- Advertisement -
Beranda blog Halaman 164

Aturan Baru! ASN Kini Boleh WFA dan Jam Kerja Fleksibel, Begini Ketentuannya

Ilustrasi ASN.
Ilustrasi ASN. (Foto:KemenpanRB)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Permenpan RB) menerbitkan aturan Nomor 4 Tahun 2025 Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN secara Fleksibel pada Instansi Pemerintah.

Dalam aturan itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) diperbolehkan bekerja secara fleksibel, baik dari segi lokasi maupun waktu di lingkungan instansi pemerintah.

Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata Laksana Kemenpan-RB, Nanik Murwati menjelaskan, fleksibilitas kerja yang diatur mencakup kerja dari kantor, rumah, lokasi tertentu, serta pengaturan jam kerja dinamis sesuai kebutuhan organisasi dan karakteristik tugas. Namun, penerapan fleksibilitas kerja tidak mengurangi kualitas ASN dalam pelayanan publik.

“Penerapan fleksibilitas kerja tidak boleh mengurangi kualitas pemerintahan dan pelayanan publik. Justru sebaliknya, kita harapkan melalui kebijakan ini, ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan,” ujar Nanik, dilansir siaran pers Kemenpan RB, dikutip Jumat (20/6/2025).

Sementara itu, dilansir dari salinan Permenpan RB Nomor 4 Tahun 2025, disebutkan bahwa fleksibilitas kerja dilakukan untuk meningkatkan kinerja organisasi, kinerja individu, serta kualitas hidup pegawai ASN melalui penerapan penilaian kinerja terukur dengan optimalisasi pemanfaatan sistem pemerintahan berbasis elektronik.

Fleksibilitas kerja dilaksanakan dengan mempertimbangkan karakteristik tugas kedinasan dan/atau keadaan khusus pegawai ASN. Selain itu, fleksibilitas kerja juga dapat mempertimbangkan predikat kinerja pegawai ASN dan kebijakan atasan langsung pegawai ASN.

Pada pasal 11 Permenpan RB 4 Tahun 2025 disebutkan bahwa jenis fleksibilitas kerja meliputi fleksibel secara lokasi dan/atau fleksibel secara waktu.

Fleksibel secara lokasi dapat dilakukan melalui pelaksanaan tugas kedinasan di kantor selain lokasi yang menjadi penempatan kerja pegawai ASN tersebut, di rumah atau tempat tinggal pegawai ASN tersebut dan di lokasi lain sesuai dengan kebutuhan organisasi instansi pemerintah.

Kantor selain lokasi yang menjadi penempatan kerja dapat berupa kantor utama, kantor vertikal, kantor unit pelaksana teknis, atau kantor lainnya pada instansi pusat tersebut, atau kantor utama, kantor unit pelaksana teknis daerah, kantor penghubung yang dimiliki oleh pemerintah daerah tersebut, atau kantor lainnya pada instansi daerah. Kemudian rumah atau tempat tinggal merupakan domisili atau lokasi menetap pegawai ASN yang telah terdaftar dalam data kepegawaian.

Sementara itu, fleksibilitas kerja secara lokasi sebagaimana dimaksud dapat dilaksanakan pegawai ASN paling banyak dua hari kerja dalam satu minggu. Namun, fleksibilitas kerja dikecualikan bagi pegawai ASN yang karakteristik tugasnya harus melaksanakan tugas kedinasan di luar kantor atau pegawai ASN dengan keadaan khusus.

Selanjutnya fleksibel secara waktu merupakan pelaksanaan tugas kedinasan pegawai ASN sesuai kebutuhan waktu bekerja untuk memenuhi target kinerja.

Penyesuaian kebutuhan waktu bekerja dilaksanakan dengan tetap memperhatikan ketentuan hari kerja pegawai ASN dan jam kerja pegawai ASN sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Fleksibel secara waktu meliputi fleksibilitas kerja sif atau fleksibilitas kerja dinamis. Fleksibilitas kerja sif merupakan pelaksanaan kerja pegawai ASN secara bergantian melalui pembagian hari kerja pegawai ASN dan/atau jam kerja pegawai ASN pada unit organisasi tertentu.

