- Advertisement -
Beranda blog Halaman 223

5 Hari Hilang di Laut, WNA Yordania Ditemukan Tak Bernyawa

Tim SAR evakuasi jenazah WNA Yordania yang teggelam di Pantai Kelan, Badung.
Tim SAR evakuasi jenazah WNA Yordania yang teggelam di Pantai Kelan, Badung.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Setelah lima hari pencarian intensif, tim SAR akhirnya menemukan jenazah warga negara asing asal Yordania yang sebelumnya dilaporkan hilang saat berenang di Pantai Batu Belig, Kuta Utara.

Korban yang diketahui bernama Hosam Bassam Mousa Aleakkar atau Ozam, ditemukan dalam kondisi tak bernyawa pada Sabtu pagi (10/5/2025) oleh seorang nelayan di perairan Kedonganan.

Koordinator Lapangan Operasi SAR Informasi Dudu Librana mengatakan, informasi, mengenai penemuan jenazah korban pertama kali diterima tim SAR sekitar pukul 08.45 WITA.

“Kami langsung bergerak setelah menerima laporan dari nelayan yang melihat tubuh korban mengapung,” ujarnya.

Tim pun segera mengerahkan perahu karet dan jet ski dari Pantai Kelan untuk mengevakuasi jenazah dari titik koordinat yang telah ditentukan.

Jenazah berhasil dievakuasi oleh tim sekitar pukul 09.25 WITA, dan tiba di Pantai Kelan pada pukul 10.15 WITA. Identifikasi oleh pihak keluarga mengonfirmasi bahwa korban adalah WNA Yordania yang hilang pada 6 Mei 2025 lalu.

Setelah proses identifikasi selesai, jenazah langsung dibawa ke Rumah Sakit Prof. Dr. I.G.N.G Ngoerah menggunakan ambulans Nusa Medika.

Sebelumnya, pada Kamis (8/5/2025), nelayan sempat melaporkan melihat jenazah yang diduga korban, namun tim SAR tidak dapat menjangkaunya karena kondisi laut yang ekstrem dengan ombak mencapai dua meter dan keterbatasan daya tempuh perahu karet.

Upaya lanjutan dilakukan pada Jumat (9/5/2025) menggunakan helikopter Fly Bali serta pengerahan tim laut dan darat, namun hasilnya masih nihil. Baru pada Sabtu pagi pencarian membuahkan hasil, dan dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dinyatakan selesai. (ana)

Tak Perlu ke Apotek, Gunakan Obat Alami Ini untuk Obati Sariawan

Sariawan pada mulut
Sariawan pada mulut. (Foto:Freepik.com)

PANTAUBALI.COM – Sariawan merupakan masalah kesehatan mulut yang umum terjadi dan sering kali terasa sangat mengganggu, terutama saat makan, minum, atau berbicara.Meski umumnya bukan kondisi yang serius, luka kecil ini bisa menyebabkan rasa perih yang cukup menyiksa.

Banyak orang memilih untuk langsung membeli obat di apotek, padahal sebenarnya ada berbagai alternatif alami yang bisa dimanfaatkan langsung dari bahan-bahan yang ada di rumah. Tanpa perlu keluar rumah atau mengeluarkan biaya besar, Anda bisa meredakan gejala sariawan dengan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di dapur, seperti garam dan madu.

Selain praktis, penggunaan obat herbal ini juga cenderung lebih aman dan minim efek samping. Dilansir dari laman Alodokter, berikut adalah beberapa obat alami yang bisa digunakan untuk meredakan sariawan di antaranya:

  1. Air Garam

Larutan garam efektif membantu mengeringkan luka sariawan agar cepat sembuh, meskipun tidak langsung menyembuhkannya. Caranya, larutkan satu sendok teh garam dalam setengah gelas air hangat, lalu gunakan untuk berkumur selama 15–30 detik. Ulangi hingga tiga kali sehari untuk hasil maksimal.

2. Cuka Apel

Mengandung sifat antibakteri, cuka apel dapat membantu membunuh bakteri penyebab infeksi pada sariawan. Campurkan satu sendok makan cuka apel dengan segelas air, lalu gunakan untuk berkumur selama 30–60 detik. Setelah itu, bilas mulut dengan air bersih agar asam tidak merusak lapisan gigi. Hindari penggunaan berlebihan karena bisa menyebabkan iritasi.

