- Advertisement -
Beranda blog Halaman 165

Yowana Didorong Jadi Pilar Masa Depan Bali

Paruman Agung Pasikian Yowana Bali yang digelar di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Sabtu (5/7/2025). 
Paruman Agung Pasikian Yowana Bali yang digelar di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Sabtu (5/7/2025). 

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Generasi muda Bali atau yowana didorong untuk mengambil peran strategis sebagai pilar utama pembangunan Bali ke depan.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, saat menghadiri Paruman Agung Pasikian Yowana Bali yang digelar di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Sabtu (5/7/2025).

Wagub Giri Prasta menekankan pentingnya peran generasi muda (yowana) sebagai pilar masa depan Bali, sekaligus bagian dari tiga pilar sosial adat yang dikenal sebagai Wimuda, Winata, dan Wiwerda.

“Tiga pilar Wimuda (anak-anak) – Winata (pemuda/yowana) – Wiwerda (orang tua) adalah fondasi sosial di banjar adat kita. Ketiganya harus bersatu demi kemajuan desa adat dan Bali ke depan,” ujarnya.

Wakil Gubernur Giri Prasta mengajak seluruh yowana untuk bersama-sama membangun masa depan Bali yang berkelanjutan, tidak hanya untuk saat ini, tetapi juga demi anak cucu di masa mendatang.

“Kami telah menyiapkan tatanan. Setelah pengukuhan hari ini dan sebelum pembahasan APBD Provinsi Bali 2025 serta Kabupaten/Kota 2026, saya pastikan yowana akan duduk bersama untuk menyusun program-program strategis,” tegasnya.

Wagub juga mengingatkan agar kemajuan Bali tidak mengorbankan akar budaya dan tradisi. “Bali harus tetap menjadi Bali. Pembangunan harus berlandaskan pada nilai-nilai adat, budaya, dan spiritualitas. Bali bukan sekadar provinsi; Bali dibangun oleh orang-orang suci, oleh nilai luhur dan budaya yang hidup,” katanya.

Di tengah era digital dan kecerdasan buatan (AI), Wagub menekankan pentingnya peran yowana dalam menyikapi perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

“Kalian sudah mengenal era 4.0 dan 5.0. Gunakan itu untuk membangun jembatan emas menuju masa depan Bali. Tapi ingat, tetaplah menjadi tuan di rumah sendiri,” pesannya kepada seluruh yowana yang hadir.

Sementara itu, Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, juga menyatakan bahwa dukungan pemerintah daerah akan semakin memperkuat potensi Yowana Bali.

“Yowana Bali akan semakin mantap dan berdaya atas dukungan pemda. Dari merekalah nantinya akan muncul pemimpin-pemimpin Bali masa depan. Potensi yowana luar biasa, tapi tantangan ke depan tidak semakin mudah, melainkan semakin berat,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa yowana memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa. “Yowana akan menjadi penjaga Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika. Bali adalah barometer Indonesia. Karena itu, yowana harus mampu memahami dan mengikuti dinamika global, nasional, dan lokal secara cerdas,” tutupnya.

Sebagai perwakilan generasi muda Bali, Diana Putri, yang baru saja dikukuhkan sebagai Ketua Pasikian Yowana Bali periode 2025–2030, turut menyampaikan sambutannya. Ia mengungkapkan komitmennya untuk membawa yowana menjadi kekuatan strategis dalam membangun Bali yang maju dan tetap berakar pada budaya.

“Ini bukan sekadar amanah, tapi sebuah tanggung jawab suci bagi kami, generasi muda Bali. Kami siap bersinergi dengan pemerintah, desa adat, dan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga identitas Bali sekaligus menjawab tantangan zaman,” ujar Diana.

Ia menegaskan bahwa Yowana Bali siap menjadi garda terdepan dalam membangun peradaban Bali yang adiluhung.

“Kami tidak ingin hanya menjadi penonton dalam perubahan. Kami ingin menjadi pelaku, pencipta, dan penjaga Bali. Kami siap berjalan di antara modernitas dan kearifan lokal demi masa depan yang gemilang bagi Bali dan generasi penerusnya,” pungkasnya.

