- Advertisement -
Beranda blog Halaman 30

Badung Perkuat Pengamanan dan Pulihkan Citra Tukad Bangkung

Rapat Koordinasi Pengamanan Tukad Bangkung yang digelar di Kantor Camat Petang, Rabu (21/1/2026).
Rapat Koordinasi Pengamanan Tukad Bangkung yang digelar di Kantor Camat Petang, Rabu (21/1/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Meningkatnya angka kejadian dan percobaan bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, mendorong Pemerintah Kabupaten Badung untuk memperkuat sistem pengamanan kawasan tersebut.

Upaya ini dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor sebagai respons atas berbagai peristiwa yang terjadi di lokasi tersebut.

Salah satu langkah konkret yang diambil adalah penambahan dua unit kamera pengawas (CCTV) di sisi tengah dan timur jembatan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Badung.

Dengan penambahan tersebut, saat ini terdapat tiga unit CCTV aktif yang beroperasi selama 24 jam untuk memantau aktivitas di kawasan Tukad Bangkung.

Hal ini disampaikan Kepala Diskominfo Kabupaten Badung, I Gusti Ngurah Gede Jaya Saputra, S.Sos., M.A.P., saat menghadiri Rapat Koordinasi Pengamanan Tukad Bangkung yang digelar di Kantor Camat Petang, Rabu (21/1/2026).

Jaya Saputra menjelaskan, Diskominfo Badung terus melakukan pengembangan dan penyempurnaan sistem pemantauan CCTV, khususnya di lokasi-lokasi yang memerlukan perhatian lebih.

“Untuk saat ini, kami telah menambahkan dua CCTV di posisi tengah dan timur jembatan. Dengan demikian, total ada tiga CCTV yang aktif dan dapat memantau aktivitas di Tukad Bangkung selama 24 jam. Disamping itu, rapat ini juga menjadi wadah membangun komunikasi lintas sektor agar respons di lapangan bisa dilakukan lebih cepat,” ujarnya.

Ia berharap, penguatan pengamanan ini dapat menjadi langkah preventif guna mengantisipasi kejadian-kejadian yang tidak diinginkan di masa mendatang. Pemerintah Kabupaten Badung, lanjutnya, berkomitmen mengembalikan citra Tukad Bangkung sebagai destinasi wisata unggulan, bukan sebagai lokasi dengan konotasi negatif.

“Mudah-mudahan langkah ini menjadi upaya pencegahan yang efektif. Kami ingin mengembalikan Tukad Bangkung sebagai daya tarik pariwisata di Desa Pelaga,” tegasnya.

Sementara, Plt Camat Petang, Anak Agung Ngurah Darma Putra mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 tercatat cukup banyak kejadian bunuh diri di Jembatan Tukad Bangkung. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius seluruh pihak.

“Melalui rapat koordinasi ini, kami ingin memastikan agar kejadian serupa tidak terulang. Diskominfo Badung telah menambah dua CCTV untuk mendukung pengamanan. Selain itu, Dinas PUPR juga telah memasang kawat berduri, dan Perbekel Desa Pelaga serta Desa Belok akan menyiapkan petugas untuk berjaga di pos-pos pengamanan yang sudah disiapkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, maraknya kejadian tersebut berdampak pada citra Tukad Bangkung yang sebelumnya dikenal sebagai destinasi wisata, namun kini justru dikaitkan dengan peristiwa tragis.

“Oleh karena itu, kami berkomitmen bersama seluruh unsur terkait untuk mengembalikan citra Tukad Bangkung sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan,” pungkasnya. (rls)

Ketua TP PKK Badung Panen Melon dan Sayuran Hidroponik di Abiansemal

Ketua TP. PKK Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat panen buah melon dan sayuran hidroponik di Kebun Mega Hidroponik, Banjar Pacung, Desa Selat, Kamis (22/1/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, melaksanakan panen buah melon dan sayuran hidroponik di Kebun Mega Hidroponik, Banjar Pacung, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal, Kamis (22/1/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong ketahanan pangan keluarga melalui pemanfaatan pertanian modern.

Panen bersama ini sekaligus menjadi sarana edukasi dan motivasi bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan, agar mampu mengembangkan usaha pertanian produktif meski dengan keterbatasan lahan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Camat Abiansemal, Perbekel Desa Selat, para kelian dinas se-Desa Selat, serta jajaran pengurus TP PKK dari tingkat kabupaten hingga desa.

