- Advertisement -
Beranda blog Halaman 53

Petani di Jatiluwih Protes, Pasang Seng di Tengah Sawah Imbas Penutupan Akomodasi Wisata

Petani di Jatiluwih, Penebel, Tabanan, pasang segel sebagai bentuk protes setelah belasan akomodasi pariwisata ditutup oleh pemerintah.
Petani di Jatiluwih, Penebel, Tabanan, pasang segel sebagai bentuk protes setelah belasan akomodasi pariwisata ditutup oleh pemerintah.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Aksi protes dilakukan oleh sejumlah petani di Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan pada Kamis (4/12/2025). Mereka memasang puluhan seng di lahan sawah yang terdapat akomodasi pariwisata di Daerah Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih.

Aksi protes ini sebagai bentuk kekecewaan mereka atas tindakan Pansus TRAP DPRD Provinsi Bali dan Satpol PP Bali karena telah menutup sejumlah tempat usaha yang menjadi pendukung akomodasi wisata sekaligus tempat usaha dari para petani di Jatiluwih pada Selasa (2/12/2025) lalu.

Wayan Kawiasa (52), warga Banjar Jatiluwih Kawan, menyampaikan kekecewaannya terhadap penyegelan yang dilakukan pemerintah. Menurutnya, kebijakan itu sangat merugikan petani yang berupaya memperbaiki perekonomian keluarga di tengah berkembangnya sektor pariwisata Jatiluwih.

“Kami petani lokal seperti ayam bertelur di atas padi. Telurnya diambil, tapi tidak boleh makan padinya,” ujarnya menggambarkan keadaan yang mereka rasakan.

Ia menjelaskan, hasil dari bertani tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari sehingga dirinya membuka warung sederhana sebagai tambahan penghasilan mengikuti pesatnya perkembangan wisata. Karena itu, ia meminta pemerintah memberi kepastian dan keadilan bagi para petani.

“Saya hanya minta keadilan. Kalau ditutup, apakah pemerintah mau menjamin kehidupan anak, istri, dan keluarga saya?” ucapnya.

Kawiasa juga belum mengetahui apakah bangunan miliknya termasuk dari 13 bangunan yang dinilai melanggar aturan tata ruang. Bangunan yang ia manfaatkan saat ini hanya gubuk berukuran 3×4 meter yang sebelumnya merupakan kandang sapi, lalu diubah menjadi warung.

“Terasering memang dibentuk dari dulu, tetapi kondisi seperti sekarang adalah hasil leluhur kami. Kenapa justru petani kecil yang dipersulit di tanahnya sendiri?” katanya.

Ia menambahkan, tidak ada insentif langsung dari pengelola DTW, dan bantuan yang diterima selama ini berupa pupuk dan bibit yang dibagikan ke kelompok subak, bukan per individu.

Selain itu, Kawiasa juga khawatir akan masa depan sawah di Jatiluwih. Ia menyebutkan bahwa minimnya regenerasi petani dapat mengancam keberlanjutan pertanian di kawasan tersebut.

“Mungkin saya generasi terakhir yang mau jadi petani. Anak saya kerja di kota dan tidak ingin bertani,” ujarnya.

Para petani berharap pemerintah dapat bersikap lebih bijak dan memberikan keadilan, sebab mereka juga ingin merasakan manfaat dari pariwisata yang semakin maju di Jatiluwih.

Sementara itu, warga lainnya, Nengah Darmika Yasa, salah satu pemilik lahan, menuturkan bahwa pemasangan seng dilakukan sebagai bentuk protes sekaligus upaya untuk mengingatkan pemerintah akan pentingnya menjaga status Jatiluwih sebagai Warisan Budaya Dunia (WBD) UNESCO.

“Saat ini ada 15 seng yang kami pasang. Nanti menyusul lainnya di lahan petani yang dianggap melanggar oleh pansus,” ungkapnya.

Menurutnya, seng tersebut dipasang agar pengunjung merasa terganggu secara visual. Namun, di sisi lain, aksi itu disebut sebagai upaya menjaga kelestarian WBD karena pemerintah dinilai tidak konsisten dalam penegakan aturan.

