- Advertisement -
Beranda blog Halaman 219

Hunian Hotel di Badung Turun Akibat Banyak WNA Menginap di Rumah Kos, Pemkab Bentuk Tim Terpadu

Rapat koordinasi pengawasan dan pengendalian pembangunan/pengelolaan rumah kos di Badung, di Ruang Nayaka Gosana I Puspem Badung, Kamis (10/4/2025).
Rapat koordinasi pengawasan dan pengendalian pembangunan/pengelolaan rumah kos di Badung, di Ruang Nayaka Gosana I Puspem Badung, Kamis (10/4/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Di tengah tingginya angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Badung ternyata tidak terlalu berdampak terhadap peningkatakan pendapatan daerah.

Hal itu diakibatkan oleh tingkat hunian hotel yang justru merosot drastis akibat banyak wisatawan asing (WNA) memilih tinggal di rumah kos yang seharusnya tidak diperuntukkan bagi mereka.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Badung menyiapkan regulasi untuk mengatasi persoalan tersebut sehingga potensi pendapatan daerah dari sektor akomodasi pariwisata dapat digali dengan optimal.

Pemerintah akan membentuk tim terpadu yang melibatkan lintas sektoral, termasuk instansi vertikal lain untuk melakukan penertiban rumah-rumah kos yang dihuni wisatawan asing.

Pembentukan tim tersebut dibahas dalam rapat koordinasi pengawasan dan pengendalian pembangunan/pengelolaan rumah kos di Badung pada Kamis (10/4/2025).

Wakil Bupati Badung, Bagus Alit Sucipta memaparkan, pengendalian pengelolaan rumah kos dinilai penting dilaksanakan. Salah satu pemicunya adalah adanya keluhan para pengusaha akomodasi di Badung terkait turunnya hunian hotel mereka. Hal ini terlihat kontradiksi, karena jumlah kunjungan wisatawan di Badung tetap tinggi.

“Intinya adalah bagaimana Badung bisa menggali lebih dalam potensi PAD (Pendapatan Asli Daerah) yang selama ini kurang digali, dengan membuat regulasinya. Sebab, kebutuhan saat ini di Badung berbeda jauh kondisinya dibanding sebelumnya,” terangnya Adi Sucipta.

Disinggung maraknya wisatawan asing yang disinyalir menginap di rumah kos, menurutnya kondisi tersebut menjadi titik penting pembahasan. Sesuai regulasi, yang boleh kos adalah orang yang punya KTP. Dengan demikian, wisatawan asing tidak bisa tinggal di rumah kos. Sebab, rumah kos bukan akomodasi pariwisata.

“Rapat koordinasi tadi bersama Sekda dan Kepala OPD yang berkaitan dengan pendapatan daerah, kami sepakat membentuk Tim Terpadu Optimalisasi Pendapatan Pajak Daerah. Anggotanya dari OPD terkait, untuk selanjutnya bersama-sama melakukan pengecekan ke lapangan terhadap apa itu rumah kos, villa atau hotel,” urainya.

Setelah itu, sambungnya, melaksanakan penertiban terhadap wisatawan atau warga negara asing yang menginap di rumah kos. Melalui kebijakan ini diharapkan terwujud pariwisata berkualitas, dan wisatawan asing yang ke Badung benar-benar wisatawan berkualitas.

“Nanti kita cek ke lapangan seperti apa, sehingga langkah yang diambil Pemkab lebih terarah dan terukur,” urai Alit Sucipta.

Yang jelas, tegasnya, Pemkab Badung serius menggali potensi pendapatan yang selama ini mungkin kurang diperhatikan. Untuk memperkuat landasan hukumnya, eksekutif akan berkoordinasi dengan DPRD untuk membuat peraturan daerah.

“Di awal bisa saja ada pro dan kontra, kami sadari itu. Tapi langkah ini kami lakukan demi lebih memberi kesejahteraan bagi masyarakat Badung,” tandasnya. (ana) 

Driver Online Terciduk Bawa Puluhan Paket Sabu, Disembunyikan di Plastik Snack

PANTAUBALI.COM, DENPASAR –  Upaya licik seorang driver ojek online untuk menyelundupkan sabu gagal total setelah ia diciduk aparat kepolisian di wilayah Denpasar Barat. Pria berinisial HJ (32) ini tertangkap tangan membawa puluhan paket sabu yang dibungkus menggunakan tisu dan disembunyikan dalam plastik bekas snack berwarna biru putih.

