- Advertisement -
Beranda blog Halaman 221

Tips agar Tetap ‘Waras’ Saat Menyusun Skripsi, Mahasiswa Wajib İkuti!

Ilustrasi mahasiswa mengerjakan skripsi. (Foto:freepik).
Ilustrasi mahasiswa mengerjakan skripsi. (Foto:freepik).

PANTAUBALI.COM – Bagi banyak mahasiswa, semester akhir adalah masa yang paling menentukan. Setelah melewati berbagai mata kuliah, tugas, dan ujian, kini saatnya menghadapi tugas akhir dunia perkuliahan yakni skripsi.

Meski terdengar menantang, skripsi sebenarnya bisa dilalui dengan baik jika kamu tahu cara mengelola waktu, emosi, dan ekspektasi. Berikut adalah tips lengkap agar kamu tidak stres saat skripsian dan bisa menyelesaikannya dengan tenang.

1. Pahami Prosesnya dari Awal

Sebelum memulai, pahami alur penyusunan skripsi di kampusmu. Mulai dari pengajuan judul, bimbingan, hingga sidang. Mengetahui alur ini membuatmu lebih siap dan tidak bingung saat menghadapi tahapan demi tahapan.

Pelajari juga bagaimana struktur skripsi yang baik, gaya penulisan akademik, serta metode penelitian yang relevan dengan bidang studimu.

2. Pilih Topik yang Kamu Minati

Kesalahan umum mahasiswa adalah memilih topik yang dianggap mudah atau cepat selesai tanpa mempertimbangkan minat pribadi. Padahal, kamu akan menghabiskan waktu berbulan-bulan dengan topik tersebut.

Jika kamu memilih topik yang kamu sukai, proses menulis akan terasa lebih ringan dan kamu cenderung lebih termotivasi untuk menyelesaikannya.

3. Buat Timeline dan Target yang Masuk Akal

Jangan hanya berpikir yang penting cepat selesai. Namun, buat rencana kerja yang terukur. Bagi proses skripsi ke dalam tahapan-tahapan kecil, misalnya Minggu 1–2 lakukan riset literatur, Minggu 3–4 penyusunan BAB I, Minggu 5–6: bimbingan dan revisi BAB I, dan seterusnya.

Pastikan setiap target disesuaikan dengan kemampuan dan jadwalmu, serta fleksibel untuk perubahan mendadak.

4. Disiplin Menulis Meski Sedikit

Daripada menunggu waktu luang atau mood bagus, biasakan menulis setiap hari, walaupun hanya satu paragraf. Kebiasaan kecil ini bisa membentuk rutinitas yang kuat dan menghindari penumpukan kerja di akhir.

Kalau kamu menulis satu halaman per hari, dalam satu bulan kamu sudah bisa menyelesaikan draft skripsi secara keseluruhan.

5. Jalin Komunikasi Terbuka dengan Dosen Pembimbing

Hubungan yang baik dengan dosen pembimbing sangat berpengaruh terhadap kelancaran skripsi. Jangan segan untuk bertanya atau meminta waktu bimbingan. Lebih baik konsultasi sejak awal daripada harus merevisi besar-besaran di akhir.

Datang ke bimbingan dengan persiapan, ajukan pertanyaan yang jelas, dan catat masukan yang diberikan.

6. Buat Lingkungan Belajar yang Nyaman

Temukan tempat yang paling mendukung produktivitasmu. Bagi sebagian orang, itu bisa berarti ruang tenang di rumah, sementara yang lain lebih suka suasana kafe atau perpustakaan.

Gunakan aplikasi atau teknik seperti Pomodoro yakni 25 menit kerja, 5 menit istirahat untuk membantu kamu fokus. Jangan lupa matikan notifikasi ponsel agar fokus tidak teralihkan.

7. Jaga Kesehatan Fisik dan Mental

Skripsi bukan alasan untuk mengorbankan kesehatan. Makan makanan bergizi, tidur cukup, dan rutin bergerak seperti jalan kaki atau olahraga ringan bisa menjaga energi dan suasana hati tetap stabil.

