- Advertisement -
Beranda blog Halaman 167

Badung Tampil Gagah di Lomba Barong Ket PKB 2025, Tampilkan Musik Bebadungan Munggu

Penampilan Sanggar Seni Tari dan Tabuh Semeton Barong Munggu dari Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi saat lomba Tari Barong Ket di PKB 2025.
Penampilan Sanggar Seni Tari dan Tabuh Semeton Barong Munggu dari Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi saat lomba Tari Barong Ket di PKB 2025.

PANTAU BALI.COM, DENPASAR — Lomba Tari Barong Ket di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 kembali menjadi salah satu pertunjukan yang paling ditunggu-tunggu.

Tahun ini, Kabupaten Badung yang tahun lalu sukses menyabet predikat terbaik kembali menunjukkan performa istimewanya lewat Sanggar Seni Tari dan Tabuh Semeton Barong Munggu dari Desa Adat Munggu, Kecamatan Mengwi.

Di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis (3/7/2025) malam, sanggar ini tampil bersaing dengan tiga delegasi seni dari Tabanan, Karangasem, dan Denpasar. Sejak awal, ribuan penonton yang memadati tribun tampak antusias menantikan aksi para seniman dari Gumi Keris.

Ketika iringan tabuh mulai menggema dan para penari Barong Ket memasuki arena, sorakan penonton pun bergemuruh.

Kombinasi gending, gerak tedung, serta liukan Barong yang dinamis langsung memikat perhatian. Sanggar Semeton Barong Munggu seolah ingin membuktikan, gelar jawara tahun lalu bukan sekadar kebetulan.

Menurut Ketua Sanggar sekaligus pembina tari, I Putu Eka Darmayasa, garapan tahun ini mengacu pada tema PKB 2025 yakni Jagad Kerthi.

Lewat penampilan tersebut, seniman dari Munggu ingin mempertegas nilai-nilai pemuliaan jagat yang diwakili Kabupaten Badung, sekaligus menjaga keharmonisan seni tradisi.

“Kami hadirkan bukan sekadar pertunjukan, tapi juga membawa nilai-nilai pelestarian warisan desa kami,” ujar Eka Munggu, sapaan akrabnya.

Salah satu keunikan yang diangkat adalah penerapan pola Bebadungan, gaya khas Barong Ket yang dikenal lebih agresif pada bagian guak macok atau adegan menyerang. Pola ini disesuaikan dalam bagian bapang barong agar memberi karakter kuat dan energi khas Munggu.

Lebih lanjut, Sanggar Semeton Barong Munggu juga berupaya menghidupkan kembali tradisi musikal desa yang sempat redup. “Kami angkat kembali alur musik Pelayon yang dulu menjadi ciri khas Desa Munggu. Sekarang kami hadirkan lagi di PKB ini sebagai bagian dari komitmen pelestarian,” tambahnya.

Di balik suksesnya penampilan, Eka Munggu mengakui tantangan cukup berat, terutama dalam hal kesiapan fisik para penari Barong. Pasalnya, sebagian besar seniman merupakan pekerja pariwisata yang harus membagi waktu antara pekerjaan dan latihan.

“Latihan kami padat, seminggu empat kali. Saya atur betul agar maksimal tanpa menguras fisik, paling malam hanya sampai jam 11,” kata Eka.

Tercatat, sebanyak 27 penabuh, dua penari bapang barong, dan dua penari tedung diturunkan dalam penampilan ini. Selain latihan rutin, fisik para penari barong juga ditempa secara khusus demi mampu ‘menghidupkan’ sosok Barong Ket di atas panggung.

“Yang paling penting, barong itu benda mati. Tugas penarinya membuat ia hidup, penuh karakter, dan berdaya. Di situ kekuatan utama yang kami siapkan,” pungkasnya dengan penuh optimisme. (jas)

Cuaca Ekstrem, BPBD Tabanan Pangkas Pohon Perindang di Jalur Denpasar-Gilimanuk

Pemangkasan pohon perindang di sepanjang jalur utama Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di seputar Banjar Yeh Bakung, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat.
Pemangkasan pohon perindang di sepanjang jalur utama Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di seputar Banjar Yeh Bakung, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Cuaca buruk yang belakangan ini melanda wilayah Bali menyebabkan risiko pohon tumbang semakin tinggi. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan bersama instansi terkait melaksanakan kegiatan pemangkasan pohon perindang pada Jumat (4/7/2025).

