- Advertisement -
Beranda blog Halaman 11

Komisi II DPRD Tabanan Tekankan Penanganan Sampah dan Perbaikan Jalan dalam Evaluasi LKPJ 2025

Raker Komisi II DPRD Tabanan

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Komisi II DPRD Tabanan menaruh perhatian serius terhadap persoalan pengelolaan sampah dan keterbatasan anggaran pemeliharaan infrastruktur jalan dalam pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tabanan Tahun Anggaran 2025.

Sorotan tersebut mengemuka dalam rapat kerja internal Komisi II yang dipimpin Ketua Komisi II DPRD Tabanan, I Wayan Lara, di Gedung DPRD Tabanan, Rabu (25/3/2026). Dua sektor tersebut dinilai masih menjadi pekerjaan rumah utama yang perlu penanganan berkelanjutan oleh pemerintah daerah.

I Wayan Lara menegaskan, persoalan sampah hingga kini masih menjadi prioritas utama, baik dari sisi sistem pengelolaan maupun ketersediaan lahan penunjang. “Fokus kami tetap pada pengelolaan sampah dan jalan, karena dua hal ini sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya usai rapat.

Di sektor infrastruktur, Komisi II mencermati kondisi jalan di Kabupaten Tabanan yang secara umum telah menunjukkan capaian positif. Berdasarkan data tahun 2025, sekitar 80 persen ruas jalan berada dalam kondisi baik. Namun, masih terdapat sejumlah titik yang membutuhkan perbaikan lanjutan.

Menurutnya, kendala utama bukan pada ketiadaan anggaran, melainkan keterbatasan alokasi yang tersedia untuk pemeliharaan. Hal ini disebabkan sebagian besar ruas jalan telah masuk kategori baik, sehingga anggaran difokuskan secara selektif pada ruas yang masih memerlukan penanganan.

Komisi II DPRD Tabanan memastikan akan terus mengawal upaya perbaikan jalan yang belum tuntas, guna menjamin aksesibilitas masyarakat secara merata. Selain itu, pihaknya juga mendorong pemerintah daerah untuk menyusun skala prioritas penganggaran yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Pembahasan lanjutan terkait strategi penanganan sampah serta optimalisasi anggaran pemeliharaan jalan akan kembali dibahas dalam rapat kerja berikutnya. (pmc)

Koster Kukuhkan Ribuan Pengurus PDIP Tabanan, Perkuat Mesin Partai hingga Tingkat Banjar

TABANAN, PANTAUBALI.COM — Struktur organisasi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kabupaten Tabanan semakin diperkuat. Ketua DPD PDIP Provinsi Bali, Wayan Koster, secara resmi mengukuhkan ribuan pengurus partai mulai dari tingkat PAC, ranting hingga anak ranting masa bakti 2025–2030, Selasa (24/3/2026).

Pengukuhan yang berlangsung di Gedung Kesenian I Ketut Marya itu turut dihadiri Ketua DPC PDIP Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, beserta jajaran pengurus partai.

Dalam arahannya, Koster menegaskan bahwa pengukuhan tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk penugasan kepada kader untuk memperkuat kerja-kerja politik di tengah masyarakat. Ia menyebut para pengurus yang dikukuhkan merupakan ujung tombak partai dalam menjaga ideologi serta memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke akar rumput.

“Kader yang dikukuhkan hari ini harus mampu bekerja nyata, menjaga soliditas, serta menggerakkan masyarakat dengan semangat kebersamaan dan gotong royong,” tegasnya.

Selain itu, Koster juga mengingatkan pentingnya menjadikan nilai-nilai kearifan lokal, khususnya konsep Sad Kerthi, sebagai landasan dalam setiap gerakan partai di Bali. Hal tersebut dinilai sejalan dengan visi pembangunan daerah yang menitikberatkan pada keseimbangan antara alam, manusia, dan budaya.

