- Advertisement -
Beranda blog Halaman 165

Parah! 3 Buruh Proyek Bobol dan Gasak Barang di Rumah Mantan Bosnya

Tiga pelaku pencurian diamankan di Polsek Denpasar Barat usai membobol rumah dan mencuri barang milik mantan majikan.
Tiga pelaku pencurian diamankan di Polsek Denpasar Barat usai membobol rumah dan mencuri barang milik mantan majikan.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR  Tiga buruh proyek dibekuk Tim Opsnal Reskrim Polsek Denpasar Barat usai terlibat pencurian ringan di sebuah rumah di Jalan Batanta Gang II B, Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat.

Aksi pencurian terjadi pada Minggu, 18 Mei 2025 sekitar pukul 01.00 WITA. Korban, Abdul Ghoni Royyan, warga asal Lumajang yang tinggal di Monang Maning, kehilangan sejumlah barang berharga setelah rumahnya dibobol.

Ketiga pelaku beraksi dengan cara mencongkel kunci gembok rumah korban. Dari hasil penyelidikan, motif pencurian didorong alasan ekonomi. Mereka dijerat Pasal 364 KUHP tentang pencurian ringan.

Berdasarkan laporan korban, tim yang dipimpin Panit Opsnal IPDA I Made Wicaksana langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan interogasi awal. Hasil pemeriksaan mengarah pada mantan karyawan korban. Setelah ditelusuri, pelaku akhirnya berhasil diamankan di sebuah kamar kos di Jalan P. Saelus, Denpasar, pada Jumat malam, 30 Mei 2025 sekitar pukul 20.00 WITA.

Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya. Satu unit kompresor diketahui telah dijual, sementara barang bukti lainnya masih disimpan di kos.

Tiga pelaku yakni KAAP dan APL, keduanya asal Lumajang, serta MM asal Terengganu, kini ditahan di Polsek Denpasar Barat untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Ketiganya berprofesi sebagai buruh proyek dan tinggal di alamat yang sama di Jalan P. Saelus, Denpasar Selatan.

Tembak Sesama Warga Australia di Badung, 3 Tersangka Terancam Hukuman Mati

Barang bukti yang diamankan meliputi dua unit mobil sewaan, rekaman CCTV, selongsong peluru, pecahan proyektil, serta senjata tumpul jenis hammer.
Barang bukti yang diamankan meliputi dua unit mobil sewaan, rekaman CCTV, selongsong peluru, pecahan proyektil, serta senjata tumpul jenis hammer.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kasus penembakan brutal di sebuah vila kawasan Badung, Bali, memasuki babak baru. Tiga warga negara Australia resmi ditetapkan sebagai tersangka. Mereka adalah Darcy Francesco Jenson (37), Coskunmevlut (23), dan Tupou Pasa I Midolmore (37), yang diduga terlibat langsung dalam serangan bersenjata yang menewaskan Zivan Radmanovic (32) dan melukai Sanar Ghanim (35), sesama WNA asal Australia.

Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya menegaskan bahwa tindakan para pelaku bukan sekadar insiden spontan. “Dari hasil penyelidikan, kami menemukan adanya indikasi kuat bahwa aksi ini telah direncanakan sebelumnya,” ujar jenderal bintang dua itu dalam konferensi pers pada Rabu (18/6).

Ketiganya kini dijerat pasal berlapis: Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan kematian, serta Undang-Undang Darurat No. 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata api ilegal.

“Ancaman hukuman maksimalnya adalah pidana mati,” tegas Kapolda.

Penangkapan para tersangka melibatkan operasi lintas negara dan institusi. Darcy lebih dulu ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta saat hendak melarikan diri. Sementara dua tersangka lainnya diamankan di luar negeri, diduga di kawasan Asia Tenggara, melalui kerja sama dengan Interpol dan langsung diekstradisi ke Indonesia.

Hingga kini, motif di balik penembakan ini masih menjadi fokus penyelidikan. Polisi mendalami kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan kejahatan ini.

Kasus ini menyedot perhatian publik internasional, mengingat baik korban maupun pelaku adalah warga negara asing. Penanganan cepat oleh aparat Indonesia mendapat apresiasi luas, terutama dalam konteks kejahatan lintas batas. (*)

Jro Mangku Luwes Jadi Tersangka Pembunuhan di Arena Tajen Songan

Tangkapan layar video keributan di arena tajen di Bangli.
Tangkapan layar video keributan di arena tajen di Bangli.

