- Advertisement -
Beranda blog Halaman 168

Selidiki Kasus Duel Maut di Arena Tajen Songan, Polisi Minta Warga tak Memperkeruh Suasana

Tangkapan layar video keributan di arena tajen di Bangli.
Tangkapan layar video keributan di arena tajen di Bangli.

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Suasana sore di Banjar Tabu, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, mendadak berubah mencekam pada Sabtu, 14 Juni 2025. Di atas sebidang tanah milik seorang warga bernama Nang Gede Lama, sebuah tragedi berdarah diduga bermula dari tajen atau sabung ayam yang berlangsung di sekitar lokasi.

Akibatnya,  satu orang meregang nyawa yakni Komang Alam, sementara satu lainnya terkapar dengan luka serius. Polisi masih menyelidiki motif dibalik kasus ini. Diduga, keributan berujung maut itu didasari kesalahpahaman.

Kasi Humas Polres Bangli, AKP I Wayan Sarta, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian telah mengamankan lokasi kejadian, menyita sejumlah barang bukti, dan meminta keterangan dari para saksi.

“Diduga pembunuhan dipicu oleh ketersinggungan pelaku atas kegiatan tajen yang berlangsung tak jauh dari tempat tinggalnya.” kata AKP Sarta.

Spekulasi kian berkembang setelah diketahui bahwa korban luka berat, I Wayan Luwes  merupakan residivis kasus pembunuhan tahun 2016. Polisi belum mengungkap apakah insiden ini ada kaitannya dengan masa lalunya.

Komang Alam Sutawan telah dibawa ke rumah sakit untuk proses otopsi guna mendukung penyelidikan. Sementara Wayan luwes kini dirawat intensif di RS Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar.

Di tengah penyelidikan yang masih berlangsung, media sosial ramai beredar berbagai versi cerita, termasuk video dan foto dari lokasi kejadian. Sebagian informasi belum tentu benar, dan ini mendorong kepolisian untuk angkat suara.

“Kami imbau masyarakat agar tidak menyebarkan konten yang belum terverifikasi, karena bisa memperkeruh suasana dan menambah beban bagi keluarga korban,” tegas AKP Sarta.(MAH)

Remaja 18 Tahun Tewas Usai Tabrakan dengan Truk di Karangasem

Ilustrasi kecelakaan.
Ilustrasi kecelakaan.

PANTAUBALI.COM, KARANGASEM – Suasana pada Minggu pagi (15/6)  berubah menjadi duka di Jalan Raya Sidemen, Karangasem. Sebuah kecelakaan tragis antara sepeda motor dan truk merenggut nyawa seorang remaja bernama I Made Sutama (18), warga Desa Sidemen.

Sutama mengendarai motor matic dari arah timur menuju barat, menuju kawasan Sangkan Gunung. Sekitar pukul 08.30 WITA, di tikungan KM 30 Banjar Dinas Tebola, ia kehilangan kendali.

Menurut informasi dari Kasi Humas Polres Karangasem, Iptu I Gede Sukadana, korban diduga sempat menggunakan ponsel saat berkendara.

Diduga panik saat melintasi tikungan, Sutama terjatuh dan tubuhnya terlempar ke jalur berlawanan, tepat ke arah truk yang tengah melaju. Truk yang dikemudikan I Wayan Regeg tak sempat menghindar. Karena kaget, truk sempat oleng dan berpindah ke sisi kiri jalan.

“Titik benturan terjadi di jalur kanan dari arah timur,” jelas Sukadana.

Benturan keras membuat Sutama mengalami luka parah. Tim medis yang tiba di lokasi sempat memberikan pertolongan, namun nyawanya tak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara sopir truk selamat tanpa cedera.