Ia juga mengapresiasi capaian konsolidasi partai di Bali yang dinilai cepat dan solid hingga ke tingkat bawah. Menurutnya, kekuatan struktur yang terbangun harus diimbangi dengan pengabdian nyata kepada masyarakat.

Sementara itu, Sanjaya menegaskan bahwa pengukuhan ribuan pengurus ini menjadi bukti kuatnya mesin partai di Tabanan. Dengan struktur yang lengkap hingga tingkat banjar, ia optimistis program-program kerakyatan dapat dijalankan secara maksimal.

“Dengan jumlah pengurus yang besar dan solid, mesin partai akan bergerak satu komando untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Adapun total pengurus yang dikukuhkan mencapai lebih dari lima ribu orang, terdiri dari jajaran DPC, PAC, pengurus ranting di desa/kelurahan, hingga anak ranting di tingkat banjar atau lingkungan.

Sanjaya berharap seluruh kader mampu menjadi garda terdepan dalam menyerap aspirasi masyarakat sekaligus mengawal pembangunan daerah agar tetap sejalan dengan visi partai dan kebutuhan masyarakat Tabanan. (rls)

Mobil Terjun ke Jurang di Tabanan, Lima Penumpang Alami Luka Ringan

Evakuasi mobil Daihatsu Feroza yang terperosok ke jurang sedalam 8 meter di Jalan Payangan–Apuan, Tabanan.
Evakuasi mobil Daihatsu Feroza yang terperosok ke jurang sedalam 8 meter di Jalan Payangan–Apuan, Tabanan.

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Sebuah mobil Daihatsu Feroza bernomor polisi DK 1526 FAA terperosok ke jurang sedalam sekitar 8 meter di jalur Payangan–Apuan, tepatnya di kawasan  Banjar Dinas Kalibalang, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Selasa (24/3/2026) siang.

Mobil tersebut mengangkut lima orang yang diketahui merupakan pegawai Dinas Pertanian Tabanan. Kendaraan sempat terguling sebelum akhirnya berhenti di dasar jurang.

Kasi Humas Polres Tabanan, AKP Gusti Made Berata, membenarkan kejadian tersebut. Ia memastikan tidak ada korban jiwa dan seluruh penumpang mengalami luka ringan.

“Tidak ada korban meninggal dunia maupun luka berat. Lima orang penumpang dilaporkan mengalami luka ringan,” ujarnya.

Kelima korban terdiri dari pengemudi berinisial IMW (53), serta empat penumpang, yakni KAW (43), IDNT (56), IGAS (30), dan IPYAS (41). Mereka langsung dilarikan ke Puskesmas Marga untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut keterangan polisi, kecelakaan bermula saat mobil melaju dari arah utara (Apuan) menuju selatan (Payangan). Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan diduga melindas gundukan batu di sisi kiri jalan.

Akibatnya, ban kiri depan mobil terangkat sehingga pengemudi panik dan membanting setir ke kiri, mengakibatkan mobil oleng dan terperosok ke jurang.

“Diduga pengemudi panik setelah ban depan kiri terangkat akibat melindas batu, sehingga kendaraan oleng dan jatuh ke jurang,” jelas AKP Berata.

Petugas kepolisian dari Polsek Marga bersama Tim SAR setempat segera melakukan evakuasi kendaraan dan membantu penumpang keluar dari jurang. Evakuasi mobil memerlukan alat berat karena posisi kendaraan yang cukup dalam.

AKP Berata mengimbau para pengendara agar selalu berhati-hati dan mengutamakan keselamatan. RAN

WNA Asal Belanda Tewas Usai Diserang Dengan Sajam di Vila

Petugas melakukan olah TKP di lokasi penikaman WNA Belanda di Kuta Utara. (Foto: Istimewa)
Petugas melakukan olah TKP di lokasi penikaman WNA Belanda di Kuta Utara. (Foto: Istimewa)

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Belanda berinisial RP (49) ditemukan bersimbah darah setelah diserang dengan senjata tajam di depan sebuah villa kawasan Kuta Utara, Badung, Senin (23/3/2026) malam. Korban meninggal dunia akibat luka parah yang dialami dan diduga kehabisan darah.

