- Advertisement -
Beranda blog Halaman 476

Cuaca Ekstrem di Perairan Selat Bali, Syahbandar Pelabuhan Gilimanuk Keluarkan Surat Edaran

Kondisi Pelabuhan Gilimanuk saat Cuaca Ekstrem.
Kondisi Pelabuhan Gilimanuk saat Cuaca Ekstrem.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Gilimanuk (Syahbandar) mengeluarkan surat edaran untuk nahkoda dan operator kapal penyebrangan di Pelabuhan Gilimanuk-Ketapang.

Surat edaran tersebut dikeluarkan sebagai langkah pencegahan hal yang tidak diinginkan terjadi saat situasi cuaca ekstrem di perairan Selat Bali.

Dalam surat edaran Nomor AL.202/6/105/UPP.GMK-2024 yang ditandatangani oleh Kepala UPP Kelas II Gilimanuk, I Made Oka pertanggal Kamis (14/3/2024) ini merupakan tindaklanjut dari Surat Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Nomor: ME.01.02/PD/13/TKP/III/BMKG-2024, Tanggal 13 Maret 2024 Perihal Peringatan Dini Gelombang Tinggi.

Dalam surat edaran tersebut, Kepala Kantor UPP Kelas II Gilimanuk mengingatkan beberapa hal untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal.

Nakhoda diwajibkan tetap memantau kondisi cuaca dan kapalnya sebelum mengajukan SPB (Surat Persetujuan Berlayar).

Hal itu dikarenakan agar setiap pemberangkatan kapal, agar dapat dipastikan stabilitas kapal positif, dengan penempatan muatan yang memperhitungkan stabilitas kapal, kendaraan yang dimuat di atas kapal dengan cara diikat atau Lashing sesuai ketentuan Cargo Scuring Manual.

Kemudian, kapal-kapal yang di dalam pelayarannya mendapati cuaca buruk, agar segara berlindung ditempat yang aman dengan ketentuan kapal harus tetap siap digerakkan.

Serta, melakukan pemantauan atau pengecekan terhadap kondisi kapal untuk mencegah terjadinya kecelakaan kapal yang menyebabkan terjadinya tumpahan minyak di laut, dan apabila terjadi kecelakaan kapal agar segera berkoordinasi dengan Syahbandar setempat dan melakukan penanggulangan jika terjadi tumpahan minyak di laut, dan atau akibat
lain yang ditimbulkan.

Sementara, Kepala BPTD Satpel Gilimanuk, I Made Ria Fran Dharma Yudha mengatakan, pihaknya akan melakukan pengawasan ketat terhadap kepatuhan nahkoda dan operator kapal terhadap surat edaran tersebut.

“Surat Edaran ini dikeluarkan untuk mengantisipasi cuaca ekstrem di Selat Bali yang berpotensi membahayakan keselamatan pelayaran,” tegasnya saat dikonfirmasi melalui Whatsapp.

Mengingat beberapa hari belakangan ini yakni pada 8, 12, 13 Maret Pelabuhan Gilimanuk sempat dilakukan penutupan lantaran diterjang cuaca buruk.

“Untuk hari ini, situasi penyebrangan di Pelabuhan Gilimanuk berjalan normal,” pungkasnya. (ana)

Bupati Sanjaya Apresiasi Semangat Masyarakat Membangun Yadnya di Puri Kediri

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya hadiri upacara Melaspas dan Pasupati Ratu Ayu lan Medengen - dengen di Suci Puri Kediri pada Kamis (14/3/2024).
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya hadiri upacara Melaspas dan Pasupati Ratu Ayu lan Medengen - dengen di Suci Puri Kediri pada Kamis (14/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wujudkan Visi Misi Kabupaten Tabanan yang Aman Unggul Madani dan berbagai bidang kehidupan, di bawah kepemimpinan Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya,S.E.,M.M, pemerintah Kabupaten Tabanan senantiasa mendukung dan mengayomi masyarakat dalam pelestarian adat, agama dan budaya.

Dukungan ini tampak melalui kehadirannya dalam undangan upacara Melaspas dan Pasupati Ratu Ayu lan Medengen – dengen di Suci Puri Kediri pada Kamis (14/3/2024).

Upacara pemelaspasan yang jatuh pada Wraspati Kliwon Langkir tersebut dipuput oleh Ida Pedanda Putra Kekeran Duk Walaka, IB Sudarsana.

Pelaksanaan yadnya ini merupakan hasil gotong-royong punia semeton Puri Kediri yang terdiri dari 49 KK Puri Kediri dan Pekandel yang kurang lebih berjumlah 100 KK, selain itu pelaksanaan upacara ini juga mendapatkan bantuan dari pihak-pihak lainnya.