Kasus ini masih ditangani oleh Satlantas Polres Karangasem. Keluarga korban di Desa Sidemen kini tengah berduka, didampingi simpati dari masyarakat sekitar. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya konsentrasi penuh saat berkendara, terutama bagi pengendara muda yang rentan tergoda distraksi seperti penggunaan ponsel. (mah)

Pemotor Perempuan Tewas Terlentang di Jalan Apuan-Marga, Diduga Korban Tabrak Lari

Tabrak lari di Jalan Apuan-Marga, Kecamatan Marga, Tabanan, Minggu (15/6/2025).
Tabrak lari di Jalan Apuan-Marga, Kecamatan Marga, Tabanan, Minggu (15/6/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang pengendara motor perempuan ditemukan terlentang di tengah Jalan Raya jurusan Marga–Apuan, termasuk Banjar Dinas Tengah, Desa Marga Dajan Puri, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, pada Minggu (15/6/2025) pagi.

Korban diketahui bernama Ni Luh Sudiani (38), seorang karyawan swasta asal Banjar Dinas Bunutin, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan.

Kasi Humas Polres Tabanan Iptu Gusti Made Berata mengatakan, saat ditemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Di dekat korban juga ditemukan sepeda motor Honda Scoopy dengan nomor polisi DK 3238 GX. Kuat dugaan bahwa Luh Sudiani menjadi korban tabrak lari.

“Korban ditemukan sudah meninggal dunia di tempat dengan kondisi helm pecah,” jelas Berata.

Berata menjelaskan, insiden kecelakaan diperkirakan terjadi sekitar pukul 08.45 Wita. Korban diketahui melaju dari arah utara menuju selatan.

Setibanya di lokasi kejadian tepatnya di depan rumah warga, korban ditemukan tergeletak dalam posisi terlentang di tengah jalan oleh salah seorang saksi yakni Gede Putu Septiana Ari Artana yang sedang melintas. Helm yang dikenakannya pecah, dan saat diperiksa, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia.

Kejadian itu lantas dilaporkan ke petugas piket Polsek Marga dan segera mendatangi lokasi, mengamankan barang bukti, serta mencatat keterangan saksi-saksi.

Ambulans dari BRSU Tabanan kemudian dikerahkan untuk mengevakuasi jenazah, dan kasus dilimpahkan ke Unit Laka Lantas Polres Tabanan untuk penanganan lebih lanjut.

Hingga kini, pihak kepolisian dari Polres Tabanan masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan kemungkinan adanya kendaraan lain yang terlibat dalam insiden tersebut. (ana)

Pemkab Tabanan Siapkan Pelatihan TI untuk Cetak ASN dan Masyarakat Melek Digital

Pelatihan TI untuk ASN di Pemkab Tabanan.
Pelatihan TI untuk ASN di Pemkab Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Tabanan segera melaksanakan rangkaian kegiatan Literasi Media Digital dan Pelatihan Kecakapan Teknologi Informasi.

Program ini ditujukan bagi masyarakat umum termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah Kabupaten Tabanan.

Program ini sesuai rencana akan digelar mulai Juli hingga Desember 2025, dengan target peserta sebanyak 500 orang.

Di era digital yang terus berkembang pesat, masyarakat dituntut memiliki kecakapan dalam memahami, memilah, dan memanfaatkan informasi serta teknologi secara cerdas dan bijak.

Disrupsi media telah mengubah pola konsumsi informasi masyarakat, sehingga pemahaman terhadap etika digital, keamanan data, dan literasi media menjadi semakin penting.

Dengan meningkatnya paparan terhadap berbagai platform digital dan media sosial, pelatihan literasi digital tidak hanya relevan, namun menjadi kebutuhan mendasar dalam kehidupan sehari-hari, baik bagi masyarakat umum maupun kalangan ASN.

Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Winiantara menyampaikan kegiatan ini akan dilaksanakan secara inklusif dan kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Untuk mewujudkan Tabanan Era Baru, kegiatan ini juga menggandeng akademisi, praktisi, serta relawan dari berbagai komunitas.

