- Advertisement -
Beranda blog Halaman 223

Bawa Sajam dan Tantang Warga di Pemogan, Buruh Proyek Mabuk Diamankan Polisi

buruh proyek berinisial MPK (19) diamankan polisi.
buruh proyek berinisial MPK (19) diamankan polisi.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Aksi nekat seorang buruh proyek berinisial MPK (19) bikin geger warga Pemogan, Denpasar Selatan, Minggu (20/4) dini hari. Dalam kondisi diduga mabuk, pemuda asal Sumba itu mengacungkan dua bilah pisau dan menantang warga di depan sebuah toko PlayStation di Jalan Mekar II.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menjelaskan insiden bermula saat sekelompok pemuda sedang nongkrong dan didatangi oleh dua pria yang hendak membeli bir, salah satunya adalah MPK. Saat itu, MPK mulai bertingkah dan berbicara tak karuan, sehingga salah satu saksi membantunya menuju motornya.

Tak disangka, beberapa saat kemudian MPK kembali seorang diri dan mengaku ingin membeli arak. Bukannya pergi dengan tenang, ia justru mengeluarkan dua senjata tajam dari pinggangnya—sebilah pisau dapur dan sebilah belati—lalu menantang para pemuda yang sedang nongkrong.

“Pelaku bahkan sempat melempar salah satu pisaunya ke arah warga sebelum melarikan diri ke arah utara,” ungkap AKP Sukadi.

Aksi tersebut langsung memicu kepanikan warga dan dilaporkan ke pihak kepolisian. Tim Opsnal Polsek Denpasar Selatan yang dipimpin Kanit Reskrim dan Panit 3 turun tangan melakukan penyisiran. Berkat bantuan masyarakat, MPK berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan dua bilah senjata tajam yang digunakan pelaku. Saat diperiksa, MPK mengakui membawa senjata tajam dan mengaku dalam kondisi mabuk minuman keras.

“Kasus ini masih kami dalami, termasuk kemungkinan pelaku terlibat dalam tindak pidana lainnya,” ujar Sukadi.

MPK kini ditahan di Mapolsek Denpasar Selatan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. (RAN)

Pangdam IX/Udayana Usulkan Bentuk Satgas Kawal SE Gerakan Bali Bersih Sampah

Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, pada Senin (21/4/2025).
Pangdam IX/Udayana, Mayjen TNI Piek Budyakto saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, pada Senin (21/4/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pangdam IX/Udayana yang baru, Mayjen TNI Piek Budyakto, mengusulkan pembentukan satuan tugas (Satgas) khusus untuk mengawal implementasi Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah.

Usulan tersebut disampaikan saat melakukan kunjungan resmi dan bersilaturahmi dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, pada Senin (21/4/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Mayjen TNI Piek Budyakto memperkenalkan diri sebagai Pangdam IX/Udayana menggantikan Mayjen TNI Muhammad Zamroni.

la menyampaikan apresiasinya terhadap berbagai kebijakan progresif yang telah dilaksanakan Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Koster, khususnya terkait penanganan sampah dan pelestarian lingkungan.

Mayjen TNI Piek Budyakto menyatakan dukungannya dan siap berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali, sekaligus menjalin hubungan yang lebih erat antar dua instansi tersebut.

“Kita di Kodam siap mendukung kebijakan Bapak Gubernur seperti pelarangan air minum kemasan di bawah satu liter yang kami anggap sangat penting dan baik sekali untuk mengurangi sampah plastik. Kita di Kodam sendiri sudah tidak menggunakan botol plastik untuk setiap kegiatan kita,” tegas Pangdam Piek Budyakto.

Mantan Dirjen Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan RI ini mengusulkan pembentukan satgas khusus yang melibatkan jajaran pemprov serta Kodam IX Udayana terkait kebijakan tersebut.