Usai prosesi persembahyangan bersama yang berlangsung sakral Bupati Sanjaya melalui sambutannya sampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh semeton Puri Kediri yang semangat membangun yadnya dalam menjaga kelestarian Adat, Agama dan warisan budaya dengan melangsungkan upacara nangiang Ratu Ayu yang dalam waktu (ratusan tahun) belum pernah ketangiang oleh Puri Kediri.

“Apalagi yang tiang lihat dresta di Kabupaten Tabanan, dalam pelestarian adat agama dan Budaya Kuat sekali, Karena sosiologi masyarakat Tabanan ini adalah masyarakat agraris, yang banyak waktu dan urusannya dalam upakara dan upacara,” ujar Sanjaya.

Melalui momentum ini, kehadiran Sanjaya tidak hanya serta serta merta memberikan dukungan, namun juga selaku murdaning jagat untuk menyaksikan langsung upacara sakral untuk mewujudkan yadnya yang labdha karya dan sida sidaning don.

Pimpinan nomor satu di Kabupaten Tabanan tersebut menilai melalui upacara Nangiang Ratu Ayu yang dilaksanakan oleh Puri Kediri yang merupakan simbol dari kekuasaan, kemakmuran, kekuatan dan tempat memohon kerahayuan ini merupakan tanda-tanda akan simbol kekuasaan dan kekuatan Puri Kediri yang tumbuh kembali.

“Selaku Pemerintah Daerah mengupayakan bagaimana pelestarian adat agama dan budaya, mengayomi, meringankan beban masyarakat ketika masyarakat semangatnya sudah tinggi, meringankan peson-peson biaya, patutlah pemerintah hadir di tengah-tengah masyarakat, itulah tugas pemerintah. Bagaimana pemerintah dan masyarakat harus saling mengayomi yang diatas mengayomi yang di bawah yang bawah juga mengayomi yang diatas”, ujar politisi asal Dauh Pala tersebut.

Dalam kesempatan yang sama A.A. Ngurah Gede Panji Wisnu, selaku ketua panitia acara, sampaikan ucapan terima kasihnya kepada Bupati Sanjaya beserta jajaran selaku murdaning jagat atas dukungan yang telah diberikan dan kesediaannya hadir menyaksikan langsung jalannya upacara, pihaknya berharap agar upacara ini dapat berjalan dengan baik.

Gede Panji sekaligus sampaikan apresiasinya kepada pimpinan nomor satu di Tabanan tersebut yang telah mendengarkan aspirasi masyarakat Kediri, Tabanan dengan mengembalikan simbol kejayaan masyarakat Kediri yakni, Patung Wisnu Murti.

Turut mendampingi Bupati Sanjaya siang itu, Tjokorda Anglurah Tabanan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Inspektur Kabupaten Tabanan, Jajaran Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Kepala bagian dilingkungan Setda dan Camat Kediri.

Juga hadir dan Ida Sulinggih, Jero Mangku Lanang Istri dan Pengempon Kahyangan Jagat di Wewidangan Kecamatan Kediri, Penglingsir Puri sejebag Tabanan, Jero Bendesa Adat Desa pekraman Kediri dan Kelian Adat dan Kelian Dinas se-Desa Kediri. (rls)

Festival Seni Budaya Jadi Langkah Strategis Kuta Hadapi Gempuran Budaya Asing

Sekda Wayan Adi Arnawa saat hadir dalam Penutupan FSB Desa Adat Kuta XII tahun 2024 yang dirangkaikan dengan Grand Final Jegeg Bungan Desa Kuta 2024, di depan Pura Segara, Shelter Kebencanaan Baruna, Kuta, Rabu (13/3/2024).
Sekda Wayan Adi Arnawa saat hadir dalam Penutupan FSB Desa Adat Kuta XII tahun 2024 yang dirangkaikan dengan Grand Final Jegeg Bungan Desa Kuta 2024, di depan Pura Segara, Shelter Kebencanaan Baruna, Kuta, Rabu (13/3).

PANTAUBALI.COM, MANGUPURA – Gelaran Festival Seni Budaya (FSB) Desa Adat Kuta XII tahun 2024 mendapat sambutan positif dari Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung, I Wayan Adi Arnawa.

Sebab festival tersebut dipandang sebagai salah satu langkah strategis, di tengah gempuran budaya asing. Hal itu diungkapkannya dalam acara Penutupan FSB Desa Adat Kuta XII tahun 2024 yang dirangkaikan dengan Grand Final Jegeg Bungan Desa (JBD) Kuta 2024, di depan Pura Segara, Shelter Kebencanaan Baruna, Kuta, Rabu (13/3/2024).