“Salah satunya adalah Komunitas Insan Kreatif Generasi Singasana (IKGS) yang telah menyatakan kesiapannya menjadi volunteer. Beberapa akademisi asal Tabanan yang memiliki latar belakang teknologi informasi juga siap turut serta,” ujar Winiantara.

Kegiatan ini akan dilaksanakan lebih banyak secara daring (online) dengan memanfaatkan platform video conference yang disesuaikan dengan waktu luang para peserta.

Hal ini dimaksudkan agar pelatihan tidak mengganggu aktivitas utama peserta, baik dari kalangan ASN maupun masyarakat umum.

“Kami merancang kegiatan ini agar fleksibel, tidak memungut biaya sama sekali, dan terbuka untuk siapa saja. Bahkan peserta yang mengikuti secara tuntas, kami akan memberikan sertifikat sebagai bentuk penghargaan atas komitmen mereka,” tambah Winiantara.

Program ini diselenggarakan dengan pendekatan gotong royong dan kolaboratif, di mana seluruh proses dirancang untuk mengembangkan SDM Tabanan secara bersama-sama. Diskominfo Tabanan juga membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa pun yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan ini.

“Jika lembaga, komunitas, atau individu yang ingin menjadi volunteer atau berkolaborasi, silakan berkoordinasi langsung dengan kami di Dinas Kominfo. Mari bersama-sama membangun SDM Tabanan yang unggul dan siap menghadapi tantangan era digital,” tutup Winiantara.

Dengan semangat kolaborasi dan edukasi, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong peningkatan literasi digital dan kecakapan teknologi di tengah masyarakat, serta memperkuat pondasi Tabanan menuju era digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam mendukung visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani, serta menyikapi pentingnya peningkatan literasi digital di tengah arus transformasi digital yang kian pesat. (ana)

Lapangan Alit Saputara Jadi Destinasi Baru Warga Tabanan, Kini Dilengkapi Gerbang Cinta dan Videotron

Lapangan Alit Saputra, Tabanan.
Lapangan Alit Saputra, Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN  – Lapangan Alit Saputra atau yang lebih dikenal dengan Lapangan Dangin Carik (Lapangan DC) kini menjelma menjadi destinasi baru bagi warga Tabanan. Antusiasme masyarakat untuk beraktivitas sehat dan bersosialisasi tampak jelas di lapangan tersebut.

Pada Minggu pagi (15/6/2025), lebih dari seribu warga memadati area ini untuk berolahraga, berekreasi, hingga sekadar bersantai menikmati suasana pagi yang nyaman.

Sebagai ruang terbuka hijau yang terus dikembangkan, Lapangan DC tengah menjalani proses penataan intensif oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan. Salah satu daya tarik terbaru adalah hadirnya Gerbang Cinta, spot foto estetik yang langsung menjadi favorit warga.

Selain itu, pemasangan videotron juga sedang dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan serta memperkuat fungsi lapangan sebagai pusat kegiatan publik.

Tak hanya menata fisik lapangan, Pemkab Tabanan juga melakukan kajian menyeluruh terhadap kawasan sekitar Lapangan DC. Hal ini mencakup penataan zonasi pedagang, penyediaan area parkir, hingga rencana pembangunan tempat nongkrong yang aman dan nyaman.

Semua upaya ini ditujukan untuk menciptakan ruang publik yang ramah, bersih, dan tertib bagi semua kalangan.

Menanggapi tingginya antusiasme masyarakat, Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya memberikan apresiasi dan menyampaikan harapannya agar masyarakat turut menjaga fasilitas publik yang telah disediakan.

“Ini membuktikan bahwa ruang publik yang nyaman dan tertata baik sangat dibutuhkan masyarakat,” ujar Bupati Sanjaya.

Lebih lanjut, Bupati dua periode ini mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga fasilitas publik dengan penuh tanggung jawab.