Jika kamu mulai merasa cemas, overthinking, atau burnout, jangan sungkan untuk berbicara dengan teman atau mencari bantuan dari konselor kampus.

8. Hindari Perfeksionisme Berlebihan

Ingin hasil skripsi sempurna itu wajar, tapi jangan sampai kamu terus menunda karena merasa belum cukup bagus. Ingat, skripsi adalah karya ilmiah pertama dan tidak harus sempurna—yang penting adalah logis, sistematis, dan sesuai kaidah akademik. Fokus pada progres, bukan kesempurnaan. Kamu bisa menyempurnakan saat revisi.

9. Jangan Menyendiri, Bangun Dukungan Sosial

Skripsi bisa terasa menakutkan jika kamu menghadapinya sendirian. Bangun jaringan dengan teman-teman satu angkatan, buat grup diskusi, atau belajar bareng. Bertukar cerita dan pengalaman bisa memberikan motivasi dan solusi atas kebuntuan.

Dukungan dari keluarga, pasangan, atau sahabat juga penting untuk menjaga semangatmu tetap menyala.

Motivasi yang kuat bisa menjadi bahan bakar saat mental mulai goyah. Jadikan skripsi bukan sebagai beban, tapi sebagai batu loncatan menuju masa depan.

Menyusun skripsi memang menantang, tapi bukan berarti harus penuh tekanan. Dengan manajemen waktu yang baik, kebiasaan yang sehat, dan dukungan dari lingkungan sekitar, kamu bisa menyelesaikan skripsi dengan lancar dan tetap waras secara mental. (ana) 

1.728 Peserta Ikuti Seleksi Kompetensi PPPK Tahap II Kabupaten Badung

Wabup Bagus Alit Sucipta meninjau seleksi pengadaan PPPK untuk formasi tahun 2024 tahap II, di Universitas Terbuka Denpasar, Selasa (13/5/2025).
Wabup Bagus Alit Sucipta meninjau seleksi pengadaan PPPK untuk formasi tahun 2024 tahap II, di Universitas Terbuka Denpasar, Selasa (13/5).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung menggelar seleksi kompetensi tahap II dalam proses pengadaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2024.

Pelaksanaan seleksi dilaksanakan di Universitas Terbuka Denpasar dan diikuti oleh 1.728 peserta yang sebelumnya telah lolos tahapan seleksi administrasi.

Pelaksanaan seleksi ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) dan akan berlangsung selama tiga hari, mulai 12 hingga 14 Mei 2025. Dari total peserta, 1.640 mengikuti ujian di Universitas Terbuka Denpasar, sementara 88 peserta lainnya mengikuti tes di lokasi luar. Adapun rinciannya, peserta terdiri atas 1.297 tenaga teknis, 362 guru, dan 69 tenaga kesehatan.

Kegiatan ini turut ditinjau langsung oleh Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta, didampingi istri sekaligus Sekretaris I TP PKK Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta, serta Kepala BKPSDM Badung, I Gede Wijaya.

Dalam sambutannya, Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi kepada BKPSDM atas kelancaran penyelenggaraan seleksi dan berharap seluruh peserta mengikuti proses seleksi dengan penuh tanggung jawab.

“Ikuti tes ini dengan disiplin dan keseriusan karena hasilnya akan berpengaruh besar terhadap masa depan kalian sebagai aparatur pemerintah,” pesannya.

Ia juga menyampaikan harapan agar para peserta dapat meraih hasil terbaik dan lolos menjadi bagian dari PPPK di Kabupaten Badung.

Sementara itu, Kepala BKPSDM Badung I Gede Wijaya menjelaskan, jumlah peserta yang ikut tes PPPK tahap II sebanyak 1.728 peserta.

Terdiri dari tenaga teknis 1.297 peserta, guru 362 peserta dan tenaga kesehatan 69 peserta. Test CAT berlangsung selama tiga (3) hari, mulai Senin, 12 Mei hingga Rabu, 14 Mei 2025.

