- Advertisement -
Beranda blog Halaman 9

Temu Wicara HAKI di Bali, Sanjaya Terima Sertifikat HAKI Pengakuan “Jineng dan Entil” sebagai HAKI KOMUNAL Ekspresi Budaya Tradisional dan Pengetahuan Tradisional

Temu Wicara HAKI di Bali, Sanjaya Terima Sertifikat HAKI Pengakuan “Jineng dan Entil” sebagai HAKI KOMUNAL Ekspresi Budaya Tradisional dan Pengetahuan Tradisional

TABANAN, PANTAUBALI.COM — Komitmen memperkuat ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual kembali ditegaskan dalam Temu Wicara UMKM terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) dan Manajemen Usaha yang digelar di Wyndham Tamansari Jivva Resort Bali, Rabu (1/4/2026). Dalam momentum strategis tersebut, Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tabanan Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, serta Wakil Bupati Tabanan, I Made Dirga, S.Sos., turut hadir mengikuti rangkaian kegiatan yang dirangkaikan dengan penyerahan Sertifikat HKI Provinsi Bali Tahun 2026 serta kunjungan ke pameran UMKM berbasis kekayaan intelektual di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kabupaten Klungkung.

Kegiatan ini juga dihadiri langsung Ketua Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional, Megawati Soekarnoputri, Menteri Hukum RI, Kepala BRIN, anggota DPR RI, Gubernur dan Wakil Gubernur Bali, serta para kepala daerah se-Bali beserta jajaran. Kehadiran berbagai pemangku kepentingan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam mendorong perlindungan kekayaan intelektual sebagai fondasi penguatan ekonomi kreatif di daerah.

Dalam sambutannya, Megawati Soekarnoputri menegaskan pentingnya perlindungan kekayaan intelektual sebagai bagian dari kedaulatan bangsa. Ia mengapresiasi Bali sebagai ruang tumbuhnya kreativitas dan ekonomi, sekaligus mengingatkan bahwa kekayaan seni, budaya, dan sumber daya Indonesia harus dijaga dengan serius. “Kekayaan kita luar biasa, maka harus dilindungi. HAKI ini sudah menjadi hukum internasional,” ujarnya, sembari menekankan pentingnya sosialisasi dilakukan secara masif agar tidak ada klaim dari pihak lain.

Pada kesempatan tersebut juga diserahkan secara simbolis 146 sertifikat HAKI kepada para penerima. Hingga triwulan pertama tahun 2026, tercatat sebanyak 5.003 permohonan HAKI telah masuk, mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan karya. Dalam rangkaian acara itu pula, Bupati Sanjaya menerima Sertifikat HAKI atas nama masyarakat adat Kabupaten Tabanan dalam kategori ekspresi budaya tradisional dengan judul “Jineng”.

Tak hanya itu, sebagai bentuk pengakuan pengetahuan tradisional, “Entil” yang merupakan kuliner khas Kabupaten Tabanan, khususnya dari Kecamatan Pupuan dan Penebel, juga memperoleh perlindungan HKI yang diterima langsung oleh Bendesa Adat Sanda, Pupuan. Hal ini semakin mempertegas bahwa potensi lokal Tabanan tidak hanya kaya secara budaya, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

 

Menanggapi hal tersebut, Sanjaya menegaskan bahwa “Jineng” tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga merepresentasikan identitas Tabanan sebagai lumbung pangan Bali. pihaknya menegaskan HAKI bukan sekadar pengakuan, tetapi perlindungan atas jati diri kearifan lokal masyarakat Tabanan.“ Jineng adalah simbol kearifan lokal masyarakat Tabanan dalam menjaga ketahanan pangan. Ini harus kita jaga, kita lindungi, dan kita dorong menjadi kekuatan ekonomi berbasis budaya,” tegas Sanjaya. (rlshms)

Bupati Adi Arnawa Sampaikan LKPJ 2025 di Paripurna DPRD Badung

Bupati Wayan Adi Arnawa saat Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2025-2026, di Ruang Sidang Utama Gosana, Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Selasa (31/3/2026).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan Pidato Pengantar terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Badung Tahun 2025, pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Badung Masa Persidangan Kedua Tahun Sidang 2025-2026, yang dilaksanakan di Ruang Sidang Utama Gosana, Sekretariat DPRD Kabupaten Badung, Selasa (31/3/2026).

