- Advertisement -
Beranda blog Halaman 163

Tabanan Raih WTP ke-11 Kali, Ketua DPRD Ingatkan Tindak Lanjut Catatan BPK

Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa.
Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, menyampaikan apresiasi atas capaian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk Tahun Anggaran 2024. Raihan ini menjadi yang kesebelas kalinya secara berturut-turut bagi Pemkab Tabanan.

Meski memberikan apresiasi, Arnawa mengingatkan jajaran eksekutif agar tidak lengah dan tetap menindaklanjuti berbagai temuan yang disoroti oleh BPK dalam laporan keuangan tersebut.

“Kita tentu mengapresiasi keberhasilan mempertahankan opini WTP hingga sebelas kali. WTP itu harus sesuai dengan kinerja fakta lapangan. Jangan sampai WTP itu sebatas administrasi belaka,” ungkap Arnawa usai memimpin rapat paripurna DPRD Tabanan pada Senin (16/6/2025) lalu.

Ia menegaskan, opini WTP seharusnya tidak hanya menjadi formalitas tahunan, tetapi juga harus mencerminkan kualitas perencanaan dan pelaksanaan anggaran di lapangan.

“Kami tidak ingin WTP hanya menjadi laporan administratif saja. Kita akan pantau dan cek apakah WTP sudah sesuai dengan fakta di lapangan,” tegasnya.

Terkait catatan dari BPK yang menyertai opini tersebut, Arnawa meminta agar segera ditindaklanjuti, apalagi beberapa temuan disebutnya kerap berulang.

“Catatan BPK akan kita perbaiki. Kita bersama eksekutif akan melakukan perbaikan bersama. Salah satunya catatan perbaikan terkait aset. Jadi apa yang menjadi saran perbaikan BPK wajib kita lakukan perbaikan. Dan saya sebagai ketua dewan, intinya WTP wajib sesuai fakta lapangan, bukan hanya sekedar kertas administrasi,” tegasnya. (ana)

Melihat Kampung Jalak Bali di Penebel Tabanan, Satwa Langka Hidup Bebas Berdampingan dengan Warga

Kampung Jalak Bali di Banjar Tingkih Kerep, Desa Tengkudak, Penebel, Tabanan Bali.
Kampung Jalak Bali di Banjar Tingkih Kerep, Desa Tengkudak, Penebel, Tabanan Bali.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Di balik hamparan sawah dan perbukitan Kecamatan Penebel, Tabanan, Bali, tepatnya di Banjar Tingkih Kerep, Desa Tengkudak, sebuah inisiatif konservasi Burung Jalak Bali dari akar budaya dan kepedulian lingkungan.

Masyarakat setempat membentuk Kampung Jalak Bali, kawasan konservasi yang kini menjadi rumah baru bagi puluhan ekor Burung Jalak Bali yang merupakan satwa endemik langka dan dilindungi.

Menariknya, meski tergolong burung liar, jalak Bali yang dilepasliarkan di kampung ini jinak dan akrab dengan manusia. Mereka bahkan mendekat saat melihat penduduk atau pengunjung datang membawa jangkrik maupun buah-buahan seperti pepaya.

Kampung Jalak Bali ini dikelola oleh Yayasan Friends of the National Parks Foundation (FNPF) bersama desa adat sekaligus masyarakat setempat yang juga aktif merawat satwa dilindungi itu.

Pengelola Kampung Jalak Bali sekaligus staf dari Yayasan FNPF, I Wayan Yudi Artana, menceritakan bahwa Kampung Jalak Bali di Desa Adat Tingkih Kerep ini baru terbentuk setahun lalu.
Berawal dari banyaknya ditemui berbagai jenis burung yang berhabitat di Banjar Tingkih Kerep, namun kemudian banyak masyarakat dari luar yang datang untuk memburu.

Dari sanalah, kelompok pelestari burung bersama aparat desa setempat membuat aturan desa adat atau awig-awig untuk melindungi satwa burung serta melepaskan burung setiap 17 Agustus. Selain burung, ada juga berbagai jenis ikan yang dilestarikan di saluran irigasi desa setempat.

“Dari kegiatan pelepasan itulah, Yayasan FNPF menawarkan pengembangan dan pelestarian Jalak Bali di kawasan Banjar Tingkih Kerep,” ujar Yudi Artana saat ditemui Sabtu (21/6/2025).