“Ini merupakan langkah strategis dan tepat yang dilakukan Desa Adat bersama Sabha Yowana Kuta, di tengah gempuran budaya asing,” sebut Adi Arnawa

Menurutnya, Kuta adalah destinasi tujuan wisata domestik dan internasional. Yang mana selama ini, telah memberikan kontribusi besar bagi Kabupaten Badung dari sisi fiskal.

Sementara Bali dan Badung pada umumnya, adalah wilayah pariwisata berbasis budaya. Berangkat dari itu, maka pemerintah dipastikan akan senantiasa berkomitmen untuk memberikan dukungan dan apresiasi terhadap aktivitas-aktivitas pelestarian seni dan budaya. Tidak terkecuali diantaranya yakni FSB Desa Adat Kuta.

“Saya sangat percaya dan yakin, dengan penampilan dan performance luar biasa, Desa Adat Kuta siap menghadapi akulturasi budaya. Semoga FSB ini bukan hanya sebagai ajang hiburan, perebutan juara, ataupun penobatan JBD. Melainkan juga mampu mencerminkan representasi potensi yowana Desa Adat Kuta terhadap budaya Bali, agar semakin kuat dan terjaga,” harapnya.

Untuk diketahui, gelaran kegiatan tersebut juga dihiasi penyerahan bantuan senilai Rp 30 juta. Bantuan tersebut sebagai wujud komitmen dan dukungan pemerintah terhadap upaya-upaya pelestarian seni dan budaya.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut yakni Camat Kuta D Ngurah Bhayudewa, Lurah Kuta Putu Dedik Ardi Ardiana, dan Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana, Kepala Lingkungan se-Kelurahan Kuta, Kelian Adat se-Desa Adat Kuta, Pasikian Yowana Kecamatan Kuta, serta Kelian Sekaa Teruna. Di samping itu hadir pula sejumlah tokoh masyarakat setempat, seperti I Gusti Anom Gumanti dan I Nyoman Graha Wicaksana.

Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana menyampaikan, FSB dan pemilihan JBD adalah bentuk kegiatan memberikan kesempatan berkreasi dan berekspresi kepada yowana. Yang notabene merupakan penerus dalam menjaga kelestarian seni dan budaya di Desa Adat Kuta.

“Siapapun yang menjadi juara nanti, merupakan kemenangan bagi kita semua. Yakni untuk lebih semangat dalam ngajegan seni dan budaya, sebagai tonggak pariwisata kita,” ungkapnya.

Sementara itu, mengutip laporan Ketua Panitia I Wayan Andika Mandala Putra, FSB dan Pemilihan JBD 2024 dilaksanakan dengan mengusung tema ‘Balakosa Catra Budaya’. Yang mana mengandung makna yaitu Generasi Muda sebagai Payung Pewaris Budaya.

Adapun tujuan dari pelaksanaan kegiatan tersebut, sambung dia, adalah sebagai upaya menggali serta melestarikan seni dan budaya Bali. Di samping itu juga menumbuhkembangkan jiwa sportivitas, memupuk semangat solidaritas antar sekaa teruna, serta sekaligus sebagai ajang promosi tahunan pariwisata budaya Desa Adat Kuta.

Untuk diketahui, Penutupan FSB XII tahun 2024 tersebut juga menjadi momen dinobatkannya Ayu Puspita Sari alias ‘Jegeg Ayu’ dari ST Jeladi Suta Banjar Segara Desa Adat Kuta sebagai JBD Kuta 2024. Selain itu, juga momen pengumuman juara lomba ogoh-ogoh, yang predikat Juara I -nya disabet oleh ST Yuwana Giri, Banjar Tegal. (rls)

Identitas Dua Korban Penganiayaan di Desa Nyambu Terungkap, Polisi Lakukan Pra Rekontruksi

Pra rekontruksi kasus penganiayaan di di pinggir jalan Banjar Carik Padang, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan.
Pra rekontruksi kasus penganiayaan di di pinggir jalan Banjar Carik Padang, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Identitas dua korban yang diduga menjadi korban penganiayaan hingga mengakibatkan satu orang tewas di pinggir jalan Banjar Carik Padang, Desa Nyambu, Kecamatan Kediri, Tabanan pada Rabu (13/3/2024) akhirnya terungkap.

Korban tewas bernama Rian Anggara (25) asal Desa Dasan Tapen, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Sedangkan korban luka bernama Maliki (32) asal Desa Bagik Papan, Kecamatan Paringgbay, Lombok Timur.

