- Advertisement -
Beranda blog Halaman 11

Belasan Pelaku Pencurian Dibekuk Polres Badung Selama Juni 2026

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Kepolisian Resor (Polres) Badung bersama jajaran polsek berhasil mengungkap 17 kasus tindak pidana pencurian yang terjadi sepanjang Juni 2026. Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 17 tersangka berhasil diamankan dan seluruhnya merupakan pria dewasa.

Kapolres Badung AKBP Joseph Edward Purba menjelaskan, dari total laporan yang ditangani terdapat 10 kasus pencurian biasa (cusa) dan tujuh kasus pencurian dengan pemberatan (curat). Dari seluruh tersangka yang diamankan, satu orang diketahui merupakan residivis.

“Sebanyak 17 tersangka berhasil kami amankan dan seluruhnya merupakan laki-laki dewasa. Dari jumlah tersebut, satu orang merupakan residivis,” ujar AKBP Joseph saat konferensi pers di Lobby Polres Badung, Senin (6/7/2026).

Ia merinci, Satreskrim Polres Badung menangani lima kasus yang terdiri atas empat pencurian biasa dan satu pencurian dengan pemberatan. Sementara Polsek Kuta Utara mengungkap tujuh kasus, Polsek Abiansemal empat kasus, dan Polsek Mengwi satu kasus.

Menurutnya, aksi pencurian terjadi di berbagai lokasi, mulai dari kawasan permukiman, vila, areal persawahan, hingga pertokoan dan warung. Meski demikian, selama Juni 2026 tidak ditemukan kasus pencurian dengan kekerasan (curas) di wilayah hukum Polres Badung.

“Selama bulan Juni tidak ada kejadian pencurian dengan kekerasan di wilayah hukum Polres Badung. Motif yang paling banyak ditemukan adalah faktor ekonomi atau untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” jelasnya.

Dalam pengungkapan kasus pencurian biasa, polisi menyita berbagai barang bukti berupa lima unit sepeda motor, delapan telepon genggam termasuk dua unit iPhone, satu unit laptop, satu kamera, satu drone DJI, satu lensa kamera, dua botol minuman beralkohol, serta sejumlah peralatan pertukangan.

Sementara itu, barang bukti dari kasus pencurian dengan pemberatan meliputi satu unit mobil Toyota Calya, satu sepeda motor, satu speaker, satu televisi, kabel fiber optik ADSS 12 core sepanjang 1.477 meter, serta 24 bungkus rokok dari berbagai merek.

Seluruh tersangka dijerat dengan ketentuan pidana pencurian dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman hukuman penjara antara lima hingga tujuh tahun.

Kapolres menegaskan, Polres Badung akan terus meningkatkan patroli, pengamanan, dan langkah pencegahan untuk menekan angka kriminalitas. Ia juga mengajak masyarakat agar tidak ragu melaporkan setiap tindak kejahatan melalui layanan darurat 110 maupun kantor polisi terdekat.

“Kami berkomitmen memberikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat serta meningkatkan pengamanan hingga ke wilayah banjar yang dinilai rawan tindak kriminal,” tegasnya. RAN.

Wayang Kulit Duta Badung Gaungkan Nilai Atma Kerthi di Panggung PKB 2026

Wayang Kulit Duta Badung Gaungkan Nilai Atma Kerthi di Panggung PKB 2026

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Duta Kabupaten Badung dari Sanggar Seni Dhanan Jaya, Banjar Pengayehan, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, sukses menampilkan garapan wayang kulit klasik bertajuk “Kresna Duta Durjana” dalam Utsawa (Parade) Wayang Kulit Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Pementasan yang berlangsung di depan Gedung Kriya, Taman Budaya Art Center Denpasar, Senin (6/7/2026), mendapat perhatian penonton berkat penyajian cerita yang sarat nilai filosofis.

Sebanyak 29 seniman terlibat dalam garapan tersebut. Kisah yang diangkat merupakan bagian dari epos Mahabharata yang menggambarkan pergulatan batin Maharaja Yudistira saat harus menghadapi perang melawan saudara, keluarga, hingga gurunya sendiri. Melalui nasihat Prabu Kresna dan dorongan Bima, Yudistira diyakinkan bahwa menegakkan dharma merupakan kewajiban yang harus dijalankan meski harus menghadapi konsekuensi besar.