Dalam kesempatan tersebut, Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada pemilik kebun, I Putu Celuk, yang dinilai berhasil mengembangkan sistem pertanian hidroponik secara konsisten selama lima tahun terakhir. Menurutnya, pertanian hidroponik merupakan solusi tepat untuk menghasilkan pangan yang sehat, berkualitas, dan berkelanjutan.

“Panen hari ini menunjukkan bahwa pertanian hidroponik memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Badung. Inovasi ini sejalan dengan program TP PKK dalam pemberdayaan ekonomi keluarga melalui sektor pertanian,” ujarnya.

Ia juga mendorong kaum ibu, khususnya kader PKK, untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif. Selain memenuhi kebutuhan gizi keluarga secara mandiri, hasil pertanian tersebut dinilai memiliki nilai tambah ekonomi.
“Dengan pengelolaan yang tepat, pekarangan rumah dapat menjadi sumber pangan sekaligus sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” tegasnya.

Sementara itu, pemilik Kebun Mega Hidroponik, I Putu Celuk, menjelaskan bahwa kebunnya saat ini membudidayakan melon varietas unggul serta selada hidroponik. Produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di wilayah Badung, tetapi juga telah menjangkau sejumlah toko bahan pangan segar di berbagai daerah di Bali.

Selain panen bersama, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemaparan teknik budidaya hidroponik, pengelolaan tanaman, serta strategi pemasaran hasil pertanian modern. Melalui kegiatan ini, TP PKK Kabupaten Badung berharap semakin banyak masyarakat yang tertarik mengadopsi sistem pertanian efisien dan berorientasi pada ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan keluarga. (rls)

GOW dan WHDI Badung Tanam Ratusan Pohon di Taman Beji Paluh

Ketua GOW Badung Nyonya Yunita Alit Sucipta saat aksi penanaman pohon bertajuk "Merawat Pertiwi" di kawasan Taman Beji Paluh, Banjar Dauh Peken, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kamis (22/1/2026).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan, Gabungan Organisasi Wanita (GOW) bersama Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Badung melaksanakan aksi penanaman pohon di kawasan Taman Beji Paluh, Banjar Dauh Peken, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi, Kamis (22/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema Merawat Pertiwi.

Aksi penghijauan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua GOW sekaligus Ketua WHDI Kabupaten Badung, Yunita Alit Sucipta. Sebanyak 100 bibit pohon ditanam, terdiri atas 50 pohon cempaka dan 50 pohon sandat. Penanaman ini menjadi wujud nyata komitmen organisasi perempuan dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian alam di wilayah Badung.

Menurut Yunita Alit Sucipta, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan memperindah kawasan Taman Beji Paluh, tetapi juga berperan penting dalam menjaga sumber air, kualitas udara, serta kesucian lingkungan.

“Melalui kegiatan Merawat Pertiwi ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bersama akan pentingnya menjaga alam. Taman Beji Paluh kami pilih sebagai lokasi awal kegiatan di tahun 2026 karena memiliki nilai ekologis dan spiritual bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, terlaksananya kegiatan ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Desa Penarungan, PKK Desa Penarungan, hingga Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan keberlanjutan program pelestarian lingkungan.

Selain berdampak pada aspek ekologi, kegiatan penanaman pohon ini juga diharapkan dapat mendukung promosi Desa Wisata Penarungan. Dengan melibatkan pengurus dan anggota organisasi secara langsung, potensi desa diharapkan semakin dikenal oleh masyarakat luas.

“Lingkungan yang terjaga dengan baik merupakan investasi jangka panjang. Alam yang lestari akan memberikan manfaat besar bagi kehidupan, perlindungan, dan kesejahteraan masyarakat Badung,” tegas Yunita.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kabupaten Badung Wayan Narayana beserta staf, Kepala Desa Penarungan bersama jajaran, PKK Desa Penarungan, serta para kelian dinas se-Desa Penarungan. (rls)

Balita Korban Hanyut di Tabanan Ditemukan Meninggal di Pantai Batu Belig, Ibu Masih Dicari

Proses penyisiran dan pencarian korban hanyut di Banjar Kuwum Ancak, Marga, Rabu (21/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Balita bernama Audrey Natalia Banafanu yang sebelumnya dilaporkan hanyut akibat luapan air bah di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, ditemukan meninggal dunia di kawasan Pantai Batu Belig, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Kamis (22/1/2026) pagi. Sementara itu, sang ibu, Yuliana Da Costa Makun (29), hingga kini masih dalam pencarian Tim SAR Gabungan.

