- Advertisement -
Beranda blog Halaman 31

Hantam Pembatas Jalan, Truk Bermuatan Daging Terguling di Sunset Road Kuta

Truk bermuatan daging terguling di Jalan Sunset Road, Kuta, Rabu (21/1/2026) dini hari
Truk bermuatan daging terguling di Jalan Sunset Road, Kuta, Rabu (21/1/2026) dini hari

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, Rabu (21/1/2026) dini hari. Sebuah truk bermuatan daging potong terguling setelah menabrak pembatas jalan di utara Underpass Patung Dewa Ruci, sekitar pukul 04.00 Wita.

Truk berwarna kuning dengan nomor polisi DK-8064-JW tersebut diketahui dikemudikan oleh Firman Zadili (26). Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kendaraan melaju dari arah utara menuju selatan di Jalan Sunset Road. Namun, setibanya di sekitar Underpass Dewa Ruci, truk diduga mengalami out of control hingga menghantam pembatas jalan dan akhirnya terguling di badan jalan.

Akibat kejadian tersebut, muatan berupa daging potong yang diangkut truk tumpah ke jalan. Kondisi ini membuat arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat tersendat, meski peristiwa terjadi pada jam-jam sepi kendaraan.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kecelakaan hanya mengakibatkan kerugian materiil,” ujarnya.

Petugas dari Unit Laka Lantas Polresta Denpasar segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan, pengaturan arus lalu lintas, serta evakuasi kendaraan dan muatan yang berserakan di jalan. Hingga pagi hari, situasi di lokasi kejadian kembali normal.

Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Polisi juga mengimbau para pengguna jalan agar selalu berhati-hati, terutama saat berkendara pada dini hari dan dalam kondisi cuaca hujan.

“Kami mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum digunakan, guna mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas,” pungkasnya. (*)

Pohon Pule Tua Roboh di Setra Adat Kebon, Pelinggih Beji Rusak Parah

Proses penanganan pohon pule tumbang di areal Setra Adat Kebon, Desa Bajera Utara, Kecamatan Selemadeg Kabupaten Tabanan, Selasa (20/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah pohon pule berukuran besar tumbang di kawasan Setra Adat Kebon, Desa Bajera Utara, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan. Peristiwa tersebut terjadi pada Senin petang dan baru mendapat penanganan pada Selasa (20/1/2026).

Pohon jenis Alstonia scholaris itu memiliki diameter sekitar 1,5 meter dengan ketinggian diperkirakan mencapai lebih dari 40 meter. Saat roboh, batang pohon menimpa pelinggih Beji yang berada di sisi utara area setra, menyebabkan bangunan suci tersebut mengalami kerusakan berat.

Kepala Wilayah Banjar Kebon, I Wayan Listiya Mahayana, mengatakan kejadian berlangsung saat hujan turun cukup deras. Beruntung, tidak ada aktivitas warga di sekitar lokasi sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

“Lokasi pohon berada di area kuburan desa. Karena cuaca hujan dan tidak ada warga yang beraktivitas, kejadian ini tidak menelan korban,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Meski demikian, kerusakan pelinggih Beji diperkirakan menimbulkan kerugian materiil lebih dari Rp10 juta. Bangunan tersebut dilaporkan hancur akibat tertimpa batang pohon yang sangat besar.

Menurut Listiya Mahayana, tumbangnya pohon pule disebabkan oleh faktor alam. Kondisi cuaca buruk disertai angin kencang, ditambah usia pohon yang sudah tua serta akar yang tidak lagi kuat menopang beban, menjadi pemicu utama kejadian tersebut.

Dalam proses penanganan, aparat kepolisian bersama perangkat desa dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan material pohon. Personel Polsek Selemadeg turut diterjunkan untuk membantu evakuasi.

Kapolsek Selemadeg, AKP I Putu Eka Rai Putra, menjelaskan bahwa petugas menggunakan dua unit mesin senso untuk memotong batang pohon menjadi beberapa bagian agar mudah dipindahkan.

