- Advertisement -
Beranda blog Halaman 242

Kunjungan Wisatawan di DTW Ulun Danu Beratan Menurun saat Ramadhan

Kunjungan wisatawan di DTW Ulun Danu Beratan, Tabanan.
Musibah bencana alam yakni banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem di Bali dalam beberapa bulan terakhir berdampak pada menurunnya jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bulan suci Ramadhan ternyata tidak berdampak pada peningkatan kunjungan wisatawan di Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, Tabanan, Bali.

Bahkan dari catatan, kunjungan wisatawan sudah mengalami penurunan sebelum puasa dimulai pada akhir Februari lalu, baik itu wisatawan domestik maupun mancanegara.

Humas DTW Ulun Danu Beratan I Made Sukarata mengatakan, kunjungan wisatawan yang menurun saat Ramadhan memang biasa terjadi setiap tahunnya. Sebab, banyak masyarakat yang berpuasa sehingga tidak berpikir untuk berlibur.

“Memang kondisi ini sering terjadi setiap tahun. Namun, setelah bulan puasa biasanya akan ramai lagi,” ujarnya, Jumat (7/3/2025).

Ia menyebut, penurunan jumlah kunjungan cukup signifikan. Dari hari biasanya mencapai 1.000 hingga 1.500 orang per hari, namun di momen bulan Ramdhan ini hanya tercatat sekitar 900 orang pengunjung per hari.

Adapun kunjungan paling banyak saat ini berasal dari wisatawan mancanegara. Mereka sebagian besar merupakan penumpang kapal pesiar yang berlabuh di Pelabuhan Benoa dan Celukan Bawang sejak beberapa minggu lalu.

Cruise sangat mendongkrak kunjungan wisatawan di Ulun Danu sejak dua minggu lalu,” tambah Sukarata.

Pihaknya pun berharap, kunjungan di DTW yang terkenal dengan keindahan pura di tengah Danau Beratan ini berangsur meningkat setelah bulan Ramadhan. Khususnya wisatawan domestik nanti saat memasuki masa libur panjang pada akhir Maret hingga awal April 2025 nanti. (ana)

Bayi Perempuan Dikubur Orang Misterius di Pantai Padang Galak

Evakuasi jasad bayi perempuan yang terkubur di Pantai Padanggalak, Denpasar Timur, pada Rabu (5/3/2025) malam.
Evakuasi jasad bayi perempuan yang terkubur di Pantai Padanggalak, Denpasar Timur, pada Rabu (5/3/2025) malam.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Warga Denpasar dikejutkan dengan penemuan jasad bayi perempuan yang terkubur di Pantai Padanggalak, Denpasar Timur, pada Rabu (5/3/2025) malam.

Bayi tersebut ditemukan oleh pasangan kekasih yang berada di pantai. Polisi pun telah mendapatkan petunjuk siapa terduga pelaku pengubur bayi tersebut berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian.

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi mengungkapkan, bayi yang sudah dalam keadaan meninggal itu pertama kali ditemukan oleh pasangan kekasih berinisial GAS (34) dan DAWP.

Awalnya, pasangan tersebut ke Pantai Padanggalak sekitar pukul 21.45 WITA dan memarkir sepeda motor di sebelah selatan pura. Di saat bersamaan, ada satu mobil APV warna silver yang juga tiba di sana. Namun, plat nomor polisi dari mobil tersebut tidak diketahui.

Kemudian, kedua saksi duduk di sisi selatan pura. Saat itu mereka melihat seorang laki-laki turun dari mobil, lalu berjalan ke belakang Tugu Land Mark Padanggalak. Setelah itu, lelaki tersebut menggali pasir dan mengubur sesuatu. “Karena situasi gelap, saksi tidak bisa melihat jelas apa yang dikubur,” kata Sukadi.

Berdasakan keterangan saksi, ciri-ciri orang itu memiliki tinggi sekitar 158 cm, perawakan kurus, pakai kaos warna hitam, celana pendek warna putih, dan memakai sandal jepit.

