- Advertisement -
Beranda blog Halaman 220

Marak Penggunaan ABT di Daerah Pegunungan, Dewan Tabanan Desak Pemda Perketat Pengawasan

Rapat Kerja Pansus I DPRD Tabanan bersama eksekutif, Rabu (14/5/2025).
Rapat Kerja Pansus I DPRD Tabanan bersama eksekutif, Rabu (14/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, menyoroti penggunaan air bawah tanah (ABT) yang semakin marak di wilayah pegunungan Kabupaten Tabanan. Padahal pengendalian pemanfaatan ABT menjadi salah satu indikator dalam menjaga kelestarian lingkungan di Bali.

Ia menyebut, praktik pengeboran ABT semakin banyak ditemukan di kawasan pegunungan, seperti di Jatiluwih, Kecamatan Penebel, serta Kecamatan Baturiti, dan Pupuan.

“Saya sering menemukan penggunaan air bawah tanah di wilayah tersebut,” tegasnya usai rapat kerja bersama eksekutif dan perangkat daerah yang membahas Rencana Awal RPJMD Kabupaten Tabanan 2025–2029, pada Rabu (14/5/2025).

Menurunya, praktik pengeboran yang terus-menerus dapat merusak lapisan bumi yang akan berdampak pada menurunnya kualitas air yang keluar ke permukaan. “Beberapa tahun ke depan, kita mungkin kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan minum, irigasi, dan kebutuhan lainnya,” tegasnya.

Untuk itu ia mendorong pemerintah untuk segera menyusun regulasi yang tegas untuk mengatur pemanfaatan ABT, baik oleh rumah tangga maupun industri. Regulasi tersebut dapat berupa peraturan daerah (Perda) atau peraturan gubernur (Pergub) yang mengatur pemanfaatan ABT secara ketat.

Regulasi ini nantinya harus disosialisasikan ke seluruh desa di Tabanan, dengan melibatkan para perbekel dalam pengawasan di wilayah masing-masing.

“Para perbekel harus ikut mengawasi wilayahnyua masing-masing agar jangan sampai ada ABT liar,” tegasnya. (ana)

Polsek Kuta Selatan Sisir Proyek Villa di Jimbaran, 25 Pekerja Pendatang Didata

Petugas Polsek Kuta Selatan melakukan pendataan terhadap para pekerja proyek villa di kawasan Taman Griya, Jimbaran, Selasa (13/5).
Petugas Polsek Kuta Selatan melakukan pendataan terhadap para pekerja proyek villa di kawasan Taman Griya, Jimbaran, Selasa (13/5).

PANTAUBALI.COM, BADUNG  – Puluhan pekerja proyek pembangunan villa di kawasan Taman Griya, Jimbaran, didata aparat Polsek Kuta Selatan dalam giat pengawasan penduduk pendatang, Selasa (13/5) pagi. Langkah ini sebagai bentuk antisipasi gangguan kamtibmas di wilayah yang tengah berkembang pesat.

Sebanyak 25 pekerja yang mayoritas berasal dari luar Bali diperiksa satu per satu mulai pukul 10.55 WITA. Proses pendataan berlangsung di lokasi proyek dan dipimpin langsung oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Jimbaran, Aiptu I Nengah Bagiarta.

Kapolsek Kuta Selatan, AKP I Komang Agus Dharmayana W, menjelaskan bahwa giat ini merupakan upaya preventif untuk menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan, terutama di kawasan dengan aktivitas pembangunan tinggi.

“Pendataan ini kami lakukan secara persuasif dan humanis. Para pekerja juga kami ingatkan untuk menjaga ketertiban, tidak mengonsumsi miras di area proyek, serta menjaga kebersihan lingkungan tempat mereka beraktivitas,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadiran warga non permanen yang tidak terpantau berisiko menimbulkan gesekan sosial hingga persoalan hukum. Oleh karena itu, kegiatan serupa akan terus digelar secara rutin sebagai bagian dari pengawasan aktif oleh pihak kepolisian.

