- Advertisement -
Beranda blog Halaman 221

Tim Gabungan Hentikan Pencarian Lansia Hilang di Desa Tua Marga

Pencarian lansia hilang di Banjar Dinas Cau, Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. 
Pencarian lansia hilang di Banjar Dinas Cau, Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. 

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Proses pencarian lansia bernama I Ketut Sudirga (82) asal Banjar Dinas Cau, Desa Tua, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan dihentikan oleh tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan dan Basarnas Bali.

Pencarian sudah dihentikan sejak Minggu (6/4/2025) atau di hari ketujuh sejak Ketut Sudirga dilaporkan hilang yakni pada Minggu (30/4/2025).

“Proses pencarian resmi dihentikan sejak dua hari lalu. Saat ini proses pencarian dilakukan secara mandiri oleh pihak keluarga korban,” kata Kepala Pelaksana BPBD Tabanan I Nyoman Srinadha Giri, saat dikonfirmasi Selasa (8/4/2025).

Ia menjelaskan, tim gabungan yang juga terdiri dari personel kepolisian, masyarakat hingga keluarga korban sebelumnya sudah melakukan penyisiran di beberapa lokasi dekat rumah korban serta di lokasi terakhir korban terlihat, yakni di sekitar Pura dalem Desa Adat Tua, Kecamatan Marga.

Selain itu, pencarian juga dilakukan di sekitar air terjun Grubugan dan Beji Pura Panti, termasuk juga menyusuri Sungai air terjun Grubugan di Desa Tua Kecamatan Marga dan di sekitar pura Beji Panti Desa Tua. Namun Ketut Sudirga tak kunjung ditemukan.

“Pihak keluarga juga sempat melakukan pencarian dengan melibatkan orang pintar, tetapi hasilnya tetap nihil,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ketut Sudirga dilaporkan oleh keluarga tidak kembali ke rumah sejak Kamis (27/3/2025) atau sebelum Hari Raya Nyepi.

Pihak keluarga baru melaporkan hilangnya korban pada Minggu (30/3/2025) lalu ke pihak berwajib. Warga sekitar sempat melihat Ketut Sudirga berada di sekitar pura Dalem Desa Adat Cau pada Kamis sekitar pukul 18.00 WITA. (ana)

Koster Siapkan Mekanisme Penyaluran BKK di 6 Kabupaten

Rakor Pemprov Bali dengan Pemda pada Senin (7/4/2025) di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar terkait mekanisme penyaluran BKK.
Rakor Pemprov Bali dengan Pemda pada Senin (7/4/2025) di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar terkait mekanisme penyaluran BKK.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster akan mengatur mekanisme sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Bali terkait mekanisme penyaluran Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk enam kabupaten se-Bali.

BKK akan prioritas pada program strategis Daerah di Bali khususnya di Bangli, Buleleng, Jembrana, Karangasem, Klungkung dan Tabanan.

Warga Bali di enam kabupaten ini akan merasakan dampak support langsung dari BKK Badung, Denpasar dan Gianyar dan juga Pemprov Bali.

Tiga kepala daerah ini menyatakan siap mengalokasikan BKK yang akan disalurkan Pemprov Bali. Walikota Denpasar IGN Jaya Negara, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra, menyatakan hal langsung di hadapan Gubernur Koster.

Hal ini terungkap dalam rapat koordinasi (rakor) antara Pemerintah Provinsi Bali dengan Pemerintah Kabupaten Badung, Pemerintah Kabupaten Gianyar dan Pemerintah Kota Denpasar pada Senin (7/4/2025) di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar.

Rakor ini membahas terkait Bantuan Keuangan Khusus (BKK) untuk Pembangunan Proyek Strategis Daerah di Bali dan kepada Kabupaten Bangli, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Jembrana, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Klungkung, dan Kabupaten Tabanan.