Penangkapan terjadi pada Senin, 7 April 2025 sekitar pukul 12.10 WITA di pinggir Jalan PB Sudirman, Banjar Sanglah, Desa Dauh Puri Kelod. Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat tentang aktivitas mencurigakan di kawasan tersebut.

“Petugas membuntuti pria yang mengendarai motor Honda Vario hitam, gerak-geriknya mencurigakan,” jelas Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi.

Setelah dihentikan dan digeledah, polisi menemukan sebuah tas selempang hitam yang berisi 23 paket sabu dengan berat bersih total 3,94 gram. Satu unit ponsel Redmi yang digunakan untuk berkomunikasi dengan jaringan pengedar juga ikut diamankan dari holder motor pelaku.

Dari pengakuan awal, HJ menyebut dirinya hanya bertugas sebagai kurir. Ia mendapat paket sabu dari seseorang bernama Diki untuk diedarkan secara sistem tempel, dengan imbalan Rp50.000 per titik pengantaran.

Kini, HJ ditahan di Polresta Denpasar untuk penyidikan lebih lanjut. Ia dijerat Pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika karena memiliki dan menguasai narkotika golongan I tanpa hak.

Polisi juga menyebut HJ belum pernah memiliki catatan kriminal sebelumnya. (*)

Amor Ing Acintya! Supir Truk Tewas Terjepit di Kuta Selatan

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Seorang supir truk asal Flores, Nusa Tenggara Timur, Antonius Nani (34), tewas tragis setelah terjepit di bagian as roda depan truk yang ia kemudikan. Insiden terjadi pada Rabu (9/4/2025) sekitar pukul 09.10 Wita di Jalan Pantai Balangan, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Kecelakaan bermula saat truk bermuatan tangki air itu hendak meninggalkan lokasi usai mengisi air di kawasan tersebut. Diduga karena kondisi jalan menurun dan licin, kendaraan keluar jalur. Supir bersama kernet berupaya menahan laju truk dengan mengganjal roda di sisi kanan dan kiri. Namun nahas, truk justru meluncur maju dan menjepit korban.

Laporan kejadian masuk ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Denpasar pada pukul 09.35 Wita. Sebanyak sembilan personel dikerahkan ke lokasi, dipimpin langsung oleh Kasi Operasi dan Siaga, I Wayan Juni Antara.

“Evakuasi cukup menantang karena kondisi tanah yang labil dan permukaan jalan yang licin,” ujar Wayan Juni. Ia menjelaskan bahwa tim harus lebih dulu mengamankan truk dengan mengikat badan kendaraan ke anchor, sebelum menggunakan alat berat seperti hydraulic motor pump, Rescue RAMS, dan Combi tool untuk mengangkat badan truk.

Proses evakuasi berlangsung selama lebih dari satu jam, mulai pukul 10.20 hingga 11.45 Wita. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Antonius langsung dibawa ke RS Prof. Ngoerah, Denpasar, menggunakan ambulans Abimandiri Nusa Dua.

Operasi SAR ini melibatkan berbagai unsur, termasuk Polsek Kuta Selatan, Unit Laka Lantas Polresta Denpasar, Damkar Badung, staf Villa Sun House Mandala Village, potensi SAR dari Abimandiri Nusa Dua dan SAR 115, perangkat Desa Ungasan, serta warga sekitar. (*)

Ikuti Google Maps, Truk Muatan Ayam Beku Terguling di Jembatan Desa Buruan

Truk muatan ayam beku terguling di Jembatan Buruan, Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, pada Kamis (10/4/2025).
Truk muatan ayam beku terguling di Jembatan Buruan, Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, pada Kamis (10/4/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebuah truk Hino berwarna hijau dengan muatan ayam beku terguling di Jembatan Buruan, Desa Buruan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, pada Kamis (10/4/2025) dini hari.

