- Advertisement -
Beranda blog Halaman 218

56 Tersangka Premanisme Dibekuk Polda Bali Dalam 8 Hari

2 tersangka premanisme dihadirkan saat konferensi pers di Mapolda Bali, Jumat (16/5).
2 tersangka premanisme dihadirkan saat konferensi pers di Mapolda Bali, Jumat (16/5).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Polda Bali mengungkap telah menetapkan 56 orang sebagai tersangka dalam operasi pemberantasan premanisme bertajuk Operasi Pekat Agung 2025. Namun, dari puluhan pelaku yang diamankan, hanya dua yang dibawa ke hadapan awak media saat konferensi pers di Mapolda Bali, Jumat (16/5).

Operasi yang berlangsung selama delapan hari, dari 5 hingga 12 Mei 2025, melibatkan 715 personel gabungan dari Polda hingga Polres jajaran se-Bali. Total, 56 kasus berhasil diungkap, sebagian besar berkaitan dengan aksi pungli dan intimidasi di kawasan publik.

Kabid Humas Polda Bali,  Kombes Pol Ariasandy, menyebut operasi ini sebagai bagian dari upaya menciptakan rasa aman, khususnya bagi masyarakat dan pelaku usaha di sektor pariwisata dan investasi.

“Premanisme ini memang tidak bisa dibiarkan. Bali adalah destinasi wisata dunia. Rasa aman adalah keharusan,” ujarnya.

Dibandingkan daerah lain, jumlah kasus yang diungkap Polda Bali memang tergolong lebih sedikit. Namun, menurut Ariasandy, justru itu menunjukkan bahwa situasi keamanan di Bali relatif lebih terkendali.

“Di tempat lain bisa ratusan kasus, kita hanya 56. Ini bukan soal jumlah, tapi bukti bahwa Bali relatif lebih aman,” klaimnya.

Meski begitu, publik mempertanyakan minimnya transparansi. Dari 22 tersangka yang ditangkap, hanya dua yang ditampilkan ke media: KP (34), warga Denpasar Barat yang tertangkap basah melakukan pungutan liar terhadap sopir angkutan di Terminal Ubung, dan MM (41), residivis yang kembali beraksi memalak pedagang kaki lima di area parkir pusat perbelanjaan di Kuta.

KP diamankan bersama uang tunai hasil pungli sebesar Rp850 ribu dan catatan retribusi ilegal. Sedangkan MM ditangkap dengan barang bukti sebilah belati dan rekaman CCTV yang menunjukkan aksinya mengintimidasi. Keduanya digiring ke depan kamera dengan tangan terborgol dan mengenakan baju tahanan oranye.

Ariasandy menyampaikan keberhasilan operasi ini tak lepas dari peran aktif masyarakat, termasuk tokoh adat dan pecalang yang selama ini menjadi mitra strategis dalam menjaga keamanan Bali.

“Sinergi antara aparat, masyarakat, dan pemangku adat adalah kekuatan utama Bali dalam menjaga ketertiban,” tandasnya. (mah)

Pembahasan SPMB 2025/2026 Rampung, Disdik Tabanan Pastikan Daya Tampung SD-SMP Memadai

Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Gusti Ngurah Darma Utama.
Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Gusti Ngurah Darma Utama.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tabanan telah menyelesaikan pembahasan dan persiapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Berdasarkan data Disdik Tabanan, jumlah lulusan TK pada tahun ajaran 2024/2025 mencapai 5.784 siswa, sementara daya tampung SD di Kabupaten Tabanan tersedia untuk 9.269 siswa.

Untuk lulusan SD, jumlahnya mencapai 5.660 siswa, dengan sekitar 453 siswa berasal dari luar Kabupaten Tabanan. Sedangkan jumlah lulusan SMP mencapai 5.342 siswa.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan, pendaftaran SPMB akan dibuka mulai akhir Juni 2025 dengan rincian untuk jenjang SD pada 23 Juni – 3 Juli 2025, serta jenjang SMP yang terbagi dalam beberapa jalur pendaftaran mulai 30 Juni hingga 9 Juli 2025.

Untuk SD, jalur mendaftaran ada dua yakni jalur domisili minimal 70 persen dan afirmasi 15 persen. Sedangkan jalur pendaftaran jenjang SMP dibagi menjadi empat yakni domisili 50 persen, afirmasi 20 persen, perpindahan tugas orang tua/wali 5 persen dan prestasi 25 persen.