Gubernur Bali, Wayan Koster menyampaikan BKK ini akan dimekanismekan sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Bali, dimana masing – masing (Kota Denpasar, Kabupaten Badung dan Gianyar) akan mengalokasikan 10 persen dari realisasi Pajak Barang Jasa Tertentu (PBJT) Jasa Perhotelan dan PBJT Makanan dan/atau Minuman kepada Kabupaten Bangli, Buleleng, Jembrana, Karangasem, Klungkung dan Kabupaten Tabanan.

Kemudian untuk BKK yang dialokasikan 50 persen, disebutkan Gubernur Koster peruntukannya sebagai pembiayaan pembangunan program strategis daerah di Bali yang infrastrukturnya sudah ditentukan dan pembangunan infrastruktur prioritas di Kota/Kabupaten se-Bali.

Menanggapi hal itu, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menyatakan untuk merealisasikan BKK. Ia berharap masing-masing daerah agar menyampaikan proposal kepada kami di Pemerintah Kabupaten Badung.

“Karena BKK ini kami harap bisa menjadi skema, sekaligus untuk memastikan infrastruktur objek wisata di Bali yang representatif dengan pertanggungjawaban yang jelas,” jelas Arnawa.

Sementara Bupati Gianyar, I Made Agus Mahayastra menyampaikan, program ini sudah menjadi pembahasan 20 tahun yang lalu, sekarang lebih terprogram dan terperinci. “Intinya kami di Gianyar sangat setuju,” kata Bupati Gianyar.

Sedangkan Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara menegaskan penyerahan BKK ini, diharapkan diatur Provinsi Bali ke 6 Kabupaten di Bali berdasarkan luas wilayah, jumlah penduduk, dan kondisi wilayahnya.

“Dalam proyek strategis ini, kami minta agar tetap memperhatikan terkait persoalan sampah, karena berdampak terhadap pariwisata,” ungkap Walikota Denpasar.

Dalam Rakor ini, Gubernur Bali, Wayan Koster bersama Walikota Denpasar, Bupati Badung dan Bupati Gianyar juga membahas terkait persiapan operasional Bus Trans Metro Dewata sampai Pengolahan Sampah. (rls)

Jegog Jembrana Akan Jadi Agenda Pertunjukan Tahunan Pariwisata Bali

Gubernur Koster bersama sang istri Ny. Putri Suastini Koster menerima Pengurus Paguyuban Jegog Pering Agung di Jayasabha, Denpasar, Senin (7/4/2025).
Gubernur Koster bersama sang istri Ny. Putri Suastini Koster menerima Pengurus Paguyuban Jegog Pering Agung di Jayasabha, Denpasar, Senin (7/4/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Suara seni musik Jegog yang menggema dari Bali Barat tidak hanya menggugah semangat, tetapi juga menggugah harapan agar kesenian khas Jembrana ini terus ajeg dan lestari.

Untuk itu, Ketua Koordinator Paguyuban Sekeha Jegog Pering Agung, Putu Bobi Agus Darma, menyampaikan komitmennya untuk menjaga eksistensi Jegog dengan membentuk Yayasan Jegog Pering Agung, yang sebelumnya merupakan sebuah paguyuban.

Yayasan ini kini menaungi sekitar 114 anggota dari berbagai jenjang, mulai dari anak SMP, SMA, hingga sekeha Jegog dewasa. Langkah ini diambil sebagai upaya membangun regenerasi pelaku seni Jegog yang saat ini didominasi oleh seniman-seniman senior.

“Kami siap membentuk tim kesenian dan berharap dapat dilibatkan dalam berbagai event yang diselenggarakan Pemprov Bali,” ujar Putu Bobi.

Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah provinsi Bali memfasilitasi ruang tampil bagi Jegog, baik di tingkat lokal maupun provinsi, hingga menjadi satu event rutin kalender tahunan pariwisata Bali. Misalnya saja dilibatkan untuk mengisi penampilan dalam penyelenggaraan Pesta Kesenian Bali (PKB).