Kecelakaan tunggal truk dengan nomor polisi B 9287 JXS ini terjadi sekitar pukul 03.30 WITA akibat mengalami out of control (OC).

Kapolsek Penebel AKP Gusti Kade Alit Murdiasa mengungkapkan, kecelakaan terjadi karena sang sopir bernama Agus Muhamad Yasin (51) mengikuti petunjuk dari aplikasi Google Maps dan tidak mengetahui medan jalan.

“Berdasarkan keterangan, pengemudi mengikuti panduan rute dari aplikasi Google Maps tanpa mengetahui kondisi geografis medan yang akan dilalui,” jelasnya.

Awalnya, truk datang dari arah Barat (Desa Buruan) akan menuju Timur ke Daerah Perean, Kecamatan Baturiti. Dengan dipandu oleh Google Map, sopir yang berasal dari Bandung, Jawa Barat tidak mengira bahwa medan jalan yang dilewati akan turunan tajam.

“Sopir truk lambat dalam mengoper gigi kendaraanya saat hendak melalui tanjakan sehingga kehilangan kendali dan akhirnya terguling tepat di atas Jembatan Buruan,” sambung AKP Alit Murdiasa.

Beruntung sang sopir selamat dalam peristiwa ini tanpa mengalami luka. Namun kerugian materiel diperkirakan mencapai Rp 5 juta akibat kerusakan pada bagian badan truk dan muatan ayam beku yang tumpah. “Truk yang terguling sudah berhasil kami evakuasi dan arus lalu lintas kembali normal,” tambahnya. (ana) 

Nelayan Hilang di Perairan Tanah Lot Ditemukan Tinggal Kerangka di Pantai Perancak Jembrana

Ilustrasi garis polisi.
Ilustrasi garis polisi.

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Ahmad Baiti (55), seorang nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang saat melaut di Perairan Tanah Lot, Tabanan sejak Sabtu (22/3/2025) akhirnya ditemukan.

Nelayan asal Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Jembrana itu ditemukan tinggal kerangka di pesisir Pantai Perancak Jembrana pada Selasa (8/4/2025) siang kemarin..

Penemuan kerangka itu sempat menghebohkan warga sekitar pantai karena kondisinya yang sudah tidak utuh. Tulang belulang itu lantas dievakuasi oleh pihak kepolisian ke RSU Negara untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Kapolres Jembrana AKBP Endang Tri Purwanto mengatakan, terungkapnya identitas kerangka tersebut berdasarkan keyakinan pihak keluarga Ahmad Baiti dari ciri-ciri pakaian berupa celana yang masih melekat pada kerangka saat ditemukan.

“Keluarga mengenali korban dari celana training hitam dengan garis merah yang masih melekat pada tulang kaki paha kanan dan kiri,” ujarnya, Rabu (9/4/2025).

Sebelumnya diberitakan, Ahmad Baiti dilaporkan hilang saat pergi melaut di sekitar perairan Tanah Lot. Awalnya Ia pergi melaut bersama dengan temannya bernama Maulidin  dari Pantai Pebuahan, Negara, Jembrana. Namun mereka menggunakan jukung yang terpisah. Ahmad Baiti menaiki jukung warna kuning tua dan bertuliskan SBR Nikmat.

Sesampainya di Perairan Tanah Lot tiba-tiba cuaca buruk dan datang ombak besar menghantam jukung, hingga keduanya terpisah. Tim SAR Gabungan lantas melakukan upaya pencarian dengan menyisir sekitar perairan. (ana) 

Sekda Dewa Indra Dorong Audit Keuangan Berbasis Digital

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra.
Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra mendukung pemanfaatan teknologi digital dalam proses pemeriksaan laporan keuangan daerah. Pemanfaatan teknologi digital itu digagas oleh Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali.

Ia menilai sudah saatnya pemeriksaan keuangan dilakukan dengan memanfaatkan sistem digital tanpa perlu bolak-balik membawa dokumen, yang berisiko besar hilang. Cara konvensional tersebut dinilai sangat tidak praktis dan dapat mengganggu kesehatan karena bersentuhan dengan dokumen yang penuh debu.

