- Advertisement -
Beranda blog Halaman 223

Perselingkuhan Berujung Maut di Gianyar, Seorang Pria Tewas Ditusuk

Ilustrasi penusukan.
Ilustrasi penusukan.

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Insiden berdarah terjadi di sebuah rumah kos di Jalan Raya Udayana, Desa Bedulu, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, pada Kamis (3/4/2025) sekitar pukul 22.00 WITA.

Seorang pria berinisial AS (56) pria asal Lumajang, Jawa Timur, tewas akibat luka tusuk yang diduga dilakukan oleh M (56) yang juga berasal dari Lumajang. M juga merupakan suami dari wanita yang diduga berselingkuh dengan korban, AS.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini berawal dari kecurigaan pelaku, M, terhadap hubungan terlarang antara istrinya dengan korban.

Kecurigaan itu timbul usai pelaku membaca unggahan di akun Facebook milik kerabat istrinya pada 1 April 2025. Dalam unggahan itu, terdapat kalimat yang diduga menyindir hubungan antara korban dan istri pelaku.

Selanjutnya saat malam kejadian, sekitar pukul 20.00 WITA, korban baru pulang kerja dan datang ke rumah kos tempat pelaku tinggal. Keduanya sempat berbincang sebelum korban masuk ke kamarnya untuk mandi dan makan malam.

Namun, obrolan itu berubah menjadi pertengkaran yang memanas hingga berujung pada perkelahian. Dalam perkelahian itu, AS ditusuk oleh M hingga tewas. Setelah kejadian, M langsung menyerahkan diri ke Polsek Blahbatuh.

Kapolres Gianyar AKBP Umar membenarkan adanya peristiwa tersebut. “Nanti kami informasikan lebih lanjut jika semua fakta sudah siap kami sajikan kepada rekan-rekan media,” ujarnya singkat. (*)

Sambut Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Gubernur Koster Kenakan Tenun Endek Merah

Gubernur Koster menyambut kedatangan Menteri Pertahanan RI Letjen TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kabupaten Badung pada Jumat (4/4/2025).
Gubernur Koster menyambut kedatangan Menteri Pertahanan RI Letjen TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kabupaten Badung pada Jumat (4/4/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Gubernur Bali Wayan Koster menyambut kedatangan Menteri Pertahanan RI Letjen TNI (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin di Base Ops Lanud I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Kabupaten Badung pada Jumat (4/4/2025) petang.

Koster mengenakan setelan kemeja tenun endek merah dan celana hitam. Filosofi dan makna tenun endek Bali yang dikenakan Koster cukup dalam. Ini menunjukan identitas dan karakter Bali sesuai visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali. Dimana, motif tenun endek ini menggambarkan hubungan antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam atau lingkungan dan manusia dengan Tuhan.

Pertemuan ini juga menandai langkah konkret Wayan Koster untuk memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata internasional yang aman, nyaman, dan berdaya saing tinggi.

Langkah sinergis antara Pemerintah Provinsi Bali dan Kementerian Pertahanan ini dinilai sebagai bentuk kesadaran bersama bahwa keamanan bukan hanya urusan militer, tetapi bagian tak terpisahkan dari pembangunan daerah, khususnya daerah wisata strategis seperti Pulau Dewata Bali.

Turut mendampingi Gubernur Bali pada penyambutan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi dan Kepala Biro Umum dan Protokol Setda Provinsi Bali I Wayan Budiasa.

Prosesi penyambutan Menhan RI, ditandai dengan barisan jajaran Forkopimda di lingkup Provinsi Bali serta parade drum band dari Kodam IX Udayana. Nampak bersama Gubernur Wayan Koster dalam prosesi penjemputan tersebut, Pangdam IX Udayana  Mayjen TNI Muhammad Zamroni dan Wakapolda Bali Brigjen. Pol. I Komang Sandi Arsana beserta jajaran Kodam IX Udayana.

Untuk diketahui, Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin akan melakukan kunjungan kerja (kunker) di Pulau Dewata. Pangdam IX Udayana  Mayjen TNI Muhammad Zamroni menyampaikan, kunjungan kerja Menhan ke Kodam IX/Udayana ini dalam rangka meninjau Lembaga Pendidikan Secata Rindam IX/Udayana di Singaraja, Bali.

Lembaga pendidikan ini siap mendukung penuh program dan kebijakan Kementerian Pertahanan dalam mencetak prajurit yang profesional, tangguh, dan berkarakter.