Pangdam sendiri mengakui banyak kebijakan yang menarik dan merupakan terobosan baru yang dikeluarkan Gubernur Koster, seperti Kebijakan untuk arak Bali yang mengatur tentang produksi, peredaran, dan konsumsi arak Bali, serta pengakuan sebagai warisan budaya tak benda.

Selain itu, masyarakat Bali dan pemerintah yang selama ini juga dilihatnya sangat kondusif dan guyub. “Terlihat dari kebijakan-kebijakan pemerintah yang berjalan dengan baik di Bali, serta suasana yang selalu rukun dan guyub,” ucapnya.

Pun Kodam IX/Udayana menyatakan kesiapan untuk turut serta berkolaborasi mengamankan event-event nasional dan internasional yang diselenggarakan di Bali agar kegiatan pengamanan yang dilaksanakan dapat berjalan dengan lancar.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster, mengajak TNI khususnya jajaran Kodam IX Udayana untuk terus membangun sinergi dan kolaborasi untuk menyelesaikan sejumlah isu yang ada di Bali seperti masalah sampah dan berbagai masalah lain yang menyangkut kesejahteraan masyarakat.

“Saya yakin dengan TNI akan banyak permasalahan bisa teratasi karena sagat bisa diandalkan dan saya sangat bangga dengan kiprah teman-teman TNI selama ini,” ujar Koster.

Ia mengatakan, dengan sinergitas yang baik sejumlah kebijakan yang telah dikeluarkan Pemerintah Provinsi Bali akan lebih tepat sasaran dan menjangkau lebih banyak masyarakat.

“Saya yakin dengan kebijakan yang tepat dan sinergi bersama berbagai permasalahan di Bali akan lebih cepat terselesaikan,” tukasnya.

Dirinya mencontohkan kebijakan sampah di Bali berfokus pada pengurangan sampah plastik sekali pakai dan peningkatan pengelolaan sampah berbasis sumber melalui berbagai regulasi dan program.

Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 melarang penggunaan plastik sekali pakai seperti kantong plastik, sedotan, dan styrofoam.

Terbaru, Pemerintah Provinsi Bali melarang penggunaan dan penjualan botol plastik sekali pakai, khususnya untuk air minum dalam kemasan (AMDK), dengan ukuran di bawah 1 liter.

Langkah ini bertujuan untuk mengurangi volume sampah plastik dan mendukung gerakan Bali Bersih. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025.

“Saya berharap Kodam IX Udayana melalui personil Babinsa di desa-desa bisa membantu Pemerintah Provinsi untuk memperoleh data masyarakat yang memerlukan rumah layak huni serta desa-desa yang mengalami krisis air, untuk nanti ditindaklanjuti,” ujar Koster. (rls)

Ide Hampers Spesial untuk Hari Raya Galungan, Penuh Makna dan Kebersamaan

Hampers hari raya Galungan dan Kuningan. (Istimewa)
Hampers hari raya Galungan dan Kuningan. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM – Hari Raya Galungan merupakan momen penting bagi umat Hindu di Bali sebagai simbol kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (kejahatan). Selain sembahyang dan perayaan keluarga, berbagi hampers atau bingkisan juga menjadi cara indah untuk menyampaikan rasa syukur, mempererat silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan dengan kerabat, teman, maupun kolega.

Nah, kalau kamu sedang mencari ide hampers yang cocok untuk Galungan, berikut beberapa inspirasi yang bisa kamu pilih:

1. Hampers Kue Tradisional Bali
Kue-kue seperti jaja laklak, jaja batun bedil, klepon, jaja uli, atau jaja bugis bisa menjadi isi hampers yang unik dan khas Bali banget. Tambahkan kemasan cantik dari anyaman bambu atau besek agar lebih berkesan.

2. Hampers Buah dan Banten Mini
Buah-buahan seperti pisang, jeruk, dan salak bisa dijadikan isi hampers yang sehat dan penuh simbol. Tambahkan juga perlengkapan banten mini seperti canang sari, dupa, dan bunga untuk melengkapi nuansa spiritual Galungan.

