- Advertisement -
Beranda blog Halaman 78

Bupati Badung Dialog Bersama Komunitas Masyarakat Pantai Bingin

Bupati Adi Arnawa saat berdialog dengan tokoh dan komunitas masyarakat kawasan Pantai Bingin di The Cashew Tree, Jalan Pantai Bingin, Pecatu, Kuta Selatan, Kamis (20/11/2025).
Bupati Adi Arnawa saat berdialog dengan tokoh dan komunitas masyarakat kawasan Pantai Bingin di The Cashew Tree, Jalan Pantai Bingin, Pecatu, Kuta Selatan, Kamis (20/11/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa berdialog dengan tokoh dan komunitas masyarakat di kawasan Pantai Bingin, pada Kamis (20/11/2025), bertempat di The Cashew Tree, Jalan Pantai Bingin, Pecatu, Kuta Selatan.

Bupati Badung Adi Arnawa menyampaikan, pertemuan ini merupakan bentuk komitmen dari pemerintah untuk selalu melibatkan komunitas masyarakat di sekitar Pantai Bingin dalam pembuatan Masterplan (Rencana) Penataan Pantai Bingin.

Selain itu, disepakati beberapa hal diantaranya pembuatan akses sementara menuju pantai Bingin.

“Saya tidak mau hanya mendapat laporan saja, tapi ingin memastikan langsung apa yang menjadi keluhan-keluhan dari komunitas masyarakat disini, dan menerima beberapa masukan untuk Masterplan dari penataan Pantai Bingin ini. Seperti yang saya katakan pada waktu pembongkaran, saya tidak akan memarginalkan masyarakat saya, untuk itu saya langsung turun ke masyarakat,” ucapnya

Sementara itu, Ketua Bingin Boardriders Mega Semadhi juga menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab Badung Khususnya Bupati Badung, yang sudah hadir langsung untuk mendengar keluhan dan masukan dari komunitas masyarakat di kawasan Pantai Bingin.

“Sebagai salah satu komunitas Surfer (Peselancar) yang sering beraktivitas di pantai Bingin, kami berharap realisasi penataan pantai Bingin bisa segera dilaksanakan, agar Pantai Bingin bisa kembali diminati kembali oleh para wisatawan,”

“Untuk sementara pembuatan akses  menuju pantai Bingin sangat dibutuhkan dan Bapak Bupati sudah memerintahkan Dinas PUPR untuk bisa membuatkan akses sementara ke pantai Bingin,” ujarnya.

Turut Hadir pada kesempatan ini, anggota DPRD Badung sekaligus Bendesa Desa Adat Pecatu I Made Sumerta, anggota DPRD Badung I Made Tomy Martana Putra, Sekretaris Dinas PUPR Badung Nyoman Karyasa, Komunitas Bingin Boardriders dan tokoh masyarakat lainnya.

Peringati Puputan Margarana, Gubernur Bali Ajak Generasi Muda Aktif Isi Kemerdekaan

Peringatan Hari Puputan Margarana ke-79 di Taman Makam Pahlawan Margarana, Tabanan, Kamis (20/11/2025).
Peringatan Hari Puputan Margarana ke-79 di Taman Makam Pahlawan Margarana, Tabanan, Kamis (20/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Peringatan Hari Puputan Margarana ke-79 diselenggarakan dengan khidmat di Taman Makam Pahlawan Margarana, Tabanan, Kamis (20/11/2025).

Dalam kesempatan itu, Gubernur Bali Wayan Koster menyerukan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga dan mengisi kemerdekaan melalui kontribusi nyata bagi bangsa.

Gubernur Koster mengingatkan bahwa Puputan Margarana merupakan salah satu peristiwa paling heroik dalam sejarah perjuangan Bali.

Pada 20 November 1946, Letnan I Gusti Ngurah Rai bersama 69 anggota pasukan Ciung Wanara gugur melawan agresi Belanda.

Pertempuran tersebut menewaskan sekitar 400 serdadu Belanda dan menandai tekad pantang menyerah rakyat Bali dalam mempertahankan kemerdekaan.

