- Advertisement -
Beranda blog Halaman 84

Pelajar SMP Tewas Tenggelam di DAM Subak Tegan Mengwi

Petugas mengevakuasi jenazah pelajar yang tenggelam di DAM Subak Tegan, Mengwi, Badung.
Petugas mengevakuasi jenazah pelajar yang tenggelam di DAM Subak Tegan, Mengwi, Badung.

BADUNG, PANTAUBALI.COM – Seorang pelajar asal Denpasar berinisial KDA (12) ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di DAM Subak Tegan, Banjar Panglan, Kelurahan Kapal, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, pada Jumat (7/11) sore.

Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 16.00 Wita. Sebelumnya, korban bersama teman-temannya datang dari Ubung Kaja, Denpasar, sekitar pukul 14.30 Wita untuk mandi di lokasi tersebut. Setelah sempat beristirahat di tepi sungai, korban kembali berenang ke arah pusaran air meski sudah dilarang oleh teman-temannya karena diketahui tidak bisa berenang. Tak lama kemudian, ia terseret arus dan tenggelam.

“Teman-temannya sempat berusaha menolong, namun korban sudah tertarik ke pusaran air dan tidak tampak lagi di permukaan,” ujar PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, saat dikonfirmasi Sabtu (8/11).

Seorang pedagang bakso di sekitar lokasi, berinisial S (50), yang mendengar teriakan minta tolong dari para saksi, langsung membantu proses pencarian. Setelah DAM ditutup oleh pecalang dan perangkat desa, korban akhirnya ditemukan di dalam pusaran air dan segera dievakuasi.

Korban sempat dilarikan ke RSUD Mangusada menggunakan ambulans PMI Badung, namun nyawanya tak tertolong.

“Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Korban diduga meninggal dunia karena tidak bisa berenang dan terjebak pusaran air di bawah DAM,” tambah Aiptu Ayu Inastuti.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar area perairan, terutama di lokasi yang memiliki arus kuat seperti DAM dan sungai dengan pusaran air. (ra)

Koster Minta Bahan MBG Manfaatkan Produk Lokal Bali

Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Dr. Ir. Tigor Pangaribuan pada Jumat (7/11/2025) di Jayasabha, Denpasar.
Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Dr. Ir. Tigor Pangaribuan pada Jumat (7/11/2025) di Jayasabha, Denpasar.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Gubernur Bali, Wayan Koster meminta kepada Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Provinsi Bali agar meningkatan serapan pangan lokal.

Salah satunya dengan memanfaatkan sayur mayur, telor, ikan, ayam, hingga buah-buahan produk lokal Bali sebagai bahan utama dalam program ini.

Gubernur Bali yang menerima laporan langsung dari Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Dr. Ir. Tigor Pangaribuan pada Jumat (7/11/2025) di Jayasabha, bahwa Percepatan Program SPPG di Klungkung telah menunjukkan kemajuan dengan 4 dapur dalam pembangunan, 1 dalam survei, dan 110 dapur sudah beroperasional di Bali.

Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN menyebut program MBG di Bali telah berjalan 30 persen dari target 1.049.967 penerima manfaat, atau baru tercapai 275.127 orang. Targetnya seluruh dapur beroperasi penuh pada Februari 2026.

Kehadiran SPPG diharapkan mampu mempercepat pencegahan KEK (Kekurangan Energi Kronis) dan stunting melalui pola asuh 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD).

Mendengar hal itu, Gubernur Wayan Koster meminta kepada Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN agar selama pelaksanaan Program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Bali juga memikirkan cara antisipasi ketika terjadinya kekurangan bahan pangan.

Salah satunya adalah dengan menggunakan produk lokal Bali sebagai bahan baku dalam pembuatan MBG.

“Hasil pertanian kita di Bali sangat cukup untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), jadi serapan pangan lokal Bali harus ditingkatkan dalam program ini,” Ujar Gubernur Bali dan langsung mendapat sambutan positif dari Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola BGN, Tigor Pangaribuan.

