- Advertisement -
Beranda blog Halaman 77

K3S Badung Gelar Aksi Sosial Pemeriksaan Kesehatan dan Penyerahan Bantuan Bagi PPKS di Desa Mengwitani

Ketua TP PKK Badung yang juga Ketua K3S Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa saat melakukan aksi sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian bantuan paket sembako, kursi roda, kepada PPKS di Kantor Desa Mengwitani, Mengwi, Minggu (26/10).
Ketua TP PKK Badung yang juga Ketua K3S Badung, Ny. Rasniathi Adi Arnawa saat melakukan aksi sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian bantuan paket sembako, kursi roda, kepada PPKS di Kantor Desa Mengwitani, Mengwi, Minggu (26/10).

PANTAUBALI.COM, – BADUNG Ketua TP PKK Kabupaten Badung yang juga Ketua Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa melakukan aksi sosial berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan pemberian bantuan paket sembako, kursi roda, kepada Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di Kantor Desa Mengwitani, Kecamatan Mengwi, Minggu (26/10).

Turut hadir anggota DPRD Badung I Made Rai Wirata, Kadis Kesehatan Kabupaten Badung dr. Made Padma Puspita, Sekretaris Dinas Sosial Badung, Bagian Pembangunan, Camat Mengwi, Perbekel Desa Mengwitani dan lainnya.

Pemeriksaan kesehatan gratis melibatkan tenaga medis dari RSUD Mangusada, RS Giri Asih, RS Suwiti, UPT Puskesmas Mengwi, dan Klinik Gandi, dengan dokter-dokter spesialis yang memberikan layanan konsultasi langsung kepada masyarakat.

Ny. Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Pihaknya juga berterima kasih kepada seluruh pihak yang berpartisipasi dalam aksi sosial ini. “Melalui aksi sosial ini, kami K3S Kabupaten Badung berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan sosial dan kesehatan bagi masyarakat, terutama bagi kelompok rentan, demi mewujudkan kesejahteraan yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Badung,” ujarnya.

Dikatakan juga kegiatan sosial ini rutin dilaksanakan setiap bulan dengan menyasar desa/kelurahan yang ada di Kabupaten Badung. Menurutnya kegiatan ini penting dilaksanakan untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatannya seperti pemeriksaan mata, payudara, gula darah, kolesterol dan penyakit lainnya dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat Badung.

“Dalam kegiatan bakti sosial ini kita juga mengundang warga disabilitas, para lansia dan kita menyiapkan juga bantuan berupa paket sembako. Semoga bantuan dan pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa bermanfaat untuk masyarakat Badung. Kami berharap masyarakat menyadari pentingnya kesehatan dan selalu memeriksakan diri jika ada keluhan-keluhan sehingga kita bisa mengetahui penyakit dalam tubuh agar tidak menjadi semakin parah, lebih baik mencegah daripada mengobati,” kata Rasniathi Adi Arnawa.

Kegiatan ini terlaksana berkat kerjasama K3S Badung dengan sejumlah mitra dan sponsor, antara lain Finns, Wihara Sanata Darma, Supermarket Bintang, Asosiasi Notaris (PPAT), Hotel Adi Darma, Coco Group, Yayasan Bunga Bali, Gerakan Badung Peduli dan UPTD Kuta Selatan pada Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Badung, dengan total 247 paket sembako.

Usai acara, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa juga berkesempatan mengunjungi rumah dua warga rentan di Banjar Panca Warga, Desa Mengwitani, untuk memberikan bantuan kursi roda dan paket sembako, dengan harapan dapat meringankan beban dan mempercepat kesembuhan mereka.(rls)

Ribuan Pelari Berkumpul di Nuanu Creative City Ikuti 5K Fun Run

Ribuan Pelari Meramaikan Lintasan 5K Fun Run di Nuanu Creative City.
Ribuan Pelari Meramaikan Lintasan 5K Fun Run di Nuanu Creative City.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Lebih dari 1.500 pelari dari berbagai komunitas, keluarga, hingga jurnalis olahraga berkumpul di Nuanu Creative City untuk mengikuti 5K Fun Run 2025 pada Minggu (27/10/2025).

Kegiatan ini untuk merayakan semangat Fun and Fair untuk semua kalangan. Tanpa podium dan tanpa kompetisi, acara ini sepenuhnya berfokus pada keseruan, kebersamaan, dan merayakan gerak bersama.

Dengan dikelilingi instalasi seni publik dan lanskap alami sebagai latar, para pelari menikmati momen-momen berkesan di setiap titik rute menjadikan setiap langkah terasa layak diabadikan.

