- Advertisement -
Beranda blog Halaman 64

Polsek Dentim Ungkap Kasus Curanmor di Renon, Dua Pelaku Diamankan

dua pelaku curanmor beserta barang bukti sepeda motor Honda Beat di Mapolsek Dentim.
dua pelaku curanmor beserta barang bukti sepeda motor Honda Beat di Mapolsek Dentim.

PANTAUBALI.COM – Jajaran Polsek Denpasar Timur (Dentim), Polresta Denpasar, berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sebagaimana diatur dalam Pasal 363 KUHP yang terjadi di Jalan Kusuma Atmaja, tepatnya di depan Kantor Bank BRI, Denpasar Timur.

Pengungkapan kasus tersebut dipimpin Kanit Reskrim Polsek Dentim IPTU I Nyoman Agus Putra Ardiana, didampingi Panit Opsnal IPTU I Nyoman Padu. Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan dua terduga pelaku berinisial YMA (19) dan YW (14 tahun 6 bulan), yang diketahui berasal dari Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur.

Peristiwa pencurian terjadi pada Jumat, 21 November 2025 sekitar pukul 22.00 WITA. Saat itu, korban bernama I Gusti Gese Utama Raharja (28) memarkir sepeda motor Honda Beat warna putih bernomor polisi DK 4856 DU di pinggir Jalan Kusuma Atmaja sebelum meninggalkan lokasi. Ketika kembali sekitar pukul 23.00 WITA, korban mendapati sepeda motornya telah hilang.

Kapolsek Denpasar Timur Kompol I Ketut Tomiyasa, membenarkan kejadian tersebut.

“Korban memarkir sepeda motor di pinggir jalan dan ditinggal sementara,” ujarnya singkat.
Setelah menerima laporan, petugas melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengetahui keberadaan para pelaku di wilayah Baha, Mengwi, Kabupaten Badung. Kedua pelaku kemudian berhasil diamankan pada 22 Desember 2025 sekitar pukul 15.00 WITA.

“Kedua pelaku kami amankan di wilayah Baha, Mengwi,” kata Kompol Tomiyasa.
Dari hasil interogasi, pelaku YMA mengakui mengambil sepeda motor menggunakan kunci palsu, sementara pelaku YW berperan mengawasi situasi di sekitar lokasi kejadian.

“Pelaku menggunakan kunci palsu saat menjalankan aksinya,” tambahnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp10 juta. Barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat dan satu buah kunci palsu kini telah diamankan di Polsek Denpasar Timur untuk proses hukum lebih lanjut. RAN

Hujan Deras Guyur Kuta Selatan, Sejumlah Titik Tergenang Air

Genangan air terlihat di salah satu ruas jalan di wilayah Kelurahan Benoa, Kuta Selatan.
Genangan air terlihat di salah satu ruas jalan di wilayah Kelurahan Benoa, Kuta Selatan.

PANTAUBALI.COM – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Kuta Selatan sejak Kamis (8/1/2026) pagi memicu munculnya genangan air di sejumlah titik. Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polsek Kuta Selatan langsung melakukan pemantauan wilayah guna mengantisipasi dampak lanjutan.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Benoa, Aiptu Made Nidia, turun langsung ke lapangan untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Pemantauan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi genangan air, banjir, hingga pohon tumbang akibat tingginya intensitas curah hujan.

Hasil pemantauan menunjukkan beberapa ruas jalan di Kelurahan Benoa mengalami genangan air. Titik-titik tersebut antara lain Jalan By Pass Ngurah Rai Nusa Dua tepatnya di depan Bank BNI Nusa Dua Lingkungan Mumbul, Simpang Siligita Lingkungan Mumbul, depan Hotel Santika Lingkungan Peminge, Jalan Trompong Lingkungan Peminge, serta Jalan Gopala Lingkungan Bualu. Kondisi ini diketahui kerap terjadi saat musim hujan dengan curah hujan tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas tidak hanya memantau situasi, tetapi juga membantu masyarakat yang melintas di kawasan terdampak. Personel turut memberikan imbauan kepada pengguna jalan agar berhati-hati, membantu mendorong kendaraan yang mogok akibat genangan, serta memastikan arus lalu lintas tetap berjalan lancar.