“Sehingga tidak perlu lagi ada dokumen-dokumen, karena sesungguhnya anggaran untuk pengadaan ATK sudah lama kami potong, hanya untuk pemeriksaan keuangan,” jelasnya saat menghadiri entry meeting pemeriksaan atas LKPD Provinsi Bali Tahun Anggaran 2024 di Wiswa Sabha, Kantor Gubernur Bali, Rabu (9/4/2025).

Ia menuturkan, proses pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Provinsi Bali pun telah 100 persen dilaksanakan secara digital. “Itu sudah mulai dari awal sampai akhir sudah terbaca oleh sistem, bahkan versi 6.0 sudah memberikan akses kepada pemeriksa untuk masuk,” tambahnya.

Meskipun demikian, ia juga menyadari dalam mewujudkan pemeriksaan keuangan berbasis digital memerlukan waktu dan persiapan yang matang. “Nanti pada waktunya kami dan BPK akan dihubungkan oleh sistem,” ungkapnya. Ia berharap hal tersebut dapat segera terwujud sehingga proses pemeriksaan keuangan daerah menjadi lebih ringan dan mudah.

Dewa Made Indra juga menegaskan dukungannya terhadap pelaksanaan audit yang dilakukan oleh BPK Provinsi Bali. Ia menilai pemeriksaan tersebut sangat penting untuk memastikan laporan keuangan Pemerintah Provinsi Bali tersaji secara wajar dan lengkap demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.

“Proses audit adalah sesuatu yang sangat penting sebagai evaluasi bagi kita untuk bertumbuh. Hasil evaluasi itu menjadi catatan untuk semakin baik ke depannya,” ujar Made Indra.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BPK Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Satria Perwira, menyampaikan, pemeriksaan terinci atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Provinsi Bali bertujuan untuk menyesuaikan laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), memastikan kecukupan pengungkapan sesuai dengan ketentuan SAP, memeriksa kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta menilai efektivitas pengendalian intern.

Satria menjelaskan bahwa pemeriksaan keuangan merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan untuk menilai dan menjamin kewajaran laporan keuangan pemerintah daerah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. (rls)

Hujan Gerimis Iringi Prosesi Nedunang Ida Bhatara Kabeh Pura Agung Besakih

prosesi Nedunang Ida Bhatara Kabeh serangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih pada Rabu sore (9/4/2025).
prosesi Nedunang Ida Bhatara Kabeh serangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) di Pura Agung Besakih pada Rabu sore (9/4/2025).

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Ratusan pemedek dan pengempon Pura Agung Besakih, Karangasem, melaksanakan prosesi Nedunang Ida Bhatara Kabeh serangkaian Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) pada Rabu sore (9/4/2025).

Di tengah suasana yang hening dan sakral, Wakil Gubernur Bali, Nyoman Giri Prasta, turut mengikuti seluruh rangkaian prosesi Nedunang Pralingga Ida Bhatara Kabeh, bagian dari Karya IBTK 2025 di Pura Agung Besakih serta Karya Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur, Bangli.

Wagub Giri Prasta mengawali prosesi dengan persembahyangan di Pelinggih Ida Bhatara Lingsir. Doa-doa dipanjatkan dalam keheningan yang khusyuk. Udara dingin pegunungan tak menyurutkan semangat para pemedek yang datang dari berbagai penjuru.

Prosesi dilanjutkan dengan Nedunang dan Nuur Tirta dari Bale Pesimpenan Agung menuju Padma Tiga, sebelum akhirnya distanakan di Bale Pesamuan Agung. Giri Prasta juga turut ngayah mundut Pralingga Ida Bhatara Lingsir, langkah demi langkah menyatu dengan para pemedek yang mengiringi dengan irama baleganjur yang menggema lembut di antara gerimis hujan yang tiba-tiba turun.

“Hujan ini berkah, titah Ida Sang Hyang Widhi,” demikian keyakinan para pemedek dan pengempon sambil menuntun sesajen. Benar saja, hujan gerimis yang sempat turun seolah menjadi pelengkap kekhidmatan, sebelum langit kembali cerah sebagai tanda restu alam semesta atas jalannya upacara.