Pembagian hari kerja pegawai ASN atau jam kerja pegawai ASN dilakukan untuk memenuhi hari kerja dan jam kerja efektif pegawai ASN tiap minggu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. (ana)

Disperpa Badung Gelar Pelatihan Olahan Pangan Non-Beras dan Panen Sayuran Hidroponik

Pelatihan Pengolahan Pangan Non-Beras oleh Disperpa Badung berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Abiansemal pada Rabu (18/6/2025).
Pelatihan Pengolahan Pangan Non-Beras oleh Disperpa Badung berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Abiansemal pada Rabu (18/6/2025).

PANTAU BALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung melalui Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) menyelenggarakan pelatihan bertajuk ‘Pengolahan Pangan Non-Beras’ yang merupakan bagian dari program Pengembangan Usaha Pengolahan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal Kabupaten Badung 2025.

Kegiatan ini berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Abiansemal pada Rabu (18/6/2025).

Sebanyak 30 peserta dari unsur PKK Desa Jagapati, Kecamatan Abiansemal, mengikuti pelatihan ini. Rangkaian kegiatan dimulai dengan panen sayuran pokcoy secara bersama di area greenhouse milik BPP, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke kebun edukasi yang dikembangkan sebagai wahana belajar pertanian bagi masyarakat umum.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Badung, I Wayan Wijana menjelaskan, pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan masyarakat, khususnya kaum ibu, dalam mengolah bahan pangan lokal sebagai alternatif sumber karbohidrat selain beras.

“Lewat pelatihan ini, ibu-ibu PKK kami dorong untuk memanfaatkan hasil pertanian lokal seperti ubi, yang dapat diolah menjadi tepung dan selanjutnya menjadi produk seperti kue dan roti. Dengan keterampilan ini, kami berharap akan tumbuh usaha-usaha rumahan baru yang mendukung pertumbuhan UMKM dan menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, hadir dua narasumber yaitu Penyuluh Ahli Madya I Made Sugianyar yang membagikan ilmu tentang pembuatan tepung mocaf, serta Penyuluh Ahli Muda Ni Ketut Ari Tantri Yanti yang mengajarkan pengolahan mocaf menjadi berbagai produk makanan.

Wijana juga menambahkan bahwa greenhouse BPP Abiansemal kini difungsikan sebagai pusat edukasi pertanian terbuka. Tempat ini diperuntukkan bagi penyuluh maupun masyarakat yang ingin memanfaatkan pekarangan rumah secara produktif, terutama untuk menanam sayuran yang menunjang gizi keluarga.

“Kami ingin mengubah paradigma masyarakat bahwa pekarangan tidak hanya untuk tanaman hias, tapi juga bisa menjadi sumber pangan yang bergizi dan mendukung ketahanan keluarga,” tegasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Kabupaten Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, Sekretaris I TP PKK Nyonya Yunita Alit Sucipta, Ketua DWP Badung Nyonya Oliviana Surya Suamba, serta sejumlah tamu undangan lainnya. (jas)

Buka Karangasem Festival 2025, Giri Prasta Ungkap Proyek Strategis Tol Laut Bandara Ngurah Rai-Amed

Pembukaan Karangasem Festival 2025.
Pembukaan Karangasem Festival 2025.

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta membuka Karangasem Festival 2025 yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-385 Kota Amlapura, Kabupaten Karangasem.

Pembukaan festival berlangsung di Monumen Tugu Pahlawan, Kota Amlapura, Kamis (19/6/2025) sore, ditandai dengan pelepasan parade budaya dari seluruh kecamatan di Karangasem.

Simbolisasi pembukaan dilakukan dengan pemukulan alat musik tabuh oleh sejumlah pejabat. Giri Prasta memukul tambur bedug, diikuti Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata yang memukul kempur, serta Wakil Bupati Karangasem Pandu Prapanca yang menabuh ceng-ceng.

Dalam sambutannya, Giri Prasta menekankan pentingnya pelestarian budaya sebagai landasan membangun Bali ke depan. “Pelestarian budaya bukanlah hanya mengingat masa lalu tetapi merupakan pondasi kuat yang menopang masa depan Bali,” ujarnya.

Lebih lanjut, Giri Prasta menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Bali untuk bersinergi dengan Kabupaten Karangasem, terutama dalam hal penguatan infrastruktur. Salah satu proyek strategis yang disebutkan adalah pembangunan tol laut dari Bandara I Gusti Ngurah Rai ke Amed.