Acara ini dipenuhi kostum-kostum kreatif dan berwarna, terinspirasi dari karakter film, pahlawan super, hingga budaya lokal, menjadikan lintasan lari bagaikan parade penuh tawa dan energi.

Mengusung semangat Fun and Fair untuk semua kalangan, Nuanu juga menghadirkan beragam permainan dan doorprize yang terbuka bagi semua peserta tanpa batasan. Dari anak-anak hingga dewasa, semua memiliki kesempatan yang sama untuk bermain, menang, dan merayakan kebugaran lewat gerakan.

Tak hanya berlari, peserta juga menikmati berbagai aktivitas di area Nuanu. Mulai dari stan makanan dan minuman, recovery corner, hingga spot foto interaktif yang ramai digunakan untuk mengabadikan momen bersama. Suasana komunitas yang hidup terpancar melalui musik, tawa, dan keceriaan yang mengiringi dari awal hingga akhir acara.

Brand & Communications Director Nuanu Creative City Ida Ayu Astari Prada mengatakan, sebagai bagian dari komitmen sosialnya, Nuanu menyalurkan 5 persen dari hasil penjualan tiket Fun Run melalui Nuanu Social Fund (NSF) untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat di sekitar Tabanan.

“Rasanya luar biasa melihat Nuanu dipenuhi senyum, tawa, dan sedikit kelelahan setelah berlari,  artinya satu hari lagi terlewati dengan baik di Nuanu,” ujarnya.

Seperti diketahui, Nuanu adalah destinasi unik di Bali yang menghadirkan beragam acara bermakna, terkurasi, dan menyenangkan.

Seiring Kabupaten Tabanan tumbuh dan menemukan ritmenya sendiri, Nuanu hadir sebagai kawasan kreatif, pusat energi dan imajinasi yang menyambut para insan kreatif dari berbagai penjuru untuk terhubung dan berkolaborasi.

“Kami berharap Nuanu menjadi tempat di mana berjalan dan berlari terasa nyaman, sekaligus mengingatkan semua orang bahwa setiap langkah membawa jejak positif bagi pemberdayaan sosial,” imbuh Ayu Astari. (ana)

RSUD Wangaya Segera Terima Bantuan Alkes Senilai 30 Miliar dari Kemenkes

RSUD Wangaya Segera Terima Bantuan Alkes Senilai 30 Miliar dari Kemenkes
RSUD Wangaya Segera Terima Bantuan Alkes Senilai 30 Miliar dari Kemenkes

DENPASAR – Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin melakukan kunjungan kerja ke RSUD Wangaya Denpasar, Jumat (24/10/2025), untuk menindaklanjuti usulan Gubernur Bali Wayan Koster yang sebelumnya disampaikan pada 16 September 2025 di Jakarta.

Saat itu, Gubernur Koster hadir di Jakarta untuk menyampaikan permohonan bantuan alat kesehatan (alkes) bagi RSUD Wangaya yang mengalami kerusakan akibat banjir. Usulan tersebut merupakan tindak lanjut dari permintaan Walikota Denpasar I.G.N. Jaya Negara sebagai aspirasi masyarakat Kota Denpasar.

Tak butuh waktu lama, Menkes Budi langsung meninjau kondisi rumah sakit dan memastikan bantuan akan segera direalisasikan. Kunjungan Menkes turut didampingi Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa, Direktur RSUD Wangaya dr. Anak Agung Made Widiasa, serta sejumlah pejabat SKPD terkait.

Setelah meninjau langsung kondisi fasilitas rumah sakit, Menkes Budi Sadikin menyampaikan komitmennya untuk merealisasikan bantuan alat kesehatan senilai puluhan miliar rupiah pada tahun ini.

“Kita memang sudah rencanakan untuk bantu Wangaya. Tadi saya lihat daftar alat-alatnya, nilainya sekitar 20 sampai 30 miliar rupiah. Harusnya bisa didapat tahun ini,” ujar Menkes Budi Sadikin.

Ia juga berpesan agar alat kesehatan yang akan diberikan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Denpasar dan Bali.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam percepatan pemulihan serta peningkatan kualitas layanan kesehatan pasca banjir yang melanda RSUD Wangaya pada 9 September 2025.

Menteri Budi Gunadi meninjau langsung kondisi fasilitas layanan dan infrastruktur rumah sakit yang terdampak banjir.
Berdasarkan laporan manajemen RSUD Wangaya, kerugian akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai Rp50 miliar, mencakup kerusakan alat kesehatan, infrastruktur gedung, hingga sistem operasional pelayanan pasien.

