- Advertisement -
Beranda blog Halaman 645

Duta Badung Tampil Apik Saat Peed Aya Pembukaan PKB 2023

Salah satu rombongan kesenian pada peed aya Kabupaten Badung dalam pembukaan PKB 2023, Minggu (18/6/2023).
Salah satu rombongan kesenian pada peed aya Kabupaten Badung dalam pembukaan PKB 2023, Minggu (18/6/2023).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Duta Kabupaten Badung tampil apik dalam peed aya di pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) 2023, Minggu (18/6/2023).

Dalam pawai pembukaan PKB 2023 yang dibuka Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri tersebut, duta Badung membawa tema Segara Wisata (awal pariwisata Bali).

Iring-iringan diawali papan nama kabupaten yang dibawakan oleh pasangan remaja berbusana rias lelunakan. Dilanjutkan lagi dengan iringan tedung atau payung oleh para remaja.

Di Badung, tedung menjadi salah satu usaha mikro yang banyak dilakukan masyarakat Kecamatan Mengwi.

“Seperti diketahui, Mengwi dikenal sebagai desa dengan penghasil kerajinan tedung atau payung Bali,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Badung Gde Eka Sudarwitha, Minggu (18/6/2023).

Iringan berikutnya diisi rombongan penari Sekar Jepun yang merupakan maskot Kabupaten Badung.

“Tari ini yang mencerminkan menyatunya pemimpin di Kabupaten Badung dengan rakyatnya,” kata Sudarwitha.

Duta Badung menutup peed aya PKN 2023 dengan menampilkan barisan tari kreasi Layar Samas.

Nama tarian ini berasal dari kata Liyar Samas yang merupakan karya tabuh Palegongan seniman Kuta yang bernama Lotring.

Garapan tari kreasi Layar Samas ini menggambarkan banyaknya jukung atau perahu nelayan di Pantai Kuta dengan layarnya yang terkembang dan bertabur kemilau diterpa sinar matahari senja.

Diiringi dengan hentakan perkusinya akan memberikan sebuah gambaran dinamisnya kehidupan pariwisata di Kuta. Saat ini, kawasan Kuta masih menjadi destinasi favorit wisatawan dalam dan luar negeri.

Eka Sudarwitha menyebut sebanyak 190 orang seniman Badung terlibat dalam peed aya pada pembukaan PKB 2023. Mereka telah mempersiakan diri sejak Maret 2023 lalu.

“Diawali dengan penjajakan ke SMA Negeri 2 Abiansemal. Kemudian pematangan tema dan dilanjutkan pemilihan kostum, pemilihan peserta, baru dilatih gerak atau koreografinya,” tutupnya. (ann)

Kelelahan dan Kram, Pendaki Gunung Batukaru Usia 87 Tahun Dievakuasi

Proses evakuasi pendaki Gunung Batukaru yang kelelahan usai bersembahyang di Pura Puncak Kedaton di Gunung Batukaru, Sabtu (17/6/2023).
Proses evakuasi pendaki Gunung Batukaru yang kelelahan usai bersembahyang di Pura Puncak Kedaton di Gunung Batukaru, Sabtu (17/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang pendaki Gunung Batukaru bernama I Gusti Putu Regeg (87) asal Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, harus dievakuasi akibat mengalami kelelahan dan kram pada Sabtu (17/6/2023) sekitar pukul 19.00 WITA.

Korban yang merupakan pemangku ini berhasil dievakuasi petugas Badan Penanggulangan Bencana Bencana Daerah (BPBD) Tabanan, Bhuana Bali Rescue, dan Pecalang Desa Pujungan.

Pelaksana Tugas atau Plt Kepala BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri mengatakan, korban saat itu sedang turun usai melakukan persembahyangan di Pura Pucak Kedaton bersama empat orang temannya.

Di tengah perjalanan korban mengalami kelelahan dan kram kaki sehingga tidak bisa melanjutkan perjalanan.

“Dua orang temannya turun untuk meminta bantuan ke pos pendakian, sedangkan dua orang lainnya menjaga di atas,” ujar Srinadha Giri, Minggu (18/6/2023).

Ia menjelaskan, pihaknya menerima laporan mengenai orang kelelahan di Gunung Batukaru sekitar pukul 18.00 WITA.

