- Advertisement -
Beranda blog Halaman 79

TP PKK Bali Salurkan Bantuan di Desa Negari Klungkung

Kegiatan Aksi Sosial TP PKK Menyapa dan Berbagi yang dipusatkan di Wantilan Balai Banjar Negari, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Rabu (22/10/2025).
Kegiatan Aksi Sosial TP PKK Menyapa dan Berbagi yang dipusatkan di Wantilan Balai Banjar Negari, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Rabu (22/10/2025).

PANTAUBALI.COM, KLUNGKUNG – Bersinergi dengan sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Sekretaris TP PKK Provinsi Bali, Seniasih Giri Prasta, menyalurkan bantuan dalam kegiatan Aksi Sosial TP PKK Menyapa dan Berbagi yang dipusatkan di Wantilan Balai Banjar Negari, Desa Negari, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Rabu (22/10/2025).

Pada kesempatan ini, TP PKK Bali menyalurkan 50 paket sembako kepada masyarakat penerima manfaat yang terdiri atas lansia, ibu hamil, balita, penyandang disabilitas, dan kader PKK. Masing-masing paket berisi 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu.

Selain paket dari TP PKK Bali, sejumlah OPD juga memberikan dukungan. Dinas Kelautan dan Perikanan membagikan 50 paket Gemarikan.

Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) menyalurkan 10 paket sembako khusus lansia. Dinas Kesehatan bersama IBI Bali menyalurkan bantuan susu dan multivitamin.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan bersama Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) menyerahkan 1.000 bibit cabai serta masing-masing 100 bibit durian dan alpukat kepada TP PKK Desa Wisma Kerta.

Dinas Koperasi dan UKM juga berpartisipasi dengan menggandeng Bali Chef Community (BCC) untuk memberikan pelatihan memasak bagi kader PKK Desa Wisma Kerta.
Dalam arahannya, Ny. Seniasih menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin TP PKK Bali untuk hadir menyapa masyarakat.

“Kami turun untuk menyapa masyarakat sekaligus membawa titipan oleh-oleh dari Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa aksi sosial juga diisi dengan layanan kesehatan gratis, vaksinasi rabies bagi hewan peliharaan khususnya anjing serta pembagian kacamata gratis.
“Untuk tahun depan, kami berharap bisa menambah layanan operasi katarak gratis bagi masyarakat yang membutuhkan,” imbuhnya.

Selain itu, Ny. Seniasih turut menginformasikan program super prioritas Pemerintah Provinsi Bali, yakni percepatan penanganan sampah.

Ia meminta masyarakat Desa Wisma Kerta untuk berperan aktif dalam mendukung program tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya pencegahan stunting, yang harus dimulai sejak masa remaja, berlanjut pada masa kehamilan, hingga perawatan anak agar gizi tetap terjaga.
Kegiatan ini turut dilengkapi dengan sosialisasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan pengelolaan sampah yang disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, I Made Rentin.

Dalam paparannya, I Made Rentin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian hutan dan lingkungan dengan cara sederhana, yakni memilah sampah dari rumah tangga, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menanam pohon produktif di pekarangan rumah.

“Hutan dan lingkungan adalah warisan untuk anak cucu kita. Karena itu, menjaga kebersihan, mengolah sampah, dan menanam pohon harus menjadi gerakan bersama. Dengan langkah kecil dari rumah tangga, kita bisa memberikan dampak besar bagi bumi dan masa depan generasi berikutnya,” tegasnya.

Ketua TP PKK Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan terima kasih atas kunjungan Ibu Seniasih Giri Prasta beserta oleh-oleh yang diberikan kepada warganya yang membutuhkan. Ini merupakan kali kedua masyarakat Klungkung menerima bantuan dari TP PKK Provinsi Bali. Ia berharap bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan baik dan meringankan beban masyarakat.

