- Advertisement -
Beranda blog Halaman 217

Buka Beautiverse 2025, Putri Koster Dorong Bali Jadi Pusat Kecantikan dan Kesehatan Tradisional

Beautiverse 2025, Bali Premier's Beauty & Wellness Event, di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Jumat (2/5/2025).
Beautiverse 2025, Bali Premier's Beauty & Wellness Event, di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Jumat (2/5/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster membuka penyelenggaraan Beautiverse 2025, Bali Premier’s Beauty & Wellness Event, di Bali Beach Convention Center, The Meru, Sanur, Jumat (2/5/2025).

Dalam sambutannya, Ny. Putri Koster menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan event yang diselenggarakan untuk pertama kalinya di Bali.

Ny. Putri Koster berharap event yang menampilkan berbagai pameran produk kecantikan dan kesehatan ini, selain menghadirkan produk-produk ternama, juga dapat menjadi ajang untuk memperkenalkan produk kesehatan tradisional Bali.

Seperti diketahui, Bali memiliki berbagai produk usada yang tertulis dalam lontar dan telah terbukti khasiatnya, namun belum diketahui secara luas seperti halnya obat tradisional dari Tiongkok.

“Bali punya banyak kearifan lokal pengobatan tradisional yang perlu kita angkat dan lestarikan. Saya harap akan banyak pelaku kesehatan tradisional Bali yang dapat ikut berpartisipasi dalam ajang bergengsi ini,” imbuhnya.

Istri orang nomor satu di Bali ini juga berharap agar event-event seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan ditingkatkan penyelenggaraannya, sehingga kedepannya Bali akan menjadi pusat kecantikan, tidak hanya kecantikan fisik tetapi juga kesehatan secara jasmani dan rohani.

Hal senada juga disampaikan oleh Deputi Bidang Penyelenggaraan Kegiatan di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Vinsensius Jemadu. Menurutnya, kegiatan Beautiverse berperan penting tidak hanya bagi para pelaku usaha kosmetik, tetapi juga bagi generasi muda untuk membangun dan mengembangkan jiwa wirausaha.

“Event ini juga bertujuan mengangkat Sanur sebagai lokasi yang menunjang pariwisata minat khusus, seperti perawatan diri dan kesehatan holistik,” tuturnya.

Beautiverse 2025 yang untuk pertama kalinya dilaksanakan di Bali akan berlangsung selama tiga hari, yakni 2–4 Mei 2025. Acara ini diikuti oleh lebih dari 60 tenant/brand pameran serta menghadirkan berbagai pengisi acara, mulai dari workshop, experience, hingga exhibition. (ana)

Kebakaran Hebat Luluhlantakkan 14 Kamar Kos di Jalan Plawa Denpasar

Petugas damkar berupaya memadamkan api yang melahap deretan kamar kos di Jalan Plawa, Denpasar.
Petugas damkar berupaya memadamkan api yang melahap deretan kamar kos di Jalan Plawa, Denpasar.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Sebuah kebakaran hebat menghanguskan sekitar 14 kamar kos di Jalan Plawa, Desa Sumerta Kauh, Kecamatan Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali pada Jumat (2/5/2025) sekitar pukul 19.30 Wita.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi menerangkan bahwa sebelum api melalap habis bangunan itu, saksi bernama Baharudin mendengar beberapa anak kecil berlarian menghampiri saksi dengan mengatakan “kebakaran”.

“Selanjutnya saksi melihat kedepan rumah dan melihat beberapa unit kamar kos sudah terbakar dan api membesar seketika,” terang Sukadi.

Para penghuni kos-kosan berusaha keras memadamkannya dengan ember, namun upaya mereka terkendala oleh kelangkaan air akibat pemadaman PDAM setempat.

Damkar Denpasar segera merespons kejadian ini dengan mengirimkan lima unit mobil pemadam kebakaran. Meskipun berjuang selama satu setengah jam, api berhasil dipadamkan, meskipun tidak sebelum merusak sejumlah kamar kos-kosan.

Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, langsung turun ke lokasi kebakaran untuk memantau situasi dan memberikan dukungan kepada para korban. Pemilik kosan, Wayan Budiasa, serta para penghuni kos, telah dievakuasi sementara ke Hotel Kedaton di Jalan Hayam Wuruk untuk penanganan lebih lanjut.