Kemudian enam orang personil dari Tim Reaksi Cepat atau TRC BPBD Tabanan dikerahkan untuk melakukan evakuasi melalui Desa Pujungan, Pupuan.

Tim bersama pecalang setempat berhasil menemukan posisi korban di lereng Gunung Batukaru sekitar pukul 21.00 WITA.

Proses evakuasi dilakukan dengan menggunakan tandu dari kawasan puncak Batukaru ke areal Pura Malen, Desa Pujungan, Pupuan sekitar pukul 01.30 WITA.

Kemudian, korban dibawa ke RSUD Tabanan dengan ambulans Bhuana Bhuana Bali Rescue untuk mendapatkan perawatan.

“Kondisi korban selamat dan tidak ada cedera,” jelas Srinadha. (ana)

Badung Tampilkan 27 Pementasan di PKB 2023

Kadis Kebudayaan Badung I Gde Eka Sudarwitha.
Kadis Kebudayaan Badung I Gde Eka Sudarwitha.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kabupaten Badung akan menyumbangkan 27 kali pementasan selama berlangsungnya Pesta Kesenian Bali (PKB) Ke-45 Tahun 2023 yang dibuka pada Minggu (18/6/2023).

Dalam ajang seni dan budaya yang kali ini mengangkat tema Segara Kerthi Prabhaneka Sandhi atau Samudera Cipta Peradaban itu, Badung akan mengerahkan 18.974 seniman dari seluruh desa.
Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung I Gede Eka Sudarwitha menjelaskan Badung akan melibatkan sekaa seni terbaiknya untuk unjuk gigi di ajang tahunan kali ini. “Persiapaan PKB sudah aman semua,” terang Gede Eka, Sabtu (17/6/2023).

Beberapa pementasan itu antara lain topeng bondres, tari barong, gambuh, janger, seni lukis wayang klasik, taman penasar, palegongan klasik, gender wayang anak-anak, barong landung, bleganjur remaja.

Menurut Eka, para seniman yang menjadi utusan seni dari Badung sangat antusias dalam perhelatan PKB dan dibuktikan dengan adanya pada setiap sekaa atau sanggar yang akan mengikuti sudah terdaftar untuk berpartisipasi.

“Dari 27 pementasan nanti yang akan tampil, sebelumnya kami sudah menyeleksi secara administrasi karena prinsipnya kami tidak hanya mencari yang terbaik namun lebih memberikan ruang kepada masing-masing sekaa dengan satu sekaa terdiri dari lima puluh persen dan lima puluh persen penabuh dari wilayah desa masing-masing,” tutupnya. (ann)

Fun Walk Bali-Jawa Tengah, Tabanan Sajikan Seni Okokan dan Manusia Banteng

Acara Creative Fun Walk, Temu Budaya Jawa-Bali untuk Indonesia Raya, yang berlangsung di sepanjang Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (17/6/2023).
Acara Creative Fun Walk, Temu Budaya Jawa-Bali untuk Indonesia Raya, yang berlangsung di sepanjang Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (17/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sajikan kesenian khas Tabanan, Okokan dan Manusia Banteng, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya.,S.E.,M.M wujudkan kolaborasi budaya dalam acara Creative Fun Walk, Temu Budaya Jawa-Bali untuk Indonesia Raya, yang berlangsung di sepanjang Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, Denpasar, Sabtu (17/6/2023).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan dalam bidang kebudayaan yang ditandai dengan naskah kerja sama yang sebelumnya dilakukan oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang dilaksanakan di Hotel Prime Plaza, Denpasar sebelumnya.

Dipadati oleh ribuan peserta, Creative Fun Walk yang dibuka oleh Gubernur Bali dan Jawa Tengah pagi hari itu disambut dengan penuh antusias. Nampak hadir Bupati dan Walikota Se-Bali, serta para OPD terkait.

Kegiatan yang merupakan wujud kerjasama dalam membangkitkan kembali hubungan kesejahteraan antara Jawa dan Bali, terlebih dalam hal kebudayaan, diisi dengan beragam hiburan dan penampilan kesenian dari berbagai daerah. Dalam hal ini Bupati Sanjaya, membawa serta 50 okokan dan 15 manusia banteng sebagai identitas khas seni asli Tabanan yang menjadi maskot di setiap pertunjukkan.