Dalam pertemuan tersebut, turut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kepala KPPG Denpasar dan Kasubag TU KPPG Denpasar, Koordinator Regional, Provinsi Bali, dan Koordinator Wilayah Kabupaten/Kota, Provinsi Bali. (ana)

Siswa Asal Tabanan Torehkan Prestasi Nasional di FLS2N 2025

Siswa asal Tabanan raih prestasi dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N).
Siswa asal Tabanan raih prestasi dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dunia pendidikan Kabupaten Tabanan kembali meraih prestasi gemilang di tingakat nasional. Dua siswa berhasil membuktikan keunggulan siswa-siswi daerah dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) 2025, yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada 3–8 November 2025 di Jakarta.

Dalam ajang tersebut, perwakilan Tabanan yang mewakili Provinsi Bali berhasil menorehkan prestasi gemilang di dua jenjang pendidikan, yakni SD dan SMP.

Di tingkat SD, I Made Karonito, siswa SD Saraswati Tabanan, berhasil meraih Juara 3 Nasional pada lomba Gambar Ekspresi berkat karya seninya yang menonjol dan penuh ekspresi.

Sementara di tingkat SMP, Tim dari SMP Negeri 1 Tabanan yang beranggotakan Ida Bagus Aksana Tiyasa Amunika, Ida Bagus Dwandra Surya Putra, I Gusti Agung Gede Rafa Nararya Mahardika, I Putu Bagus Dharma Wicaksana Putra, dan Komang Parama Dharma Dewi, sukses meraih Juara 2 Nasional dalam kategori Kreativitas Musik Tradisional.

Keberhasilan tim ini pun tak lepas dari bimbingan serta dedikasi para guru pembina dan pelatih, yang diwakili oleh I Gusti Nengah Hari Mahardika.

Atas capaian gemilang tersebut, Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh siswa, guru, dan pembina yang telah berjuang mengharumkan nama Tabanan di tingkat nasional.

Prestasi itu menjadi bukti kuat bahwa pendidikan di Kabupaten Tabanan memiliki kualitas dan daya saing tinggi, serta mampu mencetak generasi yang kreatif, inovatif, dan berkarakter.

“Prestasi ini menunjukkan bahwa anak-anak Tabanan mampu bersaing dan berprestasi di tingkat nasional. Semoga semangat ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya untuk terus berkarya, berprestasi,” ujar Sanjaya.

Prestasi ini menjadi cerminan nyata bahwa dunia pendidikan di Kabupaten Tabanan memiliki potensi besar dalam melahirkan karya dan inovasi, terutama di bidang seni dan budaya.

Pemerintah Kabupaten Tabanan pun berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap pembinaan generasi muda, agar prestasi serupa terus lahir dan menjadi fondasi kuat bagi terwujudnya Tabanan Era Baru yang Aman Unggul dan Madani (AUM). (ana)

23 Seniman Dari Bali hingga Kalimantan Hadir di Nuanu Merayakan Hubungan Alam dengan Imajinasi

Pameran bertajuk Liana Reverie: Vivid Colours di Nuanu Creative City.
Pameran bertajuk Liana Reverie: Vivid Colours di Nuanu Creative City.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Nuanu Creative City, sebuah kawasan kreatif seluas 44 hektar akan menyambut kehadiran 23 seniman dari Bali hingga Kalimantan untuk pameran kolektif terbaru bertajuk Liana Reverie: Vivid Colours, yang menjelajahi hubungan antara manusia, alam, dan imajinasi.

Berlokasi di Labyrinth Art Gallery dari 8 November 2025 sampai 20 Januari 2026, pameran ini adalah kolaborasi antara Labyrinth Art Gallery, LucyDream Art, dan Philo ArtSpace, sebagai komitmen Nuanu untuk kolaborasi antar dunia seni dan perkembangan budaya di Bali.

“Seniman-seniman yang mengeksplorasi harmoni antara manusia dan alam adalah sesuatu yang sangat dekat di hati kami.” Kata CEO of Nuanu Creative City Lev Kroll.

“Ini menjadi landasan nilai kami bahwa kreativitas dan kekayaan ekologi harus bersinergi, dan seni adalah medium yang dapat menjaga integritas budaya, menciptakan kesadaran dan memperkuat semangat kolaborasi yang merupakan inti Nuanu secara keseluruhan,” tambahnya.