Kunjungan Menhan termasuk upaya pemerintah untuk memperkuat sistem pertahanan negara melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia TNI AD. Menhan akan bertolak ke Rindam IX Udayana sekaligus bertemu langsung dengan siswa satuan angkatan darat di Buleleng. (rls)

Thai Lion Air Mulai Terbang dari Bali, Rute ke Bangkok Kini Dilayani Lima Maskapai

Maskapai Thai Lion Air di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Maskapai Thai Lion Air di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menambah konektivitas Bali-Thailand melalui pengoperasian destinasi Bangkok (Don Muang) dengan beroperasinya maskapai Thai Lion Air, mulai Kamis (3/4/2025).

Sebelumnya, rute ini telah dilayani tiga maskapai yakni Batik Air, Indonesia Air Asia, dan Thai Air Asia. Selain destinasi Don Muang, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai juga melayani rute Bangkok via Bandara Suvarnabhumi yang dioperasikan Thai Airways.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Ahmad Syaugi Shahab mengatakan, pembukaan rute Don Muang oleh Thai Lion Air merupakan upaya untuk menghadirkan alternatif pilihan penerbangan kepada pada penumpang.

“Rute Don Muang akan cukup kompetitif mengingat sebelumnya telah dilayani tiga maskapai. Namun melihat performa load factornya di dua bulan awal tahun ini yang mencapai lebih dari 70 persen kami optimis kehadiran maskapai baru akan mampu mendorong lebih banyak peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dari Bangkok menuju Bali serta meningkatkan hubungan baik Indonesia dan Thailand,” ujarnya.

Ia menyebut, penerbangan dari Don Muang menuju Bali dengan nomor penerbangan SL258 yang mengangkut 143 orang penumpang mendarat perdana pada Kamis (3/4/2025) pukul 17.20 WITA disambut dengan water salute. Selanjutnya pesawat berangkat kembali menuju Don Muang pukul 18.20 WITA dengan nomor penerbangan SL259 membawa 128 orang penumpang.

Adapun jadwal penerbangan Thai Lion Air dari Bali (DPS) ke Bangkok (DMK) PP tersedia pada Selasa, Kamis, Sabtu, dan Minggu. Lalu, mulai 10 April 2025, penerbangan Bali-Bangkok-Bali akan tersedia setiap hari dengan frekuensi tujuh kali seminggu.

Dengan tambahan rute internasional ini maka selama Bulan Maret Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai telah menambah empat rute internasional yakni Perth, Darwin, Jeddah via Singapura, dan Don Muang. Sementara untuk domestik terdapat tambahan rute Palangkaraya dan Manado.

“Kami berharap dengan dibukanya rute ini dapat semakin memberikan kemudahan dan fleksibilitas bagi pengguna jasa untuk merencanakan perjalanannya menuju Pulau Bali,” pungkasnya. (ana)

Ratusan UMKM akan Jualan di Area Bencingah Pura Besakih, Gubernur Koster Prioritas Produk Lokal Bali

Gubernur Bali Wayan Koster saat membacakan SE Nomor 08 tahun 2025 terkait tatanan pemedek/pengunjung saat memasuki dan berada di kawasan suci Pura Agung Besakih Selama Pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK), Rabu (2/4/2025).
Gubernur Bali Wayan Koster saat membacakan SE Nomor 08 tahun 2025 terkait tatanan pemedek/pengunjung saat memasuki dan berada di kawasan suci Pura Agung Besakih Selama Pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK), Rabu (2/4/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 08 tahun 2025 tentang tatanan bagi pemedek/pengunjung saat memasuki dan berada di kawasan suci Pura Agung Besakih Selama Pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK).

SE itu juga sudah disampaikan secara langsung oleh Koster pada Rabu (2/4/2025) di rumah jabatan Jaya Sabha.

Dalam surat edaran ini tercantum sejumlah kebijakan Gubernur Koster yang memihak krama Bali selama menjalani IBTK. Satu diantaranya, yakni memfasilitasi keberadaan ratusan usaha mikro kecil menengah (UMKM) setempat. Dampak ekonomi berlandas visi nangun sat kerthi loka Bali akan terwujud selama karya agung ini.

Gubernur Koster memberikan ruang dengan tatanan rapi bagi krama Bali berjualan di area Bencingah dan manik mas Pura Besakih. Menariknya, produk yang dijual harus produk lokal Bali dan wajib berasal dari Karangasem.