3. Minyak Kelapa

Kandungan asam laurat dalam minyak kelapa memberikan efek antibakteri dan antiradang yang baik untuk mempercepat penyembuhan luka sariawan. Oleskan langsung ke area yang terkena dan ulangi sesuai kebutuhan.

4. Madu Murni

Madu yang belum diproses mengandung sifat antibakteri dan antiinflamasi alami, sehingga madu bisa meredakan radang pada sariawan. Untuk cara penggunaannya cukup mudah yakni oleskan madu langsung ke luka sariawan tiga hingga empat kali sehari hingga luka sembuh. (ana)

Viral Dugaan Bullying, Pihak Sekolah Klarifikasi: Hanya Salah Paham Antar Siswi

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Terkait aksi perundungan terhadap siswi berinisial C (14) yang viral di media sosial, pihak sekolah pun buka suara. Pihak sekolah menegaskan insiden tersebut hanya merupakan kesalahpahaman antara sesama siswa terkait iuran kelas  sebesar Rp2.000.

Menurut Wali Kelas sekaligus Guru Bimbingan Konseling, Komang Jumantari, insiden berawal ketika siswa berinisial A merasa tersinggung saat ditagih iuran oleh bendahara kelas, teman dekat korban. Usai kejadian itu, A mendatangi bendahara kelas yang saat itu tengah bersama C (korban) untuk mempertanyakan sikapnya. Saat itu, terjadi adu argumen dan tarik-menarik di ruang kelas.

“Yang terlibat hanya A dan C bersama dua temannya. Tidak ada pengeroyokan, tidak ada bullying. Ini murni salah paham antar teman dekat,” ujar Jumantari, Sabtu (10/5).

Pihak sekolah juga menegaskan bahwa isu yang menyebut korban dirundung karena tidak memiliki ayah adalah tidak benar.

“Kami tidak pernah mendengar atau menerima laporan seperti itu dari siswa mana pun,” tambah Jumantari.

Guru-guru segera turun tangan dan memediasi siswa yang terlibat. Mediasi juga telah dilakukan bersama orang tua kedua belah pihak, pihak yayasan, kepolisian, serta perwakilan lembaga perlindungan anak. Kesepakatan damai telah ditandatangani, meski proses hukum tetap berjalan.

“Anak-anak yang terlibat adalah siswa berprestasi dan berteman sejak SD. Kami serahkan keputusan selanjutnya kepada kepala sekolah apakah perlu memisahkan mereka dalam kelas yang berbeda,” pungkas Jumantari. (Mah)

Pertina Bali Kirim Petinju ke Ring Asia, Target Tembus Final

Pelepasan atlet ajang bergengsi ASBC Asian U22 and Youth Men & Women Boxing Championship di De Gadjah Center, Renon, Jumat malam (9/5/2025).
Pelepasan atlet ajang bergengsi ASBC Asian U22 and Youth Men & Women Boxing Championship di De Gadjah Center, Renon, Jumat malam (9/5/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pengurus Provinsi Persatuan Tinju Amatir (Pengprov Pertina) Bali resmi memberangkatkan satu atlet untuk mengikuti ajang bergengsi ASBC Asian U22 and Youth Men & Women Boxing Championship yang akan digelar di Colombo, Sri Lanka, pada 11–18 Mei 2025.

Pengiriman ini merupakan bagian dari program regenerasi dan peningkatan pengalaman bertanding bagi petinju muda asal Pulau Dewata di level internasional.

Ketua Pertina Bali, I Made Muliawan Arya atau yang akrab disapa De Gadjah, menegaskan bahwa keikutsertaan atlet Bali dalam kejuaraan internasional sangat penting untuk membentuk mental dan menambah jam terbang mereka.

“Kami optimis bisa masuk final. Kalau berhasil, tentu akan ada apresiasi dari kami untuk sang atlet,” ujarnya saat pelepasan di De Gadjah Center, Renon, Jumat malam (9/5/2025).

De Gadjah menjelaskan bahwa awalnya Pertina Bali berencana mengirim tiga atlet. Namun karena kendala administrasi yang mepet, hanya Made Jacklin ND yang akhirnya diberangkatkan. Petinju muda ini akan turun di kelas 54 kg.

