- Advertisement -
Beranda blog Halaman 163

Koster Minta Media Televisi Manfaatkan Turyapada Tower Digratiskan Enam Bulan

Gubernur Bali, Wayan Koster.
Gubernur Bali, Wayan Koster.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster meminta media massa khususnya media televisi di Bali dapat memanfaatkan Turyapada Tower di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng sebagai pemancar sinyal telekomunikasi dan tv digital untuk media massa televisi di Pulau Dewata.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri Hari Ulang Tahun (HUT) ke-3 Jawapos TV Bali di Denpasar, Selasa (8/7/2025).

Dengan adanya Turyapada Tower, kata Gubernur Koster insan media tidak massa tak perlu membangun tower komunikasi lagi. Cukup memanfaatkan Turyapada Tower yang telah disediakan oleh Pemerintah Provinsi Bali, terlebih pemerintah memberikan kemudahan dengan menggratiskan seluruh biaya untuk enam bulan pertama pemanfaatan. Seperti Jawapos TV Bali juga ternyata telah memanfaatkan pemancar sinyal digital TV Turpada Tower.

“Tidak perlu lagi sewa lahan, tidak perlu membangun kontruksi pemancar, tidak perlu perawatan. Enam bulan pertama gratis. Tinggal pakai,” kata Koster.

Ia menyampaikan bahwa sudah terdapat sembilan televisi dibawah viva group yang sudah memanfaatkan tower digital milik Pemprov Bali tersebut sementara 20 saluran TV lainnya sedang berproses.

Koster menyampaikan akhir 2026 nanti pembangunan Turyapada Tower akan rampung seluruhnya dan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat Bali.

“Pembangunan tahap dua akan segera dilaksanakan, targetnya akhir Agustus sudah selesai. Itu akan menjadi kawasan wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Buleleng dan Tabanan,” ungkapnya.

Sementara itu, program-program pemerintah lainnya juga diharapkan dapat dikomunikasikan dengan baik oleh media cetak maupun media elektronik di Bali. Ia menjelaskan banyak program Pemerintah Provinsi Bali yang belum tersosialisasikan dengan baik kepada masyarakat.

“Harapan kita agar masyarakat di seluruh Bali mengetahui apa yang sudah dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Bali sehingga pembangunan Bali dapat terlaksana dengan efektif, produktif dan bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, terkait maraknya hoax atau berita bohong yang ada di media sosial, Koster meminta masyarakat agar tidak terlalu mudah percaya dengan informasi yang ada di media sosial karena tidak dapat dijamin kebenarannya.

“Kawan-kawan di media inilah yang harus aktif membuat suatu pemberitaan supaya masyarakat mendapat pemberitaan yang benar tentang apa yang terjadi,” ungkapnya kepada insan media yang hadir.

Mengakhiri sambutannya Gubernur Bali menyampaikan apresiasi dan selamat atas HUT ke-3 Jawapos TV Bali. Ia berharap Jawapos TV Bali dapat terus bersinergi, bekerjasama dan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Bali.

Dalam momen bahagia ini, Gubernur Koster juga diminta kesediaan oleh awak redaksi Jawapos TV, untuk meniup lilin dan memotong kue ulang tahun. Kemudian pose bersama dan Gubernur Bali dua periode ini melanjutkan agenda penting pemerintahan bertemu tamu wakil menteri luar negeri Jepang di Konjen Jepang Denpasar. (ana)

Pansus III DPRD Tabanan Rancang Pembangunan Industri Berbasis Budaya Branding Bali

Pansus III DPRD Tabanan sampaikan laporan pembahasan dua Ranperda dalam Rapat Paripurna, Selasa (8/7/2025).
Pansus III DPRD Tabanan sampaikan laporan pembahasan dua Ranperda dalam Rapat Paripurna, Selasa (8/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Tabanan melaporkan hasil pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Tabanan Tahun 2024–2044 dalam rapat paripurna internal yang digelar Selasa (8/7/2025).

Laporan disampaikan oleh Ketua Pansus III, I Wayan Lara, menjelaskan, pembangunan industri di Tabanan selama 20 tahun kedepan akan diarahkan pada pendekatan berbasis Budaya Branding Bali yang berkualitas, kompetitif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Pembangunan industri ini bersumber dari nilai kearifan lokal Sad Kerthi yang diselenggarakan dalam satu kesatuan wilayah, satu pola, dan satu tata kelola,” jelasnya.