Pameran ini membawa 23 seniman dari Jawa, Bali, dan Kalimantan untuk merayakan semangat ini, dan mereka adalah: A.M. Dante, Aly Waffa, Andi Sules, Anthok S, Aris Suantara, Ayu Murniati, Egy Alfandy, Ermy Herfika, Holy, I Ketut Putrayasa, I Nyoman Sujana Kenyem, Irena Adre Isabella, Keke Kendisan, Made Gunawan, Moelyoto, Ni Komang Atmi Kristiadewi, Ni Wayan Sutariyani, Putu Adi Suweca, Rangga Pamungkas, Reza Olitalia, Rezzo Masduki, Tatang B.Sp, and Tommy F. Awuy.

Liana Reverie: Vivid Colours hadir sebagai refleksi kolektif tentang bagaimana manusia dapat menemukan tempatnya kembali dalam alam semesta, melalui warna yang hidup (vivid colours), material organik, dan mengartikan kembali apa itu ketergantungan. Setiap karya seni menciptakan dialog antara imajinasi dan kekayaan alam, memberikan nafas segar dalam ruang galeri.

Liana adalah tumbuhan merambat berkayu yang bisa ditemui di hutan tropis, dalam konteks ini dipakai sebagai metafora untuk hubungan dalam ekosistem.

Pameran ini menginterpretasikan simbol ini untuk menggambarkan hubungan antara manusia dan alam, layaknya Nuanu yang berakar pada lanskap alam yang diekspresikan secara artistik, dan diperkuat dengan hubungan antar manusia.

“Kami dengan bangga mempersembahkan karya dari para seniman kami dalam pameran kolektif ini di Labyrinth Art Gallery, bekerja sama dengan Jati Nusa Lestari yang sudah lama berkolaborasi dengan kami,” kata Founder of Philo ArtSpace Amalia Ahmad.

“Bersama-sama kami bersatu untuk mengekspresikan visi kami dalam menyatukan seni, alam, dan kemanusiaan. Didorong oleh kepercayaan kami yang mendalam bahwa seni dapat membangun kesadaran dan menciptakan perubahan, kerja sama ini mendukung inisiatif Jati Nusa Lestari dalam memberdayakan komunitas dan melindungi alam semesta. Lebih dari sebuah pameran, bagi kami ini adalah sebuah gerakan, di mana kreativitas menjadi bensin akan kepedulian dan hubungan dengan Bumi,” imbuhnya.

“Partisipasi kami mencerminkan kepercayaan kami bahwa seni adalah ekspresi terhadap emosi, cahaya, dan koneksi, sebuah cermin untuk merefleksikan hidup itu sendiri. Kami dengan bangga mengikuti pameran ini bersama Labyrinth Art Gallery untuk mendukung para seniman yang berkarya untuk menjelajahi keharmonisan dan perubahan ritme alam yang selalu berganti,” ucap Founder, LucyDream Art. Alexa Genoyer.

Liana Reverie: Vivid Colours mengajak pengunjung untuk diam sejenak dan melihat betapa seringnya tanaman hidup terabaikan dalam konteks modern dan bagaimana kita bisa terhubung kembali untuk menciptakan keseimbangan, keterhubungan, dan kolaborasi.

Dalam dunia yang sangat cepat, pameran ini menawarkan ruang untuk melambat, memaknai setiap warna yang keluar, dan memperbaiki hubungannya dengan alam semesta.

Bagi Nuanu, setiap pameran seni adalah eksplorasi bagaimana seni menghubungkan manusia dengan dunia yang terus berubah, dan dalam edisi ini bertujuan untuk mendengarkan cara alam berbicara, kemudian diterjemahkan oleh manusia melalui kreativitas.

Liana Reverie: Vivid Colours mengekspresikan kepercayaan Nuanu bahwa seni tidak terpisah dengan alam, tapi justru bergerak bersama ritme kehidupan, menyuarakan komitmennya untuk membentuk masa depan seni budaya di Bali. (ana)

Bupati Sampaikan Jawaban Pemerintah Terhadap PU Fraksi DPRD Badung Komitmen Wujudkan APBD Sehat dan Realistis