Kapolsek Kuta Selatan menegaskan bahwa pemantauan ini merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya saat menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

“Kami menginstruksikan seluruh personel, terutama Bhabinkamtibmas, untuk aktif memantau wilayah dan membantu masyarakat. Keselamatan warga adalah prioritas utama, sekaligus menjaga situasi kamtibmas dan kelancaran lalu lintas,” tegasnya.

Kapolsek juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan air dan pohon tumbang, serta menghindari jalur yang tergenang cukup dalam demi keselamatan bersama.

Hingga siang hari, genangan air di beberapa titik terpantau mulai berangsur surut seiring menurunnya intensitas hujan. Arus lalu lintas terpantau lancar, meski cuaca masih didominasi mendung tebal disertai hujan gerimis.

Polsek Kuta Selatan memastikan pemantauan wilayah akan terus dilakukan sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat. RAN

Sejumlah Kafe di Pantai Jimbaran Alami Kerusakan Akibat Angin Kencang

Kondisi sejumlah kafe di kawasan Pantai Jimbaran tampak mengalami kerusakan pada bagian atap setelah diterjang angin kencang, Kamis (8/1/2026).
Kondisi sejumlah kafe di kawasan Pantai Jimbaran tampak mengalami kerusakan pada bagian atap setelah diterjang angin kencang, Kamis (8/1/2026).

PANTAUBALI.COM – Terjangan angin kencang menyebabkan sejumlah kafe di kawasan Cafe 9, Jalan Pantai Jimbaran, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, mengalami kerusakan, Kamis (8/1/2026) dini hari. Menindaklanjuti kejadian tersebut, personel Polsek Kuta Selatan langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.

Peninjauan dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Jimbaran bersama Babinsa dan Linmas, dengan didampingi Camat Kuta Selatan, Lurah Jimbaran, serta prajuru Desa Adat setempat. Mereka meninjau langsung kondisi bangunan kafe yang terdampak akibat cuaca ekstrem tersebut.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, angin kencang terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Hembusan angin menyebabkan sejumlah atap kafe berbahan alderon jebol dan rusak, sehingga beberapa tempat usaha tidak dapat beroperasi sementara waktu.

Adapun kafe yang terdampak antara lain Cafe Nyoman, Cafe Lia, Cafe Denas, Cafe Bayang, Cafe Bambu, dan Cafe Jimbaran Beach. Kerusakan yang ditimbulkan bersifat materiil dan hingga saat ini tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Selain melakukan pemantauan, petugas juga berkoordinasi dengan pengelola kafe dan aparat desa setempat. Bhabinkamtibmas turut memberikan imbauan agar masyarakat dan pelaku usaha tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi.

Kapolsek Kuta Selatan, Kompol I Komang Agus Dharmayana W., S.I.K., M.Si., mengatakan kehadiran kepolisian di lokasi merupakan bentuk respons cepat terhadap musibah yang dialami masyarakat.

“Kami hadir untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif, serta melakukan koordinasi lintas instansi dalam penanganan pasca kejadian. Kami juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha agar selalu waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” ujarnya.

Hingga saat ini, proses pembersihan puing-puing bangunan masih menunggu penanganan lebih lanjut dari BPBD Kabupaten Badung. Secara umum, situasi di lokasi kejadian terpantau aman dan terkendali. ran

Kasus Super Flu Masuk di Indonesia, Masyarakat Diimbau Tak Panik dan Terapkan PHBS

Ilustrasi terjangkit virus Super Flu. (foto: Kominfo Tabanan)
Ilustrasi terjangkit virus Super Flu. (foto: Kominfo Tabanan)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai super flu kini menjadi perhatian publik setelah Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mencatat sebanyak 62 warga Indonesia terjangkit pada Desember 2025.

Atas hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik dalam menyikapi informasi yang beredar.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menegaskan, masyarakat tidak perlu merasa khawatir berlebihan, namun tetap diminta meningkatkan kewaspadaan.

Ia mengajak seluruh warga Tabanan untuk menyikapi perkembangan informasi kesehatan secara bijak serta konsisten menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari.