Ia menyebut, pembangunan industri daerah bertujuan untuk memperkuat industri unggulan yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Tujuan lainnya mencakup peningkatan ketersediaan bahan baku, pengembangan SDM industri yang kompeten, diversifikasi produk, pembangunan infrastruktur pendukung, perbaikan iklim usaha, hingga perluasan pasar global.

Industri unggulan yang menjadi fokus antara lain industri pangan, tekstil dan produk tekstil, serta industri kerajinan. Dalam penyempurnaan Ranperda, Pansus III juga menambahkan dua sektor potensial, yaitu industri penyosohan gabah dan industri pakan ternak.

“Kami mohon tanggapan sebagai masukan untuk penyempurnaan Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Industri Kabupaten Tabanan Tahun 2024-2044 dan untuk dapat dilanjutkan sesuai mekanisme yang berlaku,” tambahnya. (ana)

Dituntut 15 Tahun Penjara, Mas Pras Dinilai Tak Menyesal Usai Tikam Kadek Parwata

Bastomi Prasetiawan alias Mas Pras dituntut 15 tahun penjara.
Bastomi Prasetiawan alias Mas Pras dituntut 15 tahun penjara.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Tersangka kasus pembunuhan sadis di Denpasar, Bastomi Prasetiawan alias Mas Pras (34) menghadapi tuntutan hukum. Dalam sidang di Pengadilan Negeri Denpasar, Selasa (8/7), Jaksa Penuntut Umum (JPU) Haris Dianto Saragih menuntut Mas Pras dengan hukuman penjara selama 15 tahun.

Tuntutan tersebut dijatuhkan karena terdakwa dinilai secara sah dan meyakinkan telah melakukan pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 338 KUHP. Tak ada satu pun hal yang meringankan.

“Agar Majelis Hakim yang mengadili perkara ini memutuskan, menyatakan terdakwa telah secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 338 KUHP sesuai dakwaan primair penuntut umum,” ucapnya.

JPU menilai perbuatan terdakwa dinilai tidak menunjukkan rasa bersalah, bahkan sempat melarikan diri.

Kasus yang menyeret nama Mas Pras ini bermula dari insiden sepele di jalan. Pada Kamis dini hari, 13 Februari 2025, sekitar pukul 01.30 WITA, ia merasa tersinggung karena nyaris diserempet motor lain saat mengendarai Honda Spacy di Jalan Nangka Utara.

Pelaku kemudian mengejar pengendara itu, Made Darma Wisesa, yang kebetulan berhenti di depan Warung Auna untuk berbelanja. Mas Pras tiba-tiba menabraknya, memukuli korban, bahkan mengancam dengan pisau.

Aksi ini sempat dilerai oleh pemilik warung, Ashuri, namun Mas Pras yang tengah emosi tak kunjung tenang.

Tak lama berselang, datanglah Kadek Parwata bersama rekannya, I Wayan Wawa Anggara. Bukannya tenang, Mas Pras justru semakin agresif dan melontarkan pertanyaan tak masuk akal, “Kamu kenal saya?”. Situasi memanas. Parwata mencoba menjaga jarak, tapi justru didorong dan ditikam.

Tusukan pertama masih bisa ditangkis, namun tusukan kedua menghujam dada kirinya. Dalam kondisi terluka, Parwata mencoba kabur, tapi pelaku kembali menyerang dengan tusukan dan bacokan hingga korban tumbang.

Sempat berdiri di atas tubuh korban dan hendak mengayunkan pisau lagi, Mas Pras akhirnya dihentikan oleh tendangan Wawa. Ia pun kabur, mengejar Wawa tapi gagal, lalu kembali ke tubuh Parwata sebelum akhirnya melarikan diri.

Korban dilarikan ke RS Bakti Rahayu, namun nyawanya tak tertolong. Hasil visum menyatakan luka tusuk menembus paru kiri serta pendarahan hebat menjadi penyebab kematian.

