- Advertisement -
Beranda blog Halaman 166

Minggu Ketiga PKB 2025, Tabanan Siap Tampilkan Gong Kebyar hingga Joged Bumbung

Penampilan duta Kabupaten TAbanan dalam PKB 2025.
Penampilan duta Kabupaten TAbanan dalam PKB 2025.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Memasuki minggu ketiga pelaksanaan Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tahun 2025, Kabupatn Tabanan menurunkan tiga duta seni untuk mengisi agenda pergelaran pada tanggal 6 hingga 10 Juli 2025 mendatang di Art Center, Denpasar.

Ketiga duta yang tampil merupakan perwakilan dari berbagai unsur seni, yaitu Sekaa Gong Kebyar Wanita, Sekaa Gong Kebyar Dewasa, dan Joged Bumbung.

Tepat pada hari Minggu, 6 Juli 2025, Sekaa Gong Kebyar Wanita Dahayu Singasana dari Desa Dajan Peken, Kecamatan Tabanan, akan tampil memukau di Panggung Terbuka Ardha Chandra, Art Center Denpasar pukul 20.00 WITA.

Dalam penampilannya, Sekaa ini akan membawakan tiga garapan seni khas gong kebyar wanita dan didampingi oleh Sekaa Gong dari Bumi Panji Sakti.

Penampilan ini menjadi wujud semangat dan kreativitas para wanita muda Tabanan dalam mengekspresikan seni budaya Bali secara elegan dan penuh kekuatan musikal.

Selanjutnya, pada hari Rabu, 9 Juli 2025, giliran Sekaa Gong Kebyar Dewasa Satyaning Kebo Taruna dari Yowana Desa Adat Bedha, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, yang akan tampil berdampingan dengan Sekaa Gong Dewasa dari Kota Denpasar dalam format parade di lokasi dan waktu yang sama.

Sekaa ini akan menampilkan kekompakan dan dinamika kebyar yang merepresentasikan kekuatan dan keharmonisan generasi muda Tabanan.

Kemudian, pada hari Kamis, 10 Juli 2025, Joged Bumbung dari Sanggar Seni Cipta Dharma, Banjar Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, akan tampil di Kalangan Madya Mandala, Art Center Denpasar pada pukul 17.00 WITA.

Pertunjukan ini akan membawa suasana hiburan tradisional khas Bali dengan interaksi antara penari dan penonton yang menghibur sekaligus mengakar pada nilai-nilai budaya.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan apresiasinya atas keterlibatan para duta seni Tabanan dalam PKB tahun ini. Ia mengajak seluruh masyarakat Bali, khususnya warga Tabanan, untuk hadir dan menyaksikan langsung penampilan para seniman.

“Tabanan selalu hadir dengan karya-karya berkualitas, karena kita meyakini bahwa seni dan budaya adalah roh kehidupan masyarakat Bali,” ujar Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan I Made Yudiana menegaskan, seluruh duta seni dari Tabanan telah dipersiapkan secara matang.

“Seluruh duta seni yang akan tampil minggu ketiga ini telah melalui proses seleksi, pelatihan, dan pendampingan yang ketat. Kami pastikan bahwa mereka telah siap secara teknis dan mental untuk menampilkan yang terbaik di hadapan publik Bali,” ungkapnya.

Menambah aksesibilitas masyarakat, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan turut mendukung kegiatan ini dengan menyiarkan secara langsung pergelaran Gong Kebyar Wanita dan Gong Kebyar Dewasa melalui kanal media sosial Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Sekretaris Dinas Kominfo, I Gusti Putu Winiantara, atas seizin Kepala Dinas Kominfo, menyampaikan bahwa live streaming ini merupakan bentuk inovasi layanan informasi publik.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat yang tidak dapat hadir langsung di Art Center tetap dapat menikmati suguhan seni berkualitas dari para duta Tabanan. Live streaming ini adalah bentuk sinergi antara teknologi dan pelestarian budaya,” ujarnya.