Bahkan, pada Kamis (14/3/2024) kemarin, Polsek Kediri telah melakukan pra rekontruksi di lokasi kejadian tepatnya di depan pos kamling Banjar Carik Padang.

Kapolsek Kediri Kompol Ni Komang Sri Subakti mengungkapkan, dalam kasus ini, kedua korban diduga kuat menjadi korban penganiayaan. Namun, proses penyelidikan hingga kini masih mengalami kendala karena korban belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut.

“Korban belum bisa dimintai keterangan dan juga belum ada saksi yang dapat menjelaskan peristiwa tersebut secara jelas,” ujarnya, Jumat (15/3/2024).

Sementara itu, jenazah Rian Anggara kini dititipkan di kamar jenazah RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah Denpasar. Sedangkan korban luka, Maliki, masih menjalani perawatan untuk penyembukan luka di wajahnya.

“Kemarin malam jenazah sudah di Sanglah dan dilakukan proses autopsi. Selanjutnya kami lakukan proses penyelidikan lebih lanjut,” ungkap Subakti.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Banjar Carik Padang, Desa Nyambu, Kediri digegerkan dengan penemuan mayat lak-laki yang sudah kaku di depan pos kamling Banjar Carik padang pada Rabu (13/3/2024) sekitar pukul 06.00 WITA. Didekat mayat juga ditemukan sepeda motor Suzuki tanpa plat yang diduga milik korban.

Tidak hanya itu, korban lainnya juga ditemukan dengan kondisi luka parah di wajah dalam kondisi lemah sedang duduk di pos kamling.

Kemudian warga langsung pelapor ke Polsek Kediri serta menghubungi Ambulance RSUD Tabanan untuk penanganan lebih lanjut. (ana)

Warung Makan Jawa Ludes Terbakar Akibat Korsleting Listrik, Pemilik Alami Kerugian Rp200 Juta

Kebakaran warung makan jawa di pinggir Jalan Jurusan Denpasar – Gilimanuk termasuk Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim), Tabanan Kamis (14/3/2024) malam.
Kebakaran warung makan jawa di pinggir Jalan Jurusan Denpasar – Gilimanuk termasuk Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim), Tabanan Kamis (14/3/2024) malam.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah warung makan jawa yang teletak di pinggir Jalan Jurusan Denpasar – Gilimanuk termasuk Banjar Dinas Pucuk, Desa Bantas, Kecamatan Selemadeg Timur (Seltim), Tabanan ludes terbakar pada Kamis (14/3/2024) malam.

Selain menghanguskan bangunan warung milik Mudawan, kobaran api juga membakar barang-barang pria asal Banyuwangi, Jawa Timur tersebut. Antara lain mobil Avanza, uang sekitar Rp18 juta, KTP, buku tabungan, beserta perhiasan, dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp200 juta.

Kapolsek Seltim AKP I Putu Budiawan mengungkapkan, peristiwa kebakaran ini diketahui sekitar pukul 19.10 WITA. Dugaan sementara, kebakaran dipicu karena korsleting arus listrik.

“Menurut keterangan saksi diperkirakan kebakaran terjadi karena konsleting arus listrik,” ujarnya Kamis (14/3/2024).

AKP Budiawan menjelaskan, beberapa menit sebelum kejadian korban bersama istri dan anaknya melaksanakan buka puasa bersama di depan warung.

Setelah itu, korban berniat untuk melaksanakan sholat Isya dan masuk ke kamar. Namun sesampai di kamar, korban mendapati api sudah berkobar di kasur. Api pun dengan cepat membesar hingga membakar seluruh bangunan warung beserta barang-barang di dalamnya.

Kemudian, warga sekitar lokasi kejadian yang melihat peristiwa itu berupaya melakukan pemadaman api dan melaporkan ke Polsek Selemadeg Timur untuk penanganan lebih lanjut.

Selanjutnya sekitar pukul 19.47 WITA, empat mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk memadamkan kobaran api.

“Api berhasil dipadamkam dengan 4 armada pemadam kebakaran pada pukul 20.55 WITA,” ucapnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, semua barang-barang berharga milik korban hangus terbakar.

“Nihil korban jiwa, korban hanya mengalami kerugian material mencapai Rp200 juta,” pungkas Budiawan. (ana)

Identitas WNA Laki-Laki Tewas Tertimbun Longsor di Jatiluwih Diketahui Asal Belanda

Proses evakuasi WNA tertimbun longsor di Villa Yeh Baat yang berlokasi di Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih Kecamatan Penebel, Tabanan, Kamis (14/3/2024).
Proses evakuasi WNA tertimbun longsor di Villa Yeh Baat yang berlokasi di Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih Kecamatan Penebel, Tabanan, Kamis (14/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Identitas dua warga negara asing (WNA) yang tewas tertimbun longsor di Villa Yeh Baat, Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, pada Kamis (14/3/2024) sudah diketahui.