Usai kejadian, Mas Pras berupaya menghilangkan jejak. Ia menyimpan motornya di Jalan Antasura, berganti jaket, lalu mengambil motor lain dan pulang ke kosnya di Gianyar. Ia bahkan sempat minta dijemput teman di Pasar Wangaya, berdalih ingin pulang ke Jawa.

Namun pelariannya tak bertahan lama. Polisi berhasil membekuknya di Jember, Jawa Timur. Kini, pria asal Jawa Timur itu tinggal menanti vonis dari majelis hakim atas perbuatannya yang merenggut nyawa Kadek Parwata. (RA)

Diduga Tak Bisa Berenang, Bocah 10 Tahun Tewas Tenggelam di Kolam Air Panas Toyobungkah

Polisi memasang garis pembatas dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi memasang garis pembatas dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Liburan di kawasan wisata Toyobungkah, Kintamani, berujung duka. Seorang bocah laki-laki bernama Komang Ade W. (10), warga Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Kecamatan Susut, ditemukan tewas tenggelam di kolam air panas Banjar Tirta Husada, Minggu (6/7/2025) sore.

Insiden nahas itu terjadi sekitar pukul 15.42 Wita. Saat itu, petugas penjaga kolam bawah, I Kadek Sucita, sedang bertugas ketika dihampiri staf pengelola kolam, Veety Udianingsih Marta Putri. Veety melaporkan bahwa seorang anak tenggelam di kolam dengan kedalaman sekitar dua meter.

Kadek segera menuju lokasi dan mendapati korban sudah diangkat dari air dalam kondisi tak sadarkan diri. Karena tidak tersedia mobil, korban lalu dibawa ke klinik terdekat di wilayah Banjar Dalem, Desa Songan, menggunakan sepeda motor oleh ibu korban dan staf kolam.

Sayangnya, nyawa bocah kelas 3 SD itu tak tertolong. Meski sempat diperiksa oleh dokter, pihak klinik menyatakan Komang Ade sudah meninggal dunia sebelum sempat mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Pihak kepolisian dari Polsek Kintamani bersama tim medis langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan jenazah. Hasil visum dari dr. Dinda Firdayani Indayah, Puskesmas Kintamani V, memastikan tidak ada tanda-tanda kekerasan atau luka mencurigakan di tubuh korban.

“Korban diduga kuat tidak bisa berenang. Tidak ditemukan bekas luka, lebam, atau tanda-tanda kekerasan lainnya,” ujar Kasat Reskrim Polres Bangli, AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun.

Keluarga korban pun menerima peristiwa ini sebagai musibah dan tidak melanjutkan kasus ini ke jalur hukum. (ra)

Dua Jenazah Diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya Ditemukan di Selatan Selat Bali

Evakuasi jenazah diduga korban tenggelamnya Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan selat Bali.
Evakuasi jenazah diduga korban tenggelamnya Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan selat Bali.

PANTAUBALI.COM, BANYUWANGI – Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah diduga korban tenggelamnya Kapal Motor Penyebrangan (KMP) Tunu Pratama Jaya di perairan selat Bali. Kedua jenazah ini ditemukan, pada Selasa (8/7/2025) di perairan selat Tanjung Anjir Sembulungan, Banyuwangi.

SMC Operasi SAR KMP Tunu Pratama Jaya, E. Eko Suyatno mengatakan, jenazah pertama ditemukan oleh nelayan sekitar pukul 01.24 WIB. Menerima informasi tersebut, tim SAR gabunganmengerahkan SRU untuk mengevakuasi jenazah tersebut.

Tim SAR gabungan baru bisa mengevakuasi jenazah ini sekitar pukul 03.30 WIB. Hal ini dikarenakan proses evakuasi dilakukan dalam kondisi gelap pada dini hari, gelombang yang cukup tinggi dan kuatnya arus di perairan selatan.

“Jenazah pertama yang ditemukan diduga berjenis kelamin laki-laki, dengan ciri-ciri fisik, yaitu memakai kaos lengan pendek warna hitam dan celana pendek warna hitam,” kata Eko Suyatno.

Tidak berselang lama, tim SAR gabungan kembali mendapatkan informasi sekitar pukul 05.30 WIB telah ditemukan satu jenazah lagi di sekitar perairan selat Tanjung Anjir Sembulungan.

