bakar sekitar 39.500 liter per tahun serta menekan emisi karbon lebih dari 43 ton CO₂e.

Di sektor energi, pemanfaatan sistem tenaga surya berhasil mengurangi konsumsi listrik jaringan sekitar 213.362 kWh dan mencegah emisi sekitar 192 ton CO₂e. Sementara itu, sistem pengelolaan sampah mencatat tingkat daur ulang hingga 94,84 persen melalui pemilahan, pengomposan, dan redistribusi sampah organik. Sepanjang tahun, lebih dari 84 ton sampah didaur ulang dan 1.085 ton sampah organik diolah untuk mendukung praktik pertanian lokal.

Upaya restorasi ekologis juga dilakukan melalui penanaman 1.015 pohon dengan metode Miyawaki guna memperkuat keanekaragaman hayati dan ketahanan ekosistem jangka panjang. Head of Environment Nuanu, Agastya Yatra, menyebutkan bahwa tahun 2025 menjadi momentum penguatan fondasi data operasional, dengan target mencapai kematangan sistem penuh pada 2026.

Selain aspek lingkungan, Nuanu juga mencatat dampak sosial melalui berbagai program pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi. Program pembelajaran menjangkau lebih dari 1.000 anak dan pelajar serta 120 perempuan dan remaja perempuan. Di bidang kesehatan dan kesejahteraan, lebih dari 2.200 peserta terlibat dalam berbagai kegiatan, termasuk aksi donor darah.

Program mata pencaharian berbasis alam mendukung 863 rumah tangga melalui kegiatan pertanian berkelanjutan, pengelolaan sampah, dan pelestarian keanekaragaman hayati. Sementara itu, program peningkatan kesejahteraan masyarakat menjangkau lebih dari 900 penerima manfaat dan mencakup peningkatan infrastruktur komunitas serta penyaluran bantuan darurat bagi masyarakat terdampak banjir di Bali.

Head of Nuanu Social Fund, Auditya Sari, menegaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas menjadi fokus utama agar pertumbuhan kawasan dapat memberikan dampak sosial yang berkelanjutan. Laporan Dampak 2025 ini menjadi pijakan bagi Nuanu Creative City dalam merancang pengembangan, investasi, dan akuntabilitas pada tahun-tahun mendatang. (rls)

Buronan Interpol Asal Rumania Dideportasi dari Bali, Ditangkap Usai Pelacakan Berbulan-bulan

Buronan Interpol Asal Rumania Dideportasi dari Bali.
Buronan Interpol Asal Rumania Dideportasi dari Bali.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Upaya aparat penegak hukum Indonesia dalam memburu buronan internasional kembali membuahkan hasil. Seorang warga negara asing (WNA) asal Rumania berinisial CCZ, yang masuk daftar Interpol Red Notice, resmi dideportasi dari Bali oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai.

CCZ merupakan buronan paling dicari di negaranya karena diduga terlibat dalam kasus perampokan disertai pembunuhan yang terjadi pada November 2023. Yang bersangkutan dideportasi pada Selasa malam (20/1/26) setelah sebelumnya berhasil diamankan aparat gabungan di wilayah Bali.

Penangkapan CCZ dilakukan oleh Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri bersama Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Bali pada 15 Januari 2026. Proses pelacakan terhadap buronan tersebut telah berlangsung sejak November 2025, menyusul informasi keberadaannya yang sempat terdeteksi di Jakarta dan Bali.

Berdasarkan catatan keimigrasian, CCZ masuk ke Indonesia pada 14 November 2023 melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan penerbangan dari Chengdu, China. Meski sempat terdata melakukan pemesanan tiket penerbangan Denpasar–Kuala Lumpur, hasil penelusuran menunjukkan tidak ada catatan resmi keberangkatan keluar wilayah Indonesia atas nama yang bersangkutan.

Keberadaan CCZ di Bali semakin terkonfirmasi setelah NCB Bucharest mengunggah informasi melalui media sosial Facebook yang menyebutkan buronan tersebut masih berada di Pulau Dewata. Selama bersembunyi, CCZ diketahui menjalin hubungan dengan seorang perempuan warga lokal dan kerap tinggal di rumah pasangannya.

Setelah dilakukan operasi gabungan selama tiga hari, aparat akhirnya berhasil mengamankan CCZ tanpa perlawanan. Proses deportasi dilaksanakan oleh Tim Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Imigrasi Ngurah Rai bersama Divhubinter Polri dan Polda Bali melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

CCZ dipulangkan ke negaranya menggunakan maskapai Qatar Airways dengan rute Denpasar–Doha–Bucharest pada Rabu (21/1/26) dini hari sekitar pukul 00.30 WITA.

Pihak Imigrasi Ngurah Rai menegaskan akan terus memperkuat sinergi lintas instansi dalam menindak tegas WNA bermasalah, sebagai bagian dari komitmen menjaga keamanan dan ketertiban di Bali serta wilayah Indonesia secara keseluruhan. RAN

Dorong Kreativitas Pemuda, Pemkab Tabanan Gelar Festival Ogoh-Ogoh Singasana III 2026

Pemerintah Kabupaten Tabanan kembali menggelar Festival Ogoh - Ogoh Singasana tahun 2026.