Orang misterius itu sempat bolak-balik dari tempatnya mengubur sesuatu ke mobil. Pada akhirnya, dia kembali ke lokasi dengan diikuti dua orang perempuan yang membawa sesajen atau banten.

Bahkan, mereka sempat melakukan ritual persembahyangan di pinggir pantai, setelah itu bersama-sama pergi ke mobil tetapi mereka tidak langsung meninggalkan lokasi.

Lalu, saksi DAWP yang penasaran lantas berjalan ke arah tangga dan melihat lelaki terduga pelaku itu seakan sedang kebingungan. Saksi juga sempat menoleh ke kendaraan yang dinaiki orang tersebut.

Dilihatnya ada seorang anak kecil berjalan ke belakang mobil APV seperti sedang mengawasi jalan, lalu anak itu naik ke dalam mobil. Anehnya, terduga pelaku pembuangan bayi kembali turun dari mobil dengan berlari ke arah pantai. Dia langsung mencuci muka, lalu kembali lari ke mobil dan langsung meninggalkan pantai.

Karena merasa curiga, GAS segera mengambil kayu dan bermaksud menggali gundukan pasir yang dipakai mengubur oleh pelaku. Ia juga menyuruh sang pacar untuk memanggil orang lain di sekitar. Setelah gundukan pasir itu digali, ternyata isinya adalah bayi berjenis kelamin perempuan yang sudah meninggal.

“Bayi itu memakai baju dan popok, dibungkus dengan selimut warna pink dan kain putih berbunga-bunga,” ucapnya.

Kejadian itu lantas dilaporkan ke pihak berwajib. Adapun hasil pemeriksaan Tim Inafis Polresta Denpasar, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh bayi. Batok kepala bayi dalam kondisi belum tersambung sempurna. Kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku pengubur bayi tersebut.

“Diduga bayi lahir normal. Pada tali pusarnya ditemukan kain kasa yang membungkus jepitan medis warna merah muda. Bayi diperkirakan lahir kurang lebih satu hari sebelum meninggal dunia,” ungkap Sukadi.

Polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengungkap identitas pelaku dan motif di balik penguburan bayi tersebut. (ana)

Museum Yadnya Badung Segera Direnovasi 

Sekda Badung lB. Surya Suamba saat memaparkan rencana pembangunan dan renovasi Gedung Museum Yadnya di Ruang Rapat Sekda Puspem Badung, Kamis (6/3).
Sekda Badung lB. Surya Suamba saat memaparkan rencana pembangunan dan renovasi Gedung Museum Yadnya di Ruang Rapat Sekda Puspem Badung, Kamis (6/3).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Gedung Museum Yadnya yang berlokasi di Jalan Ayodya, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung akan segera direnovasi oleh Pemerintah Daerah.

Rencana pembangunan dan renovasi telah dibahas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Badung lB. Surya Suamba dalam rapat bersama Kadisbud Badung Gde Eka Sudarwitha beserta staf dan Direktur Konsultan Perencanaan I Nyoman Pujawan bersama Tim pada Kamis (6/3/2025).

Museum Yadnya ini diharapkan bisa berfungsi dengan baik untuk kegiatan adat seperti Upacara Nyekah Masal, Potong Gigi, Pernikahan dan kegiatan lainnya. Sumber anggaran dari renovasi dan pembangunan ini bersumber dari APBD Badung.

Sekda Surya Suamba membahas mulai dari desain, penganggaran hingga pemanfaatannya. Ia berharap museum ini nantinya bisa dipergunakan secara maksimal oleh masyarakat umum, khususnya Badung.

“Dengan telah selesai dibangunnya gedung Museum Yadnya nanti agar dipergunakan secara rutin dan dirawat dengan baik,” ujarnya.

Ia menjelaskan, museum nanti akan dilengkapi panggung yang membelakangi Pura Taman Ayun sehingga penonton melihat view indah dari Pura Taman Ayun. Dengan tambahan pembangunan lightning menambah estetika dari pementasan. “Sehingga konsep panggung menjadi panggung terbuka seperti di Pura Uluwatu,” tambah Surya Suamba.