Partisipasi Kabupaten Tabanan dalam PKB XLVII Tahun 2025 tidak hanya menjadi bentuk komitmen dalam pelestarian budaya, tetapi juga pembuktian bahwa regenerasi seni di Tabanan terus berjalan. (ana)

Tukang Parkir Meninggal di Halaman Toko Roti, Polisi Pastikan Karena Sakit Jantung

I Kadek Agus Juniantara (38) meninggal dunia diduga akibat sakit jantung.
I Kadek Agus Juniantara (38) meninggal dunia diduga akibat sakit jantung.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR –  Seorang pria yang berprofesi sebagai tukang parkir, I Kadek Agus Juniantara (38), tiba-tiba ambruk dan meninggal dunia. Kejadian itu terjadi pada Sabtu, 5 Juli 2025 di sebuah toko roti Jalan Raya Sesetan, Kecamatan Denpasar Selatan.

Kasi Humas Polresta Denpasar, AKP I Ketut Sukadi, menerangkan bahwa Kadek Agus jatuh tiba-tiba dan kemudian kejang-kejang di tempat.

“Korban jatuh dalam kondisi telungkup, pegawai toko sempat keluar dan memberi pertolongan, tetapi nyawa korban tak tertolong,” terang Sukadi saat dikonfirmasi.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, kecuali luka di bibir mungkin akibat benturan saat jatuh. Berdasarkan informasi dari keluarga, diketahui bahwa Kadek Agus memiliki riwayat sakit jantung dan pernah mengalami kejadian serupa di masa lalu.

“Tidak ada tanda-tanda kekerasan, dipastikan korban meninggal Karena Sakit Jantung,” tambahnya.

Jenazah korban telah dibawa ke RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah Denpasar menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar. (RA)

Waspada Cuaca Ekstrem, BMKG Minta Transportasi Darat, Laut, dan Udara Siaga

Ilustrasi hujan disertai petir.
Ilustrasi hujan disertai petir.

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia.

Peringatan ini diberikan mengingat saat ini memasuki periode liburan sekolah, yang ditandai dengan meningkatnya mobilitas masyarakat untuk bepergian dan berwisata ke berbagai daerah.

“Keselamatan harus menjadi prioritas. Cuaca saat ini tidak bisa diprediksi hanya dengan kebiasaan atau intuisi. Kita semua perlu berbasis data dan bersiap menghadapi dinamika iklim yang terus berubah,” ujar Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dikutip dalam keterangan pers, Jumat (4/7/2025).

Ia menegaskan bahwa kondisi atmosfer dan laut saat ini masih sangat dinamis, yang berpotensi mengganggu kelancaran aktivitas masyarakat serta mengancam keselamatan.

Dalam sepekan terakhir, telah tercatat berbagai fenomena cuaca ekstrem yang berdampak serius, seperti hujan deras, angin kencang, banjir, tanah longsor, hingga kecelakaan transportasi.

Salah satu kejadian yang menjadi sorotan adalah tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali pada 1 Juli 2025, serta sejumlah gangguan penerbangan yang disebabkan oleh cuaca buruk.

Dwikorita menyebut, peristiwa ini sejalan dengan peringatan dini yang telah disampaikan BMKG sejak H-1 bahkan hingga beberapa hari sebelumnya, baik kepada masyarakat umum maupun sektor pelayaran dan penerbangan.

“BMKG secara rutin memperbarui prakiraan cuaca dan potensi gangguan cuaca ekstrem melalui berbagai kanal komunikasi,” tuturnya.

Dwikorita menjelaskan, cuaca ekstrem masih terpantau di awal Juli 2025. BMKG mencatat bahwa sekitar 30 persen wilayah zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau hingga akhir Juni 2025.

Namun, angka ini tergolong rendah jika dibandingkan dengan kondisi klimatologis normal, di mana lebih dari 60 persen wilayah biasanya sudah memasuki musim kemarau pada akhir Juni.