Kepala Disdik Tabanan, I Gusti Ngurah Darma Utama mengatakan, seluruh tahapan teknis pelaksanaan SPMB telah final dan mengacu pada Permendikbud Nomor 2 Tahun 2025. “Mulai dari peraturan teknis terkait domisili, penetapan formasi, hingga penunjukan panitia pelaksana sudah kami rampungkan,” ujarnya, Jumat (16/5/2025).

Terkait ketersediaan daya tampung, Disdik Tabanan mencatat jumlah rombongan belajar dan kapasitas sekolah masih mencukupi untuk menampung lulusan TK yang melanjutkan ke SD maupun lulusan SD yang melanjutkan ke SMP.

Jika nanti ada beberapa zona dengan kelebihan siswa, seperti di Kecamatan Tabanan maka pihaknya telah menyiapkan solusi berupa penambahan rombongan belajar di sekolah yang mengalami kelebihan murid. “Penambahan rombel itu tentunya nanti disesuaikan dengan Keputusan Kepala Badan Standar Akreditasi Pendidikan,” jelasnya.

Darma Utama menambahkan, pelaksanaan SPMB pada tahun ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Pendaftaran jenjang SMP akan sepenuhnya dilakukan secara digital, sementara untuk jenjang SD menggunakan sistem hybrid (digital dan offline).

“Kami juga sudah menyiapkan posko pelayanan SPMB di kantor Disdik Kabupaten Tabanan guna membantu masyarakat selama proses pendaftaran,” pungkasnya. (ana)

Siswa SMK di Denpasar Dikeroyok Gegara Dituduh Sebarkan Video Merokok

TKP pengeroyokan terhadap siswa SMKN 7 Denpasar pada Kamis (15/5).
TKP pengeroyokan terhadap siswa SMKN 7 Denpasar pada Kamis (15/5).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Dunia pendidikan Bali kembali diguncang kasus kekerasan antarpelajar. Sebuah video memperlihatkan aksi pengeroyokan terhadap siswa SMK Negeri 7 Denpasar viral di media sosial dan memicu kemarahan publik.

Dalam rekaman singkat yang menyebar luas di Instagram, tampak seorang siswa dikeroyok secara brutal oleh dua temannya sendiri di gang sempit Jalan Mertasari V, Banjar Mergaya, Pemecutan Klod, Denpasar Barat, Kamis (15/5), usai jam pelajaran.

Korban diketahui berinisial AANDP, siswa kelas XI. Ia dipukuli dan ditendang oleh dua rekannya, masing-masing berinisial S dan INA. Aksi tersebut diduga dipicu oleh tuduhan  bahwa AANDP menyebarkan video siswa yang sedang merokok di toilet sekolah kepada guru BK.

“Korban sudah membantah tuduhan itu. Tapi pelaku tetap nekat melakukan kekerasan,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP Ketut Sukadi, Jumat (16/5). Menurut Sukadi, pelaku S menendang korban berkali-kali, sementara INA ikut memukul karena emosi sesaat.

Pihak sekolah langsung turun tangan menangani insiden ini. Dalam proses mediasi yang melibatkan kepolisian, guru, dan orang tua masing-masing siswa, kedua pelaku mengakui kesalahan mereka.

Akibat perbuatannya, S langsung dikeluarkan dari sekolah, sedangkan INA hanya dijatuhi sanksi pembinaan. Kakak salah satu pelaku juga datang dan menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga korban.

Guru Bimbingan Konseling SMK N 7 Denpasar, Nuraini Putri Istiqomah, membenarkan bahwa video rokok yang dimaksud memang diterimanya. Namun, kurangnya keterbukaan dari siswa terkait pengirim video tersebut membuat suasana menjadi tidak kondusif hingga berujung aksi kekerasan.

“Sejak awal kami sudah tangani siswa yang terlibat rokok. Tapi karena tidak ada yang mengaku, muncul spekulasi dan tuduhan, akhirnya malah berujung kekerasan,” katanya.

Subdit 4 Ditreskrimum Polda Bali turut hadir dalam mediasi sebagai langkah antisipatif. Kepolisian berharap insiden ini menjadi pembelajaran penting, tidak hanya bagi sekolah, tapi juga seluruh pelajar di Bali.