Saat ini, penyebab pasti kebakaran dan total kerugian masih dalam penyelidikan mendalam. Kami akan terus memperbarui perkembangan situasi ini. (*)

Geger Penemuan Mayat Perempuan dalam Mobil di Denpasar, Diduga Korban Pembunuhan, Ada Luka Tusuk di Leher

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Warga digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan di dalam mobil yang terparkir di depan rumah pinggir Jalan Kertha Dalem, Sidakarya, Denpasar Selatan, pada Jumat (2/5/2025) pagi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, mayat perempuan tersebut diketahui berinisial RYP (36), warga Jalan Tukad Buana III No. 51, Batu Kandik, Denpasar Utara.

Jenazahnya ditemukan dalam sebuah mobil Terios Merah dengan plat DK 1662 ACT yang terparkir tepat di depan rumah kosong.

Korban ditemukan oleh warga yang curiga karena mobil terparkir selama dua hari. Setelah dicek, ternyata korban perempuan dalam kondisi tak bernyawa dan terdapat luka tusuk di bagian leher, diduga menjadi korban pembunuhan. Kejadian itu lantas dilaporkan ke pihak berwajib.

Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. I.G.N.G. Ngoerah dengan ambulance BPBD Kota Denpasar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi masih menyelidiki motif dan kronologi kematian korban. Garis polisi juga telah dipasang di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai dugaan pelaku atau motif di balik kematian korban. (ana)

Listrik Padam Total di Bali, PLN Sebut Gangguan Kabel Bawah Laut Jadi Pemicu

Ilustrasi perbaikan listrik.
Ilustrasi perbaikan listrik. (Foto:PLN)

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pulau Bali mengalami pemadaman listrik total pada Jumat sore (2/5/2025), mulai pukul 16.00 WITA akibat gangguan kabel bawah laut yang menghubungkan sistem kelistrikan Jawa dan Bali.

Insiden ini berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat dan infrastruktur di hampir seluruh wilayah Pulau Dewata.

Pemadaman menyebabkan lalu lintas di Kota Denpasar dan sekitarnya lumpuh karena padamnya lampu lalu lintas. Sejumlah jaringan komunikasi juga terganggu, dengan sinyal telepon seluler yang hilang di beberapa area.

Fasilitas vital seperti rumah sakit dan Bandara I Gusti Ngurah Rai sempat mengalami gangguan operasional, meski kemudian menjadi prioritas dalam proses penormalan.

PT PLN (Persero) segera melakukan upaya pemulihan sistem kelistrikan. Hingga pukul 18.30 WITA, lebih dari 50 persen wilayah yang terdampak telah kembali mendapatkan aliran listrik.

Manajer Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi (UID) Bali, I Wayan Eka Susana, menyebutkan bahwa indikasi awal penyebab pemadaman adalah gangguan pada PLTU Celukan Bawang Unit #2. Namun, investigasi lebih lanjut masih dilakukan untuk memastikan penyebab pasti gangguan.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan padamnya listrik di sebagian besar wilayah Bali dari pukul 16.09 WITA, dan saat ini dalam proses penormalan,” kata Eka Susana.

PLN mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan melalui kanal resmi. (ana)

Pasca Kebakaran Pasar Bajera, Pedagang Disiapkan Tempat Relokasi Sementara

Pasar Bajera Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, terbakar pada Minggu (27/4/2025).
Pasar Bajera Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, terbakar pada Minggu (27/4/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pasca kebakaran yang melanda Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan, pada Minggu (27/4/2025) lalu, Pemerintah Kabupaten Tabanan merelokasi para pedagang ke lokasi sementara di sekitar pasar.

Relokasi ini dilakukan untuk menjaga kelangsungan perekonomian para pedagang yang menggantungkan hidupnya di pasar tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabanan, Ni Made Murjani mengatakan, pihaknya telah tiga kali turun ke lokasi guna melakukan peninjauan serta pendataan terhadap pedagang yang terdampak.

“Karena ini menyangkut mata pencaharian mereka, sebelum pasar diperbaiki, kami sudah siapkan tempat berjualan sementara di sekitar lingkungan Pasar Bajera,” ujar Murjani, Jumat (2/5/2025).

Ia menyebutkan, total ada enam kios dan lima los pedagang yang ludes terbakar. Beberapa lapak lain di sekitar area juga terdampak. Kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai Rp700 juta.