Fenomena ini dipengaruhi oleh curah hujan yang berada di atas normal sejak awal Mei dan masih terus berlangsung hingga saat ini. Berdasarkan data BMKG, sekitar 53 persen wilayah Indonesia mengalami curah hujan di atas normal, terutama di Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagian Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

“Cuaca ekstrem juga masih berlangsung hingga awal Juli, seperti yang tercatat pada 2 Juli 2025, ketika Stasiun Geofisika Deli Serdang mencatat curah hujan ekstrem sebesar 142 mm, dan Stasiun Meteorologi Rendani Papua Barat sebesar 103 mm,” jelas Dwikorita.

Di sisi lain, Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menerangkan bahwa dinamika atmosfer yang terjadi saat ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor skala global dan regional.

Walaupun fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) dalam kondisi kurang aktif, labilnya atmosfer tetap terjadi akibat lemahnya hembusan Monsun Australia serta pengaruh gelombang ekuator seperti Rossby dan Kelvin.

“Hal ini menyebabkan udara di wilayah selatan Indonesia tetap lembap dan mendukung pembentukan awan hujan, bahkan di wilayah-wilayah yang secara klimatologis seharusnya sudah memasuki musim kemarau,” terang Guswanto.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi laut memperburuk risiko cuaca ekstrem. Bibit siklon tropis 98W yang terpantau di wilayah sekitar Luzon memang tidak berdampak langsung terhadap Indonesia, namun menyebabkan peningkatan kecepatan angin di wilayah Laut Cina Selatan.

Sementara itu, adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatera serta Samudera Pasifik utara Papua Nugini turut membentuk zona pertemuan dan perlambatan angin (konvergensi dan konfluensi) di sejumlah wilayah perairan Indonesia, seperti Laut Jawa, Laut Flores, dan bagian utara Maluku.

“Fenomena ini meningkatkan risiko gelombang tinggi dan hujan lebat di perairan terbuka. Kondisi ini perlu menjadi perhatian serius bagi sektor pelayaran dan nelayan,” tegasnya. (ana)

Candrawangsa Suguhkan Gamelan Inovatif Bertema Tapa Prakerti di PKB 2025

Sanggar Seni Candrawangsa dari Banjar Dalem, Desa Angantaka, Badung, tampil memukau di Panggung Kalangan Angsoka, Art Centre Denpasar dalam rangka PKB ke-47, Jumat (4/7/2025).
Sanggar Seni Candrawangsa dari Banjar Dalem, Desa Angantaka, Badung, tampil memukau di Panggung Kalangan Angsoka, Art Centre Denpasar dalam rangka PKB ke-47, Jumat (4/7/2025).

PANTAU BALI.COM, DENPASAR — Sanggar Seni Candrawangsa dari Banjar Dalem, Desa Angantaka, Kecamatan Abiansemal, Badung, menghadirkan nuansa berbeda dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47. Bertempat di Panggung Kalangan Angsoka, Art Centre Denpasar, Jumat (4/7/2025),

Dalam penampilannya, kelompok seni ini membawakan empat karya unggulan, yang tiga di antaranya berupa tabuh inovatif dan satu tarian.

Koordinator Sanggar Seni Candrawangsa, I Gede Ananta Diparesta, menyampaikan bahwa garapan yang diusung tahun ini berangkat dari konsep Tapa Prakerti. Sebuah gagasan yang lahir dari makna spiritual perayaan Nyepi, khususnya saat pelaksanaan Catur Bratha Penyepian.

“Tapa berarti pengendalian diri dan meditasi, sementara Prakerti adalah kembali ke sifat dasar alam semesta. Dari konsep itulah kami mengembangkan tiga karya musik gamelan inovatif,” jelasnya.

Ketiga garapan itu dirancang sejalan dengan filosofi Tri Hita Karana, keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.

Karya pertama bertajuk Swara Pawitri, terinspirasi dari prosesi pemelastian yang digambarkan melalui perpaduan musikal dan suasana sakral perayaan tersebut.

Swara Pawitri, yang berarti suara persembahan, diwujudkan lewat tabuh-tabuh suci sebagai bentuk komunikasi manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi.