“UMKM di Area Bencingah tersedia sebanyak 248 unit Kios dan 162 unit Los, sedangkan di Area Manik Mas tersedia sebanyak 25 unit Kios dan 36 unit Los, yang dimanfaatkan oleh UMKM pengguna Kios dan Los secara gratis, hanya dibebankan biaya operasional perawatan dan rekening listrik/air,” kata saat Koster membacakan poin-poin fasilitas yang disiapkan Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih demi kelancaran (IBTK).

Koster menegaskan, pelaku UMKM di lokasi akan menjual produk lokal Bali berupa sarana persembahyangan, wastra (busana adat, endek, songket, kain tradisional), produk kerajinan rakyat, cinderamata branding Besakih. Tersedia juga kuliner dan produk olahan, serta sayur-sayuran dan buah-buahan.

“Semua produk yang dijual merupakan produk lokal Bali, diutamakan dari Kabupaten Karangasem,” kata Gubernur dua periode ini.

Meskipun memfasilitasi UMKM setempat, Koster juga tegas menyampaikan sejumlah larangan keras agar tak dilanggar pelaku UMKM.

Hal ini kata Koster, demi menjaga kebersihan, keindahan, kesucian, dan keagungan Kawasan Suci Pura Agung Besakih. Untuk itu, diberlakukan sejumlah larangan yang wajib ditaati.

“Pelaku UMKM/Pedagang dilarang keras berjualan di tepi jalan, hanya diizinkan berjualan dengan memanfaatkan Kios dan Los yang telah disediakan,” katanya.

Gubernur asal Sembiran ini menegaskan, pelaku UMKM pengguna Kios dan Los dilarang keras menjual, menyediakan, dan menggunakan tas kresek, pipet plastik, styrofoam, serta produk/minuman kemasan plastik.

Pelaku UMKM juga dilarang membuang sampah di sembarang tempat, berkewajiban menjaga kebersihan secara mandiri dengan menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber, memilah sampah organik, bukan organik/anorganik, dan residu, serta menjaga keasrian lokasi Suci Pura Besakih.

Selain memfasilitasi UMKM krama Bali, dalam SE Nomor 08 tahun 2025 juga terkandung sejumlah kemudahan kepada pamedek demi kelancaran, kenyamanan, keamanan, ketertiban, keselamatan, kebersihan, dan keindahan.

Seperti jadwal persembahyangan pamedek kabupaten kota, tatanan keteraturan pengunjung masuk kawasan suci, fasilitas pendukung, rekayasa lalu lintas, dan sejumlah larangan. Gubernur Koster juga mengajak seluruh masyarakat Bali menyukseskan  Karya Ida Bhatara Turun Kabeh.

Ia berharap dukungan penuh dari TNI, Polri, Satpol PP dan instansi terkait di tingkat provinsi Bali dan Kabupaten Karangasem. (rls)

Cerita Kelam di Balik Keindahan Jembatan Tukad Bangkung Badung, Jadi Tempat Favorit Ulah Pati

Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali.
Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali. (foto:wikipedia)

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Jembatan Tukad Bangkung, yang terletak di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, merupakan salah satu jembatan tertinggi di Asia dengan ketinggian mencapai 71,4 meter.

Jembatan ini diketahui menghubungkan tiga kabupaten, masing-masing Badung, Bangli, dan Buleleng. Diperlukan dana Rp49 miliar lebih untuk membangun Jembatan Bangkung. Dana itu murni berasal dari APBD Provinsi Bali. Pembangunan jembatan ini dimulai pada 2001 dan diresmikan pada 19 Desember 2006.

Keindahan alam dengan pemandangan bukit di sekitarnya dan udara sejuk menjadikan jembatan ini sebagai daya tarik wisata.

Meskipun terkenal dengan keindahan alam, sayangnya dalam beberapa tahun terakhir, jembatan ini juga menjadi lokasi berbagai kasus ulah pati atau buruh diri yang mengundang keprihatinan.

Dihimpun dari berbagai sumber, beberapa insiden ulah pati yang pernah terjadi di Jembatan Tukad Bangkung dari tahun ke tahun yang menarik perhatian publik di antaranya yakni:

Pada 27 Juli 2018, seorang perempuan berinisial Ni Luh M (44) asal Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, melakukan ulah pati dengan cara melompat dari atas Jembatan Tukad Bangkung.

Sebelum ditemukan tewas di dasar jembatan, Ni Luh M pamit kepada keluarga untuk membeli nasi campur di sekitar pasar Desa Tamblang, Kubutambahan, Buleleng. Setelah beberapa jam ia tak kunjung pulang.