Lebih lanjut, ia menegaskan, Paguyuban Jegog Pering Agung mendukung penuh program prioritas Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Bali Wayan Koster, khususnya dalam menjaga dan melestarikan adat, seni, budaya, tradisi, serta kearifan lokal Bali yang adiluhung.

Salah satunya dilakukan melalui pelestarian dan pengembangan seni musik Jegog, yang sangat khas karena hanya dimiliki satu-satunya oleh Kabupaten di Bali, yakni Kabupaten Jembrana.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam audiensi bersama Gubernur Bali Wayan Koster dan Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster.

Gubernur Koster bersama sang istri Ny. Putri Suastini Koster menerima Pengurus Paguyuban Jegog Pering Agung di Jayasabha, Denpasar, Senin (7/4/2025).

Pada kesempatan ini, Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan dukungannya terhadap pengembangan jegog. Ia menegaskan pentingnya pembinaan untuk memperluas ruang hidup kesenian ini, termasuk memberikan perhatian kepada kesenian lokal lainnya seperti Mekepung, dengan tetap menjaga nilai-nilai etika dan kelestarian budaya.

Dirinya pun memastikan, Jegog akan turut mengisi penampilan pada event seni budaya PKB tahun – tahun berikutnya.

Ny. Putri Suastini Koster, menambahkan pentingnya memberikan tempat istimewa bagi Jegog dalam perhelatan seni seperti PKB.

“Berbeda dengan baleganjur yang berkembang di seluruh Bali, jegog hanya tumbuh di daerah kelahirannya yakni Jembrana. Ini kekhasan yang harus difasilitasi secara khusus,” ujarnya.

Ny. Putri Suastini mengusulkan agar festival Jegog dibuat sebagai agenda tersendiri, sehingga lebih menambah kesan dan gaung Jegog sebagai satu warisan yang tiada duanya. Disamping juga bisa menjadi bagian dari rangkaian PKB.

Ny. Putri Suastini juga menyoroti pentingnya regenerasi lintas generasi, agar para junior dapat menimba ilmu langsung dari para senior, tanpa kehilangan keaslian dan ciri khas jegog.

Ia berharap festival jegog tidak hanya dijadikan ajang parade, namun juga dapat menghidupkan kembali lagu-lagu lawas dan memperkenalkan karya baru yang tetap original.

Sebagai tindak lanjut, Yayasan Jegog Pering Agung tengah merancang Festival Jegog Gubernur Cup yang rencananya digelar September mendatang, dengan fokus pada penampilan dari generasi muda dan anak-anak.

Event ini diharapkan menjadi langkah awal menuju pelestarian sekaligus inovasi, agar jegog tidak hanya hidup di masa lalu, tapi terus berdetak di masa depan.

Dengan sinergi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat, jegog diharapkan tak sekadar menjadi warisan budaya, tetapi juga ikon pariwisata Bali yang membanggakan. (rls)

Diduga Terseret Arus, Pemancing Asal Bangli Hilang di Pantai Mimba Karangasem

Pencarian pemancing hilang di Pantai Mimba, Desa Padangbai, Karangasem pada Senin (7/4/2025).
Pencarian pemancing hilang di Pantai Mimba, Desa Padangbai, Karangasem pada Senin (7/4/2025).

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Seorang warga asal Banjar Lebah, Dusun Susut, Kecamatan Bangli bernama I Wayan Suwitra (45) hilang di Pantai Mimba, Desa Padangbai, Karangasem pada Senin (7/4/2025). Ia diduga hilang akibat terseret arus saat memancing di sekitar pantai.

Diketahui, Wayan Suwitra pergi dari rumahnya pada hari Sabtu (5/4/2025) menggunakan sepeda motor. Namun, pada Minggu pagi tadi sekitar pukul 09.00 WITA hanya ditemukan sepeda motor beserta barang miliknya berupa dompet berisi KTP dan KIS di lokasi.

