- Advertisement -
Beranda blog Halaman 52

Rem Blong, Truk Tronton Angkut Keramik Hantam Pohon di Selemadeg

Truk tronton Hino dengan nomor polisi F 9135 FH ringsek akibat menabrak pohon di Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Senin (8/12/2025) pagi. 
Truk tronton Hino dengan nomor polisi F 9135 FH ringsek akibat menabrak pohon di Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Senin (8/12/2025) pagi. 

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Truk tronton Hino dengan nomor polisi F 9135 FH ringsek akibat menabrak pohon di Jalan Nasional Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di Banjar Dinas Bonian, Desa Antap, Kecamatan Selemadeg, Senin (8/12/2025) pagi.

Insiden terjadi sekitar pukul 06.30 Wita saat truk itu melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.

Kapolsek Selemadeg Kompol I Wayan Suastika menjelaskan, kecelakaan diduga dipicu kurangnya konsentrasi pengemudi serta kondisi rem truk yang blong saat melintasi jalan turunan dalam kondisi hujan deras.

Truk dikemudikan Marjono (48), warga Kabupaten Bogor, itu tengah mengangkut muatan keramik. Saat memasuki turunan landai, namun hujan deras membuat jarak pandang berkurang.

“Pengemudi membanting setir ke kiri setelah melihat situasi di depannya macet. Rem tidak berfungsi dengan baik sehingga kendaraan menabrak pohon di sisi utara jalan,” ujar Suastika.

Kecelakaan tidak menyebabkan korban jiwa. Namun seorang penumpang, Abdu Rahman (19), mengalami patah kaki kiri.

Ia sempat mendapat perawatan pertama di Puskesmas Selemadeg sebelum dirujuk ke RSUD Tabanan.

Akibat kecelakaan tersebut, kerusakan materiil ditaksir mencapai Rp 1 juta. Kompol Suastika menyatakan faktor penyebab utama kecelakaan merupakan kesalahan manusia (human error).

“Kami imbau pengemudi yang melintas di jalur turunan Selemadeg meningkatkan kewaspadaan, terutama saat cuaca hujan,” kata Kompol Suastika. (ana)

Kurnia Seafood Bali Tawarkan Menu Alaska King Crab, Sensasi Kuliner Ala Sultan

Menu Alaska King Crab di Kurnia Seafood Bali.
Menu Alaska King Crab di Kurnia Seafood Bali.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kurnia Seafood Bali kembali berinovasi dengan menghadirkan menu premium terbaru yakni Alaska King Crab yang merupakan jenis kepiting raksasa dengan daging tebal, manis, dan lembut.

Kehadiran menu ini menjadi langkah strategis restoran yang berlokasi di Jalan Bypass Tanah Lot, Desa Beraban, Kediri, Tabanan, itu untuk memberikan pengalaman kuliner mewah bagi para pecinta seafood.

General Manager Kurnia Seafood Bali, Irwan, mengatakan, menu Alaska King Crab dihadirkan untuk menyambut pergantian tahun 2025, sekaligus memberi pilihan hidangan seafood premium yang menghadirkan sensasi makan ala Sultan.

“Kami ingin memberikan pengalaman kuliner terbaik dengan menghadirkan hidangan mewah dan berkualitas tinggi bagi pelanggan setia Kurnia Seafood,” ujarnya.

Ia menyebut, Alaska King Crab ini diimpor langsung dari Rusia. Untuk harga, menu sultan ini dibandrol dengan harga Rp355 ribu per ons.

Di Kurnia Seafood Bali menyediakan Alaska King Crab dalam dua pilihan paket. Diantaranya, Paket Large dengan Berat 16–18 ons, berisi setengah tubuh King Crab, tiga kaki. satu capit. Paket ini bisa dimakan 6 hingga 8 orang.

Kemudian Paket Medium, dengan berat kepiting 4–8 ons. Dengan isian dapat dipilih Seperempat tubuh, satu capit satu kaki atau dua kaki. Paket ini bisa dimakan 2 sampai 6 orang.