“Kalau WBD tidak boleh terusik, ya sekalian saja jangan ada pariwisata. Tutup semua, jangan tebang pilih. Mereka datang tanpa permisi dan langsung menyegel. Bahkan Surat Peringatan ke-3 baru saya terima hari ini,” keluhnya.

Padahal, ia mengaku rutin membayar pajak tanah hingga 50 persen serta pajak rumah makan kepada pemerintah. Namun setelah memenuhi kewajiban pajak, justru akomodasi wisatanya ditutup. “Saya hanya menuntut keadilan,” tegasnya. (ana)

Pemkab Tabanan Teguhkan Nilai Spiritual Lewat Persembahyangan Purnama

Persembahyangan bersama Purnama Sasih Kanem di Padmasana Kantor Bupati Tabanan, Kamis, (4/12/2025).
Persembahyangan bersama Purnama Sasih Kanem di Padmasana Kantor Bupati Tabanan, Kamis, (4/12/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jajaran Pemerintah Kabupaten Tabanan melaksanakan Persembahyangan bersama Purnama Sasih Kanem di Padmasana Kantor Bupati Tabanan, Kamis, (4/12/2025). Persembahyangan ini sebagai wujud syukur dan bakti kolektif jajaran Pemkab.

Kegiatan dihadiri langsung Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya didampingi Sekda, Para Asisten, Kepala Perangkat Daerah dan pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan.

Selain sebagai kegiatan rutin setiap rahina Purnama, kegiatan ini juga bertujuan untuk menguatkan rasa kebersamaan, kekompakan, dan keselarasan antara pemerintah dan adat, sebagai bagian dari komitmen menjaga tradisi dan nilai spiritual Bali.

“Kegiatan ini juga sebagai wujud sradha bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa serta meningkatkan spiritualitas diri sebagai umat beragama,” kata Bupati Sanjaya.

Dengan kegiatan ini, Pemkab Tabanan berharap nilai spiritual dan kebersamaan yang terbangun dapat menjadi landasan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. (rls)

Mayat Perempuan Tanpa Identitas Mengapung di Pantai Kuta, Begini Kondisinya

Petugas mengevakuasi jasad wanita tanpa identitas di Pantai Kuta.
Petugas mengevakuasi jasad wanita tanpa identitas di Pantai Kuta.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Suasana Pantai Kuta mendadak gempar setelah warga dan petugas balawista menemukan mayat perempuan tanpa identitas yang diduga korban laka laut, Selasa (2/12/2025) siang. Jenazah ditemukan mengapung di tengah gelombang sekitar pukul 13.15 WITA, tepat di depan Hotel Wyndham Garden.

Dua balawista, I Made Mardika (30) dan I Made Mardiasa (38), awalnya mengira benda yang mengapung itu hanya potongan kayu. Namun seorang turis asing yang tengah berselancar tiba-tiba melambaikan tangan meminta pertolongan. Keduanya kemudian melakukan pengecekan menggunakan papan rescue dan mendapati sesosok perempuan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Korban segera dievakuasi ke tepi pantai dan dibawa ke RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans Balawista Badung.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, membenarkan kejadian tersebut. “Saat ini jenazah masih dalam proses identifikasi. Tim Identifikasi Polresta Denpasar sudah melakukan pengambilan sidik jari untuk memastikan identitas korban,” ujarnya.

Menurut Sukadi, polisi telah melakukan serangkaian langkah awal, mulai dari olah TKP, memeriksa saksi-saksi, hingga berkoordinasi dengan pihak rumah sakit. “Kami juga mendalami ciri-ciri korban dan melakukan penyisiran area sekitar lokasi penemuan untuk mencari petunjuk tambahan,” tambahnya.

Adapun ciri-ciri korban saat ditemukan adalah perempuan memakai gaun hitam tanpa lengan setinggi paha, celana pendek hitam, anting oval berwarna putih, serta kalung berliontin hati. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak keluarga atau masyarakat yang melaporkan kehilangan dengan ciri tersebut.

Kompol Sukadi mengimbau masyarakat, termasuk para nelayan, segera melapor apabila mengenali ciri-ciri korban. “Kami berharap informasi dari masyarakat dapat membantu mempercepat proses identifikasi,” katanya.