PANTAUBALI.COM, – BADUNG Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyampaikan Jawaban Pemerintah terhadap Pemandangan Umum (PU) Fraksi-Fraksi DPRD Badung terkait dua dokumen Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yaitu Raperda tentang APBD Tahun Anggaran 2026 dan Raperda tentang Pemberian Insentif dan/atau Kemudahan Penanaman Modal, dalam Rapat Paripurna DPRD Badung di Ruang Utama Gosana, Kantor DPRD Badung, Jumat (7/11). Rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti tersebut juga membahas dua Raperda Inisiatif DPRD yaitu Raperda tentang Perlindungan dan Penertiban Hewan Penular Rabies dan Raperda Fasilitas Perlindungan Kekayaan Intelektual. Rapat dihadiri Pimpinan dan anggota DPRD Badung, Forkopimda, Pimpinan Perangkat Daerah serta Pimpinan Instansi Vertikal.

Bupati menyebutkan bahwa penyusunan Rancangan APBD tahun 2026 difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar mandatori, wajib dan mengikat serta memenuhi kebutuhan belanja yang bersifat prioritas. Sehingga dipastikan keberlangsungan pelayanan dasar publik, penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal. Untuk mewujudkan struktur APBD yang sehat dan realistis, Bupati menyampaikan koreksi atau perubahan proyeksi PAD pada rancangan APBD 2026. Yang semula Rp 11,5 triliun lebih, menjadi Rp 9,5 triliun lebih atau berkurang sebesar Rp 2 triliun lebih.

Koreksi ini didasarkan pada realisasi PAD Badung dari tahun 2022-2024 terus menunjukkan tren peningkatan dari besaran akumulatif penerimaan PAD. Namun besaran akumulatif penerimaan PAD tersebut apabila dibandingkan dengan target PAD tidak linier dengan kenaikan kumulatif realisasi kenaikan PAD karena target PAD yang diproyeksikan terlalu besar sehingga berpotensi menurunnya kinerja serapan belanja. “Kami melihat tren realisasi PAD dari tahun ke tahun menunjukkan perlambatan. Serapan APBD 2022 mencapai 89%, 2023 turun menjadi 75%, dan 2024 menuju 2025 berada di kisaran 62%. Dengan kondisi seperti ini, kami perlu melakukan koreksi agar APBD 2026 bisa lebih sehat dan realistis,” jelas Bupati.

Ditambahkan, dengan koreksi target PAD menjadi Rp. 9,5 triliun dan penurunan dana transfer dari pusat sekitar Rp200 miliar menjadi Rp 800 miliar, maka total pendapatan daerah Badung pada 2026 diproyeksikan sebesar Rp10,3 triliun. Jika ditambah dengan pembiayaan melalui skema pinjaman sebesar Rp1,3 triliun, total nilai APBD Badung 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp11,6 triliun, turun dari rancangan awal sebesar Rp 13 triliun. Penyesuaian ini akan berdampak pada efisiensi belanja daerah, di mana sekitar Rp2 triliun kegiatan perlu diadaptasi. Pemerintah memastikan bahwa kegiatan prioritas dan mandatori tetap menjadi perhatian utama. “Kami sudah perintahkan Bappeda dan BPKAD untuk melakukan penyesuaian program. Kegiatan yang wajib, seperti pelayanan dasar, pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur tetap kami jaga. Prinsipnya, APBD harus sehat, realistis, dan memberi kepastian pelaksanaan program,” tegasnya.

Dibagian lain, Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi atas kinerja, analisis serta inisiatif Ketua, Pimpinan dan seluruh anggota DPRD Badung. Bupati juga berterima kasih kepada Fraksi-Fraksi atas masukan, saran dan pemikirannya demi mewujudkan masyarakat Badung yang bermartabat, maju, berdaya saing, sejahtera, mandiri serta bersinergi untuk menentukan strategi dan arah kebijakan pembangunan Badung kedepannya. “Kerjasama yang solid ini adalah wujud komitmen kita bersama untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik guna menuntaskan segala kebijakan yang pro rakyat,” jelasnya. (rls)

Polres Tabanan Siagakan Personel dan Peralatan Hadapi Potensi Bencana saat Musim Hujan

Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati.
Kapolres Tabanan, AKBP I Putu Bayu Pati.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Memasuki musim hujan, potensi bencana alam hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang mulai meningkat di wilayah Kabupaten Tabanan.

