- Advertisement -
Beranda blog Halaman 475

Optimalkan Pelayanan Publik, Bupati Tabanan Resmikan Tiga Gedung Pemerintahan  

Peresmian tiga gedung perangkat daerah Kabupaten Tabanan, Sabtu (16/3/2024).
Peresmian tiga gedung perangkat daerah Kabupaten Tabanan, Sabtu (16/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Gedung Pemerintahan yang dimanfaatkan oleh tiga Perangkat Daerah, yakni Badan Riset dan Inovasi Daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik serta Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan diresmikan Bupati Tabanan, Sabtu (16/3/2024).

Pembangunan gedung yang berlokasi di Jalan Wibisana, Desa Delod Peken, tersebut telah dilakukan sejak 2023 ini rampung diresmikan, baik secara sekala dan niskala melalui pemelaspasan yang dilaksanakan pada 14 Februari 2024 lalu.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya mengatakan,pmbangunan gedung ini dilakukan mengingat banyaknya gedung Pemerintahan di Kabupaten Tabanan yang telah memasuki usia lebih dari 20 tahun dan saat ini dalam kondisi yang kurang layak pakai.

Selain itu, banyak dari kantor Perangkat Daerah yang perlu diatur tata letaknya. Oleh karenanya, diperlukan peremajaan gedung Pemerintah serta penataan letak kantor agar memudahkan berkoordinasi dan pemberian pelayanan kepada masyarakat.

“Gedung tiga perangkat daerah, yang dibangun atas semangat memberikan pelayaan terbaik bagi masyarakat Tabanan. Dibangun atas satu kesatuan yang mencirikan pembangunan Tabanan tidak bisa dilakukan oleh satu perangkat daerah saja, namun berkolaborasi dalam satu derap langkah dan semangat,” jelasnya.

Menurut Sanjaya, pembangunan ini juga menjadi modal utama dalam pencapaian Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Tabanan.

“Pembangunan gedung Pemerintahan, juga akan dilakukan secara simultan di tahun 2024 ini, diantaranya Gedung Dinas Lingkungan Hidup, Gedung Satpol PP, Gedung Badan Penanggulangan Bencana, Gedung Badan Kepegawaian Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia serta Kantor Camat Tabanan,” papar orang nomor satu di Tabanan itu lebih lanjut.

Pihaknya juga menyampaikan, terutama kepada seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan untuk dapat memanfaatkan gedung ini, bersama-sama menjaga, memelihara dan memanfaatkan dengan baik serta dapat menunjukkan integritas dalam melaksanakan pelayanan publik kepada masyarakat Tabanan.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPRPKP Tabanan Made Dedy Darmasaputra menyampaikan, pembangunan gedung pemerintah Kabupaten Tabanan secara penampilan, menggunakan unsur modern tropis dan arsitektur tradisional Bali.

Hal tersebut berdasarkan inisiasi dan gagasan dari Bupati Tabanan. Bahwasanya, bangunan di Tabanan haruslah memliki ciri khas Tabanan yakni bentuk jineng dan penggunaan material Bata serta aksen cawan pada pilar yang merupakan produksi lokal Kabupaten Tabanan.

“Dengan adanya fasilitas gedung Pemerintah yang baru ini, akan meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat dan meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan,” harap Dedy.

Wakil Bupati Jembrana Sampaikan Pendapat Bupati atas Ranperda Inisiatif Dewan

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menyampaikan pendapat bupati terhadap Ranperda dalam Rapat Paripurna DPRD Jembrana, Jumat (15/3/2024).
Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menyampaikan pendapat bupati terhadap Ranperda dalam Rapat Paripurna DPRD Jembrana, Jumat (15/3/2024).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – DPRD Kabupaten Jembrana menggelar Rapat Paripurna II masa persidangan II Tahun 2023/2024, di ruang sidang utama DPRD kabupaten Jembrana, Jumat (15/3/2024).

Dipimpin ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi, Rapat Paripurna ini mengagendakan Pendapat Bupati Jembrana terhadap 4 Ranperda inisiatif DPRD serta Pandangan Umum Fraksi terhadap 2 Ranperda Kabupaten Jembrana.

Mewakili Bupati Jembrana, Wabup I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) membacakan pendapat Bupati terhadap 4 Ranperda inisiatif DPRD Jembrana diantaranya Ranperda tentang Penyelenggaraan Wajib Belajar Pendidikan Anak Usia Dini, Ranperda tentang Wajib Belajar Pendidikan Dasar, Ranperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Usaha Mikro serta Ranperda Perubahan atas Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Desa Wisata.