“Lokasi test di Universitas Terbuka Denpasar dengan jumlah peserta 1.640 orang dan di lokasi luar sebanyak 88 orang” tambahnya. (ana)

Tambahan Penghasilan Tanpa Harus Resign, Berikut 6 Ide Usaha Sampingan untuk Karyawan Kantoran

Ide bisnis untuk pekerja kantoran
Ide bisnis untuk pekerja kantoran. (Foto:freepik)

PANTAUBALI.COM – Pekerja kantoran kini memiliki peluang untuk memperoleh penghasilan tambahan melalui berbagai jenis usaha sampingan atau side hustle.

Tersedia beragam ide usaha dengan modal yang tidak besar, menjadikannya pilihan menarik bagi mereka yang ingin mulai merintis bisnis di sela waktu kerja.

Dikutip dari akun Instagram Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka di bawah naungan Kementerian Perindustrian, berikut beberapa ide usaha sampingan yang bisa dijalankan oleh pekerja kantoran.

1. Membuat Lilin Aromaterapi, Sabun Alami, dan Kosmetik Natural

Bagi yang gemar bereksperimen dengan bahan dan crafting, bisnis produk perawatan diri bisa menjadi opsi tepat. Modal awalnya tergolong ringan dan proses produksinya bisa dilakukan di rumah. Selain itu, produk seperti lilin aromaterapi dan sabun handmade memiliki daya tarik tersendiri karena personalisasi dan keunikan yang ditawarkan.

2. Produksi Makanan Ringan dan Makanan Beku (Frozen Food)

Usaha di bidang makanan selalu memiliki prospek cerah. Pekerja kantoran bisa membuat berbagai produk seperti keripik, sambal kemasan, hingga frozen food seperti bakso aci dan dimsum. Produk bisa dipasarkan lewat toko, kafe, atau platform online, dan memungkinkan eksplorasi rasa serta desain kemasan yang kreatif.

3. Bisnis Kerajinan Quilting

Bagi yang menyukai menjahit atau kerajinan tangan, usaha quilting dapat menjadi ladang cuan. Produk seperti bed cover, bantal patchwork, hingga tas handmade sangat diminati karena nilai seni dan keunikannya. Bisnis ini bisa dimulai dari rumah dengan peralatan dasar seperti mesin jahit.

4. Produksi Aksesoris dan Perabot Rumah

Jika memiliki keahlian di bidang pertukangan atau kerajinan, membuat perabot rumah seperti rak, keranjang, atau furnitur kecil bisa sangat menjanjikan. Desain yang estetis dan instagramable bisa menarik pasar seperti kafe, toko dekorasi, atau konsumen rumahan.

5. Jasa Laser Cutting dan Engraving

Dengan akses ke mesin laser cutting, pekerja kantoran bisa menawarkan jasa pemotongan dan ukir pada bahan seperti akrilik, kayu, atau kulit sintetis. Jasa ini banyak dibutuhkan oleh pelaku IKM, pengrajin, hingga bisnis souvenir dan dekorasi.

6. Jasa 3D Printing

Bagi yang memiliki mesin 3D printer, ada peluang untuk menawarkan jasa pencetakan model produk, aksesoris, atau komponen kecil. Layanan ini banyak dicari oleh arsitek, desainer, hingga mahasiswa teknik untuk kebutuhan prototipe atau pengembangan desain.

Dengan kreativitas dan waktu yang dikelola dengan baik, berbagai ide di atas dapat menjadi sumber penghasilan tambahan yang potensial bagi para pekerja kantoran. (ana)

BNN Bongkar Jaringan Narkoba Internasional di Gianyar, Dua WNA Kazakhstan Diciduk

Kedua wna inisial GT (28) dan IM (35) diamankan petugas BNNP Bali.
Kedua wna inisial GT (28) dan IM (35) diamankan petugas BNNP Bali.

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Perang melawan narkoba di Bali terus berlanjut. Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali kembali menggagalkan aksi sindikat narkotika internasional yang dikendalikan bandar asal Rusia. Dua warga negara asing (WNA) asal Kazakhstan berhasil diamankan saat hendak mengedarkan sabu-sabu di kawasan Gianyar.