 

Rapat Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti beserta Wakil Ketua dan dihadiri anggota DPRD Badung, Forkompinda Badung, Sekda Badung IB. Surya Suamba beserta pimpinan OPD, pimpinan Instansi Vertikal, Direktur Perusahaan Daerah, serta Tenaga Ahli Fraksi DPRD.

 

Dalam pidatonya Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan bahwa penyampaian LKPJ Bupati Badung Tahun 2025 ini merupakan wujud akuntabilitas penyelenggaraan Pemerintahan Daerah sesuai dengan Ketentuan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang Pemerintahan Daerah yang dijabarkan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 2019 tentang Laporan dan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah.

 

“LKPJ Tahun 2025 ini merupakan hasil penyelenggaraan Pemkab. Badung selama tahun 2025 yang memuat capaian kinerja pembangunan yang diukur berdasarkan pelaksanaan program dan kegiatan rencana kerja pemerintah daerah Tahun 2025 sebagai penjabaran tahunan dari RPJMD Semesta Berencana Kabupaten Badung Tahun 2021-2026. LKPJ Tahun 2025 juga memuat hal-hal berkenaan dengan penyelenggaraan urusan-urusan yang menjadi kewenangan Pemkab. Badung meliputi penyelenggaraan urusan wajib pelayanan dasar yang terdiri atas urusan pendidikan, pekerjaan umum dan penataan ruang perumahan rakyat dan kawasan permukiman ketentraman, ketertiban umum dan perlindungan masyarakat serta urusan sosial,” jelasnya

 

Dijelaskan pula serapan APBD tahun 2025 dimana pendapatan daerah dapat terealisasi sebesar Rp. 9,1 triliun lebih atau 81,12% dari target Rp 11,2 triliun lebih. Sedangkan realisasi belanja Rp 9,1 triliun lebih atau 81,12% dari target Rp 12,8 triliun lebih. Penerimaan pembiayaan terealisasi rp 586 miliar lebih dari target rp. 1,8 triliun lebih dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 200 miliar, terhitung silpa sebesar Rp. 1,1 triliun lebih

 

“Secara prinsip, saya kira laporan ini sudah jelas memang kalau kita lihat dari capaian, dari berdasarkan target-target yang terpasang di dalam 2025, kelihatannya memang belum bisa maksimal, terutama terkait dengan capaian daripada target-target pendapatan sehingga ini akan juga berdampak kepada realisasi belanja kita. Namun demikian, tentu secara umum juga kita bisa melihat bahwa kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Kabupaten Badung untuk tahun 2025 ini sudah sangat terukur dan tentu saya selaku Bupati Badung yang terpilih untuk periode 2025-2030 ini itu akan melanjutkan dengan program-program sebagaimana yang mengacu kepada visi-misi kami,“ ujarnya. (rls)

Bupati Adi Arnawa Lantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Serahkan SK PNS

Bupati Adi Arnawa mengambil sumpah dan melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan menyerahkan SK PNS bagi CPNS hasil seleksi pengadaan PNS formasi tahun 2024 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Selasa (31/3/2026).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mengambil sumpah dan melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan pengambilan sumpah/janji serta menyerahkan SK PNS bagi CPNS hasil seleksi pengadaan PNS formasi tahun 2024 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Selasa (31/3/2026). Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik berdasarkan SK Menteri Dalam Negeri RI, yaitu Kadis Pariwisata I Nyoman Rudiarta dilantik sebagai Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Badung. Sementara SK PNS yang diserahkan sebanyak 580, terdiri dari PNS Golongan II sebanyak 270 orang dan Golongan III 310 orang. Usai pelantikan, dilakukan penandatanganan pakta integritas. Turut hadir, Ketua DPRD Badung Gusti Anom Gumanti, Anggota Komisi I DPRD Badung I Made Rai Wirata, Sekda Badung IB Surya Suamba, Pimpinan Perangkat Daerah serta Ketua Organisasi Kewanitaan.