Suami almarhum, lantas menyuruh anak pertamanya bernama Gede Agus Perdana untuk mencari keberadaan sang ibu.

Sempat dicari oleh anaknya ke kebun hingga ke pasar namun ia tak juga ditemukan. Hingga akhirnya keluarga mendapatkan informasi dari Facebook bahwa ada perempuan melakukan ulah pati di Jembatan Tukad Bangkung yang ternyata adalah keluarganya.

Keluarga mengaku tidak mengetahui alasan Ni Luh M melakukan aksi nekat tersebut sebab sebelumnya tidak pernah memiliki masalah.

Tindakan ulah pati selanjutnya dilakukan oleh anggota TNI berinisial Nyoman T (22) pada 4 Desember 2021. Anggota TNI bertugas di Singaraja, Buleleng itu ditemukan tak bernyawa akibat menggantung dirinya di Jembatan Tukad Bangkung menggunakan tali rafia.

Sebelum melalukan tindakan nekat itu, ia diduga sempat berolahraga di areal Jembatan Tukad Bangkung. Hal itu terlihat dari pakaian yang digunakan, lengkap dengan sepatu hitam, jaket hitam dan topi hijau.

Kakak beradik berinisial Ketut S (23) dan Putu Y (5) asal Kubutambahan, Buleleng, melakukan ulah pati pada 25 Mei 2024. Jasad kedua kakak beradik itu ditemukan oleh warga saat pagi hari sekitar pukul 06.00 WITA.

Kasus ulah pati dilakukan oleh oknum anggota Polda Bali berinisial Aipda AES diketahui pada 16 Maret 2025, sekitar pukul 10.00 WITA. Ia pertama kali diketahui mengakhiri hidup oleh warga yang melintas karena curiga dengan mobil yang terparkir di pinggir jembatan sejak pagi hari.

Kasus ulah pati terakhir di Jembatan Tukad Bangkung yaitu pada 3 April 2025. Korban adalah wanita muda berusia 22 tahun berinisial IKMS asal Kubutambahan, Buleleng. Sebelum melakukan ulah pati di Jembatan Tukad Bangkung, warga yang melintas sempat melihat korban termenung dan menangis di pinggir jembatan.

Itulah sederat kasus ulah pati yang pernah terjadi di Jembatan Bangkung. Cerita kelam dari kasus ulah pati tersebut hendaknya menjadi catatan pemerintah setempat bersama pihak kepolisian dan masyarakat untuk melakukan berbagai upaya pencegahan, seperti pemasangan spanduk berisi pesan motivasi, peningkatan patroli di sekitar jembatan, serta mengusulkan pemasangan pagar pengaman yang lebih tinggi untuk mengurangi kemungkinan tindakan serupa di masa depan.

Disamping itu, kasus bunuh diri merupakan masalah serius yang perlu mendapatkan perhatian bersama. Bagi siapa pun yang mengalami tekanan psikologis atau memiliki pemikiran untuk bunuh diri, sangat disarankan untuk mencari bantuan dari keluarga, teman, atau profesional kesehatan mental. (*)

Jasad Gadis yang Ulah Pati di Jembatan Tukad Bangkung Akan Diautopsi, Begini Hasil Pemeriksaan Awalnya

Gadis asal Buleleng yang ulah pati di jembatan Tukad Bangkung dievakuasi. (Istimewa)
Gadis asal Buleleng yang ulah pati di jembatan Tukad Bangkung dievakuasi. (Istimewa)

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Tragedi ulah pati atau bunuh diri kembali terjadi di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Seorang perempuan muda berinisial NKMS (21) ditemukan tewas setelah terjatuh dari jembatan tersebut pada Kamis, 3 April 2025. Insiden ini sontak menggegerkan warga setempat.

Kapolsek Petang, AKP I Nyoman Arnaya, menjelaskan bahwa pihaknya segera melakukan pemeriksaan awal terhadap jenazah korban. Tim Identifikasi Polres Badung dan Tim Dokter Puskesmas Plaga menemukan sejumlah luka serius pada tubuh NKMS. Di antaranya patah tulang di beberapa bagian tubuh, memar pada perut, dada, dan lengan kiri, serta pendarahan pada bola mata dan hidung.

Pihak kepolisian kemudian membawa jenazah korban ke Rumah Sakit Daerah Mangusada, Kapal, Mengwi, menggunakan mobil ambulans Bhuana Bali Resque. Autopsi dilakukan guna memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Kami masih menyelidiki mengenai motifnya, jadi belum bisa dipastikan, ” ujar AKP Arnaya pada Jumat, 4 April 2025.