Dilihat dari standarisasi bangunan, Gedung Museum Yadnya ini masih bertipe C dan masih banyak yang perlu direnovasi. Rencananya Museum Yadnya ini akan direnovasi tahun 2025 yang dimulai dengan perbaikan Jineng, pembangunan satu unit kantor baru, Renovasi Wantilan, Penataan lingkungan, Panggung terbuka, Bale Daja dan Merajan. (ana)

BNN Bali Ungkap 7 Jaringan Narkoba, Tiga Diantaranya Jaringan Internasional

Pers rilis BNN Bali mengungkap tujuh jaringan narkoba periode Januari hingga Februari 2025.
Pers rilis BNN Bali mengungkap tujuh jaringan narkoba periode Januari hingga Februari 2025.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Selama periode Januari hingga Februari 2025, Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali mengungkap tujuh jaringan narkoba.

Tujuh jaringan tersebut yakni jaringan Shabu Kosin (SP), Sabu Denpasar serta jaringan ganja Jember-Bali dan jaringan Malaysia-Bali. Kemudian, jaringan internasional yakni Hungaria-Bali, dan dua jaringan Rusia-Bali.

Adapun barang bukti yang berhasil disita dalam pengungkapan tersebut yakni beragam jenis narkotika seperti sabu dengan total 1.572 gram, MDMA 1.055 gram, Ganja 1.736 gram dan Delta-9 THC 1.633 gram.

Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Rudy Ahmad Sudrajat didampingi Kabid Pemberantasan BNNP Bali Kombes I Made Sinar Subawa dalam pres rilis Kamis (6/3/2025) mengungkapkan, pengungkapan pertama dilakukan terhadap jaringan SP di Bali pada 8 Januari 2025.

Dari operasi ini, pihaknya mengamankan tiga orang tersangka berinisial WR, SP, dan PHS. Mereka diamankan di berbagai lokasi di Denpasar dengan barang bukti sabu seberat 1.504,35 gram netto serta satu butir ekstasi.

Kemudian, jaringan narkoba lainnya yang berhasil diungkap ialah Jaringan Shabu Denpasar, pada 9 Januari 2025. Dari pengungkapan tersebut, diamankan seorang tersangka berinisial GM dengan barang bukti sabu seberat 55,57 gram.

Berselang beberapa hari, BNN Bali berhasil mengungkap Jaringan Internasional Hungaria-Bali tepatnya pada 21 Januari 2025. Dalam pengungkapan tersebut, pihaknya mengamankan seorang warga negara Inggris berinisial TAPI dengan barang bukti berupa MDMA atau ekstasi seberat 1.055,44 gram.

Pada 26 Januari 2025, BNN Bali kembali mengungkap Jaringan Internasional Rusia- Bali. Dari pengungkapann itu, berhasil ditangkap seorang warga negara Rusia berinisial AZ dengan barang bukti berupa narkoba jenis Delta-9 THC seberat 179,52 gram.

Hanya berselang seminggu, tepatnya pada 31 Januari 2025, BNN Bali kembali mengungkap jaringan Rusia-Bali. Pelaku adalah warga negara Ukraina berinisial MI ditangkap dengan barang bukti yang sama yakni Delta-9 THC seberat 1.398,98 gram.

Kemudian, di bulan selanjutnya tepatnya pada 4 Februari 2025, BNN Bali mengungkap jaringan Ganja Jember-Bali. Dalam pengungkapan tersebut, pihaknya mengamankan tiga tersangka yakni AH, NK, dan MH dengan barang bukti ganja seberat 1.736,38 gram.

Terakhir, Jaringan internasional Malaysia-Bali kembali diungkap pada 18 Februari 2025. Seorang warga negara Malaysia berinisial ANN ditangkap di Bandara Ngurah Rai. Dari tangan tersangka berhasil disita sabu seberat 11,84 gram, yang disembunyikan dalam tubuhnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 114, Pasal 112, dan Pasal 113 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati atau penjara seumur hidup.

