- Advertisement -
Beranda blog Halaman 224

Nyambi Jadi Kurir Sabu Hampir 1 Kg, Driver Ojol di Denpasar Ditangkap

Tersangka Daniel dihadirkan saat rilis di Mapolresta Denpasar, Senin (21/4).
Tersangka Daniel dihadirkan saat rilis di Mapolresta Denpasar, Senin (21/4).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR  – Seorang ojek online di Denpasar, Daniel Novpamilih (25), kembali harus berurusan dengan hukum. Bukan karena sengketa penumpang atau kecelakaan, namun karena kedapatan menyimpan sabu seberat hampir satu kilogram di kamar kosnya. Ironisnya, pemuda yang juga residivis kasus narkoba ini tergiur iming-iming upah Rp10 juta untuk menjadi kurir.

Penangkapan Daniel berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai aktivitas mencurigakan di kawasan Jalan Kebo Iwa Utara, Denpasar Barat. Tim dari Satresnarkoba Polresta Denpasar langsung melakukan penggerebekan di kamar kos pelaku. Hasilnya, dua paket besar sabu ditemukan dalam tas kain yang digantung di jemuran.

“Penangkapan dilakukan pada Kamis, 10 April 2025, tanpa perlawanan dari pelaku,” ungkap Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar, AKP Muhammad Rizky Fernandez, dalam konferensi pers pada Senin (21/4).

Dari hasil pemeriksaan, sabu yang ditemukan diketahui berasal dari seseorang berinisial Niko, yang kini masih buron. Daniel mengaku hanya bertugas menjemput dan menyimpan barang haram itu di kos, sambil menunggu perintah lanjutan.

“Daniel mengambil barang di semak-semak wilayah Sidatapa, Buleleng. Semua instruksi diberikan melalui aplikasi pesan instan, termasuk titik koordinat lokasi pengambilan,” jelas AKP Fernandez.

Dalam jaringan ini, Daniel tidak pernah bertemu langsung dengan Niko. Seluruh komunikasi dilakukan secara daring, yang menunjukkan bahwa jaringan ini cukup rapi dan profesional.

Saat ini, pihak kepolisian masih mendalami kasus tersebut dan mengejar keberadaan Niko sebagai pengendali utama. Penangkapan Daniel sendiri menjadi salah satu pengungkapan kasus narkoba terbesar di Denpasar sepanjang triwulan pertama tahun 2025.

Atas perbuatannya, Daniel dijerat dengan Pasal 112 ayat (2) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ia terancam hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun, serta denda antara Rp800 juta hingga Rp8 miliar.

“Ini menjadi peringatan keras bahwa siapa pun yang coba bermain-main dengan narkoba, cepat atau lambat akan kami tangkap,” tegas AKP Fernandez. (RAN)

Jadi Sosok Kartini Masa Kini, Rai Wahyuni Sanjaya Raih Anugerah Puspa Cita

Rai Wahyuni Sanjaya, sosok Kartini Masa Kini menerima penghargaan Kategori Anugerah Puspa Cita yang berlangsung di Studio 1 Menara KompasTV, Jakarta, pada Selasa (15/4/2025).  
Rai Wahyuni Sanjaya, sosok Kartini Masa Kini menerima penghargaan Kategori Anugerah Puspa Cita yang berlangsung di Studio 1 Menara KompasTV, Jakarta, pada Selasa (15/4/2025).  

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Rai Wahyuni Sanjaya, istri Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menerima penghargaan Kategori Anugerah Puspa Cita yang berlangsung di Studio 1 Menara KompasTV, Jakarta, pada Selasa (15/4/2025). Momen ini menjadi kebanggaan tersendiri, tidak hanya bagi beliau secara pribadi, tetapi juga bagi masyarakat Tabanan.

Penghargaan Puspa Cita yang diterima oleh Rai Wahyuni memiliki arti mendalam dalam konteks peran perempuan di tingkat daerah. Penghargaan ini diberikan kepada istri kepala daerah yang berperan aktif sebagai penggerak organisasi perempuan, baik dalam pengendalian laju kelahiran, perlindungan anak, pemberdayaan perempuan, maupun dalam upaya menciptakan inspirasi yang berdampak luas di masyarakat.