Meski upaya damai telah dilakukan, ayah korban, Anak Agung Ngurah Yudana, menegaskan bahwa proses hukum tetap harus berjalan. Ia juga menuntut ganti rugi biaya pengobatan atas luka yang diderita anaknya.

Korban diketahui mengalami luka memar di bagian kening dan tubuh. Saat ini, kasus pengeroyokan tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. (mah)

Tinggalkan Motor Curian Karena Bensin Habis, Mahasiswa Asal Banyuwangi Ditangkap Polisi

Mahasiswal inisial RH (20) diamankan polisi usai mencuri sepeda motor.
Mahasiswal inisial RH (20) diamankan polisi usai mencuri sepeda motor.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Seorang mahasiswa berinisial RH (20) asal Banyuwangi ditangkap oleh Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur setelah mencuri sepeda motor milik seorang warga di kawasan Jalan Sekar Sari, Gang. Kapit Yeh I, Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menjelaskan bahwa pelaku diamankan berdasarkan laporan polisi yang diterima pada 14 Mei 2025.

“Kejadian pencurian terjadi pada 29 April 2025 sekitar pukul 21.30 WITA. Korban saat itu baru pulang dari berjualan dan mendapati sepeda motornya telah raib dari tempat parkir di depan kos,” ujarnya, Jumat (16/5).

Motor yang dicuri adalah Honda Beat warna hijau putih tahun 2014 dengan nomor polisi P 5488 SO. Kerugian ditaksir mencapai Rp8 juta.

Sukadi mengatakan, tim Opsnal Polsek Dentim yang dipimpin AKP I Made Sena bersama IPTU I Nyoman Padu langsung melakukan penyelidikan dengan memeriksa CCTV dan mengumpulkan petunjuk di lokasi.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengidentifikasi pelaku dan berhasil menangkapnya saat duduk di bawah plang jalan di kawasan Bypass Ida Bagus Mantra, Denpasar Timur.

“Pelaku mengakui telah mencuri sepeda motor tersebut seorang diri. Setelah dicuri, motor sempat dibawa keliling hingga kehabisan bensin lalu ditinggal di area parkir Rumah Sakit Harapan Bunda, Renon,” jelas Sukadi.

Barang bukti yang diamankan dari pelaku meliputi satu unit sepeda motor Honda Beat dan satu buah kunci kontak. Saat ini pelaku telah diamankan di Mapolsek Denpasar Timur untuk proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan,” pungkas AKP Sukadi. (*)

Demi Dukung Program MBG, Pemda di Bali Siapkan Anggaran di Pos Belanja Tak Terduga

Sekda Dewa Made Indra, saat menerima Staf Ahli Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Bobby Kusuma, di Wiswa Sabha Pratama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (15/5/2025).
Sekda Dewa Made Indra, saat menerima Staf Ahli Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Bobby Kusuma, di Wiswa Sabha Pratama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (15/5/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali dan pemerintah kabupaten/kota se-Bali mendukung penuh terhadap pelaksanaan program prioritas nasional, Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.

Dukungan ini ditegaskan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra, saat menerima Staf Ahli Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Bobby Kusuma, di Wiswa Sabha Pratama, Kantor Gubernur Bali, Kamis (15/5/2025).

Pertemuan ini dihadiri pula oleh jajaran OPD terkait dari seluruh kabupaten/kota di Bali, dan difokuskan pada sosialisasi program MBG serta penyampaian kesiapan dan dukungan pemerintah daerah.

Sekda Dewa Indra menyampaikan bahwa setelah keluarnya SE Mendagri Nomor: 500.12/2119/SJ tentang dukungan pemda dalam penyediaan tanah untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), banyak pertanyaan bermunculan dari daerah, terutama menyangkut penganggaran program MBG.

“Banyak pertanyaan, bagaimana penganggaran, besaran dan pedoman umumnya. Sementara di SIPD, kode rekeningnya belum tercantum,” ujarnya.

Sebagai jalan tengah, sementara ini pemerintah daerah menyiapkan dukungan penganggaran di pos belanja tak terduga. Oleh sebab itu, kedatangan Staf Ahli BGN diharapkan memberi jawaban terhadap berbagai pertanyaan dari pemerintah kabupaten/kota.