Selama proses berlangsung, situasi tetap kondusif tanpa kendala berarti. Polisi berharap kerja sama antara warga dan aparat dapat terus terjalin demi menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan sehat. (*)

Masih Ada Siswa di Tabanan Belum Cakap Membaca, DPRD Minta Dinas Terkait Cari Solusi

Rapat Kerja Pansus I DPRD Tabanan bersama eksekutif, Rabu (14/5/2025).
Rapat Kerja Pansus I DPRD Tabanan bersama eksekutif, Rabu (14/5/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, menyoroti masih adanya siswa di Kabupaten Tabanan, dari jenjang SD hingga lulus SMA, yang belum cakap membaca. Temuan ini ia dapati langsung di salah satu SD di Desa Mangesta, Kecamatan Penebel.

“Ini saya temukan langsung di lapangan. Di SD 3 Mangesta, ada sekitar dua siswa yang belum cakap membaca. Salah satu siswa itu bahkan tahun ini lulus SMA, tapi saat saya tanya, ternyata masih belum bisa membaca dengan baik,” kata Arnawa dalam rapat kerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Rabu (14/5/2025)

Arnawa meminta Dinas Pendidikan Tabanan segera mencari solusi atas persoalan ini. Ia mempertanyakan apakah metode pengajaran guru yang belum maksimal menjadi penyebab utama.

“Ini kan sudah menjadi urusan dinas. Perlu ditelusuri, apakah masalahnya ada di metode mengajar guru atau ada faktor lain,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Gusti Putu Ngurah Darma Utama, tak menampik bahwa masih terdapat siswa di Tabanan yang belum cakap membaca. Ia menjelaskan, hal ini tidak hanya terjadi di Tabanan, melainkan juga di berbagai daerah di Indonesia.

Dari data yang dimiliki saat ini terdapat sekitar 23 siswa jenjang SMP di seluruh Tabanan yang belum cakap membaca. Mereka saat ini sedang dalam proses penanganan.

“Masalah ini juga dipengaruhi oleh keberadaan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang mengikuti sekolah reguler melalui program inklusi. Jadi pasti ada beberapa siswa yang belum cakap membaca karena keterbatasan tersebut,” jelasnya.

Selain karena keterbatasan mental, lanjutnya, sebagian siswa juga tidak cakap membaca karena sesuai aturan saat di jenjang taman kanak-kanak (TK) belum mendapatkan pelajaran membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

“Pelajaran calistung baru diperoleh di SD. Saat mereka masuk SMP, mereka masuk dalam indikator belum cakap membaca. Selain itu, ada juga faktor ekonomi keluarga. Dari total 23 siswa tersebut, tiga orang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi,” ungkapnya.

Dharma Utama menegaskan, telah melakukan sejumlah upaya untuk mengatasi hal tersebut. Di antaranya dengan membentuk Unit Layanan Disabilitas di dinas pendidikan untuk menangani siswa berkebutuhan khusus, serta membentuk tim penguatan literasi dan numerasi di tingkat sekolah dan kabupaten.

“Tim ini bertugas mendampingi anak-anak yang belum cakap membaca, menangani kekerasan terhadap anak, dan mengatasi keterlambatan belajar,” pungkasnya. (ana)

Pecalang Diusulkan Dapat Gaji

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Para pecalang yang selama ini bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di desa adat di Bali diusulkan untuk mendapatkan gaji.

Usulan tersebut disampaikan Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, dalam Rapat Kerja Pansus I DPRD Tabanan bersama eksekutif, termasuk Sekda, Asisten II, dan perangkat daerah terkait. Rapat ini membahas Rancangan Awal RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Tabanan Tahun 2025–2029 pada Rabu (14/5/2025).

“Pecalang digaji dalam konteks pengamanan di Bali. Karena Bali berbasis budaya, maka memiliki pecalang. Ini yang kita maksimalkan untuk menjaga ketertiban budaya, khususnya di Bali,” kata Arnawa.

Menurutnya, rencana pemberian gaji kepada pecalang juga sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi Bali. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Tabanan siap mengikuti kebijakan tersebut.

“Soal anggarannya akan kami bahas lebih lanjut. Apakah berasal dari pemerintah provinsi atau dari kami di kabupaten, itu akan didiskusikan lebih detail. Namun yang pasti, Tabanan siap,” ujar Politisi PDIP asal Desa Mangesta, Penebel, itu.