Untuk sementara, jenazah perempuan tanpa identitas tersebut masih disimpan di kamar jenazah RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar. Polisi terus melanjutkan penyelidikan guna mengungkap identitas dan penyebab pasti kematian korban. RA

Laka Maut di Goa Gong, Ayah dan Dua Anak Tewas Terlindas Truk Tangki

Polisi melakukan olah TKP di laka maut yang menewaskan ayah dan 2 anaknya.
Polisi melakukan olah TKP di laka maut yang menewaskan ayah dan 2 anaknya.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Kecelakaan maut terjadi di Kuta Selatan dan menggemparkan warga Desa Ungasan. Seorang ayah bersama dua anaknya meninggal dunia seketika setelah terlindas truk tangki air di Jalan Goa Gong, tepat di Simpang Gang Buahan, Selasa (2/12) siang. Ketiganya tewas di lokasi kejadian akibat luka parah yang dialami.

Kasat Lantas Polresta Denpasar Kompol Yusuf Dwi Admodjo turun langsung ke lokasi dan memastikan peristiwa tragis tersebut. Para korban diketahui berinisial PH (ayah), RMH (anak SMP), dan NMH (anak TK). Ketiganya berboncengan dengan sepeda motor Honda Vario berpelat DK 2750 IS.

“korban adalah ayah dan dua anaknya,” ujar Kompol Yusuf.

Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.15 WITA. Truk tangki air bernomor polisi DK 8286 IQZ yang dikemudikan TB melaju dari arah Jimbaran menuju Ungasan. Di saat bersamaan, korban yang berada di belakang truk berusaha mendahului dari sisi kanan.

Namun, situasi berubah drastis ketika sebuah mobil Ford yang dikemudikan IWB secara mendadak keluar dari Gang Buahan. Motor yang dikendarai korban sontak melakukan pengereman mendadak, sehingga kehilangan keseimbangan dan jatuh tepat di depan truk tangki.

“Korban jatuh tepat di depan truk, sehingga truk tidak bisa ngerem mendadak,” jelas Kompol Yusuf, yang sebelumnya menjabat Kapolsek Kuta Utara.

Dengan jarak yang sangat dekat, sopir truk tidak dapat menghindari kendaraan maupun pengendara. Ketiga korban terlindas dan meninggal di tempat. Warga yang melihat kejadian langsung berhamburan ke TKP untuk memberikan pertolongan, namun nyawa para korban sudah tidak dapat diselamatkan.

Tak lama setelah kejadian, TKP dipadati warga dan pengendara yang melintas. Banyak dari mereka tampak syok dan sedih, terutama karena dua korban masih berusia sekolah.

Satlantas Polresta Denpasar segera melakukan olah TKP dan mengamankan sopir truk serta pengemudi mobil Ford untuk pemeriksaan lebih lanjut. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke rumah sakit terdekat.

Kompol Yusuf menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung, termasuk pemeriksaan saksi-saksi dan rekaman CCTV di sekitar lokasi. “Kami akan mendalami detail kejadian untuk memastikan ada tidaknya unsur kelalaian,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengendara untuk selalu menjaga jarak aman dan meningkatkan kewaspadaan di jalan, khususnya di kawasan dengan persimpangan gang yang rawan kemunculan kendaraan dari sisi tak terduga. ra

BPBD Tabanan Rilis Peringatan Cuaca Ekstrem, Tiga Kecamatan Status Awas

Penanganan Pohon Tumbang Oleh BPBD Tabanan saat terjadi Hujan Lebat.
Penanganan Pohon Tumbang Oleh BPBD Tabanan saat terjadi Hujan Lebat.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan merilis peringatan dini potensi curah hujan tinggi yang diprakirakan terjadi pada 1–10 Desember 2025.

Sepuluh Kecamatan di wilayah Tabanan diprediksi mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga lebat, disertai potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Berdasarkan prakiraan, tiga kategori kewaspadaan ditetapkan untuk wilayah Tabanan. Kecamatan Selemadeg Timur, Kediri, dan Marga masuk kategori Waspada dengan potensi cuaca buruk dan intensitas hujan mencapai 150–200 mm per dasarian.

Sementara Kecamatan Selemadeg Barat, Selemadeg, Kerambitan, dan Tabanan berada pada kategori Siaga dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat, yakni 200–300 mm per dasarian.