Dalam arahannya, Menkes menekankan pentingnya implementasi transformasi sistem kesehatan nasional, termasuk penguatan layanan primer, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, serta percepatan digitalisasi layanan kesehatan di daerah.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pemulihan fasilitas kesehatan di Bali.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Menteri Kesehatan yang telah meninjau langsung RSUD Wangaya. Pemprov Bali berkomitmen memperkuat sistem kesehatan yang tangguh, termasuk membangun rumah sakit daerah yang lebih siap menghadapi bencana,” ujar Koster.

Direktur RSUD Wangaya, dr. Anak Agung Made Widiasa, menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga pelayanan kepada masyarakat meski dihadapkan pada keterbatasan sarana pasca banjir.

“Banjir merusak gudang obat, ruang keuangan, genset, dan beberapa alat medis. Kami sudah mengajukan kebutuhan alat kesehatan ke Kemenkes, dan 12 jenis alat baru akan segera dikirim untuk mendukung pelayanan madya,” jelasnya.

Menutup kunjungan, Menkes Budi Gunadi menegaskan kesiapan pemerintah pusat dalam mendukung pemulihan RSUD Wangaya.

“Membangun rumah sakit memang tidak mudah, tapi menjaga dan memperkuatnya jauh lebih penting. RSUD Wangaya sangat vital bagi 800 ribu warga Denpasar. Pemerintah pusat siap membantu penyediaan alat kesehatan agar pelayanan bisa segera pulih dan semakin kuat,” tegasnya. (rls)

800 Jenis Tanaman Upakara dan Usadha di Taman Gumi Banten dan Usadha Besakih akan Ditata untuk Edukasi Spritual

Gubernur Bali Wayan Koster meninjau langsung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) milik Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, yakni Taman Gumi Banten dan Usadha yang berlokasi di Banjar Kedungdung, Desa Besakih, Karangasem, Sabtu (26/10/2025) pagi.
Gubernur Bali Wayan Koster meninjau langsung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) milik Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, yakni Taman Gumi Banten dan Usadha yang berlokasi di Banjar Kedungdung, Desa Besakih, Karangasem, Sabtu (26/10/2025) pagi.

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM — Gubernur Bali Wayan Koster meninjau langsung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) milik Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, yakni Taman Gumi Banten dan Usadha yang berlokasi di Banjar Kedungdung, Desa Besakih, Karangasem, Sabtu (26/10/2025) pagi.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Koster meninjau berbagai jenis tanaman lokal Bali yang berfungsi sebagai tanaman upakara dan tanaman obat tradisional (usadha). Taman seluas 4,2 hektar ini ditanami lebih dari 800 jenis tanaman, antara lain cempaka, Kenanga, majegau, kelapa mulung, kelapa daksina, kelapa gading, tanaman puspa dewata, dan beragam tanaman lain yang digunakan dalam prosesi upacara keagamaan di Pura Agung Besakih.

“Tanaman-tanaman yang tumbuh di sini menjadi sumber utama bahan upakara di kompleks Pura Besakih sepanjang tahun. Di kawasan suci ini ada 118 jenis upacara yang rutin dilaksanakan, sehingga keberadaan taman ini sangat penting,” ujar Gubernur Koster.

Menurutnya, penataan taman ke depan akan dilakukan secara lebih tertata dan komunikatif, dengan pengelompokan tanaman berdasarkan jenis dan tema agar lebih mudah dipahami pengunjung. Ia juga mengarahkan agar dibuatkan blok-blok khusus, termasuk aturan pengambilan tanaman tertentu dengan prosesi upacara agar tidak dilakukan secara sembarangan.

“Saya ingin taman ini menjadi kebun edukatif yang hidup. Pengunjung tidak hanya melihat tanaman, tapi juga memahami maknanya dalam upacara dan kehidupan spiritual masyarakat Bali,” tegas Koster.

Langkah pembangunan Taman Gumi Banten dan Usadha ini merupakan implementasi dari Peraturan Gubernur Bali Nomor 29 Tahun 2020 tentang Pelestarian Tanaman Lokal Bali untuk Taman Gumi Banten, Usadha, dan Penghijauan. Melalui kebijakan ini, Pemerintah Provinsi Bali berupaya melestarikan tanaman lokal Bali yang memiliki fungsi penting dalam kehidupan masyarakat adat dan keagamaan.

Gubernur Koster menegaskan, keberadaan taman ini sekaligus menjadi solusi bagi masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh tanaman langka untuk keperluan upacara keagamaan maupun pengobatan tradisional.

