- Advertisement -
Beranda blog Halaman 10

Kabel Provider Tak Terpakai Ditertibkan, Badung Perkuat Wajah Kawasan Pariwisata

Kabel Provider Tak Terpakai Ditertibkan, Badung Perkuat Wajah Kawasan Pariwisata

MANGUPURA, PANTAUBALI.COM – Upaya mempercantik wajah wilayah terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Badung. Sebagai daerah tujuan wisata internasional, Pemkab Badung melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kembali melakukan penataan jaringan utilitas, khususnya kabel provider yang sudah tidak aktif dan mengganggu estetika kawasan.

Penertiban kali ini dilakukan di sepanjang ruas Jalan Tegal Gundul hingga Jalan Subak Sari Batu Belig, Desa Tibubeneng, Kecamatan Kuta Utara, Jumat (5/6/2026). Dalam kegiatan tersebut, petugas gabungan berhasil menurunkan kabel jaringan utilitas tidak aktif sepanjang kurang lebih 750 meter.

Proses penataan melibatkan sejumlah unsur, yakni DPUPR Badung, Dinas Perhubungan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Satpol PP Badung, jajaran Polsek Kuta Utara, Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL), serta PT Telkom Indonesia.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Badung, Putu Teddy Widnyana Putra, mengatakan penataan jaringan utilitas telah berjalan sejak 2024 dan terus dilanjutkan secara bertahap di berbagai wilayah Badung.

Menurutnya, kabel yang diturunkan merupakan jaringan lama yang sudah tidak digunakan lagi. Sementara kabel provider yang masih aktif telah diarahkan melalui jaringan utilitas bawah tanah yang telah disiapkan pemerintah daerah.

“Kabel yang berada di atas saat ini merupakan kabel yang sudah tidak terpakai. Untuk jaringan yang masih aktif sudah terkoneksi melalui utilitas bawah tanah atau jalur yang berada di bawah trotoar,” jelasnya.

Selain melakukan pemotongan dan penurunan kabel tidak aktif, DPUPR Badung juga berencana melakukan penertiban terhadap tiang-tiang kabel yang sudah tidak berfungsi. Langkah tersebut dilakukan agar kawasan jalan tidak terlihat semrawut dan tetap memberikan kenyamanan bagi masyarakat maupun wisatawan.

“Penataan ini diharapkan mampu menghilangkan kesan kumuh dan menciptakan kawasan yang lebih tertata serta memiliki nilai estetika,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung, I Ketut Gede Arta, menyampaikan bahwa penertiban kabel provider merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas kawasan pariwisata Badung.

Menurutnya, sebagai destinasi wisata kelas dunia, Badung harus memiliki infrastruktur yang tertata, bersih, dan nyaman. Karena itu, penataan utilitas perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan seluruh pihak terkait.

“Kegiatan ini harus terus dilakukan untuk menjaga estetika wilayah. Badung merupakan kawasan pariwisata internasional, sehingga penataan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.

Ia juga mengimbau para penyedia layanan jaringan telekomunikasi agar memanfaatkan fasilitas utilitas yang telah disediakan pemerintah daerah serta mengikuti aturan yang berlaku.

“Kami berharap para provider dapat memanfaatkan sarana yang sudah disiapkan. Penataan ini bukan hanya dilakukan sekali, tetapi harus terus berlanjut agar kawasan Badung tetap menjadi destinasi yang memiliki daya tarik dan kualitas pelayanan terbaik,” pungkasnya.

Melalui penataan jaringan utilitas tersebut, Pemkab Badung berharap wajah kawasan perkotaan dan destinasi wisata semakin rapi, nyaman, serta mendukung citra Badung sebagai daerah pariwisata unggulan. (rls/kjs/bdg)

Tabanan Uji Coba Perlinsos Digital, Penyaluran Bansos Diarahkan Lebih Tepat Sasaran

Tabanan Uji Coba Perlinsos Digital, Penyaluran Bansos Diarahkan Lebih Tepat Sasaran

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Tabanan mulai mengimplementasikan transformasi digital pada sektor perlindungan sosial melalui uji coba aplikasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) Digital yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (4/6/2026). Program ini diharapkan mampu meningkatkan akurasi data penerima bantuan sekaligus memperkuat transparansi dalam penyaluran bantuan sosial.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan, I Gusti Ngurah Agung Suryana, mengatakan Perlinsos Digital merupakan sistem yang memanfaatkan basis data terintegrasi untuk mendukung proses pendataan, verifikasi, hingga penyaluran bantuan sosial agar lebih efektif dan tepat sasaran.

