- Advertisement -
Beranda blog Halaman 65

Upacara Hari Pahlawan di Tabanan Momentum Tingkatkan Semangat Perjuangan dan Pengabdian Tanpa Batas

Bupati Tabanan diwakili Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, bertindak selaku Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025 Kabupaten Tabanan yang diselenggarakan di halaman Kantor Bupati Tabanan, Senin (10/11).
Bupati Tabanan diwakili Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, bertindak selaku Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025 Kabupaten Tabanan yang diselenggarakan di halaman Kantor Bupati Tabanan, Senin (10/11).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dalam suasana yang khidmat dan penuh semangat kebangsaan, Bupati Tabanan diwakili Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, bertindak selaku Inspektur Upacara dalam peringatan Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025 Kabupaten Tabanan yang diselenggarakan di halaman Kantor Bupati Tabanan, Senin (10/11). Peringatan tahun ini mengusung tema nasional “Pahlawan Teladanku, Terus Bergerak Melanjutkan Perjuangan”, yang menjadi ajakan bagi seluruh elemen bangsa untuk meneladani nilai juang dan semangat pengorbanan para pahlawan demi kemerdekaan dan kemajuan Indonesia.

Semangat perjuangan ini turut mewarnai perayaan HUT ke-532 Kota Singasana yang puncaknya akan dilangsungkan pada 29 November 2025 mendatang, di mana semangat kepahlawanan menjadi inspirasi dalam melanjutkan pembangunan dan memperkuat persatuan masyarakat. Momentum ini menjadi pengingat, bahwa perjuangan belum usai, dan setiap langkah menuju kemajuan daerah adalah bentuk nyata pengabdian kepada tanah air. Turut hadir, Danrindam IX Udayana atau yang mewakili, jajaran Forkopimda Tabanan, Ketua DPRD Tabanan, Sekretaris Daerah serta para Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, pimpinan instansi vertikal, BUMD, dan ASN di lingkungan Pemkab Tabanan. Suasana tampak khidmat saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dikumandangkan dan bendera Merah Putih dikibarkan dengan penuh penghormatan oleh pasukan pengibar bendera.

Membacakan amanat Menteri Sosial Republik Indonesia, Wabup Dirga menyampaikan pesan mendalam tentang makna perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa. Amanat tersebut menegaskan bahwa peringatan Hari Pahlawan bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum refleksi untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Hari ini, di bawah langit Indonesia yang merdeka, kita menundukkan kepala penuh hormat mengenang jasa para pahlawan. Mereka bukan sekadar nama di batu nisan, melainkan cahaya yang menerangi jalan kita hingga hari ini,” ujarnya.

Dalam amanat tersebut juga tersirat tiga teladan utama yang patut dihayati dari para pahlawan, yakni kesabaran dalam berjuang, semangat mendahulukan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi, serta pandangan visioner demi masa depan generasi penerus. Lebih lanjut, Wabup Dirga menegaskan bahwa semangat pantang menyerah, keberanian, dan keikhlasan para pahlawan harus menjadi inspirasi dalam menghadapi tantangan zaman.

Perjuangan kini tidak lagi dilakukan dengan senjata, melainkan dengan ilmu pengetahuan, dedikasi, dan empati sosial dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa seperti kemiskinan, kebodohan, dan disinformasi. “Di masa kini, perjuangan tidak lagi dengan bambu runcing, melainkan dengan ilmu, kepedulian, dan pengabdian. Namun semangatnya tetap sama, membela yang lemah, memperjuangkan keadilan, dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” lanjut Dirga membacakan sambutan Mensos RI.

Selain itu, melalui momentum Hari Pahlawan, Wabup Dirga mengajak seluruh masyarakat Tabanan untuk menyalakan kembali api perjuangan dengan bekerja keras, berpikir jernih, dan melayani dengan sepenuh hati. Ia menekankan bahwa semangat kepahlawanan harus diwujudkan dalam tindakan nyata sesuai peran masing-masing. “Sebagaimana para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia, kini giliran kita menjaga agar api perjuangan itu tidak padam  dengan bekerja, bergerak, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan bangsa,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menanamkan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda. Menurutnya, para pahlawan berjuang bukan hanya untuk masa mereka, tetapi demi kehidupan yang lebih baik bagi generasi penerus. Nilai-nilai perjuangan tersebut, lanjutnya, sejalan dengan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM), yang menekankan semangat pengabdian, kebersamaan, dan gotong royong sebagai fondasi pembangunan daerah.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan doa bersama sebagai bentuk penghormatan kepada arwah para pahlawan bangsa. Peringatan Hari Pahlawan di Kabupaten Tabanan Tahun 2025 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat rasa nasionalisme, solidaritas, dan persatuan, sekaligus meneguhkan komitmen Pemerintah Kabupaten Tabanan dalam meneruskan perjuangan membangun daerah menuju masa depan yang lebih baik. (rls)

