- Advertisement -
Beranda blog Halaman 85

Ribuan Balita dan Ibu Hamil di Badung Disasar Gerakan Serentak Pencegahan Stunting 

Launching Gerakan Serentak Pencegahan Stunting yang dirangkaikan dengan Gerakan Pengukuran Bayi, Balita, dan Ibu Hamil di Banjar Pande, Kelurahan Sempidi, Mengwi, Kamis (6/11/2025).
Launching Gerakan Serentak Pencegahan Stunting yang dirangkaikan dengan Gerakan Pengukuran Bayi, Balita, dan Ibu Hamil di Banjar Pande, Kelurahan Sempidi, Mengwi, Kamis (6/11/2025).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa melaksanakan Launching Gerakan Serentak (Gertak) Pencegahan Stunting yang dirangkaikan dengan Gerakan Pengukuran Bayi, Balita, dan Ibu Hamil di Posyandu se-Kabupaten Badung.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Pengukuran Serentak Pencegahan Stunting di Provinsi Bali. Untuk di Kabupaten Badung, kegiatan ini dipusatkan di Banjar Pande, Kelurahan Sempidi, Mengwi, Kamis (6/11/2025).

Dilaksanakannya kegiatan ini bertujuan untuk mempercepat penurunan prevalensi Stunting di Kabupaten Badung melalui deteksi dini terhadap masalah gizi dan kesehatan pada balita serta ibu hamil, secara serentak di seluruh Posyandu.

Adapun tahapan meliputi pendataan, penimbangan, pengukuran, verifikasi, edukasi, hingga intervensi gizi. Berdasarkan data Sigizi Kesga per 1 November 2025, sasaran kegiatan meliputi 9.413 balita dan 3.413 ibu hamil di seluruh wilayah Kabupaten Badung.

Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa kegiatan ini bukan hanya bersifat seremonial, melainkan merupakan komitmen dari strategi pemerintah untuk menghadirkan data stunting yang akurat dan kredibel.

“Melalui kegiatan pengukuran serentak ini, kita ingin memastikan bahwa intervensi penanganan stunting berjalan tepat sasaran. Mari manfaatkan layanan kesehatan yang telah disediakan secara gratis oleh Pemkab Badung,” ungkapnya.

Bupati Adi Arnawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat yang aktif berpartisipasi yang merupakan peran penting  pengawasan langsung agar pelaksanaan di lapangan benar-benar sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan.

“Saya datang untuk memastikan program ini berjalan dengan baik. Kadang kita menerima laporan bahwa semuanya sudah bagus, tetapi di lapangan belum tentu demikian. Setelah saya lihat, pelaksanaannya di sini tertib dan baik ini patut dipertahankan,” ujar Adi Arnawa.

Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menjaga kesehatan ibu dan anak sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini.

“Asupan makanan dan pola gizi harus diperhatikan. Pemerintah sudah menanggung seluruh biaya pelayanan kesehatan. Banyak daerah lain belum mampu seperti Badung,,” tambahnya.

Bupati Adi Arnawa juga menegaskan pentingnya keterbukaan dan pengawasan masyarakat terhadap mutu layanan publik. Masyarakat diingatkan untuk tidak segan melapor apabila menemukan pelayanan yang tidak sesuai di lapangan.

Ia juga mengajak seluruh komponen masyarakat dan perangkat daerah untuk bersama-sama menyukseskan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting sebagai wujud nyata komitmen Badung menuju generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.

“Kalau pelayanan tidak berjalan sebagaimana mestinya, laporkan langsung ke Kontak Bupati. Nanti tim saya akan langsung berkoordinasi dengan Rumah Sakit atau Puskesmas terkait,” jelas Adi Arnawa.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Badung, dr. Made Padma Puspita, menjelaskan, Pemkab Badung telah menyiapkan sistem pelayanan kesehatan terintegrasi, termasuk Call Center dan Safety Center yang dapat diakses masyarakat untuk konsultasi maupun pelaporan cepat.