Selain Pralingga Ida Bhatara Lingsir, turut distanakan pula Pralingga Ida Bhatara dari sejumlah pura penting di Besakih seperti Pura Kiduling Kreteg, Pura Batu Madeg, Pura Basukihan, Pura Hyang Aluh, Pura Banua Kawan, Pura Merajan Kanginan, Pura Ulun Kulkul, Pura Merajan Selonding, dan Pura Gelap.

Wagub Giri Prasta bersama para kepala daerah dan jajaran pemerintah dari kabupaten/kota pengempon masing-masing pura tampak khusyuk melaksanakan persembahyangan bersama di Penataran Pura Agung Besakih, sesuai mesandekan sembari menunggu seluruh Pralingga distanakan.

Prosesi suci ini dipuput oleh Ida Ratu Sri Bhagawan Putra Natha Nawa Wangsa Pemayun dari Kedatuan Kawista Belatungan, Tabanan. Momen spiritual ini menjadi bagian dari perjalanan panjang Karya Agung IBTK 2025, yang puncaknya akan dilaksanakan pada Rahina Purnama Sasih Kadasa, Sabtu (12/4/2025) dan berlanjut selama 21 hari hingga Panyineban Karya, Sabtu (3/5/2025).

Sejumlah tokoh penting tampak hadir di tengah lautan pemedek, di antaranya Anggota DPD RI Provinsi Bali Komang Merta Jiwa, Bupati Klungkung Made Satria, Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra, Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca Lagosa, serta anggota DPRD Provinsi Bali Made Sumiati, dan para pejabat dari lingkup Pemprov Bali serta kabupaten/kota se-Bali.

Dengan suasana yang memadukan kesejukan, kesucian, dan kesakralan, Pura Agung Besakih kembali menjadi pusat spiritualitas Bali, mempertemukan umat dengan keyakinan dan bhakti kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang menyatu dalam setiap untaian upacara suci ini. (rls) 

H-3 Pelaksanaan IBTK, Sekda Dewa Indra Cek Kesiapan Fasilitas di Kawasan Pura Besakih

Sekda Adi Arnawa bersama jajaran terkait mengecek fasilitas dan layanan menjelang Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Kawasan Pura Agung Besakih pada Rabu (9/4/2025).
Sekda Adi Arnawa bersama jajaran terkait mengecek fasilitas dan layanan menjelang Karya Ida Bhatara Turun Kabeh di Kawasan Pura Agung Besakih pada Rabu (9/4/2025).

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Tiga hari menjelang karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) yang akan jatuh pada Purnama Kadasa, 12 April 2025 mendatang, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra melakukan pengecekan terhadap seluruh fasilitas dan layanan di Kawasan Pura Agung Besakih.

Pengecekan tidak hanya meliputi kesiapan sarana prasarana tetapi juga kesiapan petugas, standar operasional hingga kesiapan logistik. Pengecekan bertujuan memastikan bahwa seluruh aspek layanan dan fasilitas telah siap sehingga para pamedek yang tangkil dapat terlayani dengan baik, tertib, aman, nyaman dan lancar.

Peninjauan fasilitas dan layanan di Kawasan Pura Agung Besakih pada Rabu (9/4/2025) pagi yang diawali dari areal Parkir Kedungdung.

Kepala Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung (FKSPA) Besakih, I Gusti Lanang Muliarta yang turut mendampingi Sekda Bali menyampaikan, area Parkir Kedundung akan menjadi tempat parkir bagi para pamedek yang tangkil dengan menggunakan kendaraan besar seperti bus.

Di area Parkir Kedundung akan disediakan sekitar 15 kendaraan shuttle yang nantinya akan mengangkut para pamedek sampai ke Parkir Manik Mas dan sebaliknya.

Pihaknya memastikan 15 kendaraan shuttle yang terdiri dari 5 kendaraan listrik dan 10 kendaraan berbahan bakar bensin ini mampu mengakomodir para pamedek dengan pengaturan yang telah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Dewa Indra mengingatkan agar dipastikan selalu ketersediaan kendaran shuttle terutama di jam-jam padat ataupun di hari libur panjang atau akhir pekan yang biasanya terjadi kepadatan jumlah pamedek.