 

Dalam sambutannya Bupati Adi Arnawa selaku Pejabat Pembina Kepegawaian Kabupaten Badung menyampaikan, pelantikan bukan hanya acara seremonial, namun sebuah kepercayaan yang diberikan pimpinan dalam hal ini Bupati kepada pejabat pimpinan tinggi pratama untuk mengemban tugas baru dalam hal ini menjadi Kadisdukcapil Badung. Dijelaskan, kedudukan Disdukcapil yang dikaitkan dengan posisi Badung sebagai daerah pariwisata, tentu membutuhkan kinerja yang lebih ekstra serta mampu memfilter kaitannya dengan dukcapil terhadap begitu derasnya orang yang datang dan menjadi penduduk Badung. “Dibalik layanan yang diberikan Disdukcapil, akan menjadi suatu performa pelayanan publik di Badung. Ini juga sangat berdampak bagi keberlanjutan pariwisata kita. Karena kalau kita bicara pariwisata berkualitas, tidak saja infrastruktur, juga bagaimana berkaitan dengan layanan,” terang Bupati, seraya mengharapkan pejabat baru dapat menjabarkan visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Badung yang tertuang dalam RPJMD Badung tahun 2024-2029.

 

Selain itu Bupati juga berpesan kepada PNS yang baru dilantik, untuk mulai mempersiapkan diri baik itu kemampuan intelektualitas dan kompetensi yang dilandasi dengan integritas serta disiplin yang tinggi. “Kami minta PNS jangan berfikir rutinitas semata, harus banyak belajar, membaca dan mendengar. Siapkan diri dari sekarang, dengan menunjukkan kinerja, lakukan inovasi yang berdampak, jangan ego sektoral, wawasannya harus Go Internasional. Tidak hanya menerima perintah dari atasan, PNS harus mulai merubah paradigma, mulai menjadi inisiator. Kalo itu bisa dilakukan, apa yang menjadi visi dan misi kami akan bisa terlaksana dengan baik,” pungkasnya. (rls)

Bupati Adi Arnawa Lantik Perbekel Antar Waktu

Bupati Wayan Adi Arnawa saat melantik Perbekel Antar Waktu di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Selasa (31/3/2026).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melantik Perbekel Antar Waktu (PAW) diantaranya Perbekel Desa Pangsan Kecamatan Petang, Perbekel Desa Sedang dan Perbekel Desa Bongkasa Kecamatan Abiansemal bertempat di Ruang Kertha Gosana Puspem Badung, Selasa (31/3/2026). Turut hadir Ketua DPRD Badung I Gst. Anom Gumanti bersama Wakil Ketua Komisi I I Gst Lanang Umbara, Para pejabat terkait dilingkungan Pemkab Badung, para Camat se-Badung, Organisasi Kewanitaan, Ketua BPD, LPM serta para Perbekel dan Ketua TP. PKK se-Badung.

 

Pada kesempatan tersebut dilaksanakan pengambilan sumpah, pelantikan dan penandatangan fakta integritas kepada tiga orang Perbekel Antar Waktu yaitu atas nama I Gusti Ngurah Muliharta sebagai Perbekel Pangsan Kecamatan Petang periode Tahun 2026 – 2029, atas nama I Gusti Ngurah Suwindra sebagai Perbekel Sedang Kecamatan Abiansemal periode Tahun 2026 – 2029 dan atas nama I Gusti Agung Sumajaya sebagai Perbekel Bongkasa Kecamatan Abiansemal periode 2026 – 2030.