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Konflik berdarah yang pecah di arena tajen (sabung ayam) di Desa Songan, Kintamani, kini memasuki babak hukum yang rumit. Wayan Luwes alias Jro Mangku Luwes (56), tokoh adat setempat, resmi ditetapkan sebagai tersangka atas kematian Komang Alam Sutawan (37), penyelenggara tajen yang tewas akibat luka tusuk dalam insiden tersebut.

Kapolres Bangli melalui Kasi Humas, AKP Wayan Sarta, mengonfirmasi bahwa proses hukum terhadap Jro Mangku tetap berjalan meskipun ia sempat dirawat intensif di RSUP Prof. Ngoerah, Denpasar, akibat luka serius yang dideritanya.

“Pasien atas nama Wayan Luwes kini sudah membaik. Selang di perutnya sudah dilepas, sudah bisa duduk dan bergerak. Hari ini kami lakukan penangkapan dan resmi menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka kasus 338 (pembunuhan),” ujar Sarta, Rabu (18/6).

Namun, kronologi kejadian ini tidak sesederhana kasus penusukan biasa. Justru, keluarga Luwes lebih dulu melaporkan kasus ini ke Polres Bangli, bukan sebagai pelaku, tetapi sebagai korban pengeroyokan.

Laporan tersebut kini resmi naik ke tahap penyidikan. Polisi sedang mendalami dugaan adanya aksi kekerasan secara bersama-sama terhadap Luwes sebelum insiden penikaman terjadi.

“Laporan terkait dugaan pengeroyokan (Pasal 170 KUHP) yang dilaporkan oleh keluarga Jro Luwes telah masuk tahap penyidikan. Sejauh ini sudah ada 14 saksi yang diperiksa,” jelas AKP Sarta.

Situasi ini mengindikasikan bahwa peristiwa penusukan tidak berdiri sendiri, melainkan dipicu oleh konflik sosial yang lebih dalam, terutama terkait pro dan kontra keberadaan tajen di wilayah adat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden berawal ketika Jro Mangku Luwes mendatangi arena tajen untuk mempertanyakan izin dan maksud digelarnya sabung ayam di wilayah adatnya. Situasi memanas hingga terjadi keributan. Dalam kondisi kacau, Jro Mangku menusuk Komang Alam hingga tewas. Ia sendiri mengalami luka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit. (mah)

Imbas Erupsi Gunung Lewotobi, Sejumlah Penerbangan di Bandara Ngurah Rai Terganggu

Situasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.
Situasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Aktivitas erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang terjadi pada Rabu (18/6/2025) siang berdampak signifikan terhadap jadwal penerbangan di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali. Tercatat sebanyak 12 penerbangan internasional dibatalkan akibat kondisi tersebut.

Pejabat Sementara General Manager Bandara Ngurah Rai, Wahyudi, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa hingga pukul 09.30 Wita, sejumlah maskapai yang melayani rute ke Singapura dan Australia memilih membatalkan jadwal penerbangan mereka.

“Dari data yang kami himpun, pembatalan mencakup tiga penerbangan dari Singapura, dua dari Melbourne, dua dari Brisbane, serta masing-masing satu penerbangan dari Adelaide, Sydney, Pudong (Shanghai), Auckland, dan Delhi,” jelasnya.

Tak hanya keberangkatan internasional, lima penerbangan domestik juga turut terdampak. Empat di antaranya menuju Labuan Bajo dan satu ke Semarang. Untuk kedatangan, 13 penerbangan internasional serta dua domestik juga mengalami pembatalan.

Rute internasional tersebut meliputi tiga dari Melbourne, dua dari Brisbane, dan masing-masing satu dari Singapura, Adelaide, Sydney, Perth, Darwin, Shanghai, Auckland, serta Delhi. Sementara dari Labuan Bajo, dua penerbangan kedatangan juga ikut terdampak.

Menanggapi kondisi ini, maskapai memberikan sejumlah opsi kepada penumpang seperti pengembalian dana (refund), pengaturan ulang jadwal (reschedule), atau perubahan rute penerbangan.

“Kami terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait untuk memantau perkembangan situasi dan berharap kondisi bisa segera normal kembali,” ungkap Wahyudi.