Sekda Dewa Indra juga meminta agar pihak Badan Pengelola FKSPA mengingatkan Kabupaten/kota agar pamedek yang akan melaksanakan persembahyangan ke Pura Agung Besakih, mengikuti jadwal bersamaan dengan panganyar masing-masing Kota/Kabupaten, serta Pamedek dari Luar Bali sebagaimana sesuai dengan jadwal yang telah diatur dalam SE No 08 Tahun 2025.

“Saya minta pastikan juga semua petugas sudah mengetahui dan paham akan tugasnya masing masing sesuai dengan SOP, disamping pastikan juga fasilitas berfungsi dengan baik. Toilet, lampu penerangan,pengeras suara, fasilitas kesehatan, CCTV, WIFI, semua saya minta di cek kembali dan pastikan semua berfungsi dengan sangat baik,” imbuhnya.

Sekda Dewa Indra juga meminta agar Badan Pengelola FKSPA untuk terus melakukan inovasi dan setiap tahunnya agar bisa bertumbuh, tidak hanya bertumbuh dalam peningkatan fasilitas tetapi juga dalam layanan kepada para pamedek harus bisa semakin membaik dari tahun ke tahun.

“Bangun komitmen untuk bertumbuh lebih baik setiap tahunnya, tidak hanya fasilitas tetapi juga pengelolaan dan layanan kita kepada pamedek. Badan Pengelola harus punya spirit untuk itu,” tuturnya.

Dalam pengecekan fasilitas dan layanan di Pura Agung Besakih, Sekda Dewa Indra juga berkesempatan mengecek sejumlah fasilitas lainnya seperti Parkir Manik Mas, Command Centre, Posko Kesehatan, Toilet hingga TPS3R Palak. (rls)

Bupati Badung Singgung Pengembangan Desa Adat Gerih dan Perluasan Tol Bali Mandara 

Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri karya melaspas dan mendem pedagingan sekaligus menandatangani prasasti di Pura Kawitan Pusat Bendesa Gerih, Desa Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Rabu (9/4/2025).
Bupati Wayan Adi Arnawa menghadiri karya melaspas dan mendem pedagingan sekaligus menandatangani prasasti di Pura Kawitan Pusat Bendesa Gerih, Desa Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Rabu (9/4/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Nyoman Adi Arnawa menyinggung pembangunan infrastruktur dan pelestarian budaya saat menghadiri acara karya melaspas dan mendem pedagingan meru tumpang 9 di Pura Kawitan Pusat Bendesa Gerih, Desa Abiansemal, Kecamatan Abiansemal, Rabu (9/4/2025).

Dalam sambutannya, Adi Arnawa menyampaikan pengembangan wilayah Desa Adat Gerih masih terus berlangsung, khususnya dalam proses pembebasan lahan yang dilakukan melalui skema cicilan oleh Pemerintah Provinsi Bali.

Ia mengungkapkan, anggaran pembebasan lahan yang sebelumnya diperkirakan sebesar Rp15 hingga Rp16 miliar kini meningkat menjadi Rp23 miliar, sehingga sinergi antara Pemkab Badung dan Pemprov Bali menjadi sangat penting, terutama dalam hal distribusi pendapatan dari pajak kendaraan bermotor dan pajak hotel-restoran (PHR) sebesar 10 persen dari Badung ke Provinsi.

“Wisatawan datang ke Bali mencari pengalaman budaya. Karena itu, infrastruktur pendukung seperti toilet, akses jalan, dan kenyamanan lingkungan sangat penting,” tegas Adi Arnawa.

Tak hanya soal pengembangan desa adat, Bupati juga menyinggung rencana pembangunan ring road barat dan perluasan Jalan Tol Bali Mandara sebagai upaya mendukung konektivitas antarwilayah dan memperpanjang masa tinggal wisatawan di Bali. Menurutnya, pelestarian budaya lokal harus berjalan berdampingan dengan pembangunan infrastruktur.

“Kami percaya bahwa pelestarian budaya adalah bagian dari pembangunan berkelanjutan. Bali bukan sekadar destinasi wisata, tetapi rumah yang harus kita rawat bersama,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Adi Arnawa juga menandatangani prasasti peresmian Pura sebagai bentuk dukungan nyata pemerintah terhadap pembangunan berbasis adat dan budaya.