Alaska King Crab disajikan dengan saus Singapore, saus yang dibuat khusus untuk meningkatkan cita rasa King Crab dan menjadi pembeda dari tempat lain.

Namun, ada pilihan saus lainnya yang bisa dicoba pelanggan yakni Saus Asam Manis, Saus Garlic Caramel, Saus Lada Hitam, Saus Padang dan Saus Kurnia (signature).

Setiap saus memiliki pelengkap berbeda sesuai karakter rasanya, memberikan pengalaman kuliner yang lebih variatif sesuai preferensi pelanggan.

Selain itu, ada beberapa kondimen dari King Crab Sultan di Kurnia Seafood, meliputi tofu, terong, jamur shimeji, jagung, bawang bombay, paprika dan saus singapure.

“Untuk memastikan ketersediaan dan kualitas penyajian terbaik, pelanggan disarankan melakukan reservasi minimal H-1,” kata Irwan.

Kurnia Seafood Bali menerapkan standar khusus dalam penanganan, penyimpanan, dan pengolahan Alaska King Crab. Proses yang ketat ini memastikan kesegaran dan kualitas daging tetap optimal sehingga pelanggan dapat menikmati hidangan premium tanpa kekhawatiran. (ana)

Polres Tabanan Razia Tempat Hiburan Malam dan Ruas Jalan

Polres Tabanan saat razia tempat huburan malam dalam rangka Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung 2025.
Polres Tabanan saat razia tempat huburan malam dalam rangka Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung 2025.

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Anggota Polres Tabanan melaksanakan Operasi Cipta Kondisi (Cipkon) Agung 2025 untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Operasi dilaksanakan Sabtu (6/12/2025) malam hingga Minggu (7/12/2025) dini hari dengan menyasar tempat hiburan malam dan sejumlah titik ruas jalan utama di Kabupaten Tabanan.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan, dalam operasi ini melibatkan 64 personel dari berbagai fungsi kepolisian.

Adapun tempat hiburan yang disasar yakni New Bali Heppi di Dauh Peken, Capung Mas Family Karaoke di Kediri, serta Kenzi Café Bar & Karaoke di Buwit. Pemeriksaan dilakukan secara selektif terhadap identitas pengunjung, barang bawaan, hingga tes urine acak.

“Sebanyak 16 orang pengunjung dan karyawan dites urine dan seluruh hasilnya negatif narkoba,” kata AKBP Bayu Pati.

Selain tempat hiburan malam, anggota juga melakukan razia kendaraan bermotor di depan Pepito, Jalan Raya Bypass Nyanyi–Tanah Lot. Pemeriksaan meliputi kelengkapan dokumen kendaraan serta potensi kepemilikan senjata tajam atau barang berbahaya.

Melalui razia tersebut, polisi menemukan 14 pelanggaran yang terdiri atas lima pengendara tanpa helm, enam kendaraan tanpa pelat nomor, satu knalpot brong, satu pengendara tanpa SIM, dan satu kendaraan tanpa STNK.

Kapolres menambahkan bahwa operasi akan terus berlanjut selama periode Natal dan Tahun Baru.
“Kami berkomitmen menjaga keamanan masyarakat selama masa libur akhir tahun. Penegakan aturan dilakukan untuk melindungi keselamatan bersama,” tegasnya.

Operasi Cipkon Agung 2025 direncanakan dilakukan secara berkala hingga puncak perayaan Tahun Baru 2026 untuk memastikan situasi wilayah Tabanan tetap aman dan terkendali. (ana)

Cabang Pohon Tua Tumbang di Pura Puseh Samsam, Timpa Bangunan dan Pelinggih

Cabang pohon Bunut menimpa sejumlah bangunan dan pelinggih di Pura Puseh Desa Adat Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Minggu (7/12/2025).
Cabang pohon Bunut menimpa sejumlah bangunan dan pelinggih di Pura Puseh Desa Adat Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Minggu (7/12/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Cabang pohon bunut berusia lebih dari satu abad yang tumbuh di jaba Pura Puseh Desa Adat Samsam, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, roboh pada Minggu (7/12/2025) pagi.