Arnawa menegaskan, wacana ini bukan muncul karena maraknya organisasi masyarakat (ormas) ilegal yang belakangan menjadi sorotan publik. Ia menyebut keberadaan pecalang sudah menjadi bagian dari sistem sosial dan budaya Bali sejak lama.

“Pecalang memang sudah ada sejak dulu di Bali. Sekarang tinggal kita mantapkan dalam bentuk pemberian gaji kepada mereka yang bertugas,” ujarnya.

Ia juga menolak keras keberadaan lembaga swadaya masyarakat (LSM) maupun ormas dari luar yang dianggap mengganggu keamanan dan ketertiban di Bali.

“Kami sebagai wakil rakyat tegas menolak adanya ormas atau LSM dari luar yang mengganggu keamanan di Bali,” kata Arnawa. (ana) 

Pura-Pura Ambil Laundry, Pria Asal Buleleng Gasak 25 Kg Daging Sapi di Hotel

Pria asal Buleleng inisial Putu ADS (31) dibekuk polisi.
Pria asal Buleleng inisial Putu ADS (31) dibekuk polisi.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Aksi pencurian nekat dilakukan seorang pria asal Buleleng, Putu ADS (31), yang akhirnya harus berurusan dengan polisi. Ia kedapatan mencuri 25 kilogram daging sapi dari dapur sebuah hotel di kawasan Pecatu, Kuta Selatan.

Putu diamankan Tim Opsnal Polsek Kuta Selatan di tempat kosnya yang berlokasi di Jalan Ceningan Sari No. 53 E, Sesetan, Denpasar Selatan, pada Jumat, 9 Mei 2025.

Kasus ini mulai terungkap saat pihak hotel mencurigai adanya pengurangan stok daging secara tidak wajar pada Jumat, 28 Maret 2025. Kecurigaan itu berlanjut ke pemeriksaan rekaman CCTV, yang memperlihatkan sosok mencurigakan memasuki area dapur beku hotel.

Temuan tersebut segera dilaporkan ke polisi. Tim Reskrim Polsek Kuta Selatan langsung bergerak dengan melakukan olah TKP, memintai keterangan saksi, serta mengumpulkan bukti rekaman CCTV.

“Dari hasil penyelidikan dan identifikasi pelaku melalui CCTV, kami berhasil menangkap tersangka pada 9 Mei 2025,” ujar Kanit Reskrim Polsek Kuta Selatan.

Dalam pemeriksaan, Putu mengaku beraksi seorang diri. Ia menyamar sebagai petugas laundry agar bisa masuk ke area hotel tanpa menimbulkan kecurigaan. Setelah itu, ia menyelinap ke dapur beku dan mengangkut daging sapi dalam karung.

Daging hasil curian itu dibawa menggunakan sepeda motor Honda Scoopy, diletakkan di bagian pijakan kaki. Barang curian kemudian dijual dan uangnya digunakan untuk kebutuhan hidup sehari-hari.

Akibat ulahnya, pihak hotel ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp25 juta. Saat ini, pelaku ditahan di Polsek Kuta Selatan dan masih menjalani proses hukum. (*)

Wanita yang Sempat Bikin Gaduh di Amed Ditangkap, Ternyata Residivis

Wanita diduga pendatang saat terlibat keributan dengan pecalang di Karangasem.
Wanita diduga pendatang saat terlibat keributan dengan pecalang di Karangasem.

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Aksi perempuan berambut pirang yang kerap bikin keributan di kawasan Amed, Karangasem, akhirnya terhenti. Rama Nurlia Sitorus (46), sosok yang sempat viral karena ulah arogannya terhadap warga, kini resmi ditangkap jajaran Polres Karangasem.

Penangkapan itu dilakukan dalam rangkaian Operasi Pekat Agung 2025. Tak cuma Nurlia, sejumlah pelaku tindak kejahatan lain juga berhasil diamankan dalam operasi tersebut.

Kapolres Karangasem, AKBP Joseph Edward Purba, mengonfirmasi penangkapan ini pada Selasa (13/5). Ia menyebut, Nurlia ditangkap atas laporan masyarakat yang mengaku resah dengan berbagai insiden yang melibatkan dirinya.

“Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat. Pelaku diduga melakukan pengancaman terhadap warga,” ujar AKBP Joseph.