Setelah melakukan observasi selama setahun terhadap habitat pohon dan lingkungan sekitar, akhirnya disepakati untuk melepasliarkan Jalak Bali ke alam bebas.

Pelepasan dilakukan secara bertahap. Sebelum dilepas, burung-burung dikarantina selama satu bulan. Tahap pertama dilepas sebanyak 10 pasang Jalak Bali. Kemudian, tahap kedua dilakukan pada bulan Juli 2024 dengan jumlah 18 ekor burung.

“Setelah pelepasan kedua itu, kini populasi telah berkembang menjadi total 60 ekor burung Jalak Bali yang tersebar di Desa Tengkudak dan sudah ada 24 anakan yang berhasil ditetaskan,” jelasnya.

Banjar Tingkih Kerep menjadi pusat utama konservasi dengan 13 ekor indukan aktif, di mana enam di antaranya telah menunjukkan produktivitas. Pemerintah desa setempat pun telah berkoordinasi dengan desa-desa sekitar untuk ikut menjaga habitat Jalak Bali.

Yudi Artana menambahkan, ,enjaga kelestarian burung-burung ini bukanlah pekerjaan mudah. Meski masyarakat aktif memberi makan setiap pagi, terutama dengan buah lokal dan hewan kecil seperti jangkrik dan laba-laba, ancaman predator tetap ada.

Burung bubut dan elang tikus menjadi pemangsa utama anakan Jalak Bali. Namun untuk mengantisipasi, pihaknya membantu indukan Jalak Bali dengan membuat sarang buatan agar predator tidak bisa menjangkau anakan burung yang baru menetas.

“Burung Jalak biasanya membuat sarang dari ranting pohon atau bekas-bekas kayu stik dupa. Setelah dua kali bertelur, kami ganti sarangnya agar tetap bersih. Habitat jelajah mereka hanya sekitar 200 meter, jadi mudah dipantau,” terang Yudi Artana.

Masyarakat setempat sangat mendukung program ini, apalagi kampung tersebut mulai diarahkan menjadi destinasi ekowisata.

Sementara itu, Kelian Dinas Banjar Tingkih Kerep, Nengah Mahardika, menegaskan bahwa partisipasi warga sangat tinggi karena mereka sadar akan potensi besar yang dimiliki kampungnya.

“Respons masyarakat sangat positif. Mereka ikut menjaga, memberi makan, dan mendukung penuh rencana desa adat yang kini sedang kami arahkan menjadi desa wisata berbasis konservasi,” ujar Mahardika.

Menurutnya, keberadaan Jalak Bali bisa membuka peluang ekonomi baru di desa, terutama dari sektor pariwisata. Karena itu, pihaknya bersama desa adat dan pengelola kampung terus berupaya meningkatkan fasilitas penunjang agar kunjungan wisatawan semakin nyaman dan meningkat.

Kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, mulai meningkat sejak awal 2025. Wisatawan terbanyak berasal dari Eropa, disusul pengunjung lokal dari Denpasar, Nusa Dua, dan Canggu. Sebagian besar datang karena kecintaan terhadap alam dan burung, serta untuk kebutuhan dokumentasi dan fotografi.

Meski belum menarik tiket masuk, pengunjung diminta berdonasi sukarela. Dana inilah yang digunakan untuk membeli pakan, yang biayanya bisa mencapai Rp1–2 juta per bulan. Sayangnya, fasilitas wisata seperti toilet, ruang informasi, lahan parkir, dan pemandu wisata masih minim.

Untuk meningkatkan pelayanan wisata dan konservasi, pengelola kampung kini berkoordinasi dengan pemerintah desa dinas. Harapannya, Kampung Jalak Bali tak hanya menjadi tempat berkembang biak burung langka, tetapi juga simbol kolaborasi antara adat, alam, dan pariwisata berkelanjutan.

“Kedepan kami terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pemerintah desa untuk meningkatkan fasilitas penunjang Kampung Jalak Bali ini,” pungkasnya. (ana)

Website Dekranasda Bali Diluncurkan, Dorong Promosi Kerajinan Lokal Lewat Platform Digital

Peluncuran website Dekranasda Bali, Jumat (20/6/2025).
Peluncuran website Dekranasda Bali, Jumat (20/6/2025).