Aksi Sosial Menyapa dan Berbagi dihadiri oleh Anggota TP PKK Provinsi Bali, IBI Bali, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Dinas PMD Dukcapil Provinsi Bali, serta undangan lainnya. *(rls)*

Percobaan Ulah Pati Pria Asal Denpasar di Jembatan Tukad Bangkung Gagal Akibat Jatuh ke Semak-Semak

Pria asal Denpasar Barat selamat usai nekat melompat dari sisi timur jembatan Tukad Bangkung, pada Rabu (22/10) siang.
Pria asal Denpasar Barat selamat usai nekat melompat dari sisi timur jembatan Tukad Bangkung, pada Rabu (22/10) siang.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Aksi nekat PSYR (33), pria asal Denpasar Barat yang berupaya mengakhiri hidupnya di Jembatan Tukad Bangkung, Kecamatan Petang, Badung, berujung gagal.

Bukannya meninggal, ia justru selamat setelah jatuh di semak-semak di bawah jembatan, Rabu (22/10/2025) siang.

Ps. Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menyampaikan, kejadian tersebut sempat membuat warga Desa Pelaga heboh.

Warga awalnya menemukan mobil Brio putih milik PSYR terparkir di tepi jembatan tanpa pengemudi, yang kemudian menimbulkan kecurigaan.

“Saat diperiksa, warga melihat seseorang tergeletak di bawah jembatan sambil memegang ponsel dan meminta pertolongan,” ujar Ayu, Kamis (23/10/2025).

Warga yang mengetahui kejadian itu segera turun ke dasar jurang untuk mengevakuasi korban. Setelah berhasil dinaikkan, PSYR diberi air minum dan dibawa ke UGD Puskesmas Petang II untuk mendapatkan perawatan medis.

Kepada petugas, PSYR mengaku melompat karena mengalami stres. Namun ia enggan menjelaskan lebih lanjut mengenai masalah yang dihadapinya.

Akan tetapi polisi menduga tindakan tersebut dipicu oleh persoalan keluarga dan beban mental yang berat.

Sekitar pukul 15.00 Wita, keluarga korban tiba di puskesmas dan membawa PSYR pulang setelah kondisinya membaik. Mereka juga meminta agar peristiwa tersebut tidak disebarluaskan di media sosial.

Pihak kepolisian menilai Jembatan Tukad Bangkung masih menjadi salah satu lokasi rawan percobaan bunuh diri, mengingat pengamanan di area jembatan belum optimal.

“Perlu adanya pagar pengaman tambahan agar kejadian serupa tidak terulang,” kata Ayu.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada serta segera melapor ke aparat jika melihat aktivitas mencurigakan atau tanda-tanda seseorang hendak melakukan tindakan berbahaya di sekitar jembatan. (*)

Wisatawan Tanah Lot Diajak Mainkan Alat Musik Tradisional Okokan

Wisatawan di DTW Tanah Lot belajar alat musik Okokan.
Wisatawan di DTW Tanah Lot belajar alat musik Okokan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Suasana sore di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot semakin semarak ketika wisatawan diajak ikut memainkan alat musik tradisional okokan dan tek-tekan.

Latihan terbuka atraksi budaya khas Tabanan itu digelar menjelang matahari terbenam di area terbuka Tanah Lot dan berhasil menarik perhatian ratusan pengunjung.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, mengatakan pertunjukan budaya ini dihadirkan sebagai atraksi tambahan bagi wisatawan yang datang menikmati panorama senja.

“Pertunjukan latihan ini kami gelar menjelang matahari terbenam sebagai atraksi tambahan bagi pengunjung. Terlihat antusiasme wisatawan, bahkan banyak yang ikut berpartisipasi dengan memainkan kulkul dan gamelan yang ditampilkan,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).

Sudiana menambahkan, kegiatan budaya ini juga menjadi strategi pengelola untuk menjaga tingkat kunjungan di tengah masa low season.

“Kami terus berupaya mempertahankan jumlah kunjungan sekaligus memberi nilai tambah bagi wisatawan agar tetap mendapatkan pengalaman yang berkesan, meskipun di luar masa puncak kunjungan,” katanya.

Hingga akhir Oktober 2025, jumlah kunjungan ke DTW Tanah Lot tercatat mencapai 73.607 wisatawan, dengan rata-rata kunjungan harian 3.000–4.000 orang. Wisatawan mancanegara masih mendominasi jumlah tersebut.

Selain menghadirkan atraksi budaya, pengelola DTW Tanah Lot kini juga tengah bersiap menyambut Karya Wrespati Kalpa, sebuah upacara besar yang akan digelar bersamaan dengan Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot pada 3 Desember 2025 mendatang.