Nurlia memang sempat bikin heboh dunia maya. Aksinya melawan pecalang dan bendesa adat di Desa Purwakerti, Kecamatan Abang, terekam video dan tersebar luas di media sosial. Tak heran jika ulahnya memicu keresahan publik.

Namun drama tak berhenti di situ. Saat hendak diperiksa penyidik Unit I Reskrim Polres Karangasem, Nurlia kembali berulah. Ia menolak bekerja sama dan bahkan nekat menggigit tangan salah satu anggota polisi.

“Dia emosional dan menggigit tangan anggota saat akan ditahan,” tambah Kapolres.

Polisi juga mengungkap fakta bahwa Nurlia adalah residivis kasus pencurian. Kini, keterlibatannya dalam berbagai dugaan tindak kriminal lainnya tengah ditelusuri lebih lanjut oleh penyidik.

Kasus ini menjadi sorotan karena tak hanya soal pelanggaran hukum, tapi juga efek domino dari ulah viral yang menimbulkan kegaduhan di masyarakat. Polisi memastikan akan menindak tegas setiap bentuk gangguan kamtibmas, terlebih yang meresahkan warga. (*)

Tampilkan Calonarang di Bali, Teater Royal House Yogyakarta Sukses Bius Penonton

Teater
Teater Calonarang oleh Teater Royal House dari Yogyakarta sukses membius para penonton di Panggung Ksirarnawa, Taman Werdhi Budaya Art Center, Denpasar, Senin (12/5/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pertunjukan teater Calonarang yang dibawakan oleh Teater Royal House dari Yogyakarta sukses membius para penonton di Panggung Ksirarnawa, Taman Werdhi Budaya Art Center, Denpasar, pada Senin (12/5/2025).

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, yang hadir langsung untuk memberikan dukungannya.

Ny. Putri Koster mengungkapkan kesan yang begitu mendalam. Ia tampak antusias berbagi rasa kagumnya atas performa para seniman muda, bahkan menyebut bahwa interaksi di balik panggung membuat dirinya semakin terhubung secara emosional.

Satu ungkapan sederhana namun penuh makna terucap darinya yakni “Luar biasa!,” yang langsung disambut dengan tepuk tangan meriah dari para penonton.

Dalam kesempatan itu, Ny. Putri Koster juga memperkenalkan Festival Seni Bali Jani, sebuah ajang seni tahunan yang telah berlangsung selama kurang lebih tujuh tahun dan digagas oleh Gubernur Bali, Wayan Koster. Ia menyampaikan harapannya agar Teater Royal House dapat turut ambil bagian dalam festival tersebut pada tahun 2026 mendatang.

“Ibu sangat senang, olah tubuh dan olah vokal anak-anak sekalian sangat keren,” ujarnya dengan penuh semangat, sembari mengenang kembali kecintaannya terhadap seni teater sejak masih muda.

Menurutnya, kehadirannya bukan semata karena tugas jabatan, melainkan bentuk nyata dari jati dirinya yang tumbuh bersama dunia seni. Ia pun menekankan bahwa seni teater memiliki fungsi penting dalam membangun karakter generasi muda.

“Seni teater bukan hanya untuk hiburan. Tetapi juga membentuk mental, melatih empati, membiasakan diri tampil. Siapa tahu, dari panggung ini akan lahir pemimpin masa depan, ataupun istri pejabat, jadi bisa lebih memahami orang lain nanti,” tuturnya.

Ucapan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Ny. Putri Koster disampaikan oleh H.M. Satria Wibawa, selaku Pemimpin Produksi dan Pembina Teater Royal House Culture Activity. Ia menegaskan pentingnya menjadikan budaya sebagai living culture, seraya mengakui bahwa Bali merupakan contoh nyata tempat di mana seni hidup berdampingan dengan aktivitas sehari-hari.

Dari pihak lokal, Nengah Artana dari Sanggar Genta Nusantara turut mengapresiasi konsistensi Ny. Putri Koster dalam mendukung dunia seni sejak bertahun-tahun lalu. Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan pertunjukan ini merupakan hasil dari semangat gotong royong yang kuat di antara semua pihak yang terlibat.