“Tanaman lokal Bali semakin sulit ditemukan. Dengan adanya kebun ini, kita jaga agar warisan hayati dan budaya Bali tetap lestari dan bisa diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Selain di Besakih, Gubernur juga membuka peluang untuk mengembangkan taman serupa di wilayah lain di Bali. Saat ini, pihaknya sedang melakukan identifikasi terhadap tanah aset Pemerintah Provinsi Bali yang memiliki ekosistem geografis yang mendukung untuk pengembangan tanaman upakara dan usada.

“Kita akan lihat di mana tanah aset Pemprov yang cocok. Kalau memungkinkan, taman seperti ini akan kita tambah di lokasi lain agar pelestarian tanaman lokal semakin meluas,” kata Koster.

Melalui inisiatif ini, Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya untuk menjadikan Kelestarian alam dan budaya sebagai satu kesatuan pembangunan berkelanjutan, selaras dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali menuju kehidupan krama Bali yang sejahtera dan harmonis dengan alam. (Rls)

Pewarta Rayakan HUT ke-11 dengan Konsep Tri Hita Karana

Pewarta Tabanan menyerahkan bibit pohon cempaka kepada prajuru Pura Luhur Batukaru usai kegiatan persembahyangan bersama pada Sabtu (25/10/2025).
Pewarta Tabanan menyerahkan bibit pohon cempaka kepada prajuru Pura Luhur Batukaru usai kegiatan persembahyangan bersama pada Sabtu (25/10/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Persatuan Wartawan Tabanan (Pewarta) merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-11 pada Selasa (28/10/2025) nanti.

Perayaan HUT Pewarta Ke-11 di tahun ini akan dilaksanakan dengan sejumlah kegiatan yang berlandaskan konsep Tri Hita Karana.

Konsep Tri Hita Karana menjadi pijakan seluruh aktivitas hidup di Bali. Konsep itu memberikan gambaran mengenai penyebab keharmonisan hidup antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungannya.

Dengan konsep itu, perayaan HUT Pewarta Ke-11 diawali dengan kegiatan ngaturang bakti atau persembahyangan bersama secara khidmat di Pura Luhur Batukau, Desa Wongaya Gede, Kecamatan Penebel.

Kegiatan itu berlangsung pada Sabtu (25/10/2025) yang bertepatan dengan Tumpek Wariga, sebuah hari suci dalam agama Hindu di Bali untuk menghormati dan bersyukur kepada Dewa Sangkara, penguasa kesuburan tumbuh-tumbuhan.

Karena itu, usai melakukan persembahyangan bersama, para anggota Pewarta baik dari media cetak, televisi, dan online melakukan penyerahan 50 bibit pohon cempaka kepada prajuru atau pengurus Pura Luhur Batukau.

Bibit pohon Cempaka nantinya akan ditanam pada kawasan hutan lindung yang ada di sekitar Pura Luhur Batukau.

Ketua Pewarta Tabanan, Anak Agung Gede Kayika Sasrawiguna mengatakan, kegiatan ini merupakan wujud kontribusi dan kepedulian wartawan yang sehari-harinya bertugas di Kabupaten Tabanan terhadap pelestarian alam.

Apalagi belakangan ini, Bali sedang menghadapi persoalan lingkungan yang pelik. Mulai dari alih fungsi lahan dan berkurangnya vegetasi.

Sehingga beberapa waktu lalu, beberapa persoalan lingkungan itu ditengarai menjadi penyebab munculnya bencana banjir pada beberapa wilayah di Bali.

“Kegiatan ini sekaligus menjadi refleksi spiritual bagi kami Pewarta di usianya yang sudah memasuki sebelas tahun,” kata Kayika.

Dengan demikian, sambung Kayika, perayaan HUT Pewarta Ke-11 bukan hanya sekadar seremonial belaka. Lebih dari itu, perayaan HUT kali ini memberikan makna bagi seluruh anggotanya, masyarakat, dan lingkungan.

“Melalui konsep Tri Hita Karana, kami berupaya menjaga keharmonisan hubungan dengan Ida Sang Hyang Widhi, sesama manusia, dan alam sekitar,” ujar Kayika.

Ia menambahkan, pohon cempaka dipilih karena memiliki nilai filosofis yang erat dengan kehidupan spiritual masyarakat Bali.

“Cempaka sering digunakan dalam sarana upacara keagamaan. Dengan menanam pohon ini, kami berharap turut menjaga keberlanjutan sumber sarana yadnya dan kelestarian hutan Batukaru yang menjadi paru-paru Tabanan,” jelasnya.