Pembangunan Pura yang memakan waktu pengerjaan sembilan bulan kalender ini mendapatkan hibah dari Pemerintah Kabupaten Badung senilai Rp 1,7 miliar lebih.

Karya melaspas tersebut dipuput oleh sulinggih dari Griya Budha Purnawati Gulingan, dan turut dihadiri oleh berbagai tokoh penting, antara lain Camat Abiansemal IB. Putu Mas Arimbawa, Ketua TP PKK Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Tripika Kecamatan Abiansemal, Perbekel Abiansemal Ida Bagus Bisma Wiratma, Bendesa Adat Gerih I Made Sugiarta, serta tokoh masyarakat setempat.

Adi Arnawa menegaskan, pembangunan pura tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga merupakan upaya merawat nilai-nilai adat dan spiritual masyarakat Bali.

“Pembangunan ini adalah bentuk penguatan identitas budaya kita. Bali menjadi daya tarik dunia bukan semata karena alamnya, tetapi karena nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan, I Nyoman Beta Aryawan, menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan Pura Dalem Bagendra Sari. Ia juga berterima kasih atas hibah dan dukungan dari Pemkab Badung.

“Berkat hibah lebih dari Rp 1,7 miliar dan dukungan penuh dari pemerintah, Pura ini bisa kami pugar dengan baik,” ujarnya. (ana) 

DPRD Tabanan Sampaikan 7 Prioritas Pembangunan dalam Rekomendasi LKPJ TA 2024

Rapat Paripurna Ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025 tentang Penyampaian dan Penyerahan LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2024 di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tabanan, Rabu (9/4/2025).
Rapat Paripurna Ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025 tentang Penyampaian dan Penyerahan LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2024 di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Tabanan, Rabu (9/4/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – DPRD Tabanan menggelar Rapat Paripurna Ke-5 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2025 tentang Penyampaian dan Penyerahan Rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2024, pada Rabu (9/4/2025).

Rapat ini dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Tabanan, I Nyoman Arnawa, dan dihadiri oleh Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, jajaran Forkopimda Tabanan, Sekda beserta para asisten Setda, kepala perangkat daerah, serta kepala instansi vertikal dan BUMD di Kabupaten Tabanan, dan undangan lainnya.

Penyampaian rekomendasi atas laporan pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tabanan saat itu, disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD Tabanan I Gusti Nyoman Omardani. Dalam rekomendasi tersebut, ditetapkan tujuh bidang prioritas pembangunan Kabupaten Tabanan.

Yakni mencakup pangan, sandang, dan papan; kesehatan dan pendidikan; jaminan sosial dan ketenagakerjaan; adat, agama, tradisi, seni, dan budaya; pariwisata; penguatan infrastruktur; serta tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

“Berbagai program dan kegiatan telah dilaksanakan dan secara umum telah berjalan dengan baik, namun perbaikan akan terus diupayakan agar pelayanan bisa lebih dioptimalkan,” kata Omardani.

Sementara itu, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya dalam kesempatan tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap catatan dan rekomendasi yang diberikan oleh para anggota Dewan. Catatan tersebut berisi saran, masukan, dan koreksi terhadap hasil penyelenggaraan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangan daerah selama tahun anggaran 2024.

“Saya juga memberikan apresiasi terhadap catatan dan rekomendasi atas laporan keterangan pertanggungjawaban Bupati Tabanan tahun anggaran 2024, yang berisikan saran, masukan dan atau koreksi terhadap hasil penyelenggaraan pemerintahan daerah yang menjadi kewenangan daerah selama tahun anggaran 2024,” imbuhnya.

Ia menegaskan, seluruh catatan dan rekomendasi dari DPRD akan menjadi acuan dan pondasi penting dalam penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik pada tahun anggaran berikutnya. Sehingga, berkat sinergi para legislatif dan eksekutif mampu membawa Tabanan menjadi Kabupaten yang lebih baik lagi.

“Atas seluruh catatan dan rekomendasi tersebut, akan menjadi acuan dan pondasi bagi kami, untuk penyelenggaraan pemerintahan yang lebih baik pada tahun anggaran berikutnya,” tegasnya. (ana)