Jenazah balita tersebut pertama kali ditemukan oleh warga sekitar pukul 08.00 Wita di sela-sela bebatuan pantai. Lokasi penemuan diperkirakan berjarak sekitar sembilan kilometer dari titik awal korban hanyut. Jalur tersebut diketahui masih searah dengan aliran muara saluran irigasi Subak Jemanik yang bermuara dari kawasan Pantai Nyanyi hingga Pantai Batu Belig.

Untuk keperluan identifikasi, jenazah korban segera dievakuasi ke RS Prof Ngoerah, Denpasar.

Ketua Flobamora Tabanan, Paskalia Boli, yang mewakili pihak keluarga, membenarkan identitas balita tersebut. Ia menyatakan bahwa korban merupakan putri dari Semi Christian Banafanu. “Pihak keluarga sudah memastikan identitas korban. Saat ini jenazah masih berada di RS Prof Ngoerah dan rencananya akan dititipkan sementara di RSUD Tabanan agar memudahkan koordinasi dengan keluarga,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, musibah tragis ini terjadi pada Rabu (21/1/2026) dini hari. Luapan air bah dari saluran irigasi Subak Jemanik menghantam rumah kontrakan keluarga asal Kupang, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa tersebut dipicu longsornya senderan Perumahan Asri II yang berada di atas rumah korban, sehingga menutup aliran air dan menyebabkan luapan mendadak.

Arus air yang deras menyeret Yuliana bersama dua anaknya. Sang ayah, Semi Christian Banafanu (31), hanya mampu menyelamatkan anak pertamanya, Nhatalia DeQuenza Banafanu (7). Namun, ia mengalami patah kaki dan saat ini menjalani perawatan medis di RSUD Tabanan.

Hingga Kamis siang, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, serta BPBD Kabupaten Tabanan masih melanjutkan pencarian terhadap Yuliana dengan menyisir saluran irigasi hingga ke wilayah muara. Pemerintah Kabupaten Tabanan menyatakan terus memberikan dukungan penuh dalam upaya pencarian serta penanganan para korban terdampak bencana tersebut. (pmc)

Pemkab Tabanan Tanggap Darurat Dampak Cuaca Ekstrem di Marga

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat menindaklanjuti dampak bencana cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kecamatan Marga. Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, bersama unsur Forkopimda dan jajaran terkait, turun langsung ke lokasi terdampak di Desa Kukuh dan Desa Kuwum, Rabu (21/1/2026), guna memastikan penanganan darurat berjalan optimal.

Kunjungan lapangan diawali di Banjar Denuma, Desa Kukuh, Kecamatan Marga. Di lokasi tersebut, rombongan meninjau kondisi gorong-gorong sungai yang tersumbat sehingga menyebabkan air meluap ke badan jalan saat hujan deras. Selanjutnya, Wabup Dirga melanjutkan peninjauan ke Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, tempat terjadinya peristiwa tragis akibat luapan saluran irigasi Subak Jemanik.

Bencana tersebut mengakibatkan sebuah rumah kontrakan warga diterjang arus air deras pada subuh hari, Rabu (21/1). Luapan air dipicu longsor senderan Perumahan Asri II sepanjang kurang lebih 10 meter yang menutup aliran irigasi di belakang rumah korban. Akibat kejadian itu, dua orang yakni seorang ibu dan anaknya terseret arus dan hingga kini masih dalam pencarian.

Korban diketahui merupakan satu keluarga asal Kupang yang tinggal di rumah kontrakan tersebut. Ibu bernama Yuliana Da Costa Makun (30) dan anak keduanya, Audrey Natania Banafanu (1,5), hanyut terbawa arus. Sementara suami korban, Semi Cristian Banafanu (31), mengalami patah kaki dan dirawat di RSUD Tabanan. Anak pertama mereka, Nhatalia De Quenza Banafanu (7), berhasil menyelamatkan diri.