Selain kegiatan bakti dan penanaman pohon, Pewarta juga merencanakan sejumlah kegiatan lanjutan sebagai rangkaian perayaan ulang tahun, di antaranya kunjungan sosial ke panti asuhan dan refleksi profesi untuk memperkuat etika jurnalistik di kalangan anggotanya.

“Kami ingin wartawan Tabanan tidak hanya kuat di sisi profesionalisme, tapi juga memiliki kepekaan sosial dan kepedulian lingkungan,” imbuhnya.

Rangkaian kegiatan HUT Pewarta yang dilaksanakan di lereng Gunung Batukau ini pun mendapat sambutan hangat dari pengempon pura serta masyarakat setempat.

Mereka mengapresiasi langkah wartawan yang menjadikan momentum ulang tahun sebagai sarana memperkuat harmoni dan menjaga kelestarian alam Bali. (ana)

Gerakan Bali Bersih Sampah TP. PKK Badung Laksanakan Gerak Bersih Pantai

Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa saat melaksanakan gerakan bersih-bersih di Pantai Kelan, Kecamatan Kuta, Jumat (24/10).
Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa saat melaksanakan gerakan bersih-bersih di Pantai Kelan, Kecamatan Kuta, Jumat (24/10).

PANTAUBALI.COM, – BADUNG Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Badung yang juga selaku Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, melaksanakan gerakan bersih-bersih di Pantai Kelan, Kecamatan Kuta, Jumat (24/10).

Turut hadir Ketua Gatriwara Badung Nyonya Gusti Ayu Trisna Dewi Anom Gumanti, Ketua DWP Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba, Lurah Tuban, Ketua Bhayangkari Cabang Badung, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini, Ketua Jalasenastri Lanal Denpasar, Ketua IWAPT Cabang Badung, Ketua Tiara Kusuma Cabang Badung, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan se- Kabupaten Badung, anggota PKK se-Kabupaten Badung dan tim kebersihan DLHK Badung.

Nyonya Rasniathi menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk nyata komitmen TP. PKK Kabupaten Badung dalam mendukung program pemerintah untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah berbasis sumber.

“Tujuannya selain bersih pantai, bersihkan lingkungan sekitar kita. Saya selaku Duta Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber juga menghimbau kepada ibu-ibu anggota organisasi kewanitaan agar mensosialisasikan atau disampaikan ke masyarakat lingkungan sekitar untuk tidak lagi buang sampah sembarangan, terutamanya di sungai,” ujarnya.

Sebagai bentuk nyata dukungan terhadap pengelolaan sampah di lingkungan masyarakat, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan tempat sampah secara simbolis oleh Ketua TP. PKK Kabupaten Badung kepada perwakilan masyarakat dan organisasi kewanitaan. Pemberian tempat sampah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih disiplin dalam memilah dan mengelola sampah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan aksi bersih-bersih di kawasan Pantai Kelan yang diikuti antusias oleh seluruh peserta. TP. PKK Kabupaten Badung berharap kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi masyarakat luas untuk senantiasa menjaga kebersihan lingkungan. (rls)

Ketua TP PKK Badung Gelar Temu Wirasa dengan PKK dan Kader Posyandu Se-Kelurahan Sading

Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa saat menggelar Temu Wirasa bersama pengurus PKK beserta anggota dan kader Posyandu se-Kelurahan Sading di Kantor Lurah, Jumat (24/10).
Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa saat menggelar Temu Wirasa bersama pengurus PKK beserta anggota dan kader Posyandu se-Kelurahan Sading di Kantor Lurah, Jumat (24/10).

PANTAUBALI.COM, – BADUNG Ketua TP PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, menggelar Temu Wirasa bersama pengurus PKK beserta anggota dan kader Posyandu se-Kelurahan Sading. Acara yang berlangsung di Ruang Pertemuan Kantor Lurah Sading ini diawali dengan kegiatan bakti sosial, Jumat (24/10).

Sebelumnya Ketua TP PKK Badung bersama rombongan melaksanakan bakti sosial mengunjungi Jro Bendesa Adat Sading Ketut Surata yang sedang menderita kanker nasofaring dan Ni Wayan Misinem warga kurang mampu serta meninjau Industri Kecil Menengah (IKM) di Banjar Pekandelan.

Selanjutnya rombongan meninjau lokasi ‘Tong Edan’ di Perumahan Multi Permai I, yang merupakan salah satu inovasi penanganan sampah berbasis sumber.