Persiapan yang dilakukan meliputi penataan area pura, pembersihan lingkungan, dan penyediaan fasilitas bagi umat yang akan datang untuk bersembahyang. “Kami ingin pelaksanaan upacara berjalan lancar, khidmat, dan penuh makna spiritual,” ujar Sudiana.

Menjelang Pujawali, kegiatan ngayah yang dilakukan masyarakat juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Banyak pengunjung terlihat menikmati suasana gotong royong masyarakat lokal dalam mempersiapkan upacara.

Tradisi ini, kata Sudiana, sejalan dengan konsep pariwisata budaya yang diusung DTW Tanah Lot menggabungkan keindahan alam dengan kekayaan nilai-nilai budaya dan spiritualitas Bali. (ana) 

Penerima PKH di Tabanan Bertambah 5.333 KPM, Ini Sebabnya

Pemberian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Banjar Panti, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Minggu (6/8/2023). (doc)
Pemberian bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Banjar Panti, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Minggu (6/8/2023). (doc)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) di Kabupaten Tabanan pada tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dirilis Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Tabanan, tercatat sebanyak 15.503 keluarga penerima manfaat (KPM) menerima bantuan pada triwulan ketiga 2025. Jumlah ini bertambah 5.333 KPM dari tahun 2024 yang sebanyak 10.170 KPM.

Kepala Bidang Perlindungan Jaminan Sosial dan Fakir Miskin Dinsos P3A Tabanan, I Putu Antika, mengatakan peningkatan paling menonjol terjadi di Kecamatan Pupuan. Adapun pencairan tahap keempat PKH dijadwalkan berlangsung antara akhir Oktober hingga awal November 2025.

Menurut Antika, kenaikan jumlah penerima diduga disebabkan oleh peralihan sistem pendataan dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke DTSEN, yang mulai diterapkan sejak Juli 2025.

“Sesuai DTSEN, peserta PKH merupakan KPM yang masuk dalam desil satu sampai empat. Kemungkinan terdapat perbedaan antara DTKS dan DTSEN yang digunakan pemerintah pusat saat ini, sehingga terjadi peningkatan jumlah penerima,” ujar Antika, Kamis (23/10/2025).

Ia menambahkan, saat masih menggunakan acuan DTKS, penetapan penerima PKH dilakukan melalui proses pengusulan daerah yang kemudian direkomendasikan
oleh pemerintah pusat.

“Mungkin mereka yang sebelumnya belum mendapat rekomendasi di DTKS, kini
muncul dalam data DTSEN pada desil tertentu,” ujarnya memperkirakan.

Antika menjelaskan, DTSEN berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK), sehingga penerima bantuan sosial akan otomatis terdaftar sesuai hasil pemetaan kesejahteraan nasional.

“Desil ini ditetapkan oleh Pemerintah Pusat melalui DTSEN berdasarkan hasil survei dari Badan Pusat Statistik (BPS),” jelasnya.

Meski demikian, data penerima yang muncul di DTSEN akan tetap diverifikasi ulang oleh petugas pendamping Dinsos P3A di lapangan sebelum pencairan bantuan dilakukan.

Lebih lanjut, Antika menegaskan bahwa PKH tetap difokuskan untuk keluarga miskin dengan kriteria tertentu, seperti memiliki anak usia sekolah, balita, ibu hamil, penyandang disabilitas berat, atau lanjut usia.

“Prinsipnya, bantuan ini bertujuan meringankan beban ekonomi keluarga penerima serta meningkatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan,” ujarnya. (ana)

Pabrik Penyosohan Beras Terbesar di Bali Segera Dibangun di Tabanan

Foto: Pertemuan antara Gubernur Koster dan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya membahas pembangunan RMU, di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, pada Rabu (22/10/2025)
Foto: Pertemuan antara Gubernur Koster dan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya membahas pembangunan RMU, di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, pada Rabu (22/10/2025)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Gubernur Bali Wayan Koster, memastikan akan memfasilitasi pembangunan Rice Milling Unit (RMU) atau pabrik penyosohan beras terbesar di Pulau Dewata yang akan dibangun di Kabupaten Tabanan.