“Kami menerima informasi pada hari ini, Senin 7 April pukul 15.30 WITA dari bapak Wartawan,” ujar Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar I Nyoman Sidakarya.

Menindaklanjuti permintaan bantuan untuk pencarian, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar memberangkarkan personel dari Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem sebanyak delapan orang. Disamping itu dilakukan juga koordinasi dengan Polairud Polres Karangasem dan Polsek Padangbai. (ana)

Simpan Tembakau Sintetis di Tas Selempang, Sales Otomotif Ditangkap di Denpasar

Pelaku berinisial GMP (33) asal Tasikmalaya saat diamankan petugas Satresnarkoba Polresta Denpasar terkait kasus kepemilikan tembakau sintetis.
Pelaku berinisial GMP (33) asal Tasikmalaya saat diamankan petugas Satresnarkoba Polresta Denpasar terkait kasus kepemilikan tembakau sintetis.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Seorang pria berinisial GMP (33) asal Tasikmalaya, Jawa Barat, harus berurusan dengan hukum setelah kedapatan menyimpan tembakau sintetis. GMP yang bekerja sebagai sales di sebuah toko motor Honda di Denpasar, dibekuk tim Satresnarkoba Polresta Denpasar di kawasan Jalan Jaya Giri, Denpasar Timur, pada Kamis (3/4/2025).

Penangkapan GMP bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya transaksi narkoba di wilayah tersebut. Menindaklanjuti informasi itu, tim Satresnarkoba melakukan penyelidikan dan menemukan seorang pria dengan gerak-gerik mencurigakan sesuai dengan ciri-ciri yang dilaporkan.

“Petugas segera melakukan pemeriksaan dan menemukan 15 klip plastik berisi daun kering yang diduga tembakau sintetis di dalam tas selempang biru yang dibawa pelaku,” ungkap Kasat Narkoba Polresta Denpasar, AKP Muhammad Rizky Fernandez.

Barang bukti tersebut terdiri dari lima plastik putih dan sepuluh plastik kuning, dengan total berat bersih mencapai 34,64 gram. Berdasarkan pengakuan GMP, barang tersebut ia dapat dari seseorang berinisial EDGEX yang kini berstatus DPO (Daftar Pencarian Orang).

“Pelaku mengaku hanya sebagai penyimpan dan kurir, yang bertugas menempel paket sesuai arahan dari EDGEX. Ia mendapat bayaran Rp50.000 untuk setiap paket yang berhasil ditempel,” tambah AKP Fernandez. (*)

Kini, GMP harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.  (*)

Sidak Duktang di Tabanan Diagendakan Usai Arus Balik Lebaran

Sidak duktang di wilayah Kecamatan Kediri. (Arsip Dokumentasi)
Sidak duktang di wilayah Kecamatan Kediri. (Arsip Dokumentasi)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tabanan akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap penduduk pendatang (duktang).

Sidak ini bertujuan untuk menertibkan duktang yang tidak memiliki administrasi kependudukan lengkap serta tujuan yang jelas menetap di wilayah Tabanan pasca arus balik Lebaran 2025.

Kepala Satpol PP Tabanan I Gede Sukanada mengatakan, sidak rencananya akan segera dilaksanakan pada minggu ini dengan menyasar sejumlah titik di desa-desa yang diketahui menjadi kantong duktang atau lokasi tempat tinggal mereka.

“Ya, rencana (sidak) minggu ini. Kami juga sedang berkoordinasi dengan pihak desa,” ujarnya, Senin (7/4/2025).