Kedua pelaku berinisial GT (28) dan IM (35) ditangkap aparat saat berada di pinggir Jalan Raya Batuan Kaler, Desa Batuan, Kecamatan Sukawati, Gianyar, Jumat (11/4/2025). Gelagat mencurigakan keduanya saat mencari sesuatu di semak-semak langsung mengundang perhatian petugas.

“GT dan IM ini merupakan kaki tangan jaringan narkotika internasional. Mereka berperan sebagai kurir sekaligus pengedar sabu yang ditugaskan menyasar para WNA di Bali,” ungkap Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Rudy Ahmad Sudrajat, Senin (13/5/2025).

Dalam penggeledahan, petugas menemukan 30 paket sabu siap edar seberat total 49,18 gram. Barang haram tersebut dibungkus dalam plastik klip kecil dan dilapisi lakban hitam, siap didistribusikan kepada konsumen di Bali, khususnya kalangan ekspatriat dan wisatawan asing.

Dari hasil pemeriksaan, kedua pelaku mengaku dikendalikan oleh seseorang berinisial EVIL yang kini masuk dalam daftar buronan internasional. Diduga kuat, EVIL saat ini berada di luar wilayah Indonesia dan menjadi otak di balik jaringan narkoba lintas negara ini.

GT dan IM saat ini ditahan di Rutan BNNP Bali untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Aparat terus mengembangkan kasus ini guna membongkar jaringan lebih luas dan memburu pelaku utama.

BNNP Bali menegaskan komitmennya untuk terus menindak tegas peredaran narkotika, khususnya jaringan asing yang mencoba menjadikan Bali sebagai sasaran. “Kami tidak akan memberi ruang bagi sindikat narkoba di pulau ini,” tegas Brigjen Pol Rudy. (*)

Peserta Festival Layang-Layang di Tabanan Cekcok dengan WNA Gara-Gara Parkir, Berakhir Damai Lewat Mediasi

Tangkapan layar video keributan di Binggo Kite Festival yang digelar di Banjar Cengolo, Desa Sudimara, Tabanan
Tangkapan layar video keributan di Binggo Kite Festival yang digelar di Banjar Cengolo, Desa Sudimara, Tabanan, Minggu (11/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Festival layang-layang perdana bertajuk Binggo Kite Festival yang digelar di Banjar Cengolo, Desa Sudimara, Tabanan, pada Minggu (11/5/2025), sempat diwarnai cekcok antara peserta dan seorang warga negara asing (WNA) yang tinggal di sebuah villa di wilayah tersebut. Video yang menunjukkan insiden keributan sempat diunggah di beberapa akun media sosial.

Terkait hal tersebut, Perbekel Sudimara I Nyoman Ariadi, saat dikonfirmasi Senin (12/5/2025), membenarkan adanya kericuhan tersebut. Menurutnya, insiden dipicu oleh kesalahpahaman terkait lahan parkir. Beberapa peserta lomba memarkir kendaraan mereka di area villa yang disewa oleh WNA tersebut, sehingga mengganggu akses masuk ke properti pribadi.

“WNA tersebut merasa terganggu karena akses ke villanya tertutup kendaraan peserta, lalu terjadi aksi penyiraman menggunakan selang air ke arah peserta. Aksi itu terekam dan sempat viral di media sosial,” jelas Ariadi.

Meski sempat memanas, situasi berhasil dikendalikan dengan cepat. Pihak desa bersama aparat kepolisian dari Polsek Tabanan memfasilitasi proses mediasi antara kedua belah pihak. Hasilnya, WNA bersedia menyelesaikan masalah secara damai dan tidak melanjutkan ke jalur hukum.

“Masalah sudah kami tangani bersama kepolisian dan aparat desa. Kedua belah pihak sudah sepakat berdamai. Persoalan selesai pada hari yang sama,” tambahnya. (ana)

Diduga Listrik Korslet, Rumah di Denpasar Kebakaran

Rumah warga di kawasan Sumerta Kauh kebakaran pada Sabtu (10/5) sore.
Rumah warga di kawasan Sumerta Kauh kebakaran pada Sabtu (10/5) sore.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Kebakaran melanda sebuah rumah di Jalan Seruni, Desa Sumerta Kauh, Kecamatan Denpasar Timur pada Sabtu (10/5) sore sekitar pukul 15.30 WITA. Pemilik rumah, Ketut Sariani, bersama cucunya berhasil menyelamatkan diri setelah api diduga berasal dari lantai dua akibat konsleting listrik.

