- Advertisement -
Beranda blog Halaman 222

Pasca Banyak Kejadian Ulah Pati, Tukad Bangkung akan Dipasang Pagar Pengaman

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat rapat koordinasi terkait dengan Penataan Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Petang di Rumah Jabatan Bupati Badung, Minggu (6/4).
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat rapat koordinasi terkait dengan Penataan Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Petang di Rumah Jabatan Bupati Badung, Minggu (6/4).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung mengambil langkah serius dalam menanggapi serangkaian kejadian ulah pati (bunuh diri) yang terjadi di Jembatan Tukad Bangkung, Desa Pelaga, Kecamatan Petang.

Selain rencana pemasangan CCTV di sekitar jembatan, terbaru Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melaksanakan rapat koordinasi pada Minggu (6/4/2025) bertempat di Rumah Jabatan Bupati Badung untuk membahas rencana penataan dan pengamanan di sekitar jembatan tersebut.

Bupati Adi Arnawa mengatakan, penataan area Jembatan Tukad Bangkung sejati merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi (PemProv) Bali. Namun, Pemerintah Kabupaten Badung tidak menutup kemungkinan untuk membantu Pemprov Bali dalam penataan area tersebut.

“Setelah kami melaksanakan upacara pecaruan terkait dengan kejadian bunuh diri, namun kembali lagi terjadi hal seperti itu. Saya memandang kita (Pemkab Badung) perlu melakukan langkah-langkah untuk mencegah kejadian tersebut terulang,” ujarnya

“Plt. Kadis PUPR Badung sudah berkoordinasi secara lisan dengan Kadis PUPR Provinsi Bali dan Kadis PUPR Provinsi juga sudah membuat kajian terhadap apa yang kita lakukan di Tukad Bangkung. Pemkab Badung siap untuk membantu pembiayaan untuk pembangunan railing (pagar pengaman) disana,” jelas Adi Arnawa.

Ia juga mengklarifikasi berita yang beredar terkait dengan pemasangan CCTV dengan anggaran Rp 34 miliar di Tukad Bangkung.

Sementara itu, Plt. Kadis PUPR Kabupaten Badung I Nyoman Karyasa menerangkan, selain di Jembatan Tukad Bangkung, pemasangan railing akan dilakukan di seluruh jembatan yang ada di Kabupaten Badung.

“Selanjutnya kami akan berkoordinasi secara tertulis atau bersurat ke Dinas PUPR Provinsi Bali terkait dengan tindak lanjut dari penyesuaian railing jembatan tersebut,” tegasnya. (ana)

Jasad Mengambang di Selat Bali Ternyata Nelayan yang Hilang Dua Pekan Lalu di Perancak

Evakuasi mayat di sekitar perairan belakang Pasar Gilimanuk, Perairan Selat Bali, Kecamatan Melaya, Jembrana, Sabtu (5/4/2025).
Evakuasi mayat di sekitar perairan belakang Pasar Gilimanuk, Perairan Selat Bali, Kecamatan Melaya, Jembrana, Sabtu (5/4/2025).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Misteri penemuan jasad mengambang di perairan belakang Pasar Gilimanuk, Selat Bali, Kecamatan Melaya, Jembrana, akhirnya terungkap.

Jasad tersebut diketahui merupakan Komang Amo alias Komang Suma Merta (38), warga Desa Tegal Badeng Barat, Kecamatan Negara, Jembrana, yang dilaporkan hilang terseret arus saat mengantar tiga orang pemancing di perairan Perancak pada Sabtu (22/3/2025).

Mayat tanpa identitas itu ditemukan dalam kondisi tertelungkup dan sudah membusuk di antara sampah-sampah pada Sabtu pagi (5/4/2025).

Identitas korban dipastikan oleh istrinya, Ketut Sumardiasih, yang mengenali ciri-ciri fisik suaminya saat jasad diperiksa di kamar jenazah RSUD Negara.

Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, membenarkan hal tersebut. Ia menjelaskan, istri korban mengenali beberapa ciri khas pada tubuh suaminya, termasuk gelang Tridatu berwarna merah, hitam, putih, dan kuning di pergelangan tangan kanan yang dipasangkan seminggu sebelum kejadian.