“Puputan Margarana mengajarkan bahwa kemerdekaan tidak jatuh dari langit, tetapi lahir dari keberanian, kebersamaan, dan keikhlasan para pejuang,” ujar Koster dalam sambutannya.

Ia menekankan, semangat itu harus terus diwariskan kepada generasi muda sebagai modal membangun bangsa di tengah tantangan zaman.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Mengobarkan Jiwa dan Semangat Puputan Margarana Menuju Bali Maju yang Bermartabat.”

Menurut Koster, tema tersebut menjadi pengingat bahwa nilai-nilai luhur kepahlawanan harus menjadi pondasi dalam memperkuat solidaritas, menjaga persatuan, dan mendorong kesejahteraan masyarakat Bali.

Koster juga menegaskan bahwa momentum historis Puputan Margarana menjadi pijakan penting dalam mewujudkan Bali yang damai, aman, dan bermartabat.

Ia mengajak seluruh pihak untuk bersinergi dan berkolaborasi guna mendukung visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru.

Upacara peringatan dipimpin AKBP Mahfud Didik Wiratmoko, Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Bali. Acara ditutup dengan penyerahan Piala Bergilir Napak Tilas dari Gubernur Bali kepada Kabupaten Bangli sebagai juara pertama.

Peringatan juga diisi dengan prosesi peletakan dan tabur bunga, diiringi tabuh baleganjur serta kehadiran peed dari Desa Adat Klaci Marga. (ana)

Peringati 20 November, Warga Padati TPB Margarana untuk Ziarah hingga Edukasi Sejarah

Kegiatan ziarah di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Kamis (20/11/2025).
Kegiatan ziarah di Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Kamis (20/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Setiap 20 November, masyarakat memadati Taman Pujaan Bangsa (TPB) Margarana di Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, untuk berziarah dan mengenang para pahlawan yang gugur dalam Puputan Margarana pada 1946.

Pada Kamis (20/11/2026) pagi, ratusan warga datang sejak matahari terbit untuk mendoakan para pejuang serta mengenalkan sejarah pertempuran kepada anak-anak mereka.

Cucu salah satu pejuang Puputan Margarana, I Gusti Ngurah Nyoman Oka (almarhum), yakni I Gusti Ngurah Darma Putra, mengatakan ia selalu datang bersama istri dan anaknya untuk berziarah. Kakeknya adalah pejuang asal Desa Bugbugan, Penebel.

“Setiap tahun kami pasti datang untuk berdoa,” ujarnya.

Darma Putra mengaku keluarganya tidak lagi memiliki arsip perjuangan kakeknya. Namun, ia mengetahui cerita keberanian kakeknya dari sang ayah.

“Saya bangga punya kakek yang ikut bertempur. Waktu zaman gerilya, kakek saya salah satu wakil dari Desa Senganan yang ikut berperang di sini. Selain kakek, banyak juga pejuang dari Senganan,” katanya.

Warga lain, I Wayan Budiarta dari Desa Geluntung, Marga, juga datang berziarah meski tidak memiliki keluarga yang gugur. Baginya, datang ke Margarana adalah bentuk penghormatan kepada para pahlawan. “Ini bentuk hormat kami,” katanya.

Selain berziarah, Budiarta rutin mengajak anak-anaknya mengunjungi Museum TPB Margarana sebagai cara mengenalkan sejarah dan menumbuhkan rasa nasionalisme sejak dini. Ia menilai kunjungan langsung ke lokasi bersejarah membuat anak-anak lebih memahami nilai perjuangan.

“Anak-anak harus tahu di sini pernah terjadi pertempuran besar. Suasananya beda, mereka bisa merasakan langsung nilai perjuangan,” ujarnya.

Museum TPB Margarana menjadi salah satu tujuan favorit pengunjung. Museum ini menyimpan senjata, pakaian, dokumen perjuangan, hingga replika strategi pasukan Ciung Wanara yanh dipimpin oleh I Gusti Ngurah Rai. Meski hanya dibuka pada hari tertentu, minat pengunjung tetap tinggi.