Kategori paling tinggi yakni Awas diberlakukan untuk Kecamatan Pupuan, Baturiti, dan Penebel yang diprakirakan mengalami curah hujan lebih dari 300 mm per dasarian dan berisiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan pohon tumbang.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, Nyoman Srinada Giri, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“Masyarakat diimbau agar tetap waspada terhadap dampak seperti banjir, tanah longsor, pohon tumbang, gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. Selalu perhatikan informasi yang valid dari instansi berwenang,” ujarnya.

Imbauan ini dikeluarkan agar masyarakat melakukan langkah antisipatif secara mandiri, termasuk waspada terhadap hujan deras, angin kencang, dan sambaran petir.

Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon, dekat papan reklame, atau bangunan yang berpotensi roboh. Kebersihan saluran air perlu dijaga agar tidak terjadi penyumbatan yang dapat menyebabkan banjir, serta tetap menjaga kesehatan selama periode cuaca ekstrem.

Informasi ini diharapkan menjadi dasar bagi masyarakat untuk melakukan langkah mitigasi dini. Jika terjadi keadaan darurat yang memerlukan penanganan BPBD, warga dapat menghubungi PUSDALOPS BPBD Tabanan melalui Emergency Call: 0361 811171 atau WhatsApp: 0838 4856 8111. (ana)

Wapub Dirga Apresiasi Semangat Gotong Royong Upacara Ngenteg Linggih di Desa Tista

Upacara Mamungkah dan Ngenteg Linggih Ring Kayangan Ulu, Banjar Adat Dauh Pangkung, Desa Adat Tista, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Selasa (2/12/2025).
Upacara Mamungkah dan Ngenteg Linggih Ring Kayangan Ulu, Banjar Adat Dauh Pangkung, Desa Adat Tista, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Selasa (2/12/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wakil Bupati I Made Dirga menghadiri undangan upacara Mamungkah dan Ngenteg Linggih Ring Kayangan Ulu, Banjar Adat Dauh Pangkung, Desa Adat Tista, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, Selasa (2/12/2025).

Kehadirannya menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan upacara adat yang puncaknya akan berlangsung pada 4 Desember mendatang, sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian adat dan budaya yang menjadi identitas masyarakat Tabanan.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup Dirga hadir bersama perwakilan Gubernur Bali, Ketua DPRD Tabanan beserta anggota, serta Forkopimcam Kerambitan dan Perbekel setempat.

“Saya mengapresiasi semangat gotong-royong dan kebersamaan masyarakat dalam mempersiapkan rangkaian karya, yang dinilainya sebagai wujud nyata masyarakat Tabanan menuju visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” ujar Dirga.

Menurutnya, kekompakan masyarakat dalam menjaga tradisi bukan hanya mempertahankan warisan leluhur, tetapi juga memperkuat karakter dan jati diri daerah.

“Saya harap nilai-nilai kebersamaan ini terus terjaga, sehingga mampu menjadi landasan kuat bagi kemajuan Tabanan di masa mendatang,” ucap Dirga. (rls)

Sekda Badung Terima Kunker BKSAP DPR RI Penguatan Diplomasi Parlemen dalam Isu Ekonomi Biru

Sekda Surya Suamba menerima kunjungan kerja Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI di Puspem Badung, Selasa (2/12).
Sekda Surya Suamba menerima kunjungan kerja Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI di Puspem Badung, Selasa (2/12).

PANTAUBALI.COM, – BADUNG  Bupati Badung diwakili Sekda Badung Ida Bagus Surya Suamba menerima kunjungan kerja (kunker) Delegasi Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI di Puspem Badung, Selasa (2/12).

Kunker yang dipimpin Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat ini dalam rangka diskusi berkaitan dengan tema “Penguatan Diplomasi Parlemen Dalam Isu Ekonomi Biru Melalui Sinergi Dengan Pemerintah Daerah”.

Selain Sekda Badung dan Pimpinan Perangkat Daerah terkait, kegiatan tersebut juga dihadiri pihak Badan Pengelola Sumber Daya Pesisir dan Laut Denpasar, Fakultas Kelautan dan Perikanan Unud, Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa dan dari Desa Adat Kelan. Bupati Badung dalam sambutannya yang dibacakan Sekda IB. Surya Suamba menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada delegasi BKSAP DPR RI yang telah memilih Kabupaten Badung sebagai objek kunjungan kerja.