Di luar soal anggaran, Pemprov Bali juga serius dalam menyiapkan lahan untuk pembangunan SPPG. Tim dari BPKAD Provinsi Bali telah diturunkan ke lapangan guna mengecek lokasi yang diusulkan oleh kabupaten/kota.

“Ini adalah bentuk dukungan konkret kami dalam mengoptimalkan pelaksanaan program MBG,” tegas Sekda Dewa Indra.

Sementara itu, Bobby Kusuma menyampaikan bahwa kunjungannya ke Bali merupakan bagian dari tindak lanjut atas SE Mendagri. Bali menjadi provinsi keempat yang ia kunjungi untuk mengecek kesiapan daerah.

“Jawa dan Bali menjadi prioritas pelaksanaan program MBG. Dengan dukungan dari pemerintah daerah, kami targetkan membangun 1.524 SPPG secara nasional,” ujarnya. Setiap kabupaten/kota diharapkan memiliki minimal 3 hingga 4 unit SPPG, dengan prioritas di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Bobby mengapresiasi komitmen dan kesiapan Pemprov serta pemkab/pemkot se-Bali, yang dinilai akan memperlancar pelaksanaan program untuk meningkatkan gizi dan mencegah stunting ini.

Dalam sesi diskusi, para sekda atau perwakilan dari kabupaten/kota menyampaikan progres penyiapan lahan masing-masing. Bahkan, terungkap bahwa sejumlah kabupaten/kota di Bali telah memiliki SPPG mandiri.

Menutup pertemuan, Sekda Dewa Indra meminta seluruh kabupaten/kota segera mengirimkan data usulan lahan agar bisa dikompilasi dan diverifikasi oleh BGN. (ana)

Parade Busana Adat akan Meriahkan PKB 2025, Setiap Kabupaten Diminta Tampilkan Warisan Lokal

Raoat persiapan PKB 2025
Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, bersama Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Arya Sugiartha, melangsungkan rapat teknis persiapan kegiatan bertajuk Utsawa Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali, yang digelar Kamis (15/5/2025)

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Parade busana adat khas daerah akan menjadi salah satu sorotan utama dalam rangkaian Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025. Pada tahun ini, pesta kesenian yang rutin digelar setiap tahun ini akan diagendakan berlangsung pada 21 Juni hingga 19 Juli 2025

Sebagai rangkaian persiapan, Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, bersama Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Arya Sugiartha, melangsungkan rapat teknis persiapan kegiatan bertajuk Utsawa Busana Adat Khas Kabupaten/Kota se-Bali, yang digelar Kamis (15/5/2025) di Ruang Padma, Dinas Kebudayaan Provinsi Bali.

Kegiatan ini dirancang sebagai wadah memperkenalkan kembali kekayaan busana adat khas yang dimiliki masing-masing daerah di Bali. Setiap Kabupaten/Kota diharapkan menampilkan busana yang benar-benar mencerminkan identitas lokal, termasuk jenis busana adat yang mulai langka dan jarang muncul di ruang publik.

“Kegiatan ini bukan semata-mata menonjolkan estetika, tetapi juga bertujuan membangkitkan kebanggaan terhadap produk lokal dan menghidupkan kembali potensi ekonomi perajin tekstil tradisional Bali,” ujar Arya Sugiartha.

Ia menambahkan, setiap peserta parade diwajibkan menyertakan sinopsis singkat terkait busana yang ditampilkan. Sinopsis tersebut harus memuat nama busana, fungsi, waktu penggunaannya, serta identitas dari peraga dan penatanya.

Sementara itu, Ny. Putri Koster menekankan, pelestarian busana adat merupakan bagian penting dari menjaga jati diri budaya daerah. “Setiap daerah memiliki kekhasan dalam berbusana. Inilah yang harus ditampilkan, disampaikan, dan dijaga. Kita tidak boleh membiarkan warisan ini hilang,” tegasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan agar busana adat yang bersifat sakral tidak ditampilkan dalam parade, demi menjaga kesuciannya. Sementara itu, busana adat pengantin tetap diperbolehkan ikut serta selama sesuai dengan konteks budaya masing-masing daerah.

Putri Koster berharap dalam waktu satu setengah bulan ke depan, seluruh Kabupaten/Kota sudah dapat menyiapkan dan mengkurasi koleksi busana adat terbaik yang akan ditampilkan. Ia menegaskan, PKB bukan hanya sebuah pesta seni, tetapi juga ruang edukasi budaya dan ajang memperkuat identitas lokal.