“Tidak perlu panik, namun kewaspadaan tetap harus ditingkatkan. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan situasi dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan demi melindungi kesehatan masyarakat,” tegas Bupati Sanjaya, Kamis (8/1/2025).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, Ida Bagus Surya Wira Andi memastikan, hingga saat ini belum ditemukan adanya kasus infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K di wilayah Kabupaten Tabanan.

“Hingga saat ini, berdasarkan hasil pemantauan dan laporan dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Tabanan, belum ada kasus terkonfirmasi terpapar infeksi virus influenza A (H3N2) subclade K atau super flu,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (8/1).

Ia menjelaskan, secara umum gejala yang ditimbulkan virus tersebut mirip dengan flu musiman, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, dan nyeri tenggorokan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak mengabaikan gejala yang muncul.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan mengimbau masyarakat untuk konsisten menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan.

Vaksinasi ini terutama dianjurkan bagi kelompok rentan, seperti lanjut usia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk tetap berada di rumah apabila mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk dan bersin, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila kondisi memburuk atau tidak membaik dalam waktu lebih dari tiga hari.

Dinas Kesehatan Tabanan memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait guna menjaga situasi kesehatan masyarakat tetap aman dan terkendali. (ana)

Hadiri Pamelaspasan Kantor Perbekel Patemon, Wagub Giri Prasta Serahkan Punia Puluhan Juta

upacara pamelaspasan Kantor Perbekel Patemon di Banjar Dinas Sema, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2025).
upacara pamelaspasan Kantor Perbekel Patemon di Banjar Dinas Sema, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2025).

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta menghadiri rangkaian upacara pamelaspasan Kantor Perbekel Patemon di Banjar Dinas Sema, Desa Patemon, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Wagub Giri Prasta juga menyerahkan punia sebesar Rp23 juta yang diperuntukkan bagi berbagai elemen masyarakat. Rinciannya, masing-masing Rp10 juta untuk sanggar seni, Rp3 juta bagi penari, Rp5 juta untuk kader PKK, serta Rp5 juta untuk anggota Pakis.

“Kita lahir dan besar di Bali yang memiliki budaya sangat kuat. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk menjaga akar budaya daerah kelahiran kita. Meskipun Bali merupakan destinasi pariwisata dunia, kita tidak boleh melupakan budaya lokal. Jika bukan kita yang menjaga, lalu siapa lagi,” ujar Giri Prasta.

Ia kembali menegaskan bahwa pembangunan di Buleleng harus tetap berjalan seiring dengan pelestarian budaya. Menurutnya, kemajuan daerah tidak boleh mengorbankan jati diri dan nilai-nilai lokal yang menjadi kekuatan utama Bali.

Selain itu, Giri Prasta juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam membangun desa, agar pembangunan memiliki fondasi yang kuat dan selaras dengan kebutuhan warga.

Ia juga mengingatkan agar setiap pembangunan yang dilakukan oleh desa maupun wilayah lain harus disertai prosedur administrasi yang benar dan sesuai aturan sebagai bentuk pertanggungjawaban ke depan.

Hal tersebut disampaikannya mengingat adanya penyaluran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) ke Desa Patemon yang digunakan untuk merenovasi wantilan desa, kantor LPD, tembok penyengker, serta pintu gerbang desa.

Sementara itu, Perbekel Desa Patemon, Made Selamat, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Bali.

Ia mengatakan, dana BKK tidak hanya dimanfaatkan untuk pembangunan fisik, tetapi juga mendukung pelaksanaan upacara melaspas yang memiliki makna penting bagi masyarakat Desa Patemon.

“Dukungan ini bukan hanya untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga bentuk perhatian terhadap kepentingan adat dan spiritual masyarakat. Kami berharap manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh seluruh warga Desa Patemon,” ujarnya. (rls)

Narapidana dan Petugas Lapas Tabanan Dites Urine 

tes urine yang menyasar petugas dan narapida di Aula Candra Prabhawa, Lapas Tabanan, Rabu (7/1/2026).
tes urine yang menyasar petugas dan narapida di Aula Candra Prabhawa, Lapas Tabanan, Rabu (7/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan melaksanakan tes urine yang menyasar petugas dan narapida di Aula Candra Prabhawa, Rabu (7/1/2026).