Menyapa langsung masyarakat Bali, Gubernur Koster dan Gubernur Ganjar membuka jalur fun walk, ditandai dengan pelepasan balon, yang rutenya dimulai dari kantor Gubernur Bali dan mengelilingi kota dengan jarak kurang lebih 3,7 km. Mengusung konsep budaya, di sepanjang jalur fun walk, peserta diiringi dengan Tabuh Bale Ganjur serta ragam pentas seni budaya dan hiburan yang tampil di panggung yang disiapkan.

Ditemui di kesempatan tersebut, Bupati Sanjaya yang pagi itu nampak sangat bersemangat mengikuti Creative Fun Walk, menyatakan bahwa kontribusinya saat ini dalam mempersembahkan okokan dan manusia banteng, sebab, okokan merupakan representasi dari pertanian di Tabanan.

“Tabanan yang terkenal sebagai lumbung pangannya Bali dan memiliki kasanah budaya yang sangat beragam. Saat ini, okokan merupakan kesenian tradisional khas Tabanan yang merupakan representasi dari pertanian itu sendiri, di mana musik dari okokan merupakan bunyi-bunyian yang biasanya diikatkan pada sapi atau kebo. Jadi musik okokan ini adalah representasi dari gembiranya masyarakat Tabanan,” sebutnya.

Pihaknya juga menekankan, Kabupaten Tabanan sebagai daerah agraris dengan wilayah pertanian yang luas dan sebagian besar mata pencaharian masyarakat adalah petani, menjadikan Tabanan sebagai lumbung pangannya Bali di mana pertanian merupakan sektor andalan masyarakat Tabanan.

“Jadi kesenian yang dipersembahkan ini kental dan sangat berkaitan dengan representasi pertanian di Tabanan,” imbuhnya.

Sanjaya juga berharap, temu budaya yang terjalin antara kebudayaan Jawa dan Bali ini mampu memperkenalkan budaya di masing-masing daerah, sekaligus dapat meningkatkan kreativitas serta melestarikan budaya sesuai dengan tujuan utamanya.

Pemkab Tabanan Gelar Sosialisasi Pendataan Akomodasi Pariwisata

Pemkab Tabanan melaksanakan sosialisasi pendataan akomodasi Pariwisata di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini dilakukan secara daring di ruang TCC Kominfo Tabanan dan dipimpin oleh Bupati Tabanan yang diwakili Sekda I Gede Susila, Jumat (16/6/2023).
Pemkab Tabanan melaksanakan sosialisasi pendataan akomodasi Pariwisata di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini dilakukan secara daring di ruang TCC Kominfo Tabanan dan dipimpin oleh Bupati Tabanan yang diwakili Sekda I Gede Susila, Jumat (16/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebagai upaya antisipasi terhadap maraknya perilaku menyimpang wisatawan asing, Pemkab Tabanan melaksanakan sosialisasi pendataan akomodasi Pariwisata di Kabupaten Tabanan. Kegiatan ini dilakukan secara daring di ruang TCC Kominfo Tabanan dan dipimpin oleh Bupati Tabanan yang diwakili Sekda I Gede Susila, Jumat (16/6/2023).

Dikesempatan itu, Sekda I Gede Susila turut didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan dan Asisten Administrasi Umun Setda, Kepala Bakeuda, Kepala BKPSDM, perwakilan DPMPTSP serta Sekdis Pariwisata. Yang mana kegiatan juga diikuti secara daring oleh Kepala OPD, Camat, 133 ASN Guna Desa beserta pejabat administrasi di masing-masing OPD.

Sosialisasi ini digelar, menindak lanjuti perintah Bupati Tabanan terkait dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 tahun 2023 tentang Tatanan Baru Bagi Wisatawan Selama Berada di Bali, maka Pemkab Tabanan bergerak cepat. Kemudian Bapak Bupati memerintahkan Kepala BKPSDM melaksanakan rapat internal dengan para ASN Guna Desa untuk melakukan pemantauan dan pendataan di wilayah masing-masing.

Dalam kesempatan tersebut terungkap, bahwa selain membentuk tim yang nantinya ada di masing-masing Kecamatan, di internal juga akan membentuk semacam tim dengan melibatkan ASN, yakni ASN Guna Desa dan Pejabat Administrasi untuk memantau akomodasi pariwisata yang dimiliki orang asing yang ada di Kabupaten Tabanan. Yang diharapkan nantinya adanya tertib administrasi yang berujung pada peningkatan PAD.

Dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2023 tersebut, terdapat 12 kewajiban dan 8 larangan untuk turis Asing. Beberapa diantaranya mewajibkan wisatawan mancanegara memuliakan kesucian Pura, pratima dan simbol-simbol keagamaan yang disucikan, memakai busana yang sopan, berkelakuan yang sopan hingga melakukan transaksi dengan mata uang rupiah.

Kemudian beberapa larangan yang dimaksud, memasuki kawasan suci harus dengan memakai pakaian sembahyang dengan busana adat Bali dan tidak sedang datang bulan, hingga tidak boleh memanjat pohon yang disakralkan, menodai tempat suci, membuang sampah sembarangan, serta dilarang terlibat dalam aktivitas ilegal.

Selain bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, ASN Guna Desa nantinya juga diharapkan mampu memantau pergerakan orang asing, sehingga dari pemantauan orang asing, pendataan dan pemantauan akomodasi pariwisata ini kemudian diharapkan menjadi lebih tertib dan bisa meningkatkan PAD dan menghasilkan data valid. Hal ini juga dilakukan untuk menuju Data Desa Presisi di Kabupaten Tabanan. (rls)

Bupati Sanjaya Motivasi Duta Kabupaten Tabanan yang Tampil Dalam Peed Aya PKB XLV

Latihan Ped Aya (Pawai) yang dipusatkan di wilayah Desa Adat Penarukan, Kerambitan, Kamis (15/6/2023).
Latihan Ped Aya (Pawai) yang dipusatkan di wilayah Desa Adat Penarukan, Kerambitan, Kamis (15/6/2023).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Untuk memastikan kesiapan Pemkab Tabanan dalam rangka memeriahkan PKB XLV Provinsi Bali, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, memotivasi para seniman Duta Kabupaten Tabanan. Semangat dukungan itu ditunjukkannya dengan menyaksikan secara langsung latihan yang dipusatkan di wilayah Desa Adat Penarukan, Kerambitan, Kamis (15/6/2023).

Latihan yang melibatkan sekitar 200 orang penari, penabuh dan iring-iringan lainnya tersebut diharapkan mampu tampil maksimal dalam Ped Aya (Pawai) Pembukan PKB XLV Provinsi Bali pada 18 Juni 2023 mendatang. Berbagai tarian dan tabuh dan lainnya akan ditampilkan pada kesempatan tersebut oleh Duta Kabupaten Tabanan yang merupakan kumpulan dari pemuda-pemudi asal Desa Adat Penarukan.

“Bukan saja masyarakat Penarukan, Bupati yang menonton adik-adik. Dunia akan menonton, Presiden juga akan menonton adik-adik. Tidak main-main, maka Bapak hadir disini, melihat secara langsung agar kita tidak kalah dari duta-duta yang lain. Banggalah jadi Duta Tabanan, Banggalah jadi Orang Tabanan,” ujar Bupati Sanjaya.

Sontak, dengan kehadiran Orang Nomor satu di Tabanan dalam latihan mampu membakar semangat para pemuda-pemudi untuk tampil lebih baik lagi.

Berbagai penampilam dimantapkan dalam latihan saat itu, diantaranya Tari Jayaning Singasana AUM, Tari Ular Poleng, Atraksi Tematik, Tabuh Geguntangan, Adi Merdangga, serta Tektekan yang melibatkan sekitar 200 orang.

“Ketika tampil di Renon disaksikan oleh Bapak Presiden, buktikan jati diri kita hebat, bangga sebagai orang Tabanan. Jangan nanti adik-adik saya dari Penarukan datang ke Renon, melihat penonton dari seluruh Dunia, nanti menunduk, lututnya gemetar, senyumnya hilang, semangatnya hilang, jangan. Nanti Bapak nonton. Tunjukan jati diri, karakter kita sebagai orang Tabanan, bahwa Tabanan ini orang hebat-hebat,” tegas Sanjaya.

Meskipun waktu tampil dalam Peed Aya nanti hanya sekitar 7 menitan, namun Sanjaya tidak mau main-main. Ia menegaskan agar para pemuda dan pemudi tetap semangat tampil maksimal dan berkualitas. Maka dari itu, seluruh elemen yang terkandung dalam tarian, tetabuhan dan barisan atraksi tematik, harus disempurnakan dalam beberapa hari ini, sehingga tidak hanya tampil maksimal tetapi juga mampu menggemparkan Dunia.