Diskominfo Tabanan Gelar Sosialisasi Pemerintahan Digital

Diskominfo Tabanan gelar sosialisasi pemerintahan digital secara daring melalui aplikasi zoom meeting pada Senin (10/11/2025).
Diskominfo Tabanan gelar sosialisasi pemerintahan digital secara daring melalui aplikasi zoom meeting pada Senin (10/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tabanan mengadakan sosialisasi pemerintahan digital secara daring melalui aplikasi zoom meeting pada Senin (10/11/2025).

Sosialisasi ini sebagai upaya mempercepat implementasi dan memperluas pemahaman mengenai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) atau yang kini dikenal dengan Pemerintahan Digital (Pemdi).

Kegiatan yang dipusatkan dari Ruang Rapat Diskominfo Tabanan ini diikuti oleh seluruh pimpinan perangkat daerah (OPD), para kepala bagian di lingkungan Sekretariat Daerah, serta para camat se-Kabupaten Tabanan.

Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Dinas Kominfo, I Gusti Putu Winiantara, mewakili Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Tabanan.

Winiantara menyampaikan gambaran kondisi riil pelaksanaan SPBE di Kabupaten Tabanan, mencakup infrastruktur yang telah dibangun, tingkat integrasi sistem, keamanan data, serta pemberdayaan sumber daya manusia (SDM).

Ia menegaskan, walaupun infrastruktur dan sistem sudah berjalan baik, kapasitas dan kompetensi SDM masih menjadi tantangan utama yang perlu terus ditingkatkan agar penerapan SPBE dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Kita sudah memiliki pondasi yang kuat melalui infrastruktur TIK dan sistem yang terintegrasi, namun tantangan terbesar kita masih pada peningkatan kemampuan SDM. Pemerintahan digital tidak hanya tentang teknologi, tetapi juga kesiapan manusia yang mengelolanya,” ujar Winiantara.

Sementara itu, sebagai narasumber utama, hadir Andrari Grahitandaru, Pejabat Fungsional Utama dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), yang memaparkan mengenai perubahan nomenklatur dari SPBE menjadi Pemerintahan Digital (Pemdi).

Andrari menjelaskan, perubahan ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang adaptif, efisien, dan berorientasi pada pelayanan publik berbasis data serta kolaborasi lintas sektor.

“Secara substansi, evaluasi Pemdi tidak jauh berbeda dengan SPBE. Namun ada penyederhanaan dari 45 indikator penilaian SPBE menjadi hanya 20 indikator pada evaluasi Pemdi tahun 2026 mendatang,” jelas Andrari.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa yang paling penting bukanlah jumlah indikator, melainkan integrasi antar sistem, keterhubungan aplikasi yang digunakan, pemanfaatan data bersama (data sharing), serta dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik dan kepuasan masyarakat.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, Diskominfo Tabanan berharap seluruh perangkat daerah dapat memahami arah kebijakan baru Pemerintahan Digital dan bersinergi dalam mewujudkan transformasi digital di Kabupaten Tabanan, sesuai dengan visi Tabanan yang Smart, Terpadu, dan Berdaya Saing.

“Sosialisasi ini menjadi momentum penting untuk menyatukan persepsi, membangun kolaborasi, dan memastikan bahwa transformasi digital di Tabanan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas Winiantara. (ana)

Profil Singkat 10 Tokoh yang Ditetapkan Sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo

10 Pahlawan Nasional.
10 Pahlawan Nasional. (foto: wikipedia, media indonesia)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh atas jasa dan perjuangan mereka bagi bangsa.

Upacara penganugerahan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (10/11/2025) dan dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo.

Berikut profil singkat kesepuluh tokoh yang baru memperoleh gelar Pahlawan Nasional:

1. K.H. Abdurrachman Wahid (Gus Dur)

Presiden ke-4 Republik Indonesia ini dikenal luas sebagai tokoh pluralisme dan toleransi antarumat beragama.