Menurutnya, digitalisasi menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya bagi kelompok yang membutuhkan perlindungan sosial.

“Melalui sistem yang terintegrasi, pemerintah ingin memastikan bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang berhak, sekaligus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaannya,” ujarnya, Rabu (3/6/2026).

Uji coba aplikasi akan dilaksanakan di dua lokasi di Kecamatan Kediri. Kegiatan pertama berlangsung di Bale Banjar Banjar Puseh, Desa Kediri, mulai pukul 08.00 hingga 10.30 Wita. Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan di Kantor Perbekel Desa Pandak Gede mulai pukul 10.30 Wita hingga selesai.

Melalui penerapan Perlinsos Digital, pemerintah berharap proses pengelolaan data penerima bantuan dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terintegrasi. Sistem ini juga diharapkan mampu meminimalkan potensi kesalahan data sehingga penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran.

Selain mendukung efektivitas pelayanan, digitalisasi perlindungan sosial juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses berbagai program bantuan yang disediakan pemerintah.

Dinas Sosial Kabupaten Tabanan mengajak masyarakat untuk mendukung implementasi sistem digital tersebut sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang lebih modern, efisien, dan terpercaya.

Pemerintah Kabupaten Tabanan juga mengimbau masyarakat agar selalu mengikuti informasi resmi terkait pelaksanaan program perlindungan sosial maupun layanan publik lainnya. Dengan dukungan masyarakat, inovasi Perlinsos Digital diharapkan mampu memperkuat tata kelola bantuan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Tabanan. (rls/kmf)

Diskominfo Badung Perkuat Tata Kelola Media Digital, OPD Diminta Sajikan Informasi Cepat dan Akurat

Diskominfo Badung Perkuat Tata Kelola Media Digital, OPD Diminta Sajikan Informasi Cepat dan Akurat

MANGUPURA, PANTAUBALI.COM – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat sistem komunikasi publik di era digital. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkab Badung menggelar Sosialisasi Pengelolaan Media Elektronik dan Media Sosial Pemerintah Daerah dan Perangkat Daerah di Ruang Rapat Nayaka II, Kantor Bupati Badung, Rabu (3/6/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Badung, I Wayan Wijana, S.Sos., M.Si., bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Badung, Dr. I Ketut Gede Arta, AP., SH., M.Si. Sosialisasi diikuti perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), pengelola website, admin media sosial, serta pejabat yang membidangi informasi dan komunikasi publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Badung.

Dalam arahannya, I Wayan Wijana menegaskan perkembangan teknologi informasi menuntut pemerintah mampu menghadirkan informasi yang cepat, akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Menurutnya, media elektronik maupun media sosial milik pemerintah kini menjadi salah satu sarana utama membangun komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Ia menilai setiap perangkat daerah memiliki peran penting sebagai sumber informasi resmi pemerintah. Karena itu, diperlukan keseragaman pola komunikasi, koordinasi yang kuat antarlembaga, serta peningkatan kualitas materi publikasi agar berbagai program pembangunan dan pelayanan publik dapat tersampaikan secara efektif.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Badung, Dr. I Ketut Gede Arta, mengatakan website dan media sosial pemerintah tidak lagi sekadar menjadi media dokumentasi kegiatan, tetapi telah berkembang sebagai sumber informasi utama yang diakses masyarakat, media massa, hingga mesin pencari.