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, resmi meluncurkan website Dekranasda Bali, Jumat (20/6/2025), sebagai bagian dari langkah strategis memperkuat digitalisasi promosi dan edukasi kerajinan khas Bali.

Peluncuran yang berlangsung di Denpasar ini menandai babak baru dalam modernisasi lembaga yang membina para perajin dan UMKM lokal.

Dalam sambutannya, Putri Koster mengungkapkan, perjalanan Dekranasda Bali tidak selalu mulus, tetapi penuh semangat dan dedikasi untuk mendampingi para pelaku ekonomi kreatif.

“Sebagai ketua, saya tidak berbekal pengetahuan mendalam di awal. Namun dengan tekad kuat, kami terus berupaya menggeliatkan organisasi ini agar benar-benar memberi manfaat bagi perajin dan UMKM Bali,” ujarnya.

Ia menekankan, peran utama Dekranasda adalah mendampingi sekaligus mengawasi kualitas dan kuantitas produk kerajinan agar mampu bersaing, sekaligus memperkuat perekonomian daerah.

Selama pandemi COVID-19, kata Putri Koster, geliat kerajinan Bali mulai bangkit kembali. Pemerintah Provinsi Bali melalui Pameran Bali Bangkit mengalokasikan dana hingga Rp5,3 miliar dalam kurun tiga tahun. Hasilnya, total transaksi penjualan UMKM selama pelaksanaan pameran mencapai Rp58 miliar.

“Ini bukti bahwa sinergi dan dukungan nyata dari berbagai pihak mampu memulihkan dan mendorong pertumbuhan sektor kerajinan Bali,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Putri Koster juga mengajak semua pihak, termasuk media, untuk memperkuat kolaborasi dalam memajukan kerajinan lokal.

Ia menyerukan pentingnya sinergi antara pemerintah, perajin, UMKM, masyarakat, serta media massa untuk menciptakan ruang promosi dan edukasi yang lebih luas.

“Mari kita perkuat sinergitas dengan semangat Sagilik Saguluk Salunglung Sabayantaka. Beri masukan dan saran yang membangun. Saya harap media turut aktif mempromosikan produk UMKM agar kesejahteraan perajin semakin meningkat,” ajaknya.

Peluncuran website ini turut mendapat apresiasi dari Ketua PWI Bali, Wayan Dira Arsana. Dalam sesi ramah tamah, ia menyebut transformasi digital Dekranasda Bali sebagai langkah inspiratif.

“Dekranasda berhasil membawa endek asli Bali ke ruang publik digital. Ini bukan sekadar menjual produk, tetapi membangun ekosistem kreatif yang melibatkan perajin dan generasi muda,” ujarnya.

Dira Arsana juga mendorong agar produk kerajinan tampil lebih luas di ruang publik seperti pasar tradisional, sekaligus menjadi sarana regenerasi pelaku kerajinan Bali.

Ia berharap website resmi Dekranasda Bali tidak hanya menampilkan produk pemerintah, tetapi juga menjadi etalase para figur pengrajin yang selama ini menjadi wajah dan jiwa dari industri kerajinan Bali. (rls)

PKK Tabanan Bangkitkan Semangat Generasi Muda di Puncak HKG PKK ke-53 Bali

Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, memberikan semangat kepada para peserta dari Kabupaten Tabanan dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53.
Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, memberikan semangat kepada para peserta dari Kabupaten Tabanan dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Puncak peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 tingkat Provinsi Bali tahun 2025 berlangsung meriah dan sarat makna.

Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, turut hadir memberikan semangat kepada para peserta dari Kabupaten Tabanan.

Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kerja keras siswa-siswi yang telah mempersiapkan diri untuk tampil maksimal dalam lomba.

Kegiatan yang diselenggarakan Tim Penggerak PKK Provinsi Bali, Jumat (20/6/2025) di Gedung Wanita Narigraha, Denpasar, menghadirkan berbagai lomba kreatif, seperti Senam Nangun Sat Kerthi Loka Bali dan Lomba Memasak Menu Pangan Lokal Non Beras dan Ikan.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi SMA/SMK dari seluruh Kabupaten/Kota se-Bali, termasuk perwakilan dari Kabupaten Tabanan.