Putu Sri Wahyuni, warga asal Cepik, Tabanan, juga mengajak anak-anaknya berkunjung ke museum. Ia mengaku cukup sering datang meski museum tidak selalu buka.

“Spot wajib itu museum. Di sini kami bisa lihat senjata dan benda bersejarah,” katanya.

Ia menambahkan, upacara peringatan setiap 20 November juga menjadi daya tarik bagi keluarga.

“Saya ingin menanamkan rasa nasionalisme. Pahlawan sudah berjuang memberi kemerdekaan, tugas kita menghargai,” ujarnya.

Peringatan 20 November di TPB Margarana tidak hanya menjadi momen mengenang sejarah, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda mengenai keberanian, pengorbanan, dan nilai cinta tanah air yang diwariskan para pejuang. (ana)

Tradisi Ngenyit Linting di Tabanan, Dipercaya Menerangi Perjalanan Leluhur ke Nirwana

Tradisi Ngenyit Linting di Kabupaten Tabanan.
Tradisi Ngenyit Linting di Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kabupaten Tabanan, Bali, tidak hanya dikenal dengan tradisi agrarisnya, tetapi juga memiliki berbagai kearifan lokal yang masih dijalankan hingga kini.

Salah satu tradisi yang tetap lestari adalah Ngenyit Linting atau menyalakan pelita. Tradisi ini masih tetap dilakukan oleh masyarakat di beberapa desa di wilayah Kabupaten Tabanan saat Hari Raya Galungan pada waktu sandikala.

Linting yang digunakan dalam tradisi ini dibuat dari kapas yang dililitkan pada sebatang lidi, kemudian dicelup minyak kelapa sebelum dinyalakan. Linting tersebut diletakkan di beberapa titik di sekitar pekarangan rumah, seperti di depan pelinggih maupun di depan rumah.

Menurut Bendesa Adat Tunjuk I Made Nawa yang menjalankan tradisi ini setiap Galungan, menyebut tradisi tersebut sudah diwariskan secara turun-temurun. Masyarakat percaya para leluhur datang pada Hari Raya Galungan dan kembali ke Nirwana pada malam harinya.

“Linting yang dinyalakan menjadi simbol penerangan untuk menghantarkan leluhur kembali ke Nirwana,” jelasnya.

Nawa menjelaskan, tidak ada ketentuan khusus mengenai jumlah linting yang harus dipasang. Yang terpenting, pelita tersebut ditancapkan di depan pelinggih sebagai bentuk penghormatan.

Masyarakat percaya jika meninggalkan tradisi ini dapat mendatangkan kebrebehan atau bencana, seperti wabah penyakit atau serangan hama.

“Selama ini kami selalu melaksanakannya. Tidak pernah tidak,” tegas Nawa. (ana)

Bupati Tabanan Serahkan SK PPPK Tahap II 

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melantik sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II tahun anggaran 2024 dalam Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) pada Senin (17/11/2025).
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melantik sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II tahun anggaran 2024 dalam Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) pada Senin (17/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya melantik sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II tahun anggaran 2024 dalam Upacara Peringatan Hari Kesadaran Nasional (HKN) pada Senin (17/11/2025).

SK secara simbolis diserahkan kepada 14 orang P3K Tahap II Tahun Anggaran 2024, yang sebelumnya mengalami keterlambatan akibat proses verifikasi dan validasi berkas.

“Bapak/Ibu yang sempat tercecer sudah resmi menerima SK dan menjadi bagian dari keluarga besar ASN Kabupaten Tabanan. Keterlambatan ini tidak mengurangi nilai perjuangan dan dedikasi yang telah Bapak/Ibu berikan,” ujar Sanjaya.

Selanjutnya, Sanjaya juga memberikan Penghargaan The Best ASN 2025 kepada 2 orang ASN, serta menyerahkan 33 Penghargaan kepada pegawai Purna Tugas PNS TMT 1 November 2025 kepada pegawai yang telah ditetapkan.