“Pesta Kesenian Bali harus menjadi ruang edukasi sekaligus panggung kebanggaan budaya lokal yang hidup dan lestari,” pungkasnya. (ana) 

Jadi Kurir Narkoba, Perempuan Muda Asal Kediri Dicokok Polisi di Kuta

SF diamankan polisi beserta barang bukti pada Selasa malam, 13 Mei 2025.
SF diamankan polisi beserta barang bukti pada Selasa malam, 13 Mei 2025.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Masa muda yang seharusnya diisi dengan semangat meraih cita-cita justru disia-siakan oleh perempuan berusia 25 tahun asal Kediri, Jawa Timur, berinisial SF. Hidup di tanah rantau, SF justru terjebak dalam dunia gelap narkoba. Ia ditangkap aparat kepolisian setelah ditemukan menyimpan puluhan paket sabu dan ganja di kamar kosnya di kawasan Kuta, Badung.

Penangkapan SF dilakukan oleh Satresnarkoba Polresta Denpasar pada Selasa malam, 13 Mei 2025, sekitar pukul 19.25 Wita. Informasi dari masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di sebuah kamar kos di Jalan Raya Kuta, Banjar Buni, menjadi titik awal pengungkapan kasus ini.

“Anggota kami segera bergerak setelah menerima laporan. Setelah dilakukan pengintaian dan dipastikan kebenarannya, langsung dilakukan penggerebekan,” ujar Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, Kamis (16/5).

Dalam penggerebekan tersebut, SF ditemukan tengah berada di dalam kamar. Polisi langsung melakukan penggeledahan dan berhasil mengamankan barang bukti yang cukup mengejutkan. Dari lokasi, petugas menemukan 31 paket sabu dengan berat total 26,87 gram, dua paket ganja seberat 20,38 gram, serta sejumlah alat bantu konsumsi narkoba seperti timbangan elektrik, bong, sendok pipet, dan plastik klip kosong.

Selain itu, polisi juga menyita barang-barang lain yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba, seperti handphone, dompet, korek gas, serta alat-alat bantu lainnya.

Kepada polisi, SF mengaku hanya berperan sebagai kurir. Ia menerima perintah dari seseorang yang dikenal dengan nama “Bento”, yang kini masih dalam pengejaran polisi. Tugas SF adalah membagi sabu menjadi paket-paket kecil dan menempelkan ke lokasi-lokasi yang sudah ditentukan. Ia mengaku mendapatkan bayaran Rp50 ribu untuk setiap transaksi pengantaran.

“Modus yang digunakan tersangka adalah menyimpan, menguasai, dan mengedarkan narkoba. Semua dilakukan atas perintah seorang bandar yang identitasnya sedang kami kejar,” tegas AKP Sukadi.

Meski belum memiliki catatan kriminal sebelumnya, SF kini harus menghadapi ancaman hukuman berat. Ia dijerat dengan pasal-pasal dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Polresta Denpasar.

AKP Sukadi menambahkan, kasus ini masih terus dikembangkan. Pihaknya mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan peredaran narkoba tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan ada pelaku lain yang terlibat. Kami akan telusuri semua jejaknya,” pungkasnya. (mah)

2 Pemuda Dibekuk BNN Saat Transaksi Ganja 2 Kg di Pasar Sangsit

AAM (23) dan NRM (24) dibekuk petugas BNN saat transaksi ganja.
AAM (23) dan NRM (24) dibekuk petugas BNN saat transaksi ganja.

BULELENG, PANTAUBALI.COM – Suasana Pasar Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng, mendadak heboh saat dua pemuda ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali, Rabu (14/5) lalu. Kedua pelaku yang masing-masing berinisial AAM (23) dan NRM (24) ternyata merupakan bagian dari jaringan pengedar ganja lintas provinsi.

Penangkapan ini bukan operasi biasa. Kepala BNNP Bali, Brigjen Pol Rudy Ahmad Sudrajat, mengungkapkan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil kerja sama lintas wilayah dengan BNNP Sumatera Utara. Dari sana, petugas memperoleh informasi mengenai pengiriman mencurigakan yang ditujukan ke wilayah Buleleng.