Dalang sekaligus Ketua Sanggar Seni Dhanan Jaya, I Made Ariawan, menjelaskan pemilihan lakon “Kresna Duta Durjana” disesuaikan dengan tema PKB tahun ini, yakni Atma Kerthi, yang menitikberatkan pada pemuliaan jiwa.

Menurutnya, dalam ajaran kepahlawanan seorang ksatria, pengabdian tertinggi diwujudkan melalui keberanian mempertahankan kebenaran. Karena itu, kisah tersebut dinilai relevan untuk menyampaikan makna tentang penghormatan terhadap perjalanan atman dalam kehidupan.

Ia mengatakan, pementasan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga mengandung pesan moral agar masyarakat senantiasa menjaga keseimbangan hidup, menghargai diri sendiri, serta mempersiapkan perjalanan spiritual dengan menjalankan kebajikan semasa hidup.

“Melalui cerita ini kami ingin mengajak masyarakat untuk menghargai atman, baik selama masih berada dalam raga maupun ketika telah meninggalkan kehidupan dunia,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, menegaskan Pemerintah Kabupaten Badung terus memberikan dukungan kepada para seniman yang tampil mewakili daerah dalam ajang PKB sebagai bagian dari upaya melestarikan seni, adat, dan budaya Bali.

Menurutnya, kesenian wayang kulit bukan sekadar pertunjukan tradisional, tetapi juga menjadi media pendidikan karakter karena memuat berbagai nilai kehidupan yang tetap relevan hingga saat ini.

“Wayang menyimpan banyak ajaran dan filosofi yang dapat menjadi pedoman dalam membentuk karakter masyarakat, khususnya generasi muda. Nilai-nilai yang diwariskan leluhur melalui seni tradisi inilah yang harus terus dijaga dan dilestarikan,” katanya.

Melalui penampilan tersebut, Duta Kabupaten Badung tidak hanya menyuguhkan kualitas artistik dalam seni pedalangan, tetapi juga berhasil menyampaikan pesan moral mengenai pentingnya menegakkan dharma serta memuliakan atman, sejalan dengan semangat yang diusung PKB XLVIII Tahun 2026. (rls/kjs/bdg)

Wayang Kulit Duta Badung Angkat Nilai Atma Kerthi di Panggung PKB XLVIII

Wayang Kulit Duta Badung Angkat Nilai Atma Kerthi di Panggung PKB XLVIII

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Nilai-nilai dharma dan penghormatan terhadap atman menjadi pesan utama yang diusung Duta Kabupaten Badung dalam Utsawa (Parade) Wayang Kulit pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Sanggar Seni Dhanan Jaya, Banjar Pengayehan, Desa Cemagi, Kecamatan Mengwi, menampilkan lakon klasik “Kresna Duta Durjana” di panggung depan Gedung Kriya, Taman Budaya Art Center Denpasar, Senin (6/7/2026).

Pementasan yang melibatkan 29 seniman tersebut mengangkat salah satu episode dalam kisah Mahabharata. Cerita berpusat pada pergulatan batin Raja Yudistira yang dihadapkan pada pilihan sulit antara mempertahankan hubungan kekeluargaan atau menegakkan kebenaran melalui perang Bharatayudha.

Dalam alur cerita, Yudistira akhirnya diyakinkan oleh Prabu Kresna bahwa seorang ksatria memiliki kewajiban menegakkan dharma meskipun harus berhadapan dengan sanak saudara dan guru sendiri. Lakon itu menegaskan bahwa pengabdian seorang ksatria tidak hanya diwujudkan melalui keberanian, tetapi juga kesiapan menjalankan kewajiban demi kebenaran.

Dalang sekaligus Ketua Sanggar Seni Dhanan Jaya, I Made Ariawan, mengatakan pemilihan lakon Kresna Duta Durjana disesuaikan dengan tema PKB tahun ini, yakni Atma Kerthi, yang menitikberatkan pada upaya memuliakan perjalanan atman.