Garapan kedua, Suda Prawerti, menggambarkan dinamika alam yang rusak akibat ulah manusia, lalu berangsur pulih melalui kesadaran, bakti, dan tapa brata. Tabuh ini lahir dari perenungan terhadap prosesi Tawur Kesanga jelang Nyepi, dengan balutan dinamika musikal yang menggambarkan kerusakan hingga harmoni.

Sedangkan karya ketiga, Tepa Slira, memotret situasi malam pengerupukan di mana manusia dihadapkan pada euforia pengusiran bhuta kala melalui ogoh-ogoh. Dalam karya ini, nilai tenggang rasa diingatkan kembali di tengah riuh perayaan.

“Lewat karya ini kami ingin menyuarakan tentang bagaimana manusia seharusnya menyikapi batas-batas moral di tengah hiruk-pikuk tradisi,” terang Ananta.

Penampilan Sanggar Seni Candrawangsa ini tak hanya menghadirkan suguhan musikal inovatif, tapi juga menjadi wujud pelestarian budaya yang mampu berdialog dengan zaman tanpa kehilangan akar sakralnya. (jas)

Lewat Program Semara Ratih Tabanan Bangun Generasi Emas

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya hadir langsung dalam upacara pernikahan pasangan Ripaldi dan Kristina di Banjar Bantiran Kelod, Desa Bantiran, Pupuan pada Jumat (4/7/2025).
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya hadir langsung dalam upacara pernikahan pasangan Ripaldi dan Kristina di Banjar Bantiran Kelod, Desa Bantiran, Pupuan pada Jumat (4/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Program inovatif ‘Semara Ratih’ yang digagas Pemerintah Kabupaten Tabanan kian mendapat respons positif dari masyarakat.

Terbaru, Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya hadir langsung dalam upacara pernikahan pasangan Ripaldi dan Kristina di Banjar Bantiran Kelod, Desa Bantiran, Pupuan pada Jumat (4/7/2025).

Kehadirannya yang didampingi anggota DPRD, Sekda, dan jajaran OPD terkait menjadi bukti nyata Pemkab dalam mengawal lahirnya keluarga berkualitas sejak hari pertama pernikahan.

Semara Ratih bukan sekadar program seremonial, tetapi merupakan inovasi berbasis kolaborasi antar-sektor yang mengintegrasikan pelayanan konseling pra-nikah, pemberian dokumen kependudukan secara cepat dan akurat, serta pelestarian lingkungan melalui kewajiban menanam pohon maskot Kabupaten Tabanan.

Dalam momen bahagia tersebut, Bupati Sanjaya juga secara simbolis menyerahkan akta perkawinan, KTP-el, dan Kartu Keluarga kepada kedua mempelai, sebagai bentuk legalitas dan perhatian negara terhadap awal kehidupan rumah tangga sebagai wujud nyata implementasi dari Program Semara Ratih.

Program ini dirancang untuk menjawab tantangan jangka panjang dengan cara yang menyentuh akar kehidupan masyarakat. Dengan semangat mencegah stunting sejak dini, Semara Ratih hadir memberi bekal kesehatan, moralitas, dan ekologi kepada pasangan mempelai.

Penanaman pohon maskot seperti Sandat, Jepun, dan Juwet menjadi simbol komitmen jangka panjang yang menyatukan nilai cinta, lingkungan, dan pembangunan berkelanjutan.

Dampak dari inovasi ini mulai terasa. Selain menekan angka stunting, program ini juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan, kestabilan ekonomi keluarga, serta kesejahteraan sosial secara umum.

“Ini bukan hanya soal merayakan cinta, tapi tentang menata masa depan. Kita ingin keluarga-keluarga baru di Tabanan tumbuh sehat, legal, dan berdaya sejak awal,” ujar singkat Bupati Sanjaya.

Dengan penerapan yang konsisten, Semara Ratih menjadi bukti nyata bagaimana inovasi daerah bisa menjadi katalis perubahan sosial yang menyeluruh.