Dalam arahannya, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan rasa bangga karena kegiatan Temu Wirasa ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan bersama ibu-ibu PKK dan kader Posyandu di Kelurahan Sading.

“Ini merupakan momentum untuk menyelaraskan program-program TP PKK dan Posyandu, dari tingkat kabupaten hingga ke kelurahan dan desa.

Melalui Temu Wirasa kita harapkan lahir pemahaman dan tujuan yang sama dalam mewujudkan kesejahteraan keluarga melalui pemberdayaan sumber daya yang ada di masing-masing keluarga.

Terima kasih kepada Lurah Sading bersama jajaran yang sudah bekerja dengan sigap sehingga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat sudah terlayani dengan baik” ujarnya. (rls)

Pendakian ke Pucak Mangu Ditutup Sementara, Pemkab Badung Dukung Karya Sakral 10 Tahun Sekali

Pura Pucak Mangu.
Pura Pucak Mangu.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Jalur pendakian ke Pura Pucak Mangu, Desa Adat Tinggan, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, ditutup sementara mulai 21 Oktober hingga 17 November 2025. Penutupan ini dilakukan karena digelarnya karya besar 10 tahun sekali yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Badung bersama krama Desa Adat Tinggan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sudarwitha, saat dikonfirmasi, Jumat (24/10/2025), menjelaskan bahwa selama periode tersebut akan berlangsung rangkaian upacara Pujawali, Mapadudusan Agung, Manawa Ratna, Mapeselang, Mapadanan Madasar Tawur Balik Sumpah Utama, serta upacara Segara Kerthi, Danu Kerthi, dan Wana Kerthi di Pura Penataran Agung Pucak Mangu.

“Kami mohon pengertian masyarakat, khususnya para pendaki, untuk sementara menunda kegiatan pendakian ke Pucak Mangu karena di puncak sedang berlangsung karya suci yang dilaksanakan sekali dalam sepuluh tahun,” ujar Sudarwitha.

Ia menegaskan, penutupan jalur pendakian dilakukan untuk menjaga kesucian lokasi serta kelancaran prosesi yadnya yang melibatkan ribuan krama dari berbagai wilayah.

Lebih lanjut, Sudarwitha menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Badung memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan karya tersebut, baik dari sisi fasilitasi, koordinasi, maupun pendanaan.

Hal itu sejalan dengan ketentuan dalam Peraturan Bupati (Perbup) tentang tanggung jawab pemerintah daerah terhadap pelaksanaan upacara di kahyangan jagat dan Sad khayangan yang berada di wilayah administratif masing-masing.

“Pemerintah Kabupaten Badung turut menanggung tanggung jawab sebagai pengempon salah satu Sad kahyangan, yakni Pura Pucak Mangu. Dukungan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melestarikan nilai-nilai adat, agama, tradisi, dan budaya Bali,” jelasnya.

Mantan camat Petang ini juga mengatakan, puncak karya di Penataran Agung Pura Pucak Mangu akan dilaksanakan pada Purnama Kalima atau pada tanggal 5 November 2015.

“Upacara besar yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun ini menjadi momentum penting bagi masyarakat untuk memperkuat spiritualitas dan kebersamaan dalam menjaga keharmonisan alam, manusia, dan Tuhan. Karena itu, kami harapkan masyarakat ikut menjaga ketertiban dan menghormati pelaksanaan upacara hingga seluruh prosesi rampung,” terangnya. (ana)

98 Perangkat Desa di Tabanan Ikut Bimtek Transformasi Desa Digital

Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Bersama tentang Transformasi Desa Digital, yang digelar di Aula Obyek Wisata Pantai Soka, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg Barat, pada Jumat (25/10/2025).
Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Bersama tentang Transformasi Desa Digital, yang digelar di Aula Obyek Wisata Pantai Soka, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg Barat, pada Jumat (25/10/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 98 perangkat desa dari lima kecamatan di Kabupaten Tabanan mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Bersama tentang Transformasi Desa Digital, yang digelar di Aula Obyek Wisata Pantai Soka, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg Barat, pada Jumat (24/10/2025).

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan perangkat desa dalam menghadapi era digitalisasi pemerintahan desa.

Melalui bimtek ini, para peserta diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi guna mempercepat pelayanan publik dan mewujudkan tata kelola desa yang lebih efektif, efisien, dan transparan.