Secara umum, Wabup Ipat memberikan sejumlah masukan terkait dengan teknis penyusunan Ranperda seperti perbaikan penulisan, penyempurnaan isi dan penyesuaian dengan peraturan perundang yang telah ada.

Ranperda tentang Penyelenggaraan Wajib Belajar Pendidikan Anak Usia Dini disambut baik Wabup Ipat, menurutnya dalam perkembangan anak-anak pada masa usia dini merupakan perkembangan kritis yang menjadi fondasi bagi anak-anak untuk menjalani kehidupan di masa mendatang.

“Masa usia dini merupakan golden age periode, artinya merupakan masa emas untuk seluruh aspek perkembangan manusia, baik fisik, kognisi emosi maupun sosial. Sehingga untuk mendukung dan mendorong kemampuan dasar anak agar dapat berkembang dan tumbuh secara optimal diperlukan penyelenggaraan pendidikan anak usia dini yang perlu diatur dalam suatu payung hukum peraturan daerah,” kata Wabup Ipat.

Dibentuknya Ranperda tentang Penyelenggaraan Pendidikan Dasar, kata Ipat juga sangat penting untuk memberikan akses keadilan, perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu.

Sehingga diperlukan layanan pendidikan dalam bentuk wajib belajar pendidikan dasar sebagai perlindungan atas hak konstitusional warga negara agar dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat Jembrana.

Selain itu Ranperda tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Usaha Mikro juga diapresiasi Wabup Ipat. Kendati demikian, pihaknya juga menyarankan agar Ranperda tersebut disesuaikan dengan peraturan perundang-undangan yang telah ada.

“Pada prinsipnya, kami sependapat dengan Dewan yang terhormat, namun berkaitan dengan materi muatan kiranya agar diselaraskan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Perlindungan dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah serta Perda Kabupaten Jembrana Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah,” jelasnya.

Wabup Ipat juga mengaku memiliki pandangan yang sama atas Ranperda tentang Perubahan atas Perda No 2 Tahun 2018 tentang Desa Wisata yang menurutnya sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.

“Mengenai Ranperda tersebut, saya memiliki pandangan yang sama dengan Dewan yang terhormat, yakni Perda Nomor 2 Tahun 2018 tentang Desa Wisata sudah tidak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan hukum saat ini hingga perlu diubah,” pungkasnya. (rls)

Nenek 75 Tahun di Desa Bongkasa Tewas Tertimpa Pohon Enau

Jenazah nenek berinisial GML (75) yang tewas tertimpa pohon di tegalan Banjar Pengembungan, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (15/3/2024).
Jenazah nenek berinisial GML (75) yang tewas tertimpa pohon di tegalan Banjar Pengembungan, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (15/3/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang nenek berinisial GML (75) tewas usai tertimpa pohon di tegalan (kebun) di Banjar Pengembungan, Desa Bongkasa, Kecamatan Abiansemal, Badung, Jumat (15/3/2024) sekitar pukul 15.00 WITA.

Korban tewas di tempat setelah tertimpa pohon jenis enau di kebuh milik IWS.

Kasi Humas Polres Badung Iptu I Ketut Sudana mengatakan, menurut keterangan saksi, awalnya dilakukan penebangan pohon jenis Dau di kebun milik IWS yang posisinya berdekatan dengan pohon Enau yang menimpa korban.

“Sesaat setelah pohon yang ditebang jatuh, tiba-tiba pohon enau ikut roboh dengan sendirinya hingga menimpa korban yang tepat berada di titik jatuhnya pohon,” terangnya setelah di konfirmasi Sabtu (16/3/2024).

Selanjutnya, korban dilarikan ke RS Mangusada dan dinyatakan korban telah meninggal dunia. “Saat ini jenazah korban dititipkan di RS Mangusada,” imbuh Sudana. (jas)

Disetujui Kemendagri, TPP ASN Jembrana Segera Cair

Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dinanti ASN Pemerintah Kabupaten Jembrana segera dicairkan.
Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dinanti ASN Pemerintah Kabupaten Jembrana segera dicairkan.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) yang dinanti ASN Pemerintah Kabupaten Jembrana akhirnya menemui titik terang. Pembayaran TPP ASN Pemkab Jembrana sebagai penghargaan atas capaian kinerja serta disiplin dan tanggung jawab pegawai baru disetujui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) setelah melalui sejumlah tahapan.