Terdapat 24 fitur layanan kesehatan digital yang sedang dikembangkan oleh Pemkab Badung untuk memperkuat sistem layanan berbasis data dan teknologi.

“Setelah bulan November ini, masyarakat juga akan dapat memanfaatkan layanan telemedicine, sehingga bisa langsung berkonsultasi dengan dokter spesialis tanpa harus datang ke rumah sakit. Semua ini diarahkan agar masyarakat memperoleh pelayanan yang cepat, tepat, dan mudah diakses,” ujarnya. (ana)

Cuaca Ekstrem dan Isu Bencana Alam Turunkan Kunjungan Wisatawan ke Ulun Danu Beratan

Kunjungan wisatawan di DTW Ulun Danu Beratan, Tabanan.
Musibah bencana alam yakni banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem di Bali dalam beberapa bulan terakhir berdampak pada menurunnya jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Musibah bencana alam yakni banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem di Bali dalam beberapa bulan terakhir berdampak pada menurunnya jumlah kunjungan wisatawan domestik ke Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Humas DTW Ulun Danu Beratan, I Made Sukarata, mengatakan penurunan kunjungan tercatat cukup signifikan selama September dan Oktober 2025, yakni mencapai 10 ribu orang dibanding bulan sebelumnya.

Pada Agustus 2025, total kunjungan wisatawan tercatat sebanyak 49.492 orang. Namun angka tersebut menurun menjadi 39.256 orang pada September dan 39.159 orang pada Oktober.

“Penurunan paling banyak terjadi pada kunjungan wisatawan domestik, terutama dari rombongan,” ujar Sukarata saat dikonfirmasi, Kamis (6/11/2025).

Menurutnya, selain faktor cuaca ekstrem dan isu bencana alam, penurunan kunjungan juga dipengaruhi oleh efisiensi anggaran di sejumlah instansi pemerintah yang menyebabkan berkurangnya kegiatan kunjungan kerja dan studi wisata ke kawasan tersebut.

“Banyak instansi melakukan efisiensi, sehingga tidak membuat kegiatan kunjungan kerja atau study tour. Itu berdampak besar pada kunjungan rombongan domestik,” ucap Sukarata.

Sukarata menambahkan, untuk wisatawan domestik sebagian besar berasal dari Surabaya, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, baik secara pribadi maupun rombongan. Namun, penurunan paling besar terjadi pada wisatawan dari Jawa Timur, khususnya rombongan study tour yang turun hampir 60 persen.

Sementara itu, wisatawan mancanegara justru masih stabil, dengan kunjungan didominasi oleh wisatawan asal India dan negara-negara Eropa.

Memasuki musim hujan, pengelola DTW Ulun Danu Beratan kini meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam, terutama dengan melakukan pengecekan rutin pada saluran air dan area sekitar danau untuk mencegah banjir. (ana) 

Dua Korban Pencabulan Ayah Kandung di Baturiti dalam Pengawasan Keluarga dan Desa Adat

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati (kiri), Kapolsek Baturiti Kompol I Komang Agus Sudarsana (tengah), Kasat Reskrim AKP I Made Teddy Satria Permana (kanan)
Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati (kiri), Kapolsek Baturiti Kompol I Komang Agus Sudarsana (tengah), Kasat Reskrim AKP I Made Teddy Satria Permana (kanan)

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Dua anak korban kasus pencabulan yang dilakukan oleh ayah kandungnya di Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, kini berada dalam pengawasan keluarga dan desa adat setempat.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan kondisi korban tetap stabil serta mendapatkan pendampingan dan perlindungan khusus selama proses hukum berlangsung.

Sementara itu, pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Tabanan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, didampingi Kasat Reskrim AKP I Made Teddy Satria Permana, menjelaskan bahwa kasus ini ditangani oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Tabanan.

Pihaknya juga telah berkoordinasi dengan desa adat serta keluarga korban untuk memastikan keselamatan dan pendampingan bagi kedua anak tersebut.

“Pelaku sudah kami tahan. Kami juga telah berkoordinasi dengan aparat adat setempat agar proses pemeriksaan berjalan baik,” ujar AKP Teddy saat konferensi pers di Polsek Baturiti, Kamis (6/11/2025).