Gus Dur merupakan cucu pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy’ari, dan pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU. Ia meninggal dunia pada 30 Desember 2009 dan dimakamkan di Jombang, Jawa Timur.

2. Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto

Soeharto adalah Presiden ke-2 Indonesia yang memimpin selama 31 tahun lebih. Tak heran jika menjadikannya pemimpin dengan masa jabatan terlama dalam sejarah republik ini.

Meski sosoknya menuai pro dan kontra, ia diakui berperan besar dalam pembangunan nasional sekaligus diwarnai catatan pelanggaran HAM dan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).

3. Marsinah

Marsinah dikenal sebagai aktivis buruh yang memperjuangkan hak pekerja di sebuah pabrik jam tangan di Jawa Timur.

Ia menjadi korban pembunuhan pada Mei 1993 setelah memimpin aksi mogok karena perusahaan tidak melaksanakan kebijakan upah minimum. Kasusnya menjadi simbol perjuangan buruh Indonesia terhadap represi rezim otoriter saat itu.

4. Mochtar Kusumaatmadja

Tokoh hukum dan diplomat ini pernah menjabat sebagai Menteri Kehakiman (1974–1978) dan Menteri Luar Negeri (1978–1988).

Sebagai konseptor Wawasan Nusantara dan penggagas konsep Negara Kepulauan (Archipelagic State), Mochtar berperan penting dalam memperjuangkan kedaulatan maritim Indonesia di forum internasional. Ia juga guru besar Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Bandung.

5. Hj. Rahma El Yunusiyyah

Pendiri lembaga pendidikan Diniyah Putri di Padang Panjang, Rahma El Yunusiyyah dikenal sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan.

Pada masa Revolusi Nasional, ia turut membantu perjuangan dengan membentuk unit perbekalan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) di Padang Panjang.

Konsep pendidikannya bahkan menginspirasi Universitas Al-Azhar di Mesir untuk membuka fakultas khusus perempuan, Kulliyatul Banat.

6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo

Ayah dari Ani Yudhoyono dan mertua Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini dikenal sebagai tokoh militer yang berperan dalam penumpasan G30S/PKI tahun 1965 saat menjabat sebagai Panglima RPKAD (kini Kopassus).

Ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur AKABRI, Ketua BP7 Pusat, serta Duta Besar Indonesia untuk Korea Selatan.

7. Sultan Muhammad Salahuddin

Sebagai Sultan ke-14 Kesultanan Bima (1917–1942), Sultan Muhammad Salahuddin dikenal sebagai pemimpin visioner yang mendorong kemajuan di bidang pendidikan, pemerintahan, dan sosial kemasyarakatan.

Kepemimpinannya meninggalkan warisan penting bagi pembangunan masyarakat Bima dan Nusa Tenggara secara umum.

8. Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur

Syaikhona Muhammad Kholil atau yang akrab disebut Mbah Kholil dikenal sebagai ulama besar asal Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Gelar “Syaikhona” diberikan sebagai bentuk penghormatan karena beliau merupakan guru dari banyak ulama besar di Nusantara.

Ia berasal dari keluarga ulama dan sepanjang hidupnya dikenal sebagai sosok yang berperan besar dalam pengembangan Islam di Madura serta menjadi panutan bagi generasi ulama berikutnya.

9. Tuan Rondahaim Saragih

Tuan Rondahaim Saragih Garingging, atau lebih dikenal sebagai Tuan Rondahaim, adalah pejuang asal Kerajaan Raya di Simalungun, Sumatera Utara (dahulu dikenal sebagai Pantai Timur Sumatera).

Perjuangannya melawan penjajahan Belanda berlangsung antara tahun 1880 hingga 1891. Awal keterlibatannya dalam perlawanan terjadi saat pemerintah kolonial Belanda membuka perkebunan secara sepihak di wilayah masyarakat Simalungun.

Tuan Rondahaim kemudian memimpin perlawanan rakyat untuk mempertahankan tanah dan kedaulatan mereka.

10. Zainal Abidin Syah

Sultan Zainal Abidin Syah merupakan Sultan Tidore ke-37 yang dikenal sebagai tokoh pemersatu wilayah Papua Barat. Ia menjadi Gubernur pertama Irian Barat (sekarang Papua) pada periode 1956–1961.