Kegiatan ini sebagai wujud kesungguhan dan komitmen dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Selain itu, sebagai bentuk strategis dalam melakukan deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan Lapas.

Pelaksanaan tes urine diikuti oleh Kepala Lapas Tabanan, jajaran pejabat struktural eselon IV, anggota regu jaga, serta narapida yang dipilih secara acak.

Kepala Lapas Tabanan, Prawira Hadiwidjojo menegaskan, seluruh jajaran memiliki tanggung jawab yang sama dalam mewujudkan Lapas Tabanan yang zero narkoba.

Menurutnya, komitmen tersebut tidak hanya sebatas slogan, namun harus dibuktikan melalui tindakan nyata dan berkelanjutan.

“Tidak ada toleransi bagi siapa pun yang terlibat penyalahgunaan narkotika, baik itu Warga Binaan maupun petugas. Setiap pelanggaran akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Prawira.

Sementara itu, Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Agung Satyahardika, menjelaskan bahwa kegiatan tes urine merupakan bagian dari upaya pencegahan secara dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban.

“Melalui kegiatan ini, kami berupaya memastikan bahwa seluruh aktivitas pembinaan dan pelayanan di Lapas Tabanan dapat berjalan dengan aman, tertib, dan tanpa hambatan, sehingga tujuan pemasyarakatan dapat tercapai secara optimal,” ujarnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter Lapas Tabanan, seluruh petugas dan Warga Binaan yang mengikuti tes urine dinyatakan negatif dari penggunaan narkoba.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel urine yang diperiksa menunjukkan hasil negatif,” jelasnya.

Melalui pelaksanaan tes urine ini, Lapas Tabanan menegaskan komitmennya untuk terus menjaga integritas, meningkatkan pengawasan internal, serta menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan bebas dari narkoba. (ana) 

Atap Tapal Batas Baru Tabanan–Jembrana Jebol, Plt Kadis PUPR: Sudah Diperbaiki Rekanan

Perbaikan atap tapal batas Tabanan-Jembrana yang jebol pada Selasa (6/1/2026).
Perbaikan atap tapal batas Tabanan-Jembrana yang jebol pada Selasa (6/1/2026).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tapal batas Kabupaten Tabanan dengan Kabupaten Jembrana yang baru selesai dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan pada November 2025 mengalami kerusakan.

Kerusakan terjadi pada bagian atap panel tapal batas yang berbentuk lumbung padi itu. Kondisi tersebut sempat menjadi sorotan masyarakat setelah diunggah oleh pemilik akun media sosial Facebook, I Made Wirata, pada Selasa (6/1/2026).

Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Tabanan, I Made Dedy Darmasaputra, memastikan kerusakan tersebut telah ditindaklanjuti.

“Saat ini panel gapura yang sebelumnya mengalami kerusakan sudah diperbaiki dan kembali dalam kondisi baik,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).

Ia menjelaskan, setiap bangunan hasil pekerjaan fisik memiliki masa pemeliharaan selama satu tahun setelah pekerjaan dinyatakan selesai. Selama masa tersebut, segala bentuk kerusakan menjadi tanggung jawab penuh pihak rekanan pelaksana proyek.

“Bangunan ini masih dalam masa pemeliharaan satu tahun. Jadi apabila terjadi kerusakan, maka menjadi kewajiban rekanan untuk melakukan perbaikan sesuai kontrak kerja, tanpa membebani anggaran pemerintah daerah,” jelasnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Kabupaten Tabanan membangun tapal batas di tiga titik wilayah perbatasan, masing-masing dengan Kabupaten Badung, Buleleng, dan Jembrana. Ketiga tapal batas tersebut mulai dibangun sejak Mei 2025 dan rampung pada akhir November 2025, atau menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kota Singasana.