Sebagaimana diketahui bersama, bahwa Duta Kabupaten Tabanan dalam Peed Aya nanti akan menampilkan tema ‘Segara Kanda’ atau Peristiwa Laut, dimana menggambarkan peristiwa terwujudnya Pura Tanah Lot yang didirikan oleh Dang Hyang Nirartha untuk memuliakan dan mengagungkan Sang Hyang Siwa Baruna. Berbagai sajian seni akan ditampilkan, mulai barisan busana, atraksi tematik, tarian dan tabuh.

Dengan susunan kurang lebihnya sebagai berikut : Barisan pembawa papan nama berbusana rias modifikasi, pembawa tedung, bandrangan, pembawa kober, Tarian Jayaning Singasana AUM diiringi gamelan mini geguntangan, barisan penari membawa pedang sebagai pasukan Bendesa Beraban, Tabuh Tektekan, Tarian Ular Poleng, Penggambaran Pura Tanah Lot berupa Ogoh-Ogoh, serta Tabuh Adi Merdangga berkolaborasi dengan Okokan. (rls)

Kawasan Wisata Bedugul Ditata Ulang, Rencananya Dikelola Pihak Ketiga

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan AA Ngurah Satria Tenaya.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan AA Ngurah Satria Tenaya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan berencana menata ulang atau melakukan redesain kawasan wisata Bedugul, Kecamatan Baturiti.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan AA Ngurah Satria Tenaya mengatakan, redesain ini meliputi penataan di kawasan Bedugul yang dulu merupakan aset Pemkab Tabanan berupa tanah, bangunan, hotel, dan restoran.

Sebelumnya, aset tersebut dikelola pihak ketiga di bawah perusahaan milik pengusaha Wayan Purnayasa yang melakukan pengembalian pada 2013 lalu.

“Penataan akan disesuaikan dengan fungsinya, seperti tempat parkir, fasilitas wisata dan lain sebagainya sesuai dengan kebutuhan aktivitas wisata,” jelas Satria Tenaya, Sabtu (17/6/2023).

Ia menyebut, akan ada empat zona yang menjadi grand design dengan target selesai pada akhir 2023 ini.

Nantinya konsep pengelolaan destinasi wisata akan  menargetkan pasar internasional. “Sehingga diperlukan pengelolaan berstandar internasional,” imbuhnya.

Sementara itu, lanjut Satria Tenaya, untuk pengelolaanya kemungkinan akan diserahkan kepada pihak ketiga. “Mungkin akan melibatkan pihak ketiga supaya lebih profesional,” ujarnya.

Menurutnya, setelah grand design selesai maka dilanjutkan dengan tahap pengerjaan di tahun 2024 mendatang.

“Semoga kawasan Bedugul ini bisa kembali menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Tabanan,” harap Satria Tenaya. (ana)

Seorang Mahasiswa Ditangkap Lantaran Bercanda Bawa Bom

Mahasiswa yang guyon bawa bom di pesawat saat diamankan petugas Avsec Bandara Ngurah Rai.
Mahasiswa yang guyon bawa bom di pesawat saat diamankan petugas Avsec Bandara Ngurah Rai.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang penumpang pesawat bernama Ricky (23) ditangkap petugas Avsec Angkasa Pura I, Otoritas Bandara Wilayah IV, di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Ricky yang diketahui sebagai mahasiswa dari Medan, Sumatera Utara, itu ditangkap lantaran bercanda membawa bom saat berada di tengah pesawat.

Kejadiannya pada Kamis (15/6/2023) pagi, sekitar pukul 06.30 WITA. Saat itu ia berbisik membawa bom saat ditanya pramugari pesawat dengan rute penerbangan Denpasar-Bandung-Medan.

“Ia awalnya mau menaruh barang bawaan (di kabin). Seperti biasa pramugari melakukan tugasnya menanyakan isi di dalam tasnya apa dan ia menjawab ada bom,” jelas Kepala Otoritas Bandara I Gusti Ngurah Rai Agustinus Budi Harto, Sabtu (17/6/2023).

Mendengar guyonan mahasiswa tersebut, pramugari langsung memastikan dan memperingatkan agar tidak melakukan candaan yang sifatnya sensitif di dalam pesawat.

“Usai mendapat laporan dari pramugari, kapten pilot langsung memerintahkan untuk menurunkan seluruh penumpang,” imbuh Agustinus Budi Harto.