Ia menjelaskan, sidak akan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait seperti Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), camat, aparat kepolisian, serta perangkat desa terkait. “Sidak juga akan dilakukan di masing-masing kecamatan sesuai koordinasi kami dengan para camat,” imbuhnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Tabanan agar ikut aktif melaporkan adanya penduduk pendatang baru yang mencurigakan di lingkungan masing-masing. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban yang tidak diinginkan. (ana)

Puncak Arus Balik Lebaran Diprediksi Hari Ini, Polres Tabanan Fokuskan Pengamanan di Jalur Denpasar-Gilimanuk

Situasi lalu lintas di Pos Adipura, Jalur Denpasar-Gilimanuk, Tabanan, saat arus balik mudik Lebaran 2025.
Situasi lalu lintas di Pos Adipura, Jalur Denpasar-Gilimanuk, Tabanan, saat arus balik mudik Lebaran 2025.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Puncak arus balik mudik Lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah diprediksi terjadi hari ini Senin (7/4/2025). Untuk itu, Polres Tabanan telah menyiapkan strategi serta personel dalam mengantisipasi terjadinya kemacetan akibat lonjakan kendaraan selama puncak arus balik, khususnya di Jalur Umum Denpasar-Gilimanuk dari wilayah perbatasan Selabih, Kecamatan Selemadeg Barat, hingga Dadakan, Kecamatan Kediri.

Pada Senin pagi, jajaran Polres Tabanan juga melaksanakan Apel kesiapan anggota yang bertugas dalam Operasi Ketupat Agung 2025 yang nantinya akan bertugas dalam pengamanan arus balik.

Wakapolres Tabanan Kompol I Gede Made Surya Atmaja mengatakan, berkaca dari tahun sebelumnya, arus balik Lebaran sering memunculkan potensi kemacetan serta kecelakaan lalu lintas.

“Untuk itu saya tegaskan kepada anggota yang bertugas agar melakukan pengaturan lalu lintas dan meningkatkan patroli di titik-titik rawan,” jelasnya.

Pihaknya berharap dengan pengamanan yang telah dilakukan ini maka masyarakat bisa merasa aman dan nyaman di jalan raya khususnya saat kembali dari kampung halaman.

Untuk diketahui, Polres Tabanan menggelar Operasi Ketupat Agung 2025 guna memastikan keamanan selama perayaan Idul Fitri 1446 Hijriah. Operasi ini berlangsung selama 17 hari, dari 23 Maret hingga 8 April 2025.

Polres Tabanan juga mendirikan lima pos pengamanan, yaitu tiga pos pengamanan di depan Masjid Besar Al-Hudah Kediri, DTW Tanah Lot, dan DTW Ulun Danu. Satu pos pelayanan di Rest Area Selabih dan satu pos terpadu di Adipura.

Sebanyak 182 personel kepolisian pun disiagakan di sejumlah titik strategis, seperti jalan nasional Denpasar-Gilimanuk, lokasi wisata, serta tempat keramaian lainnya selama operasi berlangsung. (ana)

Menuju Bali Bersih, Kantor Pemerintah dan Swasta Wajib Terapkan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber

Gubernur Bali, Wayan Koster saat membacakan surat edaran.
Gubernur Bali, Wayan Koster saat membacakan surat edaran.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Masalah pengelolaan sampah di Bali masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan. Dampaknya bukan hanya pada lingkungan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat dan kelestarian budaya Bali.

Menyikapi hal ini, Gubernur Bali Wayan Koster menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang Gerakan Bali Bersih Sampah sebagai langkah konkret untuk mengubah pola penanganan sampah di seluruh wilayah Bali.

SE tersebut mewajibkan seluruh instansi pemerintah dan swasta untuk menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber, yang harus mulai diberlakukan paling lambat 1 Januari 2026. Selain itu, penggunaan plastik sekali pakai juga dilarang secara total di lingkungan perkantoran.