“Material pohon sudah berhasil dibersihkan dan area setra kembali tertata. Akses jalan juga sudah dapat dilalui warga,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat curah hujan dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Selemadeg dan sekitarnya. (pmc)

Wabup Dirga Tinjau Langsung Lokasi Longsor di Pupuan, Pemkab Tabanan Salurkan Bantuan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan bergerak cepat menangani dampak bencana tanah longsor yang terjadi akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, mewakili Bupati Tabanan, turun langsung meninjau lokasi terdampak di Desa Padangan, Kecamatan Pupuan, Selasa (20/1/2026).

Peninjauan dilakukan di dua titik, yakni Banjar Dinas Dauh Tukad dan Banjar Dinas Padangan Kelod, Desa Padangan. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus memantau penanganan pascabencana yang dilakukan oleh pemerintah daerah bersama unsur terkait.

Dua rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat material longsor, masing-masing milik I Nyoman Pariasa di Banjar Dinas Dauh Tukad dan I Wayan Arta Widana di Banjar Dinas Padangan Kelod. Longsor dipicu oleh hujan deras yang berlangsung dalam waktu cukup lama, sehingga menyebabkan pergerakan tanah di kawasan tersebut.

Wakil Bupati I Made Dirga menyampaikan bahwa kehadirannya di lokasi merupakan amanat langsung dari Bupati Tabanan untuk melihat secara nyata kondisi masyarakat yang terdampak bencana. Ia juga menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong warga dalam membantu sesama di tengah situasi darurat.

“Dalam kondisi seperti ini, pemerintah harus hadir di tengah masyarakat. Saya mengapresiasi kebersamaan dan solidaritas warga yang dengan sigap saling membantu. Kita berharap kejadian serupa tidak terulang dan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Dirga menambahkan, wilayah Pupuan termasuk daerah yang memiliki potensi rawan bencana, khususnya saat curah hujan tinggi dan berkepanjangan. Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Selain itu, Dirga juga memberikan apresiasi kepada jajaran BPBD, PMI, serta unsur terkait lainnya yang dinilai aktif dan responsif dalam melakukan penanganan serta pendampingan kepada warga terdampak.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kabupaten Tabanan turut menyalurkan bantuan tunai kepada korban bencana tanah longsor guna meringankan beban masyarakat serta membantu pemulihan pascakejadian. (rls)

Kebakaran Melanda Outlet ACK di Bualu, Kerugian Ditafsir Capai Ratusan Juta

Kebakaran menghanguskan Outlet ACK di kawasan Bualu, Kuta Selatan, Badung, Selasa (20/1/2026).
Kebakaran menghanguskan Outlet ACK di kawasan Bualu, Kuta Selatan, Badung, Selasa (20/1/2026).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kebakaran hebat melanda Outlet ACK yang berlokasi di Jalan Kurusetra, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, Selasa (20/1/2026) siang. Insiden tersebut terjadi saat aktivitas dapur masih berlangsung dan sempat mengundang perhatian warga serta pengguna jalan di sekitar lokasi.

Peristiwa kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 13.15 WITA. Api dengan cepat membesar hingga menghanguskan hampir seluruh bagian bangunan Outlet ACK. Asap hitam pekat tampak membumbung tinggi, sementara sejumlah karyawan bergegas keluar menyelamatkan diri.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan kebakaran pertama kali disadari oleh karyawan yang sedang beraktivitas di area dapur. Saat itu, salah satu pegawai tengah menyiapkan makanan, sementara rekannya mengecek tabung gas. Tak berselang lama, api tiba-tiba menyembur dari alat penggorengan dan langsung merambat ke bagian lain Outlet ACK.

“Api muncul secara tiba-tiba dan dengan cepat membesar, sehingga karyawan memilih keluar dan menghubungi pemilik outlet,” ungkapnya.

Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Badung segera turun ke lokasi dengan mengerahkan tiga unit mobil pemadam. Api akhirnya berhasil dijinakkan setelah petugas berjibaku selama beberapa waktu, sehingga kebakaran tidak meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, kebakaran menyebabkan kerusakan total pada Outlet ACK beserta seluruh peralatan di dalamnya. Sejumlah kompor, freezer, rice cooker, mesin kasir, brankas, hingga uang tunai dilaporkan ikut terbakar. Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 500 juta.

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memasang garis pengaman. Dugaan sementara, kebakaran dipicu kebocoran gas LPG yang tersambar api dari kompor, ditambah banyaknya material mudah terbakar di dalam outlet.

“Kami masih mendalami penyebab pasti kebakaran dan mengumpulkan keterangan saksi,” tutup Iptu Adi. RAN

Uji Coba Sistem Satu Arah di Kerobokan Kelod Dinilai Efektif Tekan Kemacetan

Bupati Wayan Adi Arnawa saat rapat terkait Rekayasa Lalu Lintas beberapa hari lalu di Puspem Badung

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Penerapan rekayasa lalu lintas satu arah di wilayah Kerobokan Kelod menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan kinerja jaringan jalan. Berdasarkan hasil pemodelan lalu lintas yang dilakukan Dinas Perhubungan Kabupaten Badung menggunakan aplikasi PTV VISUM, terjadi penurunan waktu tempuh dan peningkatan kecepatan kendaraan secara signifikan.

Dalam hasil kajian tersebut, rata-rata waktu tempuh perjalanan sebelum rekayasa lalu lintas tercatat sekitar 19,8 menit. Setelah penerapan sistem satu arah, waktu tempuh menurun drastis menjadi 4,93 menit atau berkurang lebih dari 78 persen. Sementara itu, kecepatan rata-rata kendaraan meningkat dari 7,35 km per jam menjadi 39,9 km per jam.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Perhubungan Kabupaten Badung atas pelaksanaan rekayasa lalu lintas tersebut. Ia menilai kebijakan ini sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan Kerobokan Kelod.

Bupati Adi Arnawa menjelaskan bahwa uji coba rekayasa lalu lintas satu arah tersebut akan terus dilaksanakan hingga 14 Februari mendatang. Selama periode tersebut, pemerintah akan melakukan pemantauan dan evaluasi untuk memastikan efektivitas kebijakan yang diterapkan.

Menurutnya, secara umum penerapan sistem satu arah mampu meningkatkan efisiensi waktu perjalanan dan memperlancar arus lalu lintas. Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dikaji lebih lanjut, khususnya terkait aksesibilitas jaringan jalan.

Ia juga mengimbau masyarakat agar mengikuti pengaturan lalu lintas yang telah ditetapkan dan mulai menyesuaikan diri dengan pola baru demi kenyamanan dan ketertiban bersama.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung Anak Agung Ngurah Rai Yuda Darma menjelaskan bahwa pemodelan menggunakan PTV VISUM merupakan metode perencanaan dan simulasi transportasi pada skala makro, yang mencakup wilayah luas seperti kawasan perkotaan.

Ia menyebutkan, selain penurunan waktu tempuh sebesar 78,33 persen, kecepatan rata-rata kendaraan pada skenario satu arah mengalami peningkatan hingga 442,86 persen dibandingkan kondisi sebelumnya. Namun, dari sisi aksesibilitas jaringan, terjadi penurunan sekitar 14,06 persen yang menunjukkan adanya peningkatan jarak tempuh pada beberapa rute tertentu.

Hasil evaluasi tersebut, kata dia, akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan lalu lintas ke depan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat. (rls)

Pariwisata Indonesia Borong Puluhan Penghargaan Internasional di Awal 2026

Wisatawan menikmati suasana liburan di salah satu destinasi unggulan Bali.
Wisatawan menikmati suasana liburan di salah satu destinasi unggulan Bali.