Oleh sebab itu, seluruh perangkat daerah didorong untuk mengelola kanal digital secara lebih optimal melalui penyajian informasi yang aktual, edukatif, informatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Dunia digital berkembang sangat cepat. Karena itu setiap perangkat daerah harus aktif memperbarui informasi melalui website maupun media sosial resmi agar masyarakat memperoleh informasi yang benar, terpercaya, dan mudah diakses,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai kebijakan pengelolaan media elektronik pemerintah, strategi pengelolaan media sosial perangkat daerah, teknik penyusunan konten komunikasi publik yang efektif, optimalisasi website sebagai pusat informasi resmi pemerintah, hingga langkah-langkah menghadapi isu dan dinamika komunikasi di ruang digital.

Diskominfo Badung juga mendorong seluruh perangkat daerah untuk lebih konsisten memperbarui informasi pada website resmi masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting dalam mendukung keterbukaan informasi publik, meningkatkan publikasi program pembangunan, sekaligus memperkuat kehadiran informasi resmi Pemerintah Kabupaten Badung di berbagai platform digital.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan komitmen seluruh perangkat daerah dalam mengelola media komunikasi pemerintah secara profesional, terintegrasi, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pelayanan informasi kepada masyarakat dapat semakin berkualitas serta mampu mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap perkembangan era digital. (rls/kmfbd)

Remaja di Jembrana Hilang Usai Lompat ke Tukad Campuhan, Ditemukan Tak Bernyawa

Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad remaja yang tenggelam di Tukad Campuhan.
Tim SAR gabungan mengevakuasi jasad remaja yang tenggelam di Tukad Campuhan.

JEMBRANA, PANTAUBALI.COM – Aksi berenang bersama teman-teman di Tukad Campuhan, Banjar Rangdu, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, berujung duka. Seorang remaja berusia 14 tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam dan sempat hilang di dasar sungai pada Rabu (3/6/2026).

Korban diketahui bernama I Made Negara, warga Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 14.00 Wita saat korban bersama dua rekannya mandi di aliran Tukad Campuhan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban diduga mengalami kesulitan setelah melompat dari sandaran dam. Remaja yang disebut belum mahir berenang itu kemudian tenggelam dan tidak muncul kembali ke permukaan.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Dewa Hendri, mengatakan laporan kejadian diterima pihaknya sekitar pukul 14.30 Wita. Tim rescue kemudian langsung diberangkatkan menuju lokasi untuk melakukan pencarian.

“Ada tiga orang yang mandi. Korban melompat dari sandaran dam dan langsung tenggelam,” kata Dewa Hendri.

Sebanyak 10 personel SAR diterjunkan dalam operasi pencarian. Setelah melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan unsur SAR gabungan di lokasi, tim memulai pencarian dengan metode penyelaman di titik yang dicurigai sebagai lokasi korban tenggelam.

Pada pukul 15.50 Wita, dua personel SAR melakukan penyelaman pertama hingga kedalaman sekitar enam meter. Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil kurang dari 20 menit kemudian.

Korban ditemukan pada pukul 16.07 Wita di dasar Tukad Campuhan dengan kedalaman sekitar enam meter. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah selanjutnya dievakuasi ke darat dan dibawa ke RSU Negara untuk penanganan lebih lanjut.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan, di antaranya Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, Polsek Mendoyo, Bhabinkamtibmas, Babinsa, BPBD Jembrana, Tagana, Polair Polres Jembrana, potensi SAR, keluarga korban, serta masyarakat setempat. RAN

Aksi Curanmor di Kerambitan Digagalkan, Dua Pelaku Ditangkap Tak Jauh dari Lokasi Kejadian

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Upaya pencurian sepeda motor yang terjadi di Banjar Dinas Jangkahan, Desa Batuaji, Kecamatan Kerambitan, Rabu (3/6/2026) dini hari, berhasil digagalkan berkat kesigapan warga dan respons cepat aparat kepolisian. Dua pelaku yang diduga terlibat dalam aksi tersebut berhasil diamankan hanya sekitar 200 meter dari lokasi kejadian.

Kedua terduga pelaku masing-masing berinisial JUH (32) dan FHHR (22). Mereka ditangkap setelah diduga mencuri satu unit sepeda motor Yamaha Xeon milik warga yang terparkir di garasi rumah korban.

