- Advertisement -
Beranda blog Halaman 224

Australia Dukung ‘Tourism Levy’, Perkuat Kerja Sama Pariwisata dan Budaya dengan Bali

Konsul Jenderal (Konjen) Australia untuk Bali, Ms. Jo Stevens, saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, Kamis (8/5/2025).
Konsul Jenderal (Konjen) Australia untuk Bali, Ms. Jo Stevens, saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, Kamis (8/5/2025)

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Australia melalui Konsulat Jenderalnya di Bali menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan pengutan wisatawan asing atau Tourism Levy yang diterapkan Pemerintah Provinsi Bali.

Dukungan ini disampaikan langsung oleh Konsul Jenderal (Konjen) Australia untuk Bali, Ms. Jo Stevens, saat bertemu Gubernur Bali Wayan Koster di Jayasabha, Denpasar, Kamis (8/5/2025).

Dalam pertemuan tersebut, Konjen Stevens menyampaikan komitmen Australia untuk terus mempererat hubungan kerja sama dengan Bali, terutama di sektor pariwisata, budaya, dan pendidikan. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara kedua wilayah, mengingat Bali merupakan destinasi favorit warga Australia.

“Sebanyak 1,5 juta warga Australia berkunjung ke Bali pada tahun 2024, dan ini adalah jumlah tertinggi sepanjang sejarah. Bali adalah tempat yang istimewa bagi masyarakat kami,” ujar Stevens.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya mendukung penuh pelaksanaan kebijakan Tourism Levy yang diatur dalam Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 6 Tahun 2023. Australia, kata dia, turut aktif membantu menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada wisatawan Australia.

“Kami bekerja sama dengan Dinas Pariwisata Bali untuk menyosialisasikan Tourism Levy dan memastikan wisatawan Australia mengetahui serta menghormati aturan dan budaya lokal selama berlibur di sini,” jelasnya.

Selain itu, Konjen Stevens menyampaikan bahwa Australia ingin terus menjalin kerja sama jangka panjang dengan Bali, melalui berbagai program pembangunan, penguatan hubungan ekonomi, serta pertukaran di bidang pendidikan dan budaya.

Gubernur Bali Wayan Koster menyambut baik dukungan tersebut. Ia menegaskan bahwa kebijakan Tourism Levy merupakan bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pariwisata Bali yang berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

“Pariwisata Bali harus berkualitas, berbasis budaya, dan mendukung pelestarian lingkungan. Kami ingin wisatawan datang tidak hanya untuk berlibur, tapi juga menghormati nilai-nilai lokal,” kata Koster.

Gubernur juga memaparkan beberapa prioritas pembangunan Bali yang sedang digenjot, antara lain penguatan infrastruktur transportasi untuk mengatasi kemacetan, pengelolaan sampah melalui Gerakan Bali Bersih, serta penegakan hukum terhadap wisatawan asing yang melanggar aturan, termasuk penyalahgunaan visa.

“Kalau ada wisatawan yang menyalahgunakan visa atau melanggar hukum, kami langsung koordinasi dengan Imigrasi untuk dideportasi atau diproses secara hukum,” tegasnya.

Dalam bidang energi, Gubernur Koster juga menyoroti pentingnya kemandirian energi bagi Bali, dengan mendorong penggunaan energi bersih dan terbarukan untuk menunjang sektor pariwisata dan kebutuhan masyarakat.