Ps. Kasubsi Penmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, menjelaskan peristiwa bermula sekitar pukul 22.00 WITA. Saat itu, korban berjalan bersama kekasihnya berinisial PI (30).

Berdasarkan keterangan saksi, ada dua orang laki-laki berboncengan motor matic warna hitam mendekati mereka. Pelaku yang mengendarai mengenakan jaket ojol hitam, helm hitam, dan masker biru. Sedangkan yang dibonceng memakai kaos oranye tanpa helm.

“Korban sempat berhenti dan meminta kekasihnya untuk mengunci villa. Tak lama kemudian korban diserang dengan pisau,” tambahnya.

Saksi inisial KPTAP (34), yang sedang melakukan persembahyangan di dekat lokasi, mengaku sempat mendengar teriakan dari arah TKP. “Ketika menoleh, saksi melihat diduga dua pelaku meninggalkan lokasi dengan motor Vario hitam, dan salah satunya membawa pisau. Karena bersenjata, saksi tidak berani mendekat,” ujar saksi.

Petugas identifikasi Polres Badung menemukan sejumlah barang bukti di lokasi, termasuk mata pisau, kacamata, handphone, serta sepatu korban dan saksi. Korban mengalami luka robek parah di pipi kiri hingga telinga, kepala, leher, bahu, lengan, punggung, dan paha.

“Setibanya di RS BIMC, korban sudah tidak sadarkan diri dan meninggal dunia pukul 23.29 WITA akibat kehilangan banyak darah,” tambah Inastuti.

Menurut keterangan saksi dan tim identifikasi, tidak ditemukan adanya barang yang hilang dari korban maupun villa.

“Dugaan awal, pelaku hanya dua orang. Identitas mereka masih dalam penyelidikan, dan kami tengah menelusuri rekaman CCTV di jalur sekitar TKP,” jelas Inastuti. RAN

Buntut Unggahan Hina Nyepi di Medsos, Bule asal Swiss Ditetapkan Tersangka

WNA asal Swiss, LAZ, saat diamankan petugas Subdit III Ditreskrimum Polda Bali terkait unggahan yang menghina Hari Raya Nyepi.
WNA asal Swiss, LAZ, saat diamankan petugas Subdit III Ditreskrimum Polda Bali terkait unggahan yang menghina Hari Raya Nyepi.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Swiss, inisial LAZ, ditangkap Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Bali setelah unggahan di akun Instagramnya dianggap menghina Hari Raya Nyepi.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Bali, Kombes Pol. Ariasandy, S.I.K., menjelaskan, kasus ini berawal pada Jumat (20/3/2026) ketika akun Instagram @luzzysun memposting story berisi kalimat: “a day of silence where you’re not allowed to go outside in Bali is pretty peaceful outside :), Fuck Nyepi Day and Fuck Your Rules Too”.

Unggahan tersebut diduga menimbulkan kebencian terhadap umat Hindu di Indonesia.

“Setelah identitas pemilik akun diketahui, petugas melakukan pencarian hingga akhirnya tersangka berada di rumah Ni Luh Djelantik di Mengwi, Badung, dan diamankan untuk penyelidikan lebih lanjut,” kata Kombes Ariasandy.

Usai gelar perkara, tersangka Luzian Andrin Zgraggen resmi ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Rutan Polda Bali. Tersangka dijerat Pasal 301 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, yang mengatur penyebaran tulisan, gambar, atau rekaman yang mengandung tindak pidana terhadap agama dan kepercayaan melalui teknologi informasi.

Kombes Ariasandy menegaskan, unsur-unsur pasal tersebut telah terpenuhi, mulai dari identitas pelaku, media yang digunakan, hingga maksud agar unggahan diketahui publik.

Penyidik pun merencanakan sejumlah langkah tindak lanjut, termasuk pengiriman SPDP, penyitaan ponsel tersangka, pemeriksaan akun Instagram, dan pemeriksaan saksi-saksi terkait.