 

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa mengucapkan selamat kepada perbekel yang baru saja dilantik. Disampaikan kepada Perbekel yang dilantik untuk segera menyesuaikan diri, terutama terkait dengan visi misi Bupati Badung. Karena bagaimanapun juga perbekel terpilih ini kan melaksanakan daripada apa yang menjadi visi misi Bupati. “Perbekel harus beradaptasi terhadap program-program Pemerintah Kabupaten Badung, terutama terkait data-data di lapangan. Ini yang penting, saya selaku Bupati tentu sangat ingin sekali apa yang menjadi program-program unggulan kami benar-benar tepat sasaran. Jadi masyarakat yang berhak itu mendapatkan, jangan sampai nanti ada masyarakat yang memang berhak tapi tidak mendapatkan. Ini kan sayang sekali, padahal itu adalah program yang menurut kami sangat membantu daripada kondisi masyarakat kita, terutama masyarakat-masyarakat yang memang dalam kondisi tidak berdaya,” ujar Bupati Adi Arnawa.

 

Lebih lanjut dikatakan, sebagai ujung tombak pemerintahan, perbekel memiliki peran strategis dalam menggerakkan pembangunan desa, memberikan pelayanan kepada masyarakat 24 jam penuh, apalagi wilayahnya sering terjadi bencana alam yang membutuhkan pelayanan secara all out. “Masyarakat Badung ini walaupun ya boleh dibilang luarnya sedikit berbedalah, tapi nyatanya kalau kita lihat kadang masih ada masyarakat yang kondisi rumahnya, termasuk kondisi fisiknya sangat memprihatinkan. Untuk itulah ini akan kami fokuskan untuk bisa kami atasi sehingga benar-benar Indeks Pembangunan Manusia ini memang benar-benar kita bisa pertanggung jawabkan,” imbuhnya. (rls)

Musrenbang RKPD 2027, Bupati Sanjaya Dorong Hilirisasi dan Ekosistem Produk Unggulan

Musrenbang RKPD 2027, Bupati Sanjaya Dorong Hilirisasi dan Ekosistem Produk Unggulan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E.,M.M secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rancangan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Semesta Berencana (RKPD SB) Kabupaten Tabanan Tahun 2027. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Adat Kota Tabanan, Selasa (31/3/2026), sebagai bagian dari forum strategis tahunan dalam penyusunan arah pembangunan daerah.

 

Musrenbang tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati, I Made Dirga, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Tabanan beserta Ketua Komisi DPRD Kabupaten Tabanan, jajaran Forkopimda atau yang mewakili, Kepala Bappeda Provinsi Bali, Sekda Tabanan, jajaran Kepala Perangkat Daerah Terkait di lingkungan Pemkab Tabanan, Camat se-Kabupaten Tabanan, Kepala Instansi Vertikal di Lingkungan Pemkab Tabanan, Para Pelaku usaha serta Peserta Musrenbang yang hadir siang itu.

 

Mengusung tema “Hilirisasi dan Membangun Ekosistem Produk Unggulan”, Musrenbang RKPD 2027 menjadi wadah penting untuk merumuskan program prioritas pembangunan daerah. Forum ini diarahkan untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Tabanan sekaligus mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang aman, unggul, dan madani (AUM).

 

Dalam sambutannya, Bupati Sanjaya menegaskan bahwa pembangunan Tabanan menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Ia menyampaikan, “Tabanan Era Baru dengan konsisten terus bergerak untuk mewujudkan Tabanan yang lebih baik. Pergerakan pembangunan di Tabanan sampai hari ini pada dasarnya telah memberikan hasil nyata pada arah pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Tabanan.” Sebutnya.

 

Pihaknya menekankan pentingnya inovasi dan kerja keras seluruh jajaran birokrasi untuk terus mendorong percepatan pembangunan. Ia juga mengingatkan bahwa kondisi geopolitik global yang tidak menentu harus diantisipasi dengan strategi pembangunan yang tepat, salah satunya melalui hilirisasi potensi daerah dari hulu hingga hilir guna memenuhi kebutuhan masyarakat di berbagai sektor prioritas.