Persetujuan itu hasil kordinasi Sekda Jembrana  yang diperintah khusus Bupati I Nengah Tamba untuk datang langsung kekementerian dalam negeri menyelesaikan persoalan belum cairnya TPP Pegawai. Bahkan bupati menargetkan TPP itu dicairkan kerekening pegawai masing masing selambatnya hari senin depan.

“Astungkare persetujuan dari Kemendagri sudah turun hari ini Jumat (15/3/2024) sebagai dasar kami mencairkan TPP Pegawai ,” kata Sekda Jembrana I Made Budiasa.

Sekda I  Made Budiasa mengakui ada andil Bupati Jembrana dalam persetujuan TPP ini. Ia kemudian diperintah  secara langsung berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat.
Selanjutnya   persetujuan pembayaran TPP ini, akan segera ditindaklanjuti agar TPP bisa segera dicairkan di masing masing OPD.

“Kami sudah tindaklanjuti secara langsung ke Jakarta dengan Kementerian Keuangan sesuai arahan dan perintah Bapak Bupati. Selanjutnya akan diselesaikan di bagian organisasi sekretariat daerah sehingga bulan ini tukin ( TPP) pegawai bisa cair,” ujar Budiasa.

Pihaknya menegaskan anggaran untuk TPP bagi ASN Pemkab Jembrana sudah dialokasikan, hanya saja selama ini masih menunggu persetujuan pembayaran dari Kemendagri.

Kabar  ini sekaligus menjadi angin segar bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jembrana. Pasalnya TPP untuk kinerja bulan Januari dan Februari, biasanya sudah bisa dicairkan paling lambat tanggal 10 bulan berikut.

Apalagi, TPP tersebut sangat dibutuhkan oleh para ASN utamanya dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari dan hari raya Galungan, Kuningan dan Nyepi yang berkelanjutan.

“Kami sudah tindaklanjuti secara langsung ke Jakarta dengan Kementerian Keuangan sesuai arahan dan perintah Bapak Bupati. Selanjutnya akan diselesaikan di bagian organisasi sekretariat daerah sehingga bulan ini tukin pegawai bisa cair,” ujar Budiasa.

Pihaknya menegaskan anggaran untuk TPP bagi ASN Pemkab Jembrana sudah dialokasikan, hanya saja selama ini masih menunggu persetujuan pembayaran dari Kemendagri.

“Anggaran kita sudah siap, ini untuk pencairan hanya menunggu persetujuan Kemendagri sebagai dasar penetapan SK Bupati mengenai besaran TPP,” imbuhnya.

Lanjut, kata Budiasa, Surat Keputusan Bupati mengenai besaran TPP sudah disiapkan dan perhari ini sudah bisa ditandatangani oleh Bupati Jembrana. Pihaknya pun mengintruksikan kepada semua OPD untuk membuat permohonan pembayaran TPP sesuai dengan hasil kinerja pegawai.

“SK sudah disiapkan. Selanjutnya masing-masing OPD silahkan mengamprahkan TPP sesuai e-Kinerja. Makin cepat makin baik,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi dan Perpustakaan Setda Jembrana, I Ketut Santiyasa mengatakan untuk tahun 2023 besaran TPP untuk semua jabatan di Pemkab Jembrana telah dinaikan dan di tahun 2024 ini jabatan di tingkat Kecamatan dan Kelurahan dan sejumlah jabatan lainnya kembali dinaikkan.

“Sesuai dengan komitmen Bapak Bupati, pada tahun 2023 tambahan pengasilan pegawai (TPP) untuk seluruh jabatan telah ditingkatkan rata-rata sebesar 10 persen. Pada Tahun 2024, Pemerintah Kabupaten Jembrana kembali meningkatkan TPP bagi para pejabat struktural di kecamatan dan di kelurahan mengingat tugas dan fungsinya sebagai ujung tombak untuk mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Jembrana serta beberapa jabatan lainnya menyesuaikan dengan kelas jabatan,” ucap Santiyasa.

Pihaknya menambahkan peningkatan TPP ini tentunya dilakukan dengan tetap memperhatikan kemampuan keuangan daerah dan persetujuan dari Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan.