Menurutnya, kisah tersebut mengandung ajaran agar manusia mampu menghormati keberadaan atman sejak masih menyatu dengan raga hingga menjalani perjalanan spiritual setelah kematian. Nilai itu disampaikan melalui dialog dan petuah para tokoh pewayangan yang menjadi inti pertunjukan.

Selain mengangkat ajaran spiritual, pementasan juga menjadi media penyampaian nilai moral kepada masyarakat. Wayang kulit dinilai tetap relevan sebagai sarana pendidikan karakter karena memuat berbagai pesan tentang kejujuran, tanggung jawab, keberanian, serta pengabdian terhadap kebenaran.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Gede Sukadana, menyatakan Pemerintah Kabupaten Badung terus memberikan dukungan terhadap para pelaku seni yang tampil di ajang PKB sebagai bagian dari upaya pelestarian seni tradisi Bali.

Menurutnya, wayang kulit merupakan salah satu warisan budaya yang kaya akan nilai filosofis dan layak terus diperkenalkan kepada generasi muda. Melalui cerita-cerita klasik yang sarat makna, masyarakat tidak hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga memperoleh pembelajaran mengenai nilai kehidupan dan karakter yang diwariskan para leluhur.

Penampilan Sanggar Seni Dhanan Jaya menjadi salah satu upaya menjaga eksistensi wayang kulit di tengah perkembangan zaman. Melalui pengemasan yang tetap berpijak pada pakem tradisi, kesenian klasik tersebut diharapkan terus diminati sekaligus menjadi media pelestarian budaya Bali bagi generasi penerus. (rls/kmfbdg)

Revitalisasi Bale Sikap Hidupkan Jejak Prajurit Munggu di Panggung PKB XLVIII

Revitalisasi Bale Sikap Hidupkan Jejak Prajurit Munggu di Panggung PKB XLVIII

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Upaya pelestarian kesenian klasik Bali kembali mendapat ruang dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Komunitas Seni Grahasta Bawera dari Banjar Pengayehan, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, yang tampil sebagai Duta Kabupaten Badung, menghadirkan pergelaran revitalisasi kesenian klasik bertajuk “ELING” di Kalangan Angsoka, Taman Budaya Bali, Senin (6/7/2026).

Garapan tersebut tidak hanya menyuguhkan estetika seni pertunjukan, tetapi juga mengangkat kembali sejarah para prajurit Desa Adat Munggu yang selama ini menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat setempat. Melalui konsep revitalisasi Bale Sikap, komunitas seni itu berupaya menghidupkan kembali warisan budaya yang mulai jarang dikenal generasi muda.

Selama sekitar 90 menit, penonton disuguhi perpaduan tabuh klasik, tari Baris, tari Topeng, dan lantunan gerong yang dikemas dalam satu alur dramatik. Sebanyak 36 seniman terlibat dalam pementasan tersebut, terdiri atas 22 penabuh, delapan penari Baris, empat penari Topeng, serta dua penembang. Seluruh materi dipersiapkan melalui proses latihan intensif selama kurang lebih tiga bulan.

Ketua Komunitas Seni Grahasta Bawera sekaligus penata tabuh, I Kadek Sugiarta, mengatakan garapan ELING berangkat dari hasil penelusuran sejarah mengenai keberadaan Bale Sikap yang menjadi bagian dari kearifan lokal Desa Adat Munggu.

Menurutnya, Bale dimaknai sebagai prajurit, sedangkan Sikap menggambarkan pengorbanan. Filosofi tersebut merefleksikan dedikasi para leluhur yang mengabdikan hidupnya demi menjaga desa, adat, dan masyarakat.

Ia menjelaskan jejak sejarah para prajurit itu masih dapat ditelusuri melalui peninggalan Tameng Kolem yang tersimpan di Pura Dalem Kahyangan Wisesa. Warisan tersebut menjadi inspirasi utama dalam penyusunan konsep pertunjukan yang bertujuan mengingatkan masyarakat akan pentingnya menghargai jasa para pendahulu.