Pementasan Calonarang kali ini disutradarai oleh Anastasia, dengan naskah yang ditulis oleh Oka Swastika Mahendra. Acara ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan budaya antara komunitas seni Bali dan Yogyakarta, serta menjadi sarana edukasi kreatif bagi kalangan muda.

Kehadiran Ny. Putri Koster dalam acara ini menjadi simbol komitmen pemerintah daerah dalam mendukung perkembangan seni kontemporer di kalangan generasi muda, sekaligus memperkuat sinergi antara nilai-nilai budaya tradisional dan ruang ekspresi modern. (rls)

Pujawali Pura Luhur Uluwatu, Upacara Mulang Pekelem Digelar di Seawall

Mulang pekelem puncak Pujawali Ida Betara Pura Luhur Uluwatu pada Selasa (13/5/2025).
Mulang pekelem puncak Pujawali Ida Betara Pura Luhur Uluwatu pada Selasa (13/5/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Peringatan Pujawali Ida Betara Pura Luhur Uluwatu yang jatuh pada Anggara Kasih Medangsia, Selasa (13/5/2025), dilangsungkan dengan penuh khidmat.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, memimpin persembahyangan bersama dalam rangka puncak upacara tersebut. Acara ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, Sekda Badung IB Surya Suamba, serta jajaran pejabat daerah dan tokoh masyarakat lainnya, termasuk Bendesa Adat Pecatu dan krama pemedek.

Terdapat hal berbeda dalam pelaksanaan pujawali kali ini, yakni prosesi mulang pekelem yang biasa dilaksanakan dari area utama mandala kini dilakukan di kawasan Seawall, tepat di bawah tebing Pura Uluwatu. Perubahan lokasi ini menyusul rampungnya pembangunan Seawall yang berfungsi memperkuat struktur tebing.

Bupati Adi Arnawa menjelaskan, keberadaan Seawall selain berfungsi melindungi area Pura Luhur Uluwatu dan akses ke Pura Batu Metandal, juga memberikan kemudahan untuk pelaksanaan upacara pekelem sehingga ritual bisa berlangsung lebih khusyuk.

“Kita berharap melalui pelaksanaan pujawali hari ini kita diberikan karunia dan anugerah nya mudah-mudah jagad bali khususnya Kabupaten Badung dan Denpasar akan selalu mendapat perlindunganNya,” harapnya.

Sementara itu, Penglingsir Puri Jro Kuta, I Gusti Ngurah Jaka Pratidnya (Turah Joko), menyampaikan, upacara pujawali di Pura Luhur Uluwatu memang digelar rutin setiap enam bulan.

Namun, ia menyoroti lokasi mulang pekelem yang kini berpindah ke Seawall. Ia pun mengusulkan agar ke depan dibangun lokasi permanen untuk pelaksanaan upacara tersebut, mengingat kondisi saat ini masih kurang aman akibat ombak besar.

Bendesa Adat Pecatu, Made Sumerta, turut menyampaikan imbauan kepada umat yang datang untuk sembahyang agar tidak membawa kantong plastik sebagai wadah sarana upacara. Hal ini merupakan bentuk dukungan terhadap program pemerintah Provinsi Bali dalam rangka Gerakan Bali Bersih Sampah.

Sebagai alternatif, pihak desa adat telah menyediakan besek sebagai pengganti kantong plastik guna mendukung pelestarian lingkungan dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan. (rls)

672 Calon Haji Asal Bali Siap Menuju Tanah Suci

Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta melepas calon jemaah haji dari Provinsi Bali ke tanah suci, Selasa (13/5/2025).
Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta melepas calon jemaah haji dari Provinsi Bali ke tanah suci, Selasa (13/5/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sebanyak 672 calon jemaah haji dari Provinsi Bali bersiap berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji. Prosesi pelepasan berlangsung pada Selasa (13/5/2025) di Gedung Wiswa Sabha Utama, dan dilakukan oleh Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta.

Dalam sambutannya, Giri Prasta menyampaikan rasa bangganya atas semangat para jemaah dan menekankan pentingnya menjaga kekompakan serta komunikasi selama menjalani perjalanan ibadah.