“Mari kita manfaatkan lapangan ini sebaik-baiknya. Gunakan untuk kegiatan yang positif, jaga kebersihannya, hormati sesama pengguna, dan tumbuhkan rasa memiliki. Dengan begitu, Lapangan DC akan terus menjadi ruang yang aman, unggul, dan madani bagi kita semua,” ajaknya.

Salah satu pengunjung, I Putu Arya Sugiarta, warga Desa Penebel, juga menyampaikan apresiasi terhadap fasilitas yang sedang dikembangkan Pemkab Tabanan.

“Sekarang Lapangan DC makin bagus dan nyaman, apalagi ada spot baru seperti Gerbang Cinta dan videotron yang sedang dikerjakan ini. Tapi harapan saya, masyarakat juga harus punya kesadaran untuk ikut menjaga. Jangan buang sampah sembarangan dan tetap tertib agar fasilitas ini bisa dinikmati dalam jangka panjang,” ujarnya. (ana)

WN Australia Tewas Ditembak di Villa, Istri Beberkan Detik-Detik Mencekam dan Ciri-Ciri Pelaku

Villa TKP penembakan WNA Australia pada Sabtu (14/6) dini hari.
Villa TKP penembakan WNA Australia pada Sabtu (14/6) dini hari.

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Aksi kekerasan bersenjata kembali mengguncang Bali. Dua warga negara Australia menjadi korban penembakan brutal di sebuah villa yang terletak di Jalan Pantai Munggu Seseh, Banjar Sedahan, Desa Munggu, Mengwi, Badung, pada Sabtu (14/6) dini hari.

Korban tewas diketahui bernama Zivan R (32), sementara rekannya, Sanar G (35), dilaporkan dalam kondisi kritis. Insiden ini tidak hanya menyita perhatian publik, namun juga memicu kekhawatiran soal keamanan wisatawan asing di Pulau Dewata.

Kabid Humas Polda Bali, Kombespol Jansen Avitus Panjaitan Ariasandy, mengonfirmasi bahwa pelaku penembakan diduga dua pria bersenjata yang masih dalam pelarian. Keduanya disebut membawa senjata api dan mengenakan jaket serta helm saat melancarkan aksinya.

Menurut kesaksian seorang perempuan berinisial GJ (30), yang merupakan istri dari korban Zivan, kejadian berlangsung sekitar pukul 00.15 WITA. Saat itu, GJ sedang tidur di kamar nomor dua ketika ia mendengar teriakan suaminya.

“Saya mendengar suara Zivan berteriak keras,” ujar GJ kepada penyidik. Ia mengaku sempat mengintip dari balik selimut dan melihat seorang pria berjaket oranye dan helm menembaki suaminya di dalam kamar mandi.

Tak lama berselang, suara tembakan lain terdengar dari kamar berbeda. Teriakan Sanar pun menyusul. Saat GJ keluar kamar, ia melihat Sanar tergeletak bersimbah darah.

Meski dalam keadaan panik, GJ sempat memeriksa denyut nadi suaminya yang sudah tidak merespons, kemudian berusaha membantu menghentikan pendarahan pada tubuh Sanar.

Kesaksian lain datang dari D, istri Sanar, yang tidur di kamar nomor tiga. Ia juga terbangun karena suara letusan. Saat membuka mata, ia melihat pria berjaket hijau mencoba masuk ke kamarnya. Tembakan pun terdengar lagi dan kaca jendela pecah. Ia segera melarikan diri keluar dari kamar.

Di luar villa, D melihat dua sepeda motor matic terparkir. Ia terus berlari ke arah timur untuk mencari pertolongan dan akhirnya bertemu seseorang yang membantunya kembali ke lokasi setelah situasi dinyatakan aman.