3. Hampers Produk Lokal Bali
Isi hampers dengan produk UMKM lokal seperti minyak aromaterapi, sabun herbal, garam laut, atau kopi Bali. Selain berkesan, kamu juga turut mendukung usaha lokal.

4. Hampers Perlengkapan Ibadah
Canang, dupa, kwangen, dan wadah kecil untuk banten bisa dijadikan isi hampers fungsional dan penuh makna. Pilihan ini cocok diberikan kepada orang tua atau tetua adat.

5. Hampers Galungan Kekinian
Gabungkan makanan ringan modern, minuman herbal, hingga kartu ucapan custom yang didesain dengan nuansa Bali. Cocok untuk anak muda atau kolega yang menyukai sentuhan tradisional-modern.

6. Hampers Pakaian Adat Mini
Untuk keluarga atau teman dekat, hampers berisi kain kamen, selendang, atau udeng bisa jadi pilihan menarik dan berguna untuk digunakan saat Galungan dan Kuningan.

Tips Membuat Hampers Galungan Menarik:

-Gunakan bahan ramah lingkungan seperti besek bambu, kain tenun, atau tas daur ulang.
Sertakan kartu ucapan personal dengan doa dan harapan baik.

– Padukan unsur tradisional dan estetika modern agar tampil elegan namun tetap bermakna.

Dengan berbagi hampers, kita tidak hanya merayakan Galungan dengan suka cita, tapi juga menyebarkan kebaikan dan kebersamaan. (RAN)

Trik Menyimpan Nasi agar Tetap Pulen dan Tidak Cepat Basi

Ilustrasi nasi pulen. (Istimewa)
Ilustrasi nasi pulen. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM – Nasi merupakan makanan pokok mayoritas masyarakat Indonesia. Namun, menyimpan nasi agar tetap pulen dan tidak cepat basi bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama di iklim tropis yang lembap. Jika disimpan dengan cara yang salah, nasi bisa menjadi keras, berair, bahkan cepat basi dan menimbulkan bau tidak sedap.

Berikut ini beberapa tips praktis untuk menyimpan nasi agar tetap pulen, enak dikonsumsi, dan tahan lebih lama:

1. Biarkan Nasi Dingin Sebelum Disimpan
Setelah nasi matang, sebaiknya jangan langsung menutup rapat atau menyimpannya dalam wadah kedap udara. Biarkan nasi dingin terlebih dahulu agar uap panas keluar dan tidak menciptakan kelembapan berlebih yang dapat mempercepat proses basi.

2. Gunakan Wadah Kedap Udara
Setelah nasi dingin, simpan dalam wadah yang bersih dan kedap udara. Wadah ini membantu menjaga kelembapan nasi, mencegah masuknya bakteri dari luar, serta menjaga tekstur nasi tetap pulen.

3. Simpan di Kulkas
Jika tidak langsung dikonsumsi dalam beberapa jam, sebaiknya simpan nasi di dalam kulkas. Suhu rendah dapat memperlambat pertumbuhan bakteri penyebab nasi cepat basi. Nasi yang disimpan di kulkas bisa bertahan hingga 2–3 hari.

4. Gunakan Kain Bersih atau Tisu Dapur
Untuk penyimpanan dalam suhu ruang, letakkan sehelai kain bersih atau tisu dapur di atas nasi sebelum menutup penanak nasi. Ini membantu menyerap uap air berlebih dan mencegah nasi menjadi lembek atau berair.

5. Hindari Mencampur dengan Sendok Kotor
Selalu gunakan sendok yang bersih dan kering saat mengambil nasi. Sendok yang kotor atau basah dapat membawa bakteri dan mempercepat proses fermentasi yang menyebabkan nasi cepat basi.