“Saya berpesan agar seluruh jemaah tetap kompak, menjaga komunikasi yang baik antar sesama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Yang terpenting, semoga seluruh jemaah kembali ke Bali dengan selamat serta jiwa dan raga yang sehat,” tegasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dalam memfasilitasi pelaksanaan ibadah umat. Menurutnya, keberangkatan jemaah haji ini merupakan bagian dari kegiatan rutin Kementerian Agama yang mendukung pelaksanaan rukun Islam.

“Program dari Kementerian Agama Provinsi Bali ini merupakan program rutin yang merupakan terusan dari pusat, yang tentu memberikan kesempatan kepada seluruh jemaah untuk menjalankan salah satu dari lima (5) rukun Islam, yakni melaksanakan ibadah haji bagi yang mampu,” ujarnya.

Giri Prasta menambahkan bahwa keberangkatan haji bukan hanya menjadi momen penting bagi jemaah, tetapi juga bagi daerah dan bangsa karena membawa nilai-nilai positif.

“Perjalanan haji adalah perjalanan menuju titik puncak pengabdian sebagai manusia yang mengajarkan keikhlasan, kesabaran, kebersamaan, disiplin, dan kerendahan hati. Nilai-nilai ini merupakan modal sosial dan spiritual yang sangat kita butuhkan dalam membangun Bali yang harmonis, adil, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Di sisi lain, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Bali, Komang Sri Marheni, menyampaikan bahwa lembaganya memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan keharmonisan di tengah masyarakat sejak masa awal kemerdekaan.

“Dengan diberangkatkannya ratusan jemaah haji, diharapkan seluruh elemen masyarakat, umat beragama, tokoh adat, pemuda dan kaum intelektual, agar terus bersinergi dan bahu-membahu dalam menjaga harmoni Bali secara niskala dan sekala. Mari Kita jadikan pembangunan Bali sebagai dharma bakti suci bagi generasi kini dan yang akan datang,” ujarnya.

Adapun jemaah yang berangkat berasal dari berbagai wilayah di Bali, meliputi: 236 orang dari Denpasar, 84 dari Buleleng, 86 dari Jembrana, 11 dari Klungkung, 24 dari Gianyar, 53 dari Karangasem, 11 dari Bangli, 118 dari Badung, serta 40 dari Tabanan. Dari total 672 jemaah, 306 di antaranya merupakan pria, dan 366 adalah perempuan. (rls) 

Terpeleset Saat Bersepeda, Pensiunan Polisi Terperosok ke Jurang

Evakuasi pensiunan polisi yang terperosok ke jurang di Banjar Jadi, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (13/5/2025) pagi.
Evakuasi pensiunan polisi yang terperosok ke jurang di Banjar Jadi, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (13/5/2025) pagi.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang pensiunan anggota Polri mengalami kecelakaan tunggal saat mengendarai sepeda gayung di wilayah Banjar Jadi, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Kabupaten Tabanan, Selasa (13/5/2025) pagi. Korban bernama I Nyoman Yudiasa Adnyana (59), warga Desa Padangsambian, Denpasar Barat.

Kapolsek Kediri Kompol I Nyoman Sukadana membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut peristiwa terjadi sekitar pukul 08.30 Wita, saat korban sedang bersepeda dari arah Banjar Pemenang menuju Banjar Jadi, Desa Banjar Anyar, Kediri.

Kondisi jalan di lokasi kejadian beraspal, kering, dan sepi kendaraan. Namun karakteristik jalan yang menurun dan minim rambu keselamatan.

“Setibanya di lokasi yang merupakan jalan menurun tanpa marka jalan, korban diduga terpeleset dan jatuh ke jurang di sisi jalan,” ujar Kompol Sukadana.

Akibatnya, korban mengalami luka lecet di bagian pelipis kanan dan kaki kanan, namun dalam keadaan sadar. Ia segera dievakuasi oleh personel Polsek Kediri bersama Samapta Polres Tabanan serta warga sekitar.  “Korban hanya mengalami luka ringan dan sudah dibawa ke RSUD Tabanan menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan,” tambahnya.

Menurut laporan, kondisi jalan di lokasi kejadian beraspal, kering, dan sepi kendaraan. Namun karena karakteristik jalan yang menurun dan minim rambu keselamatan, kawasan tersebut dinilai rawan kecelakaan bagi pengguna sepeda. (ana)