“Persetujuan tersebut diberikan berdasarkan capaian penyelenggaraan Reformasi Birokrasi Pemerintah Kabupaten Jembrana dimana pada Tahun 2023 penyelenggaraan Reformasi Birokrasi Pemerintah Kabupaten Jembrana dengan nilai 75,92 atau capaiannya di atas 50 persen,” pungkasnya. (rls)

Jaga Ketersediaan Pangan, Sekda Dewa Indra Minta Kabupaten/Kota Miliki Perumda Pangan

 

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Sekretaris Daerah Provinsi Bali Dewa Made Indra meminta kepada Kabupaten yang belum memiliki Perumda Pangan untuk segera membentuknya. Hal ini dimaksudkan untuk berkolaborasi ketahanan/ketersediaan pangan antar Kabupaten/ Kota. “Saya minta seluruh Kabupaten/ Kota di Provinsi Bali memiliki Perumda Pangan. Apabila di satu Kabupaten/ Kota kekurangan bahan pokok beras misalnya, bisa bertukar atau membeli dari Kabupaten lain yang ketersediaan berasnya masih aman, sehingga tidak akan terjadi kekurangan stok pangan, dan tidak menyebabkan harga yang tinggi. Hal ini penting untuk menjaga inflasi agar tetap stabil”, ungkap Sekda Dewa Indra dalam wawancaranya sesaat setelah memberikan paparan, serangkaian Rapat Koordinasi Wilayah TPID Bali Nusra, di Hotel Laguna Nusa Dua, Bali, Jumat, Sukra Umanis, Langkir (15/3).

Selain itu, keberadaan Perumda Pangan bertujuan untuk menyerap hasil pertanian dari masyarakat setempat, sehingga selain stok pangan aman, perekonomian masyarakatnya juga akan berputar secara sehat.

Dalam Rapat Koordinasi Wilayah Bali Nusra yang mengangkat tema “Penguatan Kelembagaan Pangan di Daerah (BUMD/ Koperasi) untuk Pengendalian Inflasi dan Mendorong Kerjasama Antar Daerah (KAD) di Wilayah Bali Nusra” ini kita bersama berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga pangan, memperkuat lembaga-lembaga pangan ekonomi lokal, dan mendorong kerja sama lintas daerah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengingat betapa pentingnya stabilitas harga pangan dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah dinamika ekonomi dan tantangan global.

Dijelaskannya lagi, bahwa pada bulan Februari tahun 2024 ini, inflasi di Bali tercatat 2,98% (yoy) dan secara bulanan Provinsi Bali mengalami inflasi sebesar 0,61% (mtm).

Untuk inflasi yoy, angka ini masih dalam range target inflasi yaitu 2,5±1%. “Terkendalinya inflasi tidak terlepas dari sinergi yang baik antar stakeholder melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang didukung oleh Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) dengan mengimplementasikan kerangka strategi 4K yakni, Keterjangkauan harga, Ketersediaan pasokan, Kelancaran distribusi dan Komunikasi yang efektif”, imbuhnya lagi.

Rakorwil ini merupakan wadah yang tepat untuk berbagi pengalaman, menyusun strategi bersama, dan memperkuat kerjasama antar daerah dalam hal pengendalian inflasi dan pengembangan kelembagaan sektor pangan. Oleh sebab itu, sangatlah penting apabila upaya pengendalian inflasi bisa dilakukan secara “Ngrombo” bersama-sama antar stakeholder tidak hanya dalam lingkup antar Kabupaten/ Kota se-Bali namun antar wilayah khususnya Bali Nusra.

Salah satu upaya strategis yang dapat dilakukan adalah optimalisasi kerja sama antar daerah (KAD) guna mengurangi disparitas pasokan dan harga antarwilayah. TPID perlu mengidentifikasi wilayah surplus dan defisit serta menjadi fasilitator untuk mendorong kerjasama antardaerah untuk menjaga kelancaran distribusi.

Diungkapkannya lagi, bahwa kolaborasi merupakan kunci sukses dalam menjaga stabilitas harga pangan. Baik itu melalui pertukaran informasi, pengalaman, dan sumber daya, kita dapat menciptakan sinergi yang kuat dalam menghadapi tantangan bersama.