Kepastian tersebut disampaikan dalam pertemuan antara Gubernur Koster dan Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, di Gedung Kertha Sabha, Rumah Jabatan Gubernur Bali, pada Rabu (22/10/2025).

Gubernur Koster menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan RMU di Tabanan. Ia menilai langkah ini sejalan dengan visi pemerintah Provinsi Bali untuk mencapai kedaulatan pangan daerah.

“Saya setuju RMU dibangun di Tabanan. Ini bagian penting dari upaya kita menuju kedaulatan pangan Bali. Aspek perencanaannya akan mulai disiapkan tahun 2026,” kata Koster.

RMU terbesar di Bali tersebut direncanakan berlokasi di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan. Fasilitasi pendanaan pembangunan akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Kehadiran RMU ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sektor pertanian dan menyejahterakan petani Bali, khususnya di Tabanan.

Sementara itu, Bupati Sanjaya menegaskan pentingnya Tabanan sebagai lokasi utama pembangunan RMU karena daerah ini dikenal sebagai sentra produksi padi terbesar di Bali.

Menurutnya, keberadaan RMU akan menjadi solusi hilirisasi pertanian agar gabah hasil panen petani tidak perlu keluar dari Bali untuk diolah.

“Tabanan adalah lumbung pangan Bali. Dengan adanya RMU di sini, gabah petani dapat diolah langsung di daerah, memberi nilai tambah dan memperkuat kemandirian pangan,” ujar Bupati Sanjaya. (ana)

Bali Penerima Terbesar Akad Massal KUR 800.000 Debitur, Gubernur Koster Harap Tercipta Lapangan Kerja

Foto : Gubernur Bali Wayan Koster secara simbolis menyerahkan KUR kepada pelaku UMKM.
Foto : Gubernur Bali Wayan Koster secara simbolis menyerahkan KUR kepada pelaku UMKM.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali mengikuti secara daring kegiatan Akad Massal Kredit Usaha Rakyat (KUR) 800.000 Debitur Penciptaan Lapangan Kerja dan Peluncuran Kredit Program Perumahan (KPP) yang dipusatkan di Kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa (21/10/2025). Di Bali, kegiatan ini terpusat di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali.

Bali menjadi salah satu provinsi dengan proporsi besar penerima KUR. Dari total 800.000 debitur secara nasional, sebanyak 103.000 berada di Bali dengan nilai pinjaman mencapai Rp8 triliun.

Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan, penyaluran KUR telah memberikan dampak nyata bagi pelaku UMKM di Bali.

“UMKM penerima KUR umumnya berjalan lancar dan minimal melibatkan tiga karyawan. Dari 100.000 UMKM penerima KUR di Bali saja, diperkirakan sudah membuka sekitar 300.000 lapangan kerja baru,” jelasnya.

Menurut data, sektor usaha di Bali yang paling banyak memanfaatkan KUR adalah perdagangan, makanan dan minuman, serta produk unggulan khas Bali seperti kain dan kriya kayu.

“Pinjaman yang disalurkan bervariasi, mulai dari Rp10 juta, Rp50 juta, Rp150 juta hingga Rp500 juta. Semua berjalan dengan baik, bahkan tingkat kredit macet di Bali hanya sekitar dua persen. Ini menunjukkan kesadaran dan kejujuran pelaku usaha kita cukup tinggi,” kata Koster.

Lebih lanjut, Gubernur menegaskan pentingnya KUR dalam mendiversifikasi perekonomian Bali agar tidak hanya bertumpu pada pariwisata.

“Kita akan terus mendorong penyaluran KUR menjangkau desa-desa dan sektor potensial lain, sehingga produktivitas, kemajuan usaha, dan transformasi ekonomi Bali dapat terwujud,” ujarnya.

Sementara itu, dari Surabaya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto secara resmi meluncurkan Kredit Program Perumahan (KPP), yang sebelumnya dikenal dengan istilah KUR Perumahan. Peluncuran ini merupakan bagian dari upaya mendukung Program 3 Juta Rumah yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Airlangga menjelaskan, KPP dihadirkan untuk mendorong pembangunan dan renovasi rumah serta membuka lapangan kerja baru. Pemerintah menyediakan anggaran KPP on top sebesar Rp130 triliun, terdiri dari Rp113 triliun untuk mendukung kontraktor UMKM dalam pembangunan rumah (supply side), serta Rp17 triliun untuk renovasi rumah oleh UMKM perorangan (demand side).