Sugiarta menilai revitalisasi kesenian klasik menjadi salah satu langkah strategis untuk menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya di tengah perkembangan zaman. Melalui seni pertunjukan, sejarah lokal dapat disampaikan kembali kepada masyarakat dengan cara yang lebih menarik sekaligus mudah dipahami oleh generasi muda.

Selain menonjolkan unsur sejarah, garapan ELING juga mengangkat pesan spiritual mengenai pentingnya menjaga keseimbangan lahir dan batin sebagaimana tercermin dalam konsep Atma Kerthi Jiwa Sidha Parisudha. Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui perpaduan musik, tari, vokal, serta simbol-simbol ritual yang membangun suasana sakral sepanjang pementasan.

Pergelaran itu sekaligus menjadi bukti komitmen Kabupaten Badung dalam menjaga keberlangsungan kesenian tradisi. Melalui dukungan Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung bersama Listibiya Kabupaten Badung, berbagai kesenian klasik yang mulai jarang dipentaskan terus didokumentasikan, direvitalisasi, dan diperkenalkan kembali kepada masyarakat melalui panggung PKB.

Penampilan ELING pun menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak sebatas mempertahankan bentuk kesenian, tetapi juga menjaga ingatan kolektif terhadap sejarah, pengabdian, dan nilai-nilai luhur yang diwariskan para leluhur sebagai bagian dari identitas Bali. (rls/kmfbdg)

Ketua GOW Badung Terima Kunjungan Kerja GOW Kabupaten Sekadau, Perkuat Silaturahmi dan Berbagi Pengalaman Organisasi

Ketua GOW Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta saat menerima kunjungan kerja GOW Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, di Sekretariat Balai Budaya Lantai III, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Senin (6/7).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta, menerima kunjungan kerja Gabungan Organisasi Wanita Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, di Sekretariat Balai Budaya Lantai III, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Senin (6/7/2026).

Rombongan GOW Kabupaten Sekadau dipimpin langsung oleh Ketua GOW Kabupaten Sekadau, Ny. Wiwin Atriana, beserta jajaran pengurus. Kunjungan tersebut turut dihadiri oleh para pengurus GOW Kabupaten Badung sebagai ajang mempererat silaturahmi sekaligus berbagi pengalaman dalam pengelolaan organisasi perempuan.

Ketua GOW Kabupaten Sekadau, Ny. Wiwin Atriana, menyampaikan bahwa kunjungan kerja ini bertujuan untuk mempererat hubungan antarlembaga sekaligus mempelajari berbagai program dan kegiatan yang telah dijalankan GOW Kabupaten Badung.

Menurutnya, GOW Kabupaten Badung dinilai berhasil mengembangkan berbagai program organisasi yang bermanfaat bagi masyarakat, sehingga dapat menjadi referensi dalam pengembangan program GOW Kabupaten Sekadau.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Badung, Ny. Yunita Alit Sucipta, menyampaikan apresiasi atas kunjungan kerja tersebut. Pihaknya menjelaskan berbagai kebijakan dan program yang telah dilaksanakan GOW Kabupaten Badung sejak terbentuk tiga tahun lalu, mulai dari kegiatan sosial kemasyarakatan hingga agenda rutin organisasi.

Ny. Yunita, yang juga menjabat sebagai Ketua WHDI Kabupaten Badung, menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan berbagai program tersebut tidak terlepas dari soliditas, kekompakan, dan semangat kebersamaan seluruh jajaran pengurus GOW Kabupaten Badung.

“melalui kunjungan ini, semoga kita dapat saling berbagi pengalaman dan bertukar pengetahuan dalam menjalankan organisasi yang kita cintai agar semakin maju ke depannya. semoga pula tali silaturahmi yang telah terjalin dapat terus dipererat melalui wadah organisasi ini,” ujarnya.

Ketua GOW Kabupaten Sekadau mengaku merasa senang dan mengapresiasi sambutan hangat yang diberikan GOW Kabupaten Badung. Ia menilai kunjungan tersebut memberikan banyak wawasan, informasi, serta kesempatan untuk saling bertukar gagasan mengenai berbagai program dan strategi pengembangan organisasi.