Sebagai langkah penanganan, pihak bandara telah menyiapkan pos bantuan (helpdesk) di lantai dua terminal internasional dan di area lobi keberangkatan untuk domestik. Pos ini melayani informasi status penerbangan, proses refund, penjadwalan ulang, serta pengaturan rute ulang bagi penumpang.

“Kami juga menyediakan air mineral serta area khusus di bandara bagi penumpang terdampak untuk beristirahat atau menaruh barang bawaan,” tambahnya.

Penumpang yang ingin memperoleh informasi lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center 172. Pihak Bandara Ngurah Rai juga mengimbau agar seluruh calon penumpang selalu memantau status penerbangan langsung ke maskapai masing-masing untuk mendapatkan informasi terkini. (ana)

Sapras Taman Pujaan Bangsa Margarana Perlu Perbaikan

. Putri Suastini Koster saat melakukan kunjungan dan peninjauan ke Taman Pujaan Bangsa Margarana, Rabu (18/6/2025).
. Putri Suastini Koster saat melakukan kunjungan dan peninjauan ke Taman Pujaan Bangsa Margarana, Rabu (18/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sejumlah sarana dan prasarana di Taman Pujaan Bangsa Margarana, yang menjadi simbol perjuangan rakyat Bali dalam mempertahankan kemerdekaan, kini memerlukan perbaikan.

Hal itu disoroti langsung oleh Ny. Putri Suastini Koster saat melakukan kunjungan dan peninjauan ke lokasi pada Rabu (18/6/2025).

Ia menekankan pentingnya pelestarian taman bersejarah ini, tidak hanya sebagai warisan nasional, tetapi juga sebagai destinasi wisata edukatif bagi generasi muda.

“Tempat ini tidak hanya menyimpan sejarah perjuangan, tetapi juga dapat menjadi ruang edukasi bagi generasi muda untuk memahami arti pengorbanan para pahlawan,” ujar Putri Koster di sela-sela peninjauan.

Dalam pantauannya, ia menilai kondisi taman secara umum masih cukup terawat. Namun, terdapat beberapa sarana dan prasarana yang perlu segera diperbaiki, seperti jalan setapak dan bale bengong di sekitar kawasan hutan kecil taman.

Ia juga menyoroti kondisi sejumlah pohon yang tampak miring dan tumbang akibat terpaan angin.
“Pohon-pohon yang sudah lapuk perlu diregenerasi agar tidak membahayakan pengunjung,” tegasnya.

Ia mengimbau agar daun-daun kering yang berguguran tidak dibakar, tetapi dikumpulkan dan diolah menjadi kompos.

Tak hanya soal fisik taman, Putri Koster juga mengusulkan penguatan nilai-nilai kebangsaan melalui pemutaran lagu-lagu nasional setiap hari di kawasan taman.

“Ini penting untuk menanamkan rasa cinta tanah air sejak dini, terutama bagi anak-anak yang datang berkunjung,” jelasnya.

Dalam kunjungan tersebut, Putri Koster juga menyempatkan diri meninjau Museum Sejarah Perjuangan Taman Pujaan Bangsa Margarana. Didampingi Kepala Taman, A. A. Nanik Suryani, ia melihat koleksi peninggalan sejarah Perang Puputan Margarana yang terjadi pada 20 November 1946—salah satu peristiwa heroik dalam sejarah perjuangan rakyat Bali melawan penjajah.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memastikan tempat-tempat bersejarah di Bali tetap terawat dan memberikan nilai tambah bagi pembangunan karakter generasi muda. (ana)

Presiden Prabowo Utus Menteri Kebudayaan Buka PKB 2025, Jubir Koster Ungkap Alasannya

Juru bicara (jubir) Gubernur Bali I Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senapati.
Juru bicara (jubir) Gubernur Bali I Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senapati

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Presiden RI Prabowo Subianto dipastikan tidak dapat menghadiri langsung pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 yang digelar Sabtu, 21 Juni 2025 mendatang.

Sebagai gantinya, Presiden mengutus Menteri Kebudayaan Fadli Zon untuk mewakili dan secara resmi membuka ajang budaya terbesar di Bali tersebut.

Juru bicara (jubir) Gubernur Bali I Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senapati alias Goes Wawan, mengatakan, Presiden Prabowo belum bisa hadir membuka PKB, lantaran masih menjalani agenda kenegaraan yang sangat penting, yakni kunjungan resmi ke Federasi Rusia dan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, yang berlangsung pada 18 hingga 20 Juni 2025.