6. Pemanasan yang Tepat Sebelum Disantap
Saat ingin menyantap nasi yang disimpan di kulkas, panaskan kembali dengan cara mengukus atau memanaskan di microwave dengan menambahkan sedikit air. Ini akan membantu mengembalikan tekstur nasi agar tetap pulen seperti baru dimasak.

Dengan mengikuti langkah-langkah di atas, nasi tidak hanya tetap pulen, tetapi juga tahan lebih lama dan aman dikonsumsi. Cara penyimpanan yang tepat sangat penting, apalagi bagi yang sering memasak nasi dalam jumlah banyak. (RAN)

Cara Efektif untuk Menyimpan Ikan Asin agar Tetap Awet dan Tidak Berjamur

Ilustrasi ikan asin. (Istimewa)
Ilustrasi ikan asin. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM – Ikan asin merupakan hidangan yang terbuat dari daging ikan yang diawetkan dengan garam dalam jumlah besar. Berikut adalah beberapa tips praktis untuk menyimpan ikan asin dengan benar agar tetap awet dan terhindar dari masalah berjamur.

1. Proses Pembersihan yang Tepat

Langkah pertama yang krusial adalah membersihkan ikan secara menyeluruh dengan air. Pastikan ikan benar-benar kering untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang tidak diinginkan.

2. Penggunaan Wadah yang Tertutup Rapat

Simpanlah ikan asin dalam wadah yang kedap udara, seperti aluminium foil atau wadah plastik kedap udara. Hal ini tidak hanya mencegah ikan asin dari kerusakan fisik akibat serangga dan mikroorganisme, tetapi juga mencegah bau yang tidak diinginkan di lemari es.

3. Tempat Penyimpanan yang Tepat

Pastikan untuk menyimpan ikan asin di tempat yang sejuk dan kering. Lemari es adalah tempat yang ideal, namun pastikan untuk membungkus ikan dengan rapat sebelum menyimpannya di dalamnya.

4. Perlakuan yang Hati-hati

Saat menangani ikan, hindari kontaminasi dengan udara hangat atau makanan lainnya. Perlakukan ikan dengan hati-hati untuk memastikan kesegarannya tetap terjaga.

Dengan mengikuti tips-tips sederhana ini, Anda dapat memperpanjang masa simpan ikan asin dan menikmatinya lebih lama tanpa khawatir akan masalah berjamur atau kerusakan. (RAN)

Kunjungan DTW Tanah Lot Stabil Pasca Lebaran, Pengelola Kini Fokus Persiapan Pujawali

Kunjungan di DTW Tanah Lot, Tabanan.
Kunjungan di DTW Tanah Lot, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Tingkat kunjungan wisatawan ke Daerah Tujuan Wisata (DTW) Tanah Lot, Kecamatan Kediri, Tabanan mulai menunjukkan tren yang stabil setelah masa libur Lebaran. Rata-rata kunjungan harian saat ini tercatat mencapai 4.000 orang.

Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, menjelaskan bahwa kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah yang berpotensi memengaruhi mobilitas masyarakat belum memberikan dampak signifikan terhadap arus wisatawan ke Tanah Lot.

Selain itu, kebijakan pembatasan kegiatan studi tur dari Provinsi Jawa Barat juga belum berdampak besar. “Selama periode Juli hingga Desember 2024, kunjungan dari studi tur asal Jawa Barat hanya mencakup sekitar 1 persen dari total wisatawan domestik. Jadi, untuk saat ini, kebijakan tersebut belum terlihat berdampak langsung,” ujar Sudiana, Senin (21/4/2025).

Saat ini, manajemen DTW Tanah Lot mengalihkan fokus pada persiapan pelaksanaan Pujawali di Pura Luhur Tanah Lot yang akan berlangsung pada 7 hingga 10 Mei 2025. Sebagai salah satu upacara keagamaan penting, pujawali diharapkan berlangsung dengan khidmat dan tertib, dengan tetap menjaga kenyamanan bagi pemedek maupun wisatawan yang hadir.