Tabanan Era Baru kini tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga masa depan keluarga dan generasi penerusnya dengan cara yang holistik dan penuh kasih. (ana)

Usai Dikunjungi Wapres Gibran, Pasar Dauh Pala Diharapkan Segera Direvitalisasi

Pasar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kabupaten Tabanan.
Pasar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kabupaten Tabanan

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke Pasar Dauh Pala, Desa Dauh Peken, Kabupaten Tabanan pada Sabtu (5/7/2025), membawa harapan besar bagi pedagang dan masyarakat.

Mereka berharap kunjungan tersebut dapat membuka jalan agar pasar tradisional tersebut segera direvitalisasi.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Pasar Dauh Pala, Gede Putu Manik Mahendra. Ia menyebut kunjungan Wapres Gibran merupakan bagian dari agenda selama berada di Bali.

Ia berharap kehadiran Wapres mampu menarik perhatian pemerintah pusat terhadap kondisi pasar yang dinilai sudah tidak layak.

“Harapan saya sebagai koordinator, mudah-mudahan dengan berkunjungnya Wapres, ada perhatian terhadap kondisi pasar saat ini. Karena sejak tahun 1980-an, pasar ini belum pernah tersentuh revitalisasi,” ujarnya.

Mahendra memaparkan, kondisi fisik bangunan pasar saat ini sudah rusak parah. Sekitar 50 persen bangunan tidak bisa lagi digunakan karena atap jebol dan bocor. Bahkan, beberapa bangunan roboh dan membahayakan aktivitas pedagang.

Jumlah pedagang aktif di Pasar Dauh Pala saat ini mencapai sekitar 370 orang. Dari total 32 kios yang tersedia, hanya 16 kios yang masih bisa difungsikan.

Sementara itu, terdapat 11 los yang masih digunakan, meskipun atapnya mengalami kebocoran dan kerusakan. Selain itu, area dasar pasar memiliki 127 titik tempat berdagang.

“Tempat jualan saat ini tidak layak. Bangunan rusak, atap bocor, dan ada bagian yang roboh. Belum lagi kondisi tanah yang rawan longsor karena berada di dekat Sungai Empat. Senderan di bagian belakang pasar juga tidak cukup kuat,” ungkapnya.

Mahendra mengatakan, usulan perbaikan sebenarnya sudah pernah diajukan oleh kepala pasar sebelumnya. Namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang jelas. “Jawaban dari dinas selalu sama, bahwa akan dianggarkan. Tapi tidak ada kelanjutan,” katanya.

Selain masalah fisik, penataan fungsi pasar juga menjadi sorotan. Ia menyebutkan bahwa area yang seharusnya difungsikan sebagai tempat transit, justru dialihfungsikan menjadi los tambahan untuk menampung pedagang baru saat masa pandemi Covid-19. Sejak itu, pola aktivitas pasar berubah.

“Dulu, pasar ini hanya buka dari pukul 06.00 sampai 10.00 pagi. Tapi sekarang berlangsung 24 jam karena banyak pedagang makanan yang berjualan malam hari dan adanya aktivitas bongkar muat,” ucap Mahendra.

Ia juga menambahkan, saat ini mobil tidak bisa masuk ke area pasar karena akses yang sempit. Hanya kendaraan roda dua yang bisa melintas. Dari sisi pendapatan, pedagang dikenai retribusi sekitar Rp500 per hari yang disetor ke dinas terkait.

Dengan kondisi tersebut, Mahendra berharap agar dilakukan revitalisasi menyeluruh, baik dari segi bangunan, penataan pedagang, hingga penguatan infrastruktur seperti senderan dan akses jalan.

“Kami berharap pasar ini bisa segera diperbaiki agar aktivitas perdagangan bisa berlangsung dengan aman dan nyaman,” pungkasnya. (ana)

2 WNA Dikejar Massa Usai Tabrakan, Ini Identitasnya

Tangkapan layar video saat kedua wna dikejar massa.
Tangkapan layar video saat kedua wna dikejar massa.

PANTAUBALI.COM, GIANYAR – Dua warga negara asing (WNA) asal Amerika Serikat nyaris jadi bulan-bulanan massa setelah melarikan diri usai terlibat kecelakaan lalu lintas di Denpasar, Jumat (4/7/2025). Aksi kejar-kejaran sejauh lebih dari 10 kilometer itu berakhir di Sukawati, Gianyar, ketika mobil mereka berhasil dihentikan warga yang geram.