Polisi Turun Tangan, Pelaku Masih Diburu

Pihak kepolisian dari Polres Badung dan tim gabungan Polda Bali kini tengah bekerja keras memburu para pelaku. Penyelidikan terus dilakukan di tempat kejadian perkara (TKP), termasuk pengecekan CCTV dan pemeriksaan saksi-saksi.

“Tim gabungan sudah diterjunkan untuk membantu pengungkapan kasus ini,” ujar Kombes Ariasandy.

Insiden tragis ini menjadi sorotan serius karena menyangkut nyawa turis asing dan berpotensi mencoreng citra pariwisata Bali yang dikenal aman dan damai. Polisi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan melapor jika memiliki informasi yang mengarah pada pelaku. (mah)

Komang Alam Tewas Ditikam di Arena Tajen Bangli, Polisi Selidiki Motif

Komang Alam tewas di tangan Mangku Luwes pada Sabtu (14/6).
Komang Alam tewas di tangan Mangku Luwes pada Sabtu (14/6).

PANTAUBALI.COM, BANGLI – Sebuah tragedi berdarah terjadi di Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Bangli, pada Sabtu (14/6) sore. Kericuhan di arena sabung ayam ilegal yang terletak di Banjar Tabu menelan korban jiwa, menyusul perkelahian antara dua pria yang berujung maut.

Korban, Komang Alam Sutawan (37), meninggal dunia setelah terlibat pertikaian dengan Mangku Wayan Luwes (50), seorang mantan narapidana yang baru menghirup udara bebas dari Lapas Nusakambangan. Dalam insiden tersebut, Komang diduga diserang menggunakan senjata tajam oleh Mangku Luwes.

Kasi Humas Polres Bangli, AKP Wayan Sarta, menjelaskan bahwa peristiwa ini dipicu oleh kesalahpahaman antara keduanya. Namun, detail pasti penyebab pertikaian masih dalam penyelidikan lebih lanjut.

“Korban sempat dilarikan ke RSU Bangli menggunakan ambulans untuk mendapat pertolongan medis, namun nyawanya tidak tertolong,” ujar AKP Wayan Sarta dalam keterangannya.

Sementara itu, Mangku Luwes sendiri mengalami luka cukup parah dan saat ini menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah, Denpasar.

Insiden ini sempat menimbulkan kehebohan di tengah masyarakat. Beredar pula rekaman video serta kabar simpang siur mengenai adanya korban lain akibat keributan lanjutan. Namun pihak kepolisian memastikan, hingga saat ini hanya satu korban jiwa yang terkonfirmasi.

Situasi di Desa Songan A kini dilaporkan telah kondusif. Meski begitu, pihak kepolisian terus mendalami motif serta kronologi peristiwa tersebut.

“Petugas terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian sebenarnya,” tegas AKP Wayan Sarta. (mah)

PKB Tabanan 2025 Digelar di GWS, Hadirkan Parade Seni hingga Kuliner Tradisional

Pergelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI tingkat Kabupaten Tabanan, Sabtu (8/6/2024).
Pergelaran Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI tingkat Kabupaten Tabanan, Sabtu (8/6/2024). (DOC)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Kabupaten Tabanan bersiap menggelar Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII Tingkat Kabupaten 2025 pada Selasa (17/6/2025).

Pergelaran akan dipusatkan di Panggung Garuda Wisnu Singasana, mulai pukul 17.30 WITA hingga selesai. Gelaran ini menjadi bagian penting dari rangkaian agenda budaya tahunan bagi masyarakat Tabanan.

PKB Kabupaten Tabanan tahun ini mengusung tema ‘Jagat Kerthi: Loka Hita Samadaya, Harmoni Semesta Raya’, yang bermakna tentang pentingnya keharmonisan dan keseimbangan dalam kehidupan serta semesta. Tema ini selaras dengan tema besar PKB Provinsi Bali Tahun 2025, menegaskan komitmen pelestarian budaya yang selaras antara daerah dan provinsi.