Dalam masa jabatannya, Zainal Abidin Syah berkedudukan di Soasiu, Tidore, Maluku Utara. Kepemimpinannya dikenang karena perannya memperkuat persatuan wilayah timur Indonesia serta memperjuangkan integrasi Papua ke dalam Republik Indonesia. (ana)

10 Tokoh Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

Upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo, di Istana Jakarta, pada Senin (10/11/2025).
Upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo, di Istana Jakarta, pada Senin (10/11/2025).

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Sebagai penghormatan atas jasa dan perjuangan, Presiden RI Prabowo Subianto memberikan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh.

Pemberian gelar itu dilakukan melalui upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional yang dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo, di Istana Jakarta, pada Senin (10/11/2025), bertepatan dengan Hari Pahlawan.

Kesepuluh itu dianugrahi gelar Pahlawan Nasional melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 116.TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional yang  ditetapkan di Jakarta 6 November 2025.

Adapun kesepuluh tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional, diantaranya:

  1. K.H. Abdurachman Wahid (Gus Dur) – Jawa Timur.
  2. Jenderal Besar TNI H.M. Soeharto – Jawa Tengah.
  3. Marsinah – Jawa Timur.
  4. Mochtar Kusumaatmaja – Jawa Barat.
  5. Hj. Rahma El Yunusiyyah – Sumatera Barat.
  6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo – Jawa Tengah.
  7. Sultan Muhammad Salahuddin – Nusa Tenggara Barat.
  8. Syaikhona Muhammad Kholil – Jawa Timur.
  9. Tuan Rondahaim Saragih – Sumatera Utara.
  10. Zainal Abidin Syah – Maluku Utara.

Melalui pemberian gelar ini, pemerintah berharap generasi muda bisa mengenang serta menghormati jasa para Pahlawan yang telah berjuang untuk kemajuan bangsa dan negara.

Lebih dari itu, perjuangan para Pahlawan juga diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi mudah untuk terus berkontribusi mengharumkan nama Bangsa Indonesia. (ana)

Aksi Duel Pelajar SMK di Marga Viral, Polisi Lakukan Pembinaan Bersama Pihak Sekolah

Sejumlah pelajar yang terlibat perkelahian di depan sebuah toko di Desa Batannyuh, Kecamatan Marga, Tabanan, saat menjalani pembinaan bersama pihak Polsek Marga dan sekolah, Senin (10/11/2025).
Sejumlah pelajar yang terlibat perkelahian di depan sebuah toko di Desa Batannyuh, Kecamatan Marga, Tabanan, saat menjalani pembinaan bersama pihak Polsek Marga dan sekolah, Senin (10/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Viral di media sosial usai beredarnya video yang memperlihatkan sejumlah remaja berkelahi di depan sebuah toko komputer di Banjar Umadiwang Kawan Desa Batannyuh, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.

Video yang berdurasi singkat itu memperlihatkan sejumlah anak muda saling dorong dan berteriak di depan Counter Kawan Komputer.

Sontak kejadian itu menuai kritik dari masyarakat atas perilaku merugikan sejumlah anak muda.

Anggota Polsek Marga pun menindaklanjuti video viral itu. Setelah dilakukan penyelidikan, perkelahian tersebut melibatkan beberapa pelajar SMK Negeri 2 Tabanan.

Kapolsek Marga AKP I Ketut Suwandi mengatakan, pihaknya bersama tim Unit Reskrim telah melakukan penyelidikan dan pembinaan terhadap para pelajar yang terlibat.

Kejadian tersebut diketahui terjadi pada Minggu (9/11/2025) sekitar pukul 03.30 Wita, di depan Counter Kawan Komputer milik Si Ngurah Bagus Kandayun.

“Dari hasil penelusuran, perkelahian itu berawal dari kesalahpahaman di grup kelas antar pelajar yang kemudian sepakat bertemu dan berkelahi di sekitar simpang Belayu. Akhirnya aksi itu terjadi di depan toko milik warga,” jelas AKP Suwandi, Senin (10/11/2025).

Menurut keterangan pemilik counter, ia mengetahui kejadian itu setelah dibangunkan oleh adiknya dan mendengar suara keributan di depan tokonya. Saat dicek, sebagian remaja sudah melarikan diri, namun ada beberapa yang masih di lokasi dan sempat dimintai keterangan.