“Waktu dari panitia sangat singkat. Akhirnya hanya satu atlet yang bisa berangkat. Saya sudah sampaikan ke Jacklin, kalau bisa tembus semifinal akan ada bonus Rp25 juta, dan jika sampai ke final, bonusnya Rp50 juta,” ungkapnya.

Sementara itu, Made Jacklin ND menyatakan optimisme dan kesiapan dirinya menghadapi kejuaraan Asia ini. Ia mengaku telah melakukan persiapan secara maksimal karena tinggal di lokasi latihan dan dapat berlatih intens setiap waktu.

“Saya optimis bisa tembus final. Latihan sudah dilakukan jauh-jauh hari, dan saya tinggal di tempat latihan, jadi bisa berlatih terus,” kata Jacklin yang kini duduk di kelas III SMA.

Optimisme Jacklin didukung oleh sederet prestasi yang telah ia raih, seperti medali emas di Wali Kota Cup, Porprov Bali 2022, Pra Popnas, dan berbagai kejuaraan lainnya.

“Saya ingin membuktikan bahwa saya bisa memberikan yang terbaik untuk Bali dan Indonesia. Saya akan berjuang untuk hasil maksimal di kejuaraan ini,” tegasnya.

Pelatih Nyoman Handyatama juga menyatakan keyakinannya terhadap kemampuan anak didiknya. Ia berharap Jacklin bisa tampil maksimal dan mampu menembus final, bahkan membawa pulang gelar juara dari ajang tersebut.

“Kami berangkat besok. Tanggal 11 Mei ada technical meeting, dan kembali pada 19 Mei. Ini juga menjadi bagian dari persiapan Porprov dan program regenerasi Pertina Bali sekaligus menambah jam terbang atlet,” tutupnya. (ana) 

Beragam Perayaan Waisak di Berbagai Penjuru Dunia

Peringatan hari raya Waisak di Thailand.
Peringatan hari raya Waisak di Thailand. (Foto:thaicongenvancouver.org)

PANTAUBALI.COM – Hari Raya Waisak 2025 akan diperingati pada tanggal 22 Mei. Bukan hanya di Indonesia, jutaan umat Buddha di seluruh dunia juga merayakannya dengan penuh makna.

Tanggal ini menjadi momentum penting untuk mengenang tiga peristiwa utama dalam hidup Sang Buddha yakni kelahiran, pencerahan, dan wafatnya.

Walau memiliki makna universal, bentuk perayaannya di berbagai negara mencerminkan kekayaan budaya dan tradisi lokal yang berbeda-beda. Berikut adalah bentuk-bentuk perayaan Waisak di berbagai penjuru dunia yang wajib untuk diketahui.

1. Thailand

Waisak di Thailand telah menjadi bagian dari budaya dan spiritualitas nasional sejak masa Kerajaan Sukhothai. Pemerintah kerajaan secara aktif mendukung perayaan ini. Kota-kota dipenuhi dekorasi berupa bunga dan dupa, sementara malam hari dihiasi cahaya obor yang memikat.

Raja bersama anggota keluarga kerajaan dan masyarakat ikut memberikan penghormatan kepada Tri Ratna (Buddha, Dhamma, dan Sangha) selama tiga hari berturut-turut. Masyarakat juga melakukan persembahan, membagikan makanan kepada yang membutuhkan, serta melepaskan hewan ke alam liar sebagai simbol pembebasan dan harapan umur panjang.

2. Kamboja

Perayaan Waisak di Kamboja dikenal dengan sebutan Visak Bochea. Bendera Buddha dikibarkan di berbagai tempat.

Para biksu memimpin prosesi sambil membawa dupa, lilin, dan bunga. Umat Buddha memberikan persembahan dan mengikuti doa bersama sebagai bentuk penghormatan yang dalam terhadap ajaran Sang Buddha.

3. India

Sebagai tempat kelahiran Sang Buddha, India menjadi pusat spiritual yang penting selama peringatan Waisak. Umat Buddha di India menjalankan ritual berendam di Sungai Gangga sebagai simbol penyucian diri.

Mereka juga berdoa di Kuil Mahabodhi di Bodh Gaya, lokasi di mana Buddha memperoleh pencerahan. Suasana sekitar kuil dipenuhi cahaya lilin dan dupa, serta diiringi doa-doa suci yang menenangkan batin.