“Selain gelang Tridatu, terdapat juga dua gelang karet berwarna hitam di pergelangan tangan kiri serta celana dalam yang dikenali oleh istrinya,” ujar AKBP Endang.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. “Sudah diserahkan ke keluarga,” pungkas AKBP Endang. (ana) 

Jukung Terbalik Dihantam Ombak di Perairan Tanjung Benoa, Pengemudi Ditemukan Tewas

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang pengemudi jukung (perahu) bernama Raja (61) ditemukan meninggal dunia setelah perahu yang dikemudikannya terbalik akibat dihantam ombak besar di Perairan Tanjung Benoa, Kuta Selatan, Badung. Korban ditemukan pada Minggu (6/4/2025) pagi, setelah sehari dinyatakan hilang.

Kapten KN SAR Arjuna 229 selaku koordinator pencarian mengatakan, korban ditemukan oleh nelayan setempat sekitar pukul 09.25 WITA.

“Kami menerima informasi dari Bapak Narke dari KSOP Pelabuhan Benoa bahwa korban telah ditemukan oleh nelayan setempat,” ujarnya.

Jasad Raja ditemukan sekitar 0,3 mil laut arah selatan dari lokasi kejadian awal. Setelah dievakuasi ke darat, jasadnya langsung dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans milik Desa Adat Tanjung Benoa. Korban diketahui tinggal di Jalan Lumba-Lumba, Tanjung Benoa.

Sebelumnya, Raja mengantar dua wisatawan asing dan satu instruktur diving menggunakan jukung untuk melakukan aktivitas menyelam di perairan timur Tanjung Benoa pada Sabtu (5/4/2025). Mereka berangkat sekitar pukul 12.30 Wita.

Namun usai kegiatan diving, jukung yang mereka tumpangi dihantam ombak besar hingga terbalik sekitar pukul 14.00 Wita. Tiga penumpang berhasil selamat, sementara Raja dinyatakan hilang.

Kejadian itu lantas dilaporkan ke pihak berwajib. Namun pencarian baru bisa dilakukan oleh tim SAR Gabungan keesokan harinya atau pada Minggu pagi.

“Kami tidak bisa melakukan pencarian malam itu karena kondisi tidak memungkinkan dan terlalu berisiko. Pencarian baru kami lanjutkan pada pagi harinya,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya.

Tim SAR gabungan memulai pencarian pada Minggu pagi dengan mengerahkan Rigid Inflatable Boat (RIB) pukul 07.50 Wita. Lima personel dikerahkan untuk menyisir area sekitar lokasi kejadian hingga akhirnya korban ditemukan. (ana) 

Gubernur Koster Janji Tuntaskan Infrastruktur Jalan hingga Sports Center di Buleleng

Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Malam Apresiasi Seni dan Pameran UMKM di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno, Kota Singaraja Buleleng, Sabtu (5/4/2025).
Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Malam Apresiasi Seni dan Pameran UMKM di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno, Kota Singaraja Buleleng, Sabtu (5/4/2025).

PANTAUBALI.COM, BULELENG – Gubernur Bali Wayan Koster bersama Ny. Putri Suastini Koster, menghadiri perayaan HUT Ke – 421 Kota Singaraja sekaligus membuka Malam Apresiasi Seni dan Pameran UMKM di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Bung Karno, Kota Singaraja Buleleng, Sabtu (5/4/2025).

Di hadapan ribuan warga Buleleng, Koster berkomitmen akan menuntaskan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Buleleng.

Seperti kelanjutan Pembangunan Jalan Shortcut Singaraja-Mengwitani; Pembangunan Turyapada Tower tahap II, Pembangunan Pelabuhan Terpadu Sangsit;  Pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Buleleng, mewujudkan sport centre serta infrastruktur dan fasilitas publik lainnya.

Pembangunan infrastruktur di Buleleng dengan visi pembangunan Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru 100 tahun akan terus berlanjut dalam kepemimpinannya selama lima tahun, dari periode 2025-2030.

Pemerintah Provinsi Bali, kata Gubernur Koster akan siap menghibahkan tanah kepada Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk mewujudkan fasilitas  sport center.

Wayan Koster yang didampingi Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, menyampaikan untuk pembangunan Jalan Shortcut Singaraja-Mengwitani akan terus berlanjut ke titik 9 – 10, sampai tahun 2026.

Kemudian berlanjut lagi ke titik 11 – 12 di wilayah Bangkiang Sidem sampai Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada. Kehadiran infrastruktur ini bertujuan memperlancar akses transportasi masyarakat, dari Buleleng ke Denpasar, begitu juga sebaliknya dari Denpasar ke Buleleng.

“Astungkara berjalan sukses dan selesai sesuai target, sekarang pembangunan shorcut titik 9 – 10 dalam proses tender,” jelas Gubernur Wayan Koster.