Bangunan tapal batas tersebut dirancang menyerupai lumbung padi sebagai ciri khas Kabupaten Tabanan dan dibangun menggunakan material bata merah. Anggaran pembangunan masing-masing tapal batas mencapai Rp10 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tabanan. (ana)

Nuanu Tawarkan Pengalaman Bersantap VR Michelin Perdana di Asia Tenggara

Pengalaman santap VR Michelin pertama di Asia Tenggara di Elysium, Luna Beach Club, Nuanu Creative City, yang dihadirkan melalui kolaborasi dengan EPIC NOW.
Pengalaman santap VR Michelin pertama di Asia Tenggara di Elysium, Luna Beach Club, Nuanu Creative City, yang dihadirkan melalui kolaborasi dengan EPIC NOW.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Nuanu berkolaborasi dengan EPIC NOW menghadirkan pengalaman bersantap Virtual Reality (VR) Michelin pertama di Asia Tenggara yang berlokasi di Luna Beach Club.

Pengalaman ini menawarkan cara baru menikmati fine dining dengan menggabungkan kuliner, teknologi, dan cerita visual dalam satu kesatuan yang imersif.

Dipimpin oleh chef asal Jepang peraih pengakuan Michelin, Kazushige Suzuki, pengalaman bersantap ini memadukan kuliner fusi Jepang–Bali dengan teknologi VR.

Para tamu diajak menjelajahi delapan dunia virtual yang berbeda, di mana setiap visual dan atmosfer dirancang selaras dengan hidangan yang disajikan, membentuk narasi kuliner yang mengalir dari awal hingga akhir.

Sebagai bagian dari pusat gastronomi di Nuanu Creative City, pengalaman santap eksperimental ini digelar secara eksklusif di Luna Beach Club, tepatnya di Elysium. Venue berarsitektur kaca dan bambu tersebut menghadap langsung ke laut lepas dan dirancang untuk menghadirkan pengalaman kuliner yang imersif serta terkurasi secara cermat.

Disajikan dalam format yang intim, setiap sesi hanya diikuti oleh 20 tamu. Pendekatan ini memungkinkan pengalaman bersantap yang lebih personal dan fokus, dengan perhatian detail tinggi pada setiap elemen, mulai dari rasa, presentasi, hingga suasana yang mengiringinya. VR Michelin Dining Experience ini berlangsung setiap Jumat dan Sabtu malam di Luna Beach Club, Nuanu Creative City.

“Nuanu diciptakan sebagai ruang di mana berbagai disiplin dapat saling bertemu tanpa kehilangan identitasnya,” ujar CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll. Ia menegaskan, kolaborasi dengan EPIC NOW mencerminkan cara Nuanu memandang budaya sebagai proses kolaboratif yang menghargai karya, para kreator, dan audiens.

Di tingkat global, tren immersive dining mulai berkembang di kota-kota besar seperti New York dan Tokyo. Teknologi VR digunakan bukan untuk menggantikan pengalaman bersantap, melainkan untuk memperdalam keterlibatan indera dan memperkaya cara menikmati sebuah hidangan.

Para tamu dapat memilih empat tingkatan pengalaman, mulai dari Discovery Experience hingga VIP Experience yang mencakup pairing minuman terkurasi serta elemen menu eksklusif. Opsi pemesanan privat untuk grup juga tersedia, sehingga cocok untuk perayaan maupun momen khusus.

“Pengalaman ini dibangun di atas perhatian terhadap detail,” ujar tim EPIC NOW. “Visual, suara, dan tempo dirancang untuk mendukung hidangan, bukan mengalihkan perhatian dari esensi bersantap itu sendiri.”

Dengan kapasitas terbatas dan format yang dirancang secara matang, VR Michelin Dining Experience menempatkan Bali di garis depan perkembangan gastronomi eksperimental di Asia Tenggara, sekaligus menegaskan peran Nuanu Creative City sebagai ruang eksplorasi lintas seni, budaya, dan teknologi. (rls)

Rekayasa Lalin di Kerobokan Kelod Efektif Kurangi Waktu Tempuh

Rekayasa arus lalu lintas di wilayah Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta, Badung.
Rekayasa arus lalu lintas di wilayah Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta, Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Rekayasa lalu lintas (lalin) yang diterapkan Pemerintah Kabupaten Badung di wilayah Kelurahan Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, terbukti efektif mengurai kemacetan dan mengurangi waktu tempuh.