“Seluruh barang bukti yang disita dalam pengungkapan akan dimusnahkan sesuai prosedur hukum,” kata Ahmad Sudrajat. (ana)

Warga Binaan Lapas Tabanan Dites Urine, Ini Hasilnya 

Lapas Kelas IIB Tabanan melakukan tes urine terhadap Warga Binaan, pada Kamis (6/3/2025).
Lapas Kelas IIB Tabanan melakukan tes urine terhadap Warga Binaan, pada Kamis (6/3/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan melakukan tes urine terhadap Warga Binaan, pada Kamis (6/3/2025). Tes urine ini dilakukan sebagai upaya untuk menciptakan lapas yang bersih dari peredaran narkoba.

Kegiatan tes urine ini diinisiasi oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka. KPLP), Wayan Surya Wirawan. Dalam pelaksanaan tes urine dilakukan dengan berkolaborasi bersama Tim Medis Lapas. Adapun dalam pelaksanaan tes utine dilakukan pada lima orang Warga Binaan yang dipilih secara acak.

“Tes urine ini kami laksanakan dalam upaya Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba atau P4GN. Dengan kegiatan ini kami dapat memantau kondisi seluruh Warga Binaan jika terdapat indikasi dapat kami segera ambil tindakan untuk meminimalisir terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban di dalam Lapas,” ujar Wayan Surya Wirawan.

Hal senada juga diungkapkan oleh Kepala Lapas, Prawira Hadiwidjojo. Menurutnya, pelaksanaan tes urine ini merupakan bukti nyata dari komitmen Lapas Tabanan dalam memerangi Narkoba.

“Kegiatan ini adalah implementasi dari 13 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yaitu memberantas peredaran dan penyalahgunaan Narkoba. Kami tidak akan mentolerir siapapun yang berani untuk bermain Narkoba di Lapas Tabanan baik itu petugas maupun Warga Binaan,” tegasnya.

Sementara itu, Dokter Lapas Lug Putu Tresnadewi mengatakan, dari hasil pelaksanaan tes urine yang dilaksanakan, kelima orang Warga Binaan yang mengikuti tes urine menunjukkan hasil negatif.

“Pada pelaksanaan tes urine ini kami tidak menemukan sesuatu yang janggal dan hasilnya negatif serta tidak ada Warga Binaan yang terindikasi mengkonsumsi obat-obatan terlarang,” terangnya. (ana)

SMK Fest 2025: Ajang Kreativittas Siswa Sekolah Kejuruan di Jembrana

Pergelaran SMK Fest 2025 Kabupaten Jembrana di SMK Negeri 4 Negara.
Pergelaran SMK Fest 2025 Kabupaten Jembrana di SMK Negeri 4 Negara.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – SMK Fest 2025 Kabupaten Jembrana kembali di gelar dengan berpusat di SMK Negeri 4 Negara. Festival yang bertemakan ‘Jagat Kerthi Lokahita Pranamya’ ini diikuti oleh tujuh Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Universitas dan LPK yang berasal dari Kabupaten Jembrana.

Festival dibuka langsung secara seremonial oleh Wakil Bupati Jembrana, IGN Patriana Krisna (Ipat) ditandai dengan Pemukulan Gong, pada Kamis (6/3/2025)

Wabup Ipat menyampaikan, kegiatan SMK Fest 2025 yang dikemas dalam bentuk festival, ini sebagai bentuk apresiasi, serta ajang kreatifitas dalam menampilkan hasil karya, kreasi dan inovasi para siswa sebagai hasil pembelajaran dan pendidikan yang telah di jalani.

“Ini sejalan dengan sistem pendidikan nasional yaitu kurikulum merdeka. Dimana dengan kurikulum merdeka para siswa diberikan ruang dan kesempatan untuk mengekspresikan potensi diri, bakat, minat dan inovasi termasuk mengembangkan daya kreasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi,” ucapnya.

Ia berharap, SMK Fest 2025 bisa dilaksanakan secara berkelanjutan dari tahun ke tahun dan terus ditingkatkan.