Menurut Murjani, relokasi bersifat sementara sambil menunggu proses perbaikan pasar yang saat ini masih dalam tahap perencanaan.

“Tempat yang kami siapkan masih berada di dalam kawasan pasar. Kami siapkan kios-kios sementara untuk mereka. Namun hingga kini sebagian pedagang belum kembali berjualan karena masih dalam kondisi terkejut dan bersedih,” katanya.

Terkait anggaran perbaikan, pihaknya belum bisa memastikan jumlah yang dibutuhkan karena bangunan yang terbakar merupakan hasil swadaya masyarakat di atas tanah milik pemerintah daerah.

“Kami sudah laporkan kejadian ini kepada bapak bupati dan wakil. Saat ini masih dalam proses pembahasan, termasuk kemungkinan pengajuan anggaran ke pemerintah pusat melalui APBN,” jelas Murjani.

Sementara itu, sambung Murjani, anggaran dari APBD tetap berjalan namun memerlukan proses pengajuan usulan terlebih dahulu. “Yang jelas, kami prioritaskan relokasi pedagang agar bisa tetap berjualan pasca kebakaran karena itu adalah sumber mata pencarian mereka,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kebakaran terjadi di Pasar Bajera pada Minggu (27/4/2025) sore. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, api diduga berasal dari dupa yang masih menyala di salah satu kios buah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian material diperkirakan mencapai Rp700 juta. (ana)

Keciduk Simpan 1 Kg Ganja, Pria Asal Surabaya Dibekuk Polisi

Pelaku SKF (38) asal Surabaya, diamankan Satresnarkoba Polresta Denpasar.
Pelaku SKF (38) asal Surabaya, diamankan Satresnarkoba Polresta Denpasar.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Satuan Reserse Narkoba Polresta Denpasar berhasil mengamankan seorang pria berinisial SKF (38), warga asal Surabaya, yang diduga menyimpan dan menguasai narkotika jenis ganja seberat lebih dari 1 kilogram. Penangkapan dilakukan pada Senin malam, 28 April 2025, sekitar pukul 23.00 WITA, di wilayah Sibang Gede, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.

Kapolresta Denpasar melalui Kasat Resnarkoba AKP Muhamad Risky Fernandez, menjelaskan bahwa pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan seseorang yang diduga terlibat dalam penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.

“Berdasarkan informasi itu, tim kami melakukan penyelidikan dan pengawasan intensif di sepanjang Jalan Tanah Ayu. Saat itu, petugas mencurigai gerak-gerik seorang pria yang tengah berada di depan sebuah toko pencucian mobil, Gaika Detailing Store,” jelas AKP Fernandez.

Saat dilakukan penangkapan di tempat kejadian pertama (TKP I) yakni di pinggir Jalan Tanah Ayu, Br. Saren, Ds/Kel. Sibang Gede, tim menemukan sejumlah barang bukti yang dibawa tersangka di dalam tas tangan warna hitam. Barang bukti tersebut meliputi 1 paket daun kering yang diduga ganja, 1 paket kecil papir, 1 tempat kayu bulat, 2 lembar kertas papir, 1 bungkus filter, 1 alat penghancur (dop), 1 unit ponsel yang diduga terkait aktivitas narkoba

Tak berhenti di situ, tim Satresnarkoba kemudian melanjutkan penggeledahan ke tempat tinggal tersangka di sebuah kamar kos yang beralamat di Jalan Tanah Ayu, Banjar Saren, Sibang Gede, petugas menemukan  2 paket berisi daun dan biji kering diduga ganja yang disimpan di dalam kulkas terbungkus kotak tupperware serta  1 paket batang kering yang ditemukan di dalam tong sampah di kamar tidur tersangka.

“Total berat barang bukti ganja yang diamankan dari dua lokasi tersebut diperkirakan mencapai 1 kilogram,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengaku mendapatkan ganja tersebut dari seseorang berinisial PA dengan cara membeli secara tunai seharga Rp3,5 juta. Narkotika itu rencananya akan digunakan secara bertahap untuk konsumsi pribadi.