Kegiatan pemangkasan pohon dilakukan di sepanjang jalur utama Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di seputar Banjar Yeh Bakung, Desa Lalanglinggah, Kecamatan Selemadeg Barat.

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, menjelaskan, langkah ini merupakan bentuk mitigasi terhadap ancaman pohon tumbang yang dapat membahayakan pengguna jalan, terutama saat hujan deras dan angin kencang melanda.

“Melihat kondisi cuaca akhir-akhir ini yang cukup ekstrem, kami mengambil langkah antisipatif dengan melakukan pemangkasan pohon di jalur strategis agar tidak membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Adapun pemangkasan pohon dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu 3 BPBD Tabanan bersama petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DKLH), staf Kecamatan dan Desa Selemadeg Barat, serta personel dari Polsek Selemadeg Barat.

Selain melakukan pemangkasan, BPBD Tabanan juga mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal atau melintas di wilayah rawan pohon tumbang, agar tetap waspada selama musim hujan dan angin kencang berlangsung.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan dan angin kencang terjadi, serta segera melaporkan ke BPBD jika melihat pohon dalam kondisi rawan tumbang,” tambah Srinadha Giri. (ana)

Cara Mudah Mengecek Dana BSU 2025 Sudah Cair atau Belum

BSU 2025 Siap Cair Mulai Juni mendatang.
BSU 2025 Siap Cair Mulai Juni mendatang.

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 telah memasuki proses pencairan tahap kedua pada minggu pertama dan kedua Juli 2025.

Setelah sebelumnya tahap pertama dimulai pada Juni 2025. Lantas, bagaimana cara mengetahui apakah dana BSU tahap 2 sudah masuk ke rekening Anda?

Pemerintah, melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), saat ini tengah memverifikasi data calon penerima BSU yang disampaikan oleh BPJS Ketenagakerjaan. Sebanyak 4,5 juta data peserta sedang divalidasi sesuai dengan ketentuan Permenaker Nomor 5 Tahun 2025.

Adapun syarat penerima BSU yakni pekerja merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dan punya NIK, Peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan sampai akhir April 2025 dan Gaji maksimal Rp3,5 juta per bulan.

Disamping itu, perlu dicatat juga bahwa ada beberapa kelompok yang tidak berhak menerima BSU, yakni Aparatur Sipil Negara (ASN), Anggota TNI dan Polri serta penerima bantuan sosial lain seperti PKH (Program Keluarga Harapan) dalam tahun anggaran yang sama.

Bagi pekerja yang dinyatakan memenuhi syarat, akan menerima bantuan sebesar Rp600.000 per orang untuk periode Juni dan Juli. Berikut beberapa cara untuk mengecek BSU tahap 2 sudah cair ke rekening Anda:

1. Melalui Situs BPJS Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan menyediakan layanan pengecekan status BSU secara online. Berikut langkah-langkahnya.

  • Kunjungi: https://bsu.bpjsketenagakerjaan.go.id
  • Gulir ke bawah dan temukan menu “Cek Apakah Kamu Termasuk Calon Penerima BSU?”
  • Isi data lengkap: NIK, nama sesuai KTP, tanggal lahir, nama ibu kandung, nomor HP, dan email aktif
  • Klik “Lanjutkan”
  • Status Anda akan muncul di layar

2. Melalui Situs Kemnaker

Alternatif lainnya adalah melalui laman resmi Kemnaker. Langkah-langkahnya yakni:

  • Buka situs: https://bsu.kemnaker.go.id
  • Klik menu “Cek NIK”
  • Masukkan 16 digit NIK dan kode CAPTCHA
  • Klik “Cek Status”
  • Sistem akan menampilkan apakah Anda termasuk penerima atau tidak