PANTAUBALI.COM, SINGASANA – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Kebudayaan kembali menggelar Festival Ogoh-Ogoh Singasana III Tahun 2026 sebagai bagian dari implementasi visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” menuju Tabanan Era Baru. Festival ini bertujuan memberikan apresiasi terhadap kreativitas pemuda dalam melestarikan adat dan tradisi Hindu di Kabupaten Tabanan.

Kepala Dinas Kebudayaan Tabanan, I Made Subagia, menjelaskan, festival ini menargetkan karya-karya baru hasil kreasi Sekaa Teruna, yang wajib menggunakan bahan ramah lingkungan tanpa plastik atau styrofoam. Setiap ogoh-ogoh yang ikut lomba harus memiliki tinggi 3–4 meter dan lebar maksimal 4 x 4,5 meter. Tema karya harus sesuai dengan Sastra Agama Hindu, menampilkan wujud Kala (Rudra Rupa), serta bebas dari unsur SARA, pornografi, dan politik.

Pendaftaran dilakukan secara daring hingga 27 Februari 2026. Proses penilaian dilakukan tim juri melalui kunjungan lapangan dan pantauan media sosial mulai 28 Februari hingga 5 Maret 2026. Sepuluh pemenang dari masing-masing kecamatan akan maju ke tingkat kabupaten dan menerima dukungan dana untuk kepesertaan. “Juara I dari setiap kecamatan wajib mengikuti Festival Singasana III Tingkat Kabupaten,” kata Subagia, Jumat (23/1/2026).

Puncak festival akan digelar di seputar GWS Tabanan pada 13–15 Maret 2026. Pawai ogoh-ogoh dewasa dijadwalkan pada Minggu, 15 Maret, pukul 16.00 WITA menuju panggung kehormatan di selatan Gedung Kesenian I Ketut Marya. Sedangkan pawai ogoh-ogoh mini untuk tingkat Taman Kanak-Kanak digelar pada pagi harinya pukul 09.00 WITA.

Pemerintah Kabupaten Tabanan menyiapkan total hadiah puluhan juta rupiah untuk para pemenang. Juara I berhak menerima Rp50 juta, Juara II Rp40 juta, dan Juara III Rp30 juta. Selain itu, tersedia penghargaan juara harapan dan kategori penyemangat sebagai bentuk dukungan berkelanjutan terhadap seni budaya lokal. (pmc)

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Bupati Tabanan Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem, Bupati Tabanan Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan

PANTAUBALI.COM, SINGASANA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di Kabupaten Tabanan selama periode 21 hingga 27 Januari 2026. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi akibat hujan lebat dan angin kencang.

Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Cahyo Nugroho, menyampaikan bahwa Bali, termasuk Tabanan, saat ini telah memasuki puncak musim hujan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya monsun Asia, terbentuknya pola pertemuan angin, serta tingginya kelembapan udara hingga lapisan atmosfer atas.

Situasi dinamika atmosfer tersebut berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. BMKG menilai kondisi ini berisiko menimbulkan bencana seperti banjir, tanah longsor, dan banjir bandang di wilayah-wilayah rawan di Kabupaten Tabanan.

Selain cuaca daratan, BMKG juga mengingatkan potensi gelombang laut tinggi di perairan sekitar Bali. Kondisi tersebut perlu diwaspadai oleh masyarakat pesisir serta nelayan, khususnya saat cuaca memburuk.

Menanggapi peringatan tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan diri serta lingkungan.

Pemerintah Kabupaten Tabanan mengajak masyarakat untuk menghindari aktivitas di kawasan rawan bencana saat hujan lebat dan angin kencang, serta mengikuti arahan dari instansi terkait. Bupati juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kebersihan saluran air dan daerah aliran sungai guna meminimalisasi risiko banjir selama musim hujan.

BMKG mengimbau masyarakat Tabanan untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui kanal resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (pmc)

Bupati Badung Dorong Percepatan Jalan Lingkar Selatan

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Pemerintah Kabupaten Badung terus mengakselerasi pembangunan Jalan Lingkar Selatan (JLS) sebagai upaya mengatasi kemacetan lalu lintas, khususnya di kawasan Badung Selatan yang menjadi pusat pertumbuhan pariwisata. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan, penguatan infrastruktur jalan menjadi prioritas utama guna menopang tingginya mobilitas wisatawan dan masyarakat.

Menurut Bupati Adi Arnawa, kemacetan kini hampir merata di wilayah Badung, terutama di kawasan destinasi wisata. Kondisi tersebut merupakan dampak langsung dari meningkatnya kunjungan wisatawan yang belum sepenuhnya diimbangi dengan kapasitas infrastruktur jalan. Oleh karena itu, kehadiran jalur alternatif dinilai mendesak untuk mengurai kepadatan di ruas-ruas jalan utama.