Kemudian untuk pembangunan Turyapada Tower pada tahap 1 dikatakan Koster telah  selesai, dan tahun ini akan berlanjut ke pembangunan tahap II terkait kawasannya serta ditargetkan selesai pada tahun 2026.

Sehingga Buleleng akan mempunyai objek wisata berkelas dunia dan tidak kalah hebat dengan Toronto Tower, Menara Eiffel, Tokyo Tower, dan Macau Tower.

“Turyapada Tower adalah salah satu tower ikonik terindah di Indonesia yang ada di Buleleng, Bali. Ini akan jadi objek wisata dunia dan pusat pertumbuhan ekonomi Buleleng, serta dapat meningkatkan pendapatan untuk Pemerintah Kabupaten Buleleng,” kata Gubernur Bali jebolan ITB ini.

Dijelaskan, untuk pembangunan Pelabuhan Terpadu Sangsit di Desa Sangsit, Kecamatan Sawan akan dimulai persiapannya tahun 2026 nanti. Tujuan pelabuhan ini selain untuk obyek wisata baru, juga dapat difungsikan sebagai pelabuhan logistik dan cruise.

Peningkatan infrastruktur jalan di wilayah Buleleng, lanjut  Gubernur Koster, akan didukung penuh selama 5 tahun kepemimpinan. Agar krama Bali dan wisatawan bisa nyaman menjalankan aktivitas di Buleleng.

Harapan krama Buleleng agar segera terwujud Sports center di era kepemimpinan Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra dan Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna, segera terwujud.

Gubernur Koster akan menghibahkan lahan seluas 5,6 hektar kepada Pemkab Buleleng untuk dimanfaatkan sebagai lokasi sports center.

“Jadi Saya akan hibahkan tanah (Lumbanan Sukasada) tersebut seluas 5,6 hektar ke Pemkab Buleleng, sesuai permohonan Bupati Buleleng untuk mendukung terwujudnya sport centre di Buleleng,” pungkas Koster. (rls)

Rakor Kesiapan Ida Bhatara Turun Kabeh dan Kenyamanan Pamedek di Pura Besakih

Rakor kesiapan karya agung Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Besakih pada Sabtu (12/4/2025) mendatang.
Rakor kesiapan karya agung Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Besakih pada Sabtu (12/4/2025) mendatang.

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Gubernur Bali Wayan Koster bersama jajaran terkait melaksanakan rapat koordinasi (rakor) di Gedung Audio Visual Wyata Graha, Besakih, Karangasem, Sabtu (5/4/2025).

Rakor ini dilakukan untuk memastikan kesiapan maksimal semua elemen terkait demi kelancaran karya agung Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Besakih pada Sabtu (12/4/2025) mendatang.

Koster menyebut, rakor ini dilakukan untuk memastikan segala pendukung kelancaran pelaksanaan IBTK telah siap maksimal. Mulai dari upakara dan upacara, rekayasa lalu lintas, pelayanan kesehatan, konektivitas jaringan seluler, keamanan, hingga fasilitas yang ada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih.

“Saya ingin alur lalu lintas yang dari dan menuju Besakih itu lancar saat pelaksanaan Karya. Sampai di Besakih, dia (pamedek) juga nyaman,” ujar Koster.

Gubernur Bali dua periode ini mengatakan, sudah banyak yang krama Bali dapat dari hasil memohon di Pura Besakih, sudah banyak kebahagiaan dan kesejahteraan untuk masyarakat Bali.

“Jadi Kita ini sudah berutang banyak dengan Ida Bhatara yang ada disini. Karena itu, Kita punya tekad untuk Ngayah, yang mungkin tidak ada artinya dengan yang Kita dapat,” ungkapnya.

Gubernur asal Desa Sembiran, Tejakula, Buleleng ini mengajak semua pihak untuk ikut menyukseskan pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh Pura Agung Besakih.

Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 8 Tahun 2025 tentang Tatanan bagi Pamedek/Pengunjung saat Memasuki dan Berada di Kawasan Suci Pura Agung Besakih selama Pelaksanaan Karya Ida Bhatara Turun Kabeh, diharapkan dijalankan dengan baik.

“Setiap tahun Kita evaluasi, apanya yang kurang, Kita perbaiki. Tugas Pemerintah adalah memfasilitasi agar pelaksanaan IBTK ini berjalan lancar dan sukses,” imbuhnya.