Cabang berdiameter sekitar 50 sentimeter dan panjang 25 meter itu menimpa sejumlah bangunan suci di area pura hingga mengalami kerusakan berat.

Bendesa Adat Samsam, I Dewa Made Dwija Putra, menjelaskan bahwa bagian pohon yang patah tersebut menimpa Bale Agung, Pelinggih Ratu Anom, genah tapakan, bale gong, pewaregan, hingga penyengker.

Dari seluruh bangunan yang terdampak, bale gong merupakan yang mengalami kerusakan paling parah karena tertimpa langsung batang cabang pohon.

Dwija Putra menyebut total kerugian ditaksir mencapai Rp471 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut karena pada saat kejadian pura sedang tidak digunakan untuk aktivitas keagamaan.

“Saksi yang juga pemangku hanya mendengar suara seperti material diturunkan dari truk saat cabang pohon ambruk,” ujarnya.

Menurutnya, cuaca bukan menjadi faktor utama karena tidak ada angin kencang saat kejadian. Namun intensitas hujan tinggi sejak Sabtu dan kondisi pohon yang sudah sangat tua disinyalir membuat cabang tidak mampu menahan beban sehingga patah.

Dwija Putra menambahkan, sehari sebelum purnama (4 Desember 2025), beberapa prajuru adat sebenarnya sudah mendapat firasat saat melaksanakan kegiatan bersih-bersih di area pura.

Rencana perompesan pohon sempat dibahas menjelang Hari Raya Galungan, namun belum sempat dilakukan karena padatnya kegiatan adat.

Pembersihan puing dan sisa cabang pohon rencananya dilakukan pada Senin bersama masyarakat dan dibantu BPBD Tabanan.

Dari sisi niskala, akan dilaksanakan upacara ngulapin dan ngingsirang untuk Pelinggih Ratu Anom sebelum pembersihan dimulai. Upacara tersebut akan dipuput oleh pemangku di Pura Puseh dan Bale Agung.

“Untuk material bangunan yang rusak maupun bagian pohon akan dipralina di setra adat dan tidak diperbolehkan digunakan kembali,” tegasnya. (ana)

TPA Suwung Tutup 23 Desember, Pemerintah Minta Denpasar-Badung Optimalkan Pengolahan Sampah

Gubernur Bali Wayan Koster.
Gubernur Bali Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung diminta untuk stop membuang sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.

Kedua kepala daerah agar segera mengoptimalkan tebe modern, TPS3R, TPST, Mesin pencacah dan Dekomposer dan pengelolaan sampah berbasis sumber.

Gubernur Bali Wayan Koster telah mengeluarkan surat pemberitahuan nomor T.00.600.4.15/60957/Setda, perihal pemberitahuan batas waktu penutupan TPA Suwung tanggal 23 desember 2025. Surat penting ini ditujukan kepada Walikota Denpasar IGN Jaya Negara dan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, tertanggal 5 Desember 2025.

“TPA Suwung harus ditutup paling lambat tanggal 23 Desember 2025, Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung dilarang membawa sampah ke TPA Suwung,” ujar  Koster.

Walikota Denpasar dan Bupati Badung diminta Gubernur Koster agar
segera menyiapkan pengelolaan sampah di luar TPA Suwung. Mengoptimalkan tebe Modern, TPS3R, TPST, mesin pencacah dan dekomposer. Semua ini guna mempercepat proses pengomposan di rumah tangga, atau memakai model lain.

“Agar dapat menggunakan model pengelolaan sampah ini, maka harus dilakukan pemilahan sampah organik dan bukan organik di tingkat rumah tangga,” katanya.

Koster juga meminta agar segera mengoptimalkan pengelolaan sampah berbasis sumber di rumah tangga sampai tingkat Desa/Kelurahan/Desa Adat, serta menyiapkan pola terbaik dan berkolaborasi dengan para pihak untuk memastikan pengelolaan sampah.