Peristiwa itu diketahui sekitar pukul 02.30 Wita. Saat itu, dua orang saksi melihat salah satu pelaku mengambil sepeda motor korban, sementara rekannya menunggu di atas sepeda motor lain yang digunakan sebagai sarana pendukung aksi tersebut. Menyadari adanya tindak pencurian, para saksi segera melakukan pengejaran sambil meminta bantuan warga sekitar.

Dalam upaya melarikan diri, pelaku yang membawa sepeda motor hasil curian bergerak ke arah selatan dari lokasi kejadian. Namun pelarian mereka tidak berlangsung lama. Sekitar 200 meter dari tempat kejadian perkara (TKP), kedua pelaku terjatuh ke dalam selokan bersama kendaraan yang mereka gunakan.

Anggota Polsek Kerambitan yang menerima laporan langsung menuju lokasi dan bersama warga berhasil mengamankan kedua pelaku. Polisi juga menyita barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Xeon milik korban serta satu unit Honda Scoopy yang diduga digunakan pelaku saat menjalankan aksinya.

Karena mengalami luka akibat terjatuh, kedua pelaku terlebih dahulu dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis sebelum menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolsek Kerambitan Kompol I Kadek Ardika melalui Ps. Kanit Reskrim Iptu I Nyoman Sugiarta menjelaskan, keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil kerja cepat personel di lapangan yang didukung peran aktif masyarakat.

“Kami mengapresiasi warga yang sigap memberikan informasi dan membantu proses pengejaran sehingga pelaku dapat segera diamankan,” ujarnya.

Saat ini kedua pelaku telah menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik Polsek Kerambitan juga masih melakukan pendalaman guna mengungkap kemungkinan keterlibatan mereka dalam kasus tindak pidana lainnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku. (pmc)

Terdesak Utang, Mantan Kontraktor Jadikan Dokter Muda Target Begal di Denpasar

Mobil merah milik dokter muda yang menjadi korban percobaan pembegalan di kawasan Panjer.
Mobil merah milik dokter muda yang menjadi korban percobaan pembegalan di kawasan Panjer.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Tekanan ekonomi yang menghimpit diduga membuat seorang mantan kontraktor berinisial AF (37) nekat melakukan percobaan pembegalan terhadap seorang dokter muda di kawasan Panjer, Denpasar Selatan.

Pelaku disebut tengah terlilit utang dan berupaya mencari uang secara instan dengan menyasar korban yang dianggap mudah.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (31/5/2026) siang di Jalan Tukad Barito, Panjer. Korbannya, JJR (25), seorang dokter muda yang saat itu berada seorang diri di dalam mobil, menjadi sasaran aksi kriminal pelaku.

Hasil penyelidikan kepolisian mengungkap bahwa AF dan korban sama sekali tidak saling mengenal. Pelaku memilih target secara acak setelah melihat seorang perempuan yang berada sendirian di dalam kendaraan.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan, Iptu Azel Arisandi, mengatakan pelaku memang telah berkeliling mencari sasaran sebelum akhirnya mendekati korban.

“Tidak ada hubungan antara pelaku dan korban. Pelaku mencari target secara acak, kemudian melihat korban seorang perempuan yang sendirian sehingga dijadikan sasaran,” kata Iptu Azel, Rabu (3/6/2026).

Menurut penyidik, motif utama aksi tersebut diduga berkaitan dengan persoalan ekonomi yang dialami pelaku. AF diketahui pernah bekerja sebagai kontraktor sebelum beralih ke sektor swasta. Namun, sejumlah kewajiban finansial yang belum terselesaikan membuatnya terjerat utang.

Sebagian utang tersebut disebut berasal dari tanggung jawab kepada sejumlah vendor proyek saat pelaku masih menjalankan usaha kontraktornya. Kondisi itu diduga menjadi pemicu hingga pelaku nekat melakukan tindak kejahatan.

“Salah satu alasan pelaku melakukan perbuatan tersebut untuk mendapatkan uang guna membayar utang-utangnya,” ungkap Iptu Azel.