Ketua Panitia, I Gde Komang Restan Wisnawa, yang juga menjabat sebagai Perbekel Desa Delod Peken, menjelaskan bahwa peserta bimtek berasal dari lima kecamatan, yakni Kecamatan Tabanan, Selemadeg, Selemadeg Timur, Selemadeg Barat, dan Kecamatan Pupuan.

“Transformasi desa digital bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan. Melalui kegiatan ini, perangkat desa diharapkan memahami konsep digitalisasi pemerintahan desa serta mampu mengimplementasikan layanan digital secara berkelanjutan untuk kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Restan Wisnawa.

Ia menambahkan, selain kegiatan bimtek di Tabanan, peserta juga akan mengikuti Orientasi Lapangan (OL) ke Desa Ponggok, Kecamatan Polan Harjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah salah satu desa digital berprestasi nasional yang dikenal sukses mengembangkan potensi ekonomi dan pelayanan publik berbasis teknologi informasi.

Bimtek ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu I Gede Wayan Siswantara, Kepala Bidang Layanan E-Government Dinas Kominfo Tabanan, dan I Gusti Made Merta Putra, Pejabat Fungsional PSM Ahli Muda dari Dinas PMD Tabanan.

Dalam paparannya, Siswantara menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah desa dan Dinas Kominfo dalam membangun ekosistem digital yang inklusif.

“Digitalisasi desa harus dimulai dari peningkatan kapasitas SDM perangkat desa. Ketika SDM siap, maka inovasi layanan publik berbasis teknologi akan tumbuh dengan sendirinya,” ujarnya.

Sementara itu, Merta Putra menekankan bahwa transformasi digital di tingkat desa juga harus diimbangi dengan tata kelola yang baik, data yang valid, dan komitmen seluruh perangkat desa untuk terus berinovasi.  (rls)

Bungan Desa ke – 62 di Pujungan: Bupati Sanjaya Dorong Sinergi Potensi Agraris dan Kreativitas Warga

PANTAUBALI.COM Tabanan – Program unggulan “Bupati Berkantor di Desa” kembali dilaksanakan oleh Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., yang kali ini menyapa langsung masyarakat Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Jumat (24/10).

Kegiatan ini merupakan pelaksanaan ke-62 dari program “Bungan Desa” yang menjadi wujud nyata kedekatan pemerintah dengan masyarakat desa.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Sanjaya bersama istri yang juga Ketua TP PKK dan Dekranasda Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.

Kegiatan “Bungan Desa” di Desa Pujungan turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, Sekretaris I TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Budiasih Dirga, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, para Asisten dan Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, unsur Forkopimcam Pupuan, Kepala Instansi Vertikal di wilayah Tabanan, Ketua TP PKK Desa Pujungan beserta anggota, serta para tokoh masyarakat dan warga setempat yang antusias menyambut kehadiran rombongan.

Kegiatan dimulai mengunjungi Peternakan Kambing milik I Gede Giri di Banjar Margasari. Di sana, ia berinteraksi langsung dengan warga dan memberi makan ternak.

Kemudian dilanjutkan ke perkebunan kopi milik I Wayan Nuarta di Banjar Margasari, di mana Bupati Sanjaya dan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya ikut mempraktikkan teknik penyambungan pohon kopi.

Selanjutnya, kunjungan berlanjut ke tempat kerajinan rajut milik Ni Wayan Eka Santini, di mana Ny. Rai Wahyuni Sanjaya berkesempatan merajut topi bersama para pengrajin. Kemudian melanjutkan kunjungan ke keluarga terduga stunting dan melaksanakan pembuatan lubang biopori di lahan rumah milik warga setempat, disertai penyerahan alat dan tutup biopori oleh Ny. Rai Wahyuni Sanjaya.

Suasana semakin hangat ketika jajaran tiba di Gedung Serbaguna Lila Winangun Banjar Puspasari untuk bertatap muka dengan masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sanjaya dan jajaran turut memainkan permainan tradisional Matembing sebagai simbol pelestarian budaya lokal.

Berdasarkan data, Desa Pujungan mencatat jumlah keluarga stunting hanya sebesar 0,71 persen dari total 280 balita, angka yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya penanganan stunting di wilayah tersebut.

Hal tersebut terlihat dari semangat dan keceriaan generasi muda menyambut kehadiran jajaran. Pun selaku Bunda Literasi, Ny. Rai Wahyuni memyerahkan buku bacaan secara simbolis sebagai dukungan terhadap peningkatan minat baca siswa-siswi setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan komitmennya untuk terus membawa pelayanan publik turun langsung ke tengah masyarakat.