3. Via Aplikasi Pospay (Bagi Penerima Non-Rekening)

Pekerja yang tidak memiliki rekening bank bisa menerima BSU melalui Kantor Pos dan mengecek statusnya via aplikasi Pospay. Berikut caranya:

  • Unduh aplikasi Pospay dari Play Store atau App Store
  • Daftar akun jika belum memiliki
  • Di halaman utama, klik ikon (i) berwarna merah di kanan atas
  • Pilih logo Kemnaker
  • Pada jenis bantuan, pilih “BSU Kemnaker 1”
  • Siapkan e-KTP dan lakukan foto sesuai instruksi
  • Isi data dan klik “Lanjutkan”
  • Sistem akan menginformasikan apakah Anda terdaftar sebagai penerima

Itulah cara mengecek BSU Anda sudah cair atau belum, Namun perlu dicatat pencairan BSU tahap kedua diperkirakan berlangsung mulai awal hingga pertengahan Juli 2025. Namun, tidak ada tanggal pasti karena proses penyaluran dilakukan secara bertahap, tergantung pada validasi data yang telah diselesaikan. (ana)

Polres Bangli Tetapkan 5 Tersangka dalam Kasus Tajen Berdarah di Songan

Polres Bangli tetapkan 5 tersangka atas kasus penikaman di Arena Tajen Songan.
Polres Bangli tetapkan 5 tersangka atas kasus penikaman di Arena Tajen Songan.

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Kasus berdarah yang terjadi di arena tajen (sabung ayam) Banjar Tabu, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, terus didalami aparat kepolisian. Hingga Kamis (3/7/2025), Polres Bangli menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam dua perkara berbeda: penganiayaan yang berujung maut dan praktik perjudian.

Empat tersangka dijerat atas dugaan penganiayaan brutal terhadap Jro Luwes, pria yang sebelumnya menikam hingga tewas Komang Awan Sutawan alias Mang Alam di lokasi sabung ayam. Para tersangka yang merupakan warga Desa Songan itu masing-masing berinisial JR (52), KA (23), WD (56), dan JM (58).

“Motifnya pembalasan. Mereka marah karena Mang Alam tewas ditikam, lalu menyerang pelaku penusukan secara bersama-sama,” kata Kasubsi Penmas Polres Bangli, Aipda Nengah Wirata, Jumat (4/7).

Barang bukti yang diamankan polisi antara lain pakaian korban dan pelaku yang berlumuran darah serta satu buah linggis. Keempat pelaku dijerat dengan Pasal 170 ayat (2) ke-2 KUHP, subsider Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Sementara itu, satu tersangka lain berinisial KS (29) ditangkap karena menyelenggarakan sabung ayam ilegal pada Sabtu, 14 Juni 2025, di lokasi yang sama. Dari tangan KS, polisi menyita uang tunai Rp 500.000, sangkar ayam, pengeras suara, dan catatan taruhan.

KS dijerat dengan Pasal 303 ayat (1) ke-2 KUHP jo Pasal 2 ayat (1) UU No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian.

Aipda Wirata menegaskan, pihaknya tidak akan mentolerir segala bentuk pelanggaran hukum, baik kekerasan maupun perjudian ilegal. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan menyerahkan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat.

“Mari kita jaga kondusivitas bersama. Jangan mudah terprovokasi dan pastikan informasi yang beredar bisa dipertanggungjawabkan,” pesannya. (RA)

Aksi Bersih-Bersih dan Pelepasan Tukik di Pantai Yeh Gangga Tutup Peringatan Bulan Bung Karno

Pelepasan tukik di Pantai Yeh Gangga, tutup BUlan Bung Karno, Kamis (3/7/2025).
Pelepasan tukik di Pantai Yeh Gangga, tutup BUlan Bung Karno, Kamis (3/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Penutupan rangkaian Bulan Bung Karno di Kabupaten Tabanan ditandai dengan aksi nyata menjaga lingkungan melalui kegiatan bersih-bersih di kawasan Pemerintah Kabupaten Tabanan dan pelepasan tukik di Pantai Yeh Gangga, Kamis (3/7/2025).