Selain itu, Wabup Ipat juga mengingatkan para generasi muda khususnya siswa SMK Kabupaten Jembrana, agar berpartisipasi dan berkontribusi dalam pelaksanaan pembangunan daerah.

“Generasi muda sebagai generasi penerus sudah seyogyanya berperan aktif dalam pelaksanaan program-program pembangunan sesuai kapasitas dan potensi yang dimiliki, demi terwujudnya Jembrana Maju, Harmoni dan Bermartabat, ” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pembinaan SMK, I Gusti Ngurah Crisna Adijaya mendorong seluruh siswa untuk meningkatkan penerapan bahasa asing agar siap menghadapi dunia kerja khususnya pariwisata

“Mari berpraktik menggunakan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari, baik itu siswa maupun guru, jika dimulai dari kelas 10, saya yakin saat tamat sekolah kalian sudah mahir berbahasa asing,” pungkasnya. (ana)

Perkuat Infrastruktur Digital, Diskominfo Tabanan Laksanakan Forum OPD

Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (5/3/2024).
Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (5/3/2024).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Tabanan melaksanakan Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara daring melalui Zoom Meeting pada Rabu (5/3/2024).

Forum OPD ini bertujuan untuk memperkuat infrastruktur digital di desa serta meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE).

Forum dihadiri oleh OPD terkait, seperti Bappeda, Inspektorat, Brida, Bakeuda, DPMD, serta para camat dan perbekel se-Kabupaten Tabanan.

Kepala Dinas Kominfo Tabanan, I Made Sumerta Yasa menekankan pentingnya pemerataan akses digital di desa guna mendukung keterbukaan informasi, pelayanan publik, dan pembangunan berbasis data.

Sementara itu, Sekretaris Diskominfo, I Gusti Putu Winiantara menjelaskan, dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Diskominfo 2026, pihaknya telah melakukan beberapa langkah strategis.

RKPD itu mencakup pengembangan website media center dan Website Data Desa Presisi, evaluasi penghentian layanan internet gratis Bali Smart Island (BSI), serta rencana penyediaan dua titik akses internet gratis di setiap desa dinas.

“Internet gratis ini juga akan disediakan di Puskesmas dan objek wisata,” ucapnya.

Ia juga memaparkan rencana pemasangan jaringan fiber optic (FO) di kantor dinas baru dan pemasangan 200 titik CCTV di desa untuk meningkatkan keamanan fasilitas umum.

Acara ditutup dengan sesi diskusi. Beberapa peserta menyampaikan kendala terkait OpenSID, peran walidata, serta permasalahan teknis dalam infrastruktur digital desa.

Forum ini diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital dan transparansi pemerintahan di Kabupaten Tabanan. (rls)

Jangan Tidur Setelah Sahur, Ini Dampak Buruknya Bagi Kesehatan Tubuh

Bahaya tidur usai sahur bagi kesehatan tubuh. (foto:Freepik.com)
Bahaya tidur usai sahur bagi kesehatan tubuh. (foto:Freepik.com)

PANTAUBALI.COM – Kembali melanjutkan tidur setelah melaksanakan sahur di bulan Puasa memang menggoda, apalagi saat kantuk masih terasa berat. Namun, ternyata kebiasaan ini bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh.

Beberapa masalah kesehatan bisa muncul jika langsung tidur setelah sahur, terutama terkait pencernaan dan metabolisme. Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa bahaya tidur setelah sahur yang perlu diwaspadai:

  1. Tubuh Mudah Lemas

Saat tubuh sedang mencerna makanan, banyak energi yang digunakan untuk proses tersebut. Jika langsung tidur setelah makan, energi yang seharusnya digunakan untuk beraktivitas justru dialihkan ke sistem pencernaan. Akibatnya, tubuh bisa merasa lebih lemas saat bangun tidur.

Selain itu, beberapa jenis makanan seperti yang mengandung karbohidrat tinggi dan protein kompleks membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Hal ini bisa membuat tubuh terasa lebih berat dan kurang berenergi saat berpuasa.