Sebagai penutup pertemuan, Gubernur Koster menyerahkan cinderamata berupa kain endek khas Bali dan arak tradisional kepada Konjen Jo Stevens sebagai simbol persahabatan dan penghargaan atas eratnya hubungan antara Australia dan Bali. (rls)

Biodata Lengkap Aktor Tampan Maxime Bouttier yang Resmi Menikah dengan Luna Maya

Maxime Bouttier dan Luna Maya sah menjadi suami istri. (Foto:Instagram @bouttier_maxime)Maxime Bouttier dan Luna Maya sah menjadi suami istri. (Foto:Instagram @bouttier_maxime)
Maxime Bouttier dan Luna Maya sah menjadi suami istri. (Foto:Instagram @bouttier_maxime)

PANTAUBALI.COM – Aktor muda tampan Maxime Bouttier akhirnya resmi mempersunting aktris Luna Maya pada 7 Mei 2025 di Bali. Kabar bahagia ini pun langsung menjadi sorotan publik. Tak hanya karena status keduanya sebagai selebritas papan atas, tetapi juga karena kisah cinta mereka yang romantis dan konsisten.

Lantas bagaimana biodata Maxime Bouttier, mulai dari latar belakang, karier, hingga perjalanan cintanya bersama Luna Maya.

Maxime Andre Selam Bouttier lahir di Poitiers, Prancis, pada 22 April 1993. Ia merupakan putra dari Patrice Bouttier, warga negara Prancis, dan Siti Purwanti, wanita asal Bali.

Meskipun lahir di Prancis, Maxime tumbuh dan besar di Indonesia, serta memilih menjadi Warga Negara Indonesia. Ia juga diketahui memeluk agama Islam.

Maxime memiliki seorang adik perempuan bernama Elodie Bouttier dan dikenal memiliki hubungan keluarga yang hangat.

Maxime mengawali karier di dunia hiburan sebagai model di Bali sebelum akhirnya menembus industri sinetron. Debut aktingnya dimulai lewat sinetron Nada Cinta (2011). Sejak itu, namanya terus bersinar dan ia dipercaya membintangi sejumlah film layar lebar populer, seperti Refrain (2013), Meet Me After Sunset (2018), Kuntilanak 2 (2019), Ticket to Paradise (2022), bersama bintang Hollywood Julia Roberts dan George Clooney

Tak hanya akting, Maxime juga mengeksplorasi dunia musik dan penyutradaraan, menjadikannya salah satu artis muda yang serba bisa di industri hiburan Indonesia.

Kisah asmara Maxime dan Luna Maya mulai mencuri perhatian publik sejak pertengahan 2022. Meski terpaut usia 10 tahun, keduanya terlihat serasi dan kerap memamerkan kebersamaan di media sosial.

Setelah menjalani hubungan selama kurang lebih dua tahun, keduanya akhirnya resmi menikah pada 7 Mei 2025. Pernikahan berlangsung  di sebuah vila mewah di Dusun Begawan, Desa Melinggih Kelod, Payangan, Gianyar, Bali pada dan dihadiri oleh keluarga serta kerabat dekat. (ana)

Makna Hari Waisak yang Akan Diperingati 12 Mei Mendatang

Hari raya waisak tahun 2025 akan diperingati pada 12 Mei mendatang.
Hari raya Waisak tahun 2025 akan diperingati pada 12 Mei mendatang.

PANTAUBALI.COM – Menjelang Hari Raya Tri Suci Waisak yang jatuh pada Senin, 12 Mei 2025, umat Buddha di seluruh penjuru Indonesia tengah bersiap menyambut perayaan keagamaan yang sarat makna spiritual. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah, kembali menjadi pusat peringatan Waisak nasional yang digelar sejak awal Mei dan mencapai puncaknya saat bulan purnama.

Waisak merupakan momen sakral bagi umat Buddha karena memperingati tiga peristiwa agung dalam kehidupan Siddharta Gautama: kelahirannya sebagai Pangeran, pencapaian pencerahan sebagai Buddha, dan wafatnya (Parinibbana). Ketiganya dirangkum dalam satu titik penting yang dikenal sebagai Detik-Detik Waisak, momen yang ditunggu-tunggu karena diyakini sebagai waktu paling suci untuk bermeditasi dan merenung.