“Kami menerima informasi dari rekan di BNNP Sumut tentang adanya paket ganja yang dikirim dari Sumatera Utara ke Bali. Tim kami langsung bergerak melakukan controlled delivery,” terang Brigjen Rudy dalam keterangan persnya, Jumat (16/5).

Operasi tersebut kemudian mengarah pada AAM, seorang karyawan swasta, yang ditugasi oleh NRM, yang saat ini tidak memiliki pekerjaan, untuk mengambil paket haram itu. Yang mencengangkan, lokasi penjemputan ganja justru dilakukan di area publik, yakni Pasar Sangsit yang selalu ramai aktivitas warga.

Keduanya tak menyadari bahwa pergerakan mereka telah dipantau. Petugas kemudian menyergap saat transaksi hendak dilakukan di tengah kerumunan pasar.

“Ini memperlihatkan bahwa peredaran narkoba sudah masuk hingga ke desa-desa. Tidak hanya menyasar kawasan perkotaan,” tegas Rudy.

Dalam penggeledahan, petugas menemukan sebuah kardus besar berwarna cokelat. Di dalamnya terdapat dua bungkus plastik hitam yang dilapisi lakban. Setelah ditimbang, isinya mencapai 1.923,11 gram ganja kering, nyaris dua kilogram.

Kini kedua pelaku diamankan di kantor BNNP Bali untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Aparat juga masih menelusuri jaringan lebih besar yang diduga terlibat dalam distribusi barang haram ini.

“Dari keterangan awal, mereka mengaku nekat terlibat karena alasan ekonomi,” tutup Brigjen Rudy. (mah)

Cegah Stunting, Dinas Perikanan Badung Sasar Desa Gulingan untuk Program Gemarikan

Program Gemarikan di Wantilan Sabha Utama, Kantor Desa Gulingan, Mengwi, Kamis (15/5/2025).
Program Gemarikan di Wantilan Sabha Utama, Kantor Desa Gulingan, Mengwi, Kamis (15/5/2025).

PANTAU BALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Perikanan kembali melaksanakan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) sebagai langkah untuk meningkatkan asupan gizi masyarakat dan mencegah stunting.

Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (15/5/2025), di Wantilan Sabha Utama, Kantor Desa Gulingan, Mengwi. Program ini menjadi pembuka dari serangkaian kegiatan yang direncanakan menyasar 10 desa di Kabupaten Badung sepanjang tahun 2025.

Mengusung tema “Melalui Pemberian Paket Olahan Ikan Kepada Masyarakat Potensi Stunting, Kita Tingkatkan Tingkat Konsumsi Ikan dan Cegah Peningkatan Angka Stunting di Kabupaten Badung Untuk Menciptakan Generasi Penerus Bangsa yang Sehat, Kuat dan Cerdas,” kegiatan ini mempertegas komitmen pemerintah dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas sejak usia dini.

Sebanyak 162 paket olahan ikan disalurkan kepada masyarakat yang berisiko stunting, termasuk ibu hamil dan balita di Desa Gulingan. Paket tersebut berisi produk olahan ikan lele, ikan nila, dan abon ikan yang siap dikonsumsi.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Badung, I Nyoman Suardana, menyampaikan bahwa Program Gemarikan telah berjalan sejak tahun 2023 dan memberikan dampak positif terhadap angka stunting di wilayah tersebut.

“Selama dua tahun program ini berjalan, kami melihat adanya penurunan angka stunting serta meningkatnya minat masyarakat dalam mengonsumsi ikan. Tahun ini, kami menargetkan 162 paket olahan ikan disalurkan di setiap desa yang menjadi sasaran,” ungkap Suardana.

Program ini juga melibatkan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar) binaan Dinas Perikanan, yang bekerja sama dengan kelompok pembudidaya ikan lokal. Menurut Suardana, pihaknya mewajibkan Poklahsar untuk menggunakan bahan baku dari kelompok pembudidaya lokal agar ekosistem perikanan di daerah tersebut dapat berkembang bersama.

Dari sisi kualitas, Suardana menegaskan bahwa produk olahan ikan yang dibagikan telah melalui pengawasan ketat oleh tim teknis Dinas Perikanan, baik di bidang pengolahan maupun budidaya. Hal ini untuk memastikan produk yang dibagikan aman dan layak dikonsumsi oleh masyarakat.