2. Sembelit

Pencernaan membutuhkan waktu setidaknya dua jam untuk memproses makanan dan mengosongkan lambung. Jika langsung tidur setelah sahur, proses ini menjadi lebih lambat, sehingga makanan bisa terlalu lama berada di dalam usus. Akibatnya, bisa terjadi sembelit, perut terasa penuh, gangguan pencernaan lainnya. Maka dari itu, usahakan jangan tidur lagi setelah sahur.

3. Berat Badan Naik

Setelah makan, tubuh membutuhkan aktivitas untuk membakar kalori. Jika langsung tidur setelah sahur, energi yang masuk tidak digunakan dengan baik, sehingga berisiko menumpuk menjadi lemak. Hal ini semakin berisiko jika makanan sahur mengandung banyak karbohidrat dan lemak. Jika kebiasaan ini terus dilakukan, berat badan bisa meningkat secara signifikan.

4. Asam Lambung Naik

Jika makanan tidak dicerna dengan baik, lambung akan meningkatkan produksi asam untuk membantu proses pencernaan. Tidur dalam posisi berbaring juga bisa membuat klep lambung (sfingter) lebih longgar, sehingga asam lambung naik ke kerongkongan.

Akibatnya, bisa muncul gejala seperti nyeri ulu hati, mual sensasi terbakar di dada atau heartburn. Kondisi ini bisa lebih parah jika sering terjadi dan menyebabkan iritasi pada dinding kerongkongan.

5. Meningkatkan Risiko GERD

GERD atau Gastroesophageal Reflux Disease adalah kondisi di mana asam lambung sering naik ke kerongkongan lebih dari dua kali dalam seminggu. Gejalanya bisa berupa mulut terasa pahit, mual dan muntah, perut kembung dan rasa mengganjal di tenggorokan saat menelan. Tidur setelah sahur meningkatkan risiko GERD karena makanan yang belum tercerna bisa dengan mudah kembali naik ke atas.

Itulah masalah kesehatan yang akan timbul jika tidur setelah melaksanakan sahur. Namun, agar tidak mengantuk setelah sahur, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan yakni tunggu minimal 1-2 jam sebelum tidur agar makanan tercerna dengan baik.

Selain itu, lakukan aktivitas ringan, seperti berjalan kaki, membaca, atau berdzikir. Dan yang terpenting tidur cukup di malam hari, agar saat sahur tubuh tidak terlalu lelah dan tetap segar.

16 Pelaku Terorisme Tertangkap di Bali dalam 5 Tahun, Satgaswil Densus 88 Beri Pembinaan ke Instansi Daerah

Satgaswil Bali Densus 88 saat memberikan edukasi dan pencegahan paham radikalisme di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Tabanan.
Satgaswil Bali Densus 88 saat memberikan edukasi dan pencegahan paham radikalisme di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ancamaan terorisme hingga kini masih mengancam Pulau Bali. Bahkan sejauh ini di wilayah Bali sejak lima tahun terakhir dari 2018 sampai 2022 tercatat sebanyak 16 orang pelaku tindak pidana terorisme yang diamankan Densus 88.

Dari 16 orang pelaku tindak pidana terorisme itu, sebagian besar mereka terpapar paham radikalisme dan terorisme akibat faktor lingkungan kerja, mulai dari perusahaan karyawan BUMN, Sekolah hingga rumah sakit.

Untuk mengantisipasi bertambahnya paham radikalisme, maka Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Bali Dentasemen Khusus atau Densus 88 Antiteror Polri tengah gencar-gencarnya turun memberikan pembinaan dan upaya pencegahan, baik itu terkait bahaya paham intoleran, radikalisme, ekstremisme dan terorisme.

Adapun sasaran utama dari edukasi pembinaan dan pencegahan paham radikalisme ini menyasar instansi daerah, lembaga dan perusahaan pemerintah.

Khusus di Kabupaten Tabanan, Satgaswil Bali Densus 88 sudah turun memberikan edukasi dan pencegahan paham radikalisme di Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Tabanan.