Berikut sejumlah ketentuan penting yang tertuang dalam SE tersebut:

  1. Pembentukan Unit Pengelola Sampah
    Setiap kantor wajib memiliki unit tersendiri yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah dan pengawasan penggunaan plastik.
  2. Stop Plastik Sekali Pakai
    Penggunaan kantong kresek, sedotan, styrofoam, hingga minuman dalam kemasan plastik tidak lagi diperbolehkan.
  3. Gunakan Produk Ramah Lingkungan
    Seluruh kantor diminta beralih ke produk yang dapat digunakan berulang kali dan ramah terhadap alam.
  4. Terapkan Sistem Reuse dan Refill
    Konsep isi ulang dan pemakaian ulang diwajibkan untuk meminimalisir sampah yang dihasilkan.
  5. Pisahkan Sampah Sejak Awal
    Pemilahan harus dilakukan mulai dari sumber, dengan klasifikasi sampah organik, anorganik daur ulang, dan residu.
  6. Olah Sampah Organik di Tempat
    Sampah organik harus dikelola secara mandiri, seperti melalui kompos, maggot, atau sistem teba modern.
  7. Anorganik Dikelola Lewat Kemitraan
    Sampah anorganik yang bisa didaur ulang harus dikerjasamakan dengan pengumpul atau pendaur ulang.
  8. TPA Hanya untuk Sampah Residu
    Sampah yang benar-benar tidak bisa diolah barulah boleh dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kebijakan ini menjadi bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi Bali dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. Tak hanya itu, gerakan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi daerah lain di Indonesia dalam upaya mengurangi sampah plastik dan memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. (*)

Giri Prasta Apresiasi Semangat Warga dalam Upacara Tawur Tabuh Gentuh di Pura Agung Payangan

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri sekaligus sembahyang dalam Upacara Tawur Agung Pedanan yang merupakan bagian dari Karya Agung Mamungkah, Tawur Tabuh Gentuh, Tawur Pedanan, Padudusan Agung, Ngusaba Desa, lan Ngusaba Nini di Pura Agung Payangan, pada Minggu (6/4/2025).

Dalam kesempatan tersebut, ia sangat mengapresiasi semangat warga Desa Payangan yang telah bergotong royong mewujudkan upacara yadnya ini sejak berbulan-bulan sebelumnya.

“Warga dengan semangat ngromba datang, tidak hanya meluangkan waktu dan tenaga, tetapi juga mengeluarkan biaya untuk mewujudkan karya agung ini,” ujar Giri Prasta di hadapan ratusan warga Desa Payangan yang begitu antusias menyambut kedatangan Wakil Gubernur Bali.

Wagub Giri Prasta juga menyampaikan apresiasi atas semangat beryadnya warga, karena hal tersebut merupakan implementasi dari visi-misi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana Menuju Bali Era Baru.

“Hal ini sejalan dengan salah satu visinya, yaitu menjaga keseimbangan antara manusia dan Sang Pencipta,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan, upacara ini dapat dikategorikan sebagai utamaning utama, untuk mengingatkan generasi penerus akan pentingnya upacara Ngusaba Dalem. Ia pun menyarankan agar Bendesa Adat atau Prawartaka Karya membuatkan prasasti, mengingat upacara utamaning utama ini hanya dilaksanakan setiap 30 tahun sekali.

“Saya harap agar dibuatkan prasasti atas berlangsungnya upacara ini, sehingga anak cucu kita mengetahui sejarah upacara ini. Jadi ke depan tidak ada istilah saling kaden,” jelas Giri Prasta.

Apresiasi juga ia sampaikan saat melihat berbagai sarana upacara yang semuanya tampak baru, tanpa ada yang berjamur atau berbau. Ia menyebut hal ini sebagai standar yang baik dalam pelaksanaan yadnya, sehingga upacara di Desa Payangan dapat dijadikan contoh oleh desa-desa lainnya.

Mantan Bupati Badung dua periode ini juga berharap agar dudonan upacara ini benar dan mautama. “Yang mana maksudnya, upakara lan uparengga adalah sarana dan taksu jagat Bali yang mautama. Setelah itu, saya harapkan masyarakat semua bersatu dalam melaksanakan upacara seperti ini, karena dengan bersatu, setengah perjuangan akan berhasil, serta dengan bersatu pula kita bisa membuat jembatan emas bagi generasi ke depan,” tutupnya.