“Anak-anak kita di Karangasem, dari TK hingga SMA, harus bisa sekolah gratis. Begitu juga layanan kesehatan. Bagaimana caranya agar masyarakat bisa berobat ke puskesmas tanpa biaya. Inilah kebutuhan dasar rakyat yang harus kita penuhi,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan rencana pengembangan akses air bersih melalui sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, terutama di wilayah Telaga Waja. “Setuju tidak?” tanya Giri Prasta di hadapan ribuan masyarakat Karangasem yang menonton festival.

Sementara itu, Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata dalam sambutannya menyampaikan HUT ke-385 Kota Amlapura sekaligus menjadi penanda 100 hari kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Pandu Prapanca.

Ia memaparkan sejumlah program prioritas, seperti penanganan infrastruktur pascabencana, pengolahan sampah berbasis energi terbarukan, serta percepatan realisasi hibah dan bantuan sosial.

Bupati juga mengharapkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Bali guna memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mempercepat pembangunan.

Puncak perayaan akan digelar di Taman Budaya Candra Bhuana, Amlapura, dengan berbagai pertunjukan seni, budaya, dan pameran UMKM lokal. (ana)

Lewat Stand Up Comedy, Yowana Tabanan Edukasi Penolakan Narkoba

Lomba Stand Up Comedy II Tahun 2025 dengan tema 'Yowana Tabanan Mengguncang Dunia Bebas dari Narkoba'.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) berkolaborasi dengan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Tabanan menggelar Lomba Stand Up Comedy II Tahun 2025 dengan tema ‘Yowana Tabanan Mengguncang Dunia Bebas dari Narkoba’.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno VII Tahun 2025, yang bertujuan membangun kesadaran generasi muda untuk menolak penyalahgunaan narkoba melalui pendekatan seni dan humor yang dilaksanakan di gedung kesenian I Ketut Marya pada Kamis (19/6/2025).

Kegiatan ini terselenggara atas dukungan anggaran dari BNK Tabanan, yang diketuai langsung oleh Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan pemuda dan membentengi mereka dari ancaman narkoba.

Sepuluh finalis terbaik tampil dalam grand final yang digelar pada 19 Juni 2025 di Gedung Kesenian I Ketut Maria, Tabanan. Mereka terpilih dari puluhan peserta yang sebelumnya melalui proses seleksi ketat. Peserta dengan nilai tertinggi diraih oleh Dewa Made Bali Sugiharta dari Abiantuwung, disusul Ni Komang Desy Purnama Sari dari Bantas, dan Kadek Candra Permana Dwi Utama dari Mundeh Kauh, Selemadeg Barat.

Adapun sepuluh besar finalis yang tampil dalam grand final adalah: Dewa Made Bali Sugiharta – Abiantuwung, Ni Komang Desy Purnama Sari – Bantas, Kadek Candra Permana Dwi Utama – Mundeh Kauh, Selemadeg Barat, I Nyoman Mas Prema Ganda – Desa Apuan, Putu Witiya Sari – Desa Karyasari, Dwiki Putra Wicaksana – Desa Kukuh Marga, I Putu Sukarya – Beringkit Belayu, Made Mardiana – Samsam Kerambitan, I Gede Made Ana Eka Saputra – Desa Jegu dan I Ketut Megayasa – Petiga, Marga Tabanan.

Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Tabanan, I Putu Dian Setiawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah inovatif untuk menyampaikan pesan penting kepada kalangan muda dengan cara yang kreatif dan relevan.

“Melalui pendekatan kreatif seperti stand up comedy, kami ingin menyampaikan pesan yang kuat namun ringan kepada generasi muda: jauhi narkoba, jaga masa depan. Ini juga menjadi cerminan semangat Bung Karno dalam memberdayakan pemuda sebagai agen perubahan,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Tabanan I Made Dirga selaku Ketua BNK Tabanan, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi atas keterlibatan Yowana.

“Pemuda Tabanan harus jadi pelopor perubahan. Kreativitas seperti ini sangat penting karena mampu menyentuh generasi muda lewat bahasa yang mereka pahami, yakni humor. Kami sangat mendukung setiap bentuk gerakan positif untuk membentengi diri dari pengaruh narkoba,” ujarnya.

Pemenang dengan nilai tertinggi, Dewa Made Bali Sugiharta, menyampaikan kebanggaannya bisa tampil dan memberikan pesan moral lewat panggung hiburan.