Dalam rangka mendukung pelaksanaan pujawali, tim operasional telah melakukan sejumlah persiapan, terutama dalam menjaga kebersihan kawasan pura.

“Kami telah memulai pembersihan lumut dan memperkuat tim kebersihan dengan sistem kerja lembur, khususnya menjelang dan selama pelaksanaan pujawali. Hal ini dilakukan agar pemedek merasa nyaman saat melaksanakan persembahyangan,” tambah Sudiana.

Setelah pujawali selesai, pengempon Pura Luhur Tanah Lot akan melanjutkan tahap utama pemugaran pura yang dimulai pada 11 Juni 2025. Pemugaran ini mencakup perbaikan seluruh pelinggih, termasuk pelinggih utama, dan ditargetkan rampung sebelum 3 November 2025.

Hal ini dilakukan untuk menyambut upacara melaspas alit yang akan digelar pada piodalan berikutnya. Diharapkan, tahapan ini dapat memperkuat fungsi sakral pura sekaligus menjaga kelestarian warisan budaya yang ada. (ana)

De Gadjah Center Resmi Berdiri, Warga Terzolimi Bisa Mengadu

Made Muliawan Arya alias De Gadjah.
Made Muliawan Arya alias De Gadjah

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ketua DPD Partai Gerindra Bali Made Muliawan Arya alias De Gadjah meresmikan De Gadjah Center atau Yayasan De Gadjah Bali pada Minggu malam (20/4/2025) di Sekretariat De Gadjah Center, Renon, Denpasar. Peresmian bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-12 Relawan De Gadjah (RDG).

De Gadjah, yang juga sempat mencalonkan diri dalam pemilihan Gubernur Bali 2024 ini, menegaskan, De Gadjah Center bukan hanya markas relawan, melainkan rumah masyarakat. Tempat ini dirancang menjadi wadah penyaluran aspirasi serta ruang pengaduan bagi warga yang merasa terzolimi.

“Sekretariat ini adalah tempat di mana saudara-saudara kita bisa mengadu, bukan hanya relawan tapi siapa pun masyarakat yang punya masalah umum,” kata De Gadjah.

Dalam kesempatan tersebut, De Gadjah juga mengungkapkan rencana peluncuran podcast khusus untuk menampung suara-suara masyarakat kecil. Dalam dua bulan ke depan, podcast tersebut akan dirilis dan dirinya sendiri sebagai host.

“Bukan untuk cari orang viral atau terkenal. Podcast ini menghadirkan masyarakat yang terzolimi. Saya sendiri yang akan jadi host. Bayangkan De Gadjah jadi host, bisa-bisa kalian gagal fokus nonton nanti,” ujarnya.

Walau terbuka untuk umum, De Gadjah mengingatkan, De Gadjah Center tetap menjunjung tinggi etika dan adab. Masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi di tempat ini tetap harus mengikuti aturan dan tata krama yang berlaku. “Ini rumah masyarakat, tapi bukan sembarang masuk. Ada tata krama,” tegasnya.

Dengan hadirnya De Gadjah Center, RDG dan masyarakat Bali kini memiliki tempat pengaduan, edukasi, hingga pengembangan komunitas sosial-politik yang lebih luas. (ana) 

Harga Bahan Pokok di Tiga Pasar Tabanan Berfluktuatif Menjelang Galungan

Penjualan cabai di Pasar Dauh Pala, Tabanan.
Penjualan cabai di Pasar Dauh Pala, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Menjelang Hari Raya Galungan, sejumlah harga bahan pokok di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Tabanan mengalami fluktuasi sejak seminggu terakhir.

Berdasarkan monitoring Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tabanan di tiga pasar tradisional yakni Pasar Kerambitan, Pasar Baturiti, dan Pasar Pasar Dauh Pala, harga komoditi ada yang mengalami kenaikan dan penurunan.