Anugerah ini diserahkan langsung Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Arifatul Choiri.

Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April, sebagai bentuk penghormatan terhadap pahlawan perempuan yang telah memperjuangkan hak-hak perempuan di Indonesia.

Melalui ajang ini, semangat perjuangan Kartini terus digaungkan dengan memberikan penghargaan kepada perempuan-perempuan hebat dari seluruh penjuru negeri yang telah memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa. Sekaligus menjadi simbol pengakuan atas peran penting perempuan dalam pembangunan, serta dorongan untuk terus menginspirasi dan memberdayakan sesama.

Sebagaimana disampaikan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Arifatul Choiri, menyampaikan bahwa perempuan merupakan pilar bangsa. “Jika ia baik, maka baiklah negara, dan jika ia rusak, maka hancurlah negara. Oleh karena itu, mari kita bersama-sama memperkuat pilar bangsa melalui pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, demi masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujarnya.

Keberhasilan Bunda Rai dalam meraih penghargaan ini merupakan hasil dari dedikasi dan kerja nyata yang telah dilakukannya selama ini di Tabanan. Ia dikenal sebagai sosok pemimpin perempuan yang penuh empati dan ketegasan dalam memberdayakan perempuan serta menjaga keberlangsungan generasi muda.

Perannya sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Tabanan sangat terasa melalui program-program konkret yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat. Keberhasilannya terbukti dari capaian nyata dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Tabanan, atas capaian tersebut, Bunda Rai juga dinobatkan sebagai duta Orang Tua Hebat di tingkat nasional.

Dengan penghargaan ini, Bunda Rai membuktikan bahwa perempuan tidak hanya bisa mendampingi, tetapi juga mampu memimpin perubahan. “Saya merasa sangat berbahagia dan berbangga sekali, ini merupakan suatu kebanggaan dan penyemangat untuk saya bekerja lebih baik lagi yang saya persembahkan untuk masyarakat Tabanan,” ujar Bunda Rai.

Untuk diketahui, Anugerah Puspa Bangsa merupakan ajang pemberian apresiasi kepada perempuan-perempuan inspiratif dari berbagai penjuru Indonesia. Mereka yang menerima penghargaan dinilai sebagai representasi perempuan tangguh, peduli terhadap lingkungan dan sesama, cerdas, mandiri, serta memiliki dampak positif bagi masyarakat luas.

Ajang ini juga memberikan ruang bagi para perempuan untuk terus berkarya, berdaya, dan menginspirasi sesama, terutama dalam memberdayakan perempuan lainnya.

Tahun ini, KompasTV menghadirkan beragam kategori penghargaan seperti Puspa Bangsa, Puspa Pesona, Puspa Srikandi, Puspa Nawasena, Puspa Satya, Puspa Jelita, Puspa Adhikara, Puspa Ishwari, Puspa Cita, Puspa Adi Daya, dan Puspa Pertiwi.

Masing-masing kategori memiliki karakteristik tersendiri, dan diberikan secara langsung oleh tokoh-tokoh nasional perempuan, termasuk Ibu Puan Maharani selaku Ketua DPR RI, Rosiana Silalahi sebagai Wakil Direktur Utama KompasTV, serta jajaran Menteri perempuan dari Kabinet Merah Putih. (ana)

Kejuaraan Bola Basket Tabanan Hustle 3×3 2025, Bupati Sanjaya Ajak Generasi Muda Bentuk Ruang Publik Kreatif

Kejuaraan Bola Basket Tabanan Hustle 3x3 2025 digelar di Lapangan Basket Dangin Carik, Dajan Peken, Tabanan, Minggu (20/4/2025).
Kejuaraan Bola Basket Tabanan Hustle 3x3 2025 digelar di Lapangan Basket Dangin Carik, Dajan Peken, Tabanan, Minggu (20/4/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kejuaraan Bola Basket Tabanan Hustle 3×3 Tahun 2025 yang digelar di Lapangan Basket Dangin Carik, Dajan Peken, Tabanan, resmi dibuka oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, pada Minggu (20/4/2025).