Sebelum kejadian tragis itu, beberapa warga setempat sempat melihat korban duduk termenung di tengah jembatan pada sisi selatan. Tak lama setelah itu, korban hilang dari pandangan. Namun, sepeda motor miliknya, Honda PCX dengan nomor polisi DK 5780 UBJ, ditemukan ditinggalkan di lokasi.

Motor tersebut tidak terkunci, yang menimbulkan kecurigaan mengingat sebelumnya pernah terjadi kejadian serupa di tempat yang sama, di mana seorang polisi juga mengakhiri hidupnya dengan cara yang sama.

Warga yang merasa curiga segera melaporkan penemuan tersebut ke pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Petang langsung menuju lokasi dan melakukan pengecekan terhadap motor milik korban. Setelah itu, pencarian dilakukan bersama masyarakat setempat di bawah jembatan. Dalam waktu sekitar 20 menit, jenazah korban ditemukan dalam posisi tengkurap di dasar jurang.

Proses evakuasi jenazah dilakukan oleh pihak kepolisian bersama tim identifikasi, dengan bantuan anggota TNI Koramil Petang. Proses tersebut selesai sekitar pukul 00.15 WITA. (*)

Momen Libur Lebaran, Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan Diserbu Wisatawan Domestik

DTW Tanah Lot
DTW Tanah Lot

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dua objek wisata terkenal di Kabupaten Tabanan, Bali, yakni Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot dan Ulun Danu Beratan diserbu wisatawan domestik saat momen libur panjang Lebaran 2025.

Dari catatan masing-masing pengelola, jumlah kunjungan di DTW Tanah Lot yang berlokasi di Desa Beraban, Kecamatan Kediri, tembus hingga 8.000 wisatawan. Sedangkan di DTW Ulun Danu Beratan yang berlokasi di Desa Candikuning, Kecamatan Baturiti tembus 1.500 wisatawan.

Asisten Manajer DTW Tanah Lot I Putu Toni Wirawan mengatakan, lonjakan kunjungan mulai terjadi sejak 2 April 2025 yang mencapai 7.000 wisatawan. Hari berikutnya kembali naik hingga di angka 8.000.

“Ya ada peningkatan kunjungan dari sebelum bulan puasa kemarin hanya sekitar 1.900-an,” ujarnya, Jumat (4/4/2025).

Pihaknya berharap, peningkatan kunjungan akan terus terjadi selama momen libur panjang Lebaran ini. Hingga nanti puncaknya pada akhir pekan yakni Sabtu dan Minggu bisa mencapai 9.000 lebih per hari.

Untuk menyambut para wisatawan, pihak pengelola juga akan menghadirkan pertunjukan joget bumbung. “Pertunjukan berlangsung hari ini dan besok Sabtu (5/4/2025) sekitar pukul 16.00 WITA,”

Toni menambahkan, selama terjadi lonjakan kunjungan ini tidak ada kendala yang dihadapi. Khususnya untuk lahan parkir yang saat ini sudah sangat memadai. “Parkir mobil dan motor masih bisa ditampung,” tegasnya.

Terpisah, Humas DTW Ulun Danu Beratan I Made Sukarata mengatakan, peningkatan kunjungan mulai terjadi sejak H-1 sebelum libur Lebaran tepatnya pada 31 Maret. Rata-rata kunjungan wisatawan domestik sebelumnya hanya 150-200 orang. Sedangkan H-1 Libur Lebaran itu mulai meningkat di angka 300 dan sampai di tanggal 2 April mencapai 1.500 orang.

“Wisatawan domestik sebagian besar berasal dari pulau Jawa khususnya Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa tengah,” jelasnya.

Untuk menyambut wisatawan di momen libur Lebaran ini, pengelola telah menggelar pertunjukan Tari Kecak pada 31 Maret lalu. Setelah itu, pertunjukan dipusatkan di The Blooms Garden.

Terkait kendala yang dihadapi selama terjadi lonjakan kunjungan, Sukarata menyebut tidak ada kendala, khususnya lahan parkir untuk menampung kendaraan wisatawan.