Identitas WNA laki-laki bernama Luciano JH (51) asal Belanda. Sebelumnya, identitas WNA perempuan sudah ditemukan oleh petugas tak lama setelah proses evakuasi jenazah selesai dilakukan.

“Identitas kedua korban sudah ditemukan. Yang laki-laki WNA asal Belanda,” ujar Kapolsek Penebel AKP I Gusti Kade Alit Murdiasa, Kamis (14/3/2024).

Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang WNA tertimbun longsor di Villa Yeh Baat yang berlokasi di Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih Kecamatan Penebel, Tabanan, pada Kamis (14/3/2024).

Dua orang wisatawan tersebut tewas tertimbun material longsor ketika sedang tidur di villa sekitar pukul 04.00 WITA. Adapun tanah longsor dipicu karena meluapnya air dari aliran irigasi sawah yang tepat berada belakang bangunan Villa.

Kapolsek Penebel AKP I Gusti Kade Mudiarsa mengatakan, laporan robohnya villa yang menewaskan wisatawan ini diketahui setelah Babinkamtibmas melaporkan ada peristiwa tanah longsor di Villa Yeh Baat sekitar pukul 07.00 WITA.

“Mendapat informasi tersebut, kami meluncur ke lokasi bersama masyarakat dengan menggunakan alat seadanya untuk melakukan evakuasi. Yang diutamakan dilakukan adalah pencarian korban,” jelasnya.

Tidak berselang lama melakukan pencarian dengan melibatkan personil Polsek Penebel, BPBD Tabanan beserta masyarakat sekitar, korban akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dalam posisi tidur. Setelah proses evakuasi, kedua korban langsung di bawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah. (ana)

Sekda Badung Tinjau Gedung SDN 3 Bongkasa Rusak Tertimpa Pohon 

Sekda Adi Arnawa meninjau lokasi bencana pohon tumbang yang menimpa gedung SDN 3 Bongkasa di Banjar Kambang Desa Bongkasa Abiansemal Badung, Rabu (13/3/2024).
Sekda Adi Arnawa meninjau lokasi bencana pohon tumbang yang menimpa gedung SDN 3 Bongkasa di Banjar Kambang Desa Bongkasa Abiansemal Badung, Rabu (13/3/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sekretaris Daerah Badung Wayan Adi Arnawa meninjau lokasi bencana pohon tumbang yang menimpa gedung SDN 3 Bongkasa, Banjar Kambang, Desa Bongkasa, Abiansemal Badung, Rabu (13/3/2024).

Menurut warga, pohon tumbang yang menimpa Gedung SDN 3 Bongkasa diperkirakan terjadi pada Minggu (10/3/2024) pukul 17.00 WITA.

Beruntung ketika peristiwa terjadi sekolah sedang libur Hari Raya Nyepi. Kerusakan terlihat pada atap dan plafon ruang kelas 3 dan tidak menimbulkan korban jiwa. Namun kerugian diperkirakan mencapai Rp60 juta.

Sekda Adi Arnawa mengatakan, dirinya akan segera melakukan perbaikan melalui dana pemeliharaan di Disdikpora guna mengembalikan proses belajar dan mengajar pada sekolah tersebut.

’’Saya perintahkan kepada Disdikpora untuk segera melakukan perbaikan pada Gedung yang rusak  dengan dana biaya pemeliharaan,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu berhati-hati dengan cuaca yang kurang bersahabat belakangan ini.

“Saya juga minta kepada seluruh jajaran pemerintah dari Camat, Lurah atau Perbekel sampai ke tingkat desa agar siaga terkait laporan-laporan bencana yang ada di Badung, supaya bisa segera di tindak lanjuti,” ucapnya.

Sementara itu, Kabid Pendidikan Sekolah Dasar pada Dinas Pendidikan Rai Twistyanti Raharja mengatakan, sesuai arahan Bapak Sekda, pihaknya akan segera melakukan perbaikan Gedung Kelas 3 SDN 3 Bongkasa melalui dana biaya pemeliharaan di Dinas Dikpora Kabupaten Badung.