“Polda Bali menegaskan komitmen untuk menindak setiap bentuk penyebaran konten yang dapat menimbulkan permusuhan atau kebencian terhadap golongan tertentu, termasuk yang berkaitan dengan kepercayaan dan hari raya umat Hindu di Bali,” tegas Kombes Ariasandy. RAN

Wisatawan Nusantara Dominasi Lonjakan Kunjungan di Tanah Lot Saat Libur Lebaran

TABANAN, PANTAUBALI.COM – Momentum libur Hari Raya Idul Fitri membawa berkah bagi destinasi wisata Tanah Lot. Daya Tarik Wisata (DTW) yang terkenal dengan panorama pura di atas batu karang ini mencatat lonjakan kunjungan signifikan, didominasi wisatawan domestik.

Selama periode libur Lebaran, jumlah kunjungan harian ke Tanah Lot menembus lebih dari 4.000 orang. Angka tersebut meningkat tajam dibandingkan rata-rata kunjungan normal yang berkisar sekitar 1.500 wisatawan per hari. Tingginya animo ini menunjukkan bahwa masyarakat memanfaatkan libur panjang keagamaan untuk berwisata bersama keluarga.

Di sisi lain, manajemen DTW Tanah Lot juga mencermati dinamika global yang berdampak pada pergerakan wisatawan mancanegara. Ketegangan geopolitik, khususnya di kawasan Timur Tengah, disebut berpengaruh terhadap penurunan jumlah kunjungan wisatawan dari wilayah tersebut.

Meski demikian, kondisi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap total kunjungan. Wisatawan asal India dan China masih mendominasi pasar mancanegara, sementara kontribusi wisatawan Timur Tengah relatif kecil. Kuatnya pergerakan wisatawan domestik menjadi faktor utama yang menjaga stabilitas kunjungan selama libur Idul Fitri.

Mayoritas wisatawan lokal yang datang ke Tanah Lot tercatat berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kehadiran mereka menjadi penopang utama sektor pariwisata di tengah ketidakpastian global.

Untuk meningkatkan daya tarik kunjungan, pengelola juga menghadirkan hiburan budaya berupa pertunjukan seni tradisional Joged Bumbung yang digelar menjelang matahari terbenam. Atraksi ini menjadi favorit wisatawan karena menghadirkan interaksi langsung sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya Bali.

Dengan berbagai strategi tersebut, pengelola DTW Tanah Lot berkomitmen menjaga kualitas layanan serta memberikan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri. (pmc)

Pria Lansia Ditemukan Meninggal Membusuk Dalam Kamar di Denpasar

Petugas kepolisian melakukan olah TKP penemuan jasad pria lansia di sebuah kamar di Denpasar Timur.
Petugas kepolisian melakukan olah TKP penemuan jasad pria lansia di sebuah kamar di Denpasar Timur.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Seorang pria lanjut usia berinisial S (69) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar rumahnya di kawasan Jalan Letda Tantular, Gang Merpati, Desa Dangin Puri Kelod, Denpasar Timur, Minggu (22/3/2026) pagi. Saat ditemukan, kondisi korban sudah membusuk.

Penemuan jasad korban pertama kali diketahui sekitar pukul 08.00 Wita oleh seorang saksi berinisial YY ang mencium bau tidak sedap saat melintas di depan lokasi kejadian.

Menurut keterangan saksi, saat itu dirinya hendak berolahraga ke Lapangan Renon. Namun, di depan rumah korban, ia mencium bau menyengat seperti bangkai.

“Awalnya saya kira bangkai tikus. Setelah dicek, memang ada bangkai tikus, tapi bau masih menyengat. Saya lalu masuk ke halaman rumah korban yang pagarannya tidak terkunci,” ungkapnya.