Tahun ini, Detik-Detik Waisak diperingati tepat pada pukul 23.55.29 WIB, Senin, 12 Mei 2025. Tradisi ini memiliki akar sejarah panjang yang bermula pada era kolonial Belanda. Kala itu, kelompok Theosofi memperkenalkan konsep dari buku The Masters and the Path karya Charles Webster Leadbeater yang menggambarkan kemunculan sosok agung saat bulan purnama—yang kemudian diidentifikasi sebagai manifestasi spiritual Buddha.

Tradisi ini pertama kali digelar secara resmi di Borobudur pada 1953 dan terus berlanjut hingga kini, diwarnai meditasi, keheningan, dan ritual yang diikuti ribuan umat dari dalam dan luar negeri.

Rangkaian perayaan Waisak 2569 BE dimulai sejak 4 Mei dan mencapai klimaks pada 12 Mei. Berikut agenda lengkapnya:

  • 04 Mei 2025: Karya bakti di Taman Makam Pahlawan di seluruh Indonesia.
  • 10–11 Mei 2025: Bakti sosial dan pengobatan gratis di Zona 2 Candi Borobudur.
  • 10 Mei 2025: Pengambilan Api Dharma dari Mrapen dan pensakralan di Candi Mendut.
  • 11 Mei 2025: Pengambilan Air Berkah dari Umbul Jumprit, Temanggung, yang juga disakralkan di Candi Mendut.
  • 12 Mei 2025:

Kirab Waisak dari Candi Mendut ke Borobudur
Pelepasan lampion Waisak
Peringatan Detik-Detik Waisak
Pradaksina (ritual mengelilingi candi sambil bermeditasi)

Mengusung tema nasional “Tingkatkan Pengendalian Diri dan Kebijaksanaan, Wujudkan Perdamaian Dunia”, Waisak 2025 menjadi momentum ajakan bagi umat Buddha untuk memperkuat nilai-nilai luhur ajaran Sang Buddha. Harapan besar pun tersemat agar perayaan ini tidak hanya menjadi ritual tahunan, namun juga mampu memperkokoh semangat hidup rukun dan damai dalam keberagaman. (MAH)

Sederet Minuman Alami untuk Bersihkan Ginjal yang Wajib Dicoba

Air lemon.
Air lemon. (Foto: Freepik.com)

PANTAUBALI.COM – Ginjal merupakan dua organ kecil berbentuk kacang yang terletak di bagian bawah tulang rusuk. Meskipun kecil, ginjal memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan internal tubuh.

Namun, dalam kehidupan modern yang serba cepat, banyak orang mengabaikan kesehatan ginjal. Pola makan tinggi garam, kurangnya asupan air, penggunaan obat-obatan berlebihan, dan konsumsi alkohol dapat membebani ginjal. Untuk itu, peran minuman alami sebagai bagian dari gaya hidup sehat semakin menarik perhatian.

Ginjal bisa mengalami penurunan fungsi akibat akumulasi racun, dehidrasi, atau penyakit kronis seperti diabetes dan hipertensi. Detoksifikasi atau pembersihan ginjal secara alami membantu meningkatkan fungsi filtrasi ginjal, mencegah batu ginjal, mengurangi peradangan dan stres oksidatif dan menjaga keseimbangan elektrolit dan tekanan darah.

Berikut adalah berbagai minuman alami yang dapat membantu proses pembersihan ginjal secara alami dan ilmiah dilansir dari berbagai sumber.

1. Air Lemon

Air lemon mengandung asam sitrat yang berfungsi mengikat kalsium dan mencegah pembentukan batu ginjal. Selain itu, vitamin C dalam lemon bersifat antioksidan dan membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.

Cara konsumsi:

Campurkan air dari setengah lemon ke dalam segelas air hangat dan minum setiap pagi saat perut kosong.

2. Jus Seledri

Seledri mengandung fitokimia seperti flavonoid dan fenol yang mendukung fungsi ginjal. Kandungan air dan mineralnya membantu produksi urin yang cukup untuk mengeluarkan zat sisa metabolisme dari tubuh.