Acara dibuka secara langsung oleh Ketua TP PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster, yang dalam sambutannya menekankan pentingnya peran PKK sebagai penggerak partisipasi aktif masyarakat.

Ia mengungkapkan, lomba-lomba kali ini tidak hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah pendidikan karakter bagi generasi muda, khususnya dalam menanamkan gaya hidup sehat dan keterampilan hidup mandiri.

“Tujuan kami dari Provinsi Bali menyelenggarakan acara ini adalah untuk mengisi rangkaian HKG PKK sebelum puncaknya di Samarinda. Sesuai arahan Ibu Ketua Umum PKK, kita harus menggerakkan potensi masyarakat, termasuk anak-anak muda, agar siap berkontribusi terhadap pembangunan daerah masing-masing,” ujar Ny. Putri Suastini Koster.

Ia menambahkan, lomba senam dan memasak yang digelar memiliki nilai strategis, karena mendorong anak-anak muda untuk memahami pentingnya pola hidup sehat dan gizi seimbang sejak dini.

“Harapannya, mereka bisa menjadi pelopor hidup sehat di keluarga dan masyarakat. Anak-anak ini sedang dalam tahap belajar dan mencari jati diri, jadi mari kita arahkan dengan kegiatan yang positif,” jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya sampaikan apresiasinya kepada para peserta, khususnya peserta dari Kabupaten Tabanan.

“Saya bangga melihat semangat dan antusiasme anak-anak Tabanan. Mereka menunjukkan, bahwa generasi muda kita siap tampil dan bersaing secara positif. Ini adalah bentuk kontribusi nyata dalam pembangunan, dimulai dari hal kecil yang membentuk karakter,” ujarnya.

Menurutnya, keikutsertaan siswa dalam kegiatan seperti ini bukan hanya menambah pengalaman, tapi juga membentuk pribadi yang bertanggung-jawab dan kreatif.

Pihaknya berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar anak-anak muda memiliki ruang untuk tumbuh dan berprestasi.

“Kami di PKK Tabanan akan terus mendorong peran serta generasi muda dalam kegiatan-kegiatan yang membangun karakter dan memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Semoga mereka bisa menjadi pemimpin-pemimpin masa depan yang tangguh dan berintegritas,” Imbuh Bunda Rai. (ana)

Kabel Provider Semrawut  di Wilayah Wisata Badung Dipotong

Penertiban jaringan utilitas dengan pemotongan Kabel Provider di kawasan Jalan Raya Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Jumat, (20/6/2025)
Penertiban jaringan utilitas dengan pemotongan Kabel Provider di kawasan Jalan Raya Berawa, Desa Tibubeneng, Kuta Utara, Jumat, (20/6/2025)

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Pemerintah Kabupaten Badung kembali menertibkan kabel-kabel provider yang semrawut di sejumlah kawasan wisata. Penertiban dilakukan dengan cara memotong jaringan utilitas udara di sepanjang Jalan Raya Berawa, Desa Tibubeneng, serta di wilayah Desa Pererenan dan Desa Munggu, Jumat (20/6/2025).

Langkah ini merupakan upaya menjaga estetika kawasan wisata dan mendukung kenyamanan wisatawan saat berkunjung ke Badung.

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan, penertiban jaringan utilitas ini dilakukan di seluruh wilayah Kabupaten Badung. Bukannya hanya di daerah pariwisata tetapi juga di daerah permukiman secara bertahap.

Nantinya kabel-kabel provider ini akan ditempatkan di bawah trotoar untuk menjaga estetika dan keindahan wilayah Kabupaten Badung yang menjadi wilayah destinasi pariwisata.

“Saya mengajak seluruh provider untuk menjaga estetika dan keindahan Kabupaten Badung. Karena bagaimanapun juga, wisatawan bisa merasa aman dan nyaman ada di Badung ini, tentunya akan banyak wisatawan bisa  berkunjung, sehingga ekonomi semakin bangkit dan itu juga memberikan ruang bagi pengusaha untuk bisa berinvestasi di Kabupaten Badung ini,” ujarnya usai penertiban.