Aksi tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, sebagai simbol kepedulian terhadap pelestarian alam dan wujud cinta tanah air yang sejalan dengan semangat Bung Karno.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga, Sekretaris Daerah, para Asisten Setda, seluruh pimpinan OPD, serta para pegawai di lingkungan Pemkab Tabanan. Kebersamaan seluruh unsur pemerintahan ini menunjukkan komitmen kuat terhadap kebersihan lingkungan dan pelestarian alam, sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan.

Bupati Sanjaya menyampaikan, kegiatan ini selaras dengan semangat Bulan Bung Karno yang sarat nilai sejarah.

“Saya mengucapkan apresiasi terhadap OPD yang melaksanakan kegiatan Bulan Bung Karno ini dengan sebaik-baiknya. Bulan ini penuh dengan makna, karena sebagai hari lahirnya Pancasila. Sebelum merdeka, kita sudah memiliki dasar negara yang digagas oleh Bung Karno,” ujarnya.

Pihaknya juga menekankan pentingnya pelaksanaan Bulan Bung Karno melalui berbagai bentuk kegiatan yang membangun kesadaran kolektif, seperti pelepasan tukik. “Di sini, kita juga melakukan konservasi anak penyu. Tukik adalah bagian dari ekosistem yang harus kita jaga. Ini bukan hanya aksi simbolis, tapi wujud nyata pelestarian lingkungan,” tambah Bupati Sanjaya.

Lebih lanjut, Sanjaya menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap alam, sebagaimana pesan para leluhur. “Luangkanlah waktu untuk ikut berkontribusi merawat pertiwi ini. Menjaga alam adalah bagian dari spiritualitas kita sebagai masyarakat Bali,” ujarnya dengan penuh semangat.

Kegiatan bersih-bersih pantai tentunya juga menjadi perhatian utama. Sampah anorganik yang sulit terurai menjadi fokus utama dalam aksi ini. Bupati menegaskan, bahwa kebersihan tidak hanya soal jasmani, tapi juga rohani.

“Alam ini perlu bersih jasmani dan rohani. Rohani melalui ritual, dan jasmani melalui aksi nyata seperti ini,” katanya.

Dalam upayanya menjadikan Tabanan sebagai wilayah yang bersih dan sehat, Bupati mengajak seluruh warga untuk memulai perubahan dari lingkup terkecil.

“Kalau kita mau Tabanan bersih, mulai dari diri sendiri, rumah, desa, kecamatan, hingga seluruh wilayah. Ini selaras dengan program Bali Bersih,” tegasnya.

Bupati juga menyampaikan bahwa kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi. Dengan melibatkan ASN dan masyarakat, gerakan bersih-bersih ini memberikan contoh langsung bagaimana menjaga lingkungan dengan cara sederhana namun berdampak besar.

“Kita datang melakukan gerakan, mengedukasi dan memberi contoh. Ini harus menjadi budaya,” ujarnya. (ana)

Soal Permasalahan Pariwisata dan WNA, Koster: Tidak Bisa Langsung Simpulkan “Overtourism”

Gubernur Koster saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI di Jayasabha, Denpasar, Rabu (2/7).
Gubernur Koster saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI di Jayasabha, Denpasar, Rabu (2/7).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali Wayan Koster kembali menegaskan bahwa pesatnya pertumbuhan pariwisata Bali bukan tanpa konsekuensi. Ia menyebut sejumlah persoalan serius yang kini mengintai Pulau Dewata, mulai dari alih fungsi lahan pertanian, ledakan volume sampah, kemacetan, hingga menjamurnya usaha ilegal yang digerakkan oleh warga negara asing (WNA).

“Alih fungsi lahan jadi akomodasi wisata, krisis air bersih, minimnya transportasi publik, hingga dominasi usaha asing – ini semua sudah jadi tantangan nyata,” kata Koster saat menerima kunjungan kerja spesifik Komisi VII DPR RI di Jayasabha, Denpasar, Rabu (2/7).