“Apapun pelayanan-pelayanan yang kami miliki, kami ajak turun di tengah-tengah masyarakat. Tujuannya adalah untuk melayani masyarakat kita sehingga hubungan antara Pemerintah Kabupaten Tabanan dan Desa Pujungan dalam melayani masyarakat bisa betul-betul kita wujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” ujarnya

Lebih jauh, Sanjaya juga menyoroti potensi besar Desa Pujungan di bidang pertanian, khususnya kopi. Ia menilai kondisi geografis desa yang berada di dataran tinggi dengan udara sejuk dan tanah subur merupakan keunggulan alami.

Dalam sambutannya, orang nomor satu di Tabanan tersebut menyampaikan bahwa kopi robusta dari Desa Pujungan dikenal memiliki aroma kuat, cita rasa khas, dan mutu biji yang unggul.

Namun yang paling membanggakan, menurutnya, adalah inovasi petani yang kini mulai menerapkan teknik penyambungan batang kopi, menggabungkan kekuatan akar lokal tahan penyakit dengan varietas unggul berproduktivitas tinggi.

“Inovasi ini bukan hanya sekadar langkah teknis dalam bertani, tetapi mencerminkan perubahan pola pikir dan semangat baru masyarakat desa untuk terus beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” tegas Sanjaya.

Selain kopi, Ia juga menyoroti potensi besar peternakan kambing di Desa Pujungan. Saat kunjungannya ke peternakan, Sanjaya melihat potensi peternakan kambing di Desa Pujungan yang tidak hanya menghasilkan daging dan susu, tetapi juga pupuk organik dari kotorannya yang dapat dimanfaatkan untuk pertanian.

“Saya menginginkan kabupaten ini bukan hanya sebagai lumbung beras, tetapi juga lumbung pangannya Bali. Ketika alam memberikan kita tanah subur dan SDM yang bagus, tinggal bagaimana pemerintah mengonsepkan sehingga tercipta nilai yang menjadi harapan masyarakat di bidang pangan,” imbuh Sanjaya.

Ia menegaskan, bahwa pengembangan peternakan harus disertai riset dari hulu hingga hilir agar hasilnya memberi nilai tambah bagi kesejahteraan warga. Menurut Sanjaya, sektor pertanian, peternakan, dan kerajinan tangan adalah tiga pilar ekonomi desa yang saling mendukung.

Terutama peran pertanian dan peternakan dalam upaya menjaga ketahanan pangan di Tabanan dan Bali secara umum.

“Hari ini saya berada di Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, dalam rangka pelaksanaan program Bungan Desa yang ke-62. Program ini kami jalankan dengan tujuan mendekatkan pelayanan dan program Pemerintah Kabupaten Tabanan kepada masyarakat desa. Ternyata di Pujungan, selain pelayanan, kami banyak belajar dari potensi yang ada.

Hampir 80 persen wilayahnya adalah pertanian dan perkebunan kopi, serta masyarakat juga banyak memelihara kambing,” pungkss Sanjaya.

Pihaknya juga berdiskusi dengan para petani dan peternak yang mempunyai semangat tinggi. Dengan lingkungan yang sejuk dan alam yang baik, Sanjaya meyakini potensi ini luar biasa ditambah sinergi dengan pemerintah.

“Inilah tugas kami untuk menghadirkan solusi dengan menggandeng Perusda agar bisa bersinergi dalam sistem hilirisasi, supaya hasil ternak dan pertanian masyarakat bisa menembus pasar, bahkan hingga luar Bali. Ini menjadi pelajaran dan pengalaman berharga bagi kami untuk terus membantu petani dan peternak mempercepat terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani,” tegas Sanjaya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, yang juga selaku Ketua Dekranasda, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, juga memberikan apresiasi tinggi terhadap karya pengrajin rajut di Desa Pujungan.

“Pada pagi hari ini saya selaku Ketua Dekranasda mengunjungi pengrajin rajut kita di Desa Pujungan. Ini luar biasa karena tidak hanya menjadi kegiatan ibu rumah tangga, tetapi juga sumber ekonomi. Produk mereka bahkan sudah menembus pasar Denpasar dan diminati pembeli dari luar negeri,” ujarnya.

Lebih lanjut, Ny. Rai Wahyuni menyampaikan harapannya agar kerajinan rajut Desa Pujungan semakin dikenal luas. “Saya berharap ke depan produk rajut ini bisa ikut pameran di Jakarta dan menjadi ikon Kabupaten Tabanan. Ini kerajinan handmade dengan nilai seni yang tinggi dan potensi besar untuk berkembang,” tambahnya. (rls)