“Saya tidak menyangka bisa meraih nilai tertinggi. Bagi saya, ini bukan sekadar lomba lucu-lucuan, tapi kesempatan menyampaikan pesan serius tentang bahaya narkoba dengan cara yang bisa diterima semua kalangan,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan hadiah dengan total jutaan rupiah, yaitu: Juara 1 Rp 2,5 juta, Juara 2 Rp 2 juta, Juara 3 Rp 1,5 juta, Juara Harapan 1 Rp 1 juta, dan Juara Harapan 2 Rp 750 ribu.

Grand final Yowana Tabanan Mengguncang Dunia tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang edukasi yang mendorong semangat kolektif pemuda Tabanan untuk melawan narkoba dan menjaga masa depan yang lebih sehat, kuat, dan mandiri. (ana)

Kawil se-Kecamatan Penebel Ikut Bimtek Pemutakhiran Data Desa Presisi

Bimtek pemutakhiran data penduduk berbasis aplikasi OpenSID yang digelar di Aula Kantor Camat Penebel, Kamis (19/6/2025).
Bimtek pemutakhiran data penduduk berbasis aplikasi OpenSID yang digelar di Aula Kantor Camat Penebel, Kamis (19/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sebanyak 54 Kepala Wilayah (Kawil) dari 18 desa di Kecamatan Penebel, Tabanan, mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) pemutakhiran data penduduk berbasis aplikasi OpenSID yang digelar di Aula Kantor Camat Penebel, Kamis (19/6/2025).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tabanan yang dikoordinir oleh Kabid Layanan E-Government, I Gede Wayan Siswantara, didampingi Jafung I Wayan Muliana, serta Tenaga Ahli IT, Candra Udayana, Yudik Pradnyana dan Sutrisna Wibawa.

Dalam arahannya, Camat Penebel I Putu Agus Hendra Manik Mastawa, menegaskan pentingnya peran aktif para Kawil dalam proses pendataan di wilayah masing-masing.

“Kawil adalah ujung tombak yang paling tahu kondisi ril warganya. Maka keterlibatan aktif Kawil menjadi kunci keberhasilan data desa presisi,” ujarnya.

Sementara itu, Kabid Layanan EGov, I Gede Wayan Siswantara menjelaskan, Bimtek ini merupakan tindak lanjut dari sosialisasi Data Desa Presisi yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh Tim DDP Kabupaten Tabanan.

“Fokus bimtek kali ini adalah teknis dan praktik langsung. Kami ingin para Kawil tidak hanya tahu teori, tapi benar-benar bisa menginput, memperbaiki, dan memperbarui data kependudukan melalui OpenSID,” jelas Siswantara.

Ia juga menegaskan bahwa forum ini sekaligus menjadi ruang untuk menyerap langsung kendala dan hambatan di lapangan.

“Kami harap para Kawil tidak ragu menyampaikan kesulitan teknis agar bisa segera ditangani. Target pemutakhiran data sesuai timeline adalah 31 Juni 2025, jadi waktu kita terbatas,” tambahnya.

Bimtek ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan data desa yang akurat, mutakhir, dan presisi sebagai dasar perencanaan dan pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat desa.  (rls)

Satpol PP Tabanan dan Bea Cukai Sita Puluhan Slop Rokok Ilegal di Kecamatan Marga

Petugas gabungan dari Satpol PP Tabanan dan Bea Cukai Denpasar saat melakukan operasi Gempur Rokok Ilegal di salah satu warung klontong di Kecamatan Marga, Rabu (18/6/2025).
Petugas gabungan dari Satpol PP Tabanan dan Bea Cukai Denpasar saat melakukan operasi Gempur Rokok Ilegal di salah satu warung klontong di Kecamatan Marga, Rabu (18/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Tim Yustisi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tabanan bersama Bea Cukai Denpasar menggelar operasi Gempur Rokok Ilegal di Kecamatan Marga, Tabanan, Bali, pada Rabu (18/6/2025).

Dalam operasi tersebut, petugas berhasil menyita puluhan slop rokok ilegal dari sejumlah warung klontong di lima lokasi berbeda.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tabanan, I Gede Sukanada, mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menindak peredaran rokok tanpa pita cukai yang merugikan negara.

“Rokok yang disita berasal dari berbagai macam produk. Adapun rokok ilegal adalah rokok yang tidak memenuhi ketentuan peraturan perundang-undangan, khususnya terkait pita cukai,” kata Sukanada dikonfirmasi Kamis (19/6/2025).

Sukadana merinci, rokok-rokok ilegal itu disita di lima titik warung yakni warung klontong di Banjar Munggal, Desa Kukuh, Kecamatan Marga disita 6 slop dan 7 bungkus. Masih di warung kelontong Banjar yang sama, petugas juga menyita 22 slop dan 7 bungkus rokok ilegal.