Dua pelajar yang sempat dimintai keterangan yakni I Komang WP dan I Putu SD. Keduanya merupakan siswa kelas 10 di SMKN 2 Tabanan.

AKP Suwandi menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk melakukan pembinaan kepada para siswa yang terlibat, termasuk melalui bimbingan konseling (BK).

“Kami telah memberikan arahan kepada siswa agar tidak mengulangi perbuatannya, saling menghormati, dan tidak melakukan perundungan antar teman sekolah,” ujarnya.

Sementara itu, pemilik counter menyatakan tidak mempermasalahkan kejadian tersebut. Rolling door tokonya yang sempat terdorong sudah diperbaiki dan dapat berfungsi normal kembali. (ana)

Pria Misterius Buntuti Remaja Putri di Kerambitan Hingga Depan Rumah

Anggota Polsek Kerambitan selidiki kasus seorang remaja putri dibuntuti pria tak dikenal di wilayah Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.
Anggota Polsek Kerambitan selidiki kasus seorang remaja putri dibuntuti pria tak dikenal di wilayah Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang remaja putri dibuntuti pria tak dikenal di wilayah Desa Sembung Gede, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.

Video yang memperlihatkan rekaman CCTV tersebut pertama kali diunggah oleh salah satu akun Instagram pada Sabtu (8/11/2025) malam.

Jajaran Polsek Kerambitan pun menindaklanjuti adanya informasi tersebut karena menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat.

Kapolsek Kerambitan AKP Putu Budiawan mengatakan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan setelah video tersebut ramai di media sosial.

“Begitu mendapat informasi, kami perintahkan Unit Reskrim melakukan penelusuran dan meminta keterangan korban serta saksi di lokasi kejadian,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (10/11/2025).

Dari hasil pemeriksaan awal, kejadian itu diketahui terjadi pada Selasa (4/11/2025) sekitar pukul 19.57 Wita di depan rumah korban yang beralamat di Banjar Dinas Sembung Gede Kelod, Desa Sembung Gede.

Korban diketahui berinisial NGA (17), seorang pelajar asal desa setempat.

Saat itu, ia hendak pulang dari sekolah dan melintas di depan Alfamart, korban merasa diikuti oleh seorang pria yang kemudian berbelok ke arah rumahnya.

Setibanya di depan rumah, pria tersebut menghentikan motornya dan mencoba berbicara dengan korban.

“Pelaku menggunakan sepeda motor Yamaha Nmax hitam, memakai helm dan baju bergaris. Ia sempat menghentikan korban dan berkata ingin berkenalan serta meminta nomor ponsel,” jelas AKP Budiawan.

Merasa takut, korban langsung berlari masuk ke rumah sambil menabrak gerbang dan meminta tolong.

Mendengar teriakan korban, kakak dan kerabatnya keluar rumah dan sempat mengejar pelaku, namun pelaku berhasil melarikan diri.

Akibat kejadian itu, korban mengalami ketakutan dan merasa terganggu. Pihak kepolisian kini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku.

“Kasus ini masih dalam proses lidik. Kami juga mengimbau masyarakat, terutama kalangan remaja, agar tetap waspada saat beraktivitas di malam hari dan segera melapor bila mengalami kejadian serupa,” tegasnya. (ana)

Tekan Populasi, Enam Monyet di Alas Kedaton Disterilisasi

Kegiatan sterilisasi monyet di Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga.
Kegiatan sterilisasi monyet di Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Kedaton di Desa Kukuh, Kecamatan Marga, Tabanan terus berupaya menekan pertumbuhan populasi monyet ekor panjang yang kini semakin meningkat.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah melalui program sterilisasi yang bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Udayana.

Bendesa Adat Kukuh sekaligus pengelola DTW Alas Kedaton, I Gusti Ngurah Arta Wijaya, mengatakan kegiatan sterilisasi ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat FKH Unud.

“Kami meminta bantuan dari FKH Universitas Udayana untuk melakukan sterilisasi. Kebetulan mereka juga memiliki program pengabdian di bidang tersebut,” ujarnya, Minggu (9/11/2025).

Pada tahap awal, sebanyak enam ekor monyet jantan telah disterilisasi pada Sabtu sebelumnya. Proses dilakukan dengan menembakkan peluru bius sebelum tindakan pembedahan dilakukan.