Untuk itu, pihaknya meminta agar masyarakat jangan memelintir atau memutar balikkan fakta terkait ketidakhadiran Presiden Prabowo.

“Sebagai representasi penuh dari komitmen pemerintah pusat terhadap kemajuan budaya nasional, Bapak Presiden telah menginstruksikan Menteri Kebudayaan Bapak Fadli Zon, untuk mewakili dan membuka secara resmi PKB 2025 di Provinsi Bali. Ini adalah bentuk nyata dari perhatian dan dukungan beliau terhadap pelestarian dan pengembangan budaya bangsa, khususnya seni dan tradisi Bali yang luhur, ” kata Goes Wawan,Rabu (18/6/2025).

Menurutnya, Pemprov Bali sangat memahami keinginan seluruh masyarakat Bali agar Bapak Presiden Prabowo Subianto hadir langsung membuka Pesta Kesenian Bali tahun 2025.

“Namun secara teknis, penerbangan dari Moskow menuju Jakarta memakan waktu paling cepat 16 jam. Maka dari itu, dengan pertimbangan waktu dan situasi dengan segala hal, kehadiran langsung Bapak Presiden di Bali pada tanggal tersebut tidak memungkinkan,” ujarnya.

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk tidak memelintir ataupun mengaitkan ketidak hadiran Bapak Presiden Prabowo Subianto dengan narasi-narasi yang tidak berdasar.

“Bapak Presiden Prabowo Subianto adalah Presiden Republik Indonesia, milik seluruh rakyat Indonesia. Beliau adalah sosok yang sangat mencintai budaya, mencintai Bali, dan mencintai rakyat Bali,” tegasnya.

Dalam setiap kesempatan kata Goes Wawan, Presiden Prabowo senantiasa menegaskan komitmennya untuk melestarikan seni budaya Nusantara sebagai fondasi kebangsaan yang kuat dan bermartabat.

“Astungkara, tahun depan beliau dapat hadir di tengah-tengah masyarakat Bali untuk membuka PKB secara langsung,” pungkasnya. (ana)

DPRD Tabanan Bentuk Dua Pansus Bahas Empat Ranperda Prioritas

Rapat pembentukan Pansus DPRD Tabanan, Selasa (17/6/2025).
Rapat pembentukan Pansus DPRD Tabanan, Selasa (17/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabanan membentuk dua panitia khusus (pansus) untuk membahas empat rancangan peraturan daerah (ranperda) yang diajukan oleh Eksekutif dalam rapat paripurna belum lama ini.

Empat rancangan Ranperda yang akan dibahas yakni tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2024, Ranperda tentang Penataan Banjar Dinas, Ranperda tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Tabanan Tahun 2024–2044, dan Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Tahun 2025–2029.

Pembentukan pansus dilakukan dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, seusai rapat paripurna penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi pada Selasa (17/6/2025).

Kedua pansus yang dibentuk masing-masing diketuai oleh Ketua Komisi II I Wayan Lara sebagai Ketua Pansus I dan Ketua Komisi I Gusti Nyoman Omardani sebagai Ketua Pansus II.

Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, menjelaskan, masing-masing pansus akan membahas dua rancangan peraturan daerah sesuai pembagian tugas. Pansus I diberikan mandat untuk mengkaji Ranperda tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Tabanan Tahun 2024–2044.

Sementara itu, Pansus II yang dipimpin Gusti Nyoman Omardani akan membahas dua ranperda lainnya, yakni Ranperda Penataan Banjar Dinas serta Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Tabanan Tahun 2025–2029.

“Masing-masing pansus nantinya juga berkewajiban untuk melaporkan hasil pembahasan dalam rapat paripurna DPRD,” ucapnya.

Untuk diketahui, pembentukan dua pansus ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat paripurna sebelumnya yang membahas pandangan umum fraksi. Dalam rapat itu, ketiga fraksi yang ada di DPRD Tabanan yakni PDIP, Golkar, dan Gerindra yang menyatakan sepakat agar empat ranperda tersebut dibahas lebih lanjut sebelum ditetapkan menjadi peraturan daerah (perda). (ana)

Desa Wisata di Tabanan Mandek, Dispar Beberkan Penyebabnya

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, A.A. Ngurah Agung Satria Tenaya
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, A.A. Ngurah Agung Satria Tenaya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Meski memiliki 31 desa wisata hingga tahun 2024, pengembangan desa wisata di Kabupaten Tabanan masih jauh dari harapan.

Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan mencatat, dari total tersebut, hanya satu desa wisata yang sudah berstatus maju, yakni Desa Pinge di Kecamatan Marga. Sisanya, 15 desa berstatus berkembang dan 15 lainnya masih dalam tahap rintisan.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, A.A. Ngurah Agung Satria Tenaya, mengungkapkan sejumlah faktor utama yang menyebabkan desa wisata di Tabanan belum menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satunya adalah lemahnya pengelolaan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).

“Beberapa pokdarwis belum optimal dalam mengelola potensi desanya. Tidak ada inovasi dalam pengembangan wisata, belum ada kerjasama dengan BUMDes, dan akibatnya mereka tidak bisa menarik retribusi secara resmi,” ujar Agung Satria, Rabu (18/6/2025).

Menurunnya, jika pokdarwis mampu menjalin kemitraan dengan BUMDes, maka bisa dibuat sistem tiket masuk atau kontribusi wisatawan yang hasilnya dapat digunakan untuk penataan dan peningkatan fasilitas.

“Saat ini yang menarik retribusi baru donatur saja. Padahal potensi sangat besar jika dikelola serius,” tegasnya.

Selain itu, desa wisata berstatus rintisan dinilai belum mampu menggali potensi secara maksimal. Sarana prasarana wisata masih terbatas, kunjungan wisatawan rendah, dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sektor pariwisata belum tumbuh.

Dispar Tabanan menemukan adanya hambatan dari sisi akses ke lokasi, belum adanya inovasi destinasi, hingga menurunnya kunjungan akibat efisiensi anggaran rombongan wisata domestik.

Meski demikian, ada beberapa titik yang mulai menunjukkan geliat positif. Salah satunya adalah Desa Tajen di Kecamatan Penebel. “Sudah mulai tampak ada upaya dari masyarakat untuk mengembangkan potensi desa wisatanya,” ujarnya.

Sebagai upaya percepatan, Dispar Tabanan kini gencar melakukan promosi melalui media sosial, website resmi, serta menjalin kerjasama dengan Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD). Selain itu, pihaknya juga rutin melakukan evaluasi langsung ke desa wisata.

“Kami turun langsung ke desa-desa untuk mengevaluasi dan melihat kondisinya. Pendampingan sangat diperlukan agar pengelolaan desa wisata bisa berkelanjutan,” pungkas Agung Satria. (ana)

Pabrik Penyosohan Padi di Tabanan Dibangun 2026, Pemkab Siapkan Dua Opsi Lokasi

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.
Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan tengah mematangkan rencana pembangunan Rice Milling Unit (RMU) atau pabrik penyosohan padi sebagai langkah strategis menuju industrialisasi pertanian. Proyek yang telah lama diusulkan ke Pemerintah Provinsi Bali ini ditargetkan mulai dibangun pada 2026.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan, saat ini pihaknya masih dalam tahap penjajakan dan verifikasi lahan.

“Pak Gubernur (Wayan Koster) sudah berkomitmen, tahun 2026 akan mulai terealisasi. Kami sedang cek-cek lahan,” ujar Sanjaya saat menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Tabanan, Senin (16/6/2025).

Sanjaya menjelaskan, pembangunan RMU membutuhkan lahan minimal 2 hingga 5 hektare. Untuk itu, Pemkab Tabanan telah menyiapkan dua opsi lokasi, salah satunya yakni di aset di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan. Sedangkan lokasi alternatif lainnya masih dalam proses penjajakan.

“Pabrik penyosohan ini harus dibangun di tempat yang bagus dan strategis,” tegasnya.

Bupati dua periode itu menambahkan, pembangunan RMU merupakan bagian dari visi jangka panjang Pemkab Tabanan dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Ia berharap RMU ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Bali, tetapi juga kawasan Indonesia bagian timur.

“Pembangunan pabrik ini sebagai langkah menuju industrialisasi pertanian. Supaya relevansinya panjang dan memberi dampak luas,” katanya.