“Segera melakukan sosialisasi kepada warga agar menyiapkan pengelolaan sampah secara mandiri atau bersama-sama dalam kelompok dengan pemilahan sampah organik dan bukan organik di tingkat rumah tangga,” kata Koster.

Koster meminta agar segera melakukan koordinasi teknis menyusun SOP yang melibatkan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Pemerintah Provinsi Bali, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemerintah Kota Denpasar, dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Pemerintah Kabupaten Badung.

Keberadaan TPA Suwung dengan sistem pembuangan terbuka (open dumping) dinilai menimbulkan dampak lingkungan serius dan mengganggu kenyamanan warga sekitar.

Atas temuan itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH)/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) melakukan penyelidikan terhadap DKLH Provinsi Bali, DLHK Kota Denpasar, dan DLHK Kabupaten Badung.

TPA Suwung dinilai melanggar UU No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Perda Provinsi Bali No. 5 Tahun 2011, yang keduanya memiliki ancaman sanksi pidana.

Menanggapi potensi proses hukum tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mengajukan permohonan kepada Menteri Lingkungan Hidup agar sanksi pidana tidak diberlakukan. Koster berjuang keras menyelamatkan Bali.

Koster meminta agar pemerintah pusat hanya menerapkan sanksi administrasi, dengan komitmen TPA Suwung ditutup Desember 2025. Komitmen ini merupakan kesepakatan bersama antara Gubernur Bali, Walikota Denpasar, dan Bupati Badung.

KLH kemudian menerbitkan Keputusan Menteri LHK Nomor 921 Tahun 2025, yang memerintahkan penghentian sistem open dumping di TPA Suwung.

Dalam keputusan tersebut, UPTD Pengelolaan Sampah Pemprov Bali diberi waktu maksimal 180 hari, yaitu hingga 23 Desember 2025, untuk menghentikan operasional open dumping sejak keputusan diterima 23 Mei 2025 lalu. (rls)

Penandatanganan MoU Dengan Angkasa Pura dan Launching Koperasi Merah Putih Desa Bongkasa Pertiwi

PANTAUBALI.COM, – BADUNG

Bupati Badung yang diwakili oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Badung IB. Gede Arjana menghadiri seremonial penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara In Journey Airports Ngurah Rai dengan Desa Bongkasa Pertiwi sebagai Desa Binaan, serta penyerahan secara simbolis 30.000 pohon dalam rangka program In Journey Green (Road to Satu Juta Pohon) di Wantilan Desa Bongkasa Pertiwi, Jumat (5/12).

 

Turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Wayan Sumarajaya, Ketua TP. PKK Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Direktur Human Resources and Digital PT Aviasi Pariwisata Indonesia Herdy Harman, Direktur Human Capital PT Angkasa Pura Indonesia Adi Nugroho, CEO Kantor Regional II PT Angkasa Pura Indonesia Wahyudi, General Manager Bandara I Gusti Ngurah Rai Ahmad Syaugi Shahab, Dandim 1611/Badung, Kapolres Badung, Kepala Kejaksaan Negeri Badung, Kepala OPD dilingkup Pemkab Badung, dan Ketua Forum Perbekel Kabupaten Badung.

 

Bupati Badung dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten II IB, Gede Arjana menyampaikan apresiasi tertinggi kepada manajemen PT Angkasa Pura Indonesia atas komitmennya dalam mendukung program prioritas daerah, antara lain pendidikan, kesehatan, pengelolaan lingkungan, pengembangan UMKM, dan pemberdayaan ekonomi berbasis budaya dan pariwisata.

 

Ditekankan bahwa, TJSP bukan sekadar kewajiban korporat, melainkan wujud kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan. Melalui penandatanganan MoU ini, juga diluncurkan 3 koperasi desa Merah Putih dan penyerahan dan penanaman 30.000 pohon yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi Desa Bongkasa Pertiwi.

 

“Seluruh pelaku usaha untuk berpartisipasi aktif dalam TJSP di desa-desa lain di Badung, dengan harapan program ini dapat direplikasi agar dampaknya merata. Ini penting mengintegrasikan filosofi Tri Hita Karana dalam setiap pembangunan, agar mempertahankan keseimbangan antara manusia, alam, dan budaya,” ujarnya.