“Untuk parkir masih aman karena kendaraan keluar masuk. Kendala kami hanya di cuaca karena tidak bisa diprediksi kadang hujan deras,” pungkasnya. (ana)

Giri Prasta Apresiasi Semangat Warga dalam Upacara Tawur Balik Sumpah di Pura Desa Wanasari Tabanan

Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa, serta Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Khayangan Desa, Pura Desa Wanasari, Tabanan, pada Rabu (2/4/2025).
Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa, serta Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Khayangan Desa, Pura Desa Wanasari, Tabanan, pada Rabu (2/4/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, hadir dalam Karya Agung Mamungkah, Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa, serta Tawur Balik Sumpah Agung di Pura Khayangan Desa, Pura Desa Wanasari, Tabanan, pada Rabu (2/4/2025).

Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi semangat warga Desa Wanasari yang telah bergotong royong mewujudkan upacara Yadnya ini sejak berbulan-bulan sebelumnya.

“Warga dengan semangat ‘ngromba’ datang, tidak hanya meluangkan waktu dan tenaga, tetapi juga mengeluarkan biaya untuk mewujudkan karya agung ini,” ujarnya.

Wagub Giri Prasta juga menyampaikan penghargaan atas semangat beryadnya warga, karena hal tersebut merupakan implementasi dari visi-misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru.

“Hal ini sejalan dengan salah satu visi, yakni menjaga keseimbangan antara manusia dan Sang Pencipta,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan, upacara ini dapat dikatakan utamaning utama untuk mengingatkan generasi penerus tentang upacara Ngusaba Dalem. Oleh karena itu, Bendesa Adat/Prawartaka Karya diharapkan membuat prasasti karena upacara utamaning utama ini dilaksanakan setiap 30 tahun sesekali.

“Saya harap dibuatkan prasasti atas berlangsungnya upacara ini agar anak cucu kita mengetahui sejarahnya. Jadi, tidak ada istilah saling ‘kaden’ di masa mendatang,” jelas Giri Prasta.

Ia juga mengapresiasi berbagai sarana upacara yang masih baru, tanpa ada yang sudah jamuran atau berbau. Menurutnya, hal ini menunjukkan standar yang baik dalam pelaksanaan Yadnya, sehingga Upacara di Desa Wanasari dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain.

Mantan Bupati Badung dua periode ini juga berharap agar rangkaian upacara berjalan dengan benar dan mautama. “Maksudnya, upakara dan uparengga adalah sarana serta taksu jagat Bali yang utama. Selain itu, saya berharap masyarakat tetap bersatu dalam melaksanakan upacara seperti ini. Sebab, dengan bersatu, setengah perjuangan telah berhasil, dan kita dapat membangun jembatan emas untuk generasi mendatang,” tutupnya.

Sebagai bentuk Ngastiti Bhakti Ring Ida Betara, Wagub Giri Prasta secara pribadi mepunia sebesar Rp50 juta.

Sebelumnya, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, dalam sambutannya mengakui semangat warga Desa Wanasari dalam melaksanakan Yadnya. Menurutnya, hal ini sesuai dengan sejarah Desa Wanasari yang pada zaman kerajaan bernama Taman Sari.

“Artinya, tempat yang sangat harum, benar-benar ‘mesari’. Hal ini juga tidak terlepas dari semangat warga dalam menjaga adat dan budaya,” ujarnya.

Ia pun menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus mendukung penyelenggaraan adat, agama, dan budaya yang dilakukan oleh krama. Sebab, sudah menjadi tugas pemerintah untuk mengayomi, mendukung, dan ngupasaksi upacara ini.

“Agar Jagat Bali tetap Kerthi dan Rahayu, Pemkab Tabanan pasti memberikan apresiasi serta penghargaan setinggi-tingginya kepada krama, karena salah satu cara melestarikan seni, adat, dan budaya adalah dengan konsep gotong royong,” tutupnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Karya, Ida Bagus Putu Artawa, melaporkan bahwa Desa Wanasari terdiri atas lima banjar dengan jumlah 624 KK. Ia menyampaikan bahwa warga Desa Wanasari sangat antusias bergotong royong dalam pembuatan upakara Yadnya, sehingga tidak ada satu pun sarana yang dibeli.