Arta Wijaya menuturkan, langkah ini diharapkan dapat mengurangi populasi monyet secara bertahap.

Saat ini, jumlah monyet di kawasan Alas Kedaton diperkirakan mencapai lebih dari 2.500 ekor, dan keberadaannya mulai meresahkan warga sekitar karena sering masuk ke pekarangan rumah penduduk untuk mencari makanan.

“Kalau tidak dikendalikan, populasinya akan terus bertambah dan menimbulkan gangguan bagi warga sekitar,” jelasnya.

Ia menambahkan, biaya sterilisasi untuk satu ekor monyet bisa mencapai Rp500 ribu, namun dengan adanya kerja sama bersama FKH Unud, beban biaya tersebut dapat ditekan.

Selain itu, pihak pengelola juga menanggung biaya pakan monyet yang cukup besar, yakni sekitar Rp40 juta per bulan, untuk memenuhi kebutuhan pisang, ubi, dan ketela sebagai makanan utama.

“Selain dari pengelola, kadang masyarakat juga ikut menyumbangkan pakan, baik berupa buah-buahan maupun bahan makanan lainnya,” tambahnya. (ana)

Gubernur Koster Terima Penghargaan Innovation Public Official Leader

Gubernur Bali, Wayan Koster terima penghargaan Innovation Public Official Leader.
Gubernur Bali, Wayan Koster terima penghargaan Innovation Public Official Leader.

PANTAUBALI.COM, JAKARTA – Gubernur Bali, Wayan Koster menjadi salah satu penerima penghargaan Innovation Public Official Leader.

Bali yang kental dengan sejumlah pembangunan fundamentalnya, tentu memiliki kepentingan besar untuk mensejahterakan masyarakat dengan pola keseimbangan pembangunan antar wilayah Bali Selatan, Bali Utara, Bali Timur dan Bali Barat.

Penghargaan yang di inisiasi oleh TVOne diberikan kepada pemerintah daerah, BUMN/BUMD, tokoh nasional, dan pihak swasta yang telah memberikan kontribusi luar biasa melalui inovasi di berbagai bidang.

Penghargaan atas prestasi di bidang Innovation Public Official Leader, dengan sub-kategori Kebijakan program pembangunan yang berkelanjutan serta memperkuat sektor-sektor yang menjadi program prioritas, yang lebih inovatif dan menjangkau ke segala sektor ini, diselenggarakan pada Jumat (7/11/2025).

Mewakili Gubernur Bali, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bali, Gede Pramana hadir langsung di Studio tvOne, The Convergence Indonesia, Rasuna Epicentrum Jakarta Selatan serangkaian acara Inovasi Membangun Negeri 2025.

Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa Innovation Public Official Leader ini merujuk pada pemimpin pejabat publik yang inovatif, yakni pejabat pemerintah yang menggabungkan kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan pemikiran strategis untuk mendorong perubahan dan perbaikan signifikan dalam pelayanan publik.

Mereka melampaui metode tradisional, menantang status quo, dan menciptakan budaya yang mendorong eksperimen serta solusi baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Visi Strategis, dimana memiliki pandangan ke depan dan menetapkan tujuan berani yang mendorong organisasi mereka menuju kesuksesan jangka panjang, mengantisipasi tren dan peluang yang muncul, dengan pengambilan resiko yang terukur, serta memiliki inovatif sekalipun merasa nyaman dengan ketidakpastian dan bersedia mengambil risiko yang diperhitungkan.

Cenderung pemimpin inovatif yang terpilih pada ajang ini, adalah mereka yang melihat kegagalan sebagai kesempatan belajar dan mendorong eksperimen dalam tim mereka. (rls)

Dorong Motor Putus Kopling, Pria Asal Banyuwangi Tewas Terlindas Truk Tronton

Kecelakaan di Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Taman Surodadi, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu (9/11/2025) pagi.
Kecelakaan di Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Taman Surodadi, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu (9/11/2025) pagi.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Taman Surodadi, Desa Abiantuwung, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Minggu (9/11/2025) pagi.

Seorang pengendara motor asal Banyuwangi meninggal dunia setelah terlindas truk tronton Hino di lokasi kejadian.

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 Wita. Korban adalah pengendara sepeda motor Honda GL nomor polisi P-6743-WO dilindas truk tronton bernomor polisi DK-8676-BU.