Kejuaraan yang diinisiasi oleh komunitas kreatif Anak Gaul Tabanan atau AGATA Pride ini mendapat apresiasi penuh sebagai bentuk nyata ruang ekspresi positif bagi generasi muda Tabanan dari Bupati Sanjaya yang saat itu didampingi Wakil Bupati Tabanan, Anggota DPRD Tabanan, Sekda dan Jajaran.

Bupati Sanjaya menegaskan, generasi muda Tabanan saat ini adalah generasi kreatif, aktif, dan tidak bisa lagi dibatasi oleh pola pikir lama.

“Saya akan terus berkomitmen untuk mendukung dan memfasilitasi tumbuhnya ekosistem yang sehat bagi anak-anak muda kita di Tabanan. Salah satunya adalah dengan terus meningkatkan sarana dan prasarana olahraga, termasuk di lapangan alit saputra ini dan seluruh lapangan yang ada di masing-masing kecamatan,” ujarnya.

Dikatakan Sanjaya, fasilitas yang semakin baik ini bukan sekadar infrastruktur, tapi wujud nyata dari perhatian dan harapan kepemimpinan Sanjaya-Dirga agar lapangan ini tidak hanya menjadi tempat bermain, berolahraga tapi juga tempat membangun mimpi melalui jalur olahraga berprestasi.

“Kami ingin melihat lapangan alit saputra hidup, penuh aktivitas, penuh semangat yang pasti menjadi ruang publik yang bisa dinikmati oleh semua kalangan masyarakat luas,” imbuh Sanjaya.

Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga yang semakin baik tersebut bukan hanya sebagai pembangunan infrastruktur fisik, melainkan sebagai bentuk perhatian dan komitmen pemerintah dalam menyediakan ruang publik yang dapat menjadi tempat membangun mimpi dan prestasi.

“Kami ingin lapangan ini hidup, penuh aktivitas, semangat, dan menjadi ruang publik yang inklusif bagi semua kalangan masyarakat,” imbuhnya. Seraya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai pusat kreativitas, kebugaran, dan kebersamaan.

Menutup sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan semangat dan motivasi kepada seluruh peserta turnamen yang terdiri dari 86 tim se-Provinsi Bali. Ia berharap kejuaraan yang telah berlangsung sejak Sabtu (19/4/2025) tersebut berjalan dengan lancar dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Saya yakin, generasi muda Tabanan adalah generasi penuh harapan, yang akan menjadi pilar masa depan gemilang bagi daerah yang kita cintai ini,” pungkasnya. (rls)

Kartini Masa Kini Tak Lagi Diam, Perempuan Didorong Aktif di Segala Sektor

Raden Ajeng Kartini
Raden Ajeng Kartini. (Foto:Wikipedia)

PANTAUBALI.COM – Setiap tahun tepatnya pada 21 April, bangsa Indonesia memperingati Hari Kartini. Peringatan hari nasional ini bertujuan untuk mengenang perjuangan salah satu tokoh perempuan paling berpengaruh dalam sejarah negeri ini yakni Raden Ajeng Kartini.

Lahir di Jepara pada 21 April 1879, Kartini dikenal bukan hanya lewat kutipan legendarisnya “Habis Gelap Terbitlah Terang,” tetapi juga karena pemikirannya yang visioner, keberaniannya menentang batas sosial, dan semangatnya yang tak pernah padam dalam memperjuangkan hak perempuan untuk memperoleh pendidikan dan kesetaraan.

Peringatan Hari Kartini selama ini identik dengan seremoni simbolik seperti anak-anak sekolah mengenakan pakaian adat, lomba memasak, hingga seminar bertema perempuan.

Namun sejatinya, Hari Kartini adalah momen reflektif untuk menelaah kembali siapakah Kartini masa kini? Bagaimana perjuangannya diwujudkan di zaman yang serba digital dan terbuka seperti sekarang?