Cara konsumsi:

Blender dua batang seledri dengan 1 gelas air. Minum tanpa gula. Bisa ditambahkan sedikit lemon untuk rasa segar.

3. Air Rebusan Jahe

Jahe mengandung gingerol, senyawa anti-inflamasi dan antioksidan yang sangat kuat. Selain membantu meredakan peradangan ginjal, jahe juga bermanfaat untuk memperlancar sirkulasi darah dan mengurangi tekanan darah.

Cara konsumsi:

Rebus 3–5 irisan jahe segar dalam 2 gelas air selama 10 menit. Tambahkan madu jika diperlukan.

4. Teh Dandelion

Dandelion dikenal sebagai herbal diuretik yang dapat merangsang produksi urin. Teh dari akar atau daun dandelion dapat membantu mempercepat pengeluaran racun dan cairan berlebih dari tubuh.

Cara konsumsi:

Seduh 1 sendok teh akar atau daun dandelion kering dalam air panas selama 10 menit. Saring dan minum 1–2 kali sehari.

5. Jus Semangka

Semangka terdiri dari 92 persen air dan mengandung kalium yang dapat membantu membilas racun dan mencegah terbentuknya batu ginjal jenis kalsium oksalat.

Cara konsumsi:

Blender potongan semangka segar tanpa biji. Minum tanpa gula tambahan sebagai jus harian.

6. Air Putih

Minum cukup air putih adalah cara paling efektif dan murah untuk menjaga ginjal tetap sehat. Hidrasi yang baik mendukung aliran urin yang lancar dan membantu pengeluaran racun secara optimal.

Anjuran konsumsi:

Minimal 8 gelas atau sekitar 2 liter per hari, lebih banyak jika beraktivitas tinggi atau cuaca panas.

Dengan pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, olahraga rutin, dan dukungan dari minuman alami ini, kesehatan ginjal bisa terjaga lebih lama tanpa efek samping bahan kimia.

Tegas! Koster Tolak Premanisme Berkedok Ormas di Bali

Gubernur Bali Wayan Koster.
Gubernur Bali Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Gubernur Bali, Wayan Koster, akhirnya bersuara tegas menyikapi maraknya aksi premanisme yang berlindung di balik nama organisasi kemasyarakatan (ormas). Ia menegaskan bahwa Bali tidak membutuhkan ormas yang bertindak di luar batas dan meresahkan masyarakat, apalagi merusak citra pariwisata daerah.

Pernyataan keras ini disampaikan Koster saat meresmikan Bale Paruman Adhyaksa dan Bale Restorative Justice di Badung, Kamis (8/5/2025). Di hadapan Kepala Kejati Bali, Bupati, dan para tokoh adat, Koster menekankan pentingnya mengembalikan penyelesaian masalah sosial ke akar budaya Bali, yakni melalui lembaga Desa Adat.

“Bentuknya ormas, tapi kelakuannya preman. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Koster. “Badung adalah jantung pariwisata Bali. Kita tak boleh membiarkan ruang publik dicemari oleh perilaku liar yang berkedok organisasi,” lanjutnya.

Gubernur asal Desa Sembiran ini menyambut baik program Kejati Bali yang mengedepankan pendekatan berbasis hukum adat. Menurutnya, kehadiran Bale Paruman Adhyaksa menjadi langkah strategis dalam menekan kriminalitas sosial tanpa harus melalui jalur pengadilan. “Ini bukan sekadar urusan hukum, ini adalah pertaruhan masa depan Bali,” tandasnya.

Koster juga menyinggung pentingnya penguatan sistem keamanan berbasis adat, yakni melalui Sipandu Beradat yang melibatkan peran aktif Pecalang. Menurutnya, jika lembaga adat dan aparatnya kuat, Bali tak memerlukan ormas tambahan yang justru membawa agenda tersembunyi.