PANTAUBALI.COM  – Industri pariwisata Indonesia membuka tahun 2026 dengan torehan prestasi membanggakan di panggung internasional. Puluhan penghargaan dunia berhasil diraih, menandai meningkatnya kepercayaan global terhadap kualitas destinasi, layanan, serta komitmen pariwisata berkelanjutan di Tanah Air.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menyebut capaian tersebut menjadi bukti konkret bahwa Indonesia dinilai serius dalam mengembangkan pariwisata yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.

“Penghargaan ini bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab besar untuk terus meningkatkan standar pelayanan pariwisata dan memastikan manfaatnya dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujar Widiyanti dalam keterangannya di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Sepanjang Januari 2026, sektor pariwisata nasional tercatat meraih penghargaan dalam 32 kategori dari 25 organisasi dan lembaga internasional. Pengakuan tersebut datang dari sejumlah institusi ternama dunia, seperti TripAdvisor, Forbes, Condé Nast Traveler, BBC, Rough Guides, hingga Travel + Leisure.

Penghargaan diberikan kepada berbagai destinasi unggulan Indonesia, mulai dari Bali, Sumba, Labuan Bajo, hingga Raja Ampat. Tak hanya destinasi, sejumlah hotel dan resor di Indonesia juga masuk dalam daftar akomodasi terbaik dunia, menandakan peningkatan kualitas layanan dan pengalaman wisata yang semakin kompetitif secara global.

Dari deretan prestasi tersebut, Pulau Bali kembali mencuri perhatian setelah dinobatkan sebagai Destinasi Terbaik Dunia 2026 sekaligus Destinasi Terbaik Asia dalam ajang Travelers’ Choice Awards 2026 versi TripAdvisor. Penghargaan ini semakin menegaskan posisi Bali sebagai ikon pariwisata dunia yang tetap diminati wisatawan mancanegara.

Pemerintah berharap rangkaian capaian internasional ini dapat memperkuat citra pariwisata Indonesia, menarik wisatawan berkualitas, serta mendorong dampak positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. ran

Cuaca Ekstrem di Sasih Kaulu, Warga Tabanan Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menegaskan bahwa fenomena alam yang terjadi pada Sasih Kaulu harus disikapi dengan kesadaran dan kebijaksanaan bersama.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Memasuki Sasih Kaulu dalam penanggalan Bali, wilayah Kabupaten Tabanan kembali mengalami peningkatan intensitas angin barat yang disertai hujan lebat dan gelombang laut tinggi. Kondisi cuaca tersebut dirasakan cukup signifikan, terutama di kawasan pesisir, persawahan terbuka, serta daerah rawan pohon tumbang.

Bagi masyarakat adat Tabanan, Sasih Kaulu dikenal sebagai masa peralihan alam menjelang pergantian Tahun Saka. Sejak lama, sasih ini ditandai dengan perubahan cuaca ekstrem akibat menguatnya angin barat, yang kerap berdampak pada aktivitas masyarakat, baik di sektor kelautan maupun pertanian.

Fenomena alam yang terjadi dipahami sebagai bagian dari siklus alam tahunan. Dalam kearifan lokal Bali, Sasih Kaulu memiliki makna sekala dan niskala sebagai fase persiapan menuju Sasih Kasanga, yang identik dengan rangkaian upacara Bhuta Yadnya dan Tawur Kesanga menjelang Hari Raya Nyepi.

Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., mengimbau masyarakat agar menyikapi kondisi cuaca tersebut dengan kewaspadaan dan kehati-hatian.

Ia meminta masyarakat, khususnya nelayan, petani, serta warga yang beraktivitas di ruang terbuka, untuk memperhatikan faktor keselamatan dan mengikuti perkembangan cuaca. Pemerintah daerah, kata dia, juga terus melakukan pemantauan terhadap potensi dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem.

Selain aspek kewaspadaan, Bupati Sanjaya menekankan pentingnya menjaga keseimbangan hubungan antara manusia dan alam. Nilai-nilai kearifan lokal yang berlandaskan konsep Tri Hita Karana dinilai tetap relevan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim saat ini.