Kini, perempuan tidak lagi dibatasi oleh sekat-sekat tradisi. Mereka tidak lagi dipingit, dikekang, atau dibatasi akses pendidikannya seperti di masa Kartini hidup. Perempuan masa kini justru didorong untuk aktif di segala sektor kehidupan, mulai dari dunia pendidikan, politik, bisnis, teknologi, hingga peran-peran domestik yang setara dan saling melengkapi.

Menjadi Kartini masa kini berarti terus bergerak melawan bentuk-bentuk diskriminasi baru yang kerap tersembunyi dalam tekanan sosial, stereotip gender, hingga ketimpangan dalam akses kesempatan.

Perjuangan mereka kini bukan lagi melawan penjajahan secara fisik, tetapi melawan batasan-batasan kultural yang masih menghambat kesetaraan gender secara menyeluruh.

Di era digital, suara perempuan semakin terdengar. Media sosial dan platform digital menjadi alat perjuangan baru dari kampanye kesetaraan, edukasi, advokasi, hingga pemberdayaan ekonomi.

Menghormati semangat Kartini bukan hanya dengan mengenang perjuangannya, tetapi juga melanjutkannya dalam konteks zaman kini dengan menjadikan dunia, baik nyata maupun maya, tempat yang aman dan setara bagi semua.

Hari Kartini menjadi pengingat bahwa suara perempuan tak lagi dibungkam. Kartini masa kini adalah mereka yang berani bersuara, aktif berperan, dan terus bergerak membawa perubahan di semua lini kehidupan. (*)

Perkedel Sukun Ayam, Hidangan Unggulan DPC PDIP Badung dalam Lomba Pangan Lokal Nasional

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung dalam ajang Lomba Olahan Pangan Lokal Murah Meriah & Bergizi Tingkat Nasional.
DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung dalam ajang Lomba Olahan Pangan Lokal Murah Meriah & Bergizi Tingkat Nasional.

PANTAU BALI.COM, BADUNG – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung turut ambil bagian dalam ajang Lomba Olahan Pangan Lokal Murah Meriah & Bergizi Tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh DPP PDI Perjuangan.

Dalam lomba yang bertujuan menggali kreativitas resep makanan bergizi, terjangkau, dan ramah keluarga tersebut, DPC Badung menyajikan menu andalan Perkedel Sukun Ayam.

Menu ini dipilih karena berbahan dasar sukun, komoditas lokal yang tumbuh subur di berbagai wilayah Kabupaten Badung. Selain murah dan mudah diperoleh, sukun juga memiliki kandungan gizi yang tinggi dan cocok sebagai makanan pendamping nasi dalam menu harian keluarga.

Kegiatan ini dikoordinir langsung oleh Ibu Putu Yunita Oktarini, Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Badung Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, bersama kader-kader perempuan lainnya.

Mereka berupaya menunjukkan bahwa pangan lokal dapat diolah menjadi menu yang lezat, sehat, dan penuh gizi, terutama bagi anak-anak dan perempuan.

“Lomba ini bukan hanya ajang unjuk kreasi, tetapi juga bentuk nyata komitmen kami dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis potensi lokal,” ujar Ibu Putu Yunita.

Lomba olahan pangan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian dan pengembangan khazanah kuliner Nusantara, termasuk resep-resep favorit Ibu Megawati Soekarnoputri, yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap ketahanan pangan dan pola konsumsi sehat.

DPC PDI Perjuangan Badung berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi perempuan di Kabupaten Badung maupun seluruh Indonesia dalam menciptakan menu-menu sehat dan terjangkau bagi keluarga. (jas)

Jelang Galungan, Disperpa Badung Cek Kelayakan Daging Babi 

Disperpa Badung melakukan pemeriksaan terhadap babi yang akan dipotong menjelang Galungan.
Disperpa Badung melakukan pemeriksaan terhadap babi yang akan dipotong menjelang Galungan.