“Saya harapkan, pelaksanaan KAD tidak hanya melalui skema government to government (G2G) tapi berkembang menjadi business to business (B2B) dimana Perumda Pangan dan Koperasi memegang peranan penting sebagai mitra strategis dalam menyalurkan komoditas pangan pada daerah surplus dan memperoleh komoditas pangan pada daerah defisit”.

“Perlu kami sampaikan bahwa seluruh Perumda Pangan se-Bali telah membentuk Paiketan Perumda Pangan yang bertujuan untuk berkolaborasi mendorong perekonomian dan pengendalian harga pangan di Provinsi Bali. Hal ini merupakan salah satu program penguatan kelembagaan Perumda Pangan yang diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam melakukan upaya-upaya konkrit pengendalian inflasi di Provinsi Bali.

Ahli Utama Itjen Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, Rolekson Simatupang yang pada kesempatan ini turut hadir langsung, mengatakan ada enam (6) upaya konkrit Pemda dalam penanganan Inflasi Daerah, diantaranya melaksanakan operasi pasar murah, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menimbun atau menahan barang, kerja sama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, gerakan menanam, merealisasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) serta memberikan dukungan transportasi dari APBD.

Gerakan Panen Padi Raya di Subak Gadon I Kediri Tabanan

Gerakan Panen Padi diselenggarakan di Subak Gadon I, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (15/3/2024).
Gerakan Panen Padi diselenggarakan di Subak Gadon I, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (15/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebagai salah satu upaya dalam mempertahankan ketahanan pangan di Bali, khususnya di Kabupaten Tabanan, Gerakan Panen Padi diselenggarakan di Subak Gadon I, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Jumat (15/3/2024).

Dimulai sejak pagi hari, kegiatan dihadiri langsung oleh PJ. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra Jaya, Sekda dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Jajaran Forkopimda Tabanan atau yang mewakili, Para Kepala OPD terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat Kediri dan Direktur Perumda Dharma Santhika Tabanan, juga diikuti oleh Perbekel Desa Pandak Gede, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan Kecamatan Kediri dan Pekaseh Subak Gadon I.

Panen yang berlangsung, menggunakan Varietas padi baru, yakni Inpari Nutri Zinc, yang dinyatakan memiliki kandungan unsur Zn (Zinc) lebih tinggi daripada varietas beras lainnya.

Dengan unsur Zinc yang lebih tinggi, di mana zat ini merupakan unsur vital untuk pertumbuhan dan perkembangan organ reproduksi, serta sangat berpengaruh terhadap kekuatan sistem imun, meningkatkan daya tahan tubuh, produktivitas dan kualitas hidup manusia, menjadikan varietas ini menjadi beras yang mampu mengatasi permasalahan stunting di Indonesia.

Panen raya ini mendapat apresiasi yang baik dari Jajaran Pemerintah Provinsi Bali. Menurut PJ. Gubernur Bali, Sang Made Mahendra, Panen Raya menjadi bukti kerja keras, dedikasi dan kerjasama yang luar biasa dari anggota kelompok tani.

“Panen Raya kali ini diharapkan dapat mendorong dan memberi semangat kepada petani untuk terus lebih giat menanam padi guna memenuhi kebutuhan pangan dan mampu mengendalikan inflasi terhadap salah satu komoditas bahan pangan, khususnya beras di tengah masyarakat demi terwujudnya ketahanan pangan nasional,” sebutnya.

Apresiasi tersebut juga didukung oleh keterangan dari Sekda Provinsi Bali, Dewa Made Indra yang saat itu menekankan, bahwa produktivitas varietas ini terbukti lebih tinggi dibandingkan varietas yang lain.

Di kesempatan yang sama, menyampaikan Sambutan Bupati Tabanan, Gede Dalem Trisna Ngurah menyampaikan, sesuai dengan Visi dan Misi Tabanan Era Baru, di mana bidang prioritas yang mendapat perhatian yakni terkait penguatan sandang pangan dan papan. Sektor pertanian menjadi sangat penting, sebab pertanian adalah rohnya kabupaten Tabanan yang sangat identik dengan lumbung padi di Provinsi Bali.

“Atas dasar itulah, saya minta kepada seluruh jajaran perangkat daerah yang bersentuhan dengan pertanian dapat secara bersungguh-sungguh mengelola bidang ini dengan sebuah spirit baru yaitu tidak hanya mempertahankan sebuah predikat sebagai lumbung padinya Bali, tetapi juga mampu melangkah lebih jauh, melalui sebuah terobosan dalam mendorong pertanian modern bersekala besar,” paparnya.