Penghargaan diberikan untuk menanamkan motivasi agar seluruh ASN terus meningkatkan etos kerja dan kualitas pelayanan publik. Pemberian penghargaan kepada Purna Tugas diharapkan agar jangan pernah melupakan satu kesatuan bagian dari ASN di Kabupaten Tabanan serta menghormati pengabdian para pegawai.

“Walaupun sudah purna tugas, jangan pernah melupakan bahwa kita pernah menjadi satu keluarga ASN Tabanan,” ujarnya.

Acara juga dirangkaikan dengan Penyerahan Penghargaan The Best ASN 2025, serta Penyerahan Penghargaan Purna Tugas PNS TMT 1 November 2025.

Turut hadir Sekda, para Asisten, Staf Ahli Bupati, para Kepala Perangkat Daerah di lingkungan Pemkab Tabanan, pimpinan BPD Bali Cabang Tabanan, serta seluruh peserta upacara dari unsur ASN. (ana)

Napak Tilas Pahlawan Nasional l Gusti Ngurah Rai 

Sekda Badung, IB. Surya Suamba, hadir sebagai Inspektur upacara Napak Tilas Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai di Kabupaten Badung di Wantilan Pura Lingga Bhuana Puspem Badung, Senin (17/11/2025).
Sekda Badung, IB. Surya Suamba, hadir sebagai Inspektur upacara Napak Tilas Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai di Kabupaten Badung di Wantilan Pura Lingga Bhuana Puspem Badung, Senin (17/11/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Upacara Napak Tilas Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai dilaksanakan di Wantilan Pura Lingga Bhuana Puspem Badung, pada Senin (17/11/2025).

Mengusung tema Mengabdi Tanpa Batas Berjuang Sepanjang Masa Tetap Tegaknya NKRI, kegiatan ini  ditandai dengan serah terima Pataka Panji Panji dan surat sakti I Gusti Ngurah Rai, serta penandatanganan naskah serah terima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Badung, IB. Surya Suamba, sebagai Inspektur upacara dan perwakilan petugas Napak Tilas.

Sekda Surya Suamba mengatakan, acara napak tilas merupakan momentum untuk memperkokoh rasa cinta tanah air dan meneladani semangat pengorbanan para pejuang sekaligus untuk mengenang kembali semangat heroik dan pantang menyerah para pahlawan yang tergabung dalam pasukan Ciung Wanara.

“Sebagai generasi muda, penerus cita-cita proklamasi kemerdekaan Indonesia, kita harus tetap memegang teguh semangat Puputan warisan para pejuang kita,” ujarnya.

Kegiatan ini diselenggarakan untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan atau tokoh sejarah, serta menanamkan kesadaran akan sejarah dan nilai-nilai perjuangan bangsa.

Turut hadir dalam acara tersebut para Staf Ahli, Plt. Asisten, Inspektur, Kepala Badan, Kepala Dinas dilingkup Pemkab Badung, serta peserta Napak Tilas. (rls)

Bupati dan Wakil Bupati Tabanan Harap Hari Suci Galungan dan Kuningan Membawa Harmoni

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menyambut Hari Raya Suci umat Hindu, Galungan dan Kuningan, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, bersama Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, atas nama Pemerintah Kabupaten Tabanan menyampaikan ucapan selamat serta doa terbaik bagi seluruh umat Hindu sedharma.

Hari Raya Galungan, yang jatuh pada Buda Kliwon Wuku Dungulan, Rabu, 19 November 2025, dan Kuningan pada Saniscara Kliwon Wuku Kuningan, Sabtu, 29 November 2025, diperingati sebagai simbol kemenangan dharma melawan adharma.

Melalui momentum yang penuh makna ini, Pemerintah Kabupaten Tabanan mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai Galungan dan Kuningan sebagai sumber cahaya kebajikan yang menuntun kehidupan menuju harmoni.

Pada hari suci ini, umat Hindu di Tabanan bersatu dalam bhakti, menata keharmonisan, dan meneguhkan makna hidup yang suci.