Kunjungan dipimpin langsung oleh Dr. Evita Nursanty Iqbal dengan tujuan menyerap aspirasi daerah untuk pembahasan sejumlah Rancangan Undang-Undang (RUU), salah satunya RUU Kepariwisataan yang masuk dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2025.

Evita mengaku kagum pada konsep pariwisata Bali, namun menyadari adanya ancaman serius jika tidak segera ditangani. Ia menyoroti isu seperti premanisme, over tourism, dan praktik usaha tak berizin. “Kami ingin tahu langsung kondisi di lapangan agar penyusunan RUU Kepariwisataan tidak salah arah,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Koster memaparkan data penting. Dari 126 juta wisatawan yang datang ke kawasan ASEAN, sebanyak 13 juta ke Indonesia dan 6,33 juta di antaranya berkunjung ke Bali. Kontribusi Bali terhadap devisa pariwisata nasional pun sangat signifikan, yakni mencapai Rp107 triliun atau sekitar 44 persen dari total nasional Rp243 triliun. Tak hanya itu, sektor ini menopang 66 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bali.

“Dengan angka kontribusi sebesar itu, wajar jika Bali diberikan perhatian lebih dalam RUU Kepariwisataan. Harus ada norma yang memberikan insentif dan fasilitas pembangunan bagi daerah tujuan wisata utama,” ujar Koster.

Ia mengusulkan agar RUU tersebut memuat klausul khusus terkait pembangunan infrastruktur strategis, sarana publik, dan dukungan lain sesuai karakteristik tiap daerah pariwisata unggulan.

Meski banyak keluhan terhadap perilaku wisatawan, Koster menolak menyebut kondisi Bali sebagai over tourism. Ia menilai permasalahan lebih kepada kurangnya ketertiban pengunjung.

“Kalau dikatakan over tourism, Bali luasnya jauh lebih besar dari Singapura. Tapi perilaku wisatawan yang tidak tertib bisa merusak citra daerah. Dari 6,4 juta wisatawan, mungkin hanya seribu yang bermasalah, tapi dampaknya besar,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Bali, lanjutnya, telah menindak tegas pelanggaran – termasuk melakukan deportasi terhadap ratusan WNA. Namun penertiban dilakukan secara terukur agar tidak menghambat pemulihan sektor pariwisata.

“Penertiban kami lakukan hati-hati, karena pariwisata ini juga masih dalam masa pemulihan. Tapi kepastian hukum dan ketertiban harus ditegakkan,” pungkas Koster. (ra)

Enam Jenazah Korban KMP Tunu Pratama Jaya Diserahkan ke Keluarga, 30 Orang Masih Dicari

Penyerahan korban KMP Tunu Pratama Jaya kepada pihak keluarga, Kamis malam (3/7/2025).
Penyerahan korban KMP Tunu Pratama Jaya kepada pihak keluarga, Kamis malam (3/7/2025). (Foto:Kantor SAR Surabaya)

PANTAUBALI.COM, BANYUWANGI – Proses evakuasi korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya terus berlanjut. Hingga Kamis malam (3/7/2025) sekitar pukul 20.15 WIB, Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi enam jenazah korban tenggelam.

Keenam jenazah tersebut dipulangkan ke Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi. Jenazah diberangkatkan dari Pelabuhan Gilimanuk, Bali, menggunakan lima unit ambulans.

Informasi dari Kantor SAR Surabaya, adapun nama-nama korban meninggal dunia yang sudah berhasil diidentifikasi adalah Anang Suryono dari Probolinggo; Eko Sastriyo, Elok Rumantini, Cahyani, Fitri April Lestari, dan Afnan Aqiel Mustafa dari Banyuwangi.

Setibanya di Banyuwangi, kedatangan jenazah disambut langsung oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Deputi Operasi dan Siaga Basarnas Ribut Eko S., Kapolda Jawa Timur, serta jajaran tim SAR gabungan. Penyerahan jenazah secara simbolis dilakukan kepada keluarga korban sebelum dibawa ke RSUD Blambangan untuk penanganan lebih lanjut.