”Untuk sementara  proses belajar dan mengajar agar tetap jalan siswa dipindah ke ruang lainya, sambil menunggu perbaikan hingga selesai,” pungkasnya. (ana)

Pemkab dan Kajari Jembrana Teken MoU Bidang Perdata dan Tata Usaha

Penandatanganan MoU Pemkab dan Kejaksaan Negeri Jembrana dalam hal pendampingan hukum perdata dan tata usaha, bertempat di Aula Lantai 2 Jimbarwana Kantor Bupati Jembrana, Rabu (13/3/2024).
Penandatanganan MoU Pemkab dan Kejaksaan Negeri Jembrana dalam hal pendampingan hukum perdata dan tata usaha, bertempat di Aula Lantai 2 Jimbarwana Kantor Bupati Jembrana, Rabu (13/3/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana kembali melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Kejaksaan Negeri Jembrana dalam hal pendampingan hukum perdata dan tata usaha, bertempat di Aula Lantai 2 Jimbarwana Kantor Bupati Jembrana, Rabu (13/3/2024).

Penandatanganan MoU dilakukan oleh Bupati Jembrana, I Nengah Tamba dan Kepala Kejaksaan Negeri Jembrana Salomina Meyke Saliama yang disaksikan oleh Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna, Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto, Sekda Made Budiasa beserta para Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Jembrana dan seluruh pejabat dan staf Kejaksaan Negeri Jembrana.

Dalam acara tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Jembrana, Salomina Meyke Saliama menyampaikan, MoU ini dilaksanakan setiap tahun sekali dalam hal pendampingan hukum terkait dengan perdata dan tata usaha.

“Kami memberikan apresiasi kepada Pemkab Jembrana terutama kepada Bupati Jembrana yang kembali setiap tahunnya melakukan MoU dengan Kejaksaan Negeri Kendal dalam hal pendampingan hukum terkait perdata dan tata usaha,” ujar Salomina.

Salomina menjelaskan siap memberikan pendampingan hukum kepada pemerintah daerah agar pelaksanaan pemerintahan tetap berjalan sesuai dengan aturan yang ada. “Secara teknis kami mempunyai semua yang dibutuhkan pemerintah kabupaten Jembrana. Kami jasa pengacara siap mendampingi pemerintah daerah kabupaten Jembrana dalam hal memberikan bantuan hukum, pelayanan hukum dan tindakan hukum lainnya,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati I Nengah Tamba menyampaikan, bahwa MoU ini setiap tahunya dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana, karena masa berlaku sudah habis, sehingga pada hari ini kembali dilakukan perpanjangan.

“Saya sebagai Bupati Jembrana tentunya berharap kerjasama ini dapat kita laksanakan dengan baik. Saya tentu berharap kepada seluruh jajaran dibawah pimpinan pak Sekda secara cermat mengimplementasikan seluruh rencana terkait kegiatan-kegiatan yang ada di kabupaten Jembrana,” ungkapnya.

Melalui penandatanganan MoU ini, Bupati Tamba berharap Kajari Jembrana dapat memberikan pelayanan dan pendampingan hukum dalam pelaksanaan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

“Hari ini kita menandatangi MoU secara bersama-sama, tentu kita membutuhkan pelayanan hukum, arahan dan juga bimbingan sehingga tidak ada yang melanggar hukum,” pungkasnya. (rls)

Rapat Paripurna, Bupati Jembrana Sampaikan LKPJ Tahun 2023 dan Dua Ranperda

Rapat Paripurna I DPRD Kabupaten Jembrana Masa Persidangan II Tahun Sidang 2023/2024 di ruang sidang utama DPRD Jembrana, Rabu (13/3/2024).
Rapat Paripurna I DPRD Kabupaten Jembrana Masa Persidangan II Tahun Sidang 2023/2024 di ruang sidang utama DPRD Jembrana, Rabu (13/3/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Rapat Paripurna I DPRD Kabupaten Jembrana Masa Persidangan II Tahun Sidang 2023/2024 diselenggarakan di ruang sidang utama DPRD Jembrana, Rabu (13/3/2024).

Rapat Paripurna mengagendakan penjelasan Bupati Jembrana terkait Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2023 dan dua rancangan peraturan daerah.

Dibuka oleh ketua DPRD kabupaten Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, rapat Paripurna juga dihadiri langsung Bupati Jembrana I Nengah Tamba, Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna, Pimpinan dan Anggota DPRD, Sekda, perwakilan Forkopimda dan pimpinan OPD di lingkungan Pemkab Jembrana.

LKPJ Bupati Jembrana Tahun Anggaran 2023 merupakan LKPJ kedua dalam pencapaian visi dan misi yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Jembrana Tahun 2021-2026.