Sementara itu, Perbekel Desa Gulingan, I Ketut Winarya, turut mengapresiasi langkah Dinas Perikanan dalam melaksanakan program tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas pelaksanaan Gemarikan di desa kami. Ke depan, kami akan terus mengedukasi masyarakat agar rutin mengonsumsi ikan sebagai bagian dari pola hidup sehat,” tuturnya.

Program Gemarikan di Desa Gulingan menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta menurunkan angka stunting di Kabupaten Badung. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, diharapkan generasi penerus di wilayah tersebut tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. (ana)

PLTS Atap Solusi Bali Mandiri Energi Bebas Bahan Fosil

Gubernur Bali, Wayan Koster.
Gubernur Bali, Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa kemandirian energi berbasis energi bersih bagi Pulau Bali merupakan sebuah keharusan yang tidak bisa ditawar.

Hal ini disampaikan dalam acara Sosialisasi Bali Mandiri Energi melalui Percepatan Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap yang Ramah Lingkungan di Provinsi Bali, yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar, Kamis (15/5).

Pernyataan tersebut sejalan dengan upaya mewujudkan visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” yang berorientasi pada pembangunan hijau, bersih, dan berkelanjutan.

“Bali mandiri energi tidak bisa ditawar lagi. Ini soal kedaulatan dan masa depan pulau kita yang notabene tidak memiliki sumber daya alam batubara ataupun migas lainnya. Salah satu solusi nyata yang bisa segera dilakukan adalah pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap secara masif,” ujar Gubernur Koster.

Gubernur menyoroti ketergantungan Bali terhadap pasokan listrik dari luar pulau yang masih tinggi, padahal kebutuhan listrik di Bali sebagai daerah tujuan wisata dunia terus meningkat sekitar 14% hingga 16% setiap tahun. Di sisi lain, potensi energi surya di Bali sangat melimpah.

Karena itu, Ia mendorong pemerintah kabupaten/kota, pelaku usaha, dan masyarakat luas agar aktif memasang PLTS atap, mulai dari gedung pemerintahan, perkantoran, hotel, villa, universitas, rumah sakit, mall, rumah tangga hingga fasilitas umum.

Upaya ini diperkuat melalui Peraturan Gubernur Bali No. 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Peraturan Gubernur Bali No. 48 Tahun 2019 tentang Penggunaan Energi Surya Atap. Pemprov Bali bahkan telah mewajibkan pemanfaatan PLTS atap di gedung-gedung pemerintah dan fasilitas umum lainnya.

“Di periode saya yang kedua ini saya tidak bisa santai lagi, saya harus bergerak cepat dan segera bertindak. Saya ingin Bali menjadi contoh dalam transisi energi di Indonesia. Dan PLTS atap adalah salah satu cara paling realistis dan cepat, karena Bali benar-benar perlu mandiri energi agar tidak terjadi blackout lagi seperti sebelumnya,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini kebutuhan energi harian Bali sebesar 1.200 kWh, sementara ketersediaan hanya 1.400 kWh. “Berarti sisa 200 kWh saja untuk cadangan. Inilah ancamannya karena kebutuhan energi terus bertumbuh. Jadi PLTS atap harus segera saya galakkan,” tambahnya.

Untuk mempercepat implementasi PLTS atap, Pemprov Bali menggandeng PLN Icon Plus sebagai mitra strategis. PLN Icon Plus akan menyediakan solusi menyeluruh mulai dari penyediaan panel, pemasangan, perencanaan teknis, instalasi hingga pemeliharaan.

Direktur Utama PLN Icon Plus, Ari Rahmat Indra Cahyadi, menyambut baik kerja sama ini dan menyatakan kesiapan penuh mendukung transisi energi Bali. “Kami siap menjadi mitra strategis Pemprov Bali dalam memperluas akses dan penggunaan PLTS atap demi masa depan energi yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain menghadapi krisis iklim dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, program PLTS atap ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja hijau dan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis energi bersih.

Sosialisasi ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah se-Kabupaten/Kota di Bali, Direktur PLN Bali, serta perwakilan dari hotel, mall, villa, dan rumah sakit se-Bali. Dalam kegiatan tersebut, pemaparan materi juga diberikan oleh Tim Percepatan PLTS Atap yang diketuai Prof. Ida Ayu Dwi Giriantari. (rls)