Proses evakuasi kemudian dilakukan dengan menggunakan perahu karet dari Basarnas dan Satpolairud. Jenazah kedua berhasil dievakuasi ke darat sekitar pukul 06.28 WIB.

“Jenazah kedua yang ditemukan juga diduga berjenis kelamin laki-laki, memiliki ciri-ciri memakai baju lengan pendek dan celana pendek,” terang Eko.

Kedua jenazah ini dievakuasi ke darat melalui pelabuhan perikanan Muncar. Selanjutnya, dibawa ke RSUD Blambangan untuk diidentifikasi oleh tim DVI Siddokkes Polresta Banyuwangi – BIDDOKKES Polda Jatim.

Eko menambahakn, tim SAR gabungan kembali akan memfokuskan upaya pencarian di permukaan air di wilayah perairan selatan selat Bali, dengan mengerahkan sejumlah Alut laut dengan luas area penyisiran hingga 25 mil laut.

“Jika kondisi cuaca baik, SRU udara akan melaksanakan pergerakan pencarian di area yang telah ditentukan. Sementara itu SRU darat yang ada di sisi Banyuwangi, akan tetap melaksanakan pemantauan dan penyisiran di sepanjang garis pantai, dari Bangsring hingga Pancer,” tegasnya.

Sementara itu, Panglima Koarmada II menyampaikan perkembangan yang didapatkan dari upaya deteksi bawah air yang telah dilakukan. Ditemukan tujuh referensi tanda-tanda fisik yang identik dengan dengan KMP Tunu Pratama Jaya.

“Langkah selanjutnya, kami menurunkan ROV (Remotely Operated Vehicle) dari KRI Spica 934 setelah tim PUSHIDROSAL melakukan pendeteksian dengan side scan sonar,” terangnya.

Adapun kendala yang dihadapi tim SAR gabungan saat melakukan pencarian, yaitu kondisi cuaca perairan selat Bali. Menurut data BMKG, cuaca berawan tebal, kecepatan angin berkisar diantara 4 – 25 knots, ketinggian gelombang maksimal di kisaran 2,5 – 3,5 meter, visibility 7 km, serta kecepatan arus permukaan 2,4 m/s. (ana)

Pansus II DPRD Tabanan Sampaikan Laporan Pembahasan Ranperda RPJMD 2025–2029 dan Penataan Banjar Dinas

Pansus II DPRD Tabanan sampaikan laporan pembahasan dua Ranperda dalam Rapat Paripurna, Selasa (8/7/2025).
Pansus II DPRD Tabanan sampaikan laporan pembahasan dua Ranperda dalam Rapat Paripurna, Selasa (8/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Tabanan menyampaikan laporan hasil pembahasan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda), yakni Ranperda tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Kabupaten Tabanan Tahun 2025–2029 dan Ranperda tentang Penataan Banjar Dinas, dalam rapat paripurna internal DPRD Tabanan, Selasa (8/7/2025).

Laporan tersebut dibacakan oleh Sekretaris Pansus II, I Gusti Komang Wastana, yang menyatakan, kajian dan pembahasan telah dilakukan secara intensif, baik melalui rapat internal maupun rapat kerja dengan perangkat daerah terkait.

Dijelaskannya, RPJMD Semesta Berencana merupakan dokumen strategis yang memuat visi, misi, tujuan, dan sasaran pembangunan daerah untuk jangka waktu lima tahun, selaras dengan dokumen RPJMN 2025–2029, RPJMD Provinsi Bali, RTRW Tabanan 2023–2043, serta RPJPD Tabanan 2025–2045.

RPJMD ini menjadi tahap awal pelaksanaan visi pembangunan jangka panjang Kabupaten Tabanan, dengan fokus pada penguatan transformasi menuju daerah yang mandiri dan berkelanjutan.

Arah kebijakan pembangunan meliputi pemenuhan standar pelayanan minimal, peningkatan kualitas pelayanan publik, pembangunan ekonomi lokal, pelestarian lingkungan, serta penguatan ketahanan adat dan budaya.

Visi yang diusung adalah “Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru di Kabupaten Tabanan: Tabanan Era Baru Aman, Unggul, Madani (AUM)”.

Visi ini dijabarkan ke dalam enam misi utama pembangunan daerah yang mengedepankan kearifan lokal, keadilan sosial, pelayanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat, tata kelola pemerintahan yang bersih, serta pelestarian lingkungan dan budaya.