Dua korban kini tinggal bersama ibunya untuk menjaga kestabilan mental dan melanjutkan aktivitas seperti biasa. Kondisi keduanya telah membaik. Satu korban kini duduk di bangku kelas 1 SMA, dan satu lagi kelas 2 SMP.

“Kami telah menghubungi ibu dan kerabat agar kedua korban bisa dirawat dengan baik serta menjaga kondisi mentalnya,” imbuhnya.

Kasus ini terungkap setelah adanya laporan ke Polres Tabanan terkait dugaan tindak pencabulan terhadap dua anak di bawah umur oleh ayah kandungnya sendiri.

Berdasarkan hasil penyelidikan, perbuatan itu diduga terjadi sejak tahun 2023, setelah pelaku bercerai dengan istrinya.

Pelaku kerap melancarkan aksinya di rumah dengan modus ancaman, yakni tidak akan memberikan uang saku dan paket data kepada korban jika menolak keinginannya.

“Perbuatan itu dilakukan berulang kali sejak 2023, saat anak pertamanya menginjak usia remaja, hingga akhirnya terungkap pada Oktober 2025,” jelas Kapolres.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 81 ayat (2) dan (3) serta Pasal 82 ayat (1) dan (2) jo Pasal 64 KUHP tentang tindak pidana pencabulan terhadap anak di bawah umur, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (ana)

Meresahkan Warga, Pelaku Jambret di Denpasar Dibekuk!

Pelaku jambret inisial INS diamankan anggota Polsek Denpasar Timur bersama barang bukti hasil kejahatan.
Pelaku jambret inisial INS diamankan anggota Polsek Denpasar Timur bersama barang bukti hasil kejahatan.

PANTAUBALI.COM, DENPASAR – Seorang pria berinisial I NS (40) akhirnya berhasil diamankan oleh jajaran Polsek Denpasar Timur (Dentim) usai menjambret di kawasan Jalan Trengguli I Perum Ayung Pesona, Kelurahan Penatih, Denpasar Timur, Rabu (5/11/2025) pagi.

Kasus ini bermula ketika seorang perempuan bernama Ni Nyoman Widari (33) melapor telah menjadi korban penjambretan sekitar pukul 06.15 WITA. Saat itu, korban yang baru saja berbelanja melintas di depan GOR Tembau, tiba-tiba dipepet oleh seorang pria yang langsung mengambil dompetnya yang diletakkan di dasbor motor.

Melihat dompetnya dirampas, korban sontak mengejar pelaku hingga ke Jl. Trengguli I Gang I Ayung Pesona. Karena jalan buntu, pelaku sempat membuang dompet korban sebelum akhirnya ditabrak oleh korban hingga terjatuh. Warga yang mendengar teriakan korban sempat membantu mengamankan pelaku, namun ia berhasil melarikan diri.

“Dari laporan korban, pelaku berhasil diidentifikasi melalui rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Tim Opsnal Polsek Dentim kemudian melakukan penyelidikan dan patroli di kawasan tersebut hingga akhirnya menemukan pelaku yang melintas di Jalan Trengguli,” jelas Kasi Humas Polresta Denpasar Kompol I Ketut Sukadi, Kamis (6/11/2025).

Menurut penjelasan Sukadi, pelaku ditangkap bersama sejumlah barang bukti, termasuk dua unit sepeda motor Honda Vario (DK 5614 ADS dan DK 7191 BN), tiga buah dompet, dan satu unit iPhone hasil kejahatan.

“Pelaku mengakui telah melakukan aksi serupa di beberapa tempat lain, termasuk satu TKP di Jalan Ganda Pura dan tiga TKP di wilayah Batubulan, Sukawati,” tambahnya.

Akibat perbuatannya, korban mengalami kerugian sekitar Rp3.150.000, terdiri dari uang tunai dan surat-surat penting di dalam dompet yang diambil pelaku. Kini, pelaku bersama barang bukti telah diamankan di Mapolsek Denpasar Timur untuk proses penyidikan lebih lanjut.