Bupati Sanjaya menegaskan, bahwa hari suci ini merupakan momentum untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong.

“Selamat hari raya suci Galungan dan Kuningan, mari rayakan hari suci Galungan dan Kuningan dengan semangat kebersamaan yang menuntun kita membangun Tabanan Era Baru yang Aman Unggul dan Madani,” ujarnya.

Senada dengan itu, Wabup Dirga menyampaikan doa bagi kemuliaan dan kedamaian seluruh krama Tabanan. “Semoga cahaya kemenangan ini membawa kedamaian dan kebahagiaan bagi seluruh masyarakat Tabanan. Dumogi rahayu sareng sami,” imbuhnya. (rls)

Libur Galungan dan Kuningan, Siswa di Tabanan Tetap Terima Jatah MBG

Siswa SDN 3 Jatiluwih mendapat MBG hari libur, Senin (17/11/2025).
Siswa SDN 3 Jatiluwih mendapat MBG hari libur, Senin (17/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Siswa di Kabupaten Tabanan tetap menerima Jatah Makanan Bergizi (MBG) saat kegiatan belajar diliburkan selama Hari Raya Galungan dan Kuningan.

Selama libur, paket makanan yang dibagikan berbeda dari hari sekolah, yakni berupa paket kering yang dikemas seperti parsel hari raya.

Adapun libur Galungan dan Kuninha berlangsung selama dua minggu sesuai Kalender Pendidikan. Siswa dijadwalkan kembali masuk sekolah pada 1 Desember mendatang.

Kepala SDN 3 Jatiluwih, Ni Wayan Artini, mengatakan selama masa libur, siswa tetap menerima MBG namun dalam bentuk makanan kering. “Kemarin anak-anak mendapat roti, susu ukuran besar, dan buah,” ujarnya.

Di SDN 3 Jatiluwih terdapat 23 siswa penerima MBG harian saat sekolah berlangsung efektif. Pembagian MBG selama libur dilakukan untuk satu minggu.

“Saat libur Kuningan nanti dapat lagi sekali. Jadi seminggu sekali diambil,” kata Artini.

Hal serupa juga dilakukan di SDN 1 Bantas. Pembagian dilakukan sekali untuk kebutuhan satu minggu karena isi paket cukup banyak.

Kepala SDN 1 Bantas, Ni Made Surati, menjelaskan siswa tetap datang ke sekolah untuk mengambil jatah MBG. Paket yang diberikan beragam, mulai dari abon, susu ukuran besar, hingga buah-buahan.

“Paket dibagikan sekali untuk satu minggu karena isinya lumayan banyak,” ujarnya.

Surati menegaskan, pembagian MBG selama libur dilakukan berdasarkan kesepakatan dan tidak bersifat memaksa. Penyaluran MBG di masa libur memang disesuaikan menjadi bahan makanan kering.

“Biasanya dapat seminggu sekali. Untuk minggu depan, kami masih menunggu informasi lebih lanjut,” ujarnya.

Di SDN 1 Bantas, seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6, total ada 88 orang mendapatkan jatah MBG. Bagi siswa yang berhalangan hadir, orang tua datang langsung ke sekolah untuk mengambilkan paket MBG anak mereka. (ana)

Bangunan di Puri Anyar Klungkung Bali Terbakar, Sempat Terdengar Suara Letusan

Kobaran api tampak di sebuah rumah di Puri Anyar Klungkung, Selasa pagi.
Kobaran api tampak di sebuah rumah di Puri Anyar Klungkung, Selasa pagi.

PANTAUBALI.COM – Kebakaran menghanguskan sebuah rumah di kawasan Puri Anyar Klungkung, Kelurahan Semarapura Tengah, Kecamatan Klungkung, Selasa (18/11/2025) pagi. Berkat gerak cepat petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Klungkung, api berhasil dikuasai dan dipadamkan dalam waktu sekitar satu jam setengah.