Hingga Rabu sore, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, PMI, relawan, keluarga korban, serta masyarakat setempat masih melakukan upaya pencarian di sepanjang aliran sungai.

Menanggapi kejadian tersebut, Wakil Bupati I Made Dirga menyampaikan arahan Bupati Tabanan bahwa pemerintah daerah akan bertanggung jawab penuh dalam penanganan dampak bencana, termasuk tindak lanjut terhadap korban. Ia menegaskan, perangkat daerah terkait seperti Dinas PUPR dan BPBD telah diturunkan untuk melakukan investigasi teknis serta menghitung kerugian akibat bencana.

Dirga juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Ia meminta peran media turut menyampaikan informasi dan imbauan kepada masyarakat agar risiko bencana dapat diminimalkan.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran pemerintah desa dalam mengenali potensi kerawanan wilayah, terutama bangunan yang berada di kawasan rawan bencana. Setiap potensi bahaya, kata dia, harus segera dilaporkan ke tingkat kecamatan atau pemerintah daerah untuk penanganan lebih lanjut.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Dirga juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, sampah yang menyumbat saluran air kerap memperparah dampak banjir dan bencana lainnya. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih disiplin demi keselamatan bersama. (rls)

Pantai Muaya Dibersihkan, Bupati Badung Tekankan Kebersihan Destinasi Wisata

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Upaya menjaga kebersihan kawasan pesisir kembali dilakukan di Kabupaten Badung. Prajuru Desa Adat Jimbaran bersama krama banjar serta para pelaku usaha menggelar aksi bersih-bersih sampah kiriman di sepanjang Pantai Muaya, Jimbaran, Rabu (21/1/2026) pagi.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung dengan menurunkan alat berat jenis loader untuk mempercepat proses pengangkutan sampah.

Aksi kolaboratif tersebut memperoleh apresiasi dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa. Ia menegaskan, kebersihan pantai merupakan faktor penting dalam menjaga citra dan daya tarik pariwisata Badung sebagai destinasi unggulan. Menurutnya, kenyamanan wisatawan harus dijaga melalui penataan kawasan pesisir yang berkelanjutan.

Bupati Adi Arnawa menekankan bahwa pesona alam dan budaya menjadi kekuatan utama pariwisata Badung. Karena itu, kawasan pantai perlu dikelola tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga kebersihan dan kenyamanan. Ia juga menyatakan komitmen Pemerintah Kabupaten Badung untuk terus menata kawasan strategis pariwisata seperti Jimbaran, Kuta, Canggu, dan Kedonganan.

Selain penataan fisik, Bupati asal Desa Pecatu tersebut menyoroti pentingnya pengelolaan sampah yang terpadu dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama, tidak semata-mata dibebankan kepada pemerintah. Berbagai langkah penataan telah dirancang, mulai dari pengembangan jalur pedestrian, penataan fasilitas wisata, hingga peningkatan kualitas kawasan pantai agar tetap nyaman dan menarik.

Sementara itu, aksi bersih pantai di Pantai Muaya dipimpin prajuru Desa Adat Jimbaran dan melibatkan sekitar 60 hingga 70 pelaku usaha, krama banjar, serta unsur desa adat. Kegiatan ini digelar sebagai bentuk antisipasi terhadap meningkatnya sampah kiriman saat musim angin barat. Sampah yang didominasi kayu, ranting, dan plastik dibersihkan secara manual, kemudian diangkut menggunakan loader DLHK Badung.

Bendesa Adat Jimbaran I Putu Subamia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan wujud penerapan nilai Tri Hita Karana, khususnya aspek Palemahan, yaitu menjaga keharmonisan antara manusia dan lingkungan. Ia menyebutkan, sampah kiriman di kawasan Jimbaran cenderung meningkat pada musim tertentu dan menjadi fenomena rutin setiap tahun.