Menurut Koster, keagungan dan kesucian Pura Agung Besakih harus dilindungi, dirawat, dan dikelola dengan penuh hormat. Sehubungan dengan itu, pada periode pertama kepemimpinan sebagai Gubernur, Pemprov Bali telah membangun Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan Pamedek/Pengunjung dalam melaksanakan persembahyangan.

Gubernur Koster juga mengisahkan, Pura Agung Besakih yang terletak di lereng Gunung Agung, merupakan tempat pemujaan utama, Pura Kahyangan Jagat terpenting dan tertinggi di Bali.

Sejumlah teks susastra Bali, baik yang tersurat dalam lontar maupun prasasti tembaga atau kayu, menyebut Gunung Agung dengan nama Tolangkir, yang berarti “Dia Yang Mahatinggi, Mahamulia, sekaligus Mahaagung”. Pura Agung Besakih disebut sebagai “Huluning Bali Raja”, hulu Kerajaan Bali,sekaligus juga “Madyaning Bhuwana”, pusat dunia.

Karena itu, Besakih pada masa kerajaan Bali Kuno dikategorikan sebagai kawasan Hila-Hila Hulundang Ing Basukih, yang berarti kawasan suci tempat memohon kerahayuan hidup (Basuki) di hulu Bali, yang dilarang, dipantangkan (Hila-Hila) untuk dilalui atau dimasuki secara sembarangan oleh siapa pun. (rls) 

Pria NTT Hilang di Labuan Sait Ditemukan Meninggal

Evakuasi jasad Robinson Kaka (39) di Pantai Labuan Sait pada Sabtu (5/4/2025).
Evakuasi jasad Robinson Kaka (39) di Pantai Labuan Sait pada Sabtu (5/4/2025).

PANTAUBALI.COM,BADUNG – Robinson Kaka (39), pria asal Desa Langga Ero, Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT akhirnya ditemukan oleh tim SAR Gabungan dalam keadaan meninggal dunia oleh Tim SAR Gabungan pada Sabtu (5/4/2025) sekitar pukul 11.50 WITA.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar I Nyoman Sidakarya mengatakan, korban ditemukan sekitar 100 meter arah barat daya dari Pantai Labuan Sait.

“lya benar, korban telah ditemukan tadi oleh Tim SAR Gabungan. Selanjutnya korban dievakuasi menuju pantai padang – padang,” ujarnya.

Sebelumnya upaya pencarian telah dilakukan oleh Tim SAR Gabungan dengan mengerahkan satu unit Rubber Boat Basarnas dan satu unit jetski Balawista Kuta Selatan.

Upaya pencarian sebelumnya difokuskan pada area lokasi yang dicurigai sebagai titik lokasi hilangnya korban. Penyisiran dengan rubber boat dan jetski juga mengikuti arah arus saat ini.

“Korban selanjutnya dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Prof. Ngoerah Denpasar dengan menggunakan ambulance Balawista,” pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Robinson Kaka dilaporkan hilang saat menembak ikan di Pantai Labuan Sait, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, pada Jumat (4/4/2025) sekitar pukul 20.30 WITA.

Korban berburu ikan bersama tujuh orang rekannya, tetapi hanya empat yang berburu ikan sedangkan empat lainnya menunggu di tepi pantai.

Saat kejadian, kondisi pantai dalam kondisi surut, korban merupakan orang terakhir yang berburu ikan, tiga orang sebelumnya telah kembali ke bibir pantai. Korban diperkirakan menyelam di kedalaman tujuh meter.

Namun naas, setelah ditunggu korban belum tampak di permukaan air. Akhirnya rekan korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait. (ana)

Polisi Temukan Banyak Tagihan Pinjol di Ponsel Perempuan yang Ulah Pati di Jembatan Bangkung

Gadis asal Buleleng yang ulah pati di jembatan Tukad Bangkung dievakuasi. (Istimewa)
Gadis asal Buleleng yang ulah pati di jembatan Tukad Bangkung dievakuasi. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Motif bunuh diri (ulah pati) yang dilakukan oleh perempuan berinisial Ni Kadek MS (21) di Jembatan Tukad Bangkung masih menjadi tanda tanya.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk menguak apa yang sebenarnya menjadi alasan perempuan asal Kubutambahan, Buleleng tersebut nekat mengakhiri hidupnya secara tragis.

Hasil pemeriksaan terbaru dari aparat kepolisian ditemukan adanya beberapa notifikasi tagihan pinjaman online (pinjol) di ponsel milik Ni Kadek MS.