Ia mengakhiri pidatonya dengan peringatan yang lugas namun bernas. “Siapa pun yang menyalahgunakan nama organisasi untuk menimbulkan keresahan, akan berhadapan dengan adat dan negara. Jangan anggap remeh kekuatan budaya Bali,” tutupnya.

Senada dengan Gubernur Koster, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ketut Sumedana, menegaskan bahwa Bale Paruman bukan sekadar simbol. Ini merupakan bentuk nyata revitalisasi hukum adat yang telah terbukti menyelesaikan berbagai konflik perdata dan sosial secara damai.

“Untuk kasus pidana tentu ada batasan, tapi konflik internal masyarakat bisa diselesaikan tanpa harus sampai ke meja hijau,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, turut mendukung pendekatan ini. Menurutnya, jika berjalan optimal, sistem ini dapat mencegah pelanggaran hukum sejak dini dan mengurangi angka penghuni lembaga pemasyarakatan. “Ini adalah cermin Bali yang beradab dan matang dalam menyikapi konflik,” kata Adi Arnawa.

Lebih dari sekadar seremoni, penandatanganan prasasti Bale Paruman Adhyaksa menjadi sinyal kuat dari Pemerintah Provinsi dan Kejaksaan Tinggi Bali bahwa Bali bukanlah tempat bagi premanisme berkedok ormas. Dengan memperkuat kearifan lokal, Bali tak hanya menjaga ketertiban, tetapi juga mempertahankan martabat budayanya. (ana)

Pemkab Badung Siapkan Integrasi CCTV dengan Swasta

Ilustrasi CCTV. (foto:Freepik.com)
Ilustrasi CCTV. (foto:Freepik.com)

PANTAU BALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung sedang merencanakan program integrasi Closed Circuit Television (CCTV) yang melibatkan kerja sama antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, dan pihak swasta.

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memperkuat keamanan dan kenyamanan masyarakat, termasuk wisatawan yang berkunjung ke wilayah tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Badung I Gusti Ngurah Jaya Saputra menjelaskan, program integrasi CCTV ini berbeda dari program pengadaan CCTV yang saat ini sedang berjalan.

“Program ini ditujukan untuk menghubungkan CCTV yang sudah terpasang di berbagai akomodasi wisata, terutama yang mengarah ke area publik,” ungkap Jaya Saputra pada Kamis (8/5/2025).

Program kolaboratif ini melibatkan sejumlah perangkat daerah di Pemkab Badung, di antaranya Diskominfo, Dinas Pariwisata, Dinas Perizinan, Satpol PP, Kesbangpol Linmas, serta Bagian Hukum Setda Badung. Sinergi tersebut bertujuan untuk meningkatkan pelayanan dan keamanan secara terpadu di seluruh wilayah Badung.

“Integrasi CCTV bukan satu-satunya langkah, namun menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan, keamanan, dan kenyamanan dengan sistem pengawasan terpadu,” tambahnya.

Inisiatif ini sejalan dengan visi Pemkab Badung dalam mewujudkan pariwisata berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” di bawah kepemimpinan Bupati Badung Wayan Adi Arnawa dan Wakil Bupati Bagus Alit Sucipta.

“Citra pariwisata merupakan elemen vital di Badung. Dengan terciptanya rasa aman dan nyaman, Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata diharapkan terus meningkat,” jelas Jaya Saputra.

Jaya Saputra juga memaparkan konsep integrasi tersebut. Menurutnya, kolaborasi akan melibatkan perangkat CCTV milik swasta, pemerintah kabupaten, dan pemerintah desa yang akan diakses melalui Badung Command Center.

“Teknis pelaksanaannya masih kami bahas. Apakah nanti hanya diberikan akses tayangan langsung atau juga termasuk akses memori dan server, itu masih dalam diskusi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa program ini dikhususkan untuk akomodasi wisata yang memiliki CCTV yang mengarah ke area publik. Ke depan, setiap akomodasi baru yang dibangun diwajibkan memasang CCTV dengan spesifikasi minimal 4 megapiksel.