Sebagai penutup rangkaian kunjungan kerja, kedua ketua GOW saling bertukar cinderamata khas daerah masing-masing sebagai simbol persahabatan, kerja sama, dan komitmen untuk terus mempererat hubungan antardaerah melalui organisasi perempuan. (rls/bdg)

 

K3S Badung Buka Pelatihan Membuat Kue untuk PPKS di Kabupaten Badung

Ketua K3S Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa secara resmi membuka Pelatihan Membuat Kue untuk PPKS Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu (Yapi), Senin (6/7) di Gedung Yayasan MBM Kelurahan Kapal Mengwi.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Ketua Koordinator Kesejahteraan Sosial (K3S) Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, secara resmi membuka Pelatihan Membuat Kue untuk Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu (Yapi) yang berada di lingkungan panti asuhan se‑Kabupaten Badung, Senin (6/7/2026).  Kegiatan ini berlangsung di Gedung Yayasan Maha Bhoga Marga (MBM), Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, dan dilaksanakan secara bertahap mulai tanggal 6 hingga 11 Juli 2026.

 

Turut hadir dalam pembukaan tersebut Kepala Dinas Sosial Kabupaten Badung, Kepala Pengurus Yayasan Maha Bhoga Marga, Ketua dan pengelola panti asuhan se‑wilayah Badung, narasumber serta tenaga pelatih ahli membuat kue, dan undangan lainnya.

 

Dalam sambutannya, Ketua K3S Badung Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menyampaikan apresiasi yang setinggi‑tingginya dan menyambut baik terselenggaranya program ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud nyata upaya pemberdayaan yang tidak bersifat sesaat, melainkan dirancang agar dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang.

 

“Anak‑anak yatim, piatu, maupun yatim piatu yang tinggal di panti asuhan adalah generasi yang kehilangan sosok orang tua, namun tetap berhak mendapatkan pembinaan, kasih sayang, pendidikan, serta penghidupan yang layak sebagaimana anak lainnya. Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali mereka dengan keterampilan praktis yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

 

Lebih lanjut, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa berharap materi pembuatan kue yang disampaikan dapat meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri anak‑anak didik. “Tujuannya agar mereka memiliki bekal keterampilan untuk memenuhi haknya menuju kemandirian, bisa berusaha sendiri, serta memiliki masa depan yang lebih cerah dan tidak tergantung selamanya pada bantuan orang lain,” tambahnya.

 

Selama enam hari pelatihan, peserta akan diajarkan cara membuat berbagai jenis kue kering, kue basah, dan olahan roti yang banyak diminati pasar, mulai dari pemilihan bahan berkualitas, teknik pengolahan yang higienis, hingga cara pengemasan dan pemasaran sederhana.

 

Setelah rangkaian acara pembukaan selesai, Ketua K3S Badung beserta rombongan melanjutkan kunjungan langsung ke dua rumah warga yang tergolong rentan di wilayah Kelurahan Kapal. Pertama, mengunjungi Ni Ketut Rai Alit Artini di Lingkungan Banjar Titih, dan kedua menemui Ni Luh Putu Trisnayanti, penyandang disabilitas di Lingkungan Banjar Belulang. Dalam kunjungan tersebut, diserahkan bantuan berupa kursi roda dan paket sembako lengkap guna meringankan beban kebutuhan sehari‑hari serta mendukung aksesibilitas dan kenyamanan hidup mereka.

 

Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen K3S Badung dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat, tidak hanya melalui peningkatan keterampilan bagi anak‑anak panti, tetapi juga melalui bantuan langsung bagi warga rentan dan penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan kesejahteraan sosial yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Badung. (rls/bdg)

Rapat Paripurna DPRD Badung, Bupati Sampaikan Penjelasan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Bupati Adi Arnawa menyampaikan penjelasan terhadap Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Badung dalam rapat paripurna, di Ruang Sidang Utama Gosana, Gedung DPRD Badung, Senin, (6/7/2026).

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan penjelasan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 kepada DPRD Kabupaten Badung dalam rapat paripurna, sebagai bentuk pertanggungjawaban pengelolaan keuangan daerah yang telah diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI,  bertempat di Ruang Sidang Utama Gosana, Gedung DPRD Badung, Senin (6/7/2026).