Adi Arnawa juga menjelaskan selain menertibkan jaringan utilitas, Pemkab Badung juga akan memperbaiki dan menambah Lampu Penerangan Jalan (LPJ) di sepanjang ruas-ruas jalan protokol di wilayah Kabupaten Badung.

“Untuk LPJ, saya sudah menghubungi Kepala Dinas Perhubungan Badung dan memang kita sudah dianggarkan di APBD Perubahan ini,” ucapnya.

Adapun LPJ tersebut akan dipasang di ruas-ruas jalan protokol. Itu menjadi prioritas kita. Ini akan lakukan secara bertahap, bertahap setiap tahun kita anggarkan. Komitmen kami untuk itu jelas,kami akan lakukan penambahan LPJ,” imbuh Adi Arnawa. (ana)

Potensi PAD Tabanan Belum Tergali Maksimal, DPRD Minta OPD Serius Kelola Aset dan Terapkan E-Tiketing

Ketua Komisi III DPRD Tabanan Anak Agung Nyoman Dharma Putra.
Ketua Komisi III DPRD Tabanan Anak Agung Nyoman Dharma Putra.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kabupaten Tabanan, Bali memiliki banyak potensi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Namun, potensi-potensi tersebut belum tergarap maksimal sehingga pendapatan tidak terserap secara optimal untuk mendukung pembangunan daerah.

Ketua Komisi III DPRD Tabanan, AA Nyoman Darma Putra mengungkapkan masih rendahnya serapan PAD Kabupaten Tabanan akibat sejumlah sektor yang seharusnya mampu mendorong peningkatan PAD justru belum tergarap secara maksimal, sehingga pendapatan daerah terkesan stagnan.

“Potensi yang bisa kita angkat sudah jelas terlihat di sektor-sektor yang sebelumnya telah dibahas, seperti opsen pajak, pengelolaan tiket masuk (e-tiketing), serta pemanfaatan aset daerah,” ujar Darma Putra, Jumat (20/6/2025).

Ia menilai, sektor pajak dan retribusi sebagai sumber utama PAD saat ini mengalami stagnasi atau bahkan minim perkembangan. Untuk itu, anggota Komisi III bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) penghasil kan segera menggelar rapat khusus guna fokus membahas langkah-langkah strategis percepatan pendapatan daerah.

Salah satu celah peningkatan PAD, lanjutnya, yakni penerapan sistem e-tiketing yang hingga kini belum berjalan maksimal. “Etiketing ini jelas-jelas bisa meningkatkan APBD kita, namun ini belum jalan dari lima tahun belakangan,” tegasnya.

Politisi PDIP yang juga akrab disapa Gung Baron itu juga menekankan perlunya sinergi dan keseriusan semua pihak, baik dari eksekutif maupun legislatif, dalam menggali potensi daerah yang selama ini belum tergarap maksimal. Hal tersebut menurutnya hanya bisa dicapai jika seluruh OPD penghasil berjalan seirama dengan DPRD.

Komisi III juga akan melakukan peninjauan langsung ke masing-masing OPD, terutama Dinas Pendapatan Daerah, untuk mengetahui secara mendalam apa saja kendala dalam pengoptimalan pemasukan daerah.

“Misalnya di sektor pajak, apa yang menjadi kendala sehingga bisa ‘stuck’ seperti sekarang. Kami akan turun langsung,” tegasnya.

Langkah tersebut diharapkan bisa menjadi awal pembenahan menyeluruh dalam pengelolaan potensi PAD, sekaligus memastikan semua potensi yang ada bisa dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung pembangunan daerah. (ana)

Pemkab Tabanan Hidupkan Semangat Perjuangan Lewat Lomba Masak Mustikarasa

Lomba Masak Mustikarasa Non Beras bertema Dapur Umum Perjuangan, pada Jumat (20/6/2025) di kawasan Kantor Bupati Tabanan.
Lomba Masak Mustikarasa Non Beras bertema Dapur Umum Perjuangan, pada Jumat (20/6/2025) di kawasan Kantor Bupati Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan memeriahkan peringatan Bulan Bung Karno VII Tahun 2025 dengan menggelar Lomba Masak Mustikarasa Non Beras bertema Dapur Umum Perjuangan, pada Jumat (20/6/2025) di kawasan Kantor Bupati Tabanan.