“Saat ini, kami akan memaksimalkan perangkat yang sudah ada. Namun, untuk pembangunan akomodasi baru, standar minimal CCTV adalah 4 MP,” tambahnya, sembari menyebut bahwa beberapa kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Semarang, dan Jakarta telah mengimplementasikan program serupa. (jas) 

DIPERPA Badung Luncurkan Hasil Survei NTP dan NTUP 2024

Diperpa Badung meluncurkan hasil Survei Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP), Kamis (8/5/2025).
Diperpa Badung meluncurkan hasil Survei Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP), Kamis (8/5/2025).

PANTAU BALI.COM, BADUNG – Dinas Pertanian dan Pangan (Diperpa) Kabupaten Badung secara resmi meluncurkan hasil Survei Nilai Tukar Petani (NTP) dan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) untuk tahun 2024. Acara peluncuran ini berlangsung di Ruang Rapat Kriya Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Kamis (8/5/2025).

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana mengungkapkan, hasil survei menunjukkan NTP Kabupaten Badung pada tahun 2023 tercatat di angka 112, dan meningkat menjadi 117 pada tahun 2024. Peningkatan ini dianggap sebagai indikasi positif terhadap kesejahteraan petani di wilayah tersebut.

“Kenaikan ini merupakan hasil dari berbagai program dan kebijakan strategis yang dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Badung, terutama melalui arahan Bupati Badung yang berfokus pada penurunan biaya produksi sekaligus peningkatan pendapatan petani,” jelas Wijana.

Wijana juga menekankan pentingnya NTP sebagai indikator kesejahteraan petani. NTP mencerminkan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dari hasil produksi pertanian dengan indeks harga yang mereka bayarkan untuk kebutuhan produksi dan konsumsi. “Jika NTP berada di atas angka 100, itu berarti petani memperoleh keuntungan,” tambahnya.

Survei NTP dan NTUP dilaksanakan setiap bulan sepanjang tahun dengan cakupan subsektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Data yang dikumpulkan digunakan untuk menyusun analisis menyeluruh mengenai kesejahteraan petani di Badung. Selain NTP, survei tersebut juga menghasilkan data NTUP yang menggambarkan tingkat kelayakan usaha pertanian secara umum.

Wijana menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan program yang dapat meringankan beban petani dan mendorong peningkatan nilai NTP dan NTUP di masa depan. “Kami berharap peningkatan NTP dan NTUP ini dapat terus berlanjut sehingga budaya agraris yang menjadi identitas masyarakat Badung tetap terjaga,” tutupnya.

Acara peluncuran tersebut turut dihadiri oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Badung Komang Bagus Pawastra, perwakilan BPS Provinsi Bali, sejumlah pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemkab Badung, Ketua Majelis Madya Subak Kabupaten Badung, Ketua Majelis Alit Subak se-Kabupaten Badung, serta para undangan lainnya. (jas) 

Setahun Lebih Jembatan Penghubung Desa Gadungsari-Pesagi Tabanan Jebol, Warga Urug dengan Serabut Kelapa

Tangkapan Layar - Jembatan penghubung Desa Gadungsari dengan Desa Pesagi, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan mengalami kerusakan parah. (foto:DK6060BRO)
Tangkapan Layar - Jembatan penghubung Desa Gadungsari dengan Desa Pesagi, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan mengalami kerusakan parah. (foto:DK6060BRO)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jembatan penghubung Desa Gadungsari dengan Desa Pesagi, Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan mengalami kerusakan parah. Jembatan yang juga menghubungkan tiga kecamatan tersebut sudah rusak sejak awal 2024 lalu.

Warga sekitar pun memperbaiki jembatan tersebut dengan membuat urugan dari sabut kelapa, sebab jembatan tersebut menjadi akses perekonomian mereka.