Rangkaian acara pembukaan akan diawali dengan pertunjukan Okokan dan Ngelawang, dilanjutkan dengan pementasan seni dari berbagai sanggar. Di antaranya adalah: Gong Kebyar Anak-anak dari Sanggar Seni Kembang Bali yang membawakan garapan dolanan berjudul Dengkleng Andup-Andup.

Gong Kebyar Dewasa dari Sekaha Gong Satyaning Kebo Taruna dengan garapan fragmentari Wiwitaning Bedha. Sementara itu, Gong Kebyar Wanita dari Sekaha Gong Dahayu Singasana akan menampilkan garapan Sandyagita berjudul Kaweruhan Batukau.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan pesta Kesenian Bali Kabupaten Tabanan bukan hanya sekadar panggung seni, tetapi juga ruang ekspresi budaya dan identitas lokal.

“Saya mengajak seluruh masyarakat Tabanan untuk turut hadir, mendukung, dan melestarikan kekayaan budaya kita dengan semangat gotong royong dan penuh cinta terhadap warisan leluhur,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan, I Made Yudiana, selaku pelaksana kegiatan, memastikan seluruh persiapan teknis kegiatan telah rampung.

“Persiapan telah kami lakukan secara matang. Selain pertunjukan seni yang berkualitas, PKB kali ini juga akan dimeriahkan dengan sajian kuliner tradisional serta stand kerajinan khas Tabanan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM lokal,” ujarnya.

Untuk menjangkau lebih luas partisipasi masyarakat, Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tabanan akan menyiarkan kegiatan ini secara langsung melalui kanal media sosial resmi.

Sekretaris Dinas Kominfo, I Gusti Putu Winiantara menegaskan, siaran langsung ini menjadi salah satu bentuk pelayanan informasi kepada publik.

“Kami ingin masyarakat yang tidak dapat hadir secara langsung tetap bisa menyaksikan dan merasakan kemeriahan PKB ini. Seluruh kanal siaran kami siapkan agar pesan budaya ini tersampaikan dengan baik,” terangnya.

Pemerintah Kabupaten Tabanan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menyaksikan dan memeriahkan PKB XLVII Tingkat Kabupaten Tahun 2025 sebagai wujud cinta dan kebanggaan terhadap seni dan budaya Tabanan yang adiluhung. (ana)

2 Turis Australia Ditembak di Villa, Satu Tewas

Ilustrasi penembakan.(foto:tribunnews)
Ilustrasi penembakan.(foto:tribunnews)

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Keamanan Bali kembali tercoreng akibat insiden penembakan yang melibatkan dua warga negara asing (WNA) asal Australia di wilayah Badung. Peristiwa mencekam itu terjadi pada Sabtu (14/6/2025), sekitar pukul 00.20 WITA, saat korban tengah berada di dalam vila tempat mereka menginap.

Sumber menyebutkan, korban tewas di lokasi kejadian bernama Zivan R (32). Sementara rekannya, Sanar G (35), mengalami luka tembak serius dan kini dalam kondisi kritis.

“Keduanya diduga diserang oleh lebih dari satu pelaku bersenjata api yang menerobos masuk ke dalam vila,” tutur sumber, Sabtu (14/6).

Para pelaku langsung melepaskan tembakan begitu berada di dalam vila, membuat kedua korban bersimbah darah di tempat kejadian perkara (TKP).

Setelah memastikan korban tak berdaya, pelaku langsung melarikan diri. Jenazah Zivan R kemudian dievakuasi ke RSUP Prof. Dr. IGNG Ngoerah, Denpasar, sementara Sanar G. menjalani perawatan intensif di rumah sakit yang sama.

Hingga saat ini, motif penyerangan masih menjadi teka-teki. Kasus ini tengah diselidiki oleh Satreskrim Polres Badung dengan dukungan tim dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali.

Kepala Bidang Humas Polda Bali, Kombespol Jansen Avitus Panjaitan, membenarkan adanya insiden penembakan tersebut.