“Saya minta Gubernur, Bupati, dan Walikota bersama perbankan penyalur mendorong kontraktor daerah membangun rumah bagi masyarakat. Kredit Program Perumahan ini bagian dari Program Presiden Prabowo Subianto untuk mendorong Program 3 Juta Rumah. Para debitur KUR dan KPP ini adalah pahlawan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Sekretaris Jenderal Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Didyk Choiroel menambahkan bahwa KPP dilaksanakan berdasarkan Permenko No. 13 Tahun 2025 dan Permen PKP No. 13 Tahun 2025. KPP merupakan instrumen penting untuk menyediakan hunian layak sekaligus menggerakkan ekonomi daerah.

“Kami siap mensukseskan penyaluran Kredit Program Perumahan ini agar masyarakat bisa menghuni rumah layak sekaligus menggerakkan ekonomi di daerah serta membuka lapangan pekerjaan dalam pembangunan perumahan,” pungkasnya.

Dengan hadirnya KUR dan KPP, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah berharap tercipta sinergi dalam memperkuat UMKM, memperluas lapangan pekerjaan, serta menjawab kebutuhan masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau. (rls)

Koster Apresiasi Kerja Pansus TRAP DPRD Bali, Momentum Membersihkan dan Menata Bali untuk 100 Tahun ke Depan

Foto : Gubernur Koster saat menghadiri Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026, bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama (WSU), Kantor Gubernur Bali, Denpasar, pada Rabu (22/10/2025).
Foto : Gubernur Koster saat menghadiri Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025-2026, bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama (WSU), Kantor Gubernur Bali, Denpasar, pada Rabu (22/10/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap langkah serta upaya Panitia Khusus (Pansus) Tata Ruang, Aset, dan Perizinan (TRAP) DPRD Provinsi Bali dalam menjalankan tugas penegakan aturan di berbagai wilayah Bali.

Gubernur Koster sampaikan saat memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD Bali terhadap dua rancangan peraturan daerah (raperda) pada Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025–2026, bertempat di Gedung Wiswa Sabha Utama (WSU), Kantor Gubernur Bali, Denpasar, pada Rabu (22/10/2025).

“Saya sudah mengikuti langkah-langkah dan upaya yang dilakukan Pansus TRAP di sejumlah wilayah serta tindakan sesuai kewenangan. Aktivitas Pansus dalam penegakan aturan terhadap tata ruang, aset, dan perizinan sudah sangat baik. Apa yang dilakukan saat ini merupakan bagian penting dari penataan Bali ke depan,” tegas Koster.

Menurutnya, lemahnya pengawasan terhadap tata ruang dan perizinan selama ini telah menyebabkan terjadinya pelanggaran di berbagai tempat. Situasi tersebut diperparah dengan penerapan sistem Online Single Submission (OSS) yang tidak disertai evaluasi di tingkat daerah.

“Akibatnya, masyarakat tidak tahu, pemerintah daerah juga tidak tahu. Terjadi carut-marut di lapangan. Karena itu, saya apresiasi terhadap kinerja Pansus TRAP, terutama atas aksi di lapangan sepanjang dapat dipertanggungjawabkan secara administratif dan sesuai dengan regulasi. Sepanjang itu sesuai aturan, saya dukung sepenuhnya,” tegasnya.

Gubernur asal Desa Sembiran itu menegaskan, langkah penataan tata ruang, aset, dan perizinan ini selaras dengan arah Haluan Bali Era Baru yang dirancang untuk 100 tahun ke depan.

Tahun 2025–2030 disebutnya sebagai momentum keberhasilan dalam menegakkan pondasi menuju Bali yang bersih, tertib, dan harmonis secara berkelanjutan.

“Kenapa pada periode ini saya bertekad bersih-bersih? Karena kita sedang menata fondasi Bali untuk 100 tahun ke depan. Saya akan bertindak tegas bagi mereka yang melanggar kesucian alam Bali. Alam sedang membersihkan dirinya sendiri. Yang nakal kita tertibkan, yang baik kita dukung,” ujar Gubernur dengan tegas.