Kemudian, warung di Banjar Base, Desa Kuwum menyita 6 bungkus dan di Warung di Banjar Tembau, Desa Marga disita 22 slop dan 1 bungkus rokok. Terakhir di warung di Banjar Tengah Semeton, Desa Marga Dajan Puri berhasil disita 30 slop dan 6 bungkus rokok ilegal.

“Jadi, total keseluruhan rokok ilegal yang kami disita mencapai 80 slop dan 27 bungkus,” tambah Sukanada.

Terkait sanksi, Sukanada menegaskan. tindakan terhadap pedagang mengacu pada ketentuan yang berlaku dan menjadi kewenangan Bea Cukai.

“Sesuai kebijakan Bea Cukai Denpasar, saat ini dilakukan pembinaan dan pemantauan. Namun, jika para pedagang masih mengulangi perbuatannya, akan ditindak secara hukum, baik melalui tindak pidana ringan (tipiring) maupun pidana umum,” ujarnya.

Ia menyebutkan, kegiatan ini akan dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk sinergi dengan Bea Cukai untuk menekan peredaran rokok ilegal yang merugikan pendapatan negara.

“Kami berharap kerja samanya dari masyarakat maupun khususnya rekan-rekan pedagang untuk bersama-sama mematuhi peraturan serta melakukan upaya dalam meningkatkan roda perekonomian,” ujar Sukanada. (ana)

Tampilkan Fragmen Heroik Patih Kebo Iwa, Sekaa Gong Satyaning Kebo Taruna Getarkan PKB Tabanan 2025

Sekaa Gong Satyaning Kebo Taruna dari Yowana Desa Adat Bedha tampil memukau lewat fragmen tari “Wiwitaning Bedha” dalam PKB Tabanan 2025 di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana, Selasa (17/6/2025).
Sekaa Gong Satyaning Kebo Taruna dari Yowana Desa Adat Bedha tampil memukau lewat fragmen tari “Wiwitaning Bedha” dalam PKB Tabanan 2025 di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana, Selasa (17/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sekaa Gong Satyaning Kebo Taruna dari Yowana Desa Adat Bedha, Desa Bongan, Kecamatan Tabanan, berhasil memukau para penonton dengan fragmen tari berjudul “Wiwitaning Bedha”, dalam perhelatan Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Tabanan 2025 di Panggung Terbuka Garuda Wisnu Singasana, Selasa (17/6/2025).

Dengan mengangkat kisah kepahlawanan Patih Kebo Iwa, seorang tokoh legendaris dari Kerajaan Bedulu, Bali, pementasan ini berhasil menghidupkan kembali jejak sejarah yang diyakini menjadi cikal bakal lahirnya Desa Adat Bedha.

Dalam kisah yang dikemas secara dramatik dan penuh energi, digambarkan bagaimana Patih Kebo Iwa, atas titah Raja Bedahulu Sri Astasura Ratna Bumi Banten, memimpin pembangunan benteng pertahanan (bedog) untuk menghadang ekspedisi pasukan Patih Gajah Mada. Karya ini meyakinkan bahwa dari benteng-benteng inilah asal-usul nama ‘Bedha’ bermula.

Fragmen ini juga menampilkan peran Patih Kebo Iwa sebagai arsitek (undagi) dan pemimpin spiritual yang membangun sistem irigasi (subak) dari bendungan di Sungai Yeh Empas, serta menggagas pendirian Pura Puseh dan Pura Bale Agung sebagai pusat spiritual desa.

Dalam adegan penuh magis, diceritakan pula perjuangan beliau mengusir gangguan makhluk gaib demi menjaga harmoni masyarakat dan jagat sekitar melalui pelaksanaan Buta Yadnya dan Dewa Yadnya.

Kekuatan artistik garapan ini digarap apik oleh Konseptor I Wayan Juana Adi Saputra dengan sentuhan tabuh dan gerong dari Yan Kiung dan Tanda Wahyu Diantara, koreografi tari oleh I Made Dendi Dwi Karyana, serta ditambah elemen dramatik dari dalang Jana Mejaya. Seluruh pertunjukan mendapat dukungan penuh dari Bendesa Adat Bedha, I Nyoman Arnaya.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya yang turut hadir dan menyaksikan langsung garapan ini, memberikan apresiasi tinggi terhadap para seniman muda yang telah berhasil menghadirkan narasi sejarah lokal dalam bentuk seni pertunjukan yang kuat dan menyentuh.