“Pelaku sudah kami tangkap dan sedang dilakukan pemeriksaan mendalam untuk mengungkap kemungkinan adanya TKP lain,” tutup Kompol Sukadi. (ra)

Bobol 10 Sekolah di Tabanan, Pria Asal Bandung Ditangkap Polisi

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Seorang pria asal Bandung, Jawa Barat, berinisial J (22) ditangkap jajaran Polsek Baturiti setelah membobol sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Tabanan. Total ada 10 sekolah mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA yang menjadi sasaran pelaku.

Kapolres Tabanan AKBP I Putu Bayu Pati, didampingi Kapolsek Baturiti Kompol I Komang Agus Sudarsana, saat pres rilis Kamis (6/11/2025) menjelaskan, pelaku merupakan residivis kasus serupa dan pernah menjalani hukuman delapan bulan penjara di Bandung, Jawa Barat.

Penangkapan pelaku bermula dari laporan Kepala Sekolah SMPN 5 Baturiti pada 29 Oktober 2025. Dalam laporan itu disebutkan, ruang Tata Usaha dan ruang Kepala Sekolah ditemukan dalam keadaan berantakan dengan jendela terbuka dan tercongkel. Setelah diperiksa, diketahui 15 unit laptop merek Acer dan satu unit sound system aktif merek DBK hilang, dengan total kerugian mencapai Rp89,5 juta.

“Dari laporan itu kami mendatangi TKP dan memeriksa sejumlah saksi. Hasil penyelidikan menunjukkan barang-barang curian dijual secara daring,” ujar Bayu Pati.

Polisi kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut dan berpura-pura membeli salah satu laptop yang dijual secara online. Dari hasil penelusuran, pelaku diketahui tinggal di Abianbase, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, dan berhasil diamankan tanpa perlawanan.

Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku telah melakukan aksi serupa di 10 sekolah yang tersebar di wilayah Baturiti, Gianyar, Bangli, Marga, dan Penebel.

Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya 11 laptop operasional sekolah, satu unit komputer, proyektor, sound system, printer, obeng, serta satu sepeda motor yang digunakan dalam aksi pencurian.

Adapun modus operandi pelaku adalah mencungkil jendela sekolah menggunakan obeng. Ia memilih lokasi secara acak melalui Google Maps, dengan kriteria sekolah yang sepi, tidak memiliki CCTV, dan minim penerangan.

“Motif pelaku karena faktor ekonomi. Ia mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap dan harus menafkahi anaknya,” tambah Bayu Pati.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 363 ayat (1) ke-5 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (ana)

Badung Gelar Turnamen Tenis Junior Terbuka Bupati Badung Cup 2025

Bupati Wayan Adi Arnawa membuka Turnamen Tenis Junior Terbuka Bupati Badung Cup 2025, di Lapangan Dharma Praja Lumintang, Denpasar, Rabu (5/11).
Bupati Wayan Adi Arnawa membuka Turnamen Tenis Junior Terbuka Bupati Badung Cup 2025, di Lapangan Dharma Praja Lumintang, Denpasar, Rabu (5/11).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Dalam upaya menjaring atlet muda yang berbakat, sportif, dan berkualitas, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa secara resmi membuka Turnamen Tenis Junior Terbuka Bupati Badung Cup 2025, Rabu (5/11) di Lapangan Dharma Praja Lumintang, Denpasar.

Turnamen ini diikuti oleh atlet-atlet muda dari kelompok usia 10, 12, 14, dan 16 tahun se-Bali dan Nusa Tenggara Barat, dan akan berlangsung selama lima hari, mulai 5 hingga 9 November 2025.

Pembukaan turnamen ditandai dengan pemukulan bola pertama oleh Bupati Adi Arnawa. Sebagai bentuk dukungan dan motivasi Bupati menyerahkan bantuan sebesar Rp 20 juta kepada Ketua Panitia Adi Wiratma.