Menurut Ni Nyoman Sugiantini, salah satu saksi mata, api pertama kali terlihat membesar di teras kamar lantai dua sebelum ia meminta bantuan kepada petugas keamanan Bank BPD Bali yang berada di seberang rumah. Meskipun upaya awal menggunakan alat pemadam sederhana, api terus membesar hingga membutuhkan bantuan tim Damkar Kota Denpasar.

“Tujuh unit mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 16.00 WITA dan bersama warga berhasil memadamkan api,” ungkap Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi masih dalam proses pendataan. Pemilik rumah saat ini sedang memeriksa barang-barang yang terbakar sebelum membuat laporan resmi kepada pihak kepolisian.

Petugas kepolisian telah melakukan investigasi di lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti dan mendokumentasikan insiden ini. Saat ini, penyebab kebakaran diperkirakan karena konsleting listrik di lantai dua rumah tersebut. (mah)

Gubernur Koster akan Tindak Tegas Ormas Preman di Bali

Gubernur Koster saat jumpa pers penolakan ormas preman, Senin (12/5/2025).
Gubernur Koster saat jumpa pers penolakan ormas preman, Senin (12/5/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, bersama jajaran Forkopimda, menyatakan sikap tegas terkait maraknya organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dinilai meresahkan di Bali.

Dalam pernyataan yang disampaikan pada Senin (12/5/2025), Gubernur Koster menegaskan penolakannya terhadap ormas yang berkedok menjaga keamanan, tetapi justru bertindak dengan premanisme, kekerasan, dan intimidasi.

“Kita tidak butuh ormas yang menyamar sebagai penjaga keamanan, tetapi justru bertindak premanisme. Tindakan seperti ini merusak citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang aman dan damai,” tegas Gubernur Koster.

Menurut Pemprov Bali, saat ini terdapat 298 ormas yang terdaftar secara resmi di Bali, dengan berbagai bidang kegiatan seperti sosial, budaya, kepemudaan, dan lingkungan. Namun, ormas yang tidak memenuhi kewajiban administratif sesuai regulasi, seperti tidak melapor ke Kesbangpol, tidak akan diakui keberadaannya.

“Bali memiliki sistem pengamanan terpadu berbasis desa adat, seperti SIPANDU BERADAT dan BANKAMDA. Sistem ini sudah terbukti efektif dalam menjaga keamanan, bahkan saat event internasional berlangsung di Bali,” ujar Koster. Ia menambahkan bahwa keamanan dan ketertiban di Bali sudah ditangani oleh lembaga negara seperti Kepolisian dan TNI.

Bali juga memiliki Sistem Pengamanan Lingkungan Terpadu Berbasis Desa Adat (SIPANDU BERADAT) dan Bantuan Keamanan Desa Adat (BANKAMDA), yang terdiri dari unsur Pacalang, Linmas, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.

Kedua sistem ini diatur dengan Peraturan Gubernur Bali Nomor 26 Tahun 2020, sebagai implementasi dari Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali.

Keberadaan ormas, kata Koster, diatur oleh Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan dan Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2016. Namun, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk menertibkan ormas yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban.

“Oleh karena itu, Bali tidak membutuhkan ormas yang menyamar sebagai penjaga keamanan, ketertiban, dan sosial, tetapi justru bertindak dengan premanisme, kekerasan, dan intimidasi yang dapat menyebabkan ketegangan di masyarakat Bali yang sudah sangat kondusif,” ujar Koster.

Ia juga mengingatkan, Bali sangat terbuka terhadap pendatang, namun semua pihak yang tinggal di Bali wajib menghormati budaya lokal dan ikut membangun Bali. “Kita harus bersatu menjaga kedamaian dan ketertiban Bali melalui semangat kearifan lokal seperti gilik-saguluk, para-sparo, dan salunglung-sabayantaka,” tambahnya.