LKPJ Bupati Jembrana Tahun Anggaran 2023, memuat gambaran mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, laporan hasil penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah, dan laporan capaian kinerja pelaksanaan tugas pembantuan.

Secara umum, Bupati Tamba mengatakan penyelenggaraan program, kegiatan dan subkegiatan pada urusan wajib yang terkait dengan pelayanan dasar dan urusan wajib yang yang tidak terkait dengan pelayanan dasar serta urusan pilihan pada Tahun Anggaran 2023 menunjukkan hasil yang baik meskipun harus diakui bahwa masih ada beberapa target kinerja yang belum tercapai secara maksimal.

“Keberhasilan tersebut merupakan buah karya kolektif kita bersama baik eksekutif maupun legislatif bersama-sama seluruh masyarakat Jembrana,” ucap Bupati Tamba.

Berdasarkan LKPJ Bupati Jembrana Tahun 2023, Realisasi Pendapatan Daerah mencapai Rp 1.120.357.665.848,96 atau mencapai 98,20 persen dari target sebesar Rp 1.140.899.831.409,00. Sedangkan, realisasi belanja daerah sebesar Rp 1.123.670.810.972,66 atau 91,16 persen dari yang dianggarkan sebesar Rp 1.232.690.156.554,00.

Selain itu, mengenai pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan terdiri dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun sebelumnya yang pada tahun 2023 dianggarkan sebesar Rp 91.790.325.154,00 dengan realisasi sebesar 100 persen dan terdapat penerimaan kembali pemberian pinjaman daerah yang dianggarkan sebesar Rp 5,4 Miliar dengan realisasi sebesar Rp 970 juta atau 17,96 persen.

Dari sisi pengeluaran pembiayaan, terdapat pemberian pinjaman daerah yang dianggarkan sebesar Rp 5,4 Miliar dengan realisasi mencapai 17,96 persen atau Rp 970 juta. Dengan demikian, pembiayaan netto pada tahun 2023 Rp 91.790.325.144,63.

“Keberhasilan kita dalam menuntaskan pelaksana program, kegiatan, subkegiatan pada Tahun Anggaran 2023 serta mencapai target yang telah ditetapkan tidak terlepas dari peran rekan-rekan Dewan yang terhormat, jajaran aparatur pemerintah daerah, dan para stakeholder lainnya,” kata Bupati Tamba.

Mantan ketua Komisi III DPRD Provinsi Bali periode 2014-2019 ini menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang juga telah mendukung keberhasilan terlaksananya pembangunan di kabupaten Jembrana.

“Demikian pula kepada rekan-rekan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, seluruh aparatur pemerintah daerah, segenap tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta seluruh komponen masyarakat yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di kabupaten Jembrana,”  tandasnya.

Selain itu dalam rapat Paripurna tersebut, DPRD kabupaten Jembrana juga menyampaikan usulan Ranperda inisiatif DPRD tentang Penyelenggaraan Wajib Belajar Pendidikan Anak Usia Dini, Ranperda Wajib Belajar Pendidikan Dasar, Ranperda Perlindungan dan Pemberdayaan Usaha Mikro serta Raperda Perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Desa Wisata. (rls)

Terima Kunker Komisi X DPR RI, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Sampaikan Kondisi Keolahragaan di Bali

 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Provinsi Bali memiliki luas daratan 5.636,66 km² dan luas lautan sekitar 9.634,35 km², geografi wilayah terdiri dari daratan, terdapat beberapa gunung, danau, dan laut/pantai yang indah, jumlah penduduk sekitar 4,3 juta jiwa dan latar belakang penduduk heterogen. Berdasarkan karakteristik wilayah tersebut, Provinsi Bali memiliki potensi yang cukup besar dalam berbagai bidang keolahragaan.

Terkait hal tersebut, berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten/Kota, serta Komunitas Pecinta Olahraga untuk mengembangkan potensi besar yang dimiliki Bali agar dapat bersaing, tidak hanya di level nasional, tetapi juga regional dan internasional.

Demikian disampaikan Penjabat (Pj) Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya saat menerima Kunjungan Kerja Spesifik Bidang Olahraga Komisi X DPR RI ke Provinsi Bali di Ruang Rapat GOR Lila Bhuana, Denpasar pada Kamis (14/3) pagi.