Kini, SKF beserta seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolresta Denpasar guna penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas dalam kasus ini. (MAH)

Dua Pria yang Terjun dari Jembatan Bali Cliff Diduga Mabuk Usai Pesta Miras

Petugas mengevakuasi jenazah dua pengendara yang tewas usai terjun dari Jembatan Bali Cliff, Kuta Selatan, Badung, Jumat (2/5/2025).
Petugas mengevakuasi jenazah dua pengendara yang tewas usai terjun dari Jembatan Bali Cliff, Kuta Selatan, Badung, Jumat (2/5/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dua pria asal Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, ditemukan tewas tragis di dasar Jembatan Bali Cliff, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali, Jumat (2/5/2025) pagi. Keduanya diduga kuat mengalami kecelakaan tunggal akibat mengendarai motor dalam kondisi mabuk usai berpesta minuman keras.

Korban diketahui bernama Marselinus Mabor (38) dan Martinus Dangga Dora (30). Jenazah mereka ditemukan sekitar pukul 06.30 WITA, tergeletak di dasar jurang sedalam 30 meter di perbatasan Desa Kutuh dan Desa Ungasan.

“Korban sebelumnya menghadiri acara minum-minum di rumah teman mereka. Saat pulang sekitar pukul 02.00 WITA, diduga pengendara kehilangan kendali hingga motor yang ditumpangi jatuh ke dasar jembatan,” ujar Kapolsek Kuta Selatan, AKP I Komang Agus Dharmayana W.

Peristiwa nahas ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi, Kornelis Ngongo, yang saat melintas sempat mendengar suara benturan keras. Ia kembali ke lokasi dan menemukan sebuah ponsel tergeletak di atas jembatan. Kornelis lantas menghubungi rekan korban, Yulianus Malo, untuk melakukan pencarian.

Setelah menyusuri dasar jurang, mereka menemukan tubuh kedua korban dalam kondisi mengenaskan. Evakuasi kemudian dilakukan oleh tim gabungan dari Polsek Kuta Selatan dan Basarnas sekitar pukul 08.30 WITA.

Kedua korban diketahui mengendarai sepeda motor Honda Beat hitam dengan nomor polisi DK 5713 UAS. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan adanya tanda-tanda kecelakaan lain, selain dugaan kuat bahwa insiden ini terjadi karena pengaruh alkohol.

Jenazah korban telah dibawa ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans sosial. Sementara itu, Unit Laka Satlantas Polresta Denpasar masih mendalami kasus ini untuk penyelidikan lebih lanjut. (MAH)

Motor Terjun ke Jurang 15 Meter di Jembatan Bali Cliff, Dua Pengendara Tewas

Petugas SAR gabungan saat mengevakuasi korban kecelakaan motor yang terjun ke jurang di Jembatan Bali Cliff, Ungasan, Badung, Bali, Jumat (2/5/2024).
Petugas SAR gabungan saat mengevakuasi korban kecelakaan motor yang terjun ke jurang di Jembatan Bali Cliff, Ungasan, Badung, Bali, Jumat (2/5/2024).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kecelakaan tragis terjadi di Jembatan Bali Cliff, Ungasan, Badung, Bali, pada Jumat dini hari (2/5/2024). Sebuah sepeda motor yang ditumpangi dua pria dilaporkan hilang kendali dan terjun ke jurang sedalam 15 meter. Kedua pengendara ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Insiden maut ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.00 Wita. Namun, laporan baru diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar pada pukul 06.55 Wita melalui Pos Polisi Ungasan. Korban diketahui bernama Martinus Dangga Dora (30) asal Weri Lolo, Kecamatan Wewewa Selatan, dan Marselinus Mabor (38) asal Lete Wungana, Kecamatan Wewewa Tengah, keduanya berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Tim SAR gabungan segera dikerahkan ke lokasi. Delapan personel dari Basarnas Denpasar bergabung dengan sejumlah unsur penyelamat lainnya. Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 07.50 Wita dengan menggunakan teknik dan peralatan mountaineering untuk menjangkau titik jatuhnya korban.

“Pukul 08.50 Wita kedua korban berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia,” ujar pejabat dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar dalam keterangannya. Jenazah keduanya langsung dibawa ke RSUP Prof Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans milik RAPI Gerakan Jumat Berbagi.

Proses evakuasi melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Basarnas Denpasar, Polsek Kuta Selatan, Babinsa Desa Ungasan, Linmas Kutuh, Potensi SAR RAPI Gerakan Jumat Berbagi, serta sejumlah rekan korban dan warga setempat.