“Masih ada beberapa penekanan dan penegasan yang menjadi catatan atau masukan diantarannya terkait Misi RPJMD Semesta Berencana agar ditambahkan program dan kegiatan yang terkait dengan data desa presisi,” ujar Wastana.

Kemudian, terkait Ranperda Penataan Banjar Dinas, Wasta menjelaskan penataan ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas tata kelola pemerintahan desa, memperkuat pelayanan publik, serta mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Pembentukan maupun penghapusan Banjar Dinas dapat dilakukan atas prakarsa masyarakat melalui perbekel, atau oleh pemerintah daerah sesuai kebutuhan strategis, seperti percepatan pembangunan, pencegahan konflik, maupun penanganan kebencanaan. Pembentukan banjar baru mempertimbangkan aspek jumlah penduduk, luas wilayah, potensi, dan keamanan.

“Ranperda pentaan Banjar Dinas juga telah dilaksanakan sesuai dengan mekanisme yang berlaku, namun masih ada beberapa penyempurnaan diantaranya pengertian Banjar Dinas, mekanisme penggabungan dan penghapusan Banjar Dinas,” tegas Wastana. (ana)

Perbaikan Jalan Jebol Denpasar-Gilimanuk Diperkirakan Selesai Sebulan

Kondisi jalan nasional yang jebol di dekat Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Senin (7/7/2025).
Kondisi jalan nasional yang jebol di dekat Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Senin (7/7/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Perbaikan jalan jebol di Jalur Nasional Denpasar–Gilimanuk, tepatnya di dekat Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Tabanan, mulai dikerjakan. Proyek ini ditangani oleh Balai Jalan Nasional, Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) 1, I Nyoman Yasmara.

Pengerjaan ditargetkan rampung dalam waktu satu bulan, meski upaya percepatan tetap diupayakan karena statusnya sebagai jalan nasional.

Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Made Dedy Darmasaputra, mengatakan bahwa Satker PJN 1 langsung turun ke lokasi pada hari kejadian, Senin (7/7/2025), untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal. Sejumlah alat berat dan material pun mulai disiapkan sejak Senin sore.

“Tenggat waktu pengerjaan sesuai perencanaan adalah selama satu bulan atau 30 hari. Namun, diusahakan bisa lebih cepat karena ini jalur nasional, dan Bapak Bupati Tabanan juga meminta agar jalan bisa segera difungsikan kembali,” ujar Dedy, Selasa (8/7/2025).

Saat ini, proses pengerjaan telah dimulai dengan penyiapan lahan. Mengingat kerusakan terjadi di atas struktur gorong-gorong yang mengalami keruntuhan, jalan akan direkonstruksi menggunakan box culvert.

Dedy menjelaskan, penyebab utama jebolnya jalan adalah rusaknya saluran drainase di bawah badan jalan. Aliran air menggerus gorong-gorong hingga akhirnya runtuh, diperparah dengan beban kendaraan besar yang melintasi jalur tersebut.

Ia menambahkan, sebenarnya usulan perbaikan telah diajukan ke Balai Jalan Nasional sejak 25 Juni lalu, karena tanda-tanda kerusakan sudah terlihat. Tim teknis juga telah melakukan survei dan penyusunan rencana perbaikan. Namun, pengerjaan tak bisa segera dilakukan karena harus melalui proses perencanaan teknis dan pengadaan material, khususnya box culvert.

“Penyediaan box culvert membutuhkan waktu karena harus dipesan terlebih dahulu. Ini yang menjadi salah satu kendala keterlambatan pengerjaan,” jelasnya.

Sebelum perbaikan sempat dimulai, kondisi jalan semakin parah akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut. Drainase dan badan jalan ambles hingga memakan setengah badan jalan. “Maka dari itu, saat ini kami lakukan penanganan darurat di lapangan,” pungkasnya.

Sembari menunungu proyek perbaikan rampung, arus lalu lintas kendaraan dialihkan ke jalur alternatif. Kendaraan roda empat kecil, minibus, dan sepeda motor dari arah Jembrana diarahkan ke kanan perempatan Pasar Senggol Bajera.