 

  1. Sementara Direktur Human Capital PT Angkasa Pura Indonesia Adi Nugroho menyatakan bahwa acara hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud komitmen bersama untuk membangun masa depan yang lebih baik. Dia berharap setiap pohon yang ditanam menjadi saksi kepedulian terhadap lingkungan, dan setiap program yang diluncurkan menjadi cikal bakal transformasi sosial ekonomi yang memberi dampak nyata bagi Desa Bongkasa Pertiwi dan Kabupaten Badung secara umum.

Imbas Aksi Protes Warga, Belasan Travel Agen Batalkan Kunjungan ke DTW Jatiluwih

Manager Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih I Ketut Purna.
Manager Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih I Ketut Purna.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Aksi protes petani dan warga di sekitar Kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih dengan pemasangan seng berdampak langsung pada aktivitas pariwisata.

Hal itu disampaikan oleh, Manager DTW Jatiluwih I Ketut Purna mengungkapkan, belasan travel agen membatalkan kunjungan usai ramainya pemberitaan aksi protes petani dan warga di Jatiluwih.

“Hari ini saja sudah lebih dari 10 travel agen membatalkan kunjungan. Mereka mempertimbangkan faktor keselamatan,” ujarnya ketika dikonfirmasi Jumat (5/12/2025).

Atas kondisi tersebut, pria yg akrab disapa Jhon itu mengaku pihaknya akan menyurati Badan Pengelola agar persoalan ini mendapatkan solusi tindak lanjut sebab persoalan pemasangan seng bukan merupakan kewenangan pihak manajemen operasional.

“Saya akan kirim surat ke Badan Pengelola agar persoalan ini benar-benar diperhatikan dan ditindaklanjuti. Tugas kami sebagai manajemen pengelola adalah menjaga pariwisata, memastikan tamu datang dan kembali datang,” ujarnya.

Disinggung mengenai kontribusi pengelola DTW Jatiluwih kepada para petani yang sempat mendapat komplain, Jhon mengatakan sejumlah bantuan sebagai bentuk kontribusi sudah diberikan kepada petani, bahkan kedepan akan ditingkatkan.

Bantuan yang diberikan berupa bibit gratis dan pupuk urea sesuai kebutuhan para petani di Subak Jatiluwih. Selain itu, DTW mengalokasikan dana Rp 30 juta per tempek untuk upacara Ngusaba Agung, serta Rp7 juta untuk Ngusaba alit.

Selain itu, rencananya mulai Desember 2025, DTW juga menyiapkan bantuan olah lahan sebesar Rp 2,5 juta per hektare atau Rp 25 ribu per are untuk petani saat memulai musim tanam.

“Sebelumnya kami juga telah memberikan bantuan operasional kepada subak sejak Mei 2025, berupa Rp 2 juta per bulan untuk tempek Besi Kalung, sedangkan tempek di luar wilayah inti menerima Rp 750 ribu per bulan,” jelasnya.

Saat ini, manajemen masih menunggu jadwal pertemuan dengan tujuh tempek di kawasan Jatiluwih yakni Telabah Gede, Besi Kalung, Uma Dwi, Gunung Sari, Uma Kayu, Kesambi, dan Kedamian.

Lebih lanjut, Jhon menyebut, berdasarkan aturan sebelumnya yang ia ketahui, masyarakat diperbolehkan mendirikan bangunan berukuran 3 x 6 meter di area sawah untuk keperluan berteduh, menyimpan alat pertanian, atau untuk ternak para petani.

Jika petani ingin memanfaatkannya untuk berjualan, masih diperbolehkan selama bentuk bangunannya menyerupai kandang sapi.