Selain menyoroti isu tata ruang, Gubernur Koster juga menyampaikan jawaban atas pandangan umum fraksi-fraksi DPRD terhadap dua raperda, yakni Raperda tentang APBD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun Anggaran 2026 dan Raperda tentang Penyertaan Modal Daerah pada Perseroan Daerah Pusat Kebudayaan Bali (PT PKB).

Ia menegaskan, penurunan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2026 dari Rp4,2 triliun menjadi Rp3,9 triliun merupakan langkah rasional dan realistis, bukan bentuk pesimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Bali.

“Kami ingin memastikan keberlanjutan fiskal dan efektivitas program pembangunan. Kebijakan ini juga mempertimbangkan tren realisasi dan prinsip akuntansi pendapatan yang hati-hati,” jelasnya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan meningkat dari Rp193 miliar menjadi Rp196 miliar, dan target pendapatan dari Pungutan Wisatawan Asing (PWA) tahun 2026 mencapai Rp500 miliar. Namun, pelaksanaannya akan dilakukan dengan memperhatikan kesiapan koordinasi lintas instansi serta penyempurnaan aspek teknis pemungutan.

Menjawab pandangan DPRD terhadap Raperda Penyertaan Modal Daerah pada PT Pusat Kebudayaan Bali, Gubernur menjelaskan bahwa anggaran dasar dan rencana bisnis perseroan telah ditetapkan.

Ia mendukung saran agar analisis investasi diperinci, serta menegaskan bahwa penyertaan modal akan digunakan untuk perubahan status lahan, pembangunan zona inti nonkomersial, dan biaya operasional perseroan.

“Tujuan utamanya adalah meningkatkan valuasi aset daerah dan memperkuat Pusat Kebudayaan Bali sebagai simbol pelestarian budaya dan identitas Bali,” jelasnya.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Koster menyampaikan terima kasih atas berbagai masukan fraksi DPRD yang konstruktif. Semua catatan dan saran tersebut akan dikaji dan dibahas bersama untuk menghasilkan kebijakan publik yang baik, bermanfaat bagi masyarakat, dan memenuhi prinsip akuntabilitas.

“Hal-hal yang masih perlu dibahas lebih detail akan kita lanjutkan bersama dalam forum berikutnya, agar kedua raperda ini dapat segera disetujui dan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah,” ujarnya.

Ia menutup sambutannya dengan harapan agar seluruh pihak terus bersinergi dalam menjaga kesucian, keharmonisan, dan kelestarian alam Bali. “Semoga Ida Sang Hyang Widhi Wasa senantiasa membimbing kita semua dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (rls)

Pemkab Badung Pastikan Anggaran Tidak Mengendap

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Badung) Ketut Wisuda.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Badung) Ketut Wisuda.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Menyikapi pernyataan Menteri Keuangan Republik Indonesia Purbaya Yudhi Sadewa terkait rendahnya realisasi belanja daerah hingga kuartal III tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Badung menegaskan anggaran daerah tidak mengendap, melainkan tengah dalam proses penyaluran untuk berbagai kegiatan prioritas daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Badung) Ketut Wisuda menjelaskan, kondisi serapan anggaran yang terlihat belum optimal bukan berarti dana APBD tidak digunakan atau mengendap di kas daerah.

“Uang itu bukan mengendap, tetapi sudah dalam proses SPD (Surat Penyediaan Dana) ke kegiatan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) namun belum SPJ (Surat Pertanggungjawaban). Dan itu untuk keperluan pembayaran gaji dan tunjangan pegawai, belanja operasional perangkat daerah, serta pembiayaan kegiatan pembangunan yang saat ini sedang berjalan,” jelasnya, Rabu (22/10/2025).

Ia menyebutkan, sejumlah program strategis Pemkab Badung, baik di bidang infrastruktur, pelayanan publik, maupun dukungan ekonomi masyarakat, kini tengah memasuki tahap pelaksanaan fisik maupun administrasi keuangan.

“Proses pencairan anggaran dilakukan secara bertahap sesuai ketentuan dan prinsip tata kelola keuangan daerah yang baik. Kami pastikan seluruh kegiatan berjalan, dan serapan anggaran akan meningkat signifikan pada triwulan keempat,” tambahnya.