4. Sri Lanka

Di Sri Lanka, Waisak berlangsung selama dua hari dan dirayakan dengan meriah. Rumah-rumah serta jalan-jalan umum dihiasi dengan lentera dan lampion.

Kuil-kuil mengadakan doa bersama serta pertunjukan visual Pandol, struktur megah berbentuk gerbang yang menggambarkan kisah hidup Sang Buddha.

Ada juga Dansala, yaitu tempat penyedia makanan gratis untuk siapa pun sebagai simbol kasih sayang dan semangat berbagi.

5. Nepal

Nepal, tempat kelahiran Pangeran Siddhartha Gautama, merayakan Waisak bersama umat Buddha dan Hindu.

Kuil-kuil penting seperti Swoyambhunath dan Bouddhanath dipadati oleh peziarah yang membawa bunga, dupa, dan lampu mentega.

Perempuan mengenakan pakaian putih dan keluarga menyantap puding beras manis sebagai bagian dari tradisi lokal.

6. Tiongkok

Di Tiongkok, Waisak dikenal sebagai Fodan dan dirayakan dengan ritual utama bernama Yufojie, yaitu upacara memandikan patung bayi Buddha dengan air harum.

Pagoda dan kuil dipadati oleh masyarakat yang menyalakan dupa, lilin, dan lentera. Tradisi ini sarat akan simbolisme kelahiran dan penghormatan terhadap Sang Buddha, menunjukkan bahwa masyarakat Tionghoa turut memperingati Waisak dengan penuh kekhusyukan.

7. Jepang

Warga Jepang merayakan hari kelahiran Buddha melalui Hanamatsuri atau Festival Bunga, yang sejalan dengan semangat Hari Raya Waisak. Di berbagai kuil, patung kecil Sang Buddha dihiasi bunga dan disiram dengan teh manis sebagai bagian dari ritual.

Anak-anak mengenakan busana tradisional lengkap dengan hiasan bunga, sementara jalan-jalan kota dihiasi dekorasi warna-warni yang memeriahkan suasana.

8. Korea Selatan

Dalam bahasa Korea, Waisak disebut Seokga tansinil. Masyarakat merayakannya dengan menyajikan makanan dan teh gratis di kuil, memainkan alat musik tradisional, dan mengadakan pertunjukan tari topeng.

Yang paling khas adalah Festival Lentera. Lentera-lentera warna-warni dinyalakan dan digantung dengan harapan atau doa yang ditulis di label kecil, menciptakan pemandangan yang sangat indah dan penuh makna.

9. Amerika Serikat

Meskipun bukan negara mayoritas Buddha, Amerika juga turut merayakan Waisak. Gedung Putih pernah mengadakan perayaan bersama komunitas Buddha dari berbagai negara.

Patung Buddha besar dihiasi bunga dan lampu, serta doa bersama dilantunkan di panggung resmi yang dibuat khusus. Ini menunjukkan bahwa semangat Waisak telah menembus batas benua dan budaya. (ana)

Profil Paus Leo XIV, Robert Francis Prevost Pengganti Paus Fransiskus

Robert Francis Prevost, yang kini dikenal sebagai Paus Leo XIV, saat diperkenalkan sebagai paus baru. (foto:Kompas.com)
Robert Francis Prevost, yang kini dikenal sebagai Paus Leo XIV, saatdiperkenalkan sebagai paus baru. (foto:Kompas.com)

PANTAUBALI.COM – Robert Francis Prevost, asal Amerika Serikat, terpilih sebagai Paus baru pada Kamis, 8 Mei 2025, setelah konklaf hari kedua yang digelar di Vatikan. Ia memilih nama Leo XIV sebagai simbol visi dan arah kepemimpinannya dalam Gereja Katolik.

Prevost, yang kini berusia 69 tahun, menjadi Paus ke-267 dan mencetak sejarah sebagai Paus pertama dari Amerika Serikat, sekaligus yang kedua dari benua Amerika, setelah Paus Fransiskus. Kabar terpilihnya diumumkan melalui asap putih yang mengepul dari cerobong Kapel Sistina, menandai bahwa 133 kardinal telah mencapai mufakat.