“Kita harus melihat ini untuk jangka panjang, untuk anak dan cucu. Jangan sampai Jatiluwih ditinggalkan UNESCO. Demi keberlanjutan, aturan tetap harus ditegakkan,” tegasnya. (ana)

Warga di Jatiluwih Kembali Pasang Seng dan Plastik di Area Sawah

Warga kembali pasang seng serta plastik di kawasan Subak Jatiluwih, Penebel, Tabanan, Jumat (5/12/2025).
Warga kembali pasang seng serta plastik di kawasan Subak Jatiluwih, Penebel, Tabanan, Jumat (5/12/2025).

PANTAUBALI. COM, TABANAN – Aksi protes para petani serta warga di Subak Jatiluwih, Kecamatan Penebel, kembali berlanjut. Pada Jumat (5/12/2025), petani kembali memasang seng di sejumlah titik sawah sebagai bentuk solidaritas sekaligus desakan mereka kepada pemerintah agar segera membuka ruang dialog dan mencari solusi terbaik atas polemik penutupan sejumlah akomodasi wisata warga oleh Pansus TRAP DPRD Bali dan Satpol PP Bali pada Selasa (2/12/2025) lalu.

Pemilik Warung Wayan Jatiluwih, I Wayan Subadra, mengatakan, aksi ini merupakan aksi lanjutan dari pemasangan seng kemarin. Total ada 30 seng kembali dipasang di sekitar Warung Sunari yang sebelumnya ditutup oleh Pansus TRAP. Kemudian, di sepanjang jalan subak sisi selatan warung.

“Masih ada kiriman 65 seng tambahan dan besok akan dipasang lagi. Nanti kami diskusikan titik pemasangannya,” ungkap Subadra.

Ia menyebut, pemasangan seng kali ini dilakukan oleh sekitar 30 petani serta warga di sekitar Subak Jatiluwih yang usahanya disegel oleh pemerintah. Beberapa bahan seng juga merupakan bantuan dari rekan mereka yang memiliki usaha restoran.

Selain seng, petani dan warga juga memasang plastik sepanjang sekitar 40 meter di sepanjang jalan subak.

“Kegiatan pemasangan kami lakukan antara pukul 09.00 hingga 11.00 Wita,” jelas Subadra.

Subadra menegaskan, aksi ini bukan semata bentuk protes, tetapi upaya mendorong pemerintah agar segera duduk bersama warga agar mencarikan solusi terbaik.

“Aksi ini kami lanjutkan dengan harapan bisa bertemu aparat pemerintah untuk mencari solusi terbaik. Kami ingin ada aturan baru agar persoalan seperti ini tidak terulang,” jelasnya.

Sementara itu petani lainnya, I Nengah Sridana, mengungkapkan, pemasangan seng juga dilakukan di area Tempek Telabah Gede dan Tempek Telabah Muntig Subak Jatiluwih, dengan jumlah sekitar 45 lembar.

Selain seng, petani turut memasang plastik di pinggir jalan untuk merusak pemandangan sawah di Subak Jatiluwih yang menjadi daya tarik utama wisata.

Menurut Sridana, aksi lanjutan ini dilakukan agar pemerintah lebih memperhatikan nasib petani kecil yang menggantungkan hidup dari usaha sederhana di kawasan pertanian.

“Aksi ini kami lakukan supaya ke depannya usaha kecil seperti kami tidak langsung ditindak. Saya memiliki lahan 10 are, dulunya kandang sapi yang hanya sedikit dimodifikasi, tetapi tetap ikut disegel. Kami ingin pemerintah mendengar suara rakyat, jangan hanya memberi janji,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tabanan I Gede Susila serta Kepala Dinas Pariwisata Tabanan Anak Agung Ngurah Satria Tenaya belum memebrikan tanggapan ketika dimintai keterangan atas aksi lanjutan ini. (ana)

Magic Garden Nuanu Genap Setahun, Sebuah Kelas Belajar dengan Delapan Pengalaman Berbeda

Magic Garden, fasilitas edutainment botani seluas 3.600m2 dalam Nuanu Creative City.
Magic Garden, fasilitas edutainment botani seluas 3.600m2 dalam Nuanu Creative City.