PANTAU BALI.COM, BADUNG – Menjelang perayaan Hari Raya Galungan, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung mulai melakukan pemeriksaan terhadap babi yang akan dipotong untuk memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat dalam kondisi sehat dan aman.

Kepala Disperpa Badung, I Wayan Wijana menyatakan, pemeriksaan ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap menjelang hari besar keagamaan. Untuk kali ini, pihaknya menurunkan 62 petugas gabungan yang terdiri dari dokter hewan dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami memberikan layanan pemeriksaan hewan potong dan daging konsumsi menjelang Galungan. Petugas kami mulai diterjunkan pada 20 hingga 22 April 2025, dan sudah mulai bertugas sejak pagi tadi,” ungkap Wijana pada Minggu (20/4/2025).

Pemeriksaan dilakukan dalam dua tahap, yaitu antemortem (sebelum pemotongan) dan postmortem (setelah pemotongan). Pada tahap antemortem, petugas mengecek kondisi fisik hewan, seperti mata, hidung, dan berat badan. Setelah pemotongan, pemeriksaan dilanjutkan dengan mengevaluasi organ dalam seperti hati, jantung, dan usus, serta kondisi daging secara keseluruhan.

Wijana, yang sebelumnya menjabat Kabag Organisasi Setda Badung menjelaskan, pemeriksaan dilakukan langsung ke lokasi peternakan dan tempat pemotongan yang telah ditentukan. Ia juga memastikan bahwa pasokan babi menjelang Galungan cukup memadai.

“Berdasarkan data terakhir, populasi babi di Badung mencapai 33.627 ekor, dengan 11.782 ekor di antaranya dalam kondisi siap potong. Sebagai perbandingan, pada Galungan enam bulan lalu, jumlah babi yang dipotong mencapai 2.144 ekor,” jelasnya.

Ia menambahkan, dari hasil pengamatan di lapangan, harga babi hidup di pasaran saat ini berkisar antara Rp52.000 hingga Rp55.000 per kilogram. (jas) 

137 Duktang Terjaring Sidak Kos-kosan di Tabanan

Sidak duktang di salah satu rumah kos di Desa Dauh Peken, Tabanan, Sabtu (19/4/2025) malam.
Sidak duktang di salah satu rumah kos di Desa Dauh Peken, Tabanan, Sabtu (19/4/2025) malam.

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Sebanyak 137 penduduk pendatang (duktang) terdata dalam sidak penertiban yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tabanan di wilayah Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, Sabtu (19/4/2025) malam.

Penertiban menyasar dua rumah kosan yang berada di seputaran Jalan Rajawali dan Jalan Pulau Nias, Banjar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Tabanan I Gede Sukanada mengatakan, kegiatan sidak ini merupakan bagian dari upaya pengawasan dan pengendalian penduduk non permanen yang tinggal di wilayah Kabupaten Tabanan setelah arus balik mudik Lebaran 2025.

Adapun dari dua titik lokasi yang disasar, total ada 137 orang penduduk pendatang yang terdata. Rinciannya sebanyak 83 orang terdata di kawasan kosan Jalan Rajawali dan sementara 54 orang lainnya terdata di kawasan Jalan Pulau Nias.

“Seluruhnya dapat menunjukkan identitas diri, dan tidak ditemukan pelanggaran terkait administrasi kependudukan,” jelasnya, Minggu (20/4/2025).

Hasil sidak ini menunjukkan masih tingginya mobilitas penduduk non permanen ke wilayah Tabanan, khususnya di daerah kos-kosan.

“Penertiban ini akan terus kami lakukan secara berkala untuk memastikan para pendatang mematuhi aturan administrasi dan tidak menimbulkan potensi gangguan ketertiban umum,” imbuhnya.

Kegiatan ini melibatkan personel dari berbagai unsur, yakni Babinsa dan Bhabinkamtibmas Desa Dauh Peken, anggota Linmas, serta empat orang pecalang dari Banjar Adat Manusmerti. Turut hadir pula Kepala Wilayah Banjar Dauh Pala. (ana)

Gubernur Koster Minta Bupati Buleleng Buat Perda Larangan Jual Tanah di Sekitar Turyapada Tower

Turyapada Tower, Bali.
Turyapada Tower, Bali.