Lomba masak ini mengangkat resep-resep dari buku legendaris Mustikarasa, warisan Presiden Soekarno yang memuat lebih dari 1.600 resep kuliner Nusantara.

Para peserta ditantang untuk mengolah bahan-bahan lokal non-beras sebagai bentuk penghormatan terhadap semangat perjuangan masa lalu, saat dapur umum rakyat harus berkreasi di tengah keterbatasan bahan makanan.

Selain lomba masak, juga digelar Lomba Guyub Menyama Braya yang melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Tabanan.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tabanan I Putu Dian Setiawan menyampaikan, kegiatan ini bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga cara untuk menanamkan nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, dan ketahanan pangan berbasis lokal.

Adapun buku Mustikarasa yang menjadi inspirasi lomba merupakan dokumentasi kuliner Nusantara yang dikumpulkan sejak tahun 1960-an.

Bung Karno menggagas penerbitan buku ini sebagai cara memperkuat identitas nasional melalui jalur budaya pangan. Dalam konteks masa kini, lomba ini menjadi langkah konkret melestarikan resep tradisional, sekaligus mendorong inovasi dalam menciptakan menu sehat dan ramah lingkungan.

“Resep-resep dalam Mustikarasa adalah bukti kecintaan Bung Karno terhadap keragaman kuliner bangsa. Melalui lomba ini, kami ingin membangkitkan kembali semangat perjuangan dan persatuan dalam bingkai budaya pangan,” ujarnya,

Kegiatan dimulai Pukul 08.00 WITA dengan sesi memasak yang dilakukan langsung di kantor masing-masing OPD, baik secara indoor maupun outdoor.

Hidangan kemudian disajikan di lobi Kantor Bupati Tabanan pada Pukul 10.00 WITA untuk dinilai oleh tim juri profesional serta kehadiran konten kreator Kabyah.  Penilaian berlangsung hingga pukul 11.00 WITA.

Sementara itu, di waktu yang bersamaan sejumlah kegiatan pendukung digelar, diantaranya donor darah yang difasilitasi oleh PMI dan Gebyar PBB oleh Bakeuda Tabanan.

Hiburan ringan juga disiapkan oleh panitia guna menyemarakkan suasana. Pada Pukul 08.00 WITA hingga Pukul 11.00 WITA digelar pula Lomba Guyub Menyama Braya, sebagai wadah mempererat kerja sama antarlembaga.

Setelah seluruh rangkaian lomba selesai, seluruh peserta dan jajaran pejabat OPD menikmati santap siang bersama pada Pukul 11.00 WITA.

Momen ini menjadi simbol keharmonisan dan solidaritas dalam semangat kebangsaan. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang lomba pada Pukul 12.00 WITA oleh panitia pelaksana.

“Dengan antusiasme peserta dan sinergi lintas instansi, lomba ini diharapkan menjadi kegiatan rutin tahunan yang tidak hanya menggugah selera, tetapi juga menumbuhkan kembali nilai-nilai perjuangan, cinta tanah air, dan semangat menyama braya di Kabupaten Tabanan,” ujarnya. (ana)

Data Kemenkes: 2700 Remaja Indonesia Idap HIV Hingga Maret 2025

Ilustrasi penyakit HIV. (Istimewa)
Ilustrasi penyakit HIV. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, NASIONAL – Kasus HIV di kalangan remaja Indonesia terus meningkat. Hingga Maret 2025, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 2.700 remaja usia 15–18 tahun telah terdiagnosis HIV. Angka ini menjadi sinyal serius bahwa penyebaran virus tak lagi terbatas pada kelompok dewasa, tetapi juga mulai merambah usia muda yang rentan dan minim edukasi.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes, dr. Ina Agustina Isturini, mengungkapkan bahwa tren ini mulai terlihat sejak 2023, terutama di kelompok remaja laki-laki yang berhubungan seksual dengan sesama jenis.

Data Kemenkes menunjukkan bahwa dari 27 ribu kasus HIV baru setiap tahun, hampir separuhnya berasal dari kalangan remaja dan anak muda, sebagian besar dari kelompok berisiko tinggi seperti pengguna narkoba suntik, pekerja seks, dan transgender.