Dilahirkan di Chicago, Illinois, pada 14 September 1955, Prevost berasal dari keluarga berdarah Prancis, Italia, dan Spanyol. Ia tumbuh bersama dua saudara laki-lakinya, Louis Martín dan John Joseph, serta mengenyam pendidikan awal di Seminari Augustinian. Ia kemudian melanjutkan studi di Universitas Villanova dan lulus dengan gelar Sarjana Matematika pada tahun 1977.

Pada tahun yang sama, ia masuk novisiat Ordo Santo Augustinus dan mengucapkan kaul pertama pada 1978, lalu kaul kekal pada 1981. Setelah itu, ia belajar teologi di Catholic Theological Union, lalu melanjutkan studi Hukum Kanonik di Roma, di mana ia ditahbiskan sebagai imam pada 1982.

Setelah meraih lisensiat pada 1984, ia menjalankan misi di Peru pada 1985. Di sana, ia menjalankan berbagai peran penting: sebagai prior komunitas, direktur formasi, dan pembimbing rohani. Ia juga menjadi vikaris yudisial dan pengajar di seminari tinggi di Trujillo. Selain itu, ia aktif dalam pelayanan pastoral di paroki-paroki yang melayani komunitas kurang mampu.

Pada 1999, ia terpilih sebagai Prior Provinsial di Chicago, dan dua tahun kemudian ditunjuk sebagai Prior Jenderal Ordo Santo Augustinus. Setelah menyelesaikan dua masa jabatan, ia kembali ke AS dan menjabat berbagai posisi hingga diangkat sebagai Administrator Apostolik Keuskupan Chiclayo pada 2014.

Prevost ditahbiskan menjadi uskup pada 12 Desember 2014. Ia kemudian menjadi Uskup Chiclayo pada 2015 dan terlibat aktif dalam Konferensi Waligereja Peru. Pada tahun 2019 dan 2020, ia ditunjuk menjadi anggota beberapa kongregasi penting oleh Paus Fransiskus.

Pada 2023, ia dipanggil ke Roma untuk memimpin Dikasteri untuk Para Uskup dan diangkat menjadi Uskup Agung. Ia ditetapkan sebagai Kardinal pada Konsistori 30 September 2023, dan diberi tanggung jawab di Diakonat Santa Monika. Ia juga berpartisipasi dalam Sinode Para Uskup tahun 2023 dan 2024.

Menjelang akhir masa jabatan Paus Fransiskus, Prevost semakin menonjol, termasuk memimpin doa Rosario di Lapangan Santo Petrus saat Paus dirawat pada Maret 2025. Ia akhirnya menggantikan Paus Fransiskus dan disambut meriah oleh umat Katolik saat tampil perdana di balkon Basilika Santo Petrus. (ana)

Diskop UKMP Badung Selenggarakan Jumat Ceria, Fasilitasi Pemasaran Produk UMKM Lokal

Kegiatan “Jumat Ceria” di Lapangan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung pada Jumat (9/5/2025).
Kegiatan “Jumat Ceria” di Lapangan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung pada Jumat (9/5/2025).

PANTAU BALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung, melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskop UKMP), kembali menggelar kegiatan “Jumat Ceria” sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayahnya.

Acara yang berlangsung di Lapangan Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung pada Jumat (9/5/2025) ini, menjadi wadah strategis untuk memfasilitasi para pelaku UMKM dalam memasarkan produk mereka secara langsung kepada masyarakat dan pegawai di lingkungan pemerintah setempat.

Sebanyak 25 pelaku UMKM binaan koperasi berpartisipasi dalam kegiatan ini, memamerkan dan menjual produk mereka secara langsung. Program ini tidak hanya sekadar tempat untuk bertransaksi, tetapi juga menjadi ajang memperluas jaringan pemasaran antara produsen dan konsumen.

Plt. Kepala Dinas Koperasi UKMP Badung, Anak Agung Ngurah Raka Sukadana menekankan, Jumat Ceria memiliki peran penting dalam memperluas akses pasar bagi produk UMKM.

“Kegiatan ini sangat penting untuk mempertemukan langsung pelaku UMKM dengan masyarakat, sehingga produk mereka bisa lebih dikenal luas. Pemerintah juga menyediakan fasilitas promosi agar produk lokal semakin dikenal,” ujarnya.