Menurutnya, Sasih Kaulu dapat dimaknai sebagai momentum refleksi bersama bagi masyarakat untuk menata kembali sikap dan perilaku terhadap lingkungan. Tidak hanya melalui pelaksanaan tradisi dan ritual adat, tetapi juga melalui tindakan nyata dalam menjaga kelestarian alam.

Dengan semakin nyata dampak perubahan iklim global, kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun menjadi pengingat bahwa alam selalu memberikan tanda. Masyarakat diharapkan mampu membaca dan meresponsnya secara bijaksana demi menjaga keharmonisan kehidupan.

Sasih Kaulu pun dipandang bukan sekadar bagian dari kalender adat, melainkan pengingat akan pentingnya keseimbangan antara manusia, alam, dan spiritualitas sebelum memasuki Tahun Baru Saka yang ditandai dengan perayaan Nyepi. (rls)

Kebijakan Humanis Bupati Badung, Bantuan Rp1 Juta untuk Disabilitas dan ODGJ Dinilai Tepat Sasaran

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Pemerintah Kabupaten Badung di bawah kepemimpinan Bupati I Wayan Adi Arnawa kembali meluncurkan program bantuan sosial bagi kelompok rentan. Kali ini, bantuan sebesar Rp1 juta diberikan kepada penyandang disabilitas dan Orang Dengan Gangguan Kejiwaan (ODGJ) di wilayah Kabupaten Badung.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah nyata pemerintah daerah dalam menghadirkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan sosial. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi serta membantu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang membutuhkan.

Bupati Adi Arnawa menegaskan, pemerintah daerah memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan seluruh warga mendapatkan perhatian dan perlindungan yang layak. Menurutnya, penyandang disabilitas dan ODGJ merupakan bagian dari masyarakat Badung yang memiliki hak yang sama.

“Pemerintah Kabupaten Badung hadir untuk semua lapisan masyarakat. Bantuan ini adalah bentuk kepedulian agar mereka bisa hidup lebih layak dan bermartabat,” ujar Adi Arnawa.

Ia menambahkan, program ini tidak hanya berfokus pada bantuan finansial, tetapi juga disertai dengan pendampingan sosial dan pelayanan kesehatan agar penanganan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Kebijakan tersebut mendapat apresiasi dari tokoh masyarakat Kuta Selatan. Salah satunya disampaikan oleh Kepala Lingkungan Mumbul, I Nyoman Astawa. Ia menilai program ini sangat membantu warga yang memiliki keterbatasan.

“Saya mendukung penuh kebijakan ini. Bantuan tersebut tentu meringankan beban penyandang disabilitas dan ODGJ di Badung,” kata Astawa, Senin (19/1/2026).

Meski demikian, ia berharap agar penyaluran bantuan dapat dilakukan secara tepat sasaran serta dilengkapi dengan regulasi yang jelas sehingga implementasinya mudah dan aman bagi semua pihak.

Selain itu, Astawa juga mengapresiasi perhatian Pemkab Badung terhadap kaum lansia melalui program bantuan sosial yang telah berjalan. Ia berharap ke depan nilai bantuan tersebut dapat ditingkatkan.

“Program untuk lansia sudah berjalan baik. Kami berharap nominal bantuannya dapat terus ditingkatkan,” pungkasnya.

Dengan kebijakan ini, Badung diharapkan menjadi contoh dalam pelaksanaan pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan kesejahteraan sosial. (rls)

TP PKK Badung Mantapkan Persiapan Jelang HKG PKK ke-54 Bali

PANTAUBALI.COM, DENPASAR — Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa, menghadiri Rapat Koordinasi persiapan Puncak Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Provinsi Bali Tahun 2026. Rapat berlangsung di Gedung Kertha Sabha, Denpasar, Senin (19/1/2026).

Rakor dipimpin Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, serta diikuti Sekretaris I TP PKK Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, dan Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Bali. Pertemuan ini membahas teknis pelaksanaan kegiatan, jadwal lomba, serta kriteria penilaian dalam rangka menyukseskan HKG PKK ke-54.