Dalam menjalankan aksinya, AF sempat menyerang korban menggunakan alat setrum yang menyebabkan luka pada bagian dada. Namun upaya pelaku untuk menguasai kendaraan maupun barang berharga milik korban gagal setelah korban berhasil menyelamatkan diri.

Kasus ini sempat menjadi perhatian warga karena terjadi di kawasan padat penduduk. Setelah menerima laporan, polisi bergerak cepat melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik aksi percobaan pembegalan tersebut.

Saat ini AF masih menjalani proses hukum di Polsek Denpasar Selatan. Penyidik juga masih mendalami sejumlah keterangan untuk melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke tahap berikutnya. RAN

Wisman Naik dan Devisa Tembus Rp68 Triliun, Pemerintah Pastikan Pariwisata Harus Menyejahterakan Rakyat

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat memaparkan perkembangan sektor pariwisata nasional dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat memaparkan perkembangan sektor pariwisata nasional dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI di Jakarta.

JAKARTA, PANTAUBALI.COM – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, sektor pariwisata Indonesia masih menunjukkan tren pertumbuhan positif. Pemerintah pun menegaskan bahwa keberhasilan sektor ini tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan yang datang, tetapi juga dari sejauh mana manfaatnya dirasakan masyarakat hingga ke tingkat desa.

Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, menyampaikan bahwa pembangunan pariwisata ke depan akan terus diarahkan untuk memperkuat ekonomi lokal, memberdayakan UMKM, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Kementerian Pariwisata bersama Komisi VII DPR RI terkait pembahasan program kerja dan anggaran tahun 2026.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) selama periode Januari hingga April 2026 mencapai 4,68 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 8,24 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Selain itu, sektor pariwisata juga berhasil menyumbang devisa sebesar US$4,05 miliar atau setara Rp68,28 triliun pada kuartal pertama 2026. Capaian tersebut meningkat 6,30 persen dibandingkan kuartal pertama tahun 2025.

“Pariwisata harus memberi manfaat langsung kepada masyarakat. Ekonomi yang dihasilkan sektor ini harus mengalir hingga ke desa-desa, menggerakkan UMKM, membuka peluang usaha, dan memperkuat ekonomi daerah,” ujar Widiyanti.

Salah satu fokus pemerintah adalah memperkuat peran desa wisata sebagai motor penggerak ekonomi lokal. Melalui berbagai program pendampingan dan pemberdayaan, desa wisata didorong agar mampu berkembang secara berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada wisatawan.

Pemerintah juga menggandeng Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) untuk memperluas akses sertifikasi halal bagi pelaku usaha di desa wisata. Hingga akhir Mei 2026, sebanyak 31.548 sertifikasi halal telah difasilitasi bagi pelaku UMKM yang tersebar di 1.116 desa wisata pada 34 provinsi di Indonesia.

Tak hanya melalui desa wisata, dampak ekonomi pariwisata juga diperkuat lewat penyelenggaraan berbagai event daerah. Program Karisma Event Nusantara yang telah berlangsung di 15 provinsi tercatat melibatkan lebih dari 20 ribu tenaga kerja dan hampir 4 ribu pelaku UMKM.

Dari kegiatan tersebut, perputaran ekonomi yang dihasilkan mencapai lebih dari Rp45,57 miliar. Menurut Widiyanti, event pariwisata tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi destinasi, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung.

Selain itu, Kementerian Pariwisata juga menjalankan berbagai program pendampingan di 38 provinsi melalui skema tugas pembantuan. Program tersebut meliputi pelatihan keselamatan berwisata, penguatan promosi destinasi, hingga dukungan penyelenggaraan event daerah.

Pemerintah berharap sektor pariwisata dapat terus tumbuh secara berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat luas.

“Pariwisata Indonesia harus tumbuh lebih merata dan berpihak kepada masyarakat. Sektor ini harus menjadi kekuatan ekonomi yang berkembang bersama rakyat dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi Indonesia,” tegas Widiyanti. RAN

Dishub Badung Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Pecatu, Antisipasi Kemacetan Menuju Uluwatu

Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan kawasan Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung mulai memberlakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan kawasan Desa Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, guna mengurangi kepadatan kendaraan yang selama ini kerap terjadi menuju kawasan wisata Uluwatu.