Insiden bermula sekitar pukul 11.20 WITA di Jalan Antasura, Denpasar. Mobil Toyota Raize DK 1083 QH yang ditumpangi Kalhil Faryt dan Rodriguez Chavez Suendys mendadak melakukan pengereman di tengah jalan. Seorang pengendara motor, Desca Rio Aditya (21), tak sempat menghindar dan menabrak bagian belakang mobil tersebut.

Merasa dirugikan, Desca sempat mengetuk kaca mobil untuk meminta pertanggungjawaban. Namun, bukannya berhenti, mobil justru melaju kencang ke arah utara, menembus kepadatan lalu lintas hingga ke kawasan Ubud dan Sukawati. Tak hanya kabur, selama pelarian, mobil tersebut juga sempat menyerempet pengendara lain dan merusak sejumlah fasilitas umum.

Keterangan dari saksi mata, Bagus Raiddison Kolimon dan Kadek Suyastra, menyebutkan bahwa ulah pengemudi asing itu memicu kemarahan warga. Massa pun ikut mengejar sambil meneriakkan peringatan kepada pengendara lain.

Mobil tersebut akhirnya terhenti di depan SPBU Banjar Manyar, Desa Ketewel, Gianyar, setelah dihadang warga. Situasi sempat memanas ketika kedua WNA dikerumuni dan nyaris diamuk massa, sebelum akhirnya diamankan oleh personel Pos Zebra Ketewel.

Identitas keduanya diketahui sebagai berikut:

Kalhil Faryt, laki-laki, pemegang paspor nomor 588018749, asal Florida, Amerika Serikat.
Rodriguez Chavez Suendys, perempuan, pemegang paspor nomor A15714836.
Keduanya tercatat sebagai tamu di The St. Regis Bali Resort, Nusa Dua.

Barang bukti yang diamankan di antaranya satu unit Honda Vario DK 6186 AEC milik warga Denpasar dan mobil Toyota Raize DK 1083 QH yang terdaftar atas nama Ni Putu Eka Prastuti, warga Badung. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta untuk mobil dan Rp300 ribu untuk motor.

Meski sempat ricuh, peristiwa ini berujung damai. Korban dan pihak WNA sepakat menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Kedua turis bersedia mengganti seluruh biaya kerusakan.

Kepala Keamanan Hotel St. Regis, Sesko Dolp, menyatakan bahwa mobil yang digunakan WNA merupakan kendaraan sewaan yang disediakan hotel. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemilik mobil untuk proses lanjutan.

Sementara itu, kedua WNA masih dalam pengawasan kepolisian untuk proses penyelidikan dan pendalaman lebih lanjut. Polisi memastikan bahwa seluruh proses hukum tetap dijalankan sembari memfasilitasi penyelesaian antara para pihak yang terlibat. (RA)

Wapres Gibran Kunjungi Pasar Dauh Pala Tabanan, Disambut Antusias Pedagang dan Warga

Wapres Gibran Rakabuming Raka, saat berkunjung ke Pasar Dauh Pala, yang berlokasi di Desa Dauh Peken, Tabanan, pada Sabtu pagi (5/7/2025).
Wapres Gibran Rakabuming Raka, saat berkunjung ke Pasar Dauh Pala, yang berlokasi di Desa Dauh Peken, Tabanan, pada Sabtu pagi (5/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, berkunjung ke Pasar Dauh Pala, yang berlokasi di Desa Dauh Peken, Tabanan, pada Sabtu pagi (5/7/2025).

Wapres Gibran tiba di lokasi sekitar pukul 07.15 WITA dan didampingi oleh Gubernur Bali Wayan Koster serta Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga.

Setibanya di lokasi, Gibran langsung menyusuri lapak-lapak pedagang mulai dari penjual makanan tradisional, sayur-mayur, buah-buahan hingga kebutuhan pokok.