Rapat paripurna dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti, serta dihadiri Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta, Pimpinan beserta anggota DPRD Badung, Forkopimda Badung, Sekda Badung IB Surya Suamba beserta Pimpinan Perangkat Daerah dilingkungan Pemkab Badung.

Dalam penjelasannya, Bupati Adi Arnawa mengatakan, penyampaian Ranperda tersebut merupakan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 77 Tahun 2020 yang mengatur Kepala Daerah wajib menyampaikan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD kepada DPRD setelah laporan keuangan diaudit BPK.

“Seluruh rangkaian pengelolaan keuangan daerah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, pertanggungjawaban hingga pengawasan merupakan bagian dari upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik dengan mengedepankan transparansi, akuntabilitas dan partisipatif,” kata Adi Arnawa.

Ia menjelaskan pula, Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Badung Tahun 2025 kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI Perwakilan Provinsi Bali. Capaian tersebut menjadi opini WTP ke-14 yang diraih Badung sejak pertama kali diperoleh pada laporan keuangan tahun 2011 serta mempertahankan predikat tersebut selama 12 tahun berturut-turut sejak 2014 hingga 2025.

Berdasarkan hasil audit, realisasi pendapatan daerah pada 2025 mencapai Rp. 9,107 triliun atau 81,13 persen dari target sebesar Rp. 11,226 triliun. Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi sebesar Rp. 8,063 triliun atau 79,20 persen dari target, sedangkan pendapatan transfer mencapai Rp. 1,043 triliun atau 99,94 persen dari target. “Memang dilihat realisasi PAD perlu lakukan evaluasi menyeluruh. Nanti kita memasang target tetap berdasarkan potensi, tetapi juga tidak pesimistis. Karena dibalik kita memasang target yang mungkin melebihi realisasi sekarang itu sebagai upaya kita memotivasi Bapenda semakin agresif melakukan pendataan potensi pajak di badung,” terangnya.

Sementara itu, realisasi belanja daerah mencapai Rp. 8,301 triliun atau 64,56 persen dari pagu anggaran sebesar Rp. 12,857 triliun. Belanja meliputi belanja operasi Rp. 4,866 triliun, belanja modal Rp. 2,082 triliun, belanja transfer Rp. 1,341 triliun, dan belanja tidak terduga Rp. 10,73 miliar.

Dengan capaian tersebut, APBD Kabupaten Badung Tahun Anggaran 2025 mencatat surplus sebesar Rp. 806,53 miliar, berbalik dari target awal yang direncanakan mengalami defisit Rp 1,63 triliun. Selain itu, Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) tercatat sebesar Rp. 1,192 triliun.

Adi Arnawa berharap pembahasan Ranperda pertanggungjawaban APBD 2025 dapat berjalan sesuai mekanisme yang berlaku hingga memperoleh persetujuan DPRD. “Kami berharap dokumen pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 ini dapat dibahas dan disetujui dalam masa persidangan ini sehingga semakin memperkuat tata kelola pemerintahan yang akuntabel serta memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Badung,” ujarnya. (rls/bdg)

Lansia Ditemukan Meninggal Mengapung di Perairan Benoa

Jenazah seorang lansia dievakuasi petugas pada Minggu (5/7/2026) setelah ditemukan mengapung.
Jenazah seorang lansia dievakuasi petugas pada Minggu (5/7/2026) setelah ditemukan mengapung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia dalam kondisi mengapung di perairan Pantai depan Hotel Peninsula, Banjar Terora, Kelurahan Benoa, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Minggu (5/7/2026) sekitar pukul 10.00 Wita.

Korban diketahui bernama I Wayan Dapet (80), warga Banjar Pande, Kelurahan Benoa. Jasad korban pertama kali terlihat mengapung sekitar 40 meter dari bibir pantai oleh seorang saksi yang kemudian melaporkan temuannya kepada aparat setempat.