Dijelaskan, ekonomi biru di Badung diterjemahkan sebagai pendekatan pembangunan yang mensinergikan pertumbuhan ekonomi berbasis kelautan dengan kelestarian ekosistem dan penguatan budaya bahari. Hal ini merupakan transformasi dari eksploitasi menuju pemanfaatan lestari. Dari diskusi ini diharapkan adanya dukungan diplomasi BKSAP untuk menjadikan Badung sebagai percontohan integrasi pariwisata dan perikanan tradisional dalam forum parlemen dunia.

BKSAP diharapkan pula dapat menjembatani Pemkab Badung untuk mengakses hibah internasional guna proyek rehabilitasi mangrove, terumbu karang dan adaptasi perubahan iklim bagi masyarakat pesisir. Selain itu mendapat dukungan legislasi, anggaran dan pengawasan. Ketua BKSAP DPR RI, Syahrul Aidi Maazat mengatakan, BKSAP adalah salah satu alat kelengkapan DPR RI yang berperan melaksanakan diplomasi.

Tugas dari BKSAP yaitu membangun persahabatan antar parlemen, meningkatkan kerjasama multilateral melalui organisasi internasional dan memastikan keterlibatan DPR RI dalam berbagai forum global yang relevan bagi kepentingan nasional.

Dipilihnya badung sebagai kegiatan diplomasi ini, karena badung adalah salah satu contoh terbaik dari bagaimana isu ekonomi biru bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Di Badung juga terdapat wisata bahari sebagai penggerak ekonomi, hadirnya inovasi energi bersih serta perahu listrik di desa Kelan. “Badung menghadirkan pelajaran berharga bagi diplomasi parlemen.

Melalui forum ini kami juga ingin mendengarkan kontribusi dari akademisi dari kampus-kampus dalam riset kelautan,” tambahnya. Melalui pertemuan tersebut BKSAP berharap terjadinya dialog dua arah yang substantif, masukan dari daerah dapat memperkaya rekomendasi Panitia Kerja (Panja) yang sedang berjalan.

Juga sinergi jangka panjang antar parlemen, kampus dan masyarakat serta kembalinya pemahaman bersama bahwa agenda global akan berhasil bila terhubung dengan praktek dan kebutuhan lokal. (rls)

Masuki Puncak Musim Hujan, Bali Siaga Bencana Hidrometeorologi

Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025-2026 di Provinsi Bali.
Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025-2026 di Provinsi Bali.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Provinsi Bali melalui BPBD Provinsi Bali menggelar Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025-2026 untuk memperkuat kolaborasi kesiapsiagaan menghadapi puncak musim hujan.

Apel ini merupakan tindak lanjut mandat Presiden melalui Kementerian Dalam Negeri kepada seluruh pemerintah daerah untuk mengoptimalkan upaya pencegahan dan penanganan bencana akibat cuaca ekstrem.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Indra, menegaskan bahwa kesiapsiagaan adalah tugas negara yang harus dijalankan secara disiplin, terpadu, dan berkelanjutan. Dalam arahannya, Sekda Dewa Indra menekankan, mandat nasional tersebut sejalan dengan arah pembangunan Bali. Ia menjelaskan bahwa mitigasi bencana telah lama menjadi kebijakan fundamental daerah melalui visi Nangun Sad Kerthi Loka Bali yang dirumuskan oleh Gubernur Bali, Wayan Koster.

Visi tersebut bersumber dari nilai-nilai mulia Sad Kerthi (Atma Kerthi, Segara Kerthi, Danu Kerthi, Wana Kerthi, Jana Kerthi, dan Jagat Kerthi) yang memuliakan jiwa manusia; laut dan pesisir; air; hutan dan lingkungan hidup; permukiman; serta alam semesta sebagai satu kesatuan ekosistem. Dalam konteks kebencanaan, nilai-nilai ini bermakna perlindungan menyeluruh terhadap kehidupan dan ruang hidup masyarakat Bali.