Penyebab pasti kecelakaan masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Diduga kuat kendaraan kehilangan kendali saat melintas di area jembatan yang minim penerangan pada malam hari. (*)

Pendidikan Bermutu untuk Semua, Semangat Baru Hardiknas 2025

Hari Pendidikan Nasional 2025. (Istimewa)
Hari Pendidikan Nasional 2025. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM – Setiap tanggal 2 Mei, bangsa Indonesia memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sebagai bentuk penghormatan kepada Ki Hadjar Dewantara, tokoh yang dijuluki Bapak Pendidikan Nasional. Momentum ini tidak sekadar mengenang jasa beliau, tetapi juga menjadi refleksi bersama untuk memperkuat komitmen dalam membangun sistem pendidikan yang lebih baik.

Tahun 2025, Hardiknas mengusung tema “Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua.” Tema ini diangkat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai seruan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga pelajar, untuk terlibat aktif menciptakan pendidikan yang adil, inklusif, dan berkualitas bagi semua kalangan.

Peringatan Hardiknas juga merujuk pada Keputusan Presiden RI Nomor 316 Tahun 1959, yang menetapkan 2 Mei sebagai salah satu hari nasional nonlibur. Momentum ini menjadi pengingat penting bahwa pendidikan adalah pilar utama dalam membangun peradaban bangsa.

Semangat Ki Hadjar Dewantara yang tertuang dalam semboyan legendaris “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani” terus relevan hingga kini. Filosofi ini menjadi landasan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan pendidikan yang memberdayakan dan menyeluruh.

Hardiknas 2025 bukan hanya seremoni, melainkan ajakan untuk bergerak bersama, memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dalam mengakses pendidikan bermutu. (Mah)

Mengenal Outsourcing, Sistem Kerja yang Bakal Dihapus Prabowo

Presiden Prabowo saat memberikan pidato dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2025).
Presiden Prabowo saat memberikan pidato dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2025).

PANTAUBALI.COM, NASIONAL — Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan akan menghapus sistem kerja outsourcing di Indonesia. Pernyataan tersebut disampaikan dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Jumat (1/5/2025), di hadapan ribuan buruh.

Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan, sistem outsourcing selama ini menjadi sumber ketidakpastian bagi pekerja. Ia berjanji akan membentuk Dewan Kesejahteraan Buruh Nasional untuk mengkaji dan merancang langkah-langkah penghapusan sistem tersebut secara bertahap.

“Kami ingin menghapus outsourcing, tapi harus dengan cara realistis dan bertanggung jawab. Kita harus menjaga keseimbangan antara perlindungan tenaga kerja dan kepentingan investasi,” ujar Prabowo dalam pidatonya, dikutip  Jumat (2/5/2025).

Lantas apa yang dimaksud dengan outsourcing? Dalam dunia kerja, istilah outsourcing tidak asing lagi. Dalam sistem kerja ini perusahaan menyerahkan sebagian fungsi pekerjaan kepada pihak ketiga atau vendor. Secara hukum, para pekerja outsourcing bukan bagian dari karyawan tetap perusahaan utama, sehingga kerap tidak mendapat hak-hak yang setara seperti pesangon, jaminan sosial, atau kepastian kerja.

Sistem ini mulai diberlakukan secara legal sejak era Presiden Megawati Soekarnoputri melalui UU Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003. Sejak saat itu, praktik outsourcing menuai kontroversi, terutama dari serikat pekerja yang menilai sistem tersebut mengurangi hak dan kesejahteraan buruh.

Rencana penghapusan outsourcing disambut positif oleh berbagai serikat pekerja, meski mereka tetap menuntut agar proses ini dilakukan dengan melibatkan buruh secara aktif dan menjamin tidak ada pengurangan hak-hak ketenagakerjaan. Mereka juga mendorong agar pemerintah memastikan pengusaha mematuhi kebijakan baru tersebut.

Rencana penghapusan outsourcing di era Prabowo berpotensi menjadi reformasi ketenagakerjaan besar di Indonesia. Jika berhasil, ini bisa menjadi langkah maju dalam memperbaiki kualitas hidup para pekerja dan menciptakan sistem kerja yang lebih berkeadilan. (ana)