Ke depan, Desa Adat Jimbaran berencana menjadikan kegiatan bersih pantai sebagai agenda rutin selama musim sampah kiriman. Diharapkan, upaya tersebut dapat menjaga kebersihan Pantai Muaya, mempertahankan citra Jimbaran sebagai destinasi wisata unggulan, serta memberikan kenyamanan bagi wisatawan. (rls)

Darmasaba Peringkat Terbaik I Lomba Administrasi Tata Kelola Pemerintahan Desa Tingkat Nasional

Pemerintah Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal meraih prestasi lomba administrasi tata kelola pemerintahan desa, peringkat satu pada regional II di tingkat nasional.
Pemerintah Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal meraih prestasi lomba administrasi tata kelola pemerintahan desa, peringkat satu pada regional II di tingkat nasional.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal kembali meraih prestasi yang membanggakan. Dalam lomba administrasi tata kelola pemerintahan desa, Darmasaba meraih peringkat satu pada regional II di tingkat nasional.

Penghargaan Pemerintahan Desa dan Kelurahan Award Tingkat Nasional dilaksanakan bertepatan dengan Hari Desa Nasional pada 15 Januari 2026.

Raihan juara ini sekaligus mengulang keberhasilan Kabupaten Badung di tahun 2017. Saat itu Desa Kutuh yang meraih juara I dalam lomba yang sama.

Perbekel Darmasaba, Ida Bagus Surya Prabawa Manuaba mengatakan, raihan juara I di tingkat nasional setelah sejumlah proses yang dilalui. Bahkan jalannya penilaian telah dilakukan sejak Maret-November 2025. Dirinya bersyukur dapat meraih peringkat terbaik dalam lomba ini.

“Dari Badung kami menang di tahun 2024, kemudian naik di tingkat provinsi kami juga menang. Baru dilakukan lomba di tingkat nasional dan Darmasaba masuk di Regional II,” ujar Surya Prabawa, saat dikonfirmasi Selasa (20/1/2026).

Pihaknya menyebutkan, ada 14 item penilaian yang dilakukan dalam lomba ini. Meliputi tata kelola pemerintahan, pemberdayaan masyarakat, inovasi, laporan keuangan, dan lainnya. Dirinya pun mengaku, seluruh pihak di pemerintahan Desa Darmasaba ikut terlibat dalam raihan juara.

“Ada 14 bab yang total halaman bisa sampai ratusan halaman untuk menyiapkan. Ini berlangsung dari bulan Maret sampai dengan November 2025,” ungkapnya.

Untuk proses penilaian, Surya Prabawa menerangkan, wartawan nasional, intel, dan Dirjen Bina Desa dari kementerian. Namun raihan juara ini tidak membuat dirinya jumawa, bahkan kedepannya tetap akan dilakukan evaluasi mendalam. Baik dari pemberdayaan, pemerintahan, dan juga kewilayahan.

“Kami siap menerima kunjungan, karena pasti akan banyak desa-desa yang berkunjung untuk belajar. Karena kemarin sebelum penilaian pun kami sudah menerima banyak desa-desa sebalik, yang mungkin akan mewakili kebupatan masing-masing,” terangnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, sangat berterima kasih atas kerja keras dari seluruh perangkat desa.

“Namanya juara satu, euforia pasti ada, karena bagaimanapun teman-teman di perangkat desa, ada lembaga yang sudah bekerja dengan luar biasa, yang sudah luar biasa. Kedepan tentu saja banyak hal yang harus kita perbaiki,” imbuhnya. (jas) 

Angin Kencang di Sanur Kauh Sebabkan Kerusakan di Belasan Rumah dan Kendaraan Warga

Kondisi rumah salah satu warga di Desa Sanur Kauh mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang saat hujan deras dini hari.
Kondisi rumah salah satu warga di Desa Sanur Kauh mengalami kerusakan setelah diterjang angin kencang saat hujan deras dini hari.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM — Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kota Denpasar. Hujan lebat yang disertai angin puting beliung menerjang Desa Sanur Kauh, Kecamatan Denpasar Selatan, pada Rabu (21/1/2026) dini hari sekitar pukul 01.30 Wita. Akibat peristiwa tersebut, belasan rumah warga mengalami kerusakan, sementara satu unit kendaraan turut terdampak.

Angin kencang yang datang secara tiba-tiba menyebabkan atap rumah warga terlepas, plafon jebol, serta sejumlah bangunan ringan seperti warung dan pelinggih roboh. Kerusakan paling banyak ditemukan di kawasan Jalan Tunggak Bingin dan beberapa titik di sekitarnya.