“Garapan Wiwitaning Bedha ini adalah karya luar biasa yang menyatukan kekuatan sejarah, spiritualitas, dan ekspresi seni secara harmonis. Patih Kebo Iwa bukan hanya simbol kesaktian, tapi juga lambang dedikasi dan pengabdian pada rakyat serta alam semesta,” ungkap Bupati Sanjaya.

Ia juga memberikan motivasi kepada seluruh tim agar tetap menjaga semangat dan kualitas penampilan menjelang pementasan tingkat Provinsi Bali.

“Saya harap Sekaa Gong Satyaning Kebo Taruna bisa tampil lebih percaya diri dan penuh semangat pada PKB Provinsi Bali. Bawa nama Tabanan dengan kebanggaan, dan tunjukkan bahwa karya-karya dari desa kita mampu bersaing secara elegan dengan penuh daya saing budaya,” imbuhnya.

Selanjutnya, Sekaa Gong Satyaning Kebo Taruna akan tampil di Panggung Terbuka Taman Budaya Ardha Candra, Denpasar, pada PKB Provinsi Bali 2025, 9 Juli mendatang yang akan bertemu dengan Sekaa Gong Bandana Sidhi Gurnita dari Desa Adat Sidakarya, Denpasar Selatan, yang menjadi duta dari Kota Denpasar.

Dengan keberanian mengeksplorasi nilai-nilai sejarah lokal melalui ekspresi lintas generasi, garapan ini membuktikan bahwa seni dan budaya di Tabanan terus berkembang dengan kuat tanpa kehilangan akar identitasnya. (ana)

82 Persen Usaha di Badung Tak Terdaftar, PAD Bocor Puluhan Triliun Tiap Tahun

Bupati Adi Arnawa saat memberikan pengarahan terkait pendataan potensi pajak daerah berbasis data perijinan berusaha, Kamis (19/6) di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung.
Bupati Adi Arnawa saat memberikan pengarahan terkait pendataan potensi pajak daerah berbasis data perijinan berusaha, Kamis (19/6) di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengungkapkan kebocoran besar dalam potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) akibat rendahnya kepatuhan pelaku usaha terhadap kewajiban pajak daerah.

Berdasarkan data perizinan berusaha melalui Sistem Online Single Submission (OSS) selama periode 2020–2025, terdapat 40.060 izin usaha yang telah terbit di Kabupaten Badung.

Namun, dari jumlah tersebut, hanya 17,9 persen atau 10.467 usaha yang telah terdaftar sebagai wajib pajak daerah melalui penerbitan Nomor Pokok Wajib Pajak Daerah (NPWPD) dan Nomor Objek Pajak Daerah (NOPD).

Artinya, sebanyak 82,1 persen usaha lainnya setara 29.593 unit usaha belum masuk dalam sistem pajak daerah, sehingga menyebabkan potensi PAD bocor hingga puluhan triliun rupiah setiap tahunnya.

“Kita tentu bisa menganalisa bahwa dengan jumlah NPWPD yang terbit tahun 2024 sebanyak 1.589 WP, pendapatan pajak daerah sudah mencapai Rp 6.77 triliun lebih. Bagaimana jika sebanyak 29.593 potensi pajak daerah diterbitkan NPWPD dan NOPD,” ujar Bupati Adi Arnawa saat memberikan pengarahan terkait pendataan potensi pajak daerah berbasis data perijinan berusaha, Kamis (19/6/2025) di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung.

Untuk mengatasi persoalan minimnya pemasukan dari sektor pajak daerah, Pemerintah Kabupaten Badung menetapkan kebijakan strategis berupa pendataan menyeluruh terhadap potensi pajak yang ada. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Salah satu tindakan konkret yang diambil Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, adalah membentuk Tim Terpadu Optimalisasi Pendapatan Daerah (TOPD). Tim ini bertugas untuk memperkuat pendataan usaha yang berpotensi sebagai sumber pajak daerah, dengan berbasis pada data perizinan berusaha, serta memastikan proses pemungutan pajak berjalan efektif demi mendongkrak PAD Badung.

Dalam pelaksanaannya, Tim TOPD membutuhkan dukungan penuh dari semua unsur pemerintahan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), camat, perbekel, lurah, hingga kelian banjar dinas dan kepala lingkungan di seluruh wilayah Badung.