Sebagai langkah antisipasi, Polres Tabanan menyiagakan personel dan sarana pendukung untuk menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati mengatakan, pihaknya bersama unsur Forkopimda, BPBD, TNI, dinas terkait, serta relawan penanggulangan bencana telah melaksanakan apel gabungan sebagai bentuk kesiapsiagaan menghadapi musim hujan.

Berbagai kendaraan operasional seperti mobil patroli, ambulans, unit SAR, dan mobil derek juga telah siagakan untuk menghadapi kondisi darurat kebencanaan

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu melihat perkiraan cuaca, situasi jalan raya. Kami akan terus menyampaikan informasi cuaca terkini melalui kanal resmi media sosial yang dimiliki,” ujar AKBP Bayu Pati, Jumat (7/11/2025).

Ia menyebut, sejumlah wilayah di Kabupaten Tabanan memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi terhadap bencana, seperti di Kecamatan Baturiti dan Selemadeg.

“Hampir di setiap ruas jalan di wilayah tersebut sering terjadi genangan air ketika hujan, namun masih bisa dilalui pengguna jalan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga telah menyiapkan peralatan seperti gergaji mesin untuk siaga 24 jam untuk menangani jika terjadi kejadian pohon tumbang.

“Jika terjadi bencana atau keadaan darurat, masyarakat dapat segera menghubungi nomor layanan 110 agar kami bisa cepat merespons,” pungkasnya. (ana)

ASN Pemkab Tabanan Cat Trotoar Jalan Kota

ASN Pemkab Tabanan melakukan kegiatan pengecatan trotoar di sepanjang jalan Kota Singasana, pada Jumat (7/11/2025).
ASN Pemkab Tabanan melakukan kegiatan pengecatan trotoar di sepanjang jalan Kota Singasana, pada Jumat (7/11/2025).

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan menggelar aksi gotong royong massal pengecatan trotoar di sepanjang jalan Kota Singasana, pada Jumat (7/11/2025).

Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-532 Kota Singasana. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WITA ini melibatkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Tabanan.

Para ASN terlihat antusias melakukan pengecatan trotoar di sejumlah ruas jalan utama kota, menggunakan cat warna putih dan hitam yang menambah semarak wajah Kota Singasana dalam peringatan hari jadinya.

Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, menyampaikan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menumbuhkan semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama terhadap kebersihan serta keindahan lingkungan.

“Melalui kegiatan gotong royong ini, kami ingin mengajak seluruh ASN untuk menjadi teladan dalam menjaga kebersihan kota dan mempercantik wajah Tabanan, terutama menjelang perayaan HUT Kota Singasana,”

Bupati 2 Periode ini juga menambahkan, pihaknya mengapresiasi semangat para ASN yang ikut turun langsung memperindah kota. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata rasa memiliki terhadap fasilitas umum.

“Kegiatan ini adalah wujud nyata dari rasa memiliki bersama terhadap fasilitas umum. Tabanan adalah rumah kita, maka sudah sepatutnya kita rawat dan jaga bersama,” ujar Sanjaya.

Menurutnya, semangat gotong royong ini diharapkan dapat menjadi budaya yang terus hidup di tengah masyarakat, tidak hanya dalam momentum perayaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Dari data yang dihimpun, sebanyak 5.478 meter panjang trotoar di seputaran Kota Singasana berhasil dicat dalam kegiatan ini.

Tak hanya di pusat kota, kegiatan serupa juga dilaksanakan serentak di seluruh wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan, di bawah koordinasi masing-masing camat. (ana)

Pemprov Bali Bersama Pemkot Denpasar Gelar Bursa Kerja, Hadirkan 5.742 Lowongan dari 38 Perusahaan

Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Cok. Bagus Pemayun.
Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Cok. Bagus Pemayun.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pemerintah Provinsi Bali terus berupaya menurunkan angka pengangguran, yang pada Februari 2025 masih tercatat sekitar 43.130 orang dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) sebesar 1,58 persen dan ditargetkan turun menjadi 1 persen.

Salah satu langkah untuk mengurangi pengangguran adalah melalui pelaksanaan “Bursa Kerja dan Edukasi Vokasi Nasional 2025” oleh Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali yang berkolaborasi dengan Dinas Tenaga Kerja dan Sertifikasi Kompetensi Kota Denpasar.