Apel siaga ini sekaligus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap kejadian bencana di Bali. Berdasarkan data BPBD kabupaten/kota yang dihimpun melalui Sistem Informasi Kebencanaan, sepanjang Januari hingga akhir Oktober 2025 tercatat sedikitnya 50 kejadian bencana, didominasi cuaca ekstrem dan banjir, yang mengakibatkan 41 korban meninggal, 18 luka-luka, 812 warga mengungsi atau terdampak, kerusakan 1.463 bangunan, 129 jaringan jalan dan jembatan, serta luas lahan terbakar sekitar 76 hektare, dengan estimasi kerugian kurang lebih mencapai Rp145,4 miliar.

Dibandingkan dengan periode 2024, sepanjang Januari hingga akhir Desember 2024 tercatat 41 kejadian bencana yang menyebabkan 33 korban meninggal, 21 luka-luka, kerusakan 391 bangunan dan 1 jaringan jalan serta jembatan, pendistribusian air bersih sebanyak 1.604 ribu liter, serta luas lahan terbakar 295,33 hektare dengan estimasi kerugian sekitar Rp11,8 miliar. Data komparatif ini menunjukkan bahwa bencana hidrometeorologi di Bali tidak hanya meningkat frekuensinya dari tahun ke tahun, tetapi juga semakin besar dampaknya terhadap keselamatan, sosial ekonomi, dan infrastruktur masyarakat.

Memasuki Desember 2025 hingga Februari 2026, curah hujan diprediksi terus meningkat dengan puncak musim hujan pada Januari-Februari. Karena itu, kewaspadaan terhadap potensi banjir dan longsor perlu diperkuat di seluruh wilayah Bali. Sejumlah daerah dataran rendah dan bantaran sungai di Denpasar, Badung, Gianyar, Tabanan, dan Jembrana berpotensi terdampak banjir, sementara kawasan perbukitan seperti Bangli, Karangasem, Buleleng, Tabanan, dan sebagian Gianyar perlu mewaspadai risiko longsor saat hujan berintensitas tinggi.

Sekda menegaskan bahwa kesiapsiagaan harus dilakukan secara menyeluruh, terutama terkait kesiapan personel dan peralatan, jalur komunikasi, tempat evakuasi, serta respons cepat ketika muncul tanda-tanda awal bencana. Dalam kesempatan tersebut, Kalaksa BPBD Provinsi Bali, Gede Teja, menyampaikan, seluruh unsur penanggulangan bencana telah berada dalam status siap operasi.

Seluruh armada, personel TRC, instansi teknis terkait, relawan, dan pecalang disiagakan untuk memastikan respons cepat apabila cuaca ekstrem memicu insiden di lapangan. Kalaksa menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan untuk menimbulkan kekhawatiran publik, tetapi agar masyarakat merasa aman karena pemerintah hadir sebelum bencana, bukan hanya setelah bencana terjadi.

Ia juga mengajak pemerintah kabupaten/kota mempercepat normalisasi drainase dan pembersihan sungai, memastikan kesiapan jalur evakuasi, serta memperkuat saluran komunikasi risiko kepada masyarakat terutama di wilayah rawan.

Pemerintah Provinsi Bali mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas di sungai, tebing, dan kawasan pesisir perlu dihindari selama hujan deras. Warga di daerah rawan diminta segera mengungsi jika situasi memburuk, serta melapor ke layanan darurat bila menemukan potensi bahaya.

Sekda menutup apel dengan menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas tertinggi, dan hanya dengan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, tokoh adat, media, dan masyarakat, Bali dapat melewati puncak musim hujan secara aman dan terkendali. (rls)

 

Kader PKK Desa Petandakan Didorong Ciptakan Kuliner Lokal Khas Desa

Aksi Sosial TP PKK “Menyapa dan Berbagi” di Gedung Serbaguna Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng, Selasa (2/12/2025).
Aksi Sosial TP PKK “Menyapa dan Berbagi” di Gedung Serbaguna Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng, Selasa (2/12/2025).

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Putri Swastini Koster, mendorong kader PKK Desa Petandakan untuk meningkatkan kreativitas dalam menghasilkan kuliner lokal khas desa. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Aksi Sosial TP PKK “Menyapa dan Berbagi” di Gedung Serbaguna Desa Petandakan, Kecamatan Buleleng, Selasa (2/12/2025).