Pihaknya juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Balii atas fasilitas dan bantuan yang diberikan khususnya dalam sektor pertanian guna meningkatkan produktifitas padi.

“Kita berharap, dengan harga beras yang stabil, kedepannya kehidupan para petani mejadi lebih terjamin dan melalui gerakan panen padi serentak ini juga bisa meningkatkan giat anggota Subak Gadon I untuk bertani dan menghasilkan produk tani yang melimpah serta memberikan pengaruh positif terhadap kestabilan harga beras di pasaran,” jelasnya lebih lanjut. (rls)

Dukung Penurunan Stunting, Pj. Gubernur Mahendra Jaya Dorong Penanaman Padi Inpari Nutri Zinc

 

PANTAUBALI.COM, Tabanan – Penjabat (Pj.) Gubernur Bali S.M. Mahendra Jaya menyambut baik panen perdana Padi varietas Inpari Nutri Zinc yang tak hanya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani namun juga mampu berperan penting dalam upaya penanganan stunting terutama di Provinsi Bali. “Saya berbahagia sekali dalam kesempatan ini, luar biasa dengan panen perdana Padi Inpari Nutri Zinc yang punya banyak kelebihan dan dikenal kaya gizi,” tandas Pj. Gubernur di sela prosesi Gerakan Panen Padi di Subak Gadon I, Desa Pandak Gede, Kecamatan Kediri, Tabanan, pada Jumat (15/3) pagi.

Pj. Gubernur menyebutkan, varietas padi ini harus lebih banyak disosialisasikan kepada masyarakat khususnya para petani di Bali. Karena punya keunggulan dibandingkan varietas lain seperti dapat dipanen umur ±115 hari, tekstur nasi pulen dengan kadar amilosa 16,60%, serta potensi hasil dapat mencapai 9-10 ton/hektar. “Kandungan zinc dalam beras Inpari Nutri Zinc mencapai 34,5 ppm. Zinc berperan penting dalam sistem reproduksi, daya tahan tubuh untuk ibu hamil dan kesehatan balita jadi bisa membantu menangani stunting,” katanya. “Ini penting karena penanganan stunting adalah amanat langsung dari Bapak Presiden dan jadi prioritas bagi Pemerintah Provinsi dan Kabupaten, meskipun kini angka stunting di Bali paling rendah secara nasional, ” imbuhnya lagi.

Pria kelahiran SIngaraja ini juga menyebut dengan umur tanam yang 115 hari dan tingkat kerusakan pecah gabah dibawah 5 persen, maka para petani pun bisa mendapatkan manfaat dan keuntungan langsung dari pembudidayaan padi Inpari Nutri Zinc. “ Ini tentu menguntungkan petani. Dan kita tahu beras komoditas penting dan strategis. Kalau orang Bali atau orang Indonesia belum makan nasi belum makan rasanya,” kata Mahendra Jaya. “ Ke depan kami dari pemerintah inginnya yang penting harga beras terjangkau. Kita ingin petani senyum dan masyarakat juga bisa membeli beras,” tambahnya lagi.

Terkait itu, Pj. Gubernur juga menyampaikan Provinsi Bali saat ini meraih predikat terbaik dalam capaian Indeks Ketahanan Pangan (IKP) 2023 yang diselenggarakan Badan Pangan Nasional (Bapanas). “Astungkara. Kita IKP tertinggi tahun 2023 bahkan skornya meningkat dari 85 menjadi 87,65 persen, Tepuk tangan untuk para petani kita yang luar biasa dengan support juga, ngrombo dari banyak pihak,” ungkapnya. “Meski demikian tetap jangan lengah. Karena penduduk Bali ini meskipun hanya 4,3 jiwa namun konsumsi pangan di Bali bisa 5-6 kali lipat menghitung pendatang dan wisatawan” imbuhnya lagi.

Sementara itu Pekaseh Subak Gadon 1 Pandak Gede, Gede Made Budi Artawan, mengungkapkan bahwa pada Inpari Nutri Zinc yang benihnya dibantu Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, telah ditanam di lahan seluas 77 hektar dari total 140 hektar yang dikelola 341 petani di kelompok subak setempat. “Terimakasih banyak atas bantuan bibit yang sangat membantu kami, dan luar biasa ternyata hasil panennya yang jauh diatas rata-rata. Biasanya (padi lain, red) paling banyak 8,5 ton per hektar. Sekarang bahkan sempat ada yang 11,5 ton per hektar,” tandas Budi Artawan.