Sebelumnya, 29 korban selamat yang ditemukan di sekitar kawasan Cekik Gilimanuk dan perairan Pebuahan, Jembrana, juga telah diserahkan kepada keluarga masing-masing. Sebanyak 21 orang di antaranya merupakan warga Banyuwangi dan telah dipulangkan melalui Pelabuhan Ketapang pada Kamis sore sekitar pukul 16.40 WIB.

Berikut nama-nama korban selamat: Saroji, Saiful Munir, Mansun, Romi Alfa Hidayat, Sandi Wariawan, Supardi, Abu Khoir, M. Farid Wajdi, Erick Imbawani, Nurdin Yuswanto, Richo Krafsanjani, Ahmad Suyipno, Bahrul Ulum, Moh. Tri Wahyudi, Ansori, Muhamad Wajihi, Syamsul Hidayat, Ely Mustain, Ahmad Rokhan, Ibnul Bawait, Deni Hermanto, Muhammad Kholil, Bejo Santoso, Febriani, Imron, Nanda Sinta Alvani, Riky Prayuda Tama, Dimas Hadi, dan Eka Toniansyah.

Adapun operasi pencarian pada Kamis (3/7/2025) dilakukan melalui penyisiran udara dan laut. Beberapa unit helikopter telah dikerahkan, termasuk Heli Rescue HR 3606, Pesud P-8304, satu heli milik POLRI, dan drone termal untuk menyisir wilayah udara di atas perairan Selat Bali.

Penyisiran di laut turut melibatkan sejumlah armada dan alat utama dari tim SAR gabungan, antara lain: KN SAR Permadi, KN SAR Arjuna, RBB Basarnas Banyuwangi, RIB Basarnas Banyuwangi, RIB Basarnas Jembrana dan Buleleng, KN 5200 dan KN 5209 milik KSOP Tanjung Wangi, Patkamla Lanal Banyuwangi, Kal Sembulungan, KMP Tunu Pratama Jaya 5888 dan 3888, TB Joyoboyo 1 milik Pelindo, RIB KN Cundamani, speedboat milik Tagana, KPLP Gilimanuk, Polair, serta rubber boat dari BPBD Banyuwangi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau tim SAR yang bertugas agar mengutamakan keselamatan selama proses pencarian mengingat Kondisi cuaca dan tinggi gelombang di perairan selatan Bali yang masih berisiko.

Berdasarkan data manifest, tim SAR gabungan masih mencari 30 korban yang hingga kini belum ditemukan. Dalam evaluasi pencarian, Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit menyampaikan, pencarian pada hari berikutnya akan dipusatkan menggunakan kapal berukuran besar.

Hal ini mempertimbangkan kondisi gelombang tinggi di selatan Pulau Bali yang diprediksi oleh BMKG, sehingga kapal-kapal kecil untuk sementara akan ditarik dari lokasi.

Sementara itu, Deputi Operasi dan Siaga Basarnas, Ribut Eko S., menambahkan, upaya pencarian esok hari juga akan diperkuat dengan tambahan armada dari seluruh unsur potensi SAR yang terlibat, termasuk KRI Teluk Ende, KRI Tongkol, serta helikopter milik Baharkam dan bantuan dari pihak swasta.

Seperti diketahui, Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang melayani rute Ketapang–Gilimanuk tenggelam di Selat Bali, Rabu malam (2/7/2025), sekitar 25 menit setelah berlayar pukul 22.56 WIB.

Kapal mengangkut 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta memuat 22 kendaraan termasuk 14 truk tronton. Kapal diperkirakan tenggelam pukul 23.20 WIB. (ana)

Disdikpora Bangli Buka Posko Pengaduan untuk Pastikan SPMB SD dan SMP Berjalan Lancar

Murid mengikuti tes di kelas.
Murid mengikuti tes di kelas.

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Guna mengawal kelancaran proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SD dan SMP, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bangli membuka posko pengaduan di kantor dinas setempat.