Selain itu, kerja sama dengan Kejaksaan Negeri Badung, Polres Badung, dan Polresta Denpasar juga sangat diharapkan untuk mewujudkan penarikan pajak yang tertib dan sesuai aturan yang berlaku terhadap seluruh pelaku usaha di daerah ini.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan bahwa meskipun tugas ini secara kelembagaan merupakan tanggung jawab Badan Pendapatan Daerah, namun upaya optimalisasi tidak bisa dilakukan sendiri.

Ia menilai, kerja sama lintas sektor sangat penting, mengingat seluruh pihak turut merasakan manfaat dari PAD yang dihasilkan. Oleh karena itu, ia mengimbau semua yang tergabung dalam tim agar memiliki pemahaman yang sama dalam mendukung peningkatan PAD.

“Jika ada oknum perangkat di bawah nutup-nutupin dan nyetor ketempat dia, Bapak ibu telah menandatangani pakta integritas, jika pak Perbekel, Kelian ada mengambil langkah-langkah seperti itu, keluar dari pakta integritas, walaupun pak Kelian, pak Kaling menjabat sampai umur 60 tahun, saya tidak segan-segan mengambil sikap memberhentikan,” tegas Adi Arnawa.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, perlunya pendataan ini didorong oleh kenyataan di lapangan bahwa masih banyak usaha yang belum tercatat sebagai wajib pajak daerah. Selain itu, kepatuhan pelaku usaha untuk mendaftarkan diri masih rendah, serta proses pemungutan pajak yang selama ini belum maksimal, membuat realisasi PAD jauh dari potensi ideal.

Oleh karena itu, Pemkab Badung mengambil langkah intervensi dengan mendata kembali seluruh potensi pajak melalui Tim TOPD yang didukung oleh Sistem Informasi Optimalisasi Pendapatan Daerah (SIOPD).

Melalui sistem ini, pemerintah bertujuan menghimpun data lengkap mengenai subjek dan objek pajak daerah, memastikan semuanya terdaftar secara resmi, menjamin kepatuhan pembayaran pajak oleh para wajib pajak, dan mewujudkan tertib usaha serta perizinan di seluruh wilayah Kabupaten Badung. (ana)

Seniman Cilik Sanggar Seni Kembang Bali Tampil Ejerjik di PKB Tabanan 2025

Penampilan seniman cilik Sanggar Seni Kembang Bali, Banjar Tunjuk Kelod, Desa Tunjuk, Tabanan dalam PKB Tabanan 2025, Selasa (17/6/2025).
Penampilan seniman cilik Sanggar Seni Kembang Bali, Banjar Tunjuk Kelod, Desa Tunjuk, Tabanan dalam PKB Tabanan 2025, Selasa (17/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Suasana meriah dan penuh semangat menyelimuti panggung terbuka Garuda Wisnu Singasana, Selasa (17/6/2025), dalam acara pembukaan Pesta Kesenian Bali (PKB) Kabupaten Tabanan Tahun 2025.

Di antara berbagai pertunjukan seni yang memikat, sebuah garapan unik dari para seniman cilik Tabanan berhasil mencuri perhatian penonton.

Adalah Sanggar Seni Kembang Bali, Banjar Tunjuk Kelod, Desa Tunjuk, Kecamatan Tabanan, yang menampilkan garapan tari dolanan bertajuk ‘Dengkleng Anup – Anup’.

Garapan ini merupakan hasil kolaborasi kreatif antara para seniman muda berbakat. Penata tabuh dipercayakan kepada I Made Dedik Juni Ariyantha dengan pembina tabuh I Wayan Dimas Swadharma Putra I Gede Putu Adi Surya Pradnyana, dan I Made Ari Darmawan. Sementara koreografi tari digarap oleh I Putu Andre dan I Made Rai Widana.

Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, yang memberikan perhatian penuh terhadap kemajuan seni dan budaya di Tabanan, menyampaikan apresiasi mendalam atas garapan kreatif tersebut.

“Tidak hanya menampilkan kreativitas seni yang tinggi, tetapi juga membawa pesan luhur tentang kebersamaan dan gotong royong. Ini adalah cermin dari karakter masyarakat Tabanan yang tangguh dan bersatu dalam nilai-nilai budaya yang luhur,” ujar Bupati Sanjaya.