Sedangkan dari arah Denpasar diarahkan ke kiri sebelum Indomaret Bajera menuju jalur timur. Untuk kendaraan berat seperti truk, bus, dan kendaraan roda 6, diarahkan untuk melewati jalur Singaraja, Buleleng.

Sementara itu, kendaraan roda 4 dan roda 2 juga dapat memanfaatkan jalur selatan Polsek Selemadeg sebagai alternatif lainnya. (ana)

Meski Diguyur Hujan, Sanggar Laras Manis Tetap Memukau di Panggung Rekasadana PKB ke-47

Penampilan Sanggar Laras Manis, Banjar Umahanyar, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, mewakili Kabupaten Badung dalam ajang Rekasadana Rekonstruksi Gamelan Tua, salah satu program unggulan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47.
Penampilan Sanggar Laras Manis, Banjar Umahanyar, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, mewakili Kabupaten Badung dalam ajang Rekasadana Rekonstruksi Gamelan Tua, salah satu program unggulan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47.

PANTAU BALI.COM, DENPASAR — Suasana hujan deras tak mampu meredam semangat para seniman muda dari Sanggar Laras Manis, Banjar Umahanyar, Desa Darmasaba, Kecamatan Abiansemal, yang tampil mewakili Kabupaten Badung dalam ajang Rekasadana Rekonstruksi Gamelan Tua, salah satu program unggulan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-47.

Pagelaran ini berlangsung di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Art Center Denpasar, pada Minggu (6/7/2025).

Kendati air sempat menggenangi area panggung akibat hujan lebat, penampilan Sanggar Laras Manis tetap berjalan meriah, disambut antusias penonton yang bertahan di lokasi.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gde Eka Sudarwitha, turut hadir mendampingi para seniman bersama koordinator sanggar dan pembina tabuh, memberikan dukungan langsung bagi anak-anak muda pelestari budaya tersebut.

Di atas panggung, Sanggar Laras Manis membawakan dua komposisi klasik penuh nilai filosofi, yakni Tabuh Petegak Wayang dan Tabuh Pamungkah Wayang.

Kedua karya ini memiliki peran penting dalam tradisi pertunjukan wayang Bali, menjadi pengantar suasana sekaligus penanda dimulainya sebuah pementasan sakral.

Koordinator Sanggar, I Made Gatra Astawa, yang didampingi Pembina Tabuh, I Made Martha, mengungkapkan, Tabuh Petegak merupakan gending pembuka yang bertujuan mengajak perhatian penonton serta memperkenalkan suasana musikal yang akan menyertai pertunjukan. Biasanya tabuhan ini dilanjutkan dengan Tabuh Telu saat dalang mulai mempersiapkan ritual pembuka pementasan.

Sementara itu, Tabuh Pamungkah Wayang merupakan komposisi yang dimainkan saat dalang membuka keropak atau gedog, sebagai penanda pertunjukan wayang kulit dimulai.

Dalam tradisinya, tabuhan ini memiliki beberapa bagian penting, seperti Bapang Jojor untuk adegan igel kayonan, Tulang Lindung saat wayang mulai dijejer, Pekaad saat kayonan dicabut, dan Alas Harum (Candi Rebah) sebagai isyarat kemunculan tokoh utama dalam cerita. Sebagai penutup, diperdengarkan Tabuh Gilak Bugari, tanda pertunjukan usai.

“Kami ingin mengenalkan kembali komposisi klasik yang jarang dibawakan di hadapan generasi muda. Ini bagian dari tanggung jawab kami menjaga warisan budaya,” ujar Made Martha.

Walaupun cuaca tidak bersahabat, penonton tetap menunjukkan antusiasme melalui sorakan dan tepuk tangan yang mengiringi setiap bagian pertunjukan.

Pagelaran ini bukan sekadar ajang seni, melainkan wujud nyata semangat anak muda Bali dalam merawat dan melestarikan seni gamelan tua sebagai identitas budaya yang patut dijaga. (jas)

Ibu dan Anak Tersesat di Gunung Batukaru Ditemukan Selamat

Dua pendaki tersesat di Gunung Batukaru ditemukan selamat, Selasa (8/7/2025) dini hari.
Dua pendaki tersesat di Gunung Batukaru ditemukan selamat, Selasa (8/7/2025) dini hari.