Insiden ini pertama kali diketahui oleh I Gusti Ayu Suadnyani (53), seorang ASN yang tinggal tepat di sebelah lokasi kejadian. Ia mendengar suara letusan diikuti bau asap pekat sekitar pukul 09.00 WITA. Saat memeriksa sumber suara, ia mendapati api sudah membesar dan segera melapor ke Damkar Klungkung.

Menerima laporan tersebut, Regu 2 Damkar Klungkung langsung dikerahkan menuju lokasi. Armada bergerak pada pukul 09.05 WITA dan tiba beberapa menit kemudian. Mengingat area merupakan permukiman padat, petugas berfokus mencegah api merembet ke rumah lainnya.

Kepala Seksi Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Klungkung, I Gede Erwan Supriantana, menjelaskan bahwa dua unit mobil pemadam berkapasitas 4.000 dan 6.000 liter diterjunkan.

“Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 10.30 WITA, dan kami lanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa,” ujarnya.

Pemilik rumah, Anak Agung Anom Mudika (68), mengalami kerugian yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Dugaan awal, kebakaran disebabkan korsleting listrik.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat pentingnya memastikan instalasi listrik rumah tetap aman dan layak.

Petugas Damkar menyebut seluruh proses penanganan berlangsung lancar. “Syukur api dapat segera dikendalikan dan tidak menjalar ke rumah lainnya,” tambahnya. (*)

Tradisi Unik Jelang Galungan, Warga Pandak Gede Tabanan Sembelih Kerbau

Daging kerbau.
Daging kerbau.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menyambut Hari Raya Galungan, umat Hindu di Bali umumnya menyembelih babi untuk keperluan persembahan dan konsumsi bersama. Namun, ada tradisi berbeda yang tetap lestari di Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan.

Warga setempat justru menyembelih kebo (kerbau) untuk memenuhi tradisi turun-temurun. Pada Senin (17/11/2025), sebanyak delapan ekor kebo ditampah (disembelih) oleh warga desa tersebut.

Salah satu warga yang melaksanakan tradisi ini, I Gusti Ketut Artayasa yang juga anggota DPRD Tabanan, mengatakan tradisi nampah kebo telah diwariskan sejak tahun 1360 dan tidak pernah terlewatkan setiap enam bulan sekali.

Ritual ini diawali dengan pesta rakyat yang menyajikan daging kebo sebagai hidangan utama.

“Kalau tidak nampah kebo, seperti tidak merayakan Galungan,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Untuk Galungan kali ini, Artayasa menyebut ada delapan kebo disembelih dan dibeli oleh krama dari delapan banjar di Pandak Gede.

Kerbau tersebut sebagian berasal dari Negara, Jembrana dan sebagian dari Penebel, Tabanan. Harga seekor kerbau berkisar antara Rp26 juta hingga Rp28 juta.

Adapun prosesi nampah dilakukan sebelum Penampahan Galungan. Hal ini agar warga dapat fokus pada berbagai rangkaian kegiatan adat saat Penampahan Galungan, seperti membuat banten, sembahyang, dan rapat banjar.

“Prosesnya kami lakukan kemarin dan hari ini. Semua dilakukan sebelum Penampahan Galungan,” kata pria yang akrab dipanggil Ajik Boby itu.

Satu ekor kebo yang disembelih dapat dibagi menjadi sekitar 70 sampai 75 kelompok potongan daging. Setiap jujulan dijual dengan harga Rp400.000 hingga Rp450.000. Meski harganya tidak murah, antusiasme warga tetap tinggi karena kuatnya nilai tradisi.

Daging kebo tersebut tidak hanya digunakan untuk upakara pada Hari Raya Galungan, tetapi juga diolah menjadi berbagai makanan, seperti dendeng kerbau, tum, lawar, hingga rawon.

Untuk menghilangkan bau amis, warga menambahkan daun tengulun, bahan yang sudah dikenal di kalangan masyarakat Pandak Gede.

“Rata-rata warga membeli daging kerbau. Jika tidak mampu membeli satu jujulan, bisa membeli setengahnya,” pungkas Artayasa. (ana)