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Satu tahun lalu, Nuanu Creative City yang berkomitmen mendedikasikan 70 persen lahan sebagai ruang hijau dan menjadikan sebagian besar ruang tersebut sebagai habitat bagi fauna kecil yang bermanfaat dan juga spesies flora asli.

Kemudian, Magic Garden dibangun sebagai penanggung jawab dalam menjalankan visi ini, terutama dalam pembelajaran regenerasi, keanekaragaman hayati, dan lingkungan.

Dalam waktu 12 bulan, fasilitas ini telah berkembang menjadi ekosistem bagi anggrek, tanaman asli, kupu-kupu, dan juga para serangga penyerbuk (pollinators), dari tiga fasilitas menjadi delapan, salah satunya adalah yang paling ditunggu-tunggu, The Glow Project yang akan diluncurkan secara resmi tahun 2026.

Perkembangan ini adalah cerminan dari posisi Magic Garden sebagai fasilitas yang paling populer di Nuanu untuk belajar dan beraktivitas secara menyeluruh dengan alam bersama keluarga.

“Di Nuanu, tujuan kami adalah untuk membangun ekosistem secara konsisten sehingga menjadi inkubator bagi orang yang berbakat untuk bekerja dengan tanaman dan serangga,” kata Brand & Communications Director Nuanu Creative City, Ida Ayu Astari Prada.

“Membangun kembali habitat lebih dari sekadar mengadakan rumah bagi para serangga, tapi juga merupakan warisan bagi murid sekolah kami dan juga para pengunjung, mendorong kepedulian mereka terhadap alam sebagaimana mestinya,” tambahnya.

Magic Garden diluncurkan pada tahun 2024, menghadirkan Kebun Kupu-Kupu (Butterfly Garden), Galeri Botani (Botanical Gallery), dan Taman Anggrek (Orchid Galore).

Dalam setahun, Magic Garden ini mempertajam keanekaragaman hayatinya, dari menjaga tingkat kelangsungan hidup kupu-kupu 10x lipat lebih tinggi dibandingkan di alam liar sampai menambah koleksi flora asli dan juga program reforestasi Miyawaki.

Pertumbuhan ini terlihat dari penambahan lima fasilitas: Permaculture Garden, Biota Lab, Miyawaki Forest, Rabbit Park, dan juga tampilan awal dari The Glow Project.

Penambahan ini menjadikan Magic Garden sebagai destinasi edukatif utama bagi murid sekolah dan keluarga di Bali, menawarkan pengalaman belajar dan interaksi secara langsung dengan alam.

Di samping penambahan fasilitas, Magic Garden juga menjalankan berbagai macam inisiatif penting, dari melepasliarkan 14,000 lebih kupu-kupu, 30+ kerja sama dengan sekolah, dan mendedikasikan ruang untuk flora bali yang terancam.

Sebagai bagian dari ekosistem Nuanu, Magic Garden turut berpartisipasi untuk menyediakan lokakarya (workshop), sebanyak 21 lokakarya (terrarium dan kokedama).

Tempat ini juga merupakan rumah bagi salah satu bunga nasional Indonesia, yaitu Anggrek Bulan (Phalaenopsis amabilis) dan menjalankan pameran pertama dalam Labyrinth Art Gallery, dengan tema Liana Reverie.

Untuk merayakan ulang tahun pertamanya, Magic Garden memberi sedikit cuplikan dari The Glow Project, yang sudah dikembangkan selama dua tahun.

Pengalaman ini menghadirkan 13 organisme bioluminesen dan 31 spesies tanaman fluoresen, masing-masing dipilih berdasarkan relevansi ekologis dan nilai edukatifnya.

Proyek ini memperkenalkan pengunjung bagaimana cara organisme menggunakan cahaya untuk berkomunikasi, beradaptasi, dan bertahan hidup, serta bagaimana mekanisme alami tersebut berkontribusi pada kesehatan ekosistem secara keseluruhan.