Kepala Disdikpora Bangli, I Komang Pariartha, menjelaskan bahwa posko ini dibuka selama seluruh tahapan SPMB berlangsung. Posko tersebut menjadi tempat bagi masyarakat untuk melaporkan berbagai kendala, terutama permasalahan yang tak terselesaikan di tingkat sekolah.

“Sampai saat ini sudah ada tiga aduan yang kami terima. Umumnya berkaitan dengan persoalan domisili,” ungkapnya saat ditemui Rabu (3/7/2025).

Menurut Pariartha, aduan soal domisili muncul karena letak sekolah yang saling berdekatan sehingga menimbulkan kebingungan terkait zonasi. Ia menegaskan bahwa prinsip utama penentuan zonasi adalah jarak terdekat dari rumah calon siswa ke sekolah yang dituju, meskipun daya tampung sekolah tetap menjadi pertimbangan penting.

Ia juga mengimbau para orang tua untuk tidak ragu memanfaatkan layanan posko pengaduan jika menemukan hambatan selama proses pendaftaran. “Kami ingin memastikan semua berjalan adil, transparan, dan tidak menimbulkan polemik,” tandasnya.

Dengan adanya posko ini, diharapkan proses SPMB di Bangli berjalan tertib dan mampu mengakomodasi aspirasi masyarakat secara langsung dan cepat. (ra)

Pemkab Tabanan Dorong Penguatan Data Desa Presisi

Rapat Pemaparan Progres Data Desa Presisi Tabanan bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Bupati Tabanan, Rabu (2/7/2025).
Rapat Pemaparan Progres Data Desa Presisi Tabanan bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Bupati Tabanan, Rabu (2/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Sekretariat Daerah menggelar Rapat Pemaparan Progres Data Desa Presisi Tabanan bertempat di Ruang Pertemuan Kantor Bupati Tabanan, Rabu (2/7/2025).

Rapat ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi dan mendorong percepatan implementasi program Data Desa Presisi Tabanan sebagai dasar pembangunan yang berbasis data akurat dan faktual.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dan dihadiri oleh Wakil Bupati I Made Dirga, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tabanan, para anggota DPRD, Sekretaris Daerah, Plt Asisten II, Inspektur, para kepala perangkat daerah terkait, serta para camat se-Kabupaten Tabanan.

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menekankan pentingnya program ini sebagai fondasi bagi pembangunan berkelanjutan dan tepat sasaran di Kabupaten Tabanan. Ia menggarisbawahi bahwa ketersediaan data demografi yang mutakhir, menyeluruh, dan berbasis kondisi riil di lapangan merupakan kunci dalam menyusun kebijakan pembangunan yang adil dan merata.

“Keberlanjutan pemenuhan data melalui Sistem Informasi Desa Presisi harus dijaga dan ditingkatkan agar pembangunan di Tabanan semakin terarah, efektif, dan berkelanjutan,” tegas Bupati Sanjaya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Winiantara, S.Sos., menyampaikan bahwa saat ini sebanyak 133 desa di Kabupaten Tabanan telah melengkapi 20 entitas data demografi dari total 43 entitas yang menjadi target dalam program Desa Presisi.

“Dua puluh entitas ini merupakan entitas prioritas yang sangat krusial, antara lain data identitas penduduk, riwayat sakit menahun, golongan darah, kepemilikan jaminan kesehatan, tingkat pendidikan, dan lainnya.

Kini, data dari entitas tersebut sudah bisa dipantau pergerakannya melalui dashboard Sistem Informasi Desa Presisi (SIDP). Ketika desa-desa melakukan update data melalui sistem informasi desanya masing-masing, maka data pada SIDP ini akan otomatis diperbarui, karena sumber datanya langsung dari desa,” jelasnya.

Sebagai tindak lanjut dari hasil rapat, Pemerintah Kabupaten Tabanan akan melanjutkan tahapan pemenuhan 23 entitas data demografi lainnya guna menyempurnakan keseluruhan 43 entitas dalam sistem serta berposes untuk melengkapi data 5 bidang prioritas lainnya.