Proses pemeriksaan akibat ulah Ricky ini berlangsung selama 85 menit. Ricky langsung diamankan petugas untuk diperiksa pada ruangan khusus.

Atas guyonannya itu, Ricky terancam pidana penjara paling lama satu tahun sesuai ketentuan Pasal 344 huruf e dan Pasal 437 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan. (ann)

Disperinaker Respon Soal Pengangguran Tinggi dan TKA Marak di Badung

Kepala Disperinaker Badung Putu Eka Mertawan.
Kepala Disperinaker Badung Putu Eka Mertawan.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Data mengenai pengangguran terbuka dengan jumlah yang cukup tinggi di Kabupaten Badung membuat Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) setempat angkat bicara.

Apalagi munculnya data dari Pemerintah Pusat itu dibarengi dengan munculnya sorotan masyarakat terhadap maraknya warga negara asing (WNA) yang bekerja di Bali.

Kepala Disperinaker Badung I Putu Eka Mertawan menyebut, pihaknya dan Komisi IV telah berkonsultasi dengan Kementerian Tenaga Kerja awal Mei 2023 lalu.

“Kami menyampaikan soal TKA (tenaga kerja asing) yang legal dan ilegal di Badung yang tidak terdeteksi jumlahnya dengan jelas,” ujar Eka Mertawan, Sabtu (17/6/2023).

Di kesempatan itu, pihaknya juga menyampaikan munculnya data pengangguran terbuka dengan jumlah yang cukup tinggi di Badung membuat masyarakat menjadi kebingungan.

“Padahal Badung merupakan kabupaten dengan (industri) pariwisata terbesar,” imbuhnya.

Ia juga menegaskan, izin TKA merupakan kewenangan pemerintah pusat dan pengawasannya berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Sedangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung hanya kebagian wewenang sebagai pembina.

“Kami berharap diberikan penjelasan mengenai kuota TKA, terutama kelayakan perusahaan dalam mempekerjakan TKA,” tegasnya.

Saat ini, lanjut Eka Mertawan, pihaknya masih menyelidiki penyebab pengangguran terbuka di Badung seperti data yang dimunculkan pemerintah pusat.

Di saat yang sama, pihaknya juga berusaha maksimal agar jumlah penganguran terbuka menurun serta menanggulangi isu banyaknya perusahaan yang sudah mempekerjakan orang asing di Badung. (ann)

Parade Budaya akan Meriahkan Pembukaan Tanah Lot Festival

Tanah Lot
Tanah Lot

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Festival Tanah Lot atau Tanah Lot Art and Food Festival akan digelar pada 22-25 Juni 2023 mendatang.

Selain diisi dengan pameran kuliner dan UKM, festival ini akan diwarnai dengan parade budaya berupa iring-iringan gebogan dan bleganjur.

Menariknya, parade ini akan digelar saat matahari terbenam atau sunset selama tiga hari yakni pada 23-25 Juni 2023.

Manager Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot Wayan Sudiana mengatakan festival keempat setelah terakhir digelar pada 2020 lalu dengan tetap mempertahankan karakter budaya dan kuliner tradisional khas Tabanan.

“Untuk event kali ini lebih menonjolkan potensi lokal dengan hampir 50 persen melibatkan masyarakat Kediri yang paling terdampak pandemi,” jelas Sudiana dalam keterangan pers, Jumat (16/6/2023).

Sudiana menjelaskan, untuk parade gebogan serta bleganjur akan dibawakan oleh krama dari 15 banjar adat di Desa Pakraman Beraban dan dibagi menjadi tiga sesi.

“Untuk konsep parade gebogan dilakukan di pinggir pantai ditambah suasana sunset. Ada 250 gebogan yang akan berparade untuk wisatawan pada segmen pertama,” paparnya.

Selain itu, festival ini juga akan melibatkan 21 desa adat lainnya yang ada di Kecamatan Kediri. Mereka akan mempersembahkan masing-masing satu grup kesenian untuk dipentaskan saat pelaksanaan event.

Misalkan Desa Adat Kediri menyumbang pementasan Okokan. “Intinya, semua masyarakat bahu membahu untuk menyukseskan Tanah Lot Art dan Food Festival sekaligus membangkitkan kembali pariwisata di Tabanan,” sambung Sudiana. (ana)