Diluar hal tersebut, Budi Artawan juga menyampaikan dirinya dan kelompok subak setempat berharap pemerintah terus menaruh perhatian pada para petani terutama berkaitan dengan permasalahan sistem irigasi, yang belakangan mulai menunjukkan gejala pendangkalan serta kebocoran di sana-sini.

Dalam Gerakan Panen Padi Inpari Nutri Zinc tersebut, Pj. Gubernur Mahendra Jaya berkesempatan secara simbolis memotong padi yang sudah siap panen bersama sejumlah undangan lain. Pj. Gubernur juga mencoba langsung alat mesin pertanian (Alsintan) combine harvester yang selain sebagai alat panen, juga mampu membajak sawah hingga merontokkan padi, dengan kecepatan memotong 50 persen lebih efisien dari pekerja manual.

Nampak pula dalam kesempatan tersebut Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Erwin Soeriadimadja, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali Dewa Made Indra, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Tabanan A.A. Dalem Trisna Ngurah, Kepala Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian Bali I Made Rai Yasa,

Pengelola DTW Jatiluwih Pastikan Dua WNA Korban Tanah Longsor di Vila Yeh Baat Dapat Santunan

Evakuasi 2 WNA tertimbun longsor di Villa Yeh Baat, Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan, Kamis (14/3/2024).
Evakuasi 2 WNA tertimbun longsor di Villa Yeh Baat, Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan, Kamis (14/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pengelola Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih memastikan dua warga negara asing (WNA) yang tewas dalam peristiwa tanah longsor di Vila Yeh Baat, Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih, Penebel, Tabanan pada Kamis (14/3/2024) kemarin mendapatkan santunan kematian.

Asisten Manager II Pengelola DTW Jatiluwih I Gede Made Alitoya Winaya mengatakan, untuk pemberian santunan pihaknya bekerjasama dengan asuransi Proteksindo.

“Kami dari pihak DTW sudah melaporkan ke pihak asuransi dan sekarang masih dalam proses. Untuk besaran kompensasi yang diberikan belum bisa dipastikan karena masih dalam proses,” jelasnya, Jumat (15/3/2024).

Made Alitoya menjelaskan, kompensasi ini memang diberikan oleh DTW sebagai bentuk tanggung jawab pengelola karena vila berada di kawasan DTW Jatiluwih.

Selain itu, tiket yang dibeli oleh setiap wisatawan yang berkunjung memang sudah termasuk tanggungan asuransi jika sewaktu-waktu wisatawan mengalami musibah.

Adapun harga tiket yang berlaku saat ini untuk wisatawan mancanegara yakni dewasa Rp40 ribu dan anak-anak Rp30 ribu.

“Kami sebagai pihak pengelola DTW Jatiluwih hanya menunaikan tanggung jawab kepada wisatawan. Sedangkan, terkait tanggung jawab dari pemilik Vila Yeh Baat nanti beda lagi tergantung kebijakan pemilik,” ungkapnya.

Ditanya terkait dampak peristiwa tanah longsor terhadap jumlah kunjungan wisatawan di DTW Jatiluwih, Alitoya mengaku, hingga saat ini kunjungan masih normal atau tidak terjadi penurunan wisatawan. Bahkan, kunjungan masih didominasi oleh wisatawan asing.

“Dari pantauan kami hingga saat ini kunjungan masih normal seperti sebelum peristiwa kemarin,” ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pasangan WNA tertimbun longsor saat sedang menginap di Villa Yeh Baat yang berlokasi di Banjar Jatiluwih Kangin, Desa Jatiluwih Kecamatan Penebel, Tabanan, pada Kamis (14/3/2024) pagi.

Identitas WNA perempuan bernama Angelina (47) asal Australia. Sedangkan laki-laki bernama Luciano JH (51) asal Belanda.

Kedua korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia oleh petugas evakuasi. Setelah proses evakuasi, kedua korban langsung di bawa ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah. (ana)

Lansia dari Desa Tangguntiti Hilang Sejak 3 Hari, Tim SAR Lakukan Pencarian

Tim SAR lakukan pencarian lansia 83 tahun di Desa Tangguntiti, Tabanan yang hilang.
Tim SAR lakukan pencarian lansia 83 tahun di Desa Tangguntiti, Tabanan yang hilang.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang lansia warga Banjar Batanbuah, Desa Tangguntiti, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan dikabarkan hilang sejak Rabu (13/3/2024) kemarin.