Dalam peringatan tahun ini, sejumlah lomba menjadi agenda utama, di antaranya Lomba Senam Sat Kerti Loka Bali, Lomba Paduan Suara, dan Lomba Memasak Menu Pangan Lokal Non-Beras dan Ikan.

Usai rapat, Ny. Rasniathi menegaskan kesiapan TP PKK Badung untuk berpartisipasi aktif dan mendukung penuh pelaksanaan HKG PKK tingkat Provinsi Bali.

“Kami berkomitmen mempersiapkan diri secara maksimal. Momentum HKG ini tidak hanya soal meraih prestasi, tetapi juga untuk memperkuat peran dan sinergi PKK dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di Badung,” ujar Rasniathi.

Rangkaian kegiatan HKG PKK ke-54 Tingkat Provinsi Bali dijadwalkan mulai berlangsung pada Februari 2026. Pelaksanaannya akan digelar serentak di seluruh kabupaten/kota di Bali sebagai wujud penguatan solidaritas kader PKK dalam mendukung pembangunan daerah. (rls)

Bupati Badung Hadiri Karya Ngerehan di Pura Dalem Sakenan Munggu

PANTAUBALI.COM, BADUNG — Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menghadiri prosesi Karya Ngerehan Ida Bhatara Ratu Bagus Kahyangan Jagat di Pura Dalem Sakenan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Minggu (18/1/2026).

Dalam upacara tersebut, Bupati turut melaksanakan prosesi nyumpangin Sekar Emas pada Sekar Taji Ida Bhatara Ratu Bagus sebagai wujud bhakti dan penghormatan.

Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Badung menyerahkan bantuan dana hibah Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp 742 juta lebih untuk mendukung pelaksanaan karya serta pelestarian adat dan budaya di Desa Munggu.

Turut hadir mendampingi Bupati, Anggota DPD RI Dapil Bali I Komang Merta Jiwa, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Anggota DPRD Badung I Made Rai Wirata, Camat Mengwi I Nyoman Suhartana, perwakilan Tripika Kecamatan Mengwi, Perbekel Desa Munggu, serta Bendesa Adat se-Desa Munggu.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada krama Desa Munggu atas persiapan dan pelaksanaan karya yang dinilai sangat baik. Ia menegaskan bahwa dana hibah yang diberikan pemerintah harus dimanfaatkan secara efektif dan tepat sasaran.

“Dana hibah ini diharapkan dapat mendukung keberlangsungan kegiatan adat dan kebutuhan masyarakat. Pengelolaannya harus transparan dan tepat guna,” ujar Bupati.

Selain menghadiri upacara adat, Bupati juga memaparkan sejumlah program prioritas Pemkab Badung pada tahun 2026. Program tersebut meliputi pembangunan infrastruktur jalan untuk mengurai kemacetan, penanganan sampah di aliran sungai, serta penguatan program sosial bagi masyarakat.

Beberapa program sosial yang akan dilanjutkan di antaranya beasiswa S1 gratis bagi keluarga kurang mampu, bantuan kematian Rp 10 juta, santunan bagi penyandang disabilitas, serta bantuan lansia sebesar Rp 3 juta yang diberikan tepat pada hari ulang tahun penerima.

Sementara itu, Manggala Karya I Made Rai Sujana menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah dan masyarakat terhadap pelaksanaan karya. Ia menjelaskan bahwa bantuan hibah Rp 742 juta lebih tersebut bersumber dari Anggaran Perubahan 2025, ditambah swadaya masyarakat serta dukungan Kepala Lingkungan Adat Desa Munggu sebesar Rp 50 juta.

Rai Sujana menambahkan, rangkaian karya telah dimulai sejak 15 September 2025 dan puncaknya dilaksanakan pada Januari 2026. Rangkaian upacara selanjutnya akan dilanjutkan dengan prosesi melaspas, pasupati, dan persembahyangan di Pura Luhur Sampurna. (rls)