“Hasil pemeriksaan sementara dari ponsel korban ditemukan beberapa pesan dari pinjol untuk meminta korban membayar hutang. Totalnya Rp1 juta,” kata Kapolsek Petang AKP Nyoman Arnaya saat dikonfirmasi pada Sabtu (5/4/2025).

Seperti diberitakan, Ni Kadek MS mengakhiri hidupnya dengan cara melompat dari Jembatan Tukad Bangkung pada Kamis (3/4/2025) sekitar pukul 18.30 WITA.

Sebelum melompat, warga sekitar yang melintas di sekitar lokasi melihat Kadek MS turun dari motornya dan duduk termenung di pinggir jembatan.

Beberapa saat kemudian, Kadek MS ditemukan tewas di dasar jembatan yang terkenal sebagai jembatan tertinggi di Asia. Warga lantas melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian dan segera melakukan evakuasi tubuh Kadek MS. (ana) 

Anggarkan Rp34 Miliar, Pemkab Badung akan Pasang CCTV di Sejumlah Titik Vital

Pemkab Badung mengadakan CCTV pintar di sejumlah titik vital.
Pemkab Badung mengadakan CCTV pintar di sejumlah titik vital.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat serta wisatawan.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkab Badung saat ini tengah menggarap program pengadaan CCTV pintar yang akan dipasang di sejumlah titik vital, termasuk kawasan strategis seperti Jembatan Tukad Bangkung di Desa Pelaga, Kecamatan Petang.

Kepala Diskominfo Badung, IGN Jaya Saputra, menjelaskan bahwa pengadaan CCTV pintar ini merupakan bagian dari pengembangan sistem keamanan berbasis digital yang akan terintegrasi dengan sistem milik instansi terkait.

“Sesuai arahan Bapak Bupati, kami telah melakukan perencanaan teknis sejak tahun 2024. Tahun ini, proses pengadaan sudah mulai berjalan, mencakup titik-titik penting seperti Jembatan Tukad Bangkung, kawasan wisata, ruang publik, dan fasilitas pelayanan masyarakat lainnya,” ujarnya.

Program ini bukan hanya sebagai respons terhadap berbagai kejadian sebelumnya, melainkan juga bagian dari strategi jangka panjang untuk mewujudkan ruang publik yang lebih aman dan terpantau.

Pemkab Badung mengusulkan anggaran sebesar Rp34 miliar untuk mendukung proyek ini, mengingat sebagian besar perangkat CCTV yang saat ini digunakan merupakan hasil pengadaan tahun 2016 dan banyak yang telah rusak. Dari total 163 unit CCTV yang terpasang di kawasan wisata, 101 unit dilaporkan tidak lagi berfungsi.

Teknologi yang digunakan dalam sistem CCTV terbaru ini dilengkapi dengan fitur analitik canggih yang mampu mendeteksi gerakan mencurigakan secara otomatis dan terhubung langsung dengan sistem pemantauan.

Data yang diperoleh nantinya akan dikolaborasikan dengan pihak kepolisian serta aparat desa setempat. Selain untuk keamanan, sistem ini juga dirancang untuk mendeteksi pembuangan sampah ilegal di Pantai Kuta dan memantau aktivitas wisatawan, termasuk di area surfing dan pos balawisata.

Dengan langkah ini, Pemkab Badung menargetkan peningkatan kualitas keamanan di destinasi wisata unggulan, serta menciptakan kawasan yang bersih, aman, dan nyaman bagi wisatawan domestik, mancanegara, maupun masyarakat lokal. (jas)

Kandang Ayam di Desa Bongan Tabanan Terbakar, Kerugian Capai Rp800 Juta

Kebakaran kandang ayam milik warga di Banjar Bongan Pala, Desa Bongan, Kecamatan/Kabupaten Tabanan pada Jumat (4/4/2025) malam.
Kebakaran kandang ayam milik warga di Banjar Bongan Pala, Desa Bongan, Kecamatan/Kabupaten Tabanan pada Jumat (4/4/2025) malam.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kandang ayam milik warga di Banjar Bongan Pala, Desa Bongan, Kecamatan/Kabupaten Tabanan terbakar hebat pada Jumat (4/4/2025) malam sekitar pukul 20.30 WITA. Kebakaran itu menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp800 juta.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengungkapkan, kandang ayam yang terbakat tersebut milik warga setempat bernama I Gede Ketut Kari Artajaya (41).