Laporan GSHS 2023 yang dirilis BRIN juga menyoroti meningkatnya perilaku seksual pranikah di kalangan pelajar. Peneliti BRIN, Tin Afifah, menyebut remaja laki-laki lebih banyak melakukan hubungan seksual dibandingkan perempuan. Perilaku seksual yang tidak aman ini membuka risiko penularan HIV dan infeksi menular seksual lainnya, termasuk kehamilan yang tidak diinginkan.

Kemenkes menegaskan pentingnya edukasi seksual yang menyeluruh dan akses layanan kesehatan yang ramah remaja. Tak hanya itu, perlindungan terhadap remaja dari kekerasan seksual juga dianggap krusial dalam upaya mencegah penyebaran HIV/AIDS di Indonesia. (MAH)

Ditetapkan Tersangka dan Ditahan, Begini Kondisi Jro Luwes 

Jro Luwes saat terlibat keributan di arena tajen. (Istimewa)
Jro Luwes saat terlibat keributan di arena tajen. (Istimewa)

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Perkembangan signifikan terjadi dalam kasus dugaan pembunuhan di Songan, Kintamani. Setelah menerima Surat Keterangan Ringkasan Pasien dari RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar yang menyatakan kondisi korban mulai membaik, penyidik Polres Bangli langsung bertindak. Tersangka Jero Luwes resmi ditahan pada Kamis, 19 Juni 2025.

Penahanan ini menjadi langkah lanjutan setelah penyidik memperoleh kepastian kondisi korban, yang sebelumnya dirawat intensif akibat luka berat dalam insiden berdarah tersebut.

Di sisi lain, penyidik juga terus mendalami dua perkara lain yang berkaitan, yakni dugaan pengeroyokan yang dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan kasus perjudian yang mengarah pada Pasal 303 KUHP. Hingga kini, polisi masih memburu saksi-saksi tambahan serta barang bukti untuk menguatkan penyidikan.

Kasi Humas Polres Bangli, AKP I Wayan Sarta, mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi di media sosial. “Kami berharap masyarakat lebih bijak dalam bermedia sosial. Jangan mudah menyebarkan informasi yang belum pasti kebenarannya karena bisa memicu keresahan di tengah masyarakat,” tegasnya.

AKP Sarta juga memastikan bahwa Polres Bangli akan menuntaskan seluruh kasus ini secara profesional dan transparan demi menjamin rasa keadilan bagi semua pihak. (MAH)

Narapidana Lapas Tabanan Dites Urine

Narapidana di Lapas Tabanan Jalani Tes Urine, Jumat (20/6/2025).
Narapidana di Lapas Tabanan Jalani Tes Urine, Jumat (20/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Sejumlah narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tabanan menjalani tes urine sebagai upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di dalam lapas pada Jumat (20/6/2025).

Kepala Lapas Tabanan Prawira Hadiwidjojo mengatakan, kegiatan tes urine ini merupakan salah satu upaya Lapas Tabanan dalam memberantas peredaran gelap Narkoba di dalam Lapas.

“Kami sangat serius dalam menangani masalah narkoba untuk menciptakan Lapas yang Zero Halinar. Pelaksanaan tes urine ini adalah salah satu contoh komitmen kami dalam menciptakan lingkungan yang bebas dari Narkoba,” ujarnya.

Ia menegaskan, petugas akan terus melakukan upaya preventif ataupun deteksi dini untuk memastikan kesehatan para narapidana serta mencegah penyalahgunaan barang-barang terlarang di Lapas Tabanan.

Pelaksanaan tes urine ini dilaksanakan di klinik dan difasilitasi oleh tim medis Lapas yang diawasi langsung oleh Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib, Agung Satyahardika beserta jajarannya.

“Kegiatan ini adalah salah satu upaya kami untuk memastikan keamanan dan ketertiban di dalam lapas. Dengan melakukan tes urine secara acak, kami dapat mendeteksi adanya penyalahgunaan narkoba dan mengambil tindakan yang tepat,” ujar Prawira.

Sementara itu Dokter Lapas Tabanan, Luh Putu Tresnadewi mengatakan, dari lima orang narapidana yang dites urine semuanya menunjukkan hasil negatif.

“Pelaksanaan tes urine secara rutin juga dapat menciptakan lingkungan yang bebas dari Narkoba dan memastikan keselamatan serta kesehatan warga binaan,” tambahnya. (ana)