PANTAUBALI.COM, TABANAN — Dua pendaki asal Tuban, Badung, yang sempat dilaporkan tersesat di kawasan Gunung Batukaru, Tabanan, akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat pada Selasa (8/7/2025) dini hari.

Mereka adalah Astuti (40) dan anaknya, Resta (19), yang sempat terpisah dari rombongan saat turun dari puncak gunung pada Minggu (6/7/2025).

Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Nyoman Srinadha Giri, mengatakan, kedua korban ditemukan di sekitar Pos 3 jalur pendakian Pura Malen, Pujungan, Pupuan, oleh seorang pendaki lokal.

Tim SAR gabungan bersama pemandu lokal kemudian melakukan penjemputan dan proses evakuasi.

“Sekitar pukul 00.58 WITA dini hari tadi, korban tiba di Pura Malen dan langsung dipertemukan kembali dengan keluarga dalam keadaan selamat,” kata Srinadha Giri.

Sebelumnya, pencarian dilakukan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) Regu 2 BPBD Tabanan bersama unsur Basarnas, Polsek Pupuan, relawan, pecalang, serta masyarakat setempat. Tim bergerak ke lokasi setelah menerima laporan pada Senin pagi (7/7/2025) sekitar pukul 09.00 WITA.

Astuti dan Resta dilaporkan tersesat setelah mereka turun lebih dulu dari rombongan pendaki yang berjumlah sembilan orang. Rombongan tersebut melakukan pendakian dari jalur Pura Malen, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan, sejak Minggu dini hari pukul 02.00 WITA.

BPBD Tabanan mengimbau agar para pendaki selalu mengikuti arahan pemandu dan tidak memisahkan diri dari rombongan, demi menghindari kejadian serupa. (ana)

Jalur Denpasar-Gilimanuk Macet Parah Imbas Jalan Jebol, Pengendara Dialihkan ke Jalur Alternatif

Denah pengalihan arus jalan jebol di depan Pasar Bajera, Jalur Denpasar-Gilimanuk, Tabanan.
Denah pengalihan arus jalan jebol di depan Pasar Bajera, Jalur Denpasar-Gilimanuk, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Jalan jebol di depan Pasar Bajera, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan pada Senin (7/7/2025) sore mengakibatkan kemacetan panjang di Jalur Nasional Denpasar-Gilimanuk.

Untuk mengatasi kemacetan yang semakin parah, Satuan Lalu Lintas Polres Tabanan segera bertindak cepat dengan mengalihkan arus kendaraan ke sejumlah jalur alternatif. Kendaraan roda empat kecil, minibus, dan sepeda motor.

Dari arah Jembrana dialihkan ke kanan dari perempatan Pasar Senggol Bajera, sedangkan dari arah Denpasar diarahkan ke kiri sebelum Indomaret Bajera menuju jalur timur.

Untuk kendaraan berat seperti truk, bus, dan kendaraan roda 6, diarahkan untuk melewati jalur Singaraja.

Sementara itu, kendaraan roda 4 dan roda 2 juga dapat memanfaatkan jalur selatan Polsek Selemadeg sebagai alternatif lainnya.

Sementara kondisi jalan yang jebol tampak cukup dalam dan membahayakan, sehingga seluruh akses di titik itu telah ditutup total dengan barikade dan garis pembatas.

 

Petugas kepolisian juga bersiaga untuk mengarahkan arus lalu lintas serta mengantisipasi kemacetan.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika (Sekdis Kominfo) Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Winiantara, membenarkan adanya pengalihan arus tersebut. Ia menyampaikan, pihaknya terus berkoordinasi dengan Satlantas dan instansi terkait untuk memastikan informasi terkini dapat segera disampaikan kepada masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan, untuk mengikuti arahan petugas di lapangan dan menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan. Keselamatan dan kelancaran mobilitas masyarakat adalah prioritas kami,” ujarnya Senin (7/7/2025).

Ia menyebut penyebab pasti kerusakan jalan masih dalam penyelidikan. Namun, dugaan awal mengarah pada kerusakan struktur bawah jalan akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir.

“Masyarakat diimbau tetap waspada dan menghindari lokasi terdampak demi keselamatan bersama,” tambah Winiantara. (ana)