Langkah ini akan dilakukan secara bertahap melalui penguatan kapasitas aparatur desa, pemantauan real-time melalui dashboard digital, serta integrasi data dengan berbagai sektor strategis.

Pemkab Tabanan juga berkomitmen memperkuat pendampingan teknis bagi desa, agar proses pembaruan data dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan akurat. Melalui sinergi antara pemerintah, legislatif, dan desa, Tabanan terus bergerak menuju pembangunan yang inklusif, responsif, dan berbasis bukti nyata dari lapangan. (rls)

Sekaa Gong Ejo Bang Tampilkan Tradisi Sakral Napak Pertiwi di PKB 2025

Penampilan Sekaa Gong Ejo Bang dari Desa Adat Kiadan, Desa Plaga, Kecamatan Petang, Badung dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025.
Penampilan Sekaa Gong Ejo Bang dari Desa Adat Kiadan, Desa Plaga, Kecamatan Petang, Badung dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR — Sekaa Gong Ejo Bang dari Desa Adat Kiadan, Desa Plaga, Kecamatan Petang, Badung kembali hadir memeriahkan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 tahun 2025.

Pada Kamis (3/7/2025), kelompok seni ini menampilkan sebuah garapan tradisi sakral bertajuk ‘Napak Pertiwi’ di panggung Kalangan Angsoka, Taman Budaya Art Center, Denpasar.

Tradisi Napak Pertiwi merupakan warisan budaya yang secara turun-temurun masih lestari di Desa Adat Kiadan. Tradisi ini menjadi ritual penting masyarakat setempat yang berpuncak pada prosesi sakral menghadirkan wujud tapakan Ida Bhatara Ratu Sesuhunan dalam rupa Barong dan Rangda.

Mengusung nilai spiritual dan filosofi agraris, tradisi ini menjadi inspirasi utama garapan seni yang ditampilkan di ajang PKB tahun ini.

Menurut Penata Kerawitan I Putu Sopyarta, garapan ini menghadirkan perpaduan antara tabuh, tari sakral, dan kisah kosmis yang menyimbolkan keseimbangan semesta.

Pementasan diawali dengan Tabuh Petegak Bebarongan Dangsil, sebuah komposisi musik tradisional yang mengangkat filosofi persembahan Dangsil, simbol rasa syukur atas panen dan kesuburan alam.

Anyaman bambu yang dihiasi sesajen ini divisualisasikan dalam struktur musikal tabuh yang terdiri dari bagian kawitan, pengawak, dan pengecet.

Pertunjukan dilanjutkan dengan Tari Pendet Pemendak Ratu, sebuah tarian persembahan suci untuk menyambut kehadiran tapakan Ida Bhatara saat prosesi Napak Pertiwi. Tarian ini diawali kemunculan tokoh penasar wijil yang membawakan pesan tentang pentingnya menjaga warisan budaya dan kearifan lokal Desa Kiadan.

Sebagai penutup, disajikan Tari Telek Badung, yang berkisah tentang pertempuran energi kosmis di Setra Gandamayu. Dewa Brahma, Wisnu, dan Iswara digambarkan masing-masing berwujud Jauk, Telek, dan Barong, bersatu meredam kekuatan Dewi Durga dan Kala Ludra demi menjaga keseimbangan alam semesta.

“Garapan ini kami rancang bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi juga sebagai persembahan spiritual dan upaya pelestarian nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur,” ungkap Sopyarta.

Proses persiapan garapan ini telah berlangsung selama tiga bulan. Sebanyak 50 seniman dari Desa Adat Kiadan, terdiri dari penabuh dan penari, terlibat langsung dalam pertunjukan ini. Mereka secara konsisten berlatih demi menyajikan pementasan yang tidak hanya artistik, tetapi juga sarat makna sakral sesuai tradisi desa.

“Semoga karya ini bisa menjadi inspirasi generasi muda untuk terus menjaga harmoni alam dan budaya Bali,” tutup Sopyarta. (ana)