Pemkab Badung juga menegaskan komitmen untuk mendukung arahan Kementerian Keuangan dengan menjaga keseimbangan antara percepatan belanja dan akuntabilitas keuangan.

Pemerintah daerah akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh perangkat daerah agar pelaksanaan program prioritas berjalan tepat waktu, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan langkah tersebut, diharapkan realisasi APBD Kabupaten Badung pada akhir tahun 2025 dapat tercapai optimal, sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam menjaga stabilitas ekonoi nasional. (jas)

Ketut Darjika Astu, Guru Inspiratif asal Tabanan Ukir Prestasi Tingkat Internasional

I Ketut Darjika Astu, Guru asal Kabupaten Tabanan, Bali yang berhasil lolos seleksi dan memperoleh Beasiswa Program Multilateral Seminar on School Principals/Teachers for ASEAN Countries.
I Ketut Darjika Astu, Guru asal Kabupaten Tabanan, Bali yang berhasil lolos seleksi dan memperoleh Beasiswa Program Multilateral Seminar on School Principals/Teachers for ASEAN Countries.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kabar membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Kabupaten Tabanan.

Salah satu tenaga pendidik di SDN 2 Tegaljadi, Kecamatan Marga, bernama I Ketut Darjika Astu, berhasil lolos seleksi dan memperoleh Beasiswa Program Multilateral Seminar on School Principals/Teachers for ASEAN Countries.

Program tersebut diselenggarakan di Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada 14 hingga 27 Oktober 2025.

Program prestisius yang diikuti oleh pendidik dari berbagai negara Asia Tenggara ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama pendidikan antarnegara ASEAN dan Tiongkok.

Selain itu memperluas wawasan peserta mengenai sistem dan praktik terbaik dalam pengelolaan sekolah, peningkatan mutu pembelajaran, dan inovasi pendidikan.

Darjika yang merupakan guru PNS di SDN 2 Tegaljadi, menjadi satu-satunya tenaga pendidik dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan yang berhasil menembus program beasiswa bergengsi ini bersama sepuluh pendidik lainnya di Indonesia.

Selama program berlangsung, ia akan mengikuti serangkaian kuliah, diskusi, dan kunjungan lapangan yang mengangkat tema-tema penting seperti pengembangan mutu pendidikan, filosofi manajemen sekolah, hingga inovasi dalam pelatihan guru.

Selain kegiatan akademik, peserta juga akan diperkenalkan pada kebudayaan Tiongkok melalui aktivitas seperti Tai Chi, upacara minum teh, dan seni gunting kertas tradisional.

Pria kelahiran Banjar Adeng, Desa Tegaljadi, Kecamatan Marga ini memang dikenal sebagai sosok guru inspiratif dan berprestasi.

Adapun prestasi yang pernah diraih diantaranya pernah dinobatkan sebagai Penulis 12 Naskah Terbaik Seleksi Buku Cerita Balai Bahasa Provinsi Bali Tahun 2025, Juara 3 Guru Inovatif Tingkat Provinsi Bali Tahun 2024.

Kemudian, Penerima Beasiswa Pendidikan Indonesia (S2) Tahun 2023, serta 10 Besar Lomba Media Pembelajaran Guru Tingkat Nasional Tahun 2023.

Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung perjalanan karier dan prestasinya.

“Terima kasih saya sampaikan kepada Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Luar Negeri, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Sekda Kabupaten Tabanan, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan atas dukungan dan kepercayaannya.

Juga kepada Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok atas pembiayaan penuh program ini, serta semua pihak yang telah memberikan doa dan dukungan,” ujarnya dengan penuh syukur.

Atas capaian tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, ketika dikonfirmasi pada Rabu (22/10/2025) menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian I Ketut Darjika Astu.

“Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa guru-guru Tabanan memiliki kompetensi dan daya saing di tingkat internasional.

Semoga pengalaman yang diperoleh dapat dibagikan kepada rekan-rekan pendidik lainnya, demi kemajuan pendidikan di Tabanan menuju era Aman, Unggul, dan Madani,” ujar Bupati Sanjaya. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, turut memberikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut.