Gubernur Koster menegaskan bahwa bersama TNI, Polri, dan aparat terkait, pihaknya akan menindak tegas ormas yang terbukti meresahkan, melakukan premanisme, dan bertentangan dengan nilai-nilai luhur masyarakat Bali. (ana)

Serangan Hama Tikus Merebak, Ini Tindakan Bupati Mahayastra

Ilustrasi hama tikus. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi hama tikus. (Foto: Istimewa)

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Serangan hama tikus yang mengancam lahan pertanian di Kabupaten Gianyar telah memicu respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Gianyar. Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, mengungkapkan kekhawatiran seriusnya terhadap dampak yang meluas hampir ke seluruh wilayah kabupaten.

“Dampaknya telah terasa di hampir seluruh Gianyar. Kami telah mengadakan pembahasan mendalam bersama semua pihak terkait,” kata Bupati Mahayastra dalam konfirmasinya.

Meskipun belum merinci langkah-langkah teknis yang akan diambil, Bupati menegaskan bahwa penanganan akan dilakukan secara menyeluruh, mengutamakan pendekatan berbasis kearifan lokal dan kepercayaan masyarakat setempat.

Serangan hama tikus bukan hal baru bagi Gianyar. Pada tahun 2020, petani Subak Taro Kelod di Tegalalang juga menghadapi masalah serupa. Pada waktu itu, Pemkab Gianyar mengambil langkah pengendalian hayati dengan melepas delapan ekor burung hantu Tyto alba, yang terbukti efektif memangsa hingga 20 ekor tikus per hari.

Tingkat kekhawatiran petani meningkat menjelang musim tanam 2025, terutama di Gianyar, Blahbatuh, dan Tegallalang. Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar menunjukkan bahwa serangan hama telah merusak sekitar 68 hektare lahan sawah antara Januari dan Maret 2025. Subak Patas di Desa Kenderan, Kecamatan Tegallalang, menjadi wilayah yang paling parah terdampak dengan kerusakan mencapai 40 hektare.

Untuk merespons situasi ini, Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar melalui Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), I Made Martha Kasoema Dinatha, telah mendistribusikan bantuan racun tikus ke beberapa daerah terdampak di luar Tegallalang. Namun, ketersediaan obat pengendali hama menjadi kendala utama.

“Stok obat pengendali di wilayah Subak Patas sudah habis,” ungkap Dinatha, menekankan bahwa pihaknya bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Tegallalang telah memberikan pendampingan dan pembinaan kepada petani untuk menghadapi tantangan musim tanam berikutnya.

Pemerintah daerah berkomitmen untuk mempercepat langkah-langkah penanganan dan menjaga komunikasi yang intens dengan petani, guna mencegah kerugian pada siklus panen mendatang akibat serangan hama tikus.

Gubernur Koster Tegaskan Bali Tak Butuh Ormas Premanisme Berkedok Jaga Kamtibmas

Gubernur Bali, Wayan Koster.
Gubernur Bali, Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan sikap tegasnya terhadap keberadaan organisasi kemasyarakatan (Ormas) di Pulau Dewata. Dalam pernyataannya pada Senin (12/5), Koster menyebutkan bahwa hingga saat ini tercatat sebanyak 298 Ormas telah terdaftar secara resmi di Provinsi Bali melalui Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

Ratusan Ormas tersebut, kata Koster, bergerak di berbagai sektor seperti sosial, kemanusiaan, kepemudaan, kebudayaan, lingkungan, hingga kebangsaan. Namun, ia menegaskan bahwa legalitas bukan jaminan mutlak jika dalam praktiknya Ormas tidak mematuhi aturan yang berlaku atau bahkan mengganggu stabilitas daerah.

“Sebagai Gubernur, saya punya kewenangan untuk menolak atau mencabut SKT bagi Ormas yang tidak menjalankan kewajibannya atau berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat,” tegas Koster.