Dantim Satgaswil Bali Densus 88 Antiteror Polri Ipda Hadi Nata Kusuma mengatakan, dalam upaya pencegahan paham intoleran dan radikalisme yang dilakukan Densus 88 Antiteror Polri, ada tiga penanganan.

Pertama, memperbanyak kegiatan vaksin dengan mengedukasi masyarakat agar lebih mengetahui terkait dengan paham intoleransi, radikalisme ekstremisme dan terorisme. Sehingga masyarakat tidak mudah terpapar.

Kedua melakukan pemetaan terhadap kelompok-kelompok intoleran khusus di Bali dengan tujuan agar kelompok itu tidak semakin berkembang besar.

“Terakhir adalah pencegahan dengan melakukan kontra narasi dengan memperbanyak narasi-narasi positif terkait dengan toleransi beragama, pentingnya merawat kebinekaan dengan memanfaatkan media sosial dan digital,” ungkap Ipda Nata.

Ia menyebut, dari 16 orang pelaku tindak pidana terorisme yang sudah ditangkap di Bali. Sebagian besar dari mereka terpapar paham radikalisme dan terorisme karena faktor lingkungan kerja. Ada dari perusahaaan karyawan BUMN, Sekolah hingga rumah sakit.

“Itu artinya paparan dari paham radikalisme, intoleran, terorisme di Bali tidak memandang latar belakang pendidikan yang tinggi dan tingkat kemapanan ekonomi itu belum ada jaminan,” ucapnya.

Meskipun ke-16 pelaku sudah tertangkap, tetapi Provinsi Bali masih masuk kategori rendah indeks tindak pidana terorisme. Namun itu tidak menutup kemungkinan masih ada potensi radikalisme yang muncul.

“Kami saat ini sudah mulai melakukan pemetaan lokasi terhadap kelompok-kelompok yang sudah terpapar paham terorisme,” ungkapnya. (ana)

Gubernur Koster Siapkan Perda Perlindungan Akses Pantai

Gubernur Bali, Wayan Koster.
Gubernur Bali, Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Warga Serangan, Bali kini sedikit bisa bernafas lega. Harapan mereka untuk mempertahankan hak atas Pantai Serangan mulai menemui titik  terang.

Hal itu dikarenakan, Gubernur Bali Wayan Koster sedang menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) yang akan menjamin masyarakat tetap memiliki akses terhadap pantai untuk kepentingan adat dan ekonomi.

Dalam Rapat Paripurna ke-9 DPRD Provinsi Bali pada Selasa (4/3/2025) lalu, Koster menyebut, perda ini akan menjadi bagian dari 15 perda strategis yang sedang digodok dengan tujuan menata pembangunan Bali secara terarah dan berkelanjutan.

“Salah satu yang kita prioritaskan adalah perlindungan pantai agar masyarakat tidak tersingkir dari ruang publik yang seharusnya bisa diakses untuk upacara adat dan mata pencaharian,” ujar Koster.

Langkah Gubernur Koster ini juga menjadi jawaban atas kekhawatiran warga Serangan yang selama ini menghadapi berbagai tekanan akibat privatisasi yang dilakukan oleh investor untuk kepentingan pariwisata. Akibatnya, masyarakat sekitar pantai tidak bisa mengakses pantai secara bebas seperti dahulu.

Misalnya saja saat wilayah pesisir yang merupakan ruang publik malahan dikuasai oleh BTID dan proyek Kura Kura Bali. Akibatnya, aktivitas warga seperti melaut hingga menggelar upacara adat harus dibatasi.

Kondisi itu tentunya membuat mereka merasa terpinggirkan dari tanah leluhur mereka sendiri, sementara proyek-proyek raksasa terus berkembang tanpa mempertimbangkan kepentingan warga lokal.

Tidak hanya peraturan soal perlindungan pantai, Gubernur Koster juga menyiapkan perda lain yang bertujuan melindungi lahan produktif dari alih fungsi, mengatur bisnis pariwisata agar tidak merugikan masyarakat lokal. Selain itu juga membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk sektor pangan, air, energi bersih, dan transportasi. (ana)