Acara Paruman Agung Pasikian Yowana Bali ini menjadi wujud nyata sinergi antara pemerintah daerah, desa adat, dan generasi muda dalam memperkuat jati diri Bali untuk menghadapi masa depan yang penuh tantangan.  (rls)

Ibu dan Anak Dilaporkan Tersesat Saat Turun dari Gunung Batukau

Tim SAR lakukan pencarian dua pendaki tersesat di Gunung Batukaru, Minggu (6/7/2025).
Tim SAR lakukan pencarian dua pendaki tersesat di Gunung Batukaru, Minggu (6/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Belum genap berselang sepekan, empat orang pendaki tersesat di Gunung Batukaru, Kecamatan Penebel, Tabanan, kejadian serupa kembali terjadi pada Minggu (6/7/2025).

Dua orang pendaki yang merupakan ibu dan anak dilaporkan tersesat saat turun dari Gunung Batukau. Mereka diketahui bernama Astuti (40) dan putranya Resta (19) asal Tuban, Badung.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya mengatakan, pihaknya menerima informasi kejadian itu pada Minggu sekitar pukul 21.15 WITA

Keduanya merupakan bagian dari rombongan berjumlah sembilan orang yang memulai pendakian pada Minggu dini hari sekitar pukul 02.00 WITA dari jalur Pura Malem, Desa Pupuan.

Setibanya di puncak, mereka memutuskan turun lebih dahulu tanpa menunggu anggota rombongan lainnya. Hingga malam hari, keduanya belum kembali dan dinyatakan hilang.

“Laporan kami terima dari Bapak Bayu Dimas, yang menyebutkan bahwa dua orang diduga tersesat sekitar pukul sebelas siang,” jelasnya.

Begitu menerima laporan, lima personel dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar yang berada di Jimbaran langsung diberangkatkan ke lokasi.

Koordinasi juga telah dilakukan bersama Polsek Penebel dan pemandu lokal Gunung Batukau untuk membantu pencarian.

“Cuaca saat ini di lokasi dilaporkan hujan ringan dengan suhu sekitar 22 derajat Celsius dan jarak pandang 11,6 kilometer. Kami berharap proses pencarian berjalan lancar,” tambah Sidakarya. (ana)

Jalur Denpasar-Gilimanuk Macet Berjam-jam Akibat Banjir di Jembatan Yeh Nu

Tangkapan Layar video kondisi banjir di jalur utama Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Jembatan Yeh Nu, Banjar Penyalin, Desa Samsam, Kerambitan, pada Minggu (6/7/2025).
Tangkapan Layar video kondisi banjir di jalur utama Denpasar-Gilimanuk tepatnya di Jembatan Yeh Nu, Banjar Penyalin, Desa Samsam, Kerambitan, pada Minggu (6/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tabanan dan sekitarnya sejak Minggu (6/7/2025) pagi menyebabkan banjir di sejumlah titik.

Seperti yang terjadi di jalur utama Denpasar-Gilimanuk yang terputus sejak Minggu sore hingga malam akibat banjir yang merendam Jembatan Yeh Nu, Banjar Penyalin, Desa Samsam, Kerambitan.

Lokasi jembatan berada di sebelah barat Patung Adipura dan tergenang air usai diguyur hujan deras sejak sore hari.

Akibatnya, kendaraan dari arah Denpasar maupun Gilimanuk tidak dapat melintasi kawasan tersebut. Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah pengendara terpaksa memutar arah untuk mencari jalan alternatif.

Seorang warga Selemadeg, Agus Krisna (30), mengaku hampir sejam terjebak macet di jalur Denpasar Gilimanuk akibat banjir yang menggenang. Ia mencoba melewati beberapa jalur berbeda, tetapi semuanya dalam kondisi padat merayap.

“Tadi saya mau lewat jalan utama, tapi tidak bisa karena banjir. Disarankan putar balik lewat perumahan Vista, di sana juga macet,” kata Agus.

Agus pun akhirnya memilih menepi dan menunggu situasi lalu lintas kembali normal sembari menunggu hujan deras reda.

“Kalau dipaksakan, justru makin lama di jalan. Apalagi hujannya belum reda,” imbuh pria yang bekerja di sebuah toko retail di Kabupaten Badung tersebut.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri mengungkapkan,  Jembatan Yeh Nu memang kerap terendam saat curah hujan tinggi.