Saat berada di dalam, saksi melihat adanya aktivitas binatang dari arah kamar korban. Ia kemudian mengintip dari celah pintu dan mendapati korban sudah tergeletak di lantai dalam kondisi tidak bernyawa serta mengeluarkan bau busuk. Temuan itu langsung dilaporkan kepada warga sekitar.

Saksi lainnya, NNK , mengaku terakhir bertemu korban pada 17 Maret 2026. Saat itu, korban sempat datang ke warungnya untuk membeli kopi dan mengeluh sedang sakit.

“Korban bilang sedang tidak enak badan. Saya sempat menyarankan untuk ke dokter, tapi korban mengatakan nanti akan membeli obat sendiri,” ujarnya.

Dua hari kemudian, saksi sempat mendatangi rumah korban untuk mengantarkan makanan, namun tidak mendapat respons meski sudah memanggil dan mengetuk pintu kamar.

Sementara itu, saksi lain berinisial A.A.D.P. menerima informasi dari warga terkait adanya mayat di dalam kamar korban. Ia kemudian menuju lokasi dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Petugas Inafis Polresta Denpasar yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan korban dalam posisi tengkurap di lantai kamar. Kondisi jasad sudah dikerumuni lalat dan belatung, menandakan korban telah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.

Korban saat ditemukan mengenakan kemeja lengan panjang bergaris warna biru abu-abu dan sarung kotak-kotak warna kuning.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan pihak kepolisian telah melakukan serangkaian tindakan di lokasi kejadian.

“Petugas menerima laporan dari masyarakat, kemudian mendatangi TKP, melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan tim medis untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar ke Rumah Sakit Umum Dharma Yadnya.

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan Unit Reskrim Polsek Denpasar Timur. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya, mengingat korban diketahui tinggal seorang diri. RAN

Tutup Jegeg Bungan Desa 2026, Bupati Apresiasi Kreativitas Pemuda dalam Festival Seni Budaya XIV

Bupati Adi Arnawa, secara resmi menutup perlombaan Jegeg Bungan Desa 2026 serangkaian Festival Seni Budaya XIV Desa Adat Kuta ditandai dengan peniupan Sungu di Open Stage Majelangu, Pura Segara Kuta, Sabtu (21/3).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, secara resmi menutup perlombaan Jegeg Bungan Desa 2026 yang menjadi bagian dari rangkaian Festival Seni Budaya XIV Desa Adat Kuta. Prosesi penutupan ditandai dengan peniupan Sungu di Open Stage Majelangu, Pura Segara Kuta, Sabtu (21/3/2026).

 

Dalam acara tersebut, Bupati hadir didampingi Ketua DPRD Badung I Gst Anom Gumanti, Ketua TP. PKK Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, anggota DPRD Badung I Nyoman Graha Wicaksana, Ketua Gatriwara Badung Nyonya Ayu Trisna Anom Gumanti, Camat Kuta D. Ngurah Bayudewa, unsur Tripika Kecamatan Kuta, Lurah Kuta I Putu Dedik Adi Ardiana, Bendesa Adat Kuta I Komang Alit Ardana, serta tokoh masyarakat setempat.

 

Sebagai bentuk apresiasi nyata terhadap pelestarian seni dan budaya di wilayah Kuta, Bupati Adi Arnawa menyerahkan bantuan dana motivasi sebesar Rp 50 juta.

 

Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi Desa Adat Kuta dalam menyelenggarakan festival tahunan ini. “Atas nama pribadi dan Pemkab Badung, saya sangat mengapresiasi penyelenggaraan Festival Seni Budaya XIV Desa Adat Kuta serta Lomba Jegeg Bungan Desa 2026. Tema ‘Samudramanthana’ ini merupakan wujud kreativitas dan kecintaan masyarakat terhadap warisan budaya bangsa yang adiluhur,” ungkap Adi Arnawa.

 

Ia menambahkan, mengingat pariwisata Badung berbasis budaya, kegiatan ini adalah implementasi pariwisata berkelanjutan. Melalui ajang ini, diharapkan generasi muda dapat memberi pengaruh positif serta menjadi pelopor yang peduli akan keberlanjutan pariwisata di Kabupaten Badung.