Penerapan Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (MRLL) di sembilan persimpangan sejak Minggu (14/12) lalu mampu menekan antrean kendaraan, terutama pada jam-jam sibuk.

Sejak diberlakukan, perubahan pola arus di sejumlah ruas jalan strategis membuat pergerakan kendaraan lebih teratur. Kepadatan yang sebelumnya kerap terjadi di kawasan ini mulai berkurang, meskipun volume kendaraan tetap tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Badung, AA Rai Yuda Darma, menyampaikan bahwa uji coba rekayasa lalu lintas ini merupakan langkah konkret Pemkab Badung dalam menjawab persoalan kemacetan yang sudah lama terjadi di Kerobokan Kelod.

“Kami menargetkan penurunan kepadatan kendaraan, peningkatan kelancaran pergerakan lalu lintas, serta meminimalkan konflik di persimpangan yang selama ini menjadi titik rawan macet,” ungkap Yuda Darma pada Rabu (7/1/2026).

Dishub Badung terus melakukan pemantauan intensif setiap hari. Tim di lapangan secara rutin mengidentifikasi dan menginventarisasi kondisi lalu lintas, termasuk fluktuasi volume kendaraan pada waktu tertentu yang disandingkan dengan kapasitas jalan yang tersedia.

Menurut Yuda Darma, esensi utama kelancaran lalu lintas terletak pada keseimbangan antara volume kendaraan dan kapasitas jalan. Hasil evaluasi selama uji coba mencatat adanya sumbatan di beberapa mulut simpang.

Kondisi tersebut menjadi bahan rekomendasi penanganan infrastruktur, seperti rencana pelebaran geometrik simpang di Jalan Mertanadi Utara, tepatnya di sebelah barat LP, serta pelebaran mulut simpang di Jalan Pengubengan Kauh–Jalan Intan di sisi utara LP.

Setelah kendaraan melewati mulut simpang, arus lalu lintas cenderung padat lancar saat jam sibuk dan lancar landai ketika volume kendaraan sesuai kapasitas jalan.

Penerapan MRLL satu arah juga mulai menunjukkan dampak positif di sejumlah ruas yang sebelumnya dikenal rawan macet. Kepadatan di Jalan Batubelig, Jalan Petitenget, Jalan Raya Kerobokan Taman, hingga Jalan Raya Kerobokan Semer ke arah selatan berangsur menurun.

“Meski jarak tempuh menjadi lebih panjang karena pengendara diarahkan memutar, waktu perjalanan justru lebih singkat,” katanya.

Tujuan utama MRLL adalah memperlancar arus lalu lintas melalui konsep satu arah serta meniadakan konflik atau crossing di persimpangan. Secara teknis, kebijakan ini dinilai efektif, meskipun dalam jangka pendek menimbulkan dampak penyesuaian bagi masyarakat.

Beragam respons muncul di media sosial, mulai dari keluhan hingga dukungan. Dishub Badung menilai dinamika tersebut sebagai bagian dari proses adaptasi, khususnya bagi masyarakat lokal yang terbiasa dengan pola arus lama.

Di sisi lain, respons positif juga disampaikan langsung kepada Bupati Badung dan Dishub, terutama dari para pekerja transportasi yang merasakan waktu tempuh kini lebih singkat dibanding sebelumnya.

“MRLL disiapkan sebagai solusi jangka panjang, seiring pertumbuhan kendaraan yang belum dapat ditekan dan kapasitas jalan yang berkembang relatif lambat,” tegasnya. (jas) 

Pembangunan Titik 9 dan 10 Dimulai Shortcut Singaraja-Mengwitani Dimulai

Ground Breaking Pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Batas Kota Singaraja–Mengwitani (Shortcut Titik 9 dan 10) Paket 1 dan Paket 2, di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2026). 
Ground Breaking Pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Batas Kota Singaraja–Mengwitani (Shortcut Titik 9 dan 10) Paket 1 dan Paket 2, di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2026). 

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Pembangunan lanjutan Jalan Shortcut Singaraja – Mengwitani siap dimulai kembali melalui kegiatan Upacara Adat Ngeruak dan Ground Breaking Pembangunan Jalan Perbaikan Geometrik Batas Kota Singaraja–Mengwitani (Shortcut Titik 9 dan 10) Paket 2 dan Paket 3.