Selain itu, mendasari UU No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, pembangunan prestasi olahraga dilakukan dengan menjadikan olahraga sebagai industri yang sehat dan kompetitif, dengan mendorong masing-masing pengurus Cabang Olahraga membuat kejuaraan, kompetisi dan turnamen profesional, dengan menyertakan peran kalangan swasta, misalnya ikut berpartisipasi mulai dari sponsorship, pendanaan, pengembangan infrastruktur-sarana olahraga, pengembangan atlet sejak dini, dan lain-lain, termasuk keterlibatan masyarakat dalam kepemilikan saham klub-klub olahraga dan pengelolaan suporter.
A
“Pada kesempatan ini, ijinkan saya atas nama Pemerintah Provinsi Bali mengucapkan terima kasih atas perbaikan infrastruktur stadion sepakbola di Provinsi Bali yang sudah dikerjakan oleh Kementerian PUPR RI. Salah satunya adalah Stadion Ngurah Rai di Kota Denpasar Bali yang perbaikannya sudah dilakukan sejak tahun 2020 dalam rangkaian persiapan Piala Dunia FIFA U-20. Renovasi Stadion yang memiliki kapasitas untuk 10.000 penonton ini dikerjakan oleh Balai Prasarana Permukiman Wilayah Bali dan rampung pada Bulan Juni Tahun 2023,” jelas Mahendra Jaya.

Ia berharap Pemerintah Pusat dapat kembali melakukan audit terhadap lapangan lain yang ada di Kabupaten/Kota di Bali sehingga dapat dibangun lapangan sepakbola yang berstandar internasional, yang nantinya dapat digunakan sebagai pusat latihan (training center) peningkatan kualitas dan prestasi Tim Nasional sehingga berdampak pada kemajuan prestasi sepakbola di Indonesia, juga olahraga di Bali termasuk mendukung pengembangan program sport tourism untuk membangkitan kembali pariwisata Indonesia pada umumnya dan khususnya di Bali.

Lebih lanjut dikatakan Mahendra Jaya, prospek pengembangan industri olahraga, terutama pengembangan kolaborasi bidang olahraga dengan bidang lainnya, seperti sport tourism, dan lainnya dikatakan Mahendra Jaya memiliki prospek yang menarik, khususnya di Provinsi Bali terutama ketika dikolaborasikan dengan pariwisata.

“Dimana olahraga mendorong wisatawan datang ke Bali untuk berolahraga sekaligus berwisata. Beberapa event sport tourism yang diminati baik wisatawan lokal maupun mancanegara yang rutin digelar di Bali, diantaranya: Maybank Marathon, Triathlon, Modern Pentathlon, Skate Board, Surfing, dan Sprint Rally,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kunker Hetifah Sjaifudian yang juga Wakil Ketua Komisi X DPR RI dalam sambutannya menyampaikan bahwa kini kita telah memiliki undang-undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan yang mengatur diantaranya terkait pembinaan dan pengembangan olahraga, pengelolaan keolahragaan, penyelenggaraan kejuaraan olahraga, prasarana olahraga dan sarana olahraga sebagai langkah untuk mengembangkan prestasi dan industri olahraga di Tanah Air.

Lebih lanjut, Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) telah menjadi acuan dalam pengembangan olahraga nasional. Seperti diketahui, DBON merupakan program Pembangunan Olahraga Jangka Panjang 2021-2045 yang mencakup olahraga pendidikan, olahraga masyarakat dan olahraga prestasi.

“Undang-undang Nomor 11 Tahun 2022 ini bertujuan untuk mengembangkan prestasi dan industri olahraga tanah air. Kita ingin meningkatkan profesional keolahragaannya. Pihak swasta bisa ikut berpartisipasi sebagai sponsor, masyarakat juga bisa ambil bagian dalam memiliki saham di klub, sehingga ekosistem keolahragaan kita bisa menjadi profesional kedepannya,” ungkap Hetifah Sjaifudian.

Melihat Bali sebagai salah satu tujuan wisata dunia, kolaborasi pariwisata dan ekonomi kreatif serta olahraga dikatakan Hetifah Sjaifudian bisa dikembangkan menjadi sport tourism. Peran pemerintah dikatakan Hetifah Sjaifudian dalam hal ini sangat diperlukan guna mendukung infrastruktur yang diperlukan. Untuk itu, Komisi X DPR RI siap membantu dan memfasilitasinya.

“Dengan memperbaiki infrastruktur pendukung keolahragaan khususnya lapangan latihan atau stadion, Kita harap juga akan berimbas pada peningkatan kualitas timnas kedepannya,” tegasnya.

Hadir pula pada kesempatan ini Staf Ahli Bidang Inovasi Kepemudaan dan Keolahragaan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Republik Indonesia Dr. Drs. Yohan, M.Si., Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Denpasar AA Gede Risnawan, Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali Boy Jayawibawa, Ketua Umum KONI Provinsi Bali I Gusti Ngurah Oka Darmawan beserta jajaran pengurus.