“Dugaan sementara, api berasal dari enam tong berisi serabut kelapa yang dibakar untuk mengusir hama dalam kandang,” ucapnya dikonfirmasi Sabtu (5/4/2025).

Berdasarkan keterangan saksi kejadian yang merupakan dua orang karyawan pemilik kandang ayam menjelaskan sebelum kebakaran terjadi sekitar pukul 18.00 Wita, mereka diperintahkan oleh pemilik kandang untuk membakar serabut kelapa di dalam enam ember cat berukuran 25 kilogram.

Ember-ember berisi serabut yang sudah terbakar tersebut kemudian diletakkan di dalam dua gang dalam kandang ayam dengan tujuan untuk mengusir hama.

Setelah menutup pintu kandang, kedua saksi bersama pemilik kandang sempat duduk di balai bengong. Sekitar 15 menit kemudian, saksi diminta mengecek kondisi pembakaran. Setelah pengecekan ketiga, korban kembali ke rumah dan memerintahkan saksi mengisi alat semprot sebagai langkah antisipasi.

Namun tak lama setelah selesai makan malam di dapur yang berada di samping kandang, kedua saksi melihat kobaran api di lantai dua kandang ayam yang terbuat dari kayu dan bambu. Mereka segera memanggil korban yang kemudian langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Tiga unit mobil pemadam tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 Wita dan berhasil memadamkan api pada pukul 22.30 WITA,” kata Berata.

Adapun bangunan kandang ayam yang terbakar berada di tengah area persawahan dan jauh dari permukiman warga. Konstruksinya seluruhnya dari kayu super dan bambu, berukuran 6 x 60 meter dengan tinggi 4,5 meter dan dua lantai.

Sejumlah barang ikut hangus terbakar dalam insiden ini, di antaranya 11 tabung gas ukuran 3 kg, satu unit genset, satu kompor gas, lima kipas angin sirkulasi udara, handphone dan beberapa pakaian milik para karyawan.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hanya kerugian material ditaksir mencapai Rp800 juta,” pungkasnya. (ana) 

Pria Asal NTT Hilang saat Menembak Ikan di Labuan Sait

Pencarian Robinson Kaka (39), pria asal Desa Langga Ero, Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT, yang hilang saat menembak ikan di Pantai Labuan Sait, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, pada Jumat (4/4/2025).
Pencarian Robinson Kaka (39), pria asal Desa Langga Ero, Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT, yang hilang saat menembak ikan di Pantai Labuan Sait, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, pada Jumat (4/4/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Robinson Kaka (39), pria asal Desa Langga Ero, Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT, dilaporkan hilang saat menembak ikan di Pantai Labuan Sait, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, pada Jumat (4/4/2025) sekitar pukul 20.30 WITA.

Koordinator Tim Rescue Kadek Nurjana mengatakan, korban berburu ikan bersama tujug orang rekannya, tetapi hanya empat yang berburu ikan sedangkan empat lainnya menunggu di tepi pantai.

“Benar, laporan kejadian kita terima pukul 00.05 Wita, jadi korban masih belum ditemukan dan masih dilaksanakan upaya pencarian,” ujar Kadek Nurjana saat memimpin jalannya operasi SAR.

la menyebut, saat itu pantai dalam kondisi surut, korban merupakan orang terakhir yang berburu ikan, tiga orang sebelumnya telah kembali ke bibir pantai.

Namun naas, setelah ditunggu korban belum tampak di permukaan air. Akhirnya rekan korban melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait.

“Saat itu air laut sedang surut, korban diperkirakan menyelam di kedalaman tujuh meter. Upaya pencarian dini hari dilakukan dengan menyisir bibir pantai dan melakukan pemantauan dari atas tebing dengan mengarahkan cahaya ke pantai,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar, I Nyoman Sidakarya menjelaskan upaya pencarian masih dilanjutkan hingga hari ini Sabtu (5/4/2025).

“Pagi ini kita mengerahkan alut laut satu unit perahu karet untuk melaksanakan pencarian di lokasi hilangnya korban. Sementara itu dari Tim Rescue Balawista Kuta Selatan juga mengerahkan satu unit jetski untuk melaksanakan pencarian,” ucapnya.

Ditambahkanya, pencarian juga dilakukan dengan menyisir pantai di sepanjang Pantai Labuan Sait dengan mengerahkan beberapa personel gabungan.

“Pengerahan Operasi SAR hari ini telah disesuaikan dengan rencana operasi SAR yang telah ditentukan sesuai data dukung cuaca dan kondisi arus laut,” pungkasnya. (ana)