Dalam sambutannya, Bupati Adi Arnawa memberikan apresiasi tinggi kepada Ketua PELTI Badung dan seluruh panitia atas terselenggaranya turnamen yang untuk pertama kalinya digelar di Kabupaten Badung.

“Jadikan turnamen ini sebagai ajang evaluasi terhadap pembinaan yang sudah dilakukan selama ini. Bukan semata-mata untuk menentukan siapa yang menjadi juara, tetapi untuk menjaring atlet potensial yang kelak dapat menjadi duta olahraga Kabupaten Badung, Bali, bahkan Indonesia. Yang terpenting, kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun,” ujar Bupati Adi Arnawa.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya keterlibatan lebih banyak atlet asal Badung dalam ajang serupa sebagai sarana mempersiapkan diri menuju kompetisi yang lebih tinggi seperti Porprov maupun PON. “Ini kesempatan untuk menemukan atlet-atlet terbaik yang akan menjadi wakil Badung di berbagai event bergengsi, baik di tingkat provinsi, nasional, bahkan internasional,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Adi Wiratma dalam laporannya menyampaikan bahwa Kejuaraan Tenis Junior Bupati Badung Cup 2025 diikuti oleh 91 atlet junior putra dan putri dari Bali dan NTB. Turnamen ini digelar di dua lokasi, yakni Lapangan Dharma Praja Lumintang dan Lapangan Tenis KONI Denpasar. “Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati Badung, jajaran PELTI Badung, para sponsor, dan semua pihak yang telah mendukung. Semoga dari ajang ini lahir bibit-bibit unggul yang mampu mengharumkan nama daerah di masa depan,” ungkapnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ketua Pelti Provinsi Bali, Ketua PELTI Badung Ketut Wisuda, perwakilan Disdikpora Kabupaten Badung, perwakilan KONI Badung, serta para atlet peserta turnamen. (rls)

Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

Wabup Bagus Alit Sucipta saat menghadiri Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Areal Parkir Depan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (5/11).
Wabup Bagus Alit Sucipta saat menghadiri Apel Kesiapan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Areal Parkir Depan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung, Rabu (5/11).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Wakil Bupati Badung Bagus Alit Sucipta menghadiri Apel Kesiapan dalam rangka Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi di Daerah Hukum Polres Badung, Rabu (5/11) di Areal Parkir Depan Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung.

Apel kesiapan ini merupakan langkah antisipatif menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang kerap terjadi memasuki musim penghujan.

Turut hadir, Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara, Kepala Kejaksaan Negeri Badung Sutrisno Margi Utomo, Kepala Kesbangpol Badung I Nyoman Suendi, Kasatpol PP Badung I Gusti Agung Ketut Suryanegara, Kepala Dinas Perhubungan Badung AA. Ngurah Rai Yuda Darma, Kalaksa BPBD Badung I Wayan Darma, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Badung I Wayan Wirya, serta seluruh peserta apel.

Dalam kesempatan tersebut Wabup Bagus Alit Sucipta menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Badung yang menggelar apel kesiapan ini. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi dan kesiapsiagaan lintas instansi agar penanganan bencana dapat berjalan efektif dan cepat.

“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Badung untuk ikut menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah sembarangan, terlebih ke sungai dan saluran air. kebiasaan buruk tersebut menjadi salah satu penyebab utama terjadinya banjir saat curah hujan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolres Badung AKBP M. Arif Batubara selaku Pimpinan Apel dalam amanatnya menegaskan, apel kesiapan ini merupakan langkah proaktif dan pentingnya sinergi antara Polres, Pemerintah Kabupaten Badung, serta Instansi terkait untuk menciptakan ketangguhan dalam menghadapi bencana. Diharapkan dalam pelaksanaan penanggulangan bencana perlu dilakukan upaya secara terencana, terpadu, terkoordinir dan menyeluruh. (rls)

Dekranasda Tabanan Tampilkan Karya “Triwastra” dalam Bali Fashion Week 2025 Season 1

Ny. Rai Wahyuni Sanjaya diwakili Ny. Budiasih Dirga menghadiri ajang Dekranasda Bali Fashion Week 2025 Season 1, yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (4/11).
Ny. Rai Wahyuni Sanjaya diwakili Ny. Budiasih Dirga menghadiri ajang Dekranasda Bali Fashion Week 2025 Season 1, yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (4/11).