 

Adi Arnawa juga menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk terus mendampingi kreativitas masyarakat, termasuk memberikan reward bagi mereka yang berprestasi. “Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan seni dan budaya. Bagi masyarakat yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat provinsi maupun nasional, akan diberikan penghargaan berupa insentif sebagai bentuk motivasi agar terus berkarya lebih baik,” ujarnya.

 

Sementara itu, Bendesa Adat Kuta, I Komang Alit Ardana, melaporkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan termasuk perayaan Hari Suci Nyepi di wilayah Kuta berjalan dengan tertib, aman, dan tanpa pelanggaran. Hal ini menjadi bukti tingginya kesadaran masyarakat dalam menjalankan Catur Brata Penyepian

 

Ia menjelaskan bahwa Festival Seni Budaya ke-XIV ini telah berlangsung sejak 7 Maret 2026 dengan berbagai perlombaan dan kegiatan budaya, yang puncaknya ditandai dengan penutupan Lomba Jegeg Bungan Desa. “Samudramanthana ini terinspirasi dari konsep yang melambangkan proses perjuangan, kerjasama serta usaha yang dilakukan secara bersama-sama untuk mencapai keseimbangan dan keharmonisan kehidupan, samudra menjadi simbul-simbul kehidupan sekaligus menjadi inspirasi dalam berkarya, berproses dan berimplementasi,” ucapnya. (rls)

 

Bupati Adi Arnawa Hadiri Dresta Lango dan Dharma Shanti XX, Perkuat Tradisi Jadi Kekuatan Ekonomi Badung

Bupati Wayan Adi Arnawa Bersama Nyonya Rasniathi Adi Arnawa saat menghadiri perhelatan Dresta Lango dan Dharma Shanti XX Desa Adat Bualu di Catus Pata Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (20/3).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menghadiri perhelatan Dresta Lango dan Dharma Shanti XX Desa Adat Bualu yang berpusat di Catus Pata Desa Adat Bualu, Kecamatan Kuta Selatan, Jumat (20/3/2026). Kehadiran Bupati yang didampingi Nyonya Rasniathi Adi Arnawa ini menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap pelestarian tradisi di tengah gempuran modernisasi.

 

Acara tahunan ini turut disaksikan oleh anggota DPRD Provinsi Bali I Ketut Tama Tenaya, Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, anggota DPRD Badung I Made Reta dan I Nyoman Karyana, Camat Kuta Selatan I Ketut Gede Arta, Lurah Benoa I Wayan Karang Subawa, Bendesa Adat Bualu I Made Suarma, tokoh masyarakat setempat.

 

Dresta Lango dan Dharma Shanti merupakan panggung kreativitas masyarakat Bualu yang mengintegrasikan seni, tradisi, dan ekonomi kerakyatan melalui lomba ogoh-ogoh, pameran UMKM, lomba gebogan bunga, hingga Fruit Carving.

 

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa menekankan bahwa kegiatan ini adalah pilar penting dalam menjaga kohesi sosial dan identitas budaya Bali. “Kegiatan ini secara tidak langsung sebagai bentuk pelestarian seni dan budaya Bali, dan juga sebagai sarana untuk mempererat tali persaudaraan antara masyarakat Desa Adat Bualu. Kami mendukung penuh inisiatif seperti ini, yang memberi ruang bagi kreativitas dan melibatkan generasi muda dalam menjaga warisan budaya,” ujarnya.

 

Ia menambahkan bahwa kekuatan tradisi yang konsisten terjaga akan menjadi daya tarik magnet bagi sektor pariwisata yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga. “Sebagai daerah pariwisata, Bali menjadikan budaya sebagai kekuatan ekonomi yang tak terpisahkan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya untuk memperkenalkan seni dan tradisi Bali kepada wisatawan, serta mengangkat potensi pariwisata di Bali khususnya Badung,” jelas Bupati Adi Arnawa.