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Gubernur Bali Wayan Koster meminta masyarakat yang memiliki tanah di sekitar kawasan Turyapada Tower tidak menjual lahan tersebut. Sebab, kawasan Turyapada Tower yang terletak di Desa Pegayaman Sukasada Buleleng akan menjadi ladang emas yang diburu semua pihak. Jangan sampai krama Bali hanya bisa menjadi penonton di rumah sendiri dan menyesal seumur hidup.

Untuk itu, Wayan Koster meminta Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra menerbitkan peraturan daerah (Perda) agar tak ada pembangunan lainnya di sekitar kawasan Turyapada Tower.

Selain itu, Koster juga meminta untuk mengumpulkan para kepala desa dan bendesa adat mengingatkan warganya tak menjual tanah. Koster memberikan ide brilian agar warga menerapkan konsep kerja sama dengan pihak lain yang ingin menyewa lahan sekitar tower.

“Tak boleh ada bangunan tinggi lainnya di wilayah ini. Bupati segera kumpulkan kepala desa dan bendesa supaya jangan jual lahannya,” tegas Koster ketika launching siaran TV Digital dari Turyapada Tower, Jumat (18/4/2025).

Ia mengatakan akan segera meminta Bupati Buleleng agar menerbitkan Perda yang melarang pembangunan pada radius tertentu. Supaya tetap mempertahankan kawasan hijau sekitar Turyapada Tower.

“Siapa pun yang mau usaha di sini dibuatkan model kerja sama, karena lahan di sini harganya makin tinggi kedepan, jangan sampai lahannya jadi milik orang lain dan kita hanya menjadi penonton di kemudian hari,” kata Koster.

Tower ini akan menjadi kawasan wisata dunia. Karena menjadi satu satunya tower di atas ketinggian perbukitan dengan view yang indah.

“Satu-satunya tower di pegunungan nan hijau, sedangkan tower lain di pusat kota. Dari Turyapada bisa melihat danau Beratan, Tamblingan, Danau Buyan. dan pemandangan pantai indah dari barat ke timur,” ujarnya.

Selain memiliki pemandangan indah dan diapit sejumlah destinasi wisata sekitar, ternyata Turyapada Tower juga memiliki fasilitas pendukung yang luar biasa. Seperti Skywalk, Restoran putar 360 derajat, Planetarium, Jembatan kaca, Museum Keunggulan Kebudayaan Bali.

Rencana kawasan sekitar akan dibangun taman Teknologi, Kawasan hijau yang ramah lingkungan, indah, dan berisi kebun bunga, kebun buah, area bermain anak, glamping, flying fox, UMKM, dan restoran, area parkir, dan Gondola yang akan Bergerak sepanjang 1,4 Km dari area parkir menuju Turyapada Tower. (rls) 

Turyapada Tower Mulai Dioperasikan, Pemprov Bali Siapkan Perda Penertiban Tower Berserakan

Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan pada acara Launching Siaran Televisi Digital dari Turyapada Tower, Jumat (18/4/2025).
Gubernur Bali Wayan Koster saat memberikan sambutan pada acara Launching Siaran Televisi Digital dari Turyapada Tower, Jumat (18/4/2025).

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Gubernur Bali Wayan Koster telah meluncurkan siaran TV digital dari Turyapada Tower pada Jumat (18/4/2025) di Desa Pegayaman Sukasada Buleleng.

Kehadiran menara ini diharapkan menjadi solusi bagi krama Bali Utara yang selama ini kesulitan mengakses siaran TV digital dan jaringan komunikasi.

Dengan jangkauan yang telah mencapai sekitar 90 persen wilayah Buleleng dan sebagian Jembrana, masyarakat di kawasan utara Bali kini bisa menikmati siaran televisi nasional dan lokal secara bertahap hingga total 30 saluran.