PANTAUBALICOM, TABANAN – Selaku Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Tabanan, Ny. Rai Wahyuni Sanjaya diwakili Ny. Budiasih Dirga menghadiri ajang Dekranasda Bali Fashion Week 2025 Season 1, yang digelar di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Selasa (4/11).

Kegiatan bergengsi yang telah memasuki hari ke-4 ini menjadi menjadi ruang ekspresi bagi kreativitas daerah, di mana sembilan kabupaten/kota di Bali unjuk keindahan kain tradisional masing-masing dalam acara yang mengambil tema “Wastra Hitakara” yang bermakna Kain Tradisional Pembawa Kebaikan dan Kesejahteraan bagi para pengrajin.

Menampilkan deretan karya busana terbaik dari perwakilan Dekranasda di sembilan Kabupaten/Kota se-Bali. Dimana setiap daerah menampilkan sepuluh koleksi busana eksklusif berbahan kain tenun tradisional khas masing-masing, yang dikreasikan dengan sentuhan modern tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal.

Kehadiran Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, bersama para Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Bali, kepala perangkat daerah terkait di tingkat provinsi, serta berbagai tokoh dan undangan penting lainnya, semakin menambah kemeriahan acara yang sarat makna tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Duta Kabupaten Tabanan yang diwakili oleh Jegeg Bagus Tabanan tampil memukau di atas panggung dengan mempersembahkan sepuluh koleksi busana hasil rancangan desainer lokal berbakat, Suwari Loka, yang menggunakan kain endek Bintang Timur.

Koleksi yang bertajuk “Triwastra” ini terinspirasi dari filosofi Tridatu yang menggambarkan konsep trilogi kehidupan—lahir, hidup, dan mati—disimbolkan dengan tiga warna utama, yakni merah, hitam, dan putih.

Warna hitam dan putih dituangkan dalam motif kain rang-rang dengan pola geometris zig-zag yang merepresentasikan keterhubungan antara bumi dan langit, kelahiran dan kembalinya manusia kepada Sang Pencipta.

Tak hanya menonjolkan nilai filosofi, koleksi ini juga menghadirkan sentuhan inovatif melalui teknik airbrush pada kain endek.

\Inovasi tersebut melambangkan semangat manusia untuk terus bertumbuh dan berkembang menjadi individu yang berdampak positif. Motif tumbuhan merambat yang digunakan menggambarkan kekuatan solidaritas, harmoni dalam kerja sama, serta semangat gotong-royong yang menjadi ciri khas masyarakat Tabanan. Keseluruhan karya ini menjadi simbol kesinambungan visi Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM).

Event ini disambut baik oleh Ny. Rai Wahyuni Sanjaya, melalui Ny. Budiasig Dirga, pihaknya sampaikan apresiasi dan kebanggaannya terhadap para desainer dan Jegeg Bagus Tabanan sebagai Duta Kabupaten Tabanan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai, bahwa ajang ini merupakan wadah penting untuk memperkenalkan hasil karya kain tenun daerah kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus membuktikan kain tradisional mampu beradaptasi dengan tren mode modern.

“Kita ingin menunjukkan, bahwa endek Bali bukan hanya indah secara visual tetapi juga sarat makna dan filosofi kehidupan. Melalui kreativitas dan inovasi, kita dapat mengangkat nilai-nilai tradisi kearifan lokal Tabanan ke panggung modern,” ujarnya.