Sebagai bentuk ngastiti bhakti ring Ida Betara, Wagub Giri Prasta secara pribadi mapunia sebesar Rp50 juta.

Untuk diketahui, rangkaian karya tersebut dilaksanakan mulai tanggal 1 April hingga penyineban yang akan dilaksanakan pada 16 April 20 April.

Hadir dalam kesempatan tersebut Bupati Gianyar, Penglingsir Puri Agung Payangan, serta undangan terkait lainnya. (ana)

Tips Kembali Semangat Bekerja Usai Libur Panjang

Tips semangat bekerja usai libur panjang. (foto:freepik)
Tips semangat bekerja usai libur panjang. (foto:freepik)

PANTAUBALI.COM – Libur panjang memang menyenangkan. Namun, kembali ke rutinitas kerja setelah masa liburan kerap kali hingga sulit fokus ketika harus kembali menatap layar komputer dan menghadapi tumpukan pekerjaan.

Untuk membantu Anda beradaptasi dan kembali semangat bekerja maka lakukan lah beberapa tips berikut:

1. Persiapkan Diri Sehari Sebelum Bekerja

Jangan tunggu hari pertama kerja untuk kembali ke mode produktif. Gunakan hari terakhir liburan untuk menyesuaikan pola tidur, merapikan keperluan kerja, dan membuat to-do list ringan untuk esok hari. Ini akan membantu Anda lebih fokus dan semangat di minggu pertama bekerja setelah libur panjang.

2. Mulai dengan Tugas Ringan

Hari pertama kerja bukan saatnya langsung mengerjakan tugas berat. Mulailah dengan pekerjaan ringan untuk memanaskan otak dan tubuh. Setelah itu, Anda bisa perlahan-lahan meningkatkan intensitas pekerjaan.

3. Rapikan Meja Kerja

Meja yang bersih dan rapi bisa meningkatkan mood dan konsentrasi. Rapikan ruang kerja Anda sebelum mulai bekerja agar semangat kerja juga ikut kembali.

4. Prioritaskan Tugas

Setelah libur panjang, biasanya ada banyak pekerjaan menumpuk. Jangan panik. Urutkan berdasarkan prioritas dan kerjakan satu per satu. Gunakan teknik seperti Eisenhower Matrix atau metode to-do list harian.

5. Hindari Multitasking

Fokus pada satu pekerjaan dalam satu waktu terbukti lebih efektif. Multitasking justru bisa membuat Anda merasa lebih cepat lelah dan kurang maksimal.

6. Ambil Waktu Istirahat Singkat

Berikan waktu tubuh dan pikiran Anda untuk beristirahat. Cobalah metode kerja selama 25 menit, lalu istirahat selama 5 menit. Ini bisa membantu menjaga fokus dan energi selama mengerjakan tugas-tugas.

7. Jaga Pola Makan dan Minum Air Cukup

Jangan lupa sarapan dan perbanyak minum air putih. Asupan yang baik akan memengaruhi konsentrasi dan stamina Anda sepanjang hari.

8. Bangun Motivasi

Membangun motivasi kerja bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya ialah membuat daftar hal-hal positif yang Anda harapkan dari pekerjaan, seperti pencapaian karier, penghasilan, atau pengalaman baru. Motivasi yang kuat bisa jadi bahan bakar untuk kembali produktif.

9. Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Bertukar cerita ringan soal liburan dengan rekan kerja bisa jadi pemanasan sosial yang baik sebelum kembali fokus. Selain itu, interaksi positif juga bisa meningkatkan semangat kerja.

10. Beri Waktu untuk Beradaptasi

Tidak apa-apa jika Anda belum langsung produktif 100 persen di hari pertama. Beri waktu untuk diri sendiri. Perlahan, ritme kerja akan kembali seperti semula.

Dengan menerapkan tips-tips di atas, Anda bisa kembali bekerja dengan semangat dan tetap menjaga keseimbangan antara produktivitas dan kesehatan mental. Selamat kembali beraktivitas!