Bahkan kondisi jembatan itu sempat terekam dalam video seorang bloqger otomotif saat melakukan test ride sepeda motor di jalur ekstrem wilayah tersebut. Akun blogger @DK6060Bro membagikan video tersebut di media sosialnya, memperlihatkan kondisi jembatan yang ambruk dan hanya ditutupi sabut kelapa.

Terkait hal itu, Perbekel Desa Gadungsari, I Wayan Sindreg membenarkan jika kondisi jembatan penghubung Desa Gadungsari-DesaPesagi dengan panjang 12 meter tersebut sudah rusak sejak satu tahun lebih.

Karena kondisi itu, warga berinisiatif menimbun bagian yang rusak menggunakan tanah dan batu. Namun upaya tersebut dibatalkan karena Sungai Yeh Ngigih kerap banjir saat musim hujan dan dikhawatirkan akan mengikis timbunan tersebut.

“Jadi ada salah satu pengusaha kelapa di desa menyumbang serabut kelapa untuk mengurug sisi yang jebol,” ujarnya dikonfirmasi Kamis (8/5/2025).

Ia mengaku, kondisi jembatan yang rusak ini berdampak langsung pada perputaran ekonomi warga, terutama dalam distribusi hasil bumi seperti kelapa dan gabah. Banyak produsen memilih tidak melintasi jembatan karena khawatir jembatan tidak sanggup menahan beban berat.

Akibatnya, kendaraan angkut terpaksa memutar ke jalur selatan yang memakan waktu cukup lama. “Kalau roda dua masih memungkinkan untuk dilewati,” tambahnya.

Pihak desa sudah melaporkan kondisi ini kepada Dinas PUPR Kabupaten Tabanan sejak awal kejadian. Ia menyebut petugas dari dinas terkait telah melakukan peninjauan ke lokasi.

“Namun katanya baru bisa diperbaiki di anggaran perubahan tahun 2025 ini. Saya berharap segera diatensi karena ini sifatnya emergency agar perputaran ekonomi warga tidak terganggu,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPRPKP dan Perkim Kabupaten Tabanan, Made Dedy Darmasaputra mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan perencanaan teknis untuk perbaikan jembatan tersebut.

“Kami sedang siapkan perencanaan detailnya. Untuk saat ini sudah kami usulkan pendanaan di tahun 2026, mengingat pengerjaannya perlu dilakukan secara menyeluruh. Kebutuhannya berkisar Rp8 miliar untuk perbaikan jembatan,” jelasnya. (ana) 

Narapidana Lapas Dibekali Pelatihan Mental dan Keterampilan

Kegiatan capacity building untuk narapidana lapas Tabanan, Rabu (7/5/2025).
Kegiatan capacity building untuk narapidana lapas Tabanan, Rabu (7/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN– Narapidana yang sedang berada di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) tidak hanya menjalani masa tahanan. Mereka juga dibekali dengan berbagai pelatihan agar setelah keluar dari lapas bisa memiliki keahlian kerja.

Selain itu, dalam upaya membangun dan membentuk watak serta karakter mereka, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB bekerja sama dengan Yayasan Bangsa-Bangsa Sejahtera (YBBS) memberikan kegiatan capacity building, Rabu (7/5/2025). Dengan kegiatan ini, diharapkan Narapidana menjadi lebih mengetahui setiap potensi yang dimiliki.

Capacity building ini dilaksanakan dalam rangka membentuk Narapidana menjadi insan yang disiplin dan berjiwa besar, di mana hal yang mereka alami pada saat ini bukanlah merupakan sebuah kebetulan.

Pelatihan dan pengembangan keterampilan merupakan salah satu aspek penting dalam capacity building yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan individu dalam mencapai tujuan tertentu.

Kepala Lapas (Kalapas) Tabanan, Prawira Hadiwidjojo, menjelaskan Lapas sebagai lembaga pembinaan wajib menyelenggarakan kegiatan yang bertujuan untuk membekali setiap Narapidana dengan berbagai macam skill maupun keterampilan, sehingga pada saat bebas dari Lapas, para narapidana tersebut tidak terjerumus kembali ke dalam tindak pidana.