Pihaknya juga berharap kegiatan seperti ini dapat memotivasi para perajin dan pelaku UMKM di Tabanan untuk terus berinovasi, berkolaborasi, serta berdaya saing hingga ke kancah nasional dan internasional. (rls)
 

Sosialisasi Penguatan Integritas, Budaya Antikorupsi, dan Pengendalian Gratifikasi Bupati Apresiasi Sinergitas KPK RI dan Pemkab Badung

Bupati Wayan Adi Arnawa membuka kegiatan Sosialisasi Penguatan Integritas, Budaya Antikorupsi, dan Pengendalian Gratifikasi Bagi Pemerintah Daerah yang diselenggarakan oleh KPK RI di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Rabu (5/11).
Bupati Wayan Adi Arnawa membuka kegiatan Sosialisasi Penguatan Integritas, Budaya Antikorupsi, dan Pengendalian Gratifikasi Bagi Pemerintah Daerah yang diselenggarakan oleh KPK RI di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Rabu (5/11).

PANTAUBALI.COM, BADUNG – Komitmen Pemerintah Kabupaten Badung dalam membangun tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas, Bupati I Wayan Adi Arnawa membuka kegiatan Sosialisasi Penguatan Integritas, Budaya Antikorupsi, dan Pengendalian Gratifikasi Bagi Pemerintah Daerah yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, yang difasilitasi oleh Inspektorat Kabupaten Badung, berlangsung di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Rabu (5/11).

Bupati Wayan Adi Arnawa dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada KPK RI atas sinergi dan kolaborasi yang terus dibangun bersama Pemerintah Kabupaten Badung. Kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pengawasan internal serta menumbuhkan kesadaran kolektif terhadap pentingnya integritas dan budaya antikorupsi di kalangan aparatur sipil negara.

“Kegiatan ini sangat penting untuk menambah wawasan aparatur pemerintah agar memahami secara benar setiap regulasi dan tidak salah menafsirkan aturan, karena sering sekali kesalahan interpretasi justru menjadi awal dari munculnya praktik korupsi atau gratifikasi,” tegas Bupati Adi Arnawa.

Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya sinergitas antara pemerintah daerah dan KPK dalam memperkuat implementasi Monitoring Center for Prevention (MCP). “Delapan area utama menjadi prioritas perhatian kita bersama, mulai dari perencanaan pembangunan, pengelolaan aset, perizinan, keuangan daerah, hingga tata kelola pemerintahan yang akuntabel, maka itu terus tumbuhkan budaya antikorupsi di seluruh lini, sejalan dengan semangat “Badung Berintegrasi” untuk  menuju tata pemerintahan yang profesional, transparan, dan berdaya saing global,” ucap Adi Arnawa.

Saat menutup sambutannya, Bupati Adi Arnawa dengan refleksi filosofis mengatakan “Integritas bukan teori, tapi cara hidup. Air yang jernih adalah air yang mengalir, bergerak dan membersihkan. Begitu pula ASN dan masyarakat yang terus bergerak menjaga kejujuran, menolak suap, dan melaporkan gratifikasi demi Badung yang bersih dan berintegritas,” pungkasnya

KPK RI melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP KPK) telah menyiapkan penyuluh dan ahli integritas bersertifikat yang berperan sebagai champion antikorupsi di seluruh Indonesia. Tahun 2025 tercatat lebih dari 5.000 Penyuluh Antikorupsi (PAK) dan 665 Ahli Pembangun Integritas (API) aktif di 38 provinsi. Di Provinsi Bali sendiri terdapat 63 penyuluh Antikorupsi di bawah kepemimpinan Paksi I Gusti Agung Ketut Wira Sutha, dengan Kabupaten Badung memiliki 12 penyuluh aktif.

 

Dalam pemaparannya, Sugiarto, selaku Kasatgas Sertifikasi dan Pemberdayaan KPK RI, menegaskan bahwa korupsi bukan sekadar penyimpangan finansial, tetapi merupakan bentuk hilangnya nilai kejujuran dan tanggung jawab moral. Ia mengajak ASN untuk membangun budaya kerja berintegritas dengan prinsip “Mari biasakan yang benar, bukan membenarkan yang biasa”.

Pencegahan korupsi, menurutnya, dilakukan melalui tiga langkah utama: tidak menjadi korban, tidak menjadi pelaku, serta menanamkan nilai integritas dalam diri dan organisasi.