Kegiatan ini digelar di Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Rabu (7/1/2026) dengan dipimpin langsung oleh Gubernur Bali Wayan Koster.

Pembangunan ini merupakan bagian strategis dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali bersama Pemerintah Pusat untuk menuntaskan konektivitas Bali Utara dan Bali Selatan, sekaligus meningkatkan keselamatan, efisiensi transportasi, dan kelancaran distribusi logistik.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster menegaskan percepatan pembangunan jalan shortcut Singaraja-Mengwitani menjadi prioritas sejak dirinya kembali dilantik untuk periode kedua pada 20 Februari 2025.

Dalam hitungan minggu setelah pelantikan, Gubernur Koster langsung menghadap Menteri Pekerjaan Umum untuk memastikan kelanjutan pembangunan shortcut yang telah direncanakan dari Titik 1 hingga Titik 12.

“Pembangunan shortcut ini kebutuhannya sangat mendesak, baik untuk pelayanan transportasi penumpang maupun logistik. Karena itu saya mohon agar pembangunan Titik 9 dan 10 dapat segera dilanjutkan, dan sekarang sudah berjalan,” ujar Gubernur Koster.

Ia mengucapkan proyek tetap berjalan dan kini memasuki tahap pelaksanaan. Gubernur Koster juga menegaskan perannya dalam mengawal proses, mulai dari tender, penandatanganan kontrak, hingga penentuan waktu ground breaking.

“Bukan untuk mengintervensi, tapi saya pastikan semua berjalan sesuai tahapan dan tidak berlarut-larut. Setelah siap semua, saya carikan hari baik, dan ditetapkan 7 Januari 2026,” jelasnya sambil menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali berkontribusi besar melalui pembebasan lahan agar proyek berjalan tanpa hambatan.

Ke depan, Gubernur Koster juga mendorong percepatan pembebasan lahan untuk Titik 11 dan 12 yang memiliki medan paling berat. Ia menargetkan proses pembebasan lahan dimulai pada tahun 2026, sehingga konstruksi dapat dimulai pada akhir 2027 atau awal 2028 dan rampung sebelum akhir masa jabatannya pada 20 Februari 2030.

“Saya ingin jalan shortcut ini tuntas minimal sampai Titik 12 sebelum masa jabatan saya berakhir,” katanya menegaskan komitmennya untuk menuntaskan pembangunan infrastruktur strategis di Bali paling lambat tahun 2030, pada periode keduanya sebagai gubernur.

Penuntasan infrastruktur ini dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan Bali sebagai destinasi pariwisata dan pusat usaha kelas dunia.

Menurut Koster, sektor pariwisata saat ini memberikan kontribusi sangat besar terhadap perekonomian Bali, yakni mencapai 66 persen. Kontribusi tersebut menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat Bali.

“Pariwisata Bali memberi manfaat luar biasa. Tahun 2025 hingga 31 Desember, jumlah wisatawan mencapai 7,05 juta orang, tertinggi sepanjang sejarah. Sebelum pandemi Covid-19 hanya sekitar 6,2 juta. Jadi kalau ada yang bilang Bali sepi, itu keliru. Bali justru mengalami lonjakan yang sangat signifikan,” tegasnya.

Gubernur Koster juga menyampaikan bahwa peningkatan kunjungan wisatawan berdampak langsung pada naiknya pendapatan daerah. Pendapatan sektor hotel dan restoran di seluruh kabupaten/kota di Bali tercatat meningkat, dengan tingkat hunian hotel berada di kisaran 75–85 persen.

Namun demikian, ia mengakui bahwa tingginya aktivitas pariwisata juga memunculkan dampak negatif, terutama kemacetan dan persoalan sampah. Dua persoalan tersebut, menurutnya, tidak bisa diselesaikan tanpa dukungan infrastruktur dan sistem transportasi yang memadai.