“Lemah peteng, baik tua, muda, maupun anak-anak bersemangat turun tangan menyiapkan upacara ini. Kami juga urunan setiap bulan sebesar Rp40 ribu per KK,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa puncak acara akan dilaksanakan pada 12 April 2025, bertepatan dengan Purnama Kedasa, sedangkan puput karya akan berlangsung pada 24 Mei 2025.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Anggota DPR RI Dapil Bali, I Nyoman Adi Wiryatama, Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, anggota DPRD Kabupaten Tabanan, serta sejumlah undangan lainnya. (rls)

Wanita Asal Buleleng Akhiri Nyawa di Jembatan Tukad Bangkung, Ini Kesaksian Warga Setempat

Wanita muda asal Kubutambahan Buleleng nekat akhiri nyawa di jembatan Tukad Bangkung.
Wanita muda asal Kubutambahan Buleleng nekat akhiri nyawa di jembatan Tukad Bangkung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Jembatan Tukad Bangkung yang terletak di Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, kembali menjadi lokasi insiden tragis. Seorang perempuan bernama Ni Kadek MS (21), asal Desa Tamblang, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, ditemukan tewas setelah melompat dari jembatan tersebut pada Kamis (3/4) sekitar pukul 18.30 WITA.

Menurut keterangan saksi mata, korban tiba di lokasi dengan mengendarai sepeda motor. Ia terlihat sempat duduk dan termenung di atas jembatan sebelum akhirnya nekat melompat ke dasar jurang.

Jembatan Tukad Bangkung selama ini dikenal memiliki sejarah panjang terkait aksi bunuh diri, sehingga kerap disebut sebagai lokasi angker oleh masyarakat sekitar.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait motif di balik aksi nekat korban.

“Sudah proses evakuasi tadi,” ujar Kasi Humas Polres Badung, IPDA Putu Sukarma. (*)

Catat! Daftar Rahinan Umat Hindu di Bali Selama April 2025

Sekda Adi Arnawa melaksanakan persembahyangan bersama saat Bhakti Penganyaran Pemkab Badung di Ngusaba Kedasa Pura Ulun Danu Batur Kintamani.
Arsip - Sekda Adi Arnawa melaksanakan persembahyangan bersama saat Bhakti Penganyaran Pemkab Badung di Ngusaba Kedasa Pura Ulun Danu Batur Kintamani.

PANTAUBALI.COM – Umat Hindu akan merayakan beberapa hari suci selama bulan April 2025. Ada yang jatuh setiap bulan, ada juga yang dilaksanakan setiap 210 hari sekali. Ada dua hari suci umat Hindu khususnya di Bali, yaitu Hari Raya Galungan, Kuningan, serta Purnama Kadasa.

Dengan menyimak daftar rahinan suci Hindu di Bali selama April 2025 berikut sebagai pedoman untuk mempersiapkan segala sarana persembahan. Handaknya setiap pelaksanaan rahinan seyogyanya dilakukan dengan rasa tulus ikhlas dan penuh kedamaian.

1. Kajeng Kliwon

Pada April 2025 terdapat dua rahinan Kajeng Kliwon. Pertama jatuh pada Kamis (3/4/2025), Wraspati Kliwon, wuku Warigadean. Sedangkan Kajeng Kliwon kedua jatuh pada Jumat (18/4/2025), Sukra Kliwon, wuku Sungsang.

Kajeng Kliwon merupakan rahinan atau hari suci saat bertemunya Tri Wara (Pasah, Beteng, Kajeng) yaitu Kajeng dan Pancawara (Paing, Pon, Wage, Kliwon, Umanis) yaitu Kliwon.

Saat Kajeng Kliwon, umat Hindu menghaturkan sarana upacara seperti segehan, tipat dampulan, dan canang. Tujuannya untuk menetralisir kekuatan-kekuatan negatif agar masyarakat mendapatkan keselamatan dan kerahayuan.

2. Purnama sasih kadasa

Purnama Kadasa jatuh pada Sabtu (12/4/2025), Saniscara Wage, wuku Julungwangi. April 2024 memasuki sasih kadasa atau bulan kesepuluh dalam kalender Bali. Sasih kadasa dipercaya sebagai bulan yang paling suci di antara 12 sasih yang ada.

Pada Purnama Kadasa, umat Hindu memuja Sang Hyang Surya Amerta. Bertepatan dengan Purnama Kadasa, Pura Penataran Agung Besakih melangsungkan piodalan (upacara) yang disebut dengan upacara Ida Bhatara Turun Kabeh.

Seluruh umat Hindu akan secara bergantian melakukan persembahyangan ke pura terbesar yang ada di Kabupaten Karangasem.

3. Tilem Sasih Kadasa

Dikutip dari Lontar Sundarigama, saat Tilem dipercaya sebagai harinya Dewa Surya beryoga. Pada April 2025, rahina Tilem jatuh pada Minggu (27/4/2025), Redite Wage, wuku Langkir. Tilem pada April 2025 termasuk dalam sasih kadasa.