 

“Satukan langkah, satukan hati, satukan persepsi kita, bahwa kita tidak hanya membangun Tabanan di hulu dan di tengah, tetapi di hilir. Hilirisasi, karena ada 2 hal yang penting, hilirisasi produk dan hiliriasi manajemen / sistem” ujarnya. Di mana dalam membangun ekosistem produk unggulan, adalah menciptakan lingkungan bisnis yang terintegrasi, saling mendukung dan berkelanjutan, di mana produk utama tidak berdiri sendiri, melainkan didukung oleh rantai pasok, layanan tambahan, inovasi dan kemitraan yang kuat terutama dalam mendorong perekonomian desa.

 

Adapun arah kebijakan pembangunan Kabupaten Tabanan tahun 2027 difokuskan pada delapan prioritas utama, antara lain penguatan ketahanan pangan, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, perluasan jaminan sosial dan daya saing tenaga kerja, penguatan adat, agama, tradisi, seni dan budaya, pengembangan pariwisata berbasis desa, pelestarian lingkungan hidup, pembangunan infrastruktur fisik dan digital yang merata, serta reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan.

 

Sementara itu, Sekretaris Bappeda Kabupaten Tabanan, Ida Ayu Agung Windayani Kusumaharani, dalam laporannya menjelaskan bahwa pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027 merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional. Ia menyebutkan bahwa forum ini menjadi ruang strategis dalam menyelaraskan program pembangunan daerah dengan prioritas Provinsi Bali serta mendukung visi Bali Era Baru menuju Tabanan yang aman, unggul, dan madani.

 

Ia menegaskan bahwa penyusunan RKPD dilakukan secara komprehensif melalui berbagai tahapan, mulai dari forum konsultasi publik, pemanfaatan SIPD, hingga pencermatan 1.396 usulan DPRD serta Musrenbang yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Ia menambahkan, seluruh proses ini bertujuan mengoptimalkan potensi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tabanan. (*)

Gerakan Pramuka Kwarcab Badung Gandeng DLHK, Bersihkan Pantai Jerman Kuta Sekaligus Sosialisasi PSBS

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Badung menggandeng Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Badung dalam kegiatan Karya Bakti berupa aksi bersih pantai yang dipusatkan di Pantai Jerman, Kuta, Selasa (31/3/2026) pagi.

Selain aksi bersih pantai, para peserta juga mendapatkan edukasi terkait pengelolaan sampah berbasis sumber (PSBS) dari DLHK Kabupaten Badung sebagai upaya menumbuhkan kesadaran lingkungan, khususnya dalam memilah sampah di kalangan generasi muda, serta materi metode kepramukaan dari Pelatih Pusdiklatcab Badung. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Gerakan Pramuka terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir, khususnya di kawasan pariwisata Bali.

Ketua Kwarcab Badung, Drs. I Ketut Suiasa, SH, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nilai-nilai Satya dan Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

“Pantai adalah wajah Bali. Kebersihannya mencerminkan budaya, karakter, dan tanggung jawab kita bersama. Melalui kegiatan ini, kami berharap anggota Pramuka tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga mampu menjadi teladan di tengah masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, Karya Bakti ini juga berperan sebagai sarana pembinaan karakter generasi muda, terutama dalam menanamkan nilai gotong royong, kedisiplinan, serta tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung selaku Ketua Harian Kwarcab Badung, I Gusti Made Dwipayana, SH., M.Si, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai edukatif yang tinggi bagi anggota Pramuka.

“Aksi bersih pantai ini merupakan bentuk pendidikan karakter yang nyata. Peserta didik dilatih untuk memiliki kepedulian terhadap lingkungan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja sama dalam tim. Hal ini penting dalam membentuk generasi muda yang cinta lingkungan dan berperan aktif dalam pelestarian alam,” jelasnya.

Sementara, Wakil Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat (Abdimas) Kwarcab Badung sekaligus Ketua Panitia, I Gede Wirawan, S.H., M.H., melaporkan bahwa kegiatan ini diikuti sekitar 250 peserta.