Dalam kesempatan itu, Gibran juga membeli beberapa komoditas, seperti cabai dan bahan pokok lainnya. Kehadiran orang nomor dua di Indonesia ini disambut antusias oleh para pedagang dan warga yang memadati area pasar.

Suasana pasar tampak padat, bahkan sesak, karena banyak warga yang ingin bertemu langsung dan mengabadikan momen bersama mantan Wali Kota Solo tersebut.

Kepala Pasar Dauh Pala, Gede Putu Manik Mahendra mengatakan, kunjungan Wapres Gibran ini merupakan bagian dari agendanya selama berada di Bali.

Pihaknya berharap kunjungan tersebut dapat membuka jalan bagi pemerintah untuk memperhatikan kondisi fisik pasar yang disebutnya sudah banyak mengalami kerusakan mulai dari kios dan los pedagang. Disamping itu, penataan pasar juga perlu diperbaiki.

“Harapan saya, mudah-mudahan dengan berkunjungnya Bapak Wapres ada perhatian terhadap kondisi pasar. Karena sejak tahun 1980-an, pasar ini belum pernah tersentuh revitalisasi,” ujar Mahendra.

Tidak berlama-lama, hanya kurang lebih 30 menit menyusuri lapak pedagang dan berbelanja, Wapres Gibran bersama rombongan lantas meninggalkan pasar Dauh Pala. (ana)

Hari Kedua Pencarian Korban Tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya Nihil

Tim SAR gabungan menyisir perairan Selat Bali dalam upaya pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, Jumat (4/7/2026).
Tim SAR gabungan menyisir perairan Selat Bali dalam upaya pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, Jumat (4/7/2026).

PANTAUBALI.COM, JEMBRANA – Memasuki hari kedua pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali, upaya tim SAR gabungan belum menunjukkan hasil yang signifikan. Hingga Jumat (4/7/2026) sore, belum ada tambahan korban yang ditemukan.

Proses pencarian yang melibatkan unsur SAR darat, laut, dan udara ini menghadapi kendala serius akibat cuaca buruk.

Jarak pandang terbatas serta gelombang tinggi yang disertai angin kencang menyulitkan tim dalam melakukan pencarian secara optimal.

Penyisiran jalur darat dilakukan di dua titik, yakni di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, dan Pelabuhan Gilimanuk, Bali.

Sementara dari jalur laut, pencarian dilakukan menggunakan kapal dan perahu dari TNI AL, Basarnas, Polri, dan unsur potensi SAR lainnya. Selain itu, satu unit helikopter milik Basarnas turut dikerahkan untuk menyisir dari udara.

Data terbaru menunjukkan perubahan jumlah korban akibat adanya klarifikasi identitas. Tercatat 6 orang ditemukan meninggal dunia, 30 orang selamat, dan 29 orang lainnya masih dalam pencarian.

Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan serta Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Pertama Ribut Eko Suyanto, menegaskan, pihaknya akan terus memaksimalkan seluruh kekuatan dan peralatan yang ada untuk menemukan para korban yang masih hilang.

“Tim SAR gabungan akan terus melakukan pencarian dan pertolongan korban KMP Tunu Pratama Jaya dengan memaksimalkan seluruh kekuatan dan peralatan, baik dari jalur darat, udara, maupun laut,” tegasnya.

Upaya pencarian akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Seperti diketahui, Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya yang melayani rute Ketapang-Gilimanuk tenggelam di Selat Bali, Rabu malam (2/7/2025), sekitar 25 menit setelah berlayar pukul 22.56 WIB.

Kapal mengangkut 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru, serta memuat 22 kendaraan termasuk 14 truk tronton. Kapal diperkirakan tenggelam pukul 23.20 WIB. (ana)

Bantiran Festival 2 Bangkitkan Spirit Budaya dan Potensi Lokal

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, saat menyaksikan langsung rangkaian kegiatan Bantiran Festival ke-2 di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Jumat (4/7/2025).
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, saat menyaksikan langsung rangkaian kegiatan Bantiran Festival ke-2 di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Jumat (4/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bantiran Festival ke-2 (Banfest) resmi dibuka dengan semarak di Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Jumat (4/7/2025), sebagai wujud nyata kebangkitan semangat budaya dan potensi lokal masyarakat.