Korban bernama Ni Nyoman Mendri (83) diketahui meninggalkan rumah sejak pagi. Saat itu ia mengenakan kebaya putih, kamen (kain) kehijauan kotak-kotak. Ciri-ciri fisiknya kurus, tinggi sekitar 165 cm, rambut lurus dan kulit sawo matang.

Informasi kehilangan tersebut baru diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar (Basarnas Bali) pagi ini, Jumat (15/3/2024) sekitar pukul 08.20 Wita.

Kepala Kantor Basarnas Bali, I Nyoman Sidakarya mengatakan, berdasarkan keterangan pihak pelapor bahwa Ni Nyoman Mendri mengalami hilang ingatan.

“Dari data pihak kepolisian juga mencatat bahwa korban sempat terlihat oleh warga berjalan ke arah selatan di jalan Batanbuah,” terangnya.

Merespon laporan tersebut, Kantor Basarnas Bali menggerakkan 7 personil menuju lokasi. Sementara unsur SAR lainnya yang terlibat yakni Dit Samapta Polres Tabanan, Babhinkamtibnas, Potensi SAR Dog, Reskrim Polsek Tabanan, Bali Buana Rescue dan masyarakat setempat.

“Pencarian awal dimulai tim SAR gabungan dengan menyisiri sungai, yang berada kurang lebih 300 meter di belakang rumahnya,” ucapnya

Sebelumnya, pihak kepolisian telah melakukan pencarian di sepanjang jalan sekitar area rumahnya namun tak membuahkan hasil.

“Pencarian saat ini masih dilakukan, selanjutnya tim SAR gabungan mencari di seputaran ladang dengan banyak pohon bambu,” imbuh Sidakarya. (ana)

Cuaca Ekstrem, Pelayanan PDAM Tabanan Terganggu

Petugas teknisi Perumda TAB Tabanan lakukan perbaikan saluran pipa yang terdampak cuaca ekstrem.
Petugas teknisi Perumda TAB Tabanan lakukan perbaikan saluran pipa yang terdampak cuaca ekstrem.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari belakangan ini berdampak pada pelayanan air PDAM Perumda Tirta Amertha Buana (TAB) Tabanan terganggu.

Kasubag Humas Perumda TAB I Wayan Agus Suanjaya mengungkapkan, pihaknya menerima sejumlah laporan gangguan dari pelanggan di beberapa daerah.

“Sejak kemarin kami terima laporan adanya gangguan akibat cuaca ekstrem seperti kebocoran pipa akibat tertimpa pohon tumbang,” ujarnya, Jumat (15/3/2024).

Adapun laporan gangguan yang diterima pihaknya seperti terjadi di wilayah Unit Baturiti terdapat kebocoran pipa transmisi 6” di MA Tasakan Perean Barat yang berdampak pada pelanggan di Perean Barat dan sekitarnya. Kebocoran pipa ini disebabkan oleh adanya pohon bambu yang tumbang

“Untuk gangguan ini terjadi pada Kamis (14/3/2024) kemarin. Saat itu juga langsung ditangani oleh petugas teknis sehingga pada sore hari pelayanan sudah kembali normal,” kata Agus Suanjaya.

Selanjutnya pompa di MA Kerobokan, Mekarsari, Baturiti, juga tidak dapat beroperasi secara optimal setelah ada kabel PLN yang tertimpa pohon.

“Untuk gangguan ini juga sudah bisa tertangani dan pelayanan sudah kembali normal,” imbuhnya.

Dari Unit Selemadeg, pihaknya juga mendapatkan laporan pada Rabu (15/3/2024) pompa di MA Kanciana, Kemetug, Selemadeg Timur, tidak dapat beroperasi secara optimal karena ada kabel PLN yang tertimpa pohon tumbang. “Saat ini pelayanan sudah kembali normal,” lanjutnya.

Meskipun pelayanan telah kembali normal, pihaknya tetap mengimbau pelanggan untuk waspada dan senantiasa menampung air. Sebab cuaca ekstrem diperkirakan masih akan terjadi selama beberapa pekan kedepan. (ana)