Penerapan rekayasa lalu lintas tersebut mulai diberlakukan sejak Selasa (2/6/2026) dan berlaku setiap hari pada pukul 14.00 hingga 22.00 Wita, waktu yang dinilai sebagai jam puncak kunjungan wisatawan menuju berbagai destinasi wisata di wilayah selatan Badung.

Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Gede Rahmadi, mengatakan langkah tersebut diambil sebagai upaya memperlancar arus kendaraan sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dan wisatawan yang beraktivitas di kawasan Pecatu dan sekitarnya.

Menurutnya, kemacetan menuju kawasan Pura Uluwatu selama ini menjadi persoalan yang cukup serius, terutama pada sore hingga malam hari saat wisatawan berbondong-bondong menyaksikan pertunjukan Tari Kecak dan menikmati panorama matahari terbenam.

“Rekayasa lalu lintas ini dilakukan untuk mengurai kemacetan sehingga masyarakat maupun wisatawan dapat melakukan perjalanan dengan lebih nyaman,” ujarnya.

Dalam skema yang diterapkan, terdapat sejumlah pembatasan arus kendaraan. Kendaraan roda empat dari simpang Jalan Baler Setra–Jalan Belimbing Sari menuju arah barat di Jalan Uluwatu tidak diperkenankan melintas dan hanya dapat dilalui sepeda motor. Selain itu, kendaraan dari Jalan Uluwatu dilarang masuk ke Jalan Toya Ning II, sementara kendaraan dari Jalan Toya Ning II juga tidak diperbolehkan menuju arah barat Jalan Uluwatu.

Dishub Badung telah menyiapkan personel di sejumlah titik strategis guna memastikan pelaksanaan rekayasa lalu lintas berjalan optimal. Pengawasan dilakukan di Simpang Kantor Perbekel Pecatu, Simpang Belimbing Sari, Simpang Toya Ning, Simpang Matsuka, Simpang Nirmala, hingga Simpang Politeknik.

Rahmadi menjelaskan, pemberlakuan rekayasa hanya dilakukan pada sore hingga malam hari agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat pada pagi dan siang hari. Pasalnya, lonjakan volume kendaraan umumnya terjadi ketika wisatawan mulai bergerak menuju objek wisata di kawasan Uluwatu.

Ia berharap seluruh pengguna jalan dapat mematuhi pengaturan yang telah ditetapkan. Meski terdapat beberapa perubahan rute yang membuat perjalanan sedikit lebih jauh, langkah tersebut diyakini mampu memangkas waktu tempuh akibat kemacetan yang selama ini terjadi.

“Jarak perjalanan mungkin sedikit lebih panjang, tetapi waktu tempuh akan lebih singkat karena arus kendaraan menjadi lebih lancar. Tujuan akhirnya adalah memberikan kenyamanan bagi masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Uluwatu,” katanya. (rls/kmfbd)

Tertipu Pesan Open BO di Kuta Selatan, Uang Melayang Teman Kencan Tak Datang

Ilustrasi open bo.
Ilustrasi open bo.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Niat mencari teman kencan berbayar justru membuat seorang pria berinisial TG mengalami kerugian. Pria tersebut melaporkan dugaan penipuan setelah uang yang ditransfer untuk memesan layanan Open BO diduga dibawa kabur oleh pelaku.

Laporan itu diterima melalui layanan Call Center 110 pada Rabu (3/6/2026) sekitar pukul 07.00 Wita. Dalam laporannya, TG mengaku telah mentransfer sejumlah uang kepada seseorang yang menawarkan jasa perempuan panggilan di wilayah Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Peristiwa tersebut disebut terjadi di sekitar kawasan Jalan Siligita, tepatnya dekat JJ Pet House, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan. Berdasarkan informasi yang diterima petugas, korban awalnya berkomunikasi dengan seseorang yang menawarkan jasa perempuan panggilan melalui media komunikasi.