“Prestasi ini patut dijadikan inspirasi bagi seluruh insan pendidikan di Tabanan untuk terus meningkatkan kompetensi, berinovasi, dan berkarya dalam mencetak generasi unggul yang siap bersaing di masa depan. Inilah semangat Tabanan Era Baru yang terus kita gaungkan,” ungkapnya.

Dengan semangat belajar dan dedikasi yang tinggi, I Ketut Darjika Astu menjadi teladan nyata bahwa guru bukan sekadar pengajar, melainkan pembelajar sepanjang hayat yang terus menebar inspirasi bagi generasi muda dan dunia pendidikan Tabanan. (ana)

Kabupaten Tabanan Kirim 34 Peserta ke Utsawa Dharma Gita Bali 2025

Pelepasan kontingen Kabupaten Tabanan ke Utsawa Dharma Gita (UDG) ke-32 tingkat Provinsi Bali 2025.
Pelepasan kontingen Kabupaten Tabanan ke Utsawa Dharma Gita (UDG) ke-32 tingkat Provinsi Bali 2025.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan melalui Dinas Kebudayaan resmi melepas kontingen Utsawa Dharma Gita (UDG) ke-32 tingkat Provinsi Bali tahun 2025.

Ajang ini menjadi bagian dari peringatan HUT Global ke-6 dan diharapkan menjadi momentum penting dalam upaya menjaga seni serta budaya yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan Hindu di Pulau Dewata.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, menjelaskan bahwa UDG tahun ini mengusung tema Jagat Kerthi Pramana Ning Bhawana yang berarti Pemuliaan Alam Semesta.

Tema tersebut, katanya, mencerminkan semangat masyarakat Bali dalam memuliakan alam sekaligus melestarikan nilai-nilai Dharma.

“Melalui kegiatan ini, kami berupaya menyiapkan generasi muda pendharmagita dan pendharmawacana yang berkarakter, berbudaya, dan mampu menjadi penerus peradaban Dharma di Bali,” ujar Subagia.

Lebih jauh, kegiatan UDG diharapkan mampu menjadi sarana pelestarian dan pemberdayaan dharmagita sebagai warisan budaya lokal.

Selain menumbuhkan sradha dan bhakti umat Hindu, ajang ini juga diharapkan memperluas wawasan sekaligus mempererat solidaritas serta kerukunan di tengah derasnya arus globalisasi.

Pelaksanaan UDG 2025 yang dijadwalkan berlangsung akhir Oktober mendapat dukungan penuh dari Pemkab Tabanan dan berbagai pemangku kepentingan, termasuk dukungan non-mengikat dari pihak swasta.

Sebanyak 34 peserta dari Kabupaten Tabanan akan berlaga pada 9 cabang lomba dengan 18 kategori, meliputi membaca sloka, kakawin, palawakya, geguritan, dharma wiwada, serta dharma wacana dalam bahasa Bali dan bahasa Inggris.

Para peserta telah mengikuti pembinaan intensif yang melibatkan tim Kabupaten, tim Provinsi, Widya Sabha Kabupaten Tabanan, dan Lembaga Pengembangan Dharma Gita.

Sebagai persiapan akhir, seluruh peserta menjalani gladi bersih pada 19 Oktober 2025 di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya turut memberikan apresiasi sekaligus motivasi kepada para peserta yang akan membawa nama daerah ke tingkat provinsi.

“Saya merasa bangga melihat antusiasme dan talenta generasi muda Tabanan.

Jadikan ajang ini sebagai ruang untuk membangun mental berkompetisi yang sehat dan menambah pengalaman berharga,” ujar Bupati Sanjaya.

Ia menegaskan, Pemkab Tabanan berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan yang berorientasi pada pelestarian agama, adat, tradisi, seni, dan budaya, sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana di era Tabanan Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

“Seniman Tabanan tidak boleh mudah menyerah.

Berjuanglah dengan semangat puputan untuk meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah,” tegasnya.

Selain kepada peserta, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para pembina, guru, dan orang tua yang telah mendukung anak-anak mereka dalam mengembangkan potensi di bidang dharmagita.

“Semoga perjuangan anak-anak kita mampu membawa kebanggaan bagi keluarga, sekolah, dan Kabupaten Tabanan,” pungkas Sanjaya. (ana)