Hal ini terjadi karena air dari tiga aliran sungai bermuara di titik tersebut, sementara saluran air di sekitar jembatan tidak mampu menampung volume air yang besar.

Pihaknya tidak bisa langsung menangani dengan membongkar saluran air karena jalan tersebut merupakan bagian dari jalan nasional dan berada di bawah wewenang Balai Jalan.

“Karena statusnya jalan nasional, kami tidak berani ambil tindakan langsung. Tapi kami sudah terjunkan personel ke lokasi untuk memantau dan menangani sesuai kewenangan kami,” jelas Srinadha Giri. (ana)

Pesona Tabuh Lotring dan Tari Legong Duta Badung Meriahkan Panggung Art Center

Sanggar Seni Pranawa Swaram dari Banjar Kaja, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara tampilkan Tari Legong di PKB 2025, Minggu (6/7/2025).
Sanggar Seni Pranawa Swaram dari Banjar Kaja, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara tampilkan Tari Legong di PKB 2025, Minggu (6/7/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Suasana artistik penuh pesona mewarnai panggung Kalangan Angsoka, Taman Budaya Art Center Denpasar, Minggu (6/7/2025), saat Sanggar Seni Pranawa Swaram dari Banjar Kaja, Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara tampil dalam Rekasadana Kesenian Tradisional.

Membawa nama Kabupaten Badung, kelompok seni ini berhasil memukau penonton lewat suguhan empat tabuh tradisional dan dua Tari Legong yang kaya makna.

Menjadi debut perdana mereka di ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47, Pranawa Swaram tampil total dengan mengangkat karya-karya maestro gamelan Bali I Wayan Lotring, dipadu komposisi tari klasik nan anggun.

Koordinator Sanggar, I Gede Eka Adi Saputra, menyebutkan bahwa kesempatan ini dimanfaatkan untuk memperkenalkan kembali nilai-nilai tradisi Badung melalui tabuh dan tari legendaris.

“Kami ingin mengangkat karya-karya Maestro Lotring dan Legong Bali yang jadi warisan seni Badung. Ini upaya menjaga tradisi tetap hidup,” ujar Adi Saputra.

Pertunjukan dibuka dengan Gending Kawitan, sebuah tabuh karya Lotring yang unik karena menempatkan instrumen kemong sebagai pengawit atau aksen pembuka. Biasanya, kemong berfungsi sebagai penekanan di tengah gending, namun dalam Gending Kawitan, alat ini menjadi kunci awal alur musik.

Garapan ini menggabungkan nuansa kebyar yang kuat dengan kelembutan irama gamelan Semar Pagulingan, menggambarkan suasana gelombang ombak Pantai Kuta yang penuh dinamika.

“Konsepnya menghadirkan perpaduan jalinan melodi, tempo, ritme, dan harmoni yang menggambarkan karakter pantai kami,” jelas Adi Saputra.

Selanjutnya, Tari Legong Pelayon tampil memikat lewat kisah Putri Ni Diah Rangkesari yang bercengkrama bersama sahabatnya. Tarian klasik ini menawarkan koreografi ritmis nan lembut, menyatu dengan iringan gamelan palegongan yang sendu. Karakteristik gerak agem dan ulihan yang lemah gemulai menjadi daya tarik, menciptakan suasana syahdu di panggung.

Pagelaran berlanjut dengan Tabuh Cingkrem, garapan musikal yang menggambarkan suasana hangat pertemuan sosial masyarakat Bali. Dalam budaya setempat, cingkrem bukan sekadar berkumpul, melainkan momen penting mempererat persaudaraan.

Irama dinamis yang dimainkan mampu menghadirkan nuansa keakraban, seakan-akan penonton turut larut dalam suasana pertemuan penuh tawa dan cerita antar warga desa.

Sebagai penutup, tampil Tari Legong Kuntul, tari klasik yang menampilkan keanggunan sekelompok burung bangau putih. Gerak tari yang menggambarkan aktivitas bangau saat mencari makan, terbang bersama, hingga bercengkrama, disajikan dengan keindahan formasi dan kelembutan ekspresi.

Menariknya, seluruh penabuh dan penari dalam pagelaran ini adalah anak-anak. Tercatat ada 25 penabuh muda dan enam penari cilik yang tampil penuh semangat. “Kami memang ingin mencetak bibit-bibit baru untuk pelestarian seni tradisi Bali,” ungkap Adi Saputra.

Salah satu penabuh, I Made Kenzo Astarama Putra, siswa kelas 5 SD, mengaku sangat antusias bisa tampil di panggung PKB. Selama empat bulan, dirinya bersama rekan-rekan berlatih keras menyelaraskan tabuh dan tari demi penampilan terbaik.

“Saya bangga bisa tampil di PKB. Ini cara kami sebagai anak muda ikut menjaga budaya. Kalau bukan kami, siapa lagi?” ucapnya penuh semangat.

Penampilan Sanggar Seni Pranawa Swaram malam itu sukses membius penonton dan menjadi salah satu suguhan yang dinanti di PKB XLVII, sebagai bukti bahwa regenerasi seni tradisi di Badung terus tumbuh dan lestari. (ana)

Pula-Pala, Pesan Kehidupan dari Barong Landung Kedonganan di PKB 2025

Sanggar Seni Paras Paros, Banjar Ketapang, Desa Adat Kedonganan, Kecamatan Kuta, Badung, mempersembahkan pagelaran Barong Landung bertajuk 'Pula-Pala' saat PKB 2025, Sabtu malam (5/7/2025).
Sanggar Seni Paras Paros, Banjar Ketapang, Desa Adat Kedonganan, Kecamatan Kuta, Badung, mempersembahkan pagelaran Barong Landung bertajuk 'Pula-Pala' saat PKB 2025, Sabtu malam (5/7/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Aura magis menyelimuti Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar pada Sabtu malam (5/7/2025) saat Sanggar Seni Paras Paros, Banjar Ketapang, Desa Adat Kedonganan, Kecamatan Kuta, Badung, mempersembahkan pagelaran Barong Landung bertajuk ‘Pula-Pala’.

Pertunjukan ini menjadi bagian dari perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 yang tahun ini kembali memberi ruang bagi kekayaan seni tradisi rakyat.

Lebih dari sekadar pementasan seni, ‘Pula-Pala’ hadir sebagai pengantar pesan filosofis yang dalam. Judulnya sendiri bermakna bahwa segala sesuatu yang tumbuh berasal dari benih yang ditanam.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa apa yang tertanam dalam pikiran, terucap dalam kata, dan tergambar dalam tindakan manusia, kelak akan kembali sebagai buah kehidupan. Sebuah nilai luhur yang dibungkus dalam dramatari penuh keindahan artistik.

Cerita yang diangkat berasal dari kearifan lokal masyarakat pesisir Kedonganan. Pagelaran ini menjadi ungkapan syukur kepada sosok spiritual Ratu Gede Bagus Pengenter, yang dipercaya berstana di Puri Tegeh Gumi dan dipuja sebagai penjaga harmoni alam, penolak bala, serta pelimpah berkah bagi hasil laut, ternak, dan kesejahteraan desa.

Alur kisah bermula dari perjalanan spiritual Ki Dukuh Kawia, seorang resi suci yang mendapat sabda saat semadi. Ia kemudian memimpin masyarakat untuk menarikan Rejang Patedun, ritual sakral memohon hadirnya Taru Pule – pohon suci yang diyakini memiliki daya spiritual untuk mewujudkan tapakan Barong Landung, sebagai simbol penjaga desa dan pelindung keharmonisan alam semesta.

“Ini bukan sekadar pohon atau media upacara, tapi tentang niat suci yang kita tanam di dalam hati,” ungkap Wayan Adi Saputra, S.Sn., sutradara sekaligus koordinator pagelaran.

Menurutnya, ‘Pula-Pala’ lahir dari keseharian masyarakat Kedonganan yang sarat kearifan lokal. Melalui karya ini, mereka berupaya merawat budaya sekaligus menyampaikan pesan penting tentang hubungan manusia dan alam.

Wayan Adi juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Badung dan Dinas Kebudayaan Provinsi Bali atas ruang yang diberikan bagi seniman lokal. “Adanya kategori Barong Landung tahun ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkarya. Kami sangat bersyukur bisa mengekspresikan tradisi yang kami warisi,” katanya.

Proses kreatif menuju pentas ini berlangsung sejak April hingga Juni 2025. Selama tiga bulan, para seniman terlibat dalam latihan intens mempersiapkan garapan berdurasi sekitar satu jam. Sebanyak 18 penabuh, 1 penembang (gerong), dan 10 penari tampil penuh penghayatan, menyatukan elemen musik, gerak, dan drama secara harmonis.

Tata artistik yang memukau, kostum sakral yang menggambarkan karakter mistis, serta kekuatan dramatik dalam pementasan berhasil memukau penonton. Suasana panggung yang kuat dan pesan spiritual yang mengalir membuat tepuk tangan meriah mengiringi penutupan pagelaran.

Pula-Pala bukan hanya menjadi tontonan budaya, melainkan pengingat spiritual yang relevan di era modern. Ia menanamkan kesadaran pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam.

Sebagaimana benih yang ditanam hari ini, akan tumbuh dan berbuah di kemudian hari. Melalui karya ini, masyarakat Kedonganan telah meletakkan nilai, keyakinan, dan keindahan budaya yang akan terus hidup di hati generasi mendatang. (jas)

Hari Ke-5 Pencarian, Satu Jenazah Korban Tenggelam KMP Tunu Pratama Ditemukan di Perairan Banyuwangi 

Tim SAR gabungan menyisir perairan Selat Bali dalam upaya pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.
Tim SAR gabungan menyisir perairan Selat Bali dalam upaya pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya.

PANTAUBALI.COM, BANYUWANGI – Proses pencarian korban kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang memasuki hari kelima akhirnya membuahkan hasil. Pada Minggu (5/7/2025) sekitar pukul 12.00 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu jenazah di sektor 3 wilayah pencarian.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS, R. Eko Suyatno, yang memimpin operasi pencarian sebagai SMC (SAR Mission Coordinator), menyampaikan bahwa jenazah tersebut ditemukan mengapung oleh personel KRI Tongkol 517 di titik koordinat 08º 18,532’ LS dan 114º 26,687’ BT.

Penemuan terjadi sekitar 5,7 hingga 6 mil laut dari lokasi tenggelamnya kapal. Meski cuaca di area tersebut kurang bersahabat dengan gelombang tinggi, tim tetap berhasil melakukan evakuasi jenazah menggunakan perahu karet milik KRI Tongkol 517.

Jenazah kemudian dibawa ke dermaga Pusri dan selanjutnya dievakuasi ke RSUD Blambangan untuk proses identifikasi oleh tim Biddokkes Polda Jawa Timur.

“Hasil pemeriksaan awal mengungkap bahwa korban berjenis kelamin laki-laki, memiliki tinggi badan sekitar 170 cm, mengenakan kaos oblong biru dan celana pendek cokelat,” ungkap Eko Suyatno dalam keterangan pers.

Ia menambahkan, jenazah telah diberi label sesuai prosedur pada body pack untuk memudahkan proses identifikasi lanjutan dengan data antemortem.

Pada kesempatan yang sama, Komandan Gugus Tempur Laut (Danguspurla) Koarmada II menyebutkan bahwa sejak Sabtu malam, KRI Fanildo bersama tim survei dari PUSHIDROSAL telah melakukan pemetaan di lokasi.

Untuk memastikan titik tenggelam (fix datum), KRI Sika yang memiliki kemampuan survei dan pemetaan hidro-oseanografi dijadwalkan akan menyusul ke lokasi.

Sebagai informasi, operasi SAR hari kelima ini melibatkan sekitar 612 personel gabungan serta dukungan berbagai peralatan SAR baik di udara, laut, darat, maupun bawah permukaan. Area pencarian diperluas hingga 30 mil laut ke arah selatan. KRI Marlin dari Guspurla Koarmada II turut bergabung dalam misi pencarian hari itu.

Namun upaya pencarian tidak lepas dari tantangan. Cuaca di perairan Selat Bali cukup ekstrem, dengan kondisi berawan hingga hujan ringan, angin berkecepatan 4–20 knot, gelombang setinggi 0,5 hingga 2 meter, jarak pandang 3–8 km, dan arus laut mencapai 1,5–2 m/s ke arah selatan, menurut data dari BMKG.

Adapun unsur-unsur SAR yang terlibat antara lain BASARNAS Pusat, Kantor SAR Surabaya, Kantor SAR Denpasar, Koarmada II, Wing Udara 2 PUSPENERBAL, BAHARKAM POLRI, PUSHIDROSAL, Ditpolairud Polda Jatim, KPLP, Lanal Banyuwangi, Lanal Gilimanuk, Satbrimob, KSOP Banyuwangi, ASDP Ketapang, BMKG, Syahbandar Gilimanuk, KPLP Gilimanuk.

Kemudian, Polres Banyuwangi, Satpolairud Banyuwangi, Satpolairud Polda Bali, Kodim Banyuwangi, Koramil Banyuwangi Kota, KP3 Banyuwangi, BPTD Gilimanuk, BPBD Banyuwangi, Damkar, Tagana, BKK Banyuwangi, SAR MTA, serta nelayan lokal dan relawan dari berbagai potensi SAR. (ana)

Dua Motor Adu Jangkrik di Baturiti, Satu Orang Tewas di TKP

Kondisi motor yang terlibat kecelakaan adu jangkrik di Jalur Denpasar-Singaraja, Desa Baturiti, Tabanan pada Sabtu (5/7/2025).
Kondisi motor yang terlibat kecelakaan adu jangkrik di Jalur Denpasar-Singaraja, Desa Baturiti, Tabanan pada Sabtu (5/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kecelakaan adu jangkrik (depan-depan) terjadi di jalur nasional Denpasar–Singaraja, tepatnya di KM 39,5 wilayah Banjar Abianluang, Desa Baturiti, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, pada Sabtu (5/7/2025) sekitar pukul 15.10 WITA.

Insiden ini melibatkan dua sepeda motor, yakni Honda Beat DK 2124 TN dan Honda PCX DK 5867 KBJ. Akibatnya satu korban meninggal dunia di tempat kejadian.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Gusti Made Berata ketika dikonfirmasi Minggu (6/7/2025), mengatakan, kronologi kecelakaan berawal ketika sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Made Widya Saraswati (31), asal Karangasem, melaju dari arah Denpasar menuju Singaraja.

Saat melintasi tikungan landai ke kiri, pengendara Honda Beat mencoba mendahului kendaraan roda empat di depannya dan mengambil haluan terlalu ke kanan hingga melewati marka jalan.

“Pada saat bersamaan dari arah berlawanan datang sepeda motor Honda PCX yang dikendarai seorang WNA asal Rusia, Aleksandr (34), sehingga terjadi tabrakan di jalur Honda PCX,” jelas Iptu Berata.

Akibat benturan keras, penumpang Honda Beat, yakni I Wayan Setiagustawan (35), yang juga warga Karangasem, mengalami cedera kepala berat serta pendarahan dari hidung dan telinga. “Korban dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian,” kata Iptu Berata.

Sementara itu, pengendara Honda Beat, Made Widya Saraswati, mengalami luka lecet di dagu dan lutut serta nyeri pada tangan kiri. Ia dalam kondisi sadar dan kini dirawat di RSU Semara Ratih, Luwus.

Pengendara Honda PCX, Aleksandr, mengalami luka lecet di kaki kanan dan juga dirawat di RSU Semara Ratih dalam kondisi sadar.

Penumpangnya, seorang perempuan WNA asal Rusia bernama Ekaterina (34), mengalami luka lecet pada telapak tangan, perut, dan lutut, dan dalam kondisi sadar.

“Setelah menerima laporan anggota melakukan olah TKP, dan membawa seluruh korban ke rumah sakit Semara Ratih untuk dilakukan pemeriksaan,” ujar Iptu Berata. (ana)

Update! Hari Keempat Pencarian Korban KMP Tunu Pratama Jaya

Pencarian korban tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Wijaya
Pencarian korban tenggelamnya kapal KMP Tunu Pratama Wijaya

PANTAUBALI, JEMBRANA – Upaya pencarian terhadap korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, yang menghubungkan rute Ketapang – Gilimanuk, terus intensif dilakukan oleh tim SAR gabungan hingga Sabtu (5/7/2025) pukul 16.00 WIB. Operasi mencakup pencarian di udara, laut, dan bawah permukaan.

Pencarian di laut dilakukan di wilayah perairan Selat Bali, dengan cakupan mencapai radius 20 mil laut dari utara hingga selatan. Tiga SRU udara turut dikerahkan untuk menyisir area dari arah utara ke selatan. Di daratan, SRU melakukan pemantauan sepanjang garis pantai Banyuwangi.

Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan BASARNAS, R. Eko Suyatno, menjelaskan bahwa meskipun telah dilakukan pencarian intensif sejak pukul 07.00 WIB, belum ditemukan tanda-tanda keberadaan korban di permukaan air.

Pada pukul 19.00 WIB, tim ahli dari PUSHIDROSAL tiba dan langsung melaksanakan tugasnya, sedangkan KRI Fanildo dijadwalkan tiba pada pukul 20.00 WIB untuk melakukan pemindaian dengan peralatan side scan sonar dan magneto meter di sekitar LKP KMP Tunu Pratama Jaya, dengan kedalaman mencapai 40 – 50 meter. Selanjutnya, ROV akan digunakan untuk verifikasi visual.

Hasil pemindaian akan dibandingkan dengan data dari Dinas Navigasi untuk menetapkan fix datum KMP Tunu Pratama Jaya. Tim juga telah menyiapkan langkah antisipasi berikutnya berdasarkan data-data yang diperoleh.

Di konferensi dengan media di Kantor ASDP Ketapang, Eko Suyatno juga mengungkapkan bahwa tim SAR gabungan telah berhasil menemukan beberapa barang milik korban, yang akan diserahkan kepada tim forensik POLRI untuk langkah-langkah identifikasi lanjutan.

Operasi SAR hari keempat ini melibatkan banyak unsur, termasuk Kantor Pusat BASARNAS, Kantor SAR Surabaya, Kantor SAR Denpasar, Koarmada II, Wing Udara 2 PUSPENERBAL, BAHARKAM POLRI, PUSHIDOSAL, dan berbagai instansi terkait lainnya.

Hingga saat ini, tim SAR gabungan telah berhasil menemukan 36 korban, dengan 30 orang ditemukan selamat dan 6 lainnya ditemukan meninggal. Namun, 29 korban masih belum ditemukan. (ra)

Tak Perlu Bingung, Ini Arti Notifikasi Status BSU 2025 dan Cara Cek Penerima Lewat Pospay

PANTAUBALI.COM – Pemerintah masih terus menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 kepada para pekerja yang memenuhi syarat. Namun, hingga kini masih banyak masyarakat yang bingung saat memeriksa status BSU di laman resmi Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) melalui https://bsu.kemnaker.go.id.

Kebingungan itu muncul karena notifikasi status yang ditampilkan cukup beragam, dan tak semua orang memahami arti dari masing-masing notifikasi. Akibatnya, banyak calon penerima BSU bertanya-tanya apakah mereka termasuk penerima bantuan sebesar Rp600.000 yang disalurkan untuk periode Juni dan Juli 2025.

Melalui unggahan di akun Instagram resmi @kemnaker, Kemenaker menjelaskan lima jenis notifikasi yang bisa muncul saat mengecek status BSU, lengkap dengan maknanya. Berikut penjelasan lengkapnya:

“NIK yang Anda masukkan memenuhi kriteria sebagai calon penerima BSU 2025. Silakan cek secara berkala.” Artinya, data Nomor Induk Kependudukan (NIK) Anda telah diverifikasi dan masuk sebagai calon penerima BSU. Namun, status penetapan resmi dan pencairan masih menunggu proses berikutnya.

“Anda telah ditetapkan sebagai penerima BSU pada batch 1, silakan tunggu proses penyaluran melalui Bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN), Bank Syariah Indonesia, dan Pos Indonesia.” Notifikasi ini menunjukkan bahwa Anda sudah sah sebagai penerima BSU dan tinggal menunggu proses penyaluran dana melalui bank atau PT Pos Indonesia.

“Anda berhak menerima BSU, namun terdapat kendala pada rekening Anda. Dana BSU akan disalurkan melalui PT Pos Indonesia.” Ini berarti ada masalah pada rekening Anda yang menyebabkan dana BSU tidak bisa langsung ditransfer. Meski demikian, pemerintah tetap menyalurkan dana melalui PT Pos Indonesia sebagai alternatif.

“Dana BSU sudah tersalurkan ke rekening BANK .”
Jika notifikasi ini muncul, berarti dana BSU sebesar Rp600.000 sudah berhasil dikirim ke rekening bank Anda. Anda hanya tinggal mengeceknya di rekening yang dimaksud.

“Mohon maaf, NIK yang Anda masukkan tidak memenuhi persyaratan sebagai penerima Bantuan Subsidi Upah 2025.” Notifikasi ini menandakan bahwa Anda tidak termasuk dalam kelompok penerima BSU berdasarkan data dan syarat yang ditetapkan pemerintah.

Penyaluran Melalui PT Pos untuk Penerima Bermasalah
Khusus bagi penerima yang mendapat notifikasi kedua dan ketiga, yakni telah ditetapkan sebagai penerima, namun rekening bermasalah, penyaluran akan dialihkan melalui PT Pos Indonesia. Untuk memastikan status dan lokasi pencairan dana, masyarakat disarankan mengunduh aplikasi Pospay yang tersedia di smartphone.

Cara Mengecek Status Penerima BSU 2025
Ada dua cara utama untuk mengecek status Anda sebagai penerima BSU:

Melalui laman resmi:
Kunjungi https://bsu.kemnaker.go.id, lalu login atau daftar akun terlebih dahulu, kemudian cek status dengan memasukkan NIK.
Melalui aplikasi Pospay:
Unduh aplikasi Pospay di Google Play Store atau App Store, lalu ikuti petunjuk untuk mengecek apakah nama Anda terdaftar sebagai penerima BSU melalui saluran PT Pos Indonesia.

BSU merupakan bentuk dukungan pemerintah untuk membantu para pekerja bertahan di tengah tekanan ekonomi. Oleh karena itu, pemahaman masyarakat terhadap proses pencairan dan status bantuan ini sangat penting agar bantuan bisa tepat sasaran dan tidak menimbulkan kebingungan. (RA)

Gaji Rp 2 Juta Masih Bisa Nabung, Simak Tips Berikut

Ilustrasi menabung.
Ilustrasi menabung.

PANTAUBALI.COM –  Mengelola keuangan rumah tangga dengan gaji terbatas membutuhkan strategi yang cermat. Dengan perencanaan yang tepat, kebutuhan pokok tetap dapat terpenuhi tanpa harus berutang. Bahkan, Anda masih bisa menabung dan merancang masa depan finansial yang lebih sehat.

Menurut Windi Teguh dalam buku Auto Mapan Finansial (2023:69), pengeluaran rumah tangga umumnya terbagi dua: pengeluaran rutin bulanan dan tahunan. Keduanya perlu direncanakan sejak awal agar tidak mengganggu stabilitas keuangan.

Berikut tips mengatur keuangan gaji Rp2 juta secara efektif:

1. Buat Anggaran Bulanan
Catat semua kebutuhan pokok dan alokasikan dana secara proporsional. Pastikan pengeluaran tidak melebihi pemasukan.

2. Prioritaskan Kebutuhan, Bukan Keinginan
Fokus pada kebutuhan dasar seperti makanan, listrik, air, dan transportasi. Hindari belanja impulsif dan buat daftar belanja sebelum ke pasar atau toko.

3. Manfaatkan Promo dan Diskon
Gunakan promo, diskon, atau cashback saat belanja untuk menghemat. Bandingkan harga terlebih dahulu agar tetap hemat tanpa menurunkan kualitas.

4. Kurangi Pengeluaran yang Tidak Penting
Batasi makan di luar dan langganan hiburan digital yang mahal. Lebih baik masak sendiri di rumah dan pilih paket layanan sesuai kebutuhan.

5. Hemat Listrik dan Air
Matikan alat elektronik yang tidak digunakan. Gunakan peralatan hemat energi dan bijak dalam menggunakan air saat mandi atau mencuci.

6. Cari Penghasilan Tambahan
Pertimbangkan kerja sampingan seperti freelance, jualan online, atau jasa kecil-kecilan. Penghasilan tambahan bisa membantu menabung atau menutup kebutuhan mendesak.

7. Evaluasi Anggaran Secara Berkala
Tinjau ulang anggaran setiap akhir bulan. Jika ada ketidaksesuaian, segera sesuaikan agar tetap sejalan dengan kebutuhan dan tujuan keuangan Anda.

Dengan disiplin dan pemahaman yang baik soal prioritas, mengelola gaji Rp2 juta bukan hal yang mustahil. Kunci utamanya adalah konsistensi dalam perencanaan dan evaluasi. (ra)