“Melalui capacity building ini, kami berharap setiap Warga Binaan dapat mengetahui lebih baik tentang potensi yang mereka miliki dan tidak terus menyalahkan diri atas apa yang telah terjadi di masa lalu. Dengan membentuk watak dan karakter mereka menjadi lebih tangguh melalui pelatihan ini, ke depannya mereka mempunyai kemampuan dan kemauan untuk mengubah jalan hidup,” jelasnya.

Pihaknya berharap para narapidana dapat memanfaatkan setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Lapas sehingga mereka mempunyai bekal ketika bebas.

“Gunakan waktu teman-teman di sini untuk introspeksi dan memperbaiki diri. Jangan berlarut-larut dalam penyesalan, tetapi jadikan itu sebagai pembelajaran sehingga tidak terulang kembali di masa depan,” imbuh Prawira.

Made, salah satu narapidana selaku peserta mengatakan banyak hal yang dipelajarinya dengan mengikuti kegiatan capacity building ini. Ia mengaku menjadi lebih paham tentang sesuatu yang tengah dialaminya saat ini.

“Sebelumnya saya selalu menyalahkan keadaan serta nasib dengan apa yang terjadi pada diri saya. Namun setelah mengikuti kegiatan ini, saya menjadi lebih damai dan menerima kenyataan bahwa ini memang jalan yang harus saya hadapi,” ucap Made. (ana)

Mulai Tahun Ajaran 2025/2026, Koding AI Masuk Mapel Pilihan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti.

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyampaikan bahwa mulai tahun ajaran 2025/2026, mata pelajaran Koding-AI akan menjadi salah satu mata pelajaran pilihan bagi siswa. Dalam rangka menyukseskan program ini, kementerian telah menjalin kerja sama dengan sejumlah mitra strategis, termasuk Google.

Mu’ti mengakui bahwa kecerdasan buatan (AI) merupakan pendekatan yang menarik dalam proses pembelajaran. Menurutnya, teknologi ini mampu menyajikan informasi secara cepat dan lebih mudah diakses oleh siswa dibandingkan dengan membaca buku konvensional.

“Kelebihan AI adalah bisa memberikan layanan pendidikan yang cepat karena akselerasi, akses itu bisa diperoleh murid dibanding dengan dia membaca buku,” ujar Mu’ti dalam acara peluncuran Gemini Akademi dan Gerakan Edukreator di Gedung A Kemendikdasmen, Jakarta, Rabu (7/5/2025).

Meski begitu, Mu’ti menegaskan bahwa penting bagi siswa untuk tidak melupakan pentingnya membaca buku. Ia menilai, program Koding-AI harus sejalan dengan upaya memperkuat kemampuan literasi dan numerasi peserta didik.

“Program ini perlu diselaraskan dengan dorongan kepada siswa untuk tetap membaca, baik itu buku teks fisik maupun materi digital atau permainan edukatif yang mengaitkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari,” tambahnya, yang juga merupakan tokoh dari PP Muhammadiyah.

Namun, Mu’ti juga mengingatkan akan dua kelemahan penggunaan AI di ruang kelas. Pertama, informasi yang dihasilkan oleh AI tidak selalu akurat. Oleh karena itu, pendampingan dari guru sangat diperlukan agar materi yang diterima siswa tetap sesuai dengan kurikulum.

“Kehadiran guru tetap penting, karena mereka yang memahami isi pelajaran dengan baik,” jelasnya.

Kedua, penggunaan AI yang berlebihan berpotensi menurunkan minat baca siswa. Maka dari itu, ia menegaskan pentingnya tetap mendorong kegiatan belajar konvensional, seperti membaca buku dan interaksi langsung, agar proses belajar tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi dan perangkat digital. (ana)