Kasatgas Sugiarto juga menyoroti pentingnya pemahaman terkait gratifikasi sebagaimana diatur dalam UU No. 31 Tahun 1999 jo UU No. 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Gratifikasi diartikan sebagai pemberian yang berhubungan dengan jabatan, baik berupa uang, barang, fasilitas, maupun layanan. Pemberian tersebut wajib dilaporkan ke KPK paling lambat 30 hari kerja apabila berpotensi mempengaruhi keputusan jabatan.

Secara nasional, Indeks Perilaku Antikorupsi (IPAK) 2024 berada di angka 71,53 (kategori rentan), sementara Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia 2024 tercatat 37/100, menempati peringkat 99 dari 180 negara.

Kabupaten Badung sendiri memperoleh Skor Survei Penilaian Integritas (SPI) 2024 sebesar 75,06, atau sedikit menurun 4,89 poin dari tahun sebelumnya, namun tetap di atas rata-rata nasional dan berada pada kategori waspada.

 

KPK juga mendorong partisipasi masyarakat melalui sistem pelaporan (Whistleblowing), riset sosial, dan komunitas antikorupsi di berbagai daerah. “Ada lima jurus tahan godaan integritas, yakni Iman yang kuat, Konsistensi dalam prinsip, Kewaspadaan terhadap modus, Kerelaan berkorban, dan Kesadaran akan akibat di kemudian hari,” kata Kasatgas Sugiarto.

Hadir pada kegiatan tersebut, Plt. Asisten Administrasi Umum I Gusti Ayu Agung Trisna Dewi, Plt. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat I Wayan Wijana, Asisten Perekonomian dan Pembangunan IB. Gede Arjana, Inspektur Luh Suryaniti, para Kepala OPD serta ASN Lingkup Pemkab Badung. (rls)

Program Bedah Rumah di Tabanan Dinilai Setengah Hati, Komisi IV Minta Evaluasi Sistem Stimulan

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Gede Wastana.
Ketua Komisi IV DPRD Tabanan I Gusti Komang Gede Wastana.

PANTAUBALI.COM, TABANAN – Komisi IV DPRD Kabupaten Tabanan menilai pelaksanaan program bantuan bedah rumah bagi masyarakat kurang mampu belum berjalan optimal.

Ketua Komisi IV DPRD Tabanan, I Gusti Nyoman Wastana, menyebut pemerintah daerah masih terkesan setengah hati dalam membantu warga karena menggunakan sistem stimulan dalam penyalurannya.

Menurutnya, sistem stimulan membuat masyarakat penerima bantuan hanya memperoleh bahan bangunan, sementara pelaksanaan pembangunan diserahkan kepada penerima. Akibatnya, banyak warga kesulitan untuk membayar tukang karena keterbatasan biaya.
Kondisi tersebut membuat sebagian bahan bangunan tidak terpakai bahkan menjadi mubazir.

Selain itu, ditemukan pula kasus di mana penerima hanya menerima sebagian bahan bangunan, sementara sisanya hingga kini belum diterima.

“Kami banyak temukan kasus seperti itu di masyarakat. Selain itu, ada yang melaporkan rumahnya sudah bocor dan tidak memiliki biaya untuk membayar tukang,” ujar Wastana, Rabu (5/11/2025).

Melihat berbagai persoalan itu, Wastana mengusulkan agar mekanisme program diubah dan tidak lagi menggunakan sistem stimulan.

Ia menilai, pemerintah seharusnya melaksanakan pekerjaan secara langsung sehingga masyarakat tidak perlu menanggung biaya tambahan atau berutang untuk menyelesaikan rumahnya.

“Kalau mau membantu masyarakat, seharusnya tuntas total dikerjakan. Jangan setengah hati,” tegasnya.

Sebelumnya, program bedah rumah di Tabanan berada di bawah Dinas Sosial. Namun, kini pelaksanaannya telah beralih ke Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Tabanan dengan sistem bantuan yang diubah menjadi stimulan.

“Saya berharap mekanisme program ini bisa kembali seperti dulu di Dinas Sosial, karena saya kasihan dengan masyarakat,” pungkasnya. (ana)