Kegiatan bertema “Optimis Harus Kerja” ini diselenggarakan di Selasar Utara Lantai 1, Gedung Dharma Negara Alaya, Jalan Mulawarman, Denpasar Utara, pada 6–8 November 2025. Kegiatan ini terbuka untuk umum termasuk Penyandang Disabilitas dan tidak dipungut biaya (gratis).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Bali dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Gubernur Bali Bidang Hukum, Politik, dan Pemerintahan, Cok. Bagus Pemayun, pada Kamis (6/11/2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk fasilitasi Pemerintah Provinsi Bali dalam memberikan kesempatan kepada lulusan baru maupun para pekerja yang ingin meningkatkan jenjang karier. Selain itu, rangkaian kegiatan juga dirancang untuk memberikan ruang bagi peningkatan keterampilan melalui pendidikan dan pelatihan vokasi.

Bursa Kerja dirangkai dengan Edukasi Vokasi Nasional yang meliputi kegiatan talk show, diskusi kelompok terarah, coaching clinic layanan SIAPkerja, serta penempatan SISKO-P2MI. Kegiatan ini diikuti oleh pemangku kepentingan ekosistem ketenagakerjaan di Bali dengan prioritas peserta lulusan SMK, LKP, dan pendidikan vokasi.

Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesiapan pencari kerja dalam bersaing di dunia kerja serta memberikan wawasan pengembangan karier, termasuk peluang kerja baik di dalam maupun luar negeri.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Bali, Ida Bagus Setiawan, menyampaikan, tersedia sebanyak 5.742 lowongan kerja dalam dan luar negeri yang ditawarkan oleh tiga puluh delapan (38) perusahaan dari berbagai sektor usaha antara lain kesehatan, distribusi dan FMCG, alih daya, manufaktur, budidaya mutiara, perdagangan, ritel, jasa keuangan, rekreasi dan hospitality, restoran, telekomunikasi, logistik dan ekspedisi barang, distributor, serta rumah sakit.

Lowongan tersebut terdiri dari berbagai jenjang posisi mulai tingkat staf hingga manajerial, dengan kualifikasi pendidikan SMA/SMK, Diploma, hingga Sarjana dari berbagai disiplin ilmu.

Hal senada disampaikan Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, bahwa kegiatan Bursa Kerja ini merupakan upaya membuka kesempatan bagi warga Bali, khususnya para lulusan baru, agar memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan keahlian dan bidang pendidikannya.

Dengan demikian, kegiatan ini dapat menjadi wadah yang mempertemukan pencari kerja dengan pihak perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja, serta menjadi ruang untuk mendorong kreativitas dan pengembangan diri dalam mewujudkan cita-cita para generasi muda Bali. (rls)

Koster Harap Revisi UU Otda Perhatikan Karakteristik dan Potensi Daerah

Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi dalam rangka Harmonisasi Kewenangan Pusat dan Daerah melalui Evaluasi Implementasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah di The Sakala Resort Bali, Kabupaten Badung, Kamis (6/11/2025).
Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi dalam rangka Harmonisasi Kewenangan Pusat dan Daerah melalui Evaluasi Implementasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah di The Sakala Resort Bali, Kabupaten Badung, Kamis (6/11/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Gubernur Bali Wayan Koster mendukung rencana pemerintah untuk merevisi UU Nomor 23 Tahun 2024 Tentang Pemerintahan Daerah yang menjadi dasar hukum pelaksanaan Otonomi Daerah (Otda).

Gubernur Koster memberi beberapa masukan agar UU ini memperhatikan karakteristik dan potensi setiap daerah. Hal itu disampaikannya dalam paparan saat menghadiri Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi dalam rangka Harmonisasi Kewenangan Pusat dan Daerah melalui Evaluasi Implementasi Penyelenggaraan Pemerintah Daerah di The Sakala Resort Bali, Kabupaten Badung, Kamis (6/11/2025).

Dalam paparannya, ia yang pada saat duduk di lembaga legislatif turut membidangi lahirnya UU Nomor 23 Tahun 2014, baru memahami bahwa ada beberapa kelemahan dalam regulasi ini setelah menjabat sebagai Gubernur.