“Korban atas nama Mohamad Khoirul Anwar umur 28 tahun, asal Banyuwangi, meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka parah di bagian kepala,” ujar Kompol Sukadana.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), sebelum kecelakaan korban mengendarai sepeda motor dari arah barat (Gilimanuk) menuju timur (Denpasar) dengan kecepatan sedang.

Saat tiba di lokasi, korban berusaha membantu mendorong sepeda motor lain yang mengalami putus tali kopling.

“Diduga karena kehilangan keseimbangan, korban terjatuh ke kanan dan pada saat bersamaan datang truk tronton dari arah belakang hingga melindas korban,” jelasnya.

Pengemudi truk diketahui bernama Ribut Hariyanto (52), juga asal Banyuwangi, yang saat kejadian dalam kondisi selamat.

Pihak kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi korban ke rumah sakit. Kasus kecelakaan tersebut kini ditangani Unit Laka Satlantas Polres Tabanan untuk proses lebih lanjut. (ana)

Skateboard hingga Mural Kreatif Meriahkan Peringatan HUT Kota Singasana

Skateboard x Sepeda Competition Day 1 dan Singasana Mural Exhibition di Lapangan Singasana Skatepark, Kediri, Minggu (9/11/2025).
Skateboard x Sepeda Competition Day 1 dan Singasana Mural Exhibition di Lapangan Singasana Skatepark, Kediri, Minggu (9/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Semangat generasi muda dan kreatifitas terasa di Lapangan Singasana Skatepark, Kediri, Minggu (9/11/2025).

Lapangan yang biasanya menjadi ruang ekspresi komunitas anak muda kali ini menjadi pusat perhatian dengan digelarnya Skateboard x Sepeda Competition Day 1 dan Singasana Mural Exhibition, bagian dari rangkaian HUT ke-532 Kota Singasana tahun 2025 yang mengusung tema “Mula Jayaning Singasana.”

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Komunitas AGATA dengan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Tabanan, menghadirkan kolaborasi antara dunia seni, olahraga, dan komunitas kreatif lokal.

Dua agenda utama tersebut menjadi simbol semangat perayaan hari jadi Kota Singasana yang dinamis, inklusif, dan menumbuhkan nilai-nilai positif di kalangan masyarakat.

Ratusan peserta dari berbagai kalangan umur dan komunitas skateboard serta sepeda ikut ambil bagian. Mereka menunjukkan keterampilan dan kreativitas tinggi dalam ajang yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menumbuhkan solidaritas, sportivitas, dan kebersamaan.

Selain kompetisi ekstrem, Singasana Mural Exhibition turut menarik perhatian pengunjung. Dinding yang Kumuh dan semula polos kini disulap menjadi kanvas publik penuh warna, menampilkan karya mural bertema kebanggaan daerah, semangat gotong royong, dan harapan generasi muda Tabanan.

Karya-karya tersebut dihasilkan melalui kolaborasi antara seniman muda lokal dan komunitas kreatif, menjadikan ruang publik lebih hidup dan inspiratif.

Terkait hal itu, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan kegiatan HUT Ke-532 Kota Singasana harus berdampak dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan seperti Skateboard x Sepeda Competition dan Singasana Mural Exhibition menjadi semangat Mula Jayaning Singasana benar-benar hidup di tengah masyarakat, khususnya generasi mudanya.

“Mereka bukan hanya menunjukkan bakat dan kreativitas, tetapi juga menyalurkan energi positif yang membangun wajah baru Kota Singasana sebagai kota yang dinamis, modern, dan berjiwa muda.”

Sementara itu, Ketua Komunitas AGATA Gede Paramartha Daisuke menjelaskan, kegiatan ini merupakan bentuk nyata dari semangat Mula Jayaning Singasana sebuah gerakan kebangkitan kreativitas dan ekspresi generasi muda Tabanan.

“Kami ingin HUT Kota Singasana tidak hanya dirayakan dengan seremoni, tetapi juga melalui karya dan energi positif anak muda. Ini ruang mereka untuk berkreasi, berkompetisi, dan memberi warna bagi kota yang kita cintai,” ungkap perwakilan panitia.

Salah satu Peserta I Made Dandy berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat identitas Kota Singasana sebagai kota kreatif yang berpihak pada ruang ekspresi anak muda. (ana)