Sarana upacara yang dipersembahkan lebih sedikit dari pada rahinan Purnama. Umat Hindu mempersembahkan sarana upacara canang dan segehan. Hal ini bertujuan untuk memohon berkah dan anugerah dari Ida Hyang Widhi Wasa atau Tuhan Yang Maha Esa.

4. Sugihan Jawa dan Sugihan Bali

Sugihan Jawa dan Sugihan Bali merupakan rahinan yang berkaitan dengan perayaan Hari Raya Galungan. Sugihan Jawa pada April 2025 ini jatuh pada Kamis (14/4/2025), Wraspati Wage, wuku Sungsang.

Menurut Lontar Sundarigama, rahinan Sugihan Jawa memiliki makna untuk memohon penyucian atau pembersihan alam semesta atau makrokosmos atau dalam Hindu disebut dengan Bhuwana Agung. Pelaksanaan Sugihan Jawa disimbolkan dengan membersihkan rumah, tempat suci, halaman rumah, dan lingkungan sekitarnya.

Sugihan Bali jatuh pada sehari setelah Sugihan Jawa. Pada April 2025, Sugihan Bali jatuh pada Jumat (18/4/2025), Sukra Keliwon, wuku Sungsang.

Saat Sugihan Bali, umat Hindu melakukan prosesi melukat untuk membersihkan diri secara lahir dan batin. Jawa dan Sugihan Bali bertujuan untuk membersihkan manusia beserta alam agar menjadi bersih dan suci saat menyambut Hari Raya Galungan dan Kuningan.

5. Penyajaan Galungan

Pada April 2025, Penyajaan Galungan jatuh pada Senin (21/4/2025), Soma Pon, wuku Dungulan. Menurut Lontar Sundarigama, Penyajaan Galungan merupakan hari di mana umat Hindu melakukan pengendalian diri dari kekuatan negatif. Pada Penyajaan Galungan, umat Hindu sudah mempersiapkan sara upacara untuk Hari Raya Galungan seperti penjor, jaja (kue), buah, dan lainnya.

6. Penampahan Galungan

Penampahan Galungan pada April 2025 ini jatuh pada sehari sebelum Hari Raya Galungan, tepatnya pada Selasa (22/4/2025), Anggara Wage, wuku Dungulan.

Umat Hindu melakukan penampahan (pemotongan hewan) babi sebagai simbol untuk menghilangkan kekuatan negatif yang disimbolkan oleh babi. Daging babi ini nantinya sebagian digunakan sebagai sarana upacara, dan sebagian lagi untuk dikonsumsi.

7. Hari Raya Galungan

Hari Raya Galungan jatuh pada Rabu (23/4/2025), Buda Kliwon, wuku Dungulan. Hari Raya Galungan merupakan simbol kemenangan Dharma atas Adharma. Hari suci ini disambut dengan penuh suka cita dan rasa syukur oleh seluruh umat Hindu.

8. Manis Galungan

Hari Umanis Galungan atau Manis Galungan jatuh pada sehari setelah Hari Raya Galungan, tepatnya pada Kamis (24/4/2025), Wraspati Umanis, wuku Dungulan. Biasanya tidak ada persembahan khusus pada rahinan ini.

Pada saat Manis Galungan, umat Hindu melakukan silaturahmi dengan mengunjungi keluarga atau kerabatnya. Atau mereka akan mengunjungi tempat wisata bersama keluarga.

9. Pemaridan Guru, Ulihan, dan Pemacekan Agung

Pamaridan Guru jatuh pada Sabtu (26/4/2025), Saniscara Pon, wuku Dunggulan. Saat Pemaridan Guru, umat Hindu bersembahyang untuk mengucapkan terima kasih karena telah diberi berkah saat merayakan Hari Raya Galungan.

Berikutnya ada rahinan Ulihan yang jatuh pada Minggu (27/4/2025), Redite Wage, wuku Kuningan atau enam hari sebelum Hari Raya Kuningan. Pada saat Ulihan, umat Hindu melakukan introspeksi diri atau mulat sarira, serta selalu ingat kepada para leluhur yang selalu membimbing dalam kehidupan ini.

Selanjutnya, rahinan Pemacekan Agung jatuh pada Senin (28/4/2025), Soma Kliwon, wuku Kuningan. Pemacekan Agung memiliki makna agar umat Hindu memiliki tekad yang kuat untuk melakukan pemujaan kepada Ida Sang Hyang Widi Wasa beserta kekuatan suci-Nya. Serta, sebagai simbol pengingat bagi umat Hindu tentang kemenangan Dharma melawan Adharma. (ana)