 

Dukungan Pemkab Badung terhadap kreativitas generasi muda (Yowana) memang tergolong masif. Hal ini terlihat dari besaran apresiasi pada ajang Badung Fest, di mana Juara I ogoh-ogoh mendapatkan Rp 500 juta, Juara II Rp 450 juta, Juara III Rp 400 juta, dan Rp 350 juta untuk Juara Harapan I serta bantuan dana partisipasi sebesar Rp 200 juta bagi setiap peserta.

 

Ketua Panitia, Suwirya, melaporkan bahwa agenda dalam rangkaian Rahina Suci Nyepi Caka 1948 ini mengusung tema “Dahaning Sira Parinama”. Tema tersebut melambangkan api semangat transformasi masyarakat pesisir Desa Adat Bualu.

 

Pelaksanaan kegiatan ini berlandaskan pada instruksi PHDI, MDA Provinsi Bali, juknis Dinas Kebudayaan terkait lomba ogoh-ogoh 2026 serta Berita Acara Prajuru Desa Adat Bualu tanggal 28 Februari 2026, dan Surat Keputusan Bendesa Adat Bualu tentang pembentukan Panitia Dresta Lango Dharma Shanti ke-XX Tahun 2026.

 

Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan budaya Bali melalui pengembangan kreativitas generasi muda, khususnya pemuda-pemudi di Desa Adat Bualu, agar terus menjaga seni adat dan budaya Bali.

 

Selain pawai ogoh-ogoh di Catus Pata yang diikuti oleh Sekaa Teruna se-Desa Adat Bualu dan menjadi daya tarik utama bagi tamu hotel dan wisatawan mancanegara, rangkaian acara juga diisi dengan gotong royong lintas krama serta prosesi Melasti di Pesisir Pantai Nusa Dua. (rls)

Polda Bali Amankan Sholat Idul Fitri di Renon, Wujud Nyata Toleransi di Pulau Dewata

Personel Polda Bali melakukan pengamanan pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (20/3/2026).
Personel Polda Bali melakukan pengamanan pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat (20/3/2026).

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Bali kembali menegaskan predikatnya sebagai pulau toleransi. Setelah sukses mengawal rangkaian Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1948 yang berlangsung khidmat, jajaran Polda Bali kini memastikan pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah berjalan aman dan lancar.

Pengamanan dilakukan dalam Operasi Ketupat Agung-2026 dengan pusat kegiatan di Lapangan Niti Mandala Renon, Jumat (20/3/2026). Sejak pagi, aparat kepolisian telah disiagakan di berbagai titik strategis guna mengantisipasi potensi gangguan serta menjamin kelancaran ibadah yang dihadiri ratusan hingga ribuan jamaah.

Direktur Pengamanan Objek Vital Polda Bali yang juga Kasatgas Preventif Ops Ketupat Agung-2026, Musni Arifin, turun langsung memantau jalannya pengamanan di lapangan. Ia memastikan seluruh personel menjalankan tugas sesuai rencana operasi yang telah ditetapkan.

“Kami memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan sesuai rencana operasi. Kehadiran kami untuk memberikan rasa aman dan nyaman, sehingga masyarakat dapat melaksanakan Sholat Idul Fitri dengan khusyuk,” ujarnya.

Selain fokus di area utama pelaksanaan ibadah, pengamanan juga diperketat di kawasan parkir. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas, khususnya pencurian kendaraan bermotor.

Secara umum, pelaksanaan Sholat Idul Fitri di Lapangan Niti Mandala Renon berlangsung aman, tertib, dan penuh kekhidmatan. Situasi ini mencerminkan kuatnya nilai toleransi serta kebersamaan antarumat beragama yang terus terjaga di Bali.

Menutup pernyataannya, Musni Arifin menyampaikan ucapan selamat kepada umat Muslim yang merayakan.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Semoga kita semua senantiasa diberkahi kedamaian dan kebahagiaan,” tutupnya. RAN