Jalan Lingkar Selatan dirancang sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Badung Selatan. Selain memperlancar arus kendaraan, proyek strategis ini diharapkan mampu mempercepat mobilitas wisatawan, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi, investasi, dan pengembangan desa wisata serta seni budaya lokal.

Sebagai tindak lanjut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Badung menggelar sosialisasi lanjutan pengadaan lahan untuk tiga fase akhir JLS, yakni ruas Pedati–Pantai Balangan–Jimbaran, pada Rabu (21/1) di Aula Kantor Camat Kuta Selatan. Tahapan ini menjadi bagian penting menuju dimulainya pembangunan fisik JLS yang ditargetkan berlangsung pada 2026–2027.

Kepala Seksi Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Badung, I Putu Teddy Widnyana Putra, menjelaskan sosialisasi diikuti para pemilik lahan yang berada di sepanjang trase tersebut. Ia mengungkapkan, pada 2025 proses pengadaan lahan sempat tertunda karena masih adanya pemilik lahan yang belum teridentifikasi, sehingga diperlukan penyesuaian trase sesuai penetapan lokasi.

“Pada 2026 ini kami kembali mengundang seluruh pemilik lahan, baik yang sudah terdata maupun yang belum. Secara umum mereka menyatakan persetujuan dan telah menandatangani surat pernyataan mendukung rencana pembangunan tiga trase Jalan Lingkar Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar lahan pada ruas Pedati–Pantai Balangan–Jimbaran berada di kawasan Bali Pecatu Graha dan Jimbaran Hijau yang secara prinsip mendukung program pemerintah. Tahap berikutnya, Dinas PUPR akan melakukan penentuan batas ulang (setting out) lahan, dilanjutkan pengukuran oleh BPN, penilaian aset oleh tim appraisal, serta musyawarah ganti untung.

Sesuai arahan pimpinan, pembayaran ganti rugi lahan ditargetkan rampung pada April 2026, sehingga pembangunan fisik JLS dapat berjalan tanpa hambatan. Pemkab Badung pun optimistis pengadaan tanah pada segmen keempat JLS dapat diselesaikan sepenuhnya.

Trase final JLS akan menghubungkan kawasan Pecatu hingga Jimbaran dengan panjang sekitar 12 kilometer, mulai dari Pecatu Suluban hingga Jalan Raya Karang Mas Sejahtera. Ke depan, Jalan Raya Karang Mas Sejahtera direncanakan menjadi salah satu titik keluar JLS menuju Simpang Kali.

Untuk mengantisipasi potensi kemacetan baru, Bupati Adi Arnawa juga menyiapkan jalur alternatif tambahan melalui pembangunan jalan penghubung dari pertigaan Wana Giri menuju Jalan Raya Uluwatu hingga tembus ke Jalan Kampus Universitas Udayana. Langkah ini diharapkan mampu menyebar arus kendaraan dan mencegah penumpukan di Simpang Kali. (rls)

Ibu Korban Banjir Kuwum Ditemukan Tak Bernyawa di Tukad Yeh Ege

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Operasi pencarian ibu dan anak yang menjadi korban longsor dan banjir yang terseret arus sungai di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, resmi dihentikan pada Kamis (22/1/2026).

Penghentian pencarian dilakukan setelah kedua korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Korban terakhir yang ditemukan adalah sang ibu, Yuliana Da Costa Makun (27). Jasad korban ditemukan sekitar pukul 14.00 WITA di aliran Tukad Yeh Ege, Banjar Koripan Kaja, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Tabanan. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah tim gabungan melakukan penyisiran di sejumlah titik aliran sungai dari lokasi kejadian.

Pencarian melibatkan unsur Basarnas Bali, BPBD Kabupaten Tabanan, TNI, Polri, PMI, relawan, serta perangkat Desa Kuwum Ancak. Penyisiran dilakukan secara intensif di sepanjang aliran sungai hingga ke wilayah hilir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, Putu Trisna Widiatmika, membenarkan penemuan tersebut. Ia mengatakan, setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dititipkan di RS Singasana, Kediri, untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara itu, sang anak yakni Audrey Natalia Banafanu (1,5) telah lebih dahulu ditemukan pada Kamis pagi sekitar pukul 06.30 WITA di Pantai Batu Belig, Kerobokan Kelod, Kabupaten Badung. Balita tersebut ditemukan oleh seorang warga negara asing yang sedang berolahraga di sekitar pantai. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan sejumlah luka pada tubuhnya.

Peristiwa tragis ini bermula dari longsor dan banjir yang menerjang kawasan BTN Kuwum Asri 2, Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, pada Rabu (21/1/2026). Arus banjir menghantam rumah yang dihuni satu keluarga, yakni Semi Christian Banafanu (31), Yuliana Da Costa Makun (27), dan Audrey Natalia Banafanu (1,5).

Semi Christian Banafanu berhasil menyelamatkan diri setelah tersangkut di pohon bambu, meski mengalami patah tulang pada bagian kaki. Sementara istri dan anaknya terseret derasnya arus banjir hingga akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi pencarian dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing. (pmc)