“Ini adalah langkah penting untuk pemerataan akses informasi. Turyapada Tower akan jadi pemancar utama bagi seluruh penyiaran digital di Bali,” ujar Koster dalam sambutannya.

Gubernur dua periode ini juga menegaskan, bangunan Turyapada dirancang untuk bertahan hingga 500 tahun, berkat konstruksi baja dan beton yang telah diuji oleh para ahli. Karena itu, ia mengajak seluruh provider komunikasi dan penyiaran untuk memusatkan siaran mereka melalui menara ini.

“Kami ingin tahun ini semua provider bergabung. Dengan begitu, menara-menara pemancar yang berserakan dan mengganggu estetika bisa kami tertibkan dan robohkan,” tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemprov Bali bersama DPRD Bali tengah menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) yang akan menjadi dasar hukum bagi penertiban dan pembongkaran tower-tower lama yang dinilai tidak teratur atau tidak memiliki izin yang sesuai.

Saat ini, Turyapada Tower sudah digunakan oleh sepuluh stasiun televisi, termasuk dari VIVA Group dan MNC Group. Beberapa grup besar lain seperti Metro TV, TVRI, dan Nusantara TV akan segera menyusul. Selama masa uji coba enam bulan, penggunaan fasilitas tower ini diberikan secara gratis, sebelum nantinya diberlakukan sistem sewa.

“Ini tidak hanya meningkatkan kualitas siaran, tapi juga akan menjadi sumber pendapatan baru bagi Pemprov Bali dan Pemkab Buleleng,” imbuh Koster.

Selain fungsi penyiaran, kawasan Turyapada juga dirancang menjadi destinasi wisata baru yang ikonik di Bali Utara. Koster memastikan, pembangunan akses jalan dan fasilitas penunjang akan dimulai pada pertengahan Juni 2025, dengan waktu pengerjaan diperkirakan selama satu tahun.

“Kalau sudah jadi, ini akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan PAD dari sektor pariwisata,” tutupnya. (ana)

Prioritas Pembangunan Bali Lima Tahun ke Depan, Dari Masalah Sampah Hingga Kemacetan

Gubernur Koster saat menyampaikan pidato dalam acara Halal Bi Halal MUI Provinsi Bali di Harris Hotel, Denpasar, Sabtu (19/4/2025).
Gubernur Koster saat menyampaikan pidato dalam acara Halal Bi Halal MUI Provinsi Bali di Harris Hotel, Denpasar, Sabtu (19/4/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster membeberkan sejumlah program prioritas pembangunan Bali lima tahun kedepan di hadapan umat Muslim di Bali.

Hal itu disampaikannya saat menghadiri acara halal bihalal yang bertajuk Silaturahmi dan Kolaborasi Mewujudkan Nangun Sat Kerthi Loka Bali bersama sejumlah tokoh muslim, di Harris Hotel, Sabtu (19/4/2025).

“Kita harus serius menyelesaikan masalah-masalah ini satu per satu. Prioritas kami dalam lima tahun ke depan adalah menangani sampah, kemacetan, bule nakal, dan lainnya,” ujar Koster.

Ia menyampaikan persoalan di Bali merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, ia optimis apabila semua pihak ikut andil menyelesaikan persoalan yang ada. “Bali bukan hanya tempat wisata, tapi juga rumah kita. Kita harus berkomitmen untuk menjadikannya nyaman,”

Menanggapi hal itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bali H. Mahrusun Hadyono menyatakan akan mendukung penuh program prioritas yang dicanangkan Gubernur Koster. “Kita tidak dalam kapasitas mendukung atau tidak mendukung, tapi kalau itu hal yang baik kita pasti ikut berkontribusi dan mendukung,” tegasnya.

Mengenai kebijakan Gubernur Koster mengenai gerakan Bali bersih sampah, Hadyono menegaskan akan membantu memberikan sosialisasi kepada umat Muslim terkait hal itu.

“Kita pasti ikut membantu sosialisasi soal gerakan Bali bersih ini, termasuk program-program lain yang sudah dari pak Gubernur,” pungkasnya. (rls)