Acara yang digelar di Bale Banjar Dinas Tejabukit ini tak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang pelestarian warisan budaya dan penggerak ekonomi rakyat berbasis kearifan lokal.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, hadir langsung membuka festival, didampingi Anggota DPRD Tabanan, Sekda, pimpinan OPD terkait, unsur Forkopimcam, para bendesa adat, perbekel, serta tokoh-tokoh masyarakat. Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa festival ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat identitas budaya sekaligus membangkitkan potensi desa secara berkelanjutan.

Festival ini diselenggarakan sebagai bentuk pelestarian warisan budaya lokal sekaligus dalam rangka memperingati Hari Jadi Desa Bantiran.

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi atas inisiatif masyarakat dalam menyelenggarakan festival tersebut. Ia menilai, Desa Bantiran sebagai salah satu desa tua di Tabanan memiliki kekayaan sejarah, budaya, dan alam yang luar biasa.

“Kecamatan Pupuan, dengan hamparan kebun kopi, sawah terasering, dan hasil bumi lainnya, sangat layak menjadi destinasi agrowisata unggulan di Kabupaten Tabanan. Maka, saya menilai bahwa festival ini bukan hanya menyangkut aspek hiburan saja, namun juga merupakan strategi kebudayaan untuk membangkitkan ekonomi rakyat secara keseluruhan,” ujarnya.

Bantiran Festival ke-2 yang berlangsung selama 11 hari, dari tanggal 1 hingga 12 Juli 2025, menghadirkan beragam kegiatan menarik. Di antaranya lomba permainan tradisional seperti layangan, mekoret antar banjar, serta mepentet (permainan karet) antar siswa SD, dan permainan tradisional lainnya seperti gangsing, tajog, dan gale-gale (tepak selodor).

Festival ini juga dimeriahkan dengan lomba kuliner membuat sate dan lawar, lomba penjor hias oleh ST, hingga lomba jegeg bagus ST. Selain itu, penampilan baleganjur dan gong kebyar dari berbagai sekaa seni turut menyemarakkan suasana. Sebagai penutup, pada tanggal 12 Juli mendatang, akan digelar pertunjukan musik spesial dari grup band lokal Bali.

Bupati Sanjaya memberikan dukungan positif terhadap semangat pelestarian budaya yang ditunjukkan masyarakat melalui berbagai lomba, permainan, dan pertunjukan seni yang sarat dengan nilai-nilai tradisional dan kearifan lokal.

“Warisan bali adalah budaya, dna budaya itu tidak akan hilang. jika emas kalau digerus terus akan habis, kalau budaya semakin kita pertahankan semakin bagus kan 7 keturunan tidak akan habis, jagalah budaya dan kearifan lokal kita.” imbuhnya

Sanjaya juga mengajak seluruh masyarakat Bantiran untuk memanfaatkan momentum ini, tidak hanya sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga sebagai sarana memperkuat solidaritas sosial, mempromosikan produk lokal, dan meningkatkan daya saing daerah.

“Pemerintah Kabupaten Tabanan akan terus berkomitmen mendukung kegiatan seperti ini, karena sejalan dengan visi kita, yaitu mewujudkan Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, Madani (AUM),” tegasnya.

Dengan mengusung tema ‘Kumara Guna’ yang berarti Anak yang Berguna, Bantiran Festival tahun ini menyampaikan pesan penting tentang harapan masyarakat terhadap generasi muda agar tumbuh menjadi insan yang bermanfaat bagi bangsa, negara, dan lingkungannya.

Ketua Panitia, Agus Putu Eka Nanda menekankan, festival ini merupakan wadah kreativitas, aktivitas, dan kolaborasi seni tradisi yang melibatkan seluruh elemen masyarakat Bantiran, mulai dari ibu-ibu PKK, karang taruna, perangkat desa, pelaku usaha lokal, hingga masyarakat umum.