Tidak hanya pameran produk, Jumat Ceria juga dimeriahkan dengan kegiatan senam pagi dan hiburan musik untuk menambah daya tarik pengunjung serta menciptakan interaksi positif antara pelaku usaha dan masyarakat.

“Kami berharap Jumat Ceria bisa hadir di setiap kecamatan dan desa di Badung, sehingga UMKM lokal di wilayah tersebut juga memiliki kesempatan yang sama untuk memasarkan produknya. Saat ini, UMKM kita sudah menunjukkan perkembangan yang sangat positif,” tambahnya.

Program ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Badung yang berkomitmen mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan potensi lokal, dengan UMKM sebagai salah satu pilar utama dalam memperkuat perekonomian masyarakat. (jas)

Menjelang Waisak, 255 KK Umat Buddha di Badung Terima Bantuan Rp2 Juta

Bantuan Sosial Kepada Umat Buddha
Bupati Wayan Adi Arnawa didampingi Sekda Surya Suamba memberikan bantuan sosial keagamaan bagi umat Buddha di Balai Serbaguna Dharma Semadhi, Vihara Dharmayana, Kelurahan Kuta, Kecamatan Kuta, Jumat (9/5/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dalam rangka menyambut Hari Raya Suci Waisak 2569 BE yang jatuh pada 12 Mei 2025, Pemerintah Kabupaten Badung menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp 2 juta kepada 255 Kepala Keluarga (KK) umat Buddha yang ber-KTP Badung.

Penyerahan bantuan dilakukan secara langsung oleh Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, dalam acara yang berlangsung di Balai Serbaguna Dharma Semadhi, Vihara Dharmayana, Kuta, pada Jumat (9/5/2025), sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap kebutuhan umat dalam merayakan hari raya keagamaan secara layak.

Bantuan ini merupakan bagian dari Program Sapta Kriya Adicipta, yang menjadi landasan pembangunan strategis Kabupaten Badung. Program tersebut bertujuan menciptakan kesejahteraan dan ketahanan sosial masyarakat, sekaligus menjadi langkah konkret menghadapi tantangan ekonomi seperti inflasi dan naiknya harga kebutuhan pokok menjelang hari raya.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan, pemberian bantuan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas sosial di wilayah yang sangat bergantung pada sektor pariwisata ini.

Ia menekankan pentingnya menjaga keharmonisan menjelang dan selama perayaan keagamaan, serta menyampaikan bahwa kehadiran pemerintah melalui bantuan ini merupakan bentuk dukungan agar umat Buddha dapat beribadah dan merayakan Waisak dengan layak.

“Ini bukan hanya bantuan materi, tetapi juga wujud komitmen kami dalam membangun masyarakat yang damai dan sejahtera. Kedamaian sangat penting bagi keberlangsungan pariwisata Badung,” ujar Bupati.

Ia juga mengungkapkan, bantuan sosial ini akan terus dievaluasi dan dilengkapi dengan kebijakan lainnya, seperti penguatan infrastruktur dan pendidikan bahasa Inggris berbasis komunitas banjar. Menurutnya, langkah ini mencerminkan sensitivitas pemerintah terhadap kondisi sosial serta sebagai bagian dari strategi fiskal yang menyentuh aspek ekonomi dan budaya masyarakat.

Kepala Dinas Sosial Badung, AA Ngr. Raka Sukaeling, menambahkan bahwa program ini dirancang untuk meringankan tekanan ekonomi dan psikologis yang kerap meningkat menjelang hari besar keagamaan. Ia berharap bantuan ini dapat membantu umat Buddha merayakan Waisak dalam suasana tenang dan layak.

Ungkapan terima kasih juga disampaikan oleh pengurus Vihara Dharma Yana, Adi Darmaja Kusuma, yang mengapresiasi kepedulian Pemkab Badung. “Bantuan ini bukan hanya bentuk perhatian secara ekonomi, tetapi juga menunjukkan kehadiran dan kepedulian pemerintah terhadap umat Buddha,” ungkapnya. (ana) 

Ketua BUMDes di Badung Jadi Tersangka, Diduga Salah Gunakan Uang Ratusan Juta

Eks Ketua BUMDes Teranggana Sari di Badung ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi dana desa sebesar Rp523 juta.
Eks Ketua BUMDes Teranggana Sari di Badung ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan korupsi dana desa sebesar Rp523 juta.