“Peserta berasal dari berbagai gugus depan tingkat Siaga, Penggalang, dan Penegak di wilayah Kabupaten Badung, khususnya Kwartir Ranting Kuta. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan pesisir,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung tertib, aman, dan penuh semangat dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan serta kekompakan peserta. Hal ini sekaligus menegaskan komitmen Gerakan Pramuka sebagai garda terdepan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan pelestarian lingkungan. (rls)

UPDATE! Penculikan WNA Ukraina: 1 Tersangka Ditangkap di NTB, 6 Masuk DPO

Press conference Polda Bali terkait kasus penculikan WNA Ukraina, Senin (30/3)
Press conference Polda Bali terkait kasus penculikan WNA Ukraina, Senin (30/3)

DENPASAR, PANTUABALI.COM – Kasus penculikan warga negara Ukraina, Lihov Komarov, terungkap. Polda Bali menetapkan tujuh warga negara asing sebagai tersangka, enam di antaranya kini masuk daftar pencarian orang (DPO), sementara satu berhasil ditangkap di Bandara Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 23 Februari 2026.

Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, bersama Direktur Reserse Kriminal Umum, Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman, menegaskan, pengungkapan kasus ini merupakan hasil penyelidikan panjang sejak laporan dibuat pada 16 Februari 2022.

“Setelah melalui rangkaian penyelidikan dan gelar perkara, kami menetapkan tujuh tersangka, seluruhnya warga negara asing,” jelas Irjen Daniel, Senin (30/3).

Tujuh tersangka berinisial FN (Ukraina), SM (Rusia), RM (Ukraina), FA (Kazakhstan), DH (Ukraina), NP (Kazakhstan), dan G (Nigeria). Dari tujuh orang, G diamankan di NTB, sementara enam lainnya berstatus DPO dan berada di luar negeri.

Penyelidikan mengungkap, kejahatan ini melibatkan perencanaan matang. Para pelaku memantau korban sejak sebulan sebelum kejadian.

“Pada 25, 28, dan 29 Februari, beberapa orang terlihat memantau korban menggunakan kendaraan berbeda di sekitar vila korban di Jimbaran, Kuta Selatan,” ujar Kombes Pol Gede Adhi Mulyawarman.

Seminggu sebelum penculikan, pelaku menyewa kendaraan dengan identitas palsu, yang digunakan secara bergantian saat melakukan aksi. Pada hari penculikan, korban dicegat di jalan dan dibawa ke beberapa vila. Polisi menemukan bercak darah di kendaraan dan vila, hasil uji DNA cocok dengan keluarga korban.

“Pergerakan korban kami telusuri melalui GPS kendaraan, CCTV, dan keterangan saksi. Semua bukti mengarah ke para tersangka,” tambah Gede Adhi.

Salah satu tersangka juga diketahui menyewa kendaraan menggunakan tiga paspor palsu, dan kini sedang diproses atas pelanggaran undang-undang terkait.

Motif penculikan masih didalami penyidik.Enam tersangka DPO telah berada di luar negeri. Kepolisian bekerja sama dengan Interpol dan instansi terkait untuk pelacakan dan penangkapan.

Pengungkapan kasus ini juga dibantu peran masyarakat melalui laporan aktivitas mencurigakan dan temuan bungkusan di lokasi penemuan korban.

“Informasi dari masyarakat sangat membantu dalam merangkai setiap kejadian,” pungkas Gede Adhi. RAN

Viral! Pemuda di Denpasar Dikeroyok Dua Remaja Terekam CCTV, Berawal Dari Senggolan di Bar

Rekaman CCTV memperlihatkan aksi penganiayaan pemuda oleh 2 orang remaja.
Rekaman CCTV memperlihatkan aksi penganiayaan pemuda oleh 2 orang remaja.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM –  Aksi penganiayaan yang sempat viral di media sosial terjadi di Jalan Buluh Indah, Gang 8, Banjar Kerta Sari, Desa Pemecutan Kaja, Denpasar Utara, Minggu (29/3/2026) sekitar pukul 04.00 WITA. Seorang pemuda berinisial APS (19) menjadi korban pengeroyokan dua remaja, MIA (17) dan KTM (14).

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan awal mula insiden.