Konsep RMU yang akan dibangun ini mengadopsi sistem modern seperti yang telah diterapkan di Banyuwangi, Jawa Timur. Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan bersama tim ahli telah melakukan studi banding ke daerah tersebut untuk memastikan desain dan sistem pengelolaan yang tepat.

Selain pabrik penyosohan padi, Pemkab Tabanan juga merencanakan pembangunan pabrik pengolahan pakan ternak. Kedua proyek ini diharapkan dapat memperkuat posisi Tabanan sebagai lumbung pangan Bali. (ana)

3 Tersangka Penembakan WNA Australia di Badung Ditangkap, Kabur Pakai Mobil Hasil Penggelapan

Barang bukti yang diamankan meliputi dua unit mobil sewaan, rekaman CCTV, selongsong peluru, pecahan proyektil, serta senjata tumpul jenis hammer.
Barang bukti yang diamankan meliputi dua unit mobil sewaan, rekaman CCTV, selongsong peluru, pecahan proyektil, serta senjata tumpul jenis hammer.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Polda Bali menangkap tiga tersangka kasus penembakan brutal yang menewaskan Warga Negara Asing (WNA) asal Australia, Zivan Radmanovic (32), di sebuah vila kawasan Jalan Pantai Munggu Seseh, Mengwi, Badung. Selain korban tewas, seorang rekannya bernama Sanar Ghanim (35) juga mengalami luka parah dalam insiden yang terjadi di Villa Casa Cantisya.

Ketiga tersangka yang juga warga negara Australia yakni Darcy Francesco Jenson (37), Coskunmevlut (23), dan Tupou Pasa I Midolmore (37), kini resmi ditahan oleh pihak kepolisian. Penangkapan terhadap mereka dilakukan di sejumlah lokasi berbeda. Darcy diamankan di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, saat hendak kabur ke luar negeri, sementara dua lainnya ditangkap di Singapura.

Kapolda Bali Irjen Pol Daniel Adityajaya dalam konferensi pers di Mapolres Badung pada Rabu (18/6) menjelaskan bahwa pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama lintas instansi, melibatkan Bareskrim Polri, Ditpidum, Divhubinter, Imigrasi, hingga NCB Interpol.

“Ketiganya kami tetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil penyelidikan dan barang bukti yang dikumpulkan. Mereka berperan aktif dalam perencanaan hingga eksekusi penembakan,” ungkap Irjen Daniel yang turut didampingi Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro.

Setelah melakukan aksi penembakan, ketiganya sempat melarikan diri. Mereka kabur menggunakan sepeda motor, lalu berpindah ke mobil Toyota Fortuner putih DK 1537 ABB yang belakangan diketahui merupakan hasil penggelapan dari rental mobil. Setelah mobil itu ditemukan di Tabanan, pelarian mereka berlanjut menggunakan Suzuki XL7 putih DK 1339 FBL untuk menyebrang ke Pulau Jawa melalui Surabaya.

Mereka lalu menuju Bandara Soekarno-Hatta dan berupaya kabur secara terpisah ke luar negeri. Berkat koordinasi lintas lembaga, Darcy berhasil ditangkap lebih dulu di bandara. Sementara itu, dua lainnya yang lebih dahulu terbang ke luar negeri berhasil dilacak dan ditangkap di Singapura.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan menjelaskan bahwa sejumlah barang bukti telah diamankan, antara lain kendaraan yang digunakan pelaku, rekaman CCTV, selongsong peluru, pecahan proyektil, dan senjata tumpul jenis hammer. Namun, senjata api yang digunakan dalam penembakan masih dalam pencarian.

“Dari hasil scientific crime investigation serta keterangan saksi-saksi, kami yakin menetapkan mereka sebagai tersangka. Selain kasus pembunuhan, para pelaku juga terlibat dalam tindak pidana penggelapan kendaraan,” terang Kombes Jansen.

Meski telah menetapkan tersangka, polisi masih mendalami motif dari penembakan ini serta keterkaitan para pelaku dengan korban. Pemeriksaan intensif terhadap para tersangka baru dilakukan pada Selasa (17/6) malam. Penyidik kini tengah mengembangkan kasus ini untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam jaringan kejahatan ini.

“Kami terus dalami motif, keterlibatan pelaku lain, dan aspek-aspek lain dari kasus ini. Semua fakta akan kami ungkap berdasarkan hasil penyelidikan,” tutup Kapolda. (mah)