PANTAUBALI.COM, BADUNG  – Dugaan korupsi di tubuh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Teranggana Sari, Desa Sulangai, Kecamatan Petang, Badung, memasuki babak baru. Mantan Ketua BUMDes berinisial IPGS (48) resmi ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan dana desa senilai ratusan juta rupiah.

Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara mengungkapkan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyelidikan intensif sejak Juli 2020. Hasil audit Inspektorat Badung menemukan selisih kas sebesar Rp523,3 juta dalam laporan keuangan BUMDes yang dikelola IPGS selama periode 2014–2019.

“Penyertaan modal dari APBDes mencapai hampir Rp1,94 miliar. Namun sebagian besar dana digunakan tidak sesuai aturan dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya saat konferensi pers, Jumat (9/5), didampingi Kasat Reskrim AKP Muhamad Said Husen.

Dugaan penyimpangan terdeteksi dalam sejumlah praktik, seperti pemberian kredit tanpa jaminan kepada 24 peminjam. Dari jumlah itu, 7 kredit macet dan belum ditagih tanpa alasan yang jelas. Selain itu, ditemukan pula kejanggalan pada Unit Pengelola Air Limbah (PAL) Sulangai, berupa selisih sisa hasil usaha sebesar Rp11 juta yang tak dapat dijelaskan.

“Dari total kerugian, sekitar Rp414 juta berasal dari kredit bermasalah. Kami juga temukan 14 kredit diberikan tanpa prosedur yang sah,” jelas Kapolres.

Sebanyak 23 saksi telah diperiksa, termasuk perangkat desa, staf BUMDes, hingga para nasabah. Dua orang ahli dari Inspektorat Badung turut dimintai keterangan guna memperkuat bukti. Sejumlah barang bukti telah diamankan, termasuk uang tunai Rp523,3 juta dan 71 dokumen penting, seperti buku kas, laporan keuangan, dan dokumen kredit.

IPGS dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ia terancam hukuman penjara seumur hidup atau pidana 4 hingga 20 tahun serta denda maksimal Rp1 miliar.

“Penyidikan masih kami kembangkan. Tidak menutup kemungkinan ada tersangka lain,” tegas AKBP Arif Batubara. (*)

Begal Payudara Asal Sumba Beraksi di Tabanan Diringkus, Polisi Ungkap Motifnya

Ilustrasi penangkapan pelaku.(Foto:Humas Polri)
Ilustrasi penangkapan pelaku. (Foto:Humas Polri)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang pelaku begal payudara yang sempat meresahkan warga di wilayah Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, akhirnya berhasil diringkus jajaran Satreskrim Polres Tabanan.

Pelaku diketahui berinisial AJ (29), seorang buruh asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia ditangkap pada Rabu (7/5/2025) di wilayah Tegallalang, Kabupaten Gianyar.

Kasat Reskrim Polres Tabanan, AKP Moh. Taufik Effendi, saat dikonfirmasi Jumat (9/5/2025), membenarkan penangkapan tersebut. “Pelaku berinisial AJ, asal Sumba Barat Daya, diamankan di Tegallalang, Gianyar. Dari pengakuannya, ini adalah kali pertama ia melakukan aksi tersebut,” ujar AKP Taufik.

Pelaku AJ melancarkan aksi tak senonohnya pada Rabu malam (30/4/2025) malam sekitar pukul 21.00 WITA saat korban yang merupakan seorang pengendara motor perempuan melintas di Jalan Desa Nyitdah. Saat kejadian, AJ berboncengan tiga, namun hanya AJ yang melakukan aksi tidak senonoh.

“Pelaku berboncengan tiga, tapi yang melakukan pelecehan hanya satu orang, yakni AJ yang duduk di bagian paling belakang. Teman-temannya hanya sebagai saksi,” jelas Taufik.

Beruntung, korban sempat merekam aksi pelaku serta nomor polisi kendaraan yang digunakan. Berdasarkan bukti rekaman dan keterangan korban, polisi melakukan penelusuran hingga berhasil menangkap AJ di Gianyar.

“Motif pelaku melakukan aksi tersebut karena dorongan nafsu setelah melihat body korban,” jelas AKP Taufik.

Atas perbuatannya, AJ kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Ia digiring ke Polres Tabanan untuk menjalani pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut. (ana)