“Korban dan pelaku sempat minum di sebuah bar di Jalan Mahendradata. Terjadi ketersinggungan akibat senggolan di parkiran yang memicu cekcok mulut,” ujarnya.

Tidak lama kemudian, kedua pelaku menantang korban untuk keluar bar, hingga terjadi kejar-kejaran yang berakhir di Jalan Buluh Indah, Gang 8, lokasi pengeroyokan.

Saksi Ida Bagus Adi Mahendra Putra, Kadus Banjar Kerta Sari, mengenali korban melalui rekaman CCTV yang sempat viral. Saksi bersama polisi mendatangi rumah korban, dan pihak kedua remaja beserta orang tua juga hadir untuk menyampaikan permintaan maaf.

“Kedua belah pihak kemudian diarahkan ke kantor polisi terdekat untuk proses lebih lanjut,” tambah Iptu Adi Saputra Jaya.

Akibat kejadian ini, korban mengalami lebam di kepala, nyeri leher, dan sempat muntah darah. Polisi berhasil mendeteksi keberadaan korban berkat rekaman CCTV.

Karena kedua pelaku masih di bawah umur, proses hukum kini ditangani Unit PPA Polresta Denpasar sesuai ketentuan yang berlaku. RAN

Nuanu Cultural Week Semarakkan Lebaran dengan Ragam Budaya Nusantara

TABANAN, PANTAUBALI.COM — Momentum libur Lebaran dimanfaatkan sebagai ajang mempererat kebersamaan melalui perayaan budaya dalam gelaran Nuanu Cultural Week yang berlangsung di Nuanu Creative City pada 20 hingga 29 Maret 2026.

Selama sepuluh hari pelaksanaan, kegiatan ini berhasil menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia hingga wisatawan mancanegara. Beragam program disuguhkan, mulai dari pertunjukan seni, lokakarya, hingga aktivitas komunitas yang menghadirkan pengalaman budaya secara langsung dan interaktif.

Pengunjung disuguhkan pertunjukan khas Bali seperti tari Kecak dan gamelan, yang dipadukan dengan kesenian dari daerah lain seperti qasidah dan hadrah. Perpaduan ini menciptakan ruang inklusif yang mempertemukan berbagai tradisi dalam satu panggung kebudayaan.

Brand and Communications Director Nuanu Creative City, Ida Ayu Astari Prada, mengatakan kegiatan ini dirancang bukan sekadar menampilkan budaya, melainkan juga menghadirkan pengalaman yang bisa dirasakan bersama oleh berbagai kalangan.

“Melalui program ini, kami ingin menghadirkan ruang yang menghubungkan berbagai latar belakang masyarakat, terutama di momen Lebaran yang identik dengan kebersamaan,” ujarnya.

Selain pertunjukan seni, kegiatan ini juga diramaikan dengan kompetisi budaya bagi generasi muda yang digelar oleh Nuanu Social Fund pada 26 hingga 28 Maret 2026. Sebanyak 47 peserta dari berbagai sekolah dan komunitas seni di Bali ambil bagian dalam sejumlah lomba, seperti Megenjekan, Mejanggeran, Tari Baris, dan Tari Condong.

Kegiatan ini menjadi wadah bagi anak muda untuk berpartisipasi aktif dalam pelestarian budaya, sekaligus memperkuat keterlibatan mereka dalam menjaga tradisi tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Atmosfer selama kegiatan berlangsung mencerminkan keberagaman pengunjung yang hadir, mulai dari keluarga yang mengisi libur Lebaran, komunitas lokal, hingga wisatawan asing. Interaksi yang terbangun tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga edukatif dalam memahami nilai-nilai budaya.