Setelah terjadi kesepakatan, korban diminta melakukan pembayaran terlebih dahulu sebagai syarat pemesanan. Namun setelah uang ditransfer, layanan yang dijanjikan tidak kunjung diberikan.

Korban kemudian berusaha menghubungi pihak yang menerima pembayaran, tetapi nomor kontak tersebut sulit dihubungi. Merasa telah menjadi korban penipuan, TG akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian melalui layanan darurat 110.

Menindaklanjuti laporan itu, Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Kuta Selatan yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendalaman awal.

Namun saat petugas tiba di lokasi, pelapor tidak ditemukan. Polisi juga mengalami kendala karena nomor telepon yang tercantum dalam laporan sudah tidak aktif saat dihubungi kembali.

Kapolsek Kuta Selatan AKP Muhammad Said Husen mengatakan setiap laporan masyarakat yang masuk melalui layanan 110 akan ditindaklanjuti secara cepat dan profesional sebagai bagian dari pelayanan kepolisian.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap berbagai modus penipuan yang marak terjadi melalui transaksi daring maupun komunikasi digital.

“Jangan mudah percaya pada tawaran yang belum jelas keabsahannya, terutama jika diminta melakukan transfer uang terlebih dahulu. Masyarakat harus lebih waspada agar tidak menjadi korban penipuan,” ujarnya. RAN

Aksi Perampasan Mobil di Panjer: Dada Korban Disetrum, Pelaku Dibekuk

Polisi olah TKP percobaan perampasan mobil terhadap seorang dokter muda di Jalan Tukad Barito Timur, Panjer, Denpasar Selatan.
Polisi olah TKP percobaan perampasan mobil terhadap seorang dokter muda di Jalan Tukad Barito Timur, Panjer, Denpasar Selatan.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Aksi kriminal yang menyasar pengendara mobil terjadi di kawasan Jalan Tukad Barito Timur, Panjer, Denpasar Selatan, Minggu (31/5) siang. Seorang dokter muda berinisial JRR (25) menjadi korban percobaan perampasan mobil yang dilakukan seorang pria saat korban baru selesai berbelanja.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 Wita. Korban yang diketahui merupakan perempuan asal Makassar datang ke sebuah toko kacamata dengan mengendarai mobil sedan merah dan memarkirkannya di depan toko.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar Selatan Iptu Azel Arisandi mengatakan, setelah selesai berbelanja, korban kembali ke mobilnya dan menyalakan mesin kendaraan. Namun, pintu mobil belum sempat dikunci.

“Saat itu korban datang dengan mengendarai mobil sedan warna merah dan parkir di depan toko,” ujarnya, Selasa (2/6).

Ketika korban berada di dalam kendaraan, seorang pria berinisial AF (37) yang berjalan kaki tiba-tiba mendekati mobil. Pelaku kemudian membuka pintu kendaraan dan langsung menyerang korban menggunakan alat setrum yang diarahkan ke bagian dada.

Serangan mendadak tersebut membuat korban panik. Pelaku bahkan berupaya menarik korban keluar dari mobil dengan maksud menguasai kendaraan yang sedang menyala.

Beruntung, korban segera berteriak meminta bantuan. Teriakan tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang langsung berdatangan ke lokasi kejadian.

Warga kemudian berhasil menggagalkan aksi pelaku sebelum kendaraan sempat dibawa kabur. AF selanjutnya diamankan di tempat kejadian dan diserahkan kepada anggota Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan untuk diproses lebih lanjut.

Dari hasil penggeledahan, polisi menemukan sejumlah barang yang diduga telah dipersiapkan pelaku untuk menjalankan aksinya. Barang bukti yang diamankan antara lain alat setrum, gunting, tang, lakban, dua utas tali, beberapa kabel ties, serta sepasang sarung tangan.

“Kami mengamankan barang bukti berupa sebuah alat setrum, sebuat gunting, sebuah tang, lakban, dua buah tali, beberapa tali tis, serta sepasang sarung tangan,” tandasnya.

Saat ini polisi masih melakukan pendalaman terhadap motif pelaku. Penyidik juga menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan AF dalam kasus kejahatan serupa yang pernah terjadi di wilayah lain. RAN