Dalam arahannya, Ibu Putri Koster menekankan pentingnya desa memiliki identitas kuliner yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik sekaligus memperkuat potensi ekonomi lokal. Ia pun mengusulkan agar warga mengolah dodol durian Petandakan sebagai kuliner khas setempat.

“Desa Petandakan belum memiliki kuliner khas. Saya meminta warga untuk mulai mengembangkan dodol durian sebagai makanan lokal yang dapat terus dipertahankan dan dikembangkan ke depannya,” ujarnya.

Selain mengangkat kuliner lokal, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah plastik. Menurutnya, perilaku hidup bersih mencerminkan karakter masyarakat yang peduli terhadap lingkungan.

“Kita tidak bisa membiarkan sampah menjadi masalah yang tidak terselesaikan. Mulailah mengelola sampah dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar,” tegasnya. Melalui tagline “Desaku Bersih Tanpa Mengotori Desa Lain”, PKK Provinsi Bali terus mengkampanyekan pengelolaan sampah sesuai amanat UU Nomor 18 Tahun 2008 dan berbagai regulasi turunannya, termasuk Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Dalam kesempatan yang sama, Ibu Putri Koster yang juga Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali memaparkan transformasi posyandu sesuai Permendagri Nomor 13 Tahun 2024. Kini posyandu ditetapkan sebagai pusat layanan terpadu yang mencakup enam bidang Standar Pelayanan Minimal, yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman, dan sosial. Ketua TP PKK Kabupaten Buleleng, Ny. Wardhany Sutjidra, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan yang diberikan TP PKK Provinsi Bali.

Bantuan dinilai sangat membantu masyarakat, terutama warga yang memiliki masalah kesehatan. Dalam aksi sosial tersebut, TP PKK Provinsi Bali menyerahkan 50 paket bantuan berisi 3 kilogram beras, dua krat telur, serta susu sesuai usia dan kebutuhan penerima. Kegiatan turut dihadiri jajaran pimpinan perangkat daerah Provinsi Bali dan sejumlah OPD Kabupaten Buleleng, termasuk perwakilan RS Mata Indera dan RS Bali Mandara. (rls)

Transaksi HUT Kota Singasana Capai Rp4 Miliar

Stand UMKM di perayaan HUT ke-532 Kota Singasana.
Stand UMKM di perayaan HUT ke-532 Kota Singasana.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Serangkaian perayaan HUT ke-532 Kota Singasana yang berlangsung selama November 2025 memberikan dampak ekonomi signifikan bagi pelaku UMKM di Kabupaten Tabanan.

Sekitar 200 UMKM yang tergabung dalam Organisasi UMKM Jayaning Singasana mendapatkan fasilitas untuk berjualan secara bergilir di setiap agenda kegiatan.

Nilai transaksi dari UMKM dan IKM yang terdaftar pun diperkirakan sangat fantastis yakni mencapai Rp4 miliar selama satu bulan penuh pelaksanaan kegiatan.

“Itu baru dari UMKM dan IKM yang terdata. Belum termasuk penjualan dari sektor otomotif, baju distro, sparepart, burung perkutut, dan lainnya,” kata Ketua Panitia HUT ke-532 Kota Singasana, I Gusti Made Darma Ariantha, Selasa (2/12/2025).

Ia menyebut, tujuan utama dari dilibatkannya UMKM dalam rangkaian perayaan bukan sekadar meningkatkan omzet, melainkan mendorong keberlanjutan ekonomi masyarakat.

“Yang diharapkan adalah keberlanjutan UMKM dan IKM ke depannya sebagai penggerak perekonomian masyarakat. Kita ingin menciptakan dampak kompleks dari kegiatan UMKM dan IKM. Pemkab menyediakan ruang untuk memperkenalkan UMKM dan IKM Tabanan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihak panitia bersama tim akademisi saat ini masih menyusun laporan detail transaksi beserta analisis dampaknya.

Kajian tersebut akan menjadi rujukan penyelenggaraan HUT Kota Singasana tahun berikutnya, agar kehadiran UMKM benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi pertumbuhan ekonomi lokal. (ana)