“Setiap makhluk hidup yang kami rawat di Magic Garden memiliki cerita dan perannya sendiri dalam menjaga keseimbangan ekologi. Mengelola proyek ini mengajarkan saya bahwa tanggung jawab kami bukan hanya merawat ruang tersebut, tetapi juga menghadirkan pengetahuan ini lebih dekat kepada masyarakat,” ujar Venue Manager Magic Garden, Komang Sri Junisabtika.

“Ketika orang mengerti bagaimana peran cahaya di alam, mereka secara alami menjadi lebih terhubung dengan ekosistem di sekitar mereka,” jelasnya.

The Glow Project akan dibuka tahun 2026 khusus pada malam hari dengan harga Rp250.000 per orang. Pengalaman hanya bisa dinikmati bersama pemandu khusus untuk melihat organisme yang menyala secara dekat dan belajar tentang peran ekologisnya.

Memasuki tahun kedua, Magic Garden terus menjadi kelas belajar yang hidup. Sebuah kelas di mana percakapan, kreativitas, dan pembelajaran berbasis komunitas bertemu secara bersamaan.

Ulang tahun ini menandakan perjalanan Magic Garden yang terus berlanjut, merawat keanekaragaman hayati dan menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap alam di seluruh Bali melalui pendekatan yang tidak biasa dan berinteraksi secara langsung. (rls)

Usai Insiden Pohon Tumbang, Wabup Tinjau DTW Alas Pala Sangeh

Wabup Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua WHDI Badung Yunita Alit Sucipta meninjau langsung lokasi bencana pohon tumbang di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Pala Sangeh, Abiansemal, Kamis, (4/12/2025).
Wabup Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua WHDI Badung Yunita Alit Sucipta meninjau langsung lokasi bencana pohon tumbang di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Pala Sangeh, Abiansemal, Kamis, (4/12/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta didampingi Ketua WHDI Badung Yunita Alit Sucipta meninjau langsung lokasi bencana pohon tumbang di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Alas Pala Sangeh, Abiansemal, Kamis, (4/12/2025).

Kejadian tumbangnya pohon pala ini terjadi di Pura Puncak Sari Sangeh yang berada di kawasan DTW Alas Pala Sangeh, akibat hujan lebat yang disertai angin kencang pada Rabu, 3 Desember 2025. Akibat kejadian ini dua pemandu wisata lokal tertimpa saat berteduh di balai gong.

Satu orang staf dinyatakan meninggal dunia dan satu korban mengalami patah tulang dan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Mangusada.

Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan bela sungkawa atas kejadian tersebut.

“Setelah jenazah korban sudah berada di Griya, mungkin kami bersama anggota DPRD Badung akan berkunjung kesana. Semoga, saudara kita yang masih dirawat bisa segera pulih dan kembali bisa beraktivitas seperti sedia kala,” ujarnya

Wabup Bagus Alit Sucipta juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD dan DisKarmat Badung beserta warga dan seluruh pihak yang membantu proses evakuasi dan pembersihan tempat kejadian.

Beberapa bangunan berada di Jaba, tengah dan utama yang ada di Pura Puncak Sari, dan ada beberapa bangunan yang terkena dampak pohon tumbang.

“Sudah saya perintahkan ke BPBD Badung untuk segera menghitung, setelah itu kita akan bantu dengan cepat. Kita fokus, yang pertama adalah infrastruktur, membantu terkait bangunan-bangunan dan pelinggih-pelinggih atau bale-bale yang terkena dampak pohon pala yang jatuh. Setelah itu kita akan tata ulang, selanjutnya Melaspas dan kita akan adakan upacara yang lain. Saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan kejadian serupa,” ucapnya.

Turut hadir pada kesempatan ini, anggota DPRD Badung Dendy Astra Wijaya, Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, Camat Abiansemal IB. Putu Mas Arimbawa beserta unsur tripika kecamatan, Perbekel Sangeh I Made Werdiana, Bendesa Sangeh Ida Bagus Dipayana beserta Ketua Pengelola DTW Alas Pala Sangeh, Ida Bagus Gede Pujawan beserta seluruh staf DTW Alas Pala Sangeh dan Warga Desa Sangeh. (rls)