Dari hasil kajiannya, salah satu kelemahan dalam UU tersebut yaitu turunan kebijakan pusat ke daerah yang betul-betul diseragamkan.

“Semangat untuk penyeragaman sangat tinggi, padahal kondisi setiap daerah berbeda-beda. Tak mungkin diseragamkan untuk kondisi yang berbeda. Akibatnya, daerah tak bisa berkembang akibat regulasi yang tak sejalan dengan potensi daerah,” ujarnya.

Oleh sebab itu, ia berharap revisi undang-undang harus betul-betul memperhatikan karakteristik, potensi dan sumber daya yang dimiliki daerah.

Ia mencontohkan Bali yang punya potensi budaya dan pariwisata sehingga membutuhkan treatment berbeda dengan daerah kepulauan, penghasil sawit atau daerah yang punya Sumber Daya Alam berupa tambang.

“Sekarang ini kan regulasinya, yang punya sumber tambang, otomatis mendapat alokasi dana bagi hasil. Sedangkan Bali yang hanya punya pariwisata, cuma kebagian kucuran DAU, DAK. Bahkan saat ini ada kebijakan pengurangan dana transfer ke daerah. Bali dikurangi Rp. 1,7 triliun, tapi saya sudah memberi arahan kepada bupati/walikota agar tetap jalan sesuai dengan kondisi yang ada,” kata Koster.

Ke depan, menurut Koster perbedaan karakteristik harus menjadi perhatian dan terakomodir dalam UU. Daerah Bali membutuhkan alokasi dana untuk penguatan dan pelestarian budaya.

Selain itu, sebagai daerah pariwisata, Bali juga membutuhkan insentif untuk menjaga ekosistem lingkungan, peningkatan infrastruktur agar tidak macet hingga dukungan dana untuk pengamanan.

“Sebagai daerah pariwisata, Bali membutuhkan treatment yang berbeda dalam hal menjaga keamanan. Karena kami banyak dikunjungi orang asing, tak hanya untuk berwisata tapi dengan beragam tujuan lainnya,” ungkapnya.

Masukan lainnya, Gubernur Koster ingin provinsi diberikan kewenangan yang lebih kuat untuk menyelaraskan, mengkoordinasikan perencanaan pelaksanaan dan pengawasan pembangunan.

“Ini yang lemah dalam UU karena penekanan otonomi ada di tingkat kabupaten/kota. Kewenangan provinsi harus diperkuat. Jadi pusat perlu memberikan mandat kepada daerah melalui gubernur untuk melakukan koordinasi yang lebih efektif di daerah agar kabupaten/kota tak terlalu egois,” paparnya.

Untuk di Bali, Gubernur Koster sudah menerapkan pembangunan dalam satu kesatuan wilayah : 1 Pulau, 1 Pola dan 1 Tata Kelola.

“Kami kumpulkan bupati dan walikota, kabupaten/kota tidak boleh punya agenda tersendiri yang tak boleh dikontrol provinsi. Sebab kalau ini kami biarkan tatanan Bali akan rusak dan compang camping,” imbuhnya.

Berikutnya, mantan anggota DPR RI tiga periode ini menyinggung tentang nomenklatur otsus yang menurutnya jangan diatur dalam UU.

“Tidak perlu lagi ada nomenklatur otsus, tapi diberikan kewenangan untuk mengatur ha-hal yang sifatnya khusus. Bali tak perlu otsus, yang penting apa yang diperlukan dan sifatnya khusus itu diberikan oleh negara, cukup itu,” tandasnya.

Menutup paparannya, Gubernur yang juga menjabat sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Bali ini mengusulkan agar penyusunan rancangan perubahan UU Tentang Pemerintahan Daerah melibatkan kepala daerah karena mereka yang nantinya menjadi pelaksana.

“Saya siap menjadi anggota tim dan gratis. Ini tanggung jawab kita sebagai kepala daerah untuk mewariskan sesuatu yang lebih baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Politik Dalam Negeri Kemenko Bidang Politik dan Keamanan (Kemenkopolkam) RI Mayjen TNI Heri Wiranto menyampaikan bahwa kegiatan rakor ini membahas harmonisasi kewenangan pusat dan daerah.