Ia secara khusus menyoroti keberadaan Ormas yang menggunakan pendekatan kekerasan, intimidasi, atau tindakan premanisme dalam menjalankan aktivitasnya. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak hanya merusak tatanan sosial, tetapi juga mencederai citra Bali sebagai destinasi wisata dunia yang dikenal aman, damai, dan berbudaya.

“Kita tidak butuh Ormas yang mengandalkan cara-cara preman. Itu merusak citra Bali sebagai pulau pariwisata yang harus dijaga reputasinya,” kata Koster dengan nada serius.

Sikap tegas ini bukan hanya pernyataan sepihak. Koster menegaskan bahwa dirinya telah berkoordinasi dan mendapat dukungan penuh dari jajaran Forkopimda Bali, termasuk Pangdam IX/Udayana, Kapolda Bali, hingga Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar. Mereka berkomitmen untuk bersama-sama menindak setiap Ormas yang terlibat dalam praktik kriminal atau meresahkan masyarakat.

Lebih jauh, Gubernur asal Buleleng ini juga mengajak seluruh masyarakat Bali untuk tidak tinggal diam. Ia menyerukan pentingnya solidaritas kolektif dalam menjaga keamanan, kedamaian, dan kelestarian nilai-nilai luhur yang menjadi identitas Bali selama ini.

“Mari kita bersatu menjaga Bali tetap damai, aman, dan bermartabat. Kearifan lokal adalah kekuatan kita, dan itu harus terus kita rawat bersama,” tutupnya. (mah)

Deretan Makanan Khas Perayaan Hari Waisak di Indonesia

Tempoyak, makanan khas saat hari Waisak.
Tempoyak, makanan khas saat hari Waisak.

PANTAUBALI.COM – Perayaan Hari Waisak di Indonesia tidak hanya menjadi momen spiritual bagi umat Buddha, tetapi juga diwarnai dengan berbagai sajian kuliner tradisional khas daerah.

Sejumlah makanan khas ini biasanya hanya disajikan pada momen tertentu seperti Waisak, menambah kekayaan budaya nusantara dalam bentuk cita rasa. Berikut adalah beberapa makanan khas perayaan Waisak di Indonesia.

  1. Nasi Lesah

Di wilayah Jawa Tengah, terdapat hidangan bernama Nasi Lesah yang kerap disuguhkan saat Hari Waisak. Makanan ini berupa nasi yang disiram kuah mirip soto kental, sekilas menyerupai soto Betawi. Bedanya, sajian ini tidak dihidangkan dalam mangkuk, melainkan di atas piring. Dalam seporsinya, biasanya terdapat suwiran ayam, bihun, dan irisan kol.

2. Nasi Gemuk
Hidangan asal Jambi ini menjadi favorit saat Waisak. Nasi Gemuk sering dibandingkan dengan nasi lemak atau nasi uduk karena tampilan dan aromanya.

Namun yang membuatnya unik adalah perpaduan santan, daun pandan, daun jeruk, dan daun salam yang menciptakan aroma khas. Pelengkapnya berupa telur rebus, teri goreng, kacang tanah, bawang goreng, dan sambal pedas.

3. Kue Burgo

Meskipun dinamai “kue”, Burgo dari Palembang sebenarnya adalah makanan gurih yang menyerupai otak-otak. Dibuat dari tepung beras kukus yang digulung panjang, makanan ini biasanya disajikan bersama kuah santan kuning, ditambah telur rebus dan potongan ikan gabus.

4. Mangut Beong

Makanan khas dari Magelang ini berisi ikan beong, sejenis ikan air tawar yang bentuknya menyerupai lele, namun berukuran lebih besar. Hidangan ini dimasak dengan kuah santan pedas, menciptakan rasa gurih dan menggugah selera. Salah satu tempat terkenal yang menyajikannya berada di dekat Candi Borobudur, yaitu Rumah Makan Sehati Selera Pedas.

5. Tempoyak

Olahan fermentasi durian ini dikenal luas di wilayah Sumatra dan Kalimantan. Rasanya yang khas paduan asam dan aroma menyengat menjadikannya bahan pelengkap dalam gulai pedas berbumbu cabai dan tomat. Tempoyak paling nikmat disantap bersama nasi hangat. (ana)