“Masalah macet ini tidak bisa diselesaikan dengan ceramah. Ini soal infrastruktur jalan dan moda transportasi. Karena itu, lima tahun ke depan kita fokus pada pembangunan infrastruktur yang menghubungkan Bali Utara, Selatan, Timur, Barat, hingga Bali Tengah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembangunan konektivitas antar wilayah tersebut menjadi prioritas utama untuk mengurai kemacetan dan mendukung pemerataan pembangunan. Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pekerjaan Umum, telah menyatakan komitmen penuh untuk mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Bali.

Gubernur Koster juga mengungkapkan  dari total 13,9 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, sekitar 6,3 juta atau 45 persen di antaranya datang ke Bali. Kontribusi devisa wisatawan mancanegara ke Bali diperkirakan mencapai Rp170 triliun, atau sekitar 53 persen dari total devisa pariwisata nasional.

“Masalahnya, daerah tidak punya anggaran cukup besar untuk menyelesaikan persoalan kemacetan ini sendirian. Kalau tidak segera ditangani, Bali bisa merosot daya saingnya karena isu kemacetan terus-menerus,” katanya.

Di sisi lain, Gubernur Koster menegaskan bahwa dirinya tetap fokus bekerja meskipun menghadapi kritik dan perdebatan di media sosial. Ia menganggap dinamika tersebut sebagai bagian dari risiko kepemimpinan.

“Tugas kita bekerja, bukan ribut di media sosial. Bully-bullyan itu bagian dari ujian ketahanan mental. Saya nikmati saja. Kalau dengan membully orang lain hidupnya jadi bahagia, silakan,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga meminta seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan proyek infrastruktur, termasuk kontraktor pelaksana, agar bekerja secara profesional, menjaga kualitas, dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu.

“Kualitas harus nomor satu dan waktunya harus tepat. Jangan kualitas bagus tapi molor. Saya pantau langsung, dan kalau tidak sesuai, saya yang akan menegur,” tegasnya.

Gubernur Koster berharap pembangunan infrastruktur yang dimulai saat ini dapat berjalan lancar, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Bali, sekaligus memperkuat posisi Bali sebagai destinasi pariwisata unggulan dunia.

Sementara itu, Direktur Pembangunan Jalan Direktorat Jenderal Bina Marga, Asep Syarif Hidayat, menyampaikan Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen penuh mendukung pembangunan shortcut Singaraja–Mengwitani. Untuk penanganan Titik 9 dan 10, total panjang pekerjaan mencapai 3,90 kilometer, terdiri dari jalan sepanjang 2,95 kilometer dan jembatan sepanjang 942 meter.

Untuk Paket 1, proyek ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp290,84 miliar dengan masa pelaksanaan 750 hari kalender. Pekerjaan meliputi pembangunan jalan sepanjang 0,93 kilometer dan tiga jembatan dengan total panjang 593 meter, yang dikerjakan oleh Waskita–Sinarbali KSO dengan pendanaan dari SBSN Tahun Anggaran 2025–2027.

Asep menjelaskan, kondisi eksisting ruas jalan Singaraja–Mengwitani memiliki tingkat risiko tinggi, dengan kelandaian mencapai 27 persen dan tercatat sekitar 140 kecelakaan per tahun dengan 16 korban meninggal dunia.

Melalui perbaikan geometrik jalan ini, waktu tempuh dipangkas dari 21,22 menit menjadi 8,61 menit, jumlah tikungan berkurang drastis, serta tingkat kelandaian diturunkan hingga maksimal 10 persen

“Manfaatnya sangat signifikan, mulai dari peningkatan keselamatan, efisiensi perjalanan, hingga pengurangan emisi karbon kendaraan sekitar 10 persen,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Pemerintah Provinsi Bali telah membebaskan 316 bidang tanah senilai Rp193 miliar untuk mendukung pembangunan sejumlah titik shortcut. Namun demikian, untuk menuntaskan seluruh ruas Singaraja–Mengwitani masih diperlukan pembangunan lanjutan pada Titik 1–2, Paket 3 Titik 9–10, serta Titik 11–12 dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp512 miliar.

Dengan kolaborasi erat antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Bali, pembangunan Jalan Shortcut Singaraja–Mengwitani diharapkan menjadi solusi permanen konektivitas Bali Utara–Selatan, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Pulau Dewata. (rls)