Berkolaborasi dengan Kemendagri, kegiatan dilakukan di tiga zona. Zona pertama di timur dan sudah dilaksanakan di Makasar, lalu wilayah barat kita gelar di Batam dan ini yang terakhir, untuk wilayah Jawa, Bali dan Nusa Tenggara.

Ia memuji masukan dari Gubernur Koster mengenai penyelenggaraan pemerintahan di daerah dan bagaimana mekanisme harmonisasi yang diharapkan pemda kepada pusat.

Masukan itu ditampung dan akan menjadi pertimbangan dalam menyusun rancangan revisi UU Nomor 23 Tahun 2014.

Apresiasi terhadap Gubernur Koster juga disampaikan Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Prof. Akmal Malik.

Menurutnya, masukan Gubernur Koster terkait pentingnya memperhatikan karakteristik setiap daerah, sejalan dengan amanat UUD 1945 Pasal 18A

“Masukan dari Gubernur Bali ini akan mewarnai bagaimana kita menyusun regulasi yang berbasis kekhususan dan keragaman sebagaimana amanat UU,” pungkasnya. (rls)

110 Desain Koleksi dari 11 Desainer Kenamaan Bali Tampil di Dekranasda Bali Fashion Week

Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) hari ke-5 Session 1 Tahun 2025 menampilkan 110 desain dari 11 desainer kenamaan Bali, pada Rabu (5/11), di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar.
Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) hari ke-5 Session 1 Tahun 2025 menampilkan 110 desain dari 11 desainer kenamaan Bali, pada Rabu (5/11), di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Pelaksanaan Dekranasda Bali Fashion Week (DBFW) hari ke-5 Session 1 Tahun 2025 menampilkan 110 desain dari 11 desainer kenamaan Bali, pada Rabu (5/11), di Gedung Ksirarnawa, Art Centre Denpasar. Para desainer tersebut merupakan hasil kurasi ketat yang sebelumnya telah dilakukan oleh Dekranasda Provinsi Bali.

“Sebelas desainer yang tampil telah melalui kurasi yang ketat, antara lain memiliki brand sendiri serta aktif membuat desain dalam dua tahun terakhir. Bahkan, banyak di antaranya merupakan binaan langsung dari Dekranasda Provinsi Bali,” ungkap Ketua Harian Dekranasda Provinsi Bali, I Gusti Ngurah Wiryanata.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Provinsi Bali tersebut menjelaskan bahwa masing-masing desainer menampilkan 10 desain koleksi dengan karakteristik dan ciri khas masing-masing, serta wajib menggunakan dan menonjolkan kain tenun tradisional Bali.

Adapun sebelas desainer yang tampil, yakni: Wastra by Dode Moneko, Wastra Bali by Anggasari, Kembang Sari Batik Painting by Rani Ayu, Lusi Damai by Komang Lusi Damayanti, Ipong Design by Wirathi, Limas Butik by Yeniati, BALIAGA by Cakra Manuaba, BALIETNIK by Tini Paradina, Arunika by Nita Susianita, Gede Yudi Design by Gede Yudi, dan Lului by Syahvethi Dewi.

“Mudah-mudahan ini dapat menjadi semangat kita bersama untuk meningkatkan kecintaan terhadap kain tradisional Bali,” imbuhnya.

Di sisi lain, Wiryanata menyampaikan apresiasi kepada Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan DBFW merupakan gagasan Ibu Putri Koster sebagai upaya meningkatkan kecintaan masyarakat Bali terhadap kain tenun tradisional Bali, sekaligus mengembangkan potensi desainer lokal yang ada di Bali.
Dengan mengusung tema “Wastra Hitakara”, yang berarti kain tidak hanya sebagai bentuk keindahan, tetapi juga dapat memberikan manfaat dan menciptakan kesejahteraan, DBFW diharapkan menjadi simbol pemulihan kreativitas dan ekonomi, serta jembatan diplomasi budaya yang mempertemukan tradisi dengan inovasi dalam upaya melestarikan kain tradisional Bali.

Lebih lanjut, sesuai arahan Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, kegiatan Dekranasda Bali Fashion Week akan dilaksanakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang dan menjadi program rutin Dekranasda Provinsi Bali. Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ibu Putri Koster, serta para kepala perangkat daerah Provinsi Bali. (ana)