Kadisperindag Kabupaten Tabanan, Ni Made Murjani mengatakan, kenaikan dan penurunan harga bahan komoditi tidak begitu melonjak naik ataupun turun drastis. Bahkan ada juga yang stabil jika dibandingkan dengan hasil monitoring seminggu lalu.

“Sesuai SOP, kami rutin lakukan monitoring setiap hari. Hasil monitoring hari ini di beberapa pasar yang ada di seluruh kecamatan di Tabanan,” ujarnya.

Adapun hasil monitoring, di Pasar Kerambitan dan Pasar Dauh Pala, harga daging babi masih sama dengan seminggu lalu yakni Rp 110.000 per kilogram. Namun di Pasar Baturiti harganya lebih tinggi mencapai harga Rp 120.000 per kilogram. Cabai merah besar masih sama yakni Rp 35.000 per kilogram.

Sedangkan, capai rawit merah mengalami penurunan dari Rp90.000 per kilogram, di pasar Kerambitan menjadi Rp70.000 per kilogram. Begitu juga di Pasar Dauh Pala juga turun mencapai Rp 75.000 per kilogram. Hanya saja di Pasar Baturiti masih sama yakni Rp 90.000 per kilogram.

Lalu, bawang merah seminggu yang lalu mencapai Rp 50.000 per kilogram. Di Pasar Kerambitan dan Dauh Pala harganya sama, tetapi di Pasar Baturiti mencapai Rp 54.000 per kilogram.

Kemudian bawang putih di Pasar Kerambitan dan Baturiti mengalami kenaikan mencapai Rp 2.000 dari harga seminggu yang lalu Rp 40.000 per kilogram. Sementara di Pasar Dauh Pala, harga bawang putih masih stabil.

Sementara untuk ayam potong, di tiga pasar mengalami penurunan. Pada minggu lalu berada di harga Rp 42.000 per kilogram. Di Pasar Kerambitan turun menjadi Rp 38.000 per kilogram. Di Pasar Baturiti Rp 40.000 kilogram, dan di Pasar Dauh Pala menjadi Rp 38.000 per kilogram. (ana) 

Pastikan Aman Dikonsumsi, Distan Tabanan Cek Kesehatan Babi Potong Jelang Galungan

Babi yang telah dipotong di tempat pemotongan hewan di Kabupaten Tabanan. (doc)
Babi yang telah dipotong di tempat pemotongan hewan di Kabupaten Tabanan. (doc)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tabanan melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap babi siap potong untuk kebutuhan Hari Raya Suci Galungan dan Kuningan. Pemeriksaan ini bertujuan memastikan kelayakan dan keamanan daging yang akan dikonsumsi masyarakat saat hari raya.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Distan Tabanan, drh. Gede Eka Parta Ariana, mengungkapkan, pemeriksaan dilakukan oleh tim Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) di seluruh kecamatan dalam dua tahapan, yaitu antemortem (sebelum pemotongan) dan postmortem (setelah pemotongan).

“Pemeriksaan dimulai hari ini, Senin (21/4/2025), dan dilanjutkan besok, Selasa (22/4/2025), bertepatan dengan hari penampahan Galungan. Hari ini dilakukan pemeriksaan antemortem, sedangkan besok postmortem setelah babi dipotong,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pemeriksaan antemortem dilakukan untuk menilai kondisi kesehatan hewan sebelum dipotong. Petugas akan mengecek tanda-tanda penyakit pada babi seperti suhu tubuh, kondisi kulit, serta nafsu makan. “Jika ditemukan gejala yang mencurigakan atau babi dinilai tidak layak konsumsi, maka proses pemotongan akan ditunda,” jelasnya.

Sementara itu, pemeriksaan postmortem dilakukan setelah pemotongan untuk mengevaluasi organ-organ dalam seperti hati, limpa, paru-paru, dan usus. Pemeriksaan ini bertujuan mendeteksi kemungkinan adanya infeksi, cacing, atau virus yang tidak terdeteksi saat pemeriksaan awal.