Dengan berakhirnya rangkaian acara, pihak penyelenggara menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program yang mendorong pertukaran budaya secara inklusif, sehingga tradisi dapat terus berkembang dan relevan bagi generasi masa kini maupun mendatang. (rls)

2 WNA Pembunuh Bule Belanda Kabur, Polda Bali Ajukan Red Notice

Polda Bali saat mengungkap identitas dua tersangka pembunuhan WN Belanda dalam konferensi pers, Sabtu (28/3).
Polda Bali saat mengungkap identitas dua tersangka pembunuhan WN Belanda dalam konferensi pers, Sabtu (28/3).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Aparat kepolisian dari Polda Bali bersama Polres Badung berhasil mengungkap identitas dua pelaku pembunuhan terhadap warga negara Belanda berinisial RP (49) yang terjadi di kawasan Kuta Utara, Badung. Kedua pelaku diketahui merupakan warga negara asing (WNA) asal Brasil dan kini berstatus buronan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol I Gede Adhi Mulyawarman, mengungkapkan bahwa kedua tersangka berinisial DBLSA (35) dan KH (28) telah ditetapkan sebagai pelaku berdasarkan hasil penyelidikan mendalam.

“Dari hasil olah TKP, rekaman CCTV, keterangan saksi, serta analisa teknologi, kami telah mengidentifikasi dan menetapkan dua orang sebagai tersangka,” ujarnya saat konferensi pers, Sabtu (28/3).

Namun, sebelum dilakukan penangkapan, kedua pelaku diketahui telah melarikan diri ke luar negeri. Berdasarkan data yang dihimpun, keduanya meninggalkan Indonesia melalui penerbangan internasional pada 24 Maret 2026 sekitar pukul 14.00 WITA, atau hanya beberapa jam setelah kejadian.

Peristiwa pembunuhan tersebut terjadi pada Senin malam (23/3) sekitar pukul 22.00 WITA di depan sebuah vila di kawasan Kerobokan, Kuta Utara. Saat itu, korban bersama kekasihnya baru keluar dari vila untuk berjalan-jalan. Tiba-tiba, dua pria yang berboncengan sepeda motor menghampiri dan langsung melakukan penyerangan.

Korban ditusuk menggunakan senjata tajam pada beberapa bagian tubuh, termasuk leher dan wajah. Luka parah yang diderita menyebabkan korban kehilangan banyak darah hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain mata pisau, bagian cincin pisau, senter, sandal milik korban dan saksi, serta barang pribadi korban seperti ponsel dan kacamata yang berlumuran darah. Dua unit sepeda motor yang diduga digunakan pelaku juga telah ditemukan dan kini tengah dianalisis secara forensik.

Selain itu, rekaman CCTV di sejumlah titik berhasil mengungkap pergerakan pelaku sebelum dan sesudah kejadian. Dari hasil analisa tersebut, wajah kedua pelaku berhasil diidentifikasi dengan jelas.

Polda Bali kini telah berkoordinasi dengan pihak imigrasi dan instansi terkait untuk melacak keberadaan pelaku, termasuk negara tujuan dan jalur pelarian yang digunakan. Upaya pengejaran juga diperluas dengan mengajukan permohonan Red Notice melalui Interpol.

Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, menambahkan bahwa pihaknya masih terus mendalami motif di balik pembunuhan tersebut. Dugaan sementara mengarah pada adanya hubungan tertentu antara korban dan pelaku, namun hal itu masih dalam proses penyelidikan.

“Motifnya masih kami dalami, apakah terkait masalah pribadi, bisnis, atau hal lainnya. Yang jelas, kedua pelaku diketahui sudah berada di Bali sejak pertengahan Februari 2026,” jelasnya.

Sementara itu, saksi kunci yang merupakan kekasih korban dipastikan dalam kondisi aman dan masih berada di wilayah Kuta Utara. Polisi terus melakukan pendalaman keterangan guna mengungkap secara terang benderang kasus tersebut.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan dengan segera melaporkan aktivitas mencurigakan, khususnya yang melibatkan warga negara asing.

“Kami tidak akan mentolerir segala bentuk tindak kejahatan. Dukungan dan partisipasi masyarakat sangat penting dalam membantu proses penegakan hukum,” tegas Kapolres.

Sebelumnya, korban sempat dilarikan ke rumah sakit usai kejadian. Namun, nyawanya tidak tertolong akibat luka tusuk serius yang dideritanya. Polisi memastikan tidak ada barang berharga milik korban yang hilang dari lokasi kejadian. RAN