Kapolsek Denpasar Selatan AKP Agus Adi Apriyoga, bersama personel kepolisian turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi keamanan serta memantau dampak yang ditimbulkan akibat bencana alam tersebut. Kehadiran aparat kepolisian sekaligus untuk membantu proses pendataan dan memastikan situasi tetap kondusif.

Menurut AKP Agus, sedikitnya 15 kepala keluarga terdampak dalam kejadian tersebut. Selain kerusakan bangunan, satu kendaraan milik warga negara asing dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian kaca setelah tertimpa genteng yang beterbangan akibat terpaan angin kencang.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun sejumlah rumah, bangunan, dan kendaraan mengalami kerusakan. Saat ini kami masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan total kerugian material,” ujarnya.

Hingga saat ini, aparat kepolisian bersama pihak terkait terus melakukan pemantauan di lokasi guna mengantisipasi potensi dampak lanjutan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Denpasar dan sekitarnya. RAN

Wabup Tabanan Tinjau Warga Terdampak Cuaca Ekstrem di Desa Kuwum

Wabup Tabanan I Made Dirga saat meninjau lokasi longsor di Desa Kuwum, Rabu (21/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, bersama Kapolres Tabanan dan Dandim Tabanan turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi warga yang terdampak cuaca ekstrem di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Rabu (21/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, I Made Dirga menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan yang telah sigap berada di lokasi dan memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak. Ia menegaskan bahwa kehadiran unsur pemerintah daerah, TNI, dan Polri merupakan bentuk komitmen bersama dalam memastikan keselamatan dan penanganan cepat bagi warga.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan, kami mengucapkan terima kasih kepada tim gabungan yang sudah benar-benar hadir di tengah masyarakat. Kami berharap masyarakat Tabanan meningkatkan kewaspadaan karena cuaca ekstrem diperkirakan masih akan berlanjut,” ujar Dirga.

Ia menambahkan, berdasarkan informasi cuaca, kondisi ekstrem masih berpotensi terjadi hingga bulan Maret. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu dalam menghadapi dampak bencana agar dapat diatasi bersama.

Pemerintah Kabupaten Tabanan, lanjut Dirga, memastikan akan memberikan bantuan melalui dinas terkait, seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), khususnya dalam penanganan kerugian material maupun apabila terdapat korban akibat bencana di wilayah Tabanan.

Peninjauan lapangan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memastikan penanganan bencana berjalan cepat, tepat, dan terkoordinasi, serta untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang terdampak cuaca ekstrem. (pmc)

Longsor di Banjar Kuwum Ancak, Ibu dan Anak Hilang Terseret Arus Sungai

Proses penyisiran dan pencarian korban hanyut di Banjar Kuwum Ancak, Marga, Rabu (21/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bencana longsor terjadi di Banjar Kuwum Ancak, Desa Kuwum, Kecamatan Marga, pada Rabu (21/1/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan seorang ibu dan anak balitanya dilaporkan hilang setelah diduga terseret arus sungai yang meluap.

Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, longsor terjadi akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam hari. Luapan air sungai yang deras menyebabkan tebing di sekitar permukiman warga longsor dan menghantam rumah korban.

Saat kejadian, keluarga korban berupaya menyelamatkan diri dengan keluar rumah. Namun derasnya arus air diduga menyeret dua orang korban hingga hilang.

Dalam peristiwa tersebut, seorang pria bernama Semi Christian Banafanu (31) berhasil selamat bersama anak pertamanya, Nathalia Banaganu (6). Namun, ia mengalami patah kaki dan saat ini menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sementara itu, istri korban, Yuliana Da Kosta Makun (29), serta anak kedua mereka, Audrey Natania Banafanu (1,5 tahun), hingga kini belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Upaya pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polsek Marga, Koramil Marga, Camat Marga, serta dibantu oleh masyarakat setempat. Tim gabungan menyisir aliran sungai dan area sekitar lokasi longsor untuk menemukan kedua korban.

Camat Marga I Gede Nyoman Sugiarta membenarkan insiden tersebut. “Yang ambruk satu rumah, BPBD Tabanan dan tim gabungan sedang di lokasi melakukan pencarian,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian masih terus berlangsung. Aparat mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca di wilayah tersebut masih diguyur hujan dengan intensitas tinggi. (pmc)