Eka Parta menyebut, karena keterbatasan sumber daya manusia, pemeriksaan dilakukan oleh petugas Puskeswan di masing-masing kecamatan secara sampling. “Kami tidak bisa menjangkau semua lokasi secara bersamaan, sehingga titik-titik pemeriksaan dipetakan oleh masing-masing Puskeswan,” tambah Eka Parta.

Meskipun demikian, Eka menyebut, kondisi babi potong di Kabupaten Tabanan secara umum cukup baik. “Sampai saat ini tidak ada laporan mengenai ternak yang terjangkit ASF (African Swine Fever). Peternak kita juga sudah semakin cerdas dalam pola pemeliharaan mandiri, sehingga kejadian ternak terjangkit penyakit sangat jarang terjadi,” pungkasnya.

Disamping itu, ketersediaan babi menjelang Galungan dan Kuningan di Tabanan sangat mencukupi. Berdasarkan data, total populasi babi di mencapai 30.538 ekor, dari angka tersebut sebanyak 5.790 ekor babi sudah siap potong. Sedangkan estimasi kebutuhan di masyarakat  atau jauh melebihi estimasi kebutuhan saat galungan dan kuningan ini sebanyak 4.435 ekor. (ana) 

Polresta Denpasar Gulung Puluhan Tersangka Narkotika Dalam 20 Hari

Barang bukti narkotika yang diamankan satresnarkoba Polresta Denpasar dalam kurun waktu 20 hari.
Barang bukti narkotika yang diamankan satresnarkoba Polresta Denpasar dalam kurun waktu 20 hari.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Upaya Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar dalam memberantas peredaran narkotika kembali membuahkan hasil. Selama periode 1–20 April 2025, tim Satresnarkoba berhasil mengungkap 18 kasus narkoba dan mengamankan 20 tersangka dari berbagai lokasi di wilayah hukumnya.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Senin (21/4), Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar, AKP Muhammad Rizky Fernandez mengungkapkan bahwa dari 20 tersangka, 14 di antaranya berperan sebagai pengedar, sementara 6 lainnya adalah pengguna.

“Dari tangan para tersangka kami menyita barang bukti sabu seberat 1.207,53 gram, ganja 596,99 gram, 15 butir ekstasi, dan 34,64 gram tembakau sintetis,” jelas AKP Fernandez.

Barang haram yang diamankan tersebut ditaksir memiliki nilai ekonomi mencapai Rp2,5 miliar, dan berpotensi menyelamatkan lebih dari 10.000 jiwa dari penyalahgunaan narkoba.

Salah satu kasus terbesar adalah penangkapan Daniel Novpamilih (25), seorang residivis asal Denpasar. Ia tertangkap membawa hampir 1 kilogram sabu yang rencananya akan diedarkan dengan sistem tempel. Daniel dijanjikan upah Rp10 juta oleh seseorang berinisial Niko yang kini masih buron.

Penangkapan Daniel bermula dari laporan warga mengenai aktivitas mencurigakan di kawasan Jalan Kebo Iwa Utara, Denpasar Barat. Saat digeledah di kamar kosnya pada Kamis, 10 April 2025, polisi menemukan dua paket besar sabu yang disembunyikan dalam tas kain dan digantung di jemuran.

“Sabu itu ia ambil dari semak-semak di wilayah Sidatapa, Buleleng. Pengakuannya, barang itu milik Niko, bukan miliknya pribadi,” tambah Fernandez.

Daniel kini harus menghadapi jeratan Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun hingga maksimal 20 tahun penjara serta denda antara Rp800 juta hingga Rp8 miliar.

AKP Fernandez menegaskan, pihaknya akan terus menggencarkan operasi dan penyelidikan guna mempersempit ruang gerak peredaran narkoba di Denpasar. (RAN)