Kasi Humas Polresta Denpasar, IPTU I Gede Adi Saputra Jaya, mengatakan laporan tersebut langsung ditindaklanjuti oleh personel Satpolairud Polresta Denpasar yang saat itu sedang melaksanakan kegiatan SAR terbatas bersama Basarnas.

“Setelah menerima informasi dari saksi, personel Satpolairud bersama Basarnas dan Balawista segera menuju lokasi. Saat dilakukan pengecekan menggunakan jet ski, korban ditemukan dalam posisi tengkurap dengan tangan kanan tersangkut pada pelampung tambatan jukung,” ujar IPTU I Gede Adi Saputra Jaya.

Setelah berhasil dievakuasi ke daratan, sejumlah warga mengenali korban sebagai warga Banjar Pande, Benoa. Pihak keluarga kemudian dihubungi dan memastikan identitas korban sebelum jenazah dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans untuk menjalani prosesi adat dan keagamaan.

Berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui telah lama mengalami gangguan keterbelakangan mental. Kondisi tersebut membuat korban kerap keluar rumah seorang diri dan berjalan tanpa tujuan, bahkan hampir setiap hari sehingga keluarga kesulitan mencegahnya.

“Menurut keterangan keluarga, korban memang sudah lama mengalami gangguan mental dan sering meninggalkan rumah. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah,” jelas IPTU I Gede Adi Saputra Jaya.

Polisi telah meminta keterangan sejumlah saksi serta berkoordinasi dengan keluarga korban. Keluarga juga membuat surat pernyataan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan laporan maupun tuntutan kepada pihak mana pun. RAN

Tradisi Tipat Bantal Diangkat ke Panggung PKB, Duta Badung Tampilkan Kolosal Sarat Makna

Tradisi Tipat Bantal Diangkat ke Panggung PKB, Duta Badung Tampilkan Kolosal Sarat Makna

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Kekayaan tradisi Kabupaten Badung kembali mendapat ruang di panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026. Duta Kabupaten Badung, Sanggar Seni Tugek Carangsari dari Banjar Pemijian, Desa Carangsari, Kecamatan Petang, menampilkan sendratari kolosal bertajuk “Sanggama Rohani” di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Bali, Jumat (3/7/2026) malam.

Pertunjukan yang melibatkan sekitar 150 seniman itu mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton. Selain menyajikan koreografi yang dinamis dan tata artistik megah, garapan tersebut mengangkat nilai-nilai spiritual yang berakar pada Tradisi Tipat Bantal, warisan budaya yang hingga kini masih lestari di Desa Adat Kapal.

Kisah yang dihadirkan berangkat dari perjalanan tokoh legendaris Bali, Patih Kebo Iwa, ketika mendapat tugas memperbaiki Pura Sada di Desa Kapal. Dalam perjalanan tersebut, Kebo Iwa menemukan masyarakat yang tengah dilanda wabah penyakit. Melalui semadi di Pura Sada, ia memperoleh petunjuk spiritual agar masyarakat melaksanakan ritual penyucian roh yang kemudian dikenal sebagai Tradisi Tipat Bantal.

Tradisi tersebut hingga kini tetap dilaksanakan setiap Purnama Sasih Kapat sebagai simbol penyucian diri sekaligus upaya menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Sang Pencipta.

Koreografer sekaligus penata kostum, Gusti Ngurah Gede Oka Wiratmaja, mengatakan pemilihan tema tersebut merupakan bentuk komitmen memperkenalkan tradisi lokal Badung kepada masyarakat yang lebih luas melalui panggung kesenian terbesar di Bali.

Menurutnya, Tipat Bantal bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan mengandung filosofi mendalam mengenai keseimbangan kehidupan. Tipat dan bantal dimaknai sebagai simbol pertemuan unsur purusa dan pradana, yang melahirkan kehidupan serta menjadi lambang keharmonisan semesta.

Ia berharap nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi tersebut tidak hanya dikenal sebagai warisan budaya, tetapi juga mampu menginspirasi lahirnya karya-karya seni baru yang tetap berpijak pada akar tradisi Bali.