“Benar, ada kejadian penembakan terhadap WNA di wilayah Badung. Saat ini kami masih menunggu laporan lengkap dari penyidik di lapangan,” ujarnya singkat.

Untuk diketahui, insiden serupa pernah terjadi di kawasan yang sama. Pada Januari 2024, seorang WNA asal Turki bernama Turan Mehmet menjadi korban penembakan di Villa Palm House, Mengwi, yang dilakukan oleh empat warga negara Meksiko. Keempat pelaku saat itu dijatuhi hukuman penjara selama tiga tahun 10 bulan oleh Pengadilan Negeri Denpasar.  (mah)

Waspadai Modus Penipuan Lewat Telepon, Kenali Tanda-Tandanya

Ilustrasi penipuan online. (foto: Kredivo)
Ilustrasi penipuan online. (foto: Kredivo)

PANTAUBALI.COM – Beragam cara dilakukan pelaku penipuan untuk menjerat korban, salah satunya melalui metode voice phishing atau vishing. Teknik ini digunakan untuk mengelabui korban agar memberikan data pribadi atau akses penting, yang kemudian dimanfaatkan pelaku untuk mengambil alih ponsel maupun aplikasi milik korban.

Modus yang sering digunakan antara lain mengarahkan korban untuk mengklik tautan atau mengunduh file yang ternyata mengandung perangkat lunak berbahaya (malware).

Maka dari itu penting untuk selalu berhati-hati saat menerima panggilan dari nomor tidak dikenal. Mengenali ciri-ciri panggilan mencurigakan dapat membantu Anda menghindari aksi penipuan. Berikut beberapa tanda panggilan yang patut diwaspadai:

1. Mengaku sebagai perwakilan pemerintah atau perusahaan besar

Pelaku seringkali menyamar sebagai petugas dari instansi pemerintah atau perusahaan ternama. Mereka akan berusaha menakut-nakuti korban dengan nada otoritatif untuk menimbulkan tekanan.

2. Meminta data pribadi atau informasi sensitif

Jangan pernah memberikan informasi seperti nomor KTP, nomor rekening, atau data kartu kredit melalui telepon. Pelaku bisa saja menggunakan informasi ini untuk kejahatan finansial.

3. Menawarkan hadiah atau promo menggiurkan

Jika Anda ditawari hadiah atau kesepakatan menarik padahal tidak pernah mengikuti undian apapun, patut dicurigai. Penawaran semacam ini kerap menjadi perangkap untuk mencuri data Anda.

4. Tidak menyebut nama Anda secara spesifik

Pihak resmi biasanya mengetahui identitas penerima telepon. Jadi, jika panggilan dimulai dengan sapaan umum seperti “Bapak/Ibu”, tanpa menyebutkan nama, Anda perlu berhati-hati.

5. Mengklaim Anda memiliki tunggakan utang

Penipu kadang menyatakan bahwa Anda memiliki utang yang belum dibayar dan mengancam akan melibatkan hukum jika Anda tidak segera menyelesaikannya. Jika menerima panggilan semacam ini, sebaiknya segera tutup telepon dan hubungi institusi yang disebut untuk memastikan kebenarannya.

6. Menginformasikan perangkat terinfeksi virus

Penipu bisa saja mengklaim bahwa ponsel atau komputer Anda terkena virus dan menyarankan mengunduh aplikasi tertentu, seperti software akses jarak jauh. Jangan pernah menginstal program seperti AnyDesk atau TeamViewer jika diarahkan oleh pihak tidak resmi.

7. Meminta informasi yang seharusnya sudah diketahui

Jika suatu layanan resmi menelepon Anda, mereka umumnya telah memiliki data yang relevan. Maka, jika penelepon menanyakan informasi pribadi yang seharusnya sudah ada di sistem mereka, Anda patut mencurigainya. (ana)