Bupati 2 Periode asal Dauh Pala ini juga memberikan motivasi kepada para seniman agar terus mengasah kemampuan dan tampil optimal pada ajang Pesta Kesenian Bali tingkat Provinsi yang akan digelar pada Juli 2025 mendatang.

“Jadikan panggung provinsi nanti sebagai ajang unjuk kemampuan terbaik. Tampilkan Tabanan dengan rasa bangga, semangat tinggi, dan kekompakan penuh. Pemerintah Kabupaten Tabanan akan selalu mendukung setiap upaya pelestarian dan pengembangan seni budaya daerah,” tegasnya.

Pementasan ini tak sekadar menjadi hiburan, namun juga menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya semangat gotong royong, kebersamaan, dan persatuan sebagai nilai-nilai yang sejalan dengan spirit Tabanan Era Baru: Aman, Unggul, dan Madani.

Dalam sinopsis pertunjukan disebutkan bahwa karya tari ini terinspirasi dari permainan tradisional anak-anak di Desa Tunjuk yang biasa dimainkan pada sore hari, saat menunggu waktu mandi dan belajar.

Permainan ini dimainkan secara berkelompok oleh empat orang anak dengan cara menyilangkan kaki ke belakang dan bertumpu pada satu kaki. Tantangan dari permainan ini adalah mempertahankan keseimbangan dan kekompakan selama mungkin.

Makna filosofis yang terkandung di dalamnya menjadi daya tarik utama garapan ini. Disebutkan bahwa, “Yan sube meiketan nyak saling dukung, saling rangkul, bareng-bareng matuhang rasa, menuju Jagat Kerthi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani.” (ana)

Presiden Prabowo Utus Fadli Zon Buka PKB 2025

Menteri Kebudayaan Fadli Zon. (Foto: ANTARA)
Menteri Kebudayaan Fadli Zon. (Foto: ANTARA)

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47 akan dibuka secara resmi oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, Sabtu, 21 Juni 2025. Penunjukan Fadli Zon oleh Presiden RI Prabowo Subianto menjadi sinyal kuat atas komitmen pemerintah pusat terhadap pelestarian dan pengembangan budaya, khususnya seni tradisional Bali.

Presiden Prabowo yang saat ini tengah melakukan kunjungan kenegaraan ke Rusia dan bertemu Presiden Vladimir Putin, tidak dapat hadir secara langsung dalam pembukaan PKB tahun ini. Meski demikian, kehadiran Fadli Zon sebagai utusan khusus Presiden dinilai sebagai bentuk perhatian dan dukungan konkret terhadap eksistensi budaya Bali di panggung nasional dan internasional.

“Ini adalah representasi penuh dari komitmen Presiden terhadap budaya Nusantara. Beliau menugaskan langsung Menteri Kebudayaan untuk membuka PKB, sebagai wujud kecintaan terhadap seni dan tradisi Bali,” kata Juru Bicara Gubernur Bali, I Gusti Putu Eka Mulyawan Wira Senapati alias Goes Wawan, Rabu, 18 Juni 2025.

Goes Wawan menjelaskan, Presiden sangat memahami antusiasme masyarakat Bali yang ingin menyambut langsung kehadirannya. Namun, secara teknis, waktu tempuh dari Moskow ke Indonesia tidak memungkinkan bagi Presiden untuk hadir tepat waktu membuka acara tahunan ini.

“Perjalanan dari Moskow ke Jakarta saja memakan waktu sekitar 16 jam. Maka sangat tidak memungkinkan bagi beliau untuk langsung hadir di Bali pada tanggal tersebut,” tambahnya.

Goes Wawan juga meminta masyarakat untuk tidak memelintir absennya Presiden dengan narasi yang menyesatkan. Menurutnya, Prabowo adalah figur nasionalis yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya sebagai fondasi kebangsaan.

“Presiden Prabowo Subianto sangat mencintai budaya Indonesia, mencintai Bali, dan mencintai rakyat Bali. Beliau selalu menegaskan bahwa seni budaya adalah jati diri bangsa yang harus dijaga bersama,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi Bali mengajak seluruh masyarakat untuk menyambut pembukaan PKB ke-47 dengan penuh semangat, menjadikan ajang ini sebagai momentum untuk mengangkat martabat budaya Bali dan mempererat persatuan bangsa.

“Kita doakan bersama semoga tahun depan Bapak Presiden bisa hadir langsung membuka PKB di tengah masyarakat Bali. Astungkara,” tutup Goes Wawan. (mah)