Selama pementasan, penonton disuguhi perpaduan tari, dramatari, tabuh, serta tata panggung yang memperkuat suasana dramatik dan sakral. Alur cerita yang dikemas dalam balutan seni pertunjukan modern tanpa meninggalkan pakem tradisi mendapat apresiasi hangat dari penonton yang memenuhi Panggung Terbuka Ardha Candra.

Melalui garapan “Sanggama Rohani”, Duta Kabupaten Badung menunjukkan bahwa seni pertunjukan tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media pelestarian sejarah, nilai spiritual, dan identitas budaya Bali yang terus diwariskan kepada generasi muda. (rls/kmfbdg)

Komplotan Pencuri Proyek Bangunan di Denpasar Selatan Akhirnya Tertangkap: Tiga Aksi Lolos, Keempat Gagal Total

Dua pria yang diduga spesialis pencurian di lokasi proyek bangunan di Denpasar Selatan diamankan di Mapolsek Denpasar Selatan.
Dua pria yang diduga spesialis pencurian di lokasi proyek bangunan di Denpasar Selatan diamankan di Mapolsek Denpasar Selatan.

DENPASAR, PANTAUBALI.COM – Aksi dua pria yang diduga berulang kali membobol proyek bangunan di wilayah Denpasar Selatan akhirnya terhenti. Setelah tiga kali berhasil lolos, keduanya gagal menjalankan aksi keempat dan kini harus berurusan dengan hukum usai diamankan di Jalan Babakan Sari Nomor 7E, Kelurahan Pedungan, Kamis (2/7/2026) dini hari.

Dua pelaku yang diamankan masing-masing berinisial RI (24) dan JU (27). Salah seorang pelaku lebih dahulu ditangkap warga di lokasi kejadian, sementara rekannya sempat melarikan diri sebelum akhirnya berhasil dibekuk Tim Unit Reskrim Polsek Denpasar Selatan.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan, peristiwa itu bermula saat pemilik proyek, Fauzi (47), tengah beristirahat di dalam mobil yang diparkir di area proyek.

“Korban terbangun sekitar pukul 04.00 Wita setelah mendengar suara sepeda motor berhenti di dekat bedeng proyek. Korban juga mendengar percakapan kedua terduga pelaku sebelum salah satunya berusaha masuk ke dalam bedeng,” ujar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Jumat (3/7/2026).

Merasa ada upaya pencurian, korban langsung berteriak meminta pertolongan. Teriakan tersebut membangunkan para pekerja proyek yang kemudian bersama-sama mengejar kedua pelaku. Salah seorang pelaku berhasil ditangkap di lokasi, sedangkan pelaku lainnya berhasil meloloskan diri.

Mendapat laporan kejadian tersebut, petugas Polsek Denpasar Selatan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa saksi-saksi, serta mengumpulkan bukti termasuk rekaman kamera pengawas (CCTV).

“Dari hasil penyelidikan dan rekaman CCTV, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku yang melarikan diri. Tim kemudian bergerak ke kawasan Paku Sari dan berhasil mengamankan pelaku di tempat kerjanya,” kata Iptu Adi.

Setelah berhasil ditangkap, kedua pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Denpasar Selatan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga menyita satu unit sepeda motor Honda Karisma bernomor polisi DK 5443 LE yang digunakan sebagai sarana saat beraksi.

Dalam pemeriksaan, keduanya mengaku nekat mencuri karena alasan ekonomi. Mereka juga mengakui bahwa aksi di Pedungan merupakan percobaan pencurian keempat yang mereka lakukan di wilayah Denpasar Selatan.

“Dari hasil interogasi, pelaku mengaku beberapa bulan lalu pernah mencuri di lokasi proyek yang sama dan berhasil membawa kabur dua unit telepon genggam yang kemudian dijual di kawasan Danau Tempe, Sanur. Selain itu, mereka juga mengaku pernah melakukan pencurian di wilayah Sanur dan Pemogan,” ungkap Iptu Adi.

Beruntung, dalam aksi terakhir tersebut kedua pelaku belum sempat membawa barang apa pun sehingga korban tidak mengalami kerugian materiil. Meski